Chapter 5
.
Maaf karena keterlambatan ngepost chapter ini. Jujur akhir – akhir ini kondisi tubuh lagi menurun jadi yah gitu deh ffnya gak bisa aku post secepet biasanya
Aku benar – benar minta maaf
Semoga chap ini gak mengecewakan
Italic : Flasback
Perhatian ! alur maju mundur. Kuharap kalian mengerti dan di chap ini kebanyakan flashback kehidupan taetae sebelum Jungkook dateng
.
.
Seseorang berubah pasti ada alasannya. Entah itu berubah menjadi yang lebih baik maupun sebaliknya
Seperti halnya Kim Taehyung
Taehyung yang dingin
Taehyung yang kejam
Taehyung yang tak berperasaan
Dan semua sikap terburuk yang mengikuti Taehyung. Yang sering membuat namja kurus itu tak memperhatikan orang – orang disekitarnya. Entah itu bahagia ataupun tidak ia tak peduli
Tohh untuk apa dia peduli jika ujung – ujungnya mereka semua meninggalkannya
Trauma ?
Tidak ! Taehyung tak merasa trauma ia hanya tak ingin kehilangan lagi. Ohh nak itu sama saja -_-
Taehyung benci saat ia mulai ditinggalkan. Ia benci saat dirinya mendapatkan perhatikan dan perhatian itu hilang karena kebosanan atau alasan lainnya. Untuk itulah dia selalu bersikap dingin kepada siapapun. Ah tolong garis bawahi kata siapapun dikalimat sebelumnya
Taehyung yang dingin membuat orang merasa bahwa dirinya adalah orang sombong, tak memperdulikan perasaan orang lain dan cuek terhadap lingkungannya
Oh man itu hanyalah pengalihan agar Taehyung tak merasa sakit
Wajah dinginnya menipu seluruh orang
Dibalik sikap dinginnya ia menyimpan banyak luka
Diamnya berarti ia sedang menahan hatinya yang hancur berkeping – keping bagaikan gelas pecah
Sikap kejamnya menandakan ia menyimpan perasaan yang lebih menyakitkan daripada sang korban
Kim taehyung
Manusia dingin yang terlalu menyimpan banyak luka dihatinya
.
Hiruk pikuk orang yang berlalu lalang disekitarnya sama sekali tak mengganggu namja tampan namun manis tersebut. Manik matanya tetap memandang lurus kedepan tanpa tatapan yang berarti
Kosong…
Tangannya tak berhenti menggambar sketsa wajah seseorang.
Sketsa wajah pemuda yang telah mematahkan hatinya
" Aku membencimu hyung " bibir itu terus menerus merapalkan kalimat itu seolah tak ada kata lain yang dapat mewakilkan apa yang dirasakannya
Hatinya hancur
Pecah berkeping – keeping oleh orang yang sama.
Orang yang tak pernah lelah untuk membuatnya benar - benar terluka
Orang yang menjatuhkannya disaat ia mencoba untuk berdiri
' Tess '
Kristal bening keluar dari pelupuk matanya.
Ia lelah menangis. Namun mengingat sosok tersebut membuatnya tak dapat mengontrol emosinya dan selalu berakhir seperti ini
Menangis
' Apa ini yang terakhir hyung ? kumohon aku tak kuat lagi dengan semua ini '
.
Sosok kurus itu -sebut saja Taehyung- berjalan menyusuri pinggiran sungai han tanpa lelah. Baju kebesaran yang dikenakannya sedikit terbang terkena desiran angin
Manik matanya menatap kosong setiap tempat yang dilewatinya
Seperti de javu
Semua tempat yang ia lewati memiliki kenangan tersendiri bersama sosok yang berusaha ia lupakan. Semua kenangan – kenangan itu berkelebat diotaknya menciptakan sebuah film pendek yang menghasikan senyum tipis dibibir taehyung
" Hyung aku ingin permen kapas " namja tampan itu mengikuti arah telunjuk namja yang tampan namun manis disebelahnya -Taehyung-. Namja tampan itu tersenyum menatap pedangang permen kapas yang banyak dikelilingi anak – anak kecil
" Kau mau itu ? " Taehyung menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan namja disebelahnya. Manik matanya berbinar menatap benda manis berbentuk kapas yang dijual tak jauh dari tempatnya duduk
" Eum baiklah tunggu sebentar "
Senyum miris terukir dibibir taehyung saat melewati stan pedagang permen manis berbentuk kapas dengan berbagai warna. Semua kenangan – kenangan itu seolah – olah tak ingin dengan mudah terlupakan oleh ingatannya
' Kenapa aku tak bisa melupakanmu '
.
" Hyung aku mencintaimu " Taehyung menundukkan wajahnya malu. Wajahnya terasa sangat panas hingga ke telinga. Jantungnya berdetak tak karuan membuat tubuhnya sedikit bergetar karena gugup menantikan jawaban pemuda dihadapannya
Sentuhan dikepalanya membuat Taehyung sedikit mendongakkan wajahnya, namun pemuda pemilik postur tubuh kurus ini tak berani menatap kedua manik pemuda tampan dihadapannya. Ia hanya menatap kaos polos yang membalut tubuh seorang namja tampan pujaan hatinya
Pemuda tampan itu mengangkat dagu Taehyung. Menatap kedua manik indah milik Taehyung yang bergerak gelisah
Pemuda itu menampilkan senyum menawannya membuat jantung Taehyung semakin berdebar kencang
" Nado Taehyungie "
Taehyung mengerjapkan matanya berulang kali. Apa tadi pendengarannya tidak salah ? kedua manik mata itu menatap polos wajah pemuda di depannya
" Emm apa hyung ? " Tanya Taehyung sekali lagi, memastikan bahwa pendengarannya tak salah
" Nado.. nado saranghae Taehyungie "
Senyum merekah dbibir Taehyung. Namja kurus itu memeluk seseorang didepannya dengan erat
" Saranghae… saranghae … Hoseok hyung "
.
Taehyung tersenyum cerah saat menatap sebuah gembok yang baru saja dipasangnya bersama Hoseok. Jemari kurusnya menyentuh huruf hangul yang tertulis rapi dengan penuh perasaan
' Kim Taehyung luv Jung Hoseok '
Terlalu larut dengan kesenangannya sendiri membuat Taehyung tak menyadari sepasang tangan yang melingkari perutnya. Taehyung baru tersadar saat sebuah benda kenyal menyentuh pipinya dan sedikit beban dipundaknya karena Hoseok menumpukan dagunya menghadap leher putih milik Taehyung
" Hey apa kau ingin disini terus emm ? " Taehyung tertawa ringan saat hembusan napas Hoseok menerpa kulit lehernya. Senyum kotak khas Taehyung terbentuk dengan indah membuat Hoseok ikut mengangkat garis bibirnya karena merasakan kebahagiaan Taehyung
" Apa kau bahagia ? " Taehyung mengangguk kecil. Kedua manik matanya berbinar menyiratkan kebahagiaan yang ketara
" Ya aku sangat bahagia apalagi ada kau yang selalu berada disampingku hyung "
Yahh awal yang manis namun siapa yang dapat mengetahui akhir hubungan ini
.
Taehyung menatap kedua pemuda dihadapannya dengan tatapan kecewa. Kedua manik indahnya berkaca – kaca menyaksikan penghianatan kekasihnya dengan mata kepalanya sendiri
Sosok pemuda yang selama ini dipercayainya dengan mudahnya menghianati perasaan dan kepercayaannya
" Hyung … "
" Tae.. taehyung " Hoseok segera melepas tautan bibirnya dengan namja bersurai mint dipangkuannya membuat namja yang berada dipangguannya merengut tak suka. Hoseok menyingkirkan namja yang lebih mungil darinya dari tubuhnya. Namja tampan itu segera menghampiri tubuh kekasihnya yang mematung ditempatnya
" Taehyung .. itu tak seperti yang kau bayangkan. Aku bisa menjelaskannya " Hoseok meraih pergelangan tangan Taehyung. Menggenggam erat tangan itu membuat Taehyung tersadar
Senyum tipis terukir dibibir Taehyung. Manik matanya menatap wajah Hoseok dengan sendu.
" Aku percaya hyung "
Nyutt
Hoseok merasa hatinya berdenyut saat menatap ekspresi Taehyung. Seharusnya Taehyung menamparnya dengan keras namun yang dilakukan namja itu malah tersenyum seolah penghianatan yang dilakukannya bukanlah apa – apa
" Tae.. "
" Aku tak apa – apa hyung. Sungguh " Taehyung tersenyum agak lebar. Walaupun ia merasa bahwa senyuman yang diberikannya pada Hoseok terkesan aneh. Tapi ia tak peduli
Jemarinya menyentuh bibir Hoseok yang agak basah karena saliva yang entah milik siapa Taehyung tak peduli
Taehyung menangkup wajah Hoseok. Mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya diatas bibir Hoseok
Ia ingin menghilangkan jejak bibir namja lain yang menyentuh bibir Hoseok-nya-
Namja kurus itu sedikit melumat kasar bibir Hoseok untuk meluapkan emosinya.
Taehyung tak pernah bisa marah. Ia akan selalu memaafkan semua kesalahan Hoseok walaupun namja itu terus menerus menyakiti hatinya
Taehyung tak bisa. Ia tak bisa melepaskan Hoseok
' Maaf karena aku egois hyung '
Sedangkan Hoseok hanya terdiam menerima ciuman kekasihnya. Namja itu menatap wajah Taehyung yang nampak lelah dan pucat
Hoseok menyentuh pinggang Taehyung. Menarik tubuh kurus itu mendekat. Menghapus jarak tubuh mereka hingga benar – benar menghilang
' Maafkan aku Taehyung '
..
Seharusnya tak begini. Ya benar…..
Untuk apa dia percaya bila ia dibohongi lagi
Untuk apa Hoseok membuat sebuah janji bila ia tak bisa menempatinya
Shitt
Taehyung menjambak rambutnya kasar. Kedua manik matanya memerah karena tangisannya yang tak kunjung reda
Hatinya…
Ah tak perlu ditanyakan lagi. Taehyung rasa kalian sudah bisa merasakannya
Coba bayangkan
Kekasihmu. Namja yang selalu melayangkan kata – kata manis kepadamu, yang selalu berada disampingmu dan yang selalu mendekapmu dengan hangat sedang asik bersetubuh dengan namja yang bahkan tak kau ketahui
Sakit ?
Ah kurasa tidak hanya itu
Taehyung menutup kedua telinganya rapat menghalangi suara – suara laknat yang dapat merasuki indera pendengarannya
Tubuh kurusnya bergetar saat samar - samar mendengar suara desahan lolos dari bibir Hoseok. Tangannya bergetar mencoba meraih benda persegi panjang yang menayangkan sebuah video panas kekasihnya bersama namja lain
Ia ingin menghentikan video itu. Namun sebelum jemari kurusnya menekan tanda pause manik matanya dapat melihat seringai licik namja yang berada dibawah kukungan tubuh Hoseok
Bibir namja itu tersenyum seolah – olah dapat melihat wajah Taehyung yang sedang bersedih dihadapannya. Bibir merah bengkaknya tak henti – hentinya mendesahkan nama Hoseok membuat Taehyung semakin murka
Namja kurus itu membanting handphone nya dengan keras hingga hancur berkeping – keping
Taehyung menenggelamkan wajahnya diantara lututnya yang tertekuk. Jemari kurusnya menjambak surai dark brownnya dengan kasar guna menghilangkan bayang – bayang kekasihnya yang terus bergelayutan di pikirannya
Isakan demi isakan terus terdengar memenuhi kamarnya yang gelap. Tangisan Taehyung terdengar sangat keras dan menyayat hati siapapun yang mendengarnya
' Kenapa semua ini tetap terasa sakit disaat aku mulai terbiasa dengan semua kelakuannya. Kenapa hatiku masih menjerit saat ia mulai bermain dengan namja – namja jalang itu. Kenapa ? '
.
.
Hahaha
Tertawa miris ? kurasa kalian benar
Sudah berapa kali Taehyung bilang bahwa ia tak kan pernah bisa marah pada Hoseok ?
Ya itu fakta yang bisa dibilang emm agak menyakitkan atau bahkan benar – benar menyakitkan ? eum kurasa Taehyung tak ingin berpikir keras tentang ini
Malam ini seperti malam – malam sebelumnya. Bulan dan bintang masih tergantung dengan indah ditengah gelapnya malam.
Namun semua itu tak terlalu berguna untuk hati Taehyung yang kembali retak. Seterang apapun cahaya bulan dan bintang tak akan bisa menembus hati Taehyung yang mulai gelap
Malam ini Taehyung dengan ceria mendatangi apartemen Hoseok, pemuda manis ini membayangkan wajah tampan Hoseok yang terkejut saat tiba – tiba ia menghampiri apartemen pemuda tampan itu
Namun semua bayangan itu sirna bersama dengan senyum cerahnya. Taehyung kembali mendapati kekasih tampannya berciuman panas dengan orang lain. Tidak hanya satu namun dua
Hahah kalau kalian tanya bagaimana perasaan taehyung, kurasa kalian sudah tau jawabannya tanpa aku memberikan sebuah jawaban
Dan taehyung ? apa yang pemuda manis ini lakukan. Bukannya menampar atau mencaci Hoseok ia malah terdiam. Tersenyum dan berusaha menerima semua kelakuan buruk Hoseok
Bodoh ! taehyung adalah namja terbodoh karena mau saja dipermainkan oleh Hoseok
Tapi mau bagaimana lagi ? inilah definisi cinta yang ia pahami selama bersama Hoseok.
Cinta sama dengan sakit dan terluka
Sebahagia apapun dirimu kau akan merasakan sakit, entah itu cepat ataupun lambat
Ya… kurasa inilah cinta.
Cinta versi seorang Kim Taehyung.
.
Manik mata Taehyung menatap kosong namja tampan didepannya. Wajah pucatnya membuat Taehyung seperti orang kesakitan/?
Apa tadi bilang ingin meninggalkannya ? hahah kurasa ini tak lucu bung.
Bibir pucat dan kering itu tersenyum miris saat kedua manik yang biasanya menatapnya dengan hangat kini mulai berubah
Dingin
Ah Taehyung benci dengan semua ini.
Dirinya benci saat seseorang meninggalkannya sendirian. Taehyung tak suka
" Hyung kenapa ? " suara rapuh Taehyung membuat Hoseok mati – matian menahan keinginannya untuk merengkuh tubuh kurus Taehyung
Namja tampan itu berusaha mengendalikan perasaannya yang meledak
' Kontrol Hoseok semua ini demi kebaikan Taehyung ' rapal Hoseok dalam hati
Kedua maniknya menatap dalam manik berkaca – kaca milik Taehyung, menghembuskan nafasnya dalam sebelum meluncurkan kata – kata yang sumpah demi apapun membuat namja didepannya semakin rapuh
" Aku sudah tak mencintaimu lagi tae. Aku memiliki orang lain yang lebih baik darimu. Jujur aku lelah dengan hubungan ini. Semua begitu monoton dan aku membencinya, tak ada sesuatu dalam hubungan kita yang membuatku bahagia "
Kalau saja hati bisa berbicara. Mungkin ia akan merutuki kebodohan Kim Taehyung yang menerima semua sakit ini dan membuatnya benar – benar hancur
Namun semua itu hanya ilusi. Hatinya tetap saja diam menerima dengan ikhlas setiap kesakitan yang dihasikan namja tampan itu pada pemiliknya
Semua itu pasti ada puncaknya dan kurasa sekarang adalah puncak dari seluruh kehancuran hati Taehyung
Seseorang yang begitu dicintainya berkata kalau dirinya tak bahagia dengan hubungan ini
Tetes demi tetes menghiasi wajah pucat Taehyung. Taehyung tetap menangis walaupun tak mengeluarkan suara sedikitmu. Rasa sakit yang ia rasakan membuatnya tak dapat mengeluarkan suara sedikitpun hingga namja yang sangat dicintainya benar – benar pergi dari hidupnya
.
.
.
.
.
Hah
Hah
Hah
Hah
Taehyung menatap sekitarnya dengan gelisah. Keringat bercucuran di dahinya. Manik matanya menatap kosong dengan sedikit pancaran mata yang menyimpan sejuta perasaan yang tersembunyi
Jungkook yang tak disadari Taehyung berada disampingnya menatap khawatir ekspresi Taehyung yang tak biasa menurutnya
" H..hyung " sebelah tangan Jungkook menyentuh tangan Taehyung yang terasa dingin. Manik kelincinya menatap sorotan mata Taehyung yang begitu asing
" Hyungie .. " Jungkook menyeka keringat yang membasahi dahi Taehyung dengan lembut membuat Taehyung sedikit tersadar
Taehyung menggerakkan wajahnya menatap Jungkook -tetap dengan tatapan kosongnya-
Tangannya menggenggam tangan Jungkook yang menyentuh telapaknya
" Jung..kook " lirih Taehyung membuat Jungkook semakin khawatir
" Ne hyung.. apa hyung sakit ? " kedua manik kelinci itu tetap memandang wajah pucat Taehyung
" Peluk aku "
" Eh ! " kelopak mata Jungkook mengerjap lucu mendengar permintaan Taehyung. Peluk ? sungguh ? yaampun apa Jungkook mimpi saat ini…
Ingin rasanya ia menampar pipinya sendiri untuk mengecek apakah ini nyata atau hanya khayalannya saja. Namun niat itu tak dilakukannya karena tubuhnya sudah terlanjur tenggelam dalam pelukan Taehyung
Rona merah menjalar di kedua pipi Jungkook saat merasakan pelukan Taehyung semakin erat. Jantungnya tak henti – hentinya berdebar saat mencium aroma khas tubuh Taehyung yang menguar begitu kuat
" H.. Hyung .. "
Jungkook menahan napasnya saat kepala Taehyung bersandar pada pundakknya. Hidungnya berhadapan langsung pada lehernya membuat Jungkook merasakan dengan jelas hembusan napas Taehyung
Sensasi itu membuat tubuhnya gugup sekaligus nyaman. Tangannya bergerak mengelus surai dark brown milik Taehyung
" Hyung kau baik – baik saja ? " suara lembut Jungkook membuat Taehyung memejamkan matanya. Tangannya bergerak mempererat pelukan mereka berdua
" Hmm "
Taehyung menetralkan nafasnya yang memburu. Pikirannya melayang mengingat mimpi yang baru saja ia dapatkan
' Sial kenapa aku mimpi semua kenangan itu ' rutuk Taehyung
' Tapi kenapa dengan memeluk Jungkook membuatku lebih tenang '
' Ahh molla '
Taehyung terlalu sibuk dengan pikirannya sampai tak menyadari Jungkook yang terus bergerak gelisah dalam pelukannya
Namja kelinci itu begitu gugup karena baru kali ini Taehyung mau berdekatan dengannya.
" Hyung kau benar – benar tak apa ? apa kau mimpi buruk ? "
" Ya Jeon Jungkook diamlah. Biarkan seperti ini sabentar saja " suara dingin Taehyung membuat Jungkook terdiam seketika. Namja kelinci itu sibuk menetralkan detak jantungnya yang berpacu dengan cepat.
Tangannya masih bergerak ragu – ragu mengelus surai dark brown Taehyung
' Sebenarnya apa yang terjadi padamu hyung ? '
.
.
Taehyung menghela napas. Namja kurus itu menatap diam tubuh Jungkook yang sibuk memasak didapur
Taehyung merebahkan kepalanya diatas meja makan. Kepalanya terasa sangat pening dan berdenyut - denyut
Taehyung memejamkan matanya, tangannya memijat pelan keningnya berusaha meredam sakit kepalanya.
" Hyung ini makanannya " suara lembut Jungkook membuat Taehyung sedikit mengangkat wajahnya. Taehyung menegakkan tubuhnya dan langsung melahap masakan Jungkook tanpa bersuara
Melihat Taehyung yang lahap makan masakannya membuat Jungkook menyunggingkan senyum manisnya. Jungkook ikut melahap makanannya dalam diam
Suara dentingan sendok dan garbu menjadi suara satu – satunya yang terdengar. Tak ada salah satu diantaranya yang berusaha menghilangkan kesunyian yang menerpa
" Aku selesai " Taehyung mengangkat tubuhnya meninggalkan Jungkook yang masih diam ditempat duduknya. Kakinya berjalan lesu menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya diatas kasur kesayangannya
Jungkook menatap punggung taehyung hingga menghilang dibalik pintu kamarnya. Namja kelinci itu menghela napas dan melanjutkan makannya -walaupun ia sudah tak berselera makan. Namun walaupun begitu Jungkook tetap menghabiskan sarapannya tanpa tersisa dan mengambil piring kosong milik Taehyung
Matanya menatap sebuah post it yang tertempel tak jauh dari piring kotor milik Taehyung
' Besok kutunggu pulang kuliah ditempat parkir. Kupikir kau tak terlalu mengenal jalan seoul jadi aku mengajakmu jalan – jalan. Ingat ! ini bukan kencan
Hanya sebatas rasa terima kasih '
Senyum cerah terlukis dibibir Jungkook saat membaca pesan dari Taehyung. Kedua pipinya merona samar membayangkan hal – hal yang dapat ia lakukan bersama Taehyung
' Ahh pasti menyenangkan ' pikir Jungkook berbunga – bunga.
Jungkook segera membersihkan piring – piring kotor dengan senyum yang tak lepas dari wajah imutnya. Sesekali senandung kecil keluar dari bibir merah Jungkook dam menciptakan melodi yang indah
Sementara itu taehyung tetap membaringkan tubuhnya diatas kasur. Manik matanya menerawang menatap langit – langit kamarnya yang menampilkan potongan demi potongan kenangan yang ia kubur dalam – dalam
' Arghh '
.
.
, TBC
Ngeheheh sedikit penjelasan jadi taetae disini aku buat seke + bisex
Jadi gak heran kalo dia bisa jadi ukenya hoseok dan pas sama kuki jadi seme terus bisa pacaran sama mbak joy
Duh pokoknya taetae plus plus dah :v
Chap ini Cuma buat flasbacknya taetae dan sedikit momen vkook diending kkk
Chap depan mungkin aku perbanyak momen mereka ntah itu penyiksaan atau enggak. Keknya enggak deh *nyengir
Yang nebak hoseok bener banget chingu. Duh ketahuan banget ya kalo itu mas hobi :'v
Big Thank's to
[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia] [park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597] [Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso] [TyaWuryWK] [kookievita99] [akmy] [VkookKookV] [El JungTae99] [parkyounghae] [chyper69] [Suni380] [ulyalenivk3001][michaelchildhood] [junghoney17] [ainiajkook] [vkimtae] [yxnghua] [taehyungkece] [cookiesnyamphi] [JeonJeonzKim]
