.: Author : DragonPhoenix96
.: Cast : Kris Wu Yifan,Park Chanyeol [ KrisYeol ]
.: Disclaimer :.
Para Uke Milik Seme(?) dan Mereka milik keluarga mereka masing masing dan Tuhan, Author hanya punya Alur Cerita FF ini yang yah…*silahkan nilai sendiri*
.: Warning :.
Typo yang mungkin bisa terjadi,mungkin ada yang sedikit OOC tanpa Author sadari, ,BoyXBoy, Blood, Rated M, A Bit of NC 18+, a lil of Rape, Don't Like Don't Read
.
Don't be Silent Reader juseyo! :'(
*nangis meluk Chanyeol* *di bakar Kris*.
.
.
.
.
.
.
Seorang namja membuka matanya perlahan—menatap langit langit kamar yang berwarna cream. 'Si—Sial….pasti tadi itu…..peluru bius….'
Chanyeol—namja itu—menggerakkan tangannya untuk memijat kepalanya yang masih pusing diakibatkan oleh sesuatu yang membuatnya pingsang tadi namun tiba tiba merasakan tangannya tertahan oleh sesuatu dan menyadari kalau di pergelangan tangannya terpasang sebuah belenggu yang terhubung pada rantai yang cukup panjang.
'Se—Sejak kapan…..'
CKREET
Tatapan Chanyeol menjadi waspada. Instingnya mengatakan bahwa keadaan saat ini sama sekali tidak aman.. Terdapat seorang namja tampan dengan ekspresi dingin yang tadi membuka pintu kamar itu dan kini tengah menyender pada bingkai pintu. "Kau…."
"Tidur nyenyak ?",Tanya sosok itu dengan nada datar.
"Tsk—apa urusanmu…."
Tap Tap Tap Tap
Namja itu melangkahkan kaki-nya mendekati Chanyeol—mengintimidasi Namja itu yang kini tengah terduduk di kasur dan meremas seprai. Namja itu lalu duduk di dekat Chanyeol dan mengelus rambut gelap Chanyeol. Tangan Chanyeol menepis tangan yang mengelusnya.
"Jangan sentuh aku….dasar Wu Yifan sialan !",bentak Chanyeol tiba tiba. Namja itu—Kris Wu Yifan—hanya terkekeh dan mengusak rambut Chanyeol cepat.
"Kau manis sekali ya…"
"LEPASKAN AKU…."
"Untuk apa ?",Tanya Kris pelan dan tenang.
"Untuk menghajar muka brengsekmu itu… DASAR SIALAN !"
Kris dengan cepat langsung menarik rantai yang terhubung ke pergelangan tangan Chanyeol dan menahannya. Wajah dingin dan tampan Kris mendekati wajah Chanyeol—mengintimidasi namja itu. Chanyeol yang tak tahan langsung menutup mata-nya—melawan rasa terintimidasi yang ia rasakan.
Ia merasakan kalau Kris mendekat ke telinganya—yang ia rasakan dari deru nafas Kris yang menerpa cuping telinganya. Chanyeol sendiri sama sekali tak berani membuka matanya.
"Kalau kau menghajarku dengan tangan kananmu..",bisik Kris pelan—sembari mengecup telinga dan menjalar ke pipi Chanyeol,"aku tak segan segan akan memotong tangan kananmu…."
Deru nafas Chanyeol tertahan. Kris menampilkan sebuah smirk pada saat melihat ekspresi yang kini ia lihat dari Chanyeol."Bahkan aku tak akan segan untuk memotong semua tangan dan kaki mu jika kau akan tetap menghajarku….."
Yifan masih menatap dan mengelus pelan wajah Chanyeol dengan jemarinya—Chanyeol terlalu terintimidasi hingga tak bisa menggerakkan tangannya walaupun sudah tak ditahan lagi. "Don't even think about it,my sweetie…."
Tap Tap Tap Tap
CKREET
BRAK
Mata Chanyeol terbuka perlahan pada saat ia merasakan pada saat ia mendengar sauar pintu ruangan tersebut tertutup. Ia bisa merasakan detak jantung-nya yang berdetak sangat cepat dan paru paru-nya yang menarik oksigen sebanyak banyaknya.
'Ke—Kenapa aku…..kenapa aku…..'
Tahun 21XX, Masa diamana tidak adanya organisasi yang bernama pemerintahan dan lambang Negara; Survival of the Fittest—yang terkuat yang bertahan itulah yang kini berlaku bagi setiap manusia yang mau terus menerus mempertahankan hidupnya di atas permukaan planet berwarna biru yang bernama bumi. Hal ini dikarenakan tiada-nya kepercayaan manusia terhadap sekelompok manusia lain dan organisasi yang bernama pemerintah.
Pemerintah dan Negara telah tergantikan oleh sekelompok organisasi yang berkuasa dengan gaya ala mafia. Nama Negara hanya menjadi sebuah nama saja tanpa makna apapun. Perbatasan bukanlah lagi dijaga oleh tentara Negara namun pasukan khusus yang dibayar oleh para penguasa penguasa daerah tersebut
Kris Wu Yifan—CEO Perusahaan Wu Corp yang menguasai China dan Sebagian Kanada jiga memimpin sebuah organisasi yang berada di tempat yang sama. Organisasi Kris merupakan organisasi yang sangat berpengaruh di China dan berengaruh nomor dua di Kanada. Merupakan namja dengan watak dan perilaku yang sangat dingin.
Park Chanyeol—CEO Perusahaan Park Group yang menguasai seluruh semenanjung Korea dan sedikit daratan jepang hampir mirip seperti Kris yang juga memiliki organisasi yang berada di Negara yang sama.
CLANK CLANK
'Tsk—Brengsek…Benar-benar kuat…..',batin kini tengah berusaha menarik rantai tersebut. Chanyeol memeluk kakinya dan menatap sekitarnya. Ia menatap ke jendela besar dengan pemandangan perkotaan pada malam hari yang menampilkan pijar lampu lampu LED yang beraneka warna.
Ia menghela nafasnya panjang. Ia—Park Chanyeol—penerus selanjutnya Park Group yang namanya membuat terror di seluruh semenanjung Korea bisa seperti ini ? Astaga,di mana harga dirinya saat ini. Ia benar benar merasa dilecehkan oleh makhluk yang bernama Kris Wu itu.
"Tsk—padahal aku dan appa ku membangun dari awal tak seperti namja itu yang sudah seenaknya saja tinggal meneruskan…si—sialan….",gumam Chanyeol kesal.
Yah, Chanyeol mendapatkan perusahaan itu juga berkat berhadapan one-by-one dengan para programmer handal perusahaan Choi pada saat itu dan setelah berantakkan semua asset milik perusahaan itu direbutnya setelah jatuh sedalam dalamnya namun hal itu bukan menjadi akhir yang indah namun menjadi awal petaka yang ia lawan; setelah perusahaan itu jatuh banyak perusahaan perusahaan lain yang menyerang baik secara fisik maupun secara cyber. Chanyeol dan appa-nya berusaha untuk mempertahankan dengan sekuat tenaga. Chanyeol ingat, ia pernah menghabiskan dua hari berturut turut di kamarnya hingga ia lupa makan dan minum hingga ia bisa saja nyaris pingsan jika eomma-nya tak langsung dating dari jauh untuk menolongnya….
Chanyeol lagi lagi hanya menghela nafasnya panjang—menatap pintu yang menjadi tempat dimana namja yang bernama Kris Wu Yifan keluar tadi,"Tsk—apa yang sebenarnya dia mau…sialan…."
/-/-/-/-/-/-/
Srek
"Serius sekali Kris…."
"…"
Srek
"Oi Kris….kau mendengarkanku kan ?"
"Hnn…apa ?"
Luhan—namja yang kini berada di ruangan itu bersama Kris hanya menggelengkan kepala-nya,"Serius sekali…sebegitu menariknya kah namja itu untukmu ?"
Flap
Tak
"Yah….begitulah…."
"Huh,sudah kuduga….",kata Luhan,"Mengingat dia perah mengalahkanku sekali di pertempuran cyber—"
"Membuatnya akan menarik jika ia bergabung denganku…tapi bukan itu rencanaku…"
Luhan terdiam. Kris hanya menanpilkan sebuah smirk.
"Jangan bilang kau menyetujuinya…"
"Yah….kurasa kau tahu jawabanku Xiao Lu…."
.
.
.
.
.
.: To Be Continued :.
