.: Author : DragonPhoenix96
.: Cast : Kris Wu Yifan,Park Chanyeol [ KrisYeol ]
.: Disclaimer :.
Para Uke Milik Seme(?) dan Mereka milik keluarga mereka masing masing dan Tuhan, Author hanya punya Alur Cerita FF ini yang yah…*silahkan nilai sendiri*
.: Warning :.
Typo yang mungkin bisa terjadi,mungkin ada yang sedikit OOC tanpa Author sadari, ,BoyXBoy, Blood, Rated M, A Bit of NC 18+, a lil of Rape, Don't Like Don't Read
.
Don't be Silent Reader juseyo! :'(
*nangis meluk Chanyeol* *di bakar Kris*.
.
.
.
.
.
.
"Apaa…..kau mau apa….",ancam Chanyeol.
Kris menatap Chanyeol tajam dan tanpa namja itu duga—Kris menarik rantai yang tersambung ke pergelangan tangannya dan menyatukannya ke atas kepala Chanyeol. "Arrggghhh….sa—sakit…"
"Tsk—sebenarnya aku tak mau melakukan ini….tapi sepertinya aku harus…"
Kris menggigit Roti itu dan memaksakan memasukkannya ke mulut Chanyeol dengan mulutnya. Chanyeol yang menolak mati matian langsung menarik tangannya—bermaksud mendorong Kris agar menjauh—namun Kris menahan rantai itu benar benar kuat hingga sekuat apapun Chanyeol menarik tangannya tak akan ada gunanya di bawah kekangan tangan Kris.
Kris melakukannya berulang kali hingga Roti tersebut habis. Kris yang merasakan kenyalnya bibir Chanyeol berulang kali sejak tadi langsung melumat bibir kenyal namja itu. Chanyeol yang merasa sedikit sesak langsung memejamkan mata-nya. Entah kenapa ia juga merasakan badannya lemas dan sedikit memanas. Kaki Chanyeol berusaha mendorong Kris agar menjauh darinya. Namun ia sama sekali seperti memiliki tenaga sama sekali. Tautan mereka terlepas dan Kris kini bisa melihat wajah Chanyeol yang memerah dan terengah engah meraup nafas sebanyak banyaknya dengan dada yang terbalut kaos putih tengah naik dan turun.
"Huahh…..hah…hah…si—sialan…."
"Your Lips is so sweet isn't it ?",goda Kris sembari mengelus bibir basah Chanyeol dengan satu tangannya.
"Fuck off…",bentak Chanyeol.
Kris hanya tertawa perlahan—tangannya mengusak rambut coklat terang sebahu milik Chanyeol,"Tidur yang nyenyak….Jalja Park Chanyeol…."
Ia kemudian melepaskan genggaman tangannya pada Rantai Chanyeol yang ia tahan tadi dan berjalan tenang ke arah pintu dan keluar meninggalkan Chanyeol yang masih lemas dan tengah meraup oksigen.
BRAK
Kris kini tengah menyender ke pintu kamar Chanyeol. Ia meraih nafas banyak banyak.
'Shit…tadi nyaris saja aku….'
Sekelebat bayangan wajah Chanyeol yang tengah memerah dan terengah engah terlintas di menggelengkan kepala-nya cepat.
'Ti—Tidak…aku tidak bisa…ini bukan rencanaku….'
Ia kemudian berjalan cepat meninggalkan tempat itu dan kini setengah berlari ke kamarnya. Ia kemudian berbaring di tempat tidur empuknya sesampainya ia di kamar miliknya. Ia menghela nafasnya panjang dan memejamkan matanya.
"Arrrrrggghhhhh…..You make me Crazy….Park Chanyeol…."
/-/-/-/-/-/-/
Seorang namja kini berada di sebuah taman dengan pepohonan yang dihias dengan pancaran cahaya LED yang berbagai bentuk dan warna yang indah—ia sesekali melirik ke arah jam tangannya.
'Apaaa…..aku sudah telat ? Aiguuu…'
GRAB
"Lama menungguku Hannie hyung….",seorang namja lain kini memeluk namja itu dari belakang.
"Sehuuuunnn…..",Luhan membalikkan badannya dan membalas pelukan namja itu,"Bogoshippo….."
"Nado….",balas Sehun,"Sesibuk apakah dirimu sampai kau tak memberitahu ku kalau kau akan ke sini hnnn ?"
Luhan hanya tertawa pelan,"Kau kan juga pernah diam diam ke Beijing bukan? Kita impas arra…"
"Baiklah…"Sehun mengecup bibir Luhan cepat sedikit melumatnya.
"Hunnie…kau jadi mesum sekali huh…",kata Luhan setelah ia berhasil melepas tautan bibirnya dengan Sehun. Mata Rusa milik Luhan bertatapan dengan mata tajam milik Sehun. Tangan Sehun menyingkirkan poni Luhan sedikit.
"Aku mesum karena aku merindukanmu baby…."
"Tsk….bukankah kita sering melakukan video chat ?",Tanya Luhan,"bahkan kita pernah saling berlomba untuk meng-hack situs pemerintah yang keamanannya payah payah itukan….kau benar benar berbohong hun…"
Sehun juga adalah seorang Hacker—sama seperti Luhan—dan ia bahkan tidak sengaja bertemu dengan namja itu ketika mereka menyerang system yang dimiliki pemerintahan salah satu Negara bersamaan secara tidak sengaja. Setelah berhasil melumpuhkan system dengan cara bekerja sama,,mereka berdua berhadapan satu sama lain dengan bersenjatakan kode kode rumit untuk menguasai system itu yang kala itu dimenangkan oleh Sehun dengan tampilan layar pada system mereka adalah seekor serigala karena jika Luhan yang menang maka yang muncul adalah lambang kepala rusa dengan tulisan "Dawn's Deer". Setiap hacker memang mempunyai cirinya sendiri dan ciri Luhan—jika terlepas dari perintah Kris. Itu adalah lambing miliknya sebelum ia bertemu dengan Kris kalau kau mau tahu.
Luhan yang kesal langsung mendeteksi siapa yang mampu mengalahkannya dan menemukan Sehun dan bahkan bertatapan muka langsung dengan namja itu dan anehnya mereka berdua langsung jatuh cinta setelah beberapa kali bertemu. Bahkan, kencan jarak jauh mereka yang pertama adalah berlomba siapa yang mampu lebih banyak menghack system system milik pemerintahan dalam waktu satu jam dan mempertahankannya dalam waktu 2 jam. Aneh memang—tapi bagi mereka itu romantic.
"Tidak aku sungguh sungguh…",Sehun mengecup dan sedikit menjilat leher Luhan—membuat namja rusa itu melenguh tertahan—mengingat mereka masih berada di tempat umum, "Aku merindukan mu….berada di bawah kungkunganku baby…"
CTAK
"Aaarrgghh….Baby Lu…Appo…."
"Dasar…sekali mesum…tetap saja mesum…."
Sehun hanya terkekeh geli.
/-/-/-/-/-/-/
Chanyeol membuka matanya pelan—badannya terasa pegal karena lelah. Kejadian semalam terlintas kembali di kepalanya. Kris yang menahan pergelangan tangannya, tatapannya yang menusuk ke dirinya, aura mengitimidasi dan mendominasi yang membuat nyali-nya benar benar ciut, dan juga ciuman kasar dan sedikit memaksa itu membuat Chanyeol hanya bisa menegukkan ludahnya dan langsung menggelengkan kepalanya cepat.
'A—Apa….Apa yag kupikirkan…kenapa aku memikirkan namja sialan itu ? Namja yang hampir saja melecehkanku itu…..', batin Chanyeol, 'Gila….benar benar gila…..'
Ia menatap pergelangan tangannya dan mengamati borgol yang terhubung ke rantai yang tersambung ke suatu tempat di bawah tempat tidurnya itu.
'Aku harus kabur dari sini….tapi….bagaimana….'
Tok Tok Tok
Sebuah ketukkan pelan menyadarkan Chanyeol dari lamunan singkatnya.Ia menebak nebak siapa yang akan masuk ke kamar-nya itu.
KRIET
Chanyeol mengenali seorang namja yang kini masuk bersama dengan seorang Maid yang membawa trolley makanan,"Tch..—"
Chanyeol meminta maid itu untuk keluar dengan gerakkan kepalanya—yang langsung dipatuhi oleh maid tersebut—kemudian ia menatap Chanyeol sembari tersenyum tipis,"Sleep well ?"
"Apa pedulimu….",kata Chanyeol datar—Kris tak menunjukkan reaksi apapun dan meetakan semangkuk sereal dengan susu dan segelas air putih di meja nakas di samping tempat tidur yang Chanyeol tempati
TREK
"Makanlah….",kata Kris tiba tiba.
"Aku tak mau…"
"Makan saja….",lanjut Kris,"aku tak membubuhkan racun kok…"
"Tsk….justru semakin mencurigakan…",kata Chanyeol dengan nada sinis.
"Kalau aku memang mau membunuhmu….aku bisa melakukannya tadi malam…",Kata Kris lagi datar dan seperti tanpa perasaan.
"Tapi kau menyuapkan dengan mulut kotormu itu, brengsek…",Kata Chanyeol tanpa sadar dengan keras
"Aaah…jadi kau masih mengingat yang semalam hnn…",goda Kris.
Chanyeo mulai gelagapan dan menatap kea rah lain menghindari tatapan Kris,"Ti—Tidak Kok….Si—Sialan….."
Kris hanya terkekeh. Ia kemudian berjalan kea rah jendela,membukakan tirai-nya dan membuka daun jendela agar terjadi pertukaran dengan udara segar di kamar yang chanyeol tempati. Hanya semilir angin dan gesekkan kain tirai yang menjadi latar suara yang ada.
"Keluar…",kata Chanyeol memecah suasana
"Hnn ?"
"Kubilang Keluar….",kata Chanyeol lebih keras.
"Aku tak mau….",Kris menanggapi permintaan datar
Chanyeol mulai membentak Kris,"KELUAR KATAKU…"
"Tidak….",kata Kris pelan,"sebelum kau makan dan menghabiskan sereal mu itu…."
"Memaksaku huh ?",kata Chanyeol sinis. Kris hanya diam.
"Hei kenapa diam ?",Tanya Chanyeol
'Ini demi kesehatanmu…dasar bodoh…',batin Kris. Namja China itu hanya menghela nafas panjang dan dalam.
"Makan saja….",kata Kris," Apa harus aku suapkan lagi ?"
"Tsk—aku bukan bayi yang harus disuapi…"
"Kalau begitu makanlah….",kata Kris lagi.
"Tapi aku tak mau jika seperti ini…."
Kris menatap Chanyeol lama dan kemudian menghela nafasnya panjang dan lama. Dalam hatinya jika boleh dikatakan, ia benar benar khawatir dengan kesehatan Chanyeol. Rasanya lagi lagi ia ingin menyalahkan Yixing yang tanpa sengaja membuat dosis bius berlebihan sehingga Chanyeol pingsan selama tiga hari—padahal ia hanya memerintahkannya hanya selama satu hari saja.
Kris menghela nafas panjang,"Baiklah…."
Kris mulai melangkah menuju pintu kamar Chanyeol dan berhenti tepat di depan pintu,"Setengah jam lagi…akan aku cek…"
CKIEET
DRAP
Kris keluar dari ruangan itu dan menghela nafasnya panjang, kakinya melangkah pelan namun pasti menuju. Setidaknya ia boleh sedikit berlega dan bisa meyakinkan dirinya kalau chanyeol akan memakan sereal itu.
Lamunan Kris buyar pada saat smartphone yang berada di kantung celana-nya bergetar menandakan adanya panggilan yang masuk. Dengan segera, namja itu melihat smartphone miliknya dan mengangkat panggilan yang baru saja masuk tersebut….
"Ne,Yeoboseyo….",Kris menyapa dengan ramah sesorang yang menelponnya saat ini.
"….."
"Ah aku baik baik saja…di sini ternyata menyenangkan…"
"…."
"Mungkin baru sekitar seminggu yang lalu nyonya…"
"….."
"Ah…ituu…saya hanya tidak ingin merepotkan anda dan suami anda…."
"….."
"Chanyeol ? Ah kini dia baik baik saja tentu…."
.
.
.
.
.
.: To Be Continued :.
.
.
.
.
.
.
