Chapter 4
' Shit brengsekk ! '
Taehyung berjalan cepat menuju tempat parkiran kampusnya. Kedua telapak tangannya terkepal erat menahan emosi yang tak dimengertinya. kedua kaki rampingnya bergerak cepat melewati tubuh orang – orang yang menghalangi jalannya. Ia bahkan tak memperdulikan umpatan orang – orang yang ditabraknya secara tidak sengaja.
Taehyung membuka pintu mobilnya dengan kasar. Namja kurus itu buru – buru menaiki mobilnya dan menjalankan mobilnya dalam kecepatan penuh
Taehyung tak berpikir apa – apa. Entah kenapa ia merasa hatinya sangat panas melihat Jungkook bersama namja hitam itu. Heyy nak tahukah kau kulitmu tak jauh beda dengannya -_-
Ia merasa perasaannya kacau. Taehyung ingin marah tapi ia tak tahu kenapa ia ingin marah.
Taehyung menjalankan mobilnya dengan ugal – ugalan. Ia tak menghiraukan klakson mobil yang berbunyi karena ia menjalankan mobilnya dengan urakan/? dan melanggar peraturan lalu lintas
Namja kurus itu segera membanting setirnya kesamping saat melihat sebuah truk bergerak dengan cepat berlawanan arah dengan mobilnya di jalananan yang sepi
Ckitt !
Gesekan aspal dengan roda – roda hitam mobil Taehyung menghasilkan bunyi yang begitu memekakkan telinga. Taehyung mengumpat keras menyadari kebodohannya
" Shit brengsek ! brengsek ! " Taehyung memukul – mukul kemudinya dengan kencang meluapkan emosi yang merambat sampai ke ulu hatinya
' Sebenarnya ada apa denganku ? '
.
.
Jungkook manautkan jemarinya gugup. Kedua manik matanya sekali – kali mencuri pandang wajah namja tampan yang sibuk mengemudi disampingnya
Canggung …
Jungkook menggerakkan tubuhnya gelisah karena suasana canggung yang menyelimuti mereka. Jungkook bahkan menggigit bibirnya berkali – kali guna menenangkan tubuh dan perasaannya
Menyadari tingkah Jungkook yang merasa tak nyaman Jongin sedikit menurunkan kecepatan mobilnya dan meminggirkan mobilnya di pinggir jalan
Namja tan itu mematikan mesih mobilnya dan menatap tubuh Jungkook disampingnya
" Jungkookie kau tak apa – apa ? " Jongin sedikit memajukan wajahnya menatap kedua manik Jungkook yang sedikit tertutup poninya.
" Ah n..ne aku tidak apa – apa hyung " jawab Jungkook gugup. Manik matanyanya bergerak kesana – kemari asalkan tak menatap kedua manik kelam milik sunbae didepannya
Entahlah Jungkook hanya merasa gugup
" Sebenarnya apa tujuan hyung mendekatiku ? " tanya Jungkook lirih. Sebenarnya sedari tadi namja kelinci ini terus memikirkan alasan Jongin mendekatinya. Banyak alasan yang mondar – mandir diotaknya. Apakah ia menjadi bahan pertaruhan Jongin dan temannya ? jika benar seperti itu Jungkook, mending Jungkook menjauhi Jongin dari awal
Jongin menatap wajah gelisah Jungkook dengan bingung.
" ehem " Jongin berdehem pelan. Namja tan itu kembali menatap jalan sepi di depannya. Kalau dipikir – pikir Jongin tak memiliki alasan khusus untuk mendekati Jungkook. Ia hanya merasa bahwa anak ini berbeda.
Saat Jongin melihat tubuh jungkook ambruk dihadapannya, tiba – tiba perasaan ingin melindungi namja kelinci itu membuncah didadanya. Dan beberapa luka memar yang tak sengaja dilihatnya membuat Jongin semakin yakin bahwa anak ini tidak dalam keadaan baik
Jongin juga bingung perasaan apa yang dirasakannya. Yang pasti ia ingin menjadi teman Jungkook
Yah teman
" Aku ingin menjadi temanmu Jungkookie " Jungkook menolehkan kepalanya menatap wajah tampan Jongin yang menutup kedua matanya
" Huh apa hyung ? " tanya Jungkook merasa tak yakin dengan pendengarannya karena suara Jongin sangat pelan
" Aku ingin menjadi temanmu " Kedua manik matanya terbuka. Jongin menolehkan wajahnya menatap wajah polos Jungkook yang nampak terkejut
" Teman ? jadi aku bukan bahan pertaruhanmu hyung ? " tanya jungkook polos. Oh astaga melihat ekspresi Jungkook membuat Jongin ingin mengarungi anak itu dan membawanya pulang. Oke abaikan pemikiran aneh Jongin -_-
" Hahaha kenapa kau berpikir seperti itu Kookie ? " Jongin mengacak rambut Jungkook gemas. Bibirnya membentuk senyum yang begitu tampan membuat namja kelinci itu sedikit terpesona. Ingat ! hanya sedikit karena hanya taehyung yang bisa membuatnya benar – benar terpesona dan jatuh
" Ahh itu…. "
" Oh ya apakah hari ini kau sibuk ? " perkataan Jungkook terpotong oleh pertanyaan Jongin. Kepala menggeleng beberapa kali menjawab pertanyaan Jongin
" Apa kau sudah merasa baik ? apa tidak pusing lagi ? "
" Tidak hyung. Aku sudah baik – baik saja " jawab Jungkook
" Baiklah. Sebagai tanda perkenalan aku akan mengajakmu jalan – jalan " Jongin kembali menginjak padal gasnya.
" Kemana hyung ? " tanya jungkook penasaran
" Rahasia kkk " Jungkook mendengus sebal mendengar jawaban dari bibir tebal Jongin. Kepalanya menoleh kesamping memperhatikan pemandangan yang terlihat dari kaca mobil
Membiarkan Jongin mengemudikan mobilnya menuju tempat tujuannya yang tak diketahui Jungkook
.
Huhh
Taehyung menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk kesayangannya. Kedua manik tajamnya tertutup merasakan nyamannya kasur empuk yang memanjakan punggungnya
Taehyung menggulingkan tubuhnya kekanan dan kekiri guna mencari posisi paling nyaman. Kegiatannya terhenti saat melihat sebuah figura foto diatas nakasnya
Tangannya terulur mengambil figura kecil foto tersebut
Mata tajamnya menatap lekat kedua sosok pemuda yang berbeda ekspresi itu dengan datar
Wajah datar dan acuhnya sangat berbeda drastis dengan wajah bahagia Jungkook.
Dirinya tampak begitu tampan menggunakan jas hitam yang melekat erat ditubuhnya. Ditambah beberapa hiasan tipis yang membuat wajahnya bertambah tampan
Bukan maksud untuk sombong tapi itu sebuah kenyataan bung…
Dan sebaliknya Jungkook tampak begitu cantik dengan setelan jas putih yang begitu pas ditubuhnya. Ditambah senyum yang menampakkan gigi kelincinya membuat anak itu cantik dan imut disaat yang bersamaan
What ?! apa tadi taehyung katakan ? cantik dan imut. Oh astaga apa ini efek dari tugasnya yang menumpuk sampai ia berpikir aneh – aneh seperti ini
" Argghh hh " Taehyung frustasi. Tangan kurusnya meletakkan foto pernikahannya bersama Jungkook dengan kasar ditempat semula
" Hah gila…. Kurasa aku memang gila " racau Taehyung sambil mengulang kegiatannya kembali -berguling tak jelas diatas kasurnya-
Taehyung segera merogoh sakunya saat merasakan benda persegi panjang kesayangannya bergetar. Tanpa melihat nama sang penelpon Taehyung langsung menjawab telpon tersebut
" Ya ? "
" Siapa kau ? "
" Apa sebenarnya mau mu ?! " geram taehyung.
Kedua manik matanya menyiratkan sesuatu yang abu – abu
Taehyung menggeram rendah sebelum membanting handphone dengan keras
" Shit kenapa ia harus muncul lagi ! " Taehyung menjambak rambutnya keras. Kedua matanya memancarkan emosi yang tertahan dan …. sorot kesedihan
Hahhh ~
Siapa yang bisa mengerti seseorang seperti Kim Taehyung
.
" Hyung kenapa ? " Namja kurus itu menatap namja didepannya dengan tatapan terluka. Kedua manik yang biasanya memancarkan kebahagiaan itu nampak ternodai oleh beberapa Kristal bening. Suaranya terdengar berdetar karena menahan tangis
Telapak tangannya menggenggam telapak tangan namja didepannya
Dingin.
Namja kurus itu tak dapat merasakan kehangatan lagi diantara tautan tangan mereka
Tak ada lagi. Semua kehangatan yang telah dirasakannya selama ini sudah hilang
Hilang tanpa bekas
Hatinya sakit karena seseorang yang sangat dipercayainya telah membuatnya begitu hancur seperti ini
Mata itu menatap kedua matanya dengan dingin. Memancarkan aura tak mengenakkan membuat namja kurus itu menunduk dalam
" Maafkan aku " namja tadi melepas genggaman hangat namja yang lebih kurus. Langkah kakinya begitu konstan meninggalkan namja itu tanpa beban
Seolah – olah namja itu benar – benar tak berarti di hidupnya
.
Jungkook tersenyum manis menikmati cup besar es krim ditangannya. Manik matanya tak lelah memandangi setiap orang yang berlalu lalang dengan berbagai ekspresi
Mulai dari takut, lesu, malas… namun yang paling sering dilihatnya adalah wajah ceria dengan senyum yang mengembang disetiap bibir masing – masing
Hah~
Taman bermain adalah tempat dengan segudang keceriaan.
Ah mungkin ini benar. Jungkook dapat merasakan perasaan itu saat pertama kali penginjakkan kakinya di lotte world
Kalau dipikir – pikir ini pertama kalinya ia keluar dari rumah selain untuk pergi kuliah dan belanja di supermarket. Namja kelinci ini tak pernah memiliki kesempatan untuk menikmati waktu indahnya hanya untuk jalan – jalan.
Dia lebih sering berdiam diri dirumah dan menunggu Taehyung pulang
Ahh mengingat Taehyung membuat namja kelinci ini tersenyum sedih. Ia pernah sesekali berniat mengajak namja kurus itu untuk mengelilingi kota seoul mengingat dia baru 1 tahun tinggal dikota besar ini. Tapi sebelum ia mengutarakannya niatnya Jungkook pasti mendapat bentakan keras
Hah~
Menghela nafas lagi. Jungkook jadi agak tak berselera menghabiskan es krimnya
" Hey Jungkookie " sapaan disampingnya membuat Jungkook menoleh
Jungkook tersenyum tipis saat melihat wajah kerepotan Jongin dengan kedua tangannya yang membawa beberapa makanan
" Hyung kenapa kau membeli sebanyak ini " tanya Jungkook saat mengambil 1 gelas bubble tea dan hotdog dalam kantung yang berada di genggaman Jongin
" Heheheh aku tak tahu apa yang kau suka. Jadi aku membeli beberapa minuman dan makanan " Jongin menampakkan cengiran khasnya sambil menata beberapa makanan yang dibelinya
Hotdog, ddukbokkie, bubble tea, latte, beberapa potong ayam goreng, permen kapas dan lainnya
Huh jungkook sempat melongo menatap makan – makanan itu
" Hyung apa kau tidak salah ? ini banyak sekali " Jongin menggaruk pipinya yang tidak gatal. Cengiran khasnya kembali terbentuk dibibir tebalnya
" Hehehe aku bingung mau membeli apa jadi aku beli itu semua "
" Kau boros hyung " jujur Jongkook. Namja kelinci itu menggelengkan kepalanya saat melihat wajah tolol Jongin
Bagaimana tak dikatakan tolol bila namja itu terus – menerus menampakkan cengiran bodohnya
Ups kau terlalu kurang ajar dengan sunbaemu Jungkookie …..
Namun walaupun Jungkook mencibir namja tan disampingnya. Tangannya tetap mengambil beberapa makanan itu dan memasukkannya dalam mulutnya
Jongin memperhatikan itu dengan raut wajah bahagia. Namja tan itu ikut menikmati makan dan minuman yang telah diberinya
" Kau ingin bermain apa lagi Jungkookie ? " Jungkook menatap namja disampingnya dengan potongan hotdog yang berada didalam mulutnya. Kedua pipinya nampak menggembung karena potongan hotdog yang begitu besar dimulutnya
Kedua alisnya bertaut memikirkan wahana apa lagi yang ingin dinaikinya
" Em aku ingin naik bianglala hyung " Jawab jungkook sambil menunjuk wahana bianglala yang berada tak jauh dari tempatnya beristirahat
Jongin terkekeh pelan. Tangannya terulur mengusap noda saus yang berada disudut bibir Jungkook
Huh … jungkook mengerjapkan matanya lucu melihat wajah Jongin
" Ada noda saus di bibirmu Kookie " Jungkook menundukkan wajahnya malu
Jongin mengusap surai Jungkook dengan lembut.
Ohh sepertinya hubungan mereka berjalan dengan baik. Jungkook nampak nyaman berada didekat Jongin dan hal itu membuat kedua belah bibir namja tan itu terangkat membentuk sebuah senyuman senang
.
" Terima kasih untuk hari ini hyung " Jungkook tersenyum manis sebelum keluar dari mobil jongin. Tangannya melambai saat Jongin mulai menjalankan mobilnya
Jungkook membalikkan badannya saat mobil Jongin tak terjangkau lagi dalam indra penglihatannya. Langkah kakinya berjalan pelan memasuki perkarangan rumah
' Hyung belum pulang ' pikir Jungkook saat melihat keadaan rumah mereka sama seperti saat ditinggalkannya
Jungkook merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu, merilekskan tubuhnya yang terasa pegal.
Jungkook melirik jam ditangannya. Jam 5 sore. Namja kelinci itu melihat keadaan rumah yang masih bersih. Tak ada kegiatan apapun yang dapat dilakukan Jungkook. Memasak ? ia yakin masakannya tadi pagi masih utuh didalam kulkas
Jadi apa yang harus dilakukannya untuk mengusir kebosanan sambil menunggu Taehyung pulang ?
Jungkook bangkit dari posisi tidurannya. Tangannya meraih remote tv yang tak jauh darinya. Jari – jarinya memencet tombol tersebut berulang kali mencari acara televisi yang menarik perhatiannya. Namun setelah beberapa menit namja itu kembali mematikan tv tersebut
" Huh bosan … " keluh Jungkook
Akhirnya Jungkook kembali menghempaskan tubuhnya di sofa. Tangannya merogoh handphone yang berada di kantungnya dan memutar beberapa lagu sebagai penghantar tidur
.
" Apa mau mu ?! " Tanya taehyung to the poin. Raut wajahnya yang biasanya datar bertambah datar dan dingin. Kedua obsidiannya menatap tajam sosok didepannya. Tangannya bersendekap dada dengan gesture angkuhnya
Sosok tersebut tersenyum tipis. Matanya menelisik keadaan fisik taehyung tak tak berubah banyak dari terakhir kali mereka bertemu. Walaupun namja itu tak semanis dulu, tapi entahlah sosok tersebut merasa Taehyung'nya' tak banyak berubah
Taehyung menatap sosok itu sinis saat tangan yang tak diinginkannya itu mengusak rambutnya
" Jangan menyentuhku ! " Taehyung menampik tangan itu kasar. Raut wajahnya tak sedikitpun berubah
" Aku pergi. Kau membuang waktu berharga ku dengan duduk sia – sia ditempat ini " Taehyung beranjak dari tempat duduknya. Kaki rampingnya berjalan menjauhi sosok yang terus menatap punggungnya dari belakang
' Aku merindukanmu Taehyungie '
.
.
.
Tbc
Siapa lagi tuh ? waduh padahal gak niat ngasih orang baru eh kepikiran laen
Gamau banyak bacot deh lagi sedih soalnya gabisa ketemu bapak sama mamak (read:hunbaek ) :'
Terima kasih buat yang gak pernah lelah review ff ini
Makasih *kiss atu-atu :*
Big Thank's to
[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia][park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597][Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso][TyaWuryWKkookievita99] [akmy] [VkookKookV] [El JungTae99] [parkyounghae] [chyper69] [Suni380] [ulyalenivk3001]
