.: Author : DragonPhoenix96
.: Cast : Kris Wu Yifan,Park Chanyeol [ KrisYeol ], Slight Hunhan
.: Disclaimer :.
Para Uke Milik Seme(?) dan Mereka milik keluarga mereka masing masing dan Tuhan, Author hanya punya Alur Cerita FF ini yang yah…*silahkan nilai sendiri*
.: Warning :.
Typo yang mungkin bisa terjadi,mungkin ada yang sedikit OOC tanpa Author sadari, ,BoyXBoy, Blood, Rated M, A Bit of NC 18+, a lil of Rape, Don't Like Don't Read
.
Don't be Silent Reader juseyo! :'(
*nangis meluk Chanyeol* *di bakar Kris*.
.
.
.
.
.
.
"Ne,Yeoboseyo….",Kris menyapa dengan ramah sesorang yang menelponnya saat ini.
"….."
"Ah aku baik saja…di sini menyenangkan…"
"…."
"Mungkin baru sekitar seminggu yang lalu nyonya…"
"….."
"Ah…ituu…saya hanya tidak ingin merepotkan anda dan suami anda…."
"….."
"Chanyeol ? Ah kini dia baik baik saja tentu…."
"…."
"Ah…saya tahu…maafkan saya tapi saya hanya membantu…"
"….."
"Tentu terima kasih banyak…"
Piip
Kris menghela nafas panjang—bibirnya sedikit menyunggingkan sebuah senyuman yang membuatnya benar benar terlihat sangat tampan. Ia kemudian melangkahkan kakinya kembali ke ruangannya.
Krieet
"Tuan Wu….Ini ada laporan genting dari cabang di Ontario"
"Tuan Wu….ini laporan akhir bulan dari Beijing…"
Kris menghela nafas panjang. Sepertinya pekerjaan terus mengejarnya hingga ia di Korea. Padahal ia sudah memberitahukan kalau ia akan cuti selaa sebulan dan hanya boleh dihubungi jika ada keadaan darurat saja. Dan kini ?
"Ya….Ya…bukankah aku bilang kalau aku akan cuti selama sebulan….dan hei….kau….bukannya masalah di Ontario sudah ku selesaikan sebulan yang lalu..'
"Maaf tuan tapi masalah dengan whiteland masih ada tuan… menurut kabar yang beredar mereka mulai membeli senjata canggih dan amat berbahaya bagi kestabilan disana….'
"Baiklah nanti akan ku minta Luhan untuk mencari informasi detail-nya….",kata Kris,"dan untuk saat ini sekarang kalian keluar semua…"
"Ta—Tapi…."
"Keluar…."
Suara dingin dan kaku Kris membuat mereka kaku dan dengan segera keluar dari ruangan itu. Kris terduduk di kursinya dan menatap pemandangan pagi menuju siang kota Seoul. Ia memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Entah kenapa ia sangat punya banyak pikiran saat ini….janji itu….entahlah…janjinya dengan kedua orang itu entah kenapa membuatnya sedikit tertekan….
Ia tak yakin dengan janji target waktu yang ia utarakan kala itu….ah gila…dirinya memang benar benar gila mengutarakan hal itu….ia tak mengira akan sesulit ini…..
'Setidaknya…aku harus focus atas apa yang aku lakukan saat ini….yah setidaknya…'
/-/-/-/-/-/-/
Sehun membuka matanya perlahan dan melirik Luhan yang tengah terlelap di dekapannya dan tengah naked—sama seperti dirinya. Ia masih ingat aktivitas panas yang mereka lakukan semalam dan ini kali kedua mereka melakukannya. Jarak membuat mereka hanya bisa melakukan sex call biasanya—kali pertama ia lakukan pada saat ia mengunjungi Luhan di Beijing.
Astaga,mengingatnya saja sepertinya membuat sehun mulai turn on lagi…
"Nnnhhh…Huuunnnn….jangan lagiiihh….",gumam Luhan pelan—merasakan milik sehun turn on lagi di dalam lubang anal-nya."Aku masihhh….lelaaaahhhhhh….."
Sehun hanya tersenyum. Ia kemudian mengecup bibir bengkak Luhan pelan. "Good Morning My Sexy Deer…"
Luhan tak membalas ucapan Sehun akibat bibirnya yang langsund dilumat oleh namja itu. Ia bisa merasakan hisapan Sehun di bibir atas dan bawahnya secara bergantian. "Ummmhh…nnnhhuunn…"
Piip Piiip Piip Piip Piip
Suara smartphone Luhan membuyarkan suasana antara mereka berdua. Sehun merutuk di dalam hatinya siapapun yang menelpon Luhan saat ini. Luhan sendiri melirik meja nakas di samping tempat tidur dan berusaha meraih smartphone miliknya. Ia kemudian mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnnya.
"Ya…Luhan disini…"
"Lu….ada urusan mendadak bisa kau kesini sekarang….",suara Kris menggema dari seberang telepon.
"Ada apa Kris ? Kalau urusan hacking lagi aku kan tak perlu kesana bodoh…."
"Kau menebak pikiranku ?",tanya Kris.
"Tentu sa—annnggghh…huuuunnnnn…he—hentikanhh…",kata Luhan setengah menahan desahan yang diakibatkan Sehun yang menggerakkan lagi kejantanannya yang masih berada di lubang Luhan.
"Lu—Luhan….kau sedang…."
"Ah…apaaahhhh…..tak apa apa…yaaakkk…unnnhhh…hunnie..ja—jangan sekarang….",Luhan setengah membentak sehun yang semakin cepat menggerakkan miliknya dan tanpa sengaja menyentuh titik nikmat milik Luhan dengan sangat keras.
"Aiissshhh….sudahlah kalau kau sudah puas segera laksanakan perintahku….akan ku kirimkan lewat pesan saja…"
Pletak
Luhan menjitak sayang Sehun,
"Auch baby….",sehun menghentikan gerakannya
" Bodoh kau…..coba kalau itu bukan Kris…bisa bisa aku malu setengah mati bodoh….",kata Luhan mem-pout bibirnya—membuat Sehun semakin ingin meraup bibir tersebut.
"Aku tak tahan baby….lubangmu memijat milikku dengan kencang baby….",kata Sehun vulgar dan dengan nada yang sok polos.
"dasar mesum….",kata Luhan sembari memalingkan mukanya ke arah lain. Ia bisa merasakan mukanya yang memerah dan menghangat.
"Tubuhmu malah lebih mesum..hnnn…aku itu hanya diam saja dari tadi…."
"Dan haruskah kau membalasnya dengan menggenjotku dengan kencang….sial…",balas Luhan dengan nada sarkastis. Sehun hanya terkekeh pelan.
"Kau mau yang lebih dari itu ?",Tanya Sehun
"Apa maksudnya dengan…..ahhhhh…nyyyaaaaaaahhhhh…..",kata kata luhan terpotong dengan Sehun yang dengan cepat kembali menggerakkan miliknya dan langsung menyentuh dan menusuk titik nikmat milik Luhan dengan cepat dan bertubi tubi.
Luhan hanya kembali meremas seprai dan menggelengkan kepalanya cepat—melampiaskan semua nikmat yang ia rasakan gara gara perlakuan Sehun.
"Unnhh…..Kurasa ini akan jadi ronde ke tiga yang hebat,baby…..",kata Sehun.
Yah, semoga saja Luhan tak melupakan tugas yang diberikan Kris padanya gara gara moment panasnya dengan Sehun….
.
.
.
.
.
.: To Be Continued :.
.
.
.
.
.
.
.: Author's Note :.
Hai, DragonPhoenix96 In Here ~ ~
Haha…..Apa adegan HunHan cukup panas ?
Chapter ini hanya pemanasan author untuk menulis adegan panas dari KrisYeol yang akan muncul dalam waktu dekat ( sepertinya ), jadi kalau ada yang kurang suka HunHan maafkan author…author perlu pemanasan dulu biar adegan KrisYeol nanti lebih HOT.
Dan terimakasih atas Review kalian untuk chap ketiga. Entah ada apa dengan FFN tapi comment untuk chapter tiga sempat sama sekali gak muncul walaupun jumlah review bertambah -_-
Tapi jangan khawatir Author udah baca semua review kalian dan author kaget ada yang tahu konsep author untuk cerita ini…..ah tapi author gak bilang siapa…nanti spoiler dong…fufufu~
Rata rata review kemarin juga banyak yang nanya siapakah yang menelpon Kris pada chap kemarin dan chap ini…ohohoho~ dia itu kunci dan alasan awal nya dari alur cerita ini juga sebenarnya…..
So Keep Review,
XOXO
DragonPhoenix96
