Chapter 7
.
.
.
.
Jongin merebahkan tubuhnya diatas kasur. Manik matanya menatap langit – langit kamar yang polos. Suara hujan masih terdengar dari luar setelah turun dihari yang menurutnya cerah.
Ya cerah menurutnya namun semua itu berubah dengan cepat
" Siapa Taehyung ? " Tanya jongin. Jungkook mendekatkan tubuhnya, menggeser kursi yang ditempatinya mmendekati Jongin. Manik kelincinya menatap sekeliling seolah ada yang mencuri dengar pembicaraan mereka
" Eum aku malu mengatakannya hyung " Jungkook kembali menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Daun telinganya memerah dan Jongin yakin kondisi wajah namja itu tak jauh berbeda dengan daun telinganya
" Ayolah Jungkook, aku janji tidak memberitahunya pada siapapun " tutur Jongin serius. Mau tak mau Jungkook kembali menampakkan wajah manisnya yang merona sambil menatap Jongin dengan ragu
" Janji hyung "
" Ya janji "
" Ugh sebenarnya Taehyung itu suamiku hyung "
Jederrr
Apakah Jongin mendengar suara petir yang menggelegar ? ohh kurasa tidak.
Jongin melongo menatap wajah Jungkook yang menunduk, pikirannya sedang tidak berkerja untuk saat ini
Eum suami ? berarti Jungkook dan si Taehyung itu sudah….
Me..ni kah ?
Ohh god Jongin tak pernah membayangkan ini terjadi padanya. Menikah ? hell Jongin tak pernah berpikir namja semuda dan semanis Jungkook sudah menikah ?
Hahaha dunia memang tak adil padanya
Namja tampan itu terlalu syok sampai tak menyadari wajah bingung Jungkook yang kini menatapnya. Tangan namja itu bergerak didepan wajah Jongin guna menyadarkannya
" Hyung… Hyung kau tidak apa – apa ? "
" YAKK HYUNG ! "
" Eh iya ada apa Kookie ? " Jongin tersadar dari lamunannya. Namja tampan itu menunjukkan wajah blanknya yang konyol membuat Jungkook terkekeh pelan
" Hahaha wajahmu lucu hyung " Jongin buru – buru mengendalikan ekspresi wajahnya seperti sedia kala. Namja itu menatap Jungkook yang masih asik tertawa sambil memegang perutnya
" Heh… sudah puas menertawakanku " sinis Jongin. Jungkook buru – buru mengendalikan tawanya dan menegakkan tubuhnya menatap Jongin
" Uhh maaf hyung "
" Ceritakan !. Ceritakan semua tentang Taehyungmu itu "
Jongin hanya diam mendengar semua cerita Jungkook. Sesekali bibirnya ikut tersenyum saat namja manis didepannya tersenyum menceritakan kisahnya bersama Taehyung. Manik matanya terus menatap wajah bahagia Jungkook saat menceritakan lelaki lain didepannya. Kadang – kadang bibir milik Jungkook mengerucut saat menceritakan sesuatu yang sebal menurutnya.
Jongin menggerakkan tangannya mengusak rambut Jungkook. " Apa kau bahagia " potong Jongin saat jungkook masih berbicara panjang lebar. Namja kelinci itu terdiam sebentar sambil menatap Jongin sebelum kembali mengulas senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya hari ini
" Iyaa hyung …. Iya aku bahagia dengan semua yang telah kudapatkan termasuk Tae-hyung "
Entah perasaan atau apa, Jongin dapat melihat setitik kesedihan yang tersimpan di balik mata berbinar milik Jungkook. Manik mata yang begitu banyak menyimpan sesuatu yang tak dapat dimengerti olehnya. Tangannya bergerak mengelus pipi berisi Jungkook dengan lembut
" Aku menyukainya. Terima kasih sudah mau menceritakannya padaku, kuanggap kau sudah percaya padaku Kookie. Kalau kau ada masalah jangan pernah ragu untuk datang padaku, tubuhku ini akan siap menjadi penopangmu "
Jika ditanya kenapa Jongin mengucapkan ini. Entahlah, yang ia tahu hati dan otaknya menyuruh bibirnya untuk melakukan ini
Jungkook memeluk tubuh Jongin terharu. Baru beberapa minggu ia mengenal Jongin tapi Jongin begitu mengerti tentang dirinya. Ia bersyukur, setidaknya ada yang begitu perhatian padanya seperti Jongin
" Terima kasih hyung … terima kasih"
Hah
Jongin menyentuh dadanya yang terasa berdenyut. Melihat wajah Jungkook yang begitu bahagia membuatnya bahagia dan sedih. Sedih karena bukan dirinya lah yang membuat namja pemilik gigi kelinci itu tersenyum bahagia. Perasaan ini … apa sebenarnya ?
Jongin memukul gulingnya frustasi. Namja itu terus berguling – guling tak jelas sejak 2 jam yang lalu diatas kasur
" Ahh molla molla…. aku bingung " jongin memutuskan untuk memejamkan matanya setelah mengirim sebuah sms untuk Jungkook
' Kookie apa kau sudah pulang ? apa kau kehujanan ? Jaga dirimu baik – baik, jangan sampai sakit. kita bertemu besok seperti biasanya '
.
jungkook mengusap idungnya yang memerah. Sebuah kain putih tertempel dengan sempurna di dahinya. Tubuhnya tenggelam dibalik selimut tebal. Wajahnya pucat membuat Taehyung tak tega untuk tak mengurus namja kelinci ini
" Cepat buka mulutmu " Taehyung menyuapkan bubur ditangannya dengan cepat. Raut wajahnya tetap datar menatap Jungkook yang terus tersenyum kepadanya. Jungkook membuka mulutnya semangat menerima setiap suapan dari Taehyung. Manik matanya berbinar menerima perlakuan Taehyung, walaupun namja tampan itu terlihat tak ikhlas namun ia tetap menyuapi Jungkook
" Mau sampai kapan kau terus tersenyum seperti orang gila " ucapan datar Taehyung tak dimasukkan dalam hati oleh Jungkook. Ia sudah biasa mendengar kata – kata tajam Taehyung, jadi buat apa dipikirkan.
Jungkook sedikit tak ikhlas membuka mulusnya saat suapan terakhir dari Taehyung. Manik matanya terus menatap tubuh Taehyung yang mulai beranjak
' Apa setelah ini Taehyung meninggalkannya ? ' itulah yang ada dipikiran Jungkook saat ini. Tangan dinginnya menggenggam tangan Taehyung saat namja tampan itu akan berjalan menjauhinya
" Hyung mau kemana ? " tanya Jungkook dengan suara seraknya. Taehyung menatap datar pergelangan tangannya. Menyadari tindakannya, Jungkook buru – buru melepas genggaman tangannya
" Maaf " cicitnya, kepalanya menunduk menyembunyikan wajah sendunya.
Taehyung melanjutkan langkahnya yang terhenti. Kaki jenjangnya berjalan ke dapur mencari obat yang berguna untuk Jungkook. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya Taehyung kembali melangkah mendekati kamar jungkook setelah sebelumnya mengambil 1 gelas air tambahan
Jungkook mengangkat wajahnya saat merasa tempat tidur disisinya bergerak. Manik kelincinya menatap polos wajah Taehyung
" Cepat minum ini dan tidur ! " perintah Taehyung. Jungkook melakukan perintah taehyung dalam diam, tangannya agak bergetar saat meraih gelas yang diberikan Taehyung. Melihat itu mau tak mau Taehyung membantu jungkook meminum airnya
" Terima kasih hyung " hanya deheman yang didapat oleh Jungkook setelahnya. Namja manis ini kembali merebahkan tubuhnya dikasur empuknya
Tubuhnya memang terasa lemas tapi tidak dengan hatinya. Perasaan Jungkook begitu hangat dan .. bisa dibilang berbunga - bunga saat Taehyung memperhatikannya. Serta kenangan kecil yang mereka lakukan di taman tadi sangat berharga bagi Jungkook
Taehyung kembali melangkahkan kakinya keluar. Membiarkan tubuh dalam selimut tebal itu untuk beristirahat
Jungkook menutup kedua kelopak matanya saat efek obat yang diminumnya mulai bekerja. Jungkook tidur dengan tenang bahkan sesekali terdengar dengkuran halus keluar dari bibirnya
.
.
Taehyung kembali melangkahkan kakinya mendekati kamar Jungkook. Tangannya ragu – ragu memutar kenop pintu dan membuka pintu bercat kayu tersebut
Setelah beberapa detik memantapkan hatinya, Taehyung akhirnya memasuki kamar Jungkook. Aroma chamomile yang dihirupnya sama seperti 1 jam yang lalu saat kaki – kakinya melangkah meninggalkan kamar Jungkook. Tubuh kurusnya bergerak mendekati ranjang Jungkook yang terdapat gundukan selimut yang berisi tubuh namja kelinci itu
Taehyung mendudukkan tubuhnya diujung kasur, manik matanya dapat melihat dengan jelas gurat – gurat tak nyaman namja yang sedang tertidur itu
' Apa dia mimpi buruk ? ' pikir Taehyung. jemarinya bergerak menghapus beberapa titik keringat yang membasahi dahi mulus Jungkook
Manik matanya kembali menatap wajah Jungkook yang mulai membaik, tidak pucat lagi seperti tadi.
Tubuhnya bergerak memasuki selimut yang sama dengan Jungkook.
Taehyung merebahkan tubuhnya disamping Jungkook. Tangan itu memeluk tubuh Jungkook dengan pelan agar tak membangunkannya
Taehyung mendekatkan wajahnya, mencium kening Jungkook dan mengatakan hal wajar yang dikatakan setiap orang untuk orang lain, seperti
' Selamat malam, semoga mimpi indah '
Bukan tipikal Kim Taehyung sama sekali. Tapi perasaannya mendorong dirinya untuk melakukan hal ini
Hah entahlah Taehyung tak ingin memikirkannya untuk saat ini. Yang pasti ia ingin tidur disamping Jungkook untuk malam ini
Ia tak peduli jika esok hari saat terbangun namja kelinci ini akan kaget melihat dirinya disamping tubuhnya
Hanya malam ini. Dirinya sangat ingin menghabiskan malam -walau hanya tertidur- bersama Jungkook. Setidaknya ia pernah mencoba tidur bersama seseorang yang berstatus sebagai istrinya selama setahun ini
Taehyung menyamankan tubuhnya memeluk tubuh Jungkook dengan hangat. Seulas senyum terbentuk saat melihat wajah Jungkook yang begitu polos saat tertidur seperti ini
Cahaya matanya meredup saat rasa kantuk mulai menyerang tubuhnya. Taehyung menutup matanya dan siap menjalani esok hari yang mungkin akan berbeda dari biasanya
.
Sinar matahari masuk melalui celah – celah jendela. Cicit burung menjadi musik indah dipagi hari
Ugh …..
Jungkook mengangkat tangannya menghalangi cahaya mentari yang terasa menusuk. Manik kelincinya mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang masuk retinya
" Eh " Jungkook baru saja ingin mendudukkan tubuhnya saat sebuah tangan melingkar di perutnya. Dirinya juga baru menyadari nafas hangat yang terasa ditengkuknya membuatnya sedikit bergidik
Jungkook menolehkan wajahnya perlahan. Manik kelincinya membola manatap wajah yang tak asing baginya begitu dekat dengannya
" Tae.. taehyung " lirihnya. Jemari lentiknya menyentuh lembut tangan Taehyung yang berada diperutnya. Kelopak matanya mengerjap menatap wajah Taehyung yang begitu polos dan tenang saat tertidur seperti saat ini
' Hyung sangat lucu saat tertidur ' kekeh Jungkook pelan. Jemari yang sebelumnya menyentuh tangan taehyung kini menyentuh kedua pipi Taehyung lembut
Jemari lentiknya terus bergerak lincah -namun lembut- menyusuri setiap lekuk wajah Taehyung, mulai dari dahi -yang tertutup poni, kedua matanya, hidung hingga bibir Taehyung. Jungkook begitu menikmati kegiatannya. Jarang ia bisa menikmati wajah tampan Taehyung dengan tenang seperti ini, wajah yang terlihat polos itu akan berubah saat pemiliknya terbangun
" uhh " jungkook buru – buru menjauhkan jemarinya saat melihat kelopak mata Taehyung bergerak. Jungkook menutup kedua matanya untuk berpura – pura tidur. Namja manis itu dapat merasakan pergerakan kecil yang dilakukan namja disebelahnya
" Uhh jam berapa sekarang ? " Taehyung terbangun karena merasakan terik matahari yang menusuk wajahnya. Manik matanya bergerak melirik jam berbentuk bebek yang berada di nakas Jungkook
" Heum masih pagi " gumam Taehyung. Namja tampan itu sedikit melirik tubuh dalam pelukannya. ' Masih tidur ' pikirnya
Namja tampan itu pelan – pelan melepas pelukannya agar Jungkook - yang dalam pikirannya masih tertidur- tidak terbangun.
Taehyung bangkit dari tidurnya. Namja pemilik deep voice itu berjalan meninggalkan kamar Jungkook
Mendengar langkah taehyung yang mulai menjauh, Jungkook membuka sebelah matanya untuk mengintip
" Hah sudah pergi " leganya. Jungkook menyentuh dadanya yang berdebar sangat kencang. Samar – samar tercetak rona merah dikedua pipi Jungkook
" Ah aku harus memasak… ya memasak " Jungkook bangun dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi singkat sebelum meluncur menuju dapur
Tubuh yang kini terlihat agak segar itu mengambil berbagai macam bahan makanan dan mengolahnya dengan cepat namun tetap lezat dan menggugah selera makan
Jungkook tersenyum puas saat semua masakannya sudah tertata dengan apik diatas meja makan.
Jungkook menulis post it yang kemudian ditempel digelas berisi susu vanilla milik Taehyung sebelum melangkahkan kakinya kembali menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap – siap
' Hyung jangan lupa sarapan. Makanlah yang banyak nee ^^ '
.
Taehyung berjalan santai menuruni setiap anak tangga. Namja pemilik darah AB itu sudah siap berangkat menuntut ilmu dengan tas yang tersampir dibahunya
Hidungnya kembang kempis mencium aroma yang membuat cacing diperutnya berdemo. Cepat – cepat Taehyung melangkahkan kakinya menuju dapur dan menemukan beberapa masakan yang sudah tersaji dengan apik diatas meja makan
Taehyung mengambil post it yang tertempel pada gelas kaca berisi susu favoritenya dan membacanya pelan
Senyum tipis tercetak dibibirnya saat membaca setiap deret kata yang tertulis dengan rapi
Taehyung mendudukkan dirinya dan mulai menyantap makannya dengan tenang
Drrrt Drrtt
Taehyung mengambil benda segi empat yang bergetar dikantong celananya. Mata sipitnya menyusuri deret kalimat yang tertera di layar handphonenya
Cepat – cepat Taehyung menghabiskan makannya dan mengangkat kakinya meninggalkan rumah untuk menuju gedung tempatnya menimba ilmu
' Taehyung aku ingin mengatakan sesuatu. Temui aku ditaman belakang seperti biasanya '
.
Langit yang awalnya berwarna biru kini mulai berubah orange. Burung – burung mulai terbang kembali menuju sarang masing – masing
Helaian kecoklatan milik Taehyung bergerak indah mengikuti irama angin. Bibirnya tetap tak mengeluarkan sepatah kata semenjak beberapa menit yang lalu
Manik matanya menatap tubuh ramping seorang gadis di depannya
Rambut hitam sebahunya nampak indah terkena sinar mentari sore. Wajah cantiknya menunduk dalam tak ingin menatap bola mata Taehyung yang terus memperhatikannya
" Kenapa ? " tanya taehyung lirih
" Maafkan aku. Aku sudah memikirkan ini matang – matang dan inilah keputusanku. Sekali lagi maaf tae. Kuharap kau bisa bahagia bersama Jungkook "
Lagi
Seperti ini lagi. Taehyung merasa de javu saat seseorang mengatakan ucapan ah apa itu namanya ? .. ya selamat tinggal sepertinya
Ugh taehyung benci ini. Nyeri mendera sedikit hatinya saat seseorang yang dicintainya kembali meninggalkannya
" Apa kau harus pergi ? " Taehyung mengangkat dagu joy. Manik matanya bertubrukan dengan manik mata Joy yang terlihat meredup
" Ya… aku harus pergi " jawabnya lirih
Kedua manik matanya tetap menatap wajah Taehyung. wajah yang mungkin sulit dilupakannya dalam jangka waktu yang lama. Jemari lentiknya mengelus permukaan wajah Taehyung dengan lembut
" Aku mengatakan ini untuk terakhir kalinya. Aku mencintaimu tae dan akupun tahu kalau kau mencintaiku " walaupun aku tahu kini hatimu terbagi oleh sosok jungkook lanjutnya dalam hati
Joy mengecup singkat bibir Taehyung sebelum beranjak meninggalkan tubuh kurus itu. Meninggalkan namja yang begitu berharga baginya
Namja yang sangat dicintainya
.
.
.
{2 bagian yang hilang}
[Bagian 1]
Taehyung dan Jungkook memilih jalan kaki untuk pulang ke rumah. Untuk masalah mobil taehyung tak perlu cemas, namja itu dapat menelpon jasa seseorang untuk mengembalikan mobilnya kerumah
Hening terjadi diantara mereka sampai sebuah pertanyaan dari Taehyung memecahkan keheningan itu
" Jadi siapa itu Minguk ? " Jungkook menolehkan wajahnya menatap wajah Taehyung yang tetap menatap lurus kedepan
Namja kelinci itu berdehem terlebih dahulu sebelum menceritakan sesuatu tentang Minguk
" Eum sebenarnya dia anak kecil yang suka bermain ditaman kompleks kita hyung. Rumahnya tak jauh dari rumah kita, hanya terpisah 5 rumah kalau dihitung…."
" Tapi aku tak pernah melihatnya " potong Taehyung saat Jungkook baru menyelesaikan sedikit ceritanya. Pantas saja Taehyung tak pernah melihatnya karena kalau dipikir Taehyung suka pulang larut atau bahkan tak pulang sama sekali. Walaupun menurutnya akhir – akhir ini Taehyung lebih sering dirumah, tapi tetap saja
" Itu karena kau selalu pulang larut hyung " jawab jungkook kalem
" Minguk selalu main ditaman saat sore hari eum sekitar jam 3 sampai jam 4. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya ditempat penitipan anak dan rumahnya " Taehyung hanya diam mendengar celotehan Jungkook
" Aku pertama kali bertemu dengannya di taman itu dan langsung akrap sesudahnya. Ugh dia anak yang lucu dan menggemaskan " jungkook menangkup kedua pipinya dengan telapak tangannya saat mengingat pertemuan pertamanya dengan Minguk
Taehyung melirik singkat sikap Jungkook sebelum kembali menatap jalanan disekitarnya
" Yakk cepat sedikit jalannya atau kita akan …. " belum sempat kalimat Taehyung selesai. Air hujan tiba – tiba turun dan sedikit membasahi tubuh mereka
" Shit " umpatnya pelan. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi karena awan hitam terlihat menyelimuti langit seoul sejak ia melangkahkan kakinya keluar area taman
Taehyung segera menggenggam tangan Jungkook dan menariknya untuk berlari menghindari setiap tetes air hujan yang membasahi tubuh mereka
' Shit seharusnya tadi aku tak menuruti permintaannya ' gerutu Taehyung.
Bisa dibilang ini semua salah jungkook karena terus – terusan meminta mereka untuk berjalan kaki menuju rumah saat pulang. Karena tak tahan dengan suara Jungkook akhirnya Taehyung menuruti keinginan namja kelinci itu dan berakhir seperti yang kau lihat
Pulang dengan tubuh basah akibat guyuran air hujan
.
.
[Bagian 2]
" Apa yang ingin kau bicarakan ? " tanya Taehyung to the point saat dirinya baru saja mendudukkan diri disamping gadis yang berstatus sebagai kekasihnya
Joy menundukkan wajahnya. Jemari lentikkanya bergerak gelisah diatas pahanya
Gadis itu gugup…. umm ya bisa dikatakan seperti itu
" Hey apa kau akan diam terus ? " Taehyung kembali bersuara saat tak mendapat respon apapun dari gadis cantiknya. Tangannya bergerak mengangkat wajah joy yang sendu
Manik mata yang biasa menatapnya hangat itu berubah sendu. Mata beningnya berkaca – kaca siap untuk menumpahkan air matanya kapan saja
" Hey kau kenapa ? " tanya Taehyung lembut. Jemarinya mengusap setitik air mata yang baru saja jatuh dari kelopak mata Joy. Tatapannya berubah lembut menatap wajah sang kekasih
" Aku akan pergi " suara serak Joy terdengar beberapa detik setelahnya. Alis Taehyung bertaut bingung mendengar perkataan Joy
" Pergi ? kau ingin mengunjungi nenekmu ? " Joy menggeleng. Bukan bukan pergi seperti yang Taehyung pikirkan namun sesuatu yang jauh dan mungkin tak pernah kembali lagi
" Bukan, aku akan pergi jauh " Joy menatap kedua bola mata milik Taehyung, meyakinkan dirinya sendiri bahwa keputusan yang dia ambil sudah benar
" Aku akan pergi ke Kanada ….."
" Untuk apa ? " potong Taehyung sebelum joy menyelesaikan kalimatnya
" Belajar. Aku akan belajar disana dan mungkin tak akan pernah kembali kesini. Orang tuaku pindah kesana dan mau tak mau aku harus ikut " Joy bernapas lega saat menyelesaikan kalimatnya
" Dan …. Aku ingin kita berpisah " joy kembali menundukkan wajahnya, menggigit bibir bawahnya untuk meredam tangisan yang mungkin saja pecah setelahnya
.
.
.
TBC
