Special Chapter

.

With love

Kim Taehyung and Jeon Jungkook

.

.

Desiran angin menggoyangkan batang pohon kelapa dengan lembut. Langit berwarna biru tak jauh berbeda dengan warna air di bawahnya. Sangat cantik dengan pantulan cahaya matahari yang tak terlalu terlalu menyengat

Jungkook menatap hamparan biru laut di depannya dengan bingung. Deburan ombak mengalun begitu indah di pendengaran Jungkook. Manik mata kelincinya menatap sekeliling dengan dahi berkerut

' Aku ada dimana ? '

Jungkook berjalan di pantai yang sepi. Kakinya melangkah menyusuri hamparan pasir putih yang terasa lembut di kaki telanjangnya. Bahkan sesekali kakinya merasakan cipratan air laut yang lumayan dingin

" Kookie-ya " Jungkook mengalihkan pandangannya. Memutari seluruh area pantai yang masih sepi dengan pandangannya

" Siapa yang memanggilku " gumam Jungkook

GREPP

Tubuh Jungkook menegang merasakan seseorang memeluk tubuhnya dari belakang. Orbsnya menatap sepasang tangan yang mendekap tubuhnya dengan posesif

" S..Si apa ? " suara Jungkook bergetar takut

" Apa kau tak mengenaliku Kookie-ya " suara berat orang asing dibelakangnya membelai indra pendengaran Jungkook dengan lembut. Jantungnya berdebar 2 kali lipat mengenali suara berat itu

" T.. ta e-hyung " lirih Jungkook tak percaya

Benarkah namja yang sedang memeluknya ini adalah seorang Kim Taehyung. Benarkah ? terlalu serius dengan pemikirannya membuat Jungkook tak menyadari bahwa tubuhnya sudah menghadap pada tubuh Taehyung. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti hingga Taehyung dapat merasakan setiap hembusan nafas Jungkook membelai permukaan wajahnya

Berdekatan dengan jungkook membuat taehyung menyadari bahwa wajah Jungkook sangat imut dibandingkan dengan namja-namja seumurannya. Ditambah dengan sepasang gigi kelincinya yang membuat Jungkook terlihat eumm... lebih cantik ?

CUP

Taehyung mengecup bibir Jungkook membuatnya tersadar dari lamunan singkatnya. Kedua manik matanya menatap wajah Taehyung dengan bingung dan... polos ? euhh rasanya Taehyung ingin cepat – cepat memakan namja kelinci dihadapannya

Pipi Jungkook merona secara alami saat taehyung kembali memangkas jarak antara wajah mereka. Manik tajam Taehyung menatap wajah Jungkook yang memerah dengan intens

" Manis. Aku sangat menyukaimu Kookie " bisik Taehyung tepat ditelinga Jungkook membuat wajah Jungkook yang semula sudah merona semakin merona 2 kali lipat. Taehyung mengecup dahi Jungkook lembut membuat Jungkook memejamkan matanya.

Tolong jangan tanyakan bagaimana kondisi Jungkook saat ini. Namja manis ini bahkan berkali – lai menggigit bibir dalamnya karena mendapat perlakuan 'tak biasa' dari seorang Kim Taehyung. Seseorang yang selama ini secara terang – terangan tak menerima keberadaannya.

Jungkook kembali membuka kedua matanya saat merasakan bibir Taehyung tak menyentuh dahinya lagi. Wajahnya menunduk guna menyembunyikan rona wajahnya walaupun percuma karena Taehyung sudah melihatnya.

Taehyung menggenggam lembut telapak tangan Jungkook. Menautkan jarinya yang terasa pas mengisi kekosongan jari – jari lentik Jungkook kemudian berjalan menggeret tubuh Jungkook mengikutinya. Jungkook yang digeret Taehyung dengan lembut hanya bisa mengikuti setiap langkah kaki mata Jungkook terus menatap tautan jari mereka

' Tuhan apakah aku bermimpi ? ' batin Jungkook

Terjadi keheningan selama beberapa menit sebelum yang lebih muda memberanikan diri membuka mulutnya

" Hyung sebenarnya kita mau kemana ? " tanya Jungkook penasaran

Taehyung menolehkan wajahnya pada Jungkook tanpa menghentikan langkah kakinya. Bibirnya menarik segaris senyum membuat dada Jungkook berdesir hebat

' Tampannya ' pikir Jungkook saat melihat senyuman Taehyung yang jarang ditampilkannya

" Kembali ke hotel. Memang kau ingin disini terus " jawab Taehyung

Jungkook menyatukan alisnya bingung. Di otaknya berputar beberapa pertanyaan seperti

' Apa kita benar – benar memesan hotel ? '

' Untuk apa kita memesan kamar hotel ? '

' Dan sebenarnya ini ada dimana ? '

Dan beberapa pertanyaan lainnya yang terbesit di benaknya, namun jungkook hanya menutup mututnya. Namja bergigi kelinci ini enggan untuk menanyakannya pada taehyung

Entahlah, Jungkook merasa ragu

.

Woaahh

Jungkook tak dapat menggambarkan apa yang dilihatnya saat ini. Jika luar biasa adalah kata yang paling tepat, Jungkook akan merapatkan kata – kata itu berulang kali dengan kedua belah bibirnya.

Kamar hotel ini bergitu indah dengan ornament putih –warna kesukaan Jungkook- yang mendominasi. Jungkook merasa bahwa ia sedang berada dikamarnya sendiri walaupun dengan suasana yang berbeda. Ada beberapa vas berisi bunga mawar putih yang menghiasi beberapa sudut kamar. Dan ohh jangan lupakan jendela kaca besar yang menampilkan penampilan laut yang sangat menajubkan.

Jungkook berlari kecil mendekati jendela. Menempelkan permukaan wajahnya dan telapak tangannya memandang takjub pemandangan pantai yang begitu memanjakan matanya. Dalam hatinya jungkook terus merapalkan nama tuhan yang begitu murah hati menciptakan pemandangan seindah ini

Taehyung terkekeh melihat tingkah kekanakan Jungkook. kakinya berjalan menghapus jarak tubuhnya dengan tubuh Jungkook dengan pelan namjun pasti/?. Tangan Taehyung memeluk tubuh Jungkook dari belakang. Menempelkan permukaan dada bidangnya dengan punggung Jungkook. Senyum manis terukir dibibir Taehyung saat melihat wajah polos Jungkook dari samping

" Apa kau menyukainya ? "

" Ne. Aku sangat menyukainya hyung, ini sangat indah " Jungkook tersenyum, masih dengan memandang lautan dihadapannya. Jika saja tidak ada jendela kaca ini, mungkin Jungkook akan langsung berlari menuju lautan yang begitu menggoda Jungkook untuk merasakan dinginnya air laut membasahi tubuhnya

Jungkook bahagia dengan keberadaan Taehyung disampingnya. Jungkook tak dapat berkata apa – apa lagi. Semua ini sebut saja terlalu sempurna oleh seorang Jeon Jungkook. Tangannya mengelus tangan Taehyung yang melingkari perutnya

" Yaaaa ! "

Jungkook mengalungkan kedua tangannya pada leher Taehyung saat namja kurus itu menggendong tubuhnya secara tiba – tiba

" Hy..ung apa yang k kau lakukan ? " gugup Jungkook saat Taehyung membawa tubuhnya memasuki kamar mandi

" Memangnya apa lagi kalau bukan mandi Kookie "

Taehyung menurunkan tubuh Jungkook. Melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuh mereka berdua sebelum mengajak tubuh Jungkook memasuki bath up yang sama. Jungkook sempat mengalihkan wajahnya yang memerah melihat tubuh telanjang Taehyung sebelum tangan Taehyung menariknya memasuki bath up

Jungkook merasa wajahnya terbakar saat kembali melihat tubuh naked Taehyung didepannya. Yeah walaupun terendam air yang menutupi beberapa bagian tubuhnya, tapi tetap saja jungkook malu

Jungkook memberanikan diri mendekati tubuh Taehyung. Diusapnya wajah tampan Taehyung dengan lembut membuat sang pemilik menutup matanya menikmati setiap sentuhan Jungkook. Seulas senyum terukir di bibir Jungkook mengagumi wajah sempurna suaminya

Taehyung membuka matanya, tangannya mengangkat tubuh Jungkook dalam pangkuannya. Taehyung mendekatkan wajahnya, maraih bibir Jungkook dengan lembut. Bibirnya bergerak perlahan menyapu setiap bagian bibir manis Tungkook. Tangannya meraih tangan jungkook, mengalungkan tangan jungkook pada lehernya.

Jungkook menutup matanya rapat saat merasakan lumatan kecil bibir Taehyung pada bibirnya. Tangannya secara tak sadar meremas surai Taehyung, menumpahkan segala kenikmatan yang dirasakannya.

Taehyung melepas pangutan bibirnya. Kedua manik mata berbeda warna itu bertemu, menghantarkan perasaan masing – masing yang begitu menggetarkan hati. Menyelami setiap tatapan yang terukir jelas hingga salah satu diantara melepas kontak mata mereka

Jungkook menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Taehyung, sementara Taehyung sibuk menyabuni seluruh tubuh Jungkook

" Hyung aku menyayangimu " lirih Jungkook

" Nado Jungkookie " jawab Taehyung sambil mengecup lembut pucuk kepala Jungkook

.

Semburat jingga menghiasi langit yang tak lagi berwarna biru seutuhnya. Angin laut berdesir menggetarkan tubuh Jungkook secara samar. Dibelakangnya taehyung merapatkan pelukannya pada tubuh Jungkook, kepalanya bersandar pada pundak sempit Jungkook. Sesekali bibirnya bergerak mengecup permukaan pundak mulus Jungkook yang sedikit terekspos karena baju kebesaran ynag dipakainya

Jungkook menyenderkan tubuhnya dengan nyaman pada dada bidang Taehyung. Hangat... Jungkook dapat merasakan tubuhnya mulai menghangat karena dekapan Taehyung.

Manik kelincinya tak lepas memandang lautan didepannya yang berkilau diterpa cahaya matahari senja.

Hari mulai sore dan burung – burung mulai kembali ke sarangnya masing – masing. Memberi sedikit musik alami yang berasal dari deburan ombak dan cicitan burung yang saling berirama

Jungkook dan Taehyung masih setia pada posisi mereka. Hanya saja sekarang tubuh Jungkook menghadap dan berada pada pangkuan Taehyung membuat wajahnya sedikit lebih tinggi dari wajah Taehyung.

Taehyung mendekatkan wajahnya. Kembali menyatukan bibir mereka dengan hangat. Menghisap rasa manis yang begitu menguar dari bibir Jungkook. Matanya terbuka menikmati setiap ekspresi Jungkook yang berada dihadapannya. Bibirnya bergerak pelan dan konstan melumat bibir jungkook dengan lembut.

Tak tergesa – gesa. Taehyung hanya ingin merasakan bibir Jungkook secara menyeluruh

" Eunghh "

Taehyung segera melesatkan lidahnya masuk kedalam goa hangat milik Jungkook. Menyusuri langit – langit mulut Jungkook dengan lembut. Jungkook meremas rambut Taehyung. Tubuhnya bergetar tak kuat menahan semua sensasi aneh yang diberikan Taehyung pada bibir dan tubuhnya

Matahari terbenam menjadi latar paling indah untuk Taehyung dan Tungkook.

Matahari tenggelam begitu cepat seolah tak kuat melihat adegan romantis yang dilakukan kedua anak adam ini

Taehyung melepas ciumannya. Tangannya terulur menyentuh kedua pipi merona Jungkook

" Kookie aku mencin..."

.

.

.

.

.

' Akh '

Jungkook membuka matanya saat merasakan sesuatu tak kasat mata menimpa kepalanya. Tangannya memijat keningnya yang terasa berdenyut – denyut. Manik mata kelincinya mentap sekeliling dengan bingung merasa tak mengenali tempat ini

" Aku dimana ? " tanyanya bingung. Namun hanya keheningan yang menjawab pertanyaan namja kelinci ini

" Haahh~ Cuma mimpi. Tapi kenapa rasanya begitu nyata " Jungkook menghela nafas sedih saat mengingat mimpinya

Krieettt

Jungkook mengalihkan pemandangannya menatap namja tampan yang buru – buru menghampiri tubuhnya yang sedang berbaring disebuah kasur yang berada di... ah entahlah Jungkook tak tau ia sedang berada dimana

" Ah kau tak apa ? apa kepalamu terasa pusing ? Apa yang kau rasakan ? "

Jungkook hanya menatap bingung namja yang sepertinya sangat khawatir terhadap dirinya

" Kau siapa ? "

.

.

.

TBC

Kekekekek yuhuy happy valentine man teman

Buat para jomblo jan ngenes yaa, ini aku kasih special chapter buat kalian :v

Hahahah kenapa malah jadi kayak gini. Au ah pokoknya pengen bikin dedek kuki bahagia walaupun cuma dimimpi :v

Buat yang suka adegan penyiksaan. Ntar dulu ya bingung mau disiksa kek gimana lagi dedek kuki nya

Dan yang penasaran sama orang itu harus sabar juga *ditabok

Maaf gak bisa bales review kek chap kemaren. Yang pasti aku berterima kasih banyak buat kalian yang rela review ff percobaan aku ini

Seneng deh apalagi ada yang ngasih kritik plus saran yang membangun

Ff ini ga balakan berlanjut kalo gaada review dari kalian semua

Maaf banyak bacotnya :'v

Sampai ketemu di chapter selanjutnya

Big Thank's to

[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Cheryl894] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia]