Chapter 3

.

.

Vkook

Slight Hunbaek untuk chapter ini

.

.

Taehyung menghembuskan nafasnya lelah. Kepalanya terasa pening akibat tugas dari dosen tuanya yang terus menumpuk tanpa henti. Belum lagi Joy yang terus menghindarinya beberapa hari ini.

Dan kenapa gadis itu mengatakan kalau dirinya jahat. Sebenarnya apa yang terjadi ? apa salahnya pada Joy ?

Taehyung terlalu lelah berpikir kesalahan apa yang diperbuatnya hingga membuat gadis cantik itu marah padanya. Semua kemungkinan yang ia pikirkan beberapa hari ini membuat kepalanya terasa pecah

Wusss

Hembusan angin menerbangkan beberapa anak rambut Taehyung membuat rambutnya yang awalnya tertata apik menjadi agak berantakan. Taehyung merebahkan tubuhnya di lantai kotor atap gedung universitasnya

Ia tak memperdulikan bajunya akan kotor karena debu yang menempel toh masih ada Jungkook yang mencuci bajunya di rumah.

Jahat ? Taehyung sudah menyadari kalau dirinya jahat semenjak menikah dengan Jungkook.

Mengingat jungkook membuat taehyung berdecak kesal. Entah apa salah namja imut itu hingga membuat Taehyung begitu kesal bahkan dengan mengingat namanya saja

" Jeon Jungkook sialan ! "

'kehadiranmu membuat hidupku hancur berantakan' lanjut Taehyung dalam hati dengan kesal

Taehyung mengangkat elapak tangannya, menghalau sinar matahari yang terasa sedikit menusuk kelopak matanya .

' Mungkin tidur sebentar bisa menjernihkan pikiranku '

.

Jungkook mengerjapkan matanya bingung menatap sosok asing di depannya. Wajah tampan yang terkesan dingin. Tubuh tinggi dengan kulit tan yang membuat Tungkook ingat pada sosok yang mengisi hatinya beberapa tahun ini.

" Kau siapa ? " lirih Jungkook. Ingat ! kondisi tubuhnya masih lemah mengingat ia baru siuman paska pingsannya

Sosok itu menunjuk dirinya sebelum terkekeh menyadari kebodohannya

' Sepertinya dia orang baik walau dengan wajah dinginnya ' batin Jungkook meneliti orang di depannya

" Aku ? Panggil saja Jongin. Kim jongin. Jurusan Kedokteran semester 4 " namja tampan di itu menampilkan senyuman terbaiknya di depan Jungkook. Manik matanya masih menatap khawatir tubuh Jungkook yang terbaring lemah

" Apa kau merasa pusing atau sakit ditubuhmu ? " sosok itu -sebut saja Jongin- mengulurkan tangannya menyentuh dahi Jungkook yang sedikit hangat

" Aku khawatir melihat tubuhmu limbung tiba – tiba dihadapanku. Astaga… seharusnya kau harus istirahat saat merasa tubuhmu lemas seperti itu " sambung Jongin

" Ahh maaf merepotkan sunbae " Jungkook menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Jongin sebelumnya. Manik matanya menatap Jongin dengan tatapan tak enak/? merasa bersalah telah merepotkan salah satu sunbaenya. Jongin tertawa pelan melihat ekspresi Jungkook yang lucu menurutnya. Tangannya secara tidak sadar mencubit gemas kedua pipi gembul milik Jungkook

" Tidak apa – apa yang penting kau baik – baik saja. Oh ya siapa namamu ? "

" Hmm Jeon jungkook. Jurusan Bahasa semester 2 " Jungkook menampilkan senyum kelincinya membuat Jongin bertambah gemas. Tangannya mengacak surai Jungkook sebelum mengalihkan pandangannya menatap jam yang bertengger manis di tangan kirinya

" Astaga aku ada kelas 15 menit lagi. Aku pergi dulu. Sampai bertemu kembali Jungkookie " Jongin melambaikan tangannya berjalan keluar ruang kesehatan yang baru disadari Jungkook saat kedatangan Jongin beberapa menit yang lalu

' Jungkookie ' andai Taehyung memanggil namaku seperti itu

Jungkook menggelengkan kepalanya menyadari pikiran bodohnya

" Hahaha Tae-hyung tak mungkin melakukan itu " senyum kecut terpatri dibibir manis Jungkook. Manik matanya menatap kosong langit – langit pucat diatasnya.

Jungkook lelah memikirkan namja kurus pemilik suara berat itu. Maka dari itu namja kelinci ini menutup kedua matanya dan melayang menuju alam mimpi

' Mungkin dengan tidur aku bisa melupakan Tae-hyung sebentar ' itulah sekelebat pikiran Jungkook sebelum tertelap

Oh apakah Jongkook dan Taehyung memiliki pemikiran sama tanpa disengaja. Ahh mungkon ini hanya pemanis kisah yang ditorehkan tuhan untuk mereka berdua

.

Joy menyisir rambutnya yang berantakan terkena hembusan angin dengan jemarinya. Kedua matanya sibuk memahami setiap deret kata yang tertulis dengan rapi dibuku yang berada ditangan kirinya

Keadaan taman yang ditempatinya saat ini memang sepi. Hanya telihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang berkunjung di taman ini kerena yah ingin suasana yang tenang dan damai mungkin.

Seperti halnya dirinya. Gadis ini begitu betah duduk dibawah pohon maple selama 2 jam hanya dengan berbekal air mineral, roti dan tentu saja buku yang sedang dibacanya. Semilir angin menerbangkan beberapa helai orange daun maple yang indah.

Joy meletakkan bukunya dalam pangkuannya. Tangannya menyentuh sehelai daun yang jatuh tepat dipangkuannya

Manik matanya berpencar menatap kegiatan beberapa orang yang berada disekitarnya. Senyum tipis terpatri di bibirnya saat melihat sepasang anak adam yang asik bermesraan tak jauh dari tempatnya

" Sehunie aku ingin es krim " yang lebih kecil diantara mereka bergelayut manja pada sosok yang sibuk membaca disampingnya.

" Tunggu sebentar hyung. Aku masih membaca, setelah selesai aku akan membelikanmu es krim sebanyak yang kau mau " sosok yang lebih tinggi masih sibuk dengan bacaannya tanpa melirik seseorang yang cemberut disampingnya

" Huh kau menyebalkan. Aku tak mau bicara denganmu lagi " Baekhyun -sosok yang lebih mungil- membalikkan tubuhnya tanda bahwa ia sedang marah

Sehun -seseorang yang sibuk membaca- tersenyum tipis. Maniknya melirik tubuh mungil Baekhyun yang merajuk di sampingnya. Ahh sehun tak tahan, ingin rasanya ia mengecup bibir mungil Baekhyun yang begitu menggoda saat mengerucut seperti ini

Sehun menaruh bukunya. Di peluknya tubuh mungil Baekhyun dalam dekapannya. Bibirnya mengecup pipi gembil Baekhyun dengan gemas

" Baiklah baiklah aku tak ingin kekasihku yang imut ini terus merajuk. Aku akan membelikanmu es krim hyung " bisik Sehun

Baekhyun membalikkan tubuhnya segera. Kedua maniknya berbinar menatap wajah tampan Sehun

" Benarkah ? " Tanya Baekhyun antusias. Sehun hanya menganggukkkan kepalanya menjawab pertanyann kekasih mungilnya

" Ayo sehun… Cepat aku ingin es krim " Baekhyun beranjak dari duduknya. Jemari lentiknya menarik tangan Sehun untuk segera berdiri

Ughh sangat manis.

Joy tetap tersenyum menatap kepergian sepasang kekasih itu. tubuhnya bergerak kebelakang menyenderkan tubuhnya yang terasa kaku pada batang kokoh pohon mapple dibelakangnya.

Manik matanya menatap hamparan biru langit diatasnya. Pikirannya melayang memikirkan Jungkook dan Taehyung

Senyum kecut terpatri dibibir gadis cantik ini.

Apakah hubungan mereka dapat berjalan baik seperti pasangan tadi seandainya joy tak ada dikehidupan mereka ?

Apakah ia bisa melihat senyum Jungkook bila ia pergi dari hidup Taehyung sejauh – jauhnya ?

Jujur saja Joy merasa sangat bersalah pada Jungkook. Gara – gara dirinya Jungkook menderita selama ini.

Gara – gara dirinya Jungkook selalu menangis dimalam hari.

Mendapat penyiksaan baik fisik maupun batin dari Taehyung

Joy tak mengerti apa tujuan sebenarnya Taehyung menyiksa Jungkook yang tak tahu apa – apa. Jungkook hanyalah namja polos yang masuk ke kehidupan Taehyung secara tiba – tiba membuat namja kurus itu marah, sedih, kecewa, dan bingung

Entahlah joy tak begitu mengerti perasaan apa yang dirasakan Taehyung akan keberadaan Jungkook

Seandainya... ya Seandainya dulu ia pergi meninggalkan Taehyung tanpa menyakiti hati orang lain seperti ini. Seharusnya ia segera pergi saat mendengar Taehyung akan menikah. Tapi apa dayanya saat Taehyung datang ke apartemennya dan melarang Joy untuk pergi. Menyakinkan dirinya bahwa Taehyung akan selalu mencintainya dan tetap disampingnya walaupun ia sudah menikah nantinya

Egois ?

Taehyung adalah orang paling egois yang pernah Joy temui. Bagaimana ia bisa dengan entengnya mengatakan bahwa ia sangat mencintai Joy di depan Jungkook yang merupakan istrinya secara sah

Bagaimana namja kurus itu begitu sempurnya menciptakan luka yang cukup dalam bagi Joy dan Jungkook

Bagaimana taehyung begitu pintar menyakiti 2 hati sekaligus

Hatinya dan hati namja polos seperti Jungkook

" Hiks kenapa kau melakukan ini padaku dan Jungkook Tae ? Aku sudah tak tahan dengan semua ini "

Isakan lirih keluar dari bibir Joy. Gadis cantik ini tak kuat menahan segala sesak yang menghimpit dadanya

' aku harus segera pergi '

.

Jongin menatap arlojinya yang bertengger di tangan kirinya. Manik matanya terkadang menatap keadaan sekitar yang begitu ramai

' Ah itu dia ' batinnya saat menemukan sosok yang dicarinya

" Jungkookie ! "

Sosok yang merasa namanya dipanggil menolehkan kepalanya mencari seseorang yang menyerukan namanya

" Oh Jongin sunbae " ucap Jungkook saat mendapati seorang namja dengan kulit tannya berjalan mendekatinya

" Ada apa sunbae ? " tanya Jungkook sopan membuat seseorang yang diperlakukan seperti itu mendengus kesal

" Aish jangan kaku seperti Jungkookie. Dan panggil aku hyung. Jongin hyung " Jungkook menatap polos namja dihadapannya. Memangnya salah jika ia memanggil sunbae ?

" Ugh Jongin hyung " Jongin tersenyum mengacak surai Jungkook pelan

" Ada apa hyung ? kenapa kau kesini ? kan ini bukan gedung jurusanmu hyung ? " Tanya Jungkook bertubi – tubi dengan ekspresi anak kelincinya/?

" Ahh aku ingin mengantarmu pulang " jawab Jongin ti the poin. Jongin menampilkan senyum tampannya -lagi- membuat kedua pipi Jungkook merona tipis

" Ti… dakk usah hyung. Aku bisa pulang sendiri " tolak Jungkook halus. Jungkook baru saja melangkahkan kakinya menjauhi Jongin sebelum pergelangan tangannya ditarik dengan seseorang yang sudah diketahuinya

" Kau tetap pulang bersamaku. Eits tidak ada penolakan " sela Jongin saat melihat Jungkook ingin memotong perkatannya

" Eum baiklah " Jungkook hanya pasrah mengikuti langkah Jongin. Kepalanya menunduk tak berani menatap keadaan di sekitarnya yang sibuk membicarakan dirinya dan Jongin.

Jongin sendiri ? ia hanya cuek dan terus menarik tangan Jungkook dengan lembut. Senyum tipis terbentuk di bibirnya saat merasakan genggaman tangan Jungkook mengerat

Jongin menarik tangan Jungkook hingga membuat namja yang lebih mungil darinya berjalan disampingnya

" Jangan takut jungkookie. Aku ada disisimu " bisik Jongin lembut

" Terima kasih hyung " Jungkook menundukkan wajahnya malu melihat wajah Jongin dari dekat

Tanpa mereka sadari, seseorang terus memperhatikan tubuh mereka berdua yang mulai mengecil dimatanya

' Jeon brengsek ! '

.

.

.

TBC

Waks Jongin tuh orangnya kkkk

Yang pada nebak Jhope sebenernya bener kok. Aku mikirin dia buat masuk dicerita ini tapi kok gak ikhlas ya …

Jhope Cuma milik taehyung *eh vhs kumat -_-

Dan disini juga aku masukin pasangan hunbaek hahahah kenapa mereka ? entahlah overdose sama momen mereka jadi gak sadar kalo ngetik sedikit kisah mereka disini :v

Kenapa makin kesini aku mikirnya tambah aneh ya. Bener gak ?

Ada yang ngasih masukan ide buat chap selanjutnya ? jujur aku mulai bingung sama jalan cerita yang aku buat. Maklum otak lagi gak singkron/?

Tapi aku berusaha yang terbaik buat nyempetin bikin ff ini. Sacara kan ini ff ber chapter yang pertama :v

Balas review

maknaehehso : mbak joy gak rese kok ya Cuma rada gitu/?

Kalo seandainya dedek kuki jatuh cinta gimana :v

Buat ending … emm gatau bias happy bias sad juga. Tergantung mood *plak

Vkookdaily : ini udah update kk tapi sayangnya gak bisa bawa asap *eh :v

Bukan taetae kok. Kalo taetae ntar malah ditinggal kukinya. Kan kasian

Yeri960 : hay salam kenal juga ^^

Mpreg ? gatau juga tapi kayaknya enggak. Mungkin kapan – kapan bias nyoba bikin ff mpreg

Udah segini dulu ^^ maaf banyak bacot -terus- :'

Big Thank's to

[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia][park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597][Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso]