Chapter 8
Kim Taehyung x Jeon Jungkook
.
.
Hoseok melangkahkan kakinya seperti biasa. Pelan dan konstan mengikuti sosok bertubuh kurus yang selalu cuek terhadap lingkungan sekitar
Sudah berapa lama ia menguntit seperti ini. Entahlah dia tak perduli yang ia pikirkan hanyalah sosok yang diikutinya saat ini
Apapun…. Apapun dilakukan Hoseok asal dia bisa melihat sosok malaikatnya ahh atau bisa disebut mantan malaikat karena dengan bodohnya ia meninggalkan sosok itu dimasa lalu. Hoseok tersenyum pahit mengingat kenangan itu.
Manik kelamnya terus menatap tubuh yang berjalan santai didepannya dengan rindu. Hoseok ingin memeluknya, menginginkan tubuh itu kembali dalam pelukannya
Walaupun itu hal yang sangat mustahil
Karena sosok itu sudah mempunyai orang lain yang telah mengisi hidupnya
.
Hoseok menyembunyikan dirinya dibalik pohon. Manik kelamnya tetap memperhatikan setiap gerak – gerik tubuh Taehyung seperti seorang maniak
Cukup lama ia berdiri disini menyaksikan drama kecil – kecilan yang dilakukan Taehyung dengan gadis yang diyakini Hoseok bernama Joy
Bagaimana Hoseok mengetahuinya ? tanyakan saja pada seluruh anak buahnya yang mendapat seluruh informasi tentang Taehyung secara detail dan akurat
Manik matanya mengikuti tubuh sang gadis yang kini telah meninggalkan Taehyung. Manik matanya dapat melihat gurat kesedihan yang terpancar diwajah Taehyung walaupun jarak yang memisahkan mereka sangatlah jauh
Hoseok melangkahkan kakinya meninggalkan batang pohon tempatnya bersembunyi. Kakinya berjalan menjauh mengikuti tubuh Joy
.
Joy meninggalkan Taehyung dengan berat hati. Walaupun ia sudah berusaha meyakinkan dirinya bahwa keputusan yang diambilnya adalah benar tetap saja masih ada segelintir perasaan tak rela menghinggapi hatinya
Matanya memerah tak kuat lagi membendung semua air matanya. Perlahan satu persatu cairan bening itu keluar dari kelopak matanya
Joy memacu langkah kakinya, berlari meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangannya
Gadis itu menghentikan langkahnya di halte bus yang cukup sepi. Matahari mulai beranjak meninggalkan bumi menyisakan sedikit semburat orange dilangit yang mulai gelap
Joy merapatnya jaketnya saat merasakan angin kencang menerpa tubuhnya. Manik matanya kosong menatap kedepan
Detik – detik berlalu dengan cepat namun bus yang ditunggunya tak kunjung datang
Kembali… air mata itu kembali membasahi pipinya. Tangannya bergerak mengusap air mata yang tak pernah berhenti keluar. Tubuhnya bergetar halus karena tangisannya.
" Ini untukmu " Joy sedikit mendongakkan wajahnya menatap namja asing yang menyodorkan sapu tangannya untuknya. Manik matanya menatap ragu sosok namja asing yang sebagian wajahnya tertutup masker hitam
" Ahh tidak perlu. Terima kasih " tolaknya halus. Namun sepertinya namja itu tak mudah menyerah karena terus menyodorkan sapu tangan kepadanya
" Terimalah " ucap namja itu
Mau tak mau Joy menggerakkan tangannya mengambil sapu tangan itu. " Eum terima kasih " ujarnya lirih
Joy mengusap bekas air mata yang masih menghiasi pipinya. Manik matanya kembali menatap namja yang kini duduk disampingnya
" Apa yang kau lakukan disini ? apa kau juga mahasiswa di universitasku ? " namja itu menggelengkan kepalanya singkat sebelum menjawab
" Hanya mencoba memberi barang yang berguna untuk gadis yang sedang patah hati "
Joy membulatkan matanya mendengar perkataan namja itu
" Ba.. bagaimana kau bisa tahu ? "
" Eum hanya menebak " ujarnya sebelum berdiri dan menatap sekeliling dan meninggalkan gadis itu
" Aku pergi dulu nona ! jangan terlalu memikirkan namja yang sudah menjadi masa lalumu " teriaknya
.
Taehyung beranjak dari tempat duduknya. Kakinya berjalan lemas meninggalkan area tempatnya menimba ilmu
Kakinya berjalan pelan keluar gerbang universitasnya. Moodnya berubah buruk dan ia memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumah
Jauh ? umm lumayan tapi tak apalah demi sedikit memperbaiki moodnya dan mungkin ia bisa minum soju sedikit nantinya
.
Taehyung membuka pintu rumahnya dengan kasar membuat Jungkook yang asik menonton tv diruang tengah terlonjak kaget
Jungkook buru – buru berlari menghampiri tubuh Taehyung yang berada di ambang pintu
" Hyung " Jungkook menatap keadaan Taehyung yang berantakan. Rambut coklatnya acak – acakan, bajunya juga tak serapi seperti biasanya saat Jungkook melihatnya pulang kuliah
Jungkook mendekati tubuh Taehyung. Indra penciumannya dapat mencium aroma alcohol yang sangat kuat menguar dari tubuh Taehyung
" Yakk apa yang kau lakukan heh ! " Taehyung menepis tangan Jungkook saat namja kelinci itu baru saja ingin menyentuh tubuh Taehyung
" Ahh itu hyung … " Jungkook kebingungan mencari kata – kata yang tepat. Manik matanya takut – takut menatap manik mata Taehyung yang menatapnya tajam
Taehyung melangkakhkan kakinya pelan. Tubuhnya bergerak tak stabil karena pengaruh alcohol yang sangat kuat. Tubuhnya hambir saja ia tersungkur kalau tidak ada Jungkook yang cepat – cepat menahan tubuhnya
' ugh berat ' batin Jungkook
" Hyung ayo ku bantu " ucapnya pelan
Jungkook menuntun tubuh Taehyung perlahan memasuki kamarnya. Jungkook merebahkan tubuh Taehyung pelan – pelan. Tangannya bergerak melepas sepatu dan kaos kaki Taehyung
Kemudian Jungkook berlari keluar menuju dapur untuk mengambil segelas air putih yang mungkin dibutuhkan Taehyung nantinya
Jungkook kembali ke kamarnya, meletakkan gelas berisi air putih diatas nakas. Namja kelinci itu menatap wajah Taehyung dalam. Jemarinya bergerak mengusap wajah Taehyung yang pucat
" Apa kau memiliki masalah hyung ? kenapa kau seperti ini " jungkook terus mengusap kedua pipi Taehyung dengan sayang
Jungkook sedikit memajukan wajahnya dan mengecup pipi kanan Taehyung, jemarinya menyeret selimut yang digunakan taehyung hingga sebatas dada
Jungkook tersenyum sebelum mengambil sebuah bantal beserta selimut dan menidurkan dirinya dilantai kamarnya yang terdapat karpet halus yang cukup tebal
.
Unghh
Taehyung mengangkat tangannya menghalangi sinar matahari yang terasa menusuk kelopak matanya. Matanya mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang masuk retinanya pagi hari ini. Taehyung mendudukkan dirinya, tangannya reflex memegangi kepalanya yang terasa berdenyut – denyut
" Akhh apa yang kulakukan semalam " gumam Taehyung. Tangannya terus memijit pelipisnya guna meredam rasa peningnya. Manik mata Taehyung bergerak menelusuri ruangan yang terasa sedikit tak asing baginya
' Kamar jungkook. Kenapa aku ada disini ' pikirnya. Taehyung terus memperhatikan kamar Jungkook hingga tatapannya berhenti pada gundukan selimut yang berada di lantai
Taehyung bergerak turun dari atas Kasur. Kakinya melangkah pelan mendekati gundukan selimut tersebut
Taehyung menunduk menyikap selimut yang membalut tubuh Jungkook. Manik matanya menatap posisi Jungkook yang terlihat tak nyaman menurutnya
" Ckck kenapa anak ini tidur disini " gumam Taehyung
" Hey Jeon Jungkook bangun " Taehyung menendang kecil tubuh Jungkook membuat sang pemilik tubuh mengerang pelan. Taehyung terus melakukan hal itu hingga Jungkook benar – benar terbangun
" Ungh hyung kau sudah bangun " Jungkook mendudukkan dirinya sambil mengusap – usap matanya. Terlihat imut namun sama sekali tidak dimata Taehyung
" Cepat bangun dan buatkan aku sarapan " ketus Taehyung dengan suara dingin
Jungkook menatap punggung Taehyung yang menjauhinya. Kepalanya menunduk menyembunyikan kesedihan yang dirasakannya
' Kenapa Tae-hyung dingin kembali. Padahal baru kemarin aku merasa bahagia karena sifatnya yang mulai berubah. Apa aku punya salah ? ' pikir Jungkook
Jungkook mengusap wajahnya pelan sebelum bergerak menata kamarnya dan membersihkan dirinya sejenak kemudian pergi ke dapur untuk melakukan kegiatan para istri seperti biasanya
.
Taehyung memakan makanannya dalam diam. Hari ini minggu jadi dia tak perlu terburu – buru untuk mandi dan segera berangkat kuliah. Maniknya bergerak mengikuti tubuh Jungkook yang terus mondar – mandir dalam dapur, entah itu melakukan apa Taehyung tak tahu dan tak ingin tau
Jungkook terus melakukan aktivitas paginya tanpa menyadari Taehyung yang terus menatap tubuhnya. Tangannya bergerak membereskan semua peralatan masak yang baru saja ia gunakan. Selesai dengan kegiatannya Jungkook membalikkan tubuhnya dan mendapati Taehyung yang sedang menatapnya
Manik matanya mengerjap polos mendekati meja makan. Pipinya mulai bersemu saat Taehyung tak berhenti menatapnya
Jungkook berjalan ragu – ragu mendekati meja makan. Tangannya bergerak didepan wajah Taehyung untuk menyadarkannya
" Hyung kenapa ? " tanya Jungkook pelan.
" Hah " Taehyung mengerjapkan matanya menatap wajah Jungkook yang dekat dengan wajahnya. Jarinya mendorong wajah Jungkook agar menjauh
" Aku baik – baik saja " jawab Taehyung
Taehyung berdiri meninggalkan meja makan dan mengambil hoodie nya sebelum pergi meninggalkan rumah
" Aku pergi. Kau di rumah saja " ucapnya sebelum menutup pintu rumahnya
Jungkook menghela nafasnya dan membersihkan piring kotor yang berada di meja makan.
Jungkook menbawa semua piring kotor itu ke dapur. Namja pemilik gigi kelinci itu menghentikan gerakan tangannya yang akan mencuci semua piring ketika merasakan ponselnya bergetar
Jungkook merogoh sakunya dan mengangkat telepon yang masuk
" Hallo "
" Apa kau Jeon Jungkook ? "
" Ne.. " Jungkook menyeritkan alisnya. Tangannya menjauhkan ponselnya dan menatap layar ponselnya
" Siapa ini ? " tanya Jungkook hati – hati saat ia kembali menempelkan layar ponselnya pada telinga
" Aku Jung Hoseok "
.
Hoseok menaruh kembali ponselnya. Manik matanya menatap satu persatu anak buahnya dengan datar.
" Apa yang kalian tunggu. Cepat ikuti Taehyung sekarang ! " bentaknya
Hoseok menyandarkan tubuhnya pada kursi yang didudukinya. Tangannya bergerak mengambil bingkai foto yang terletak tak jauh darinya
Jarinya mengelus lembut foto dua sosok namja yang saling berpelukan dengan senyuman yang menghiasi bibir masing – masing
Maniknya menatap rindu salah satu sosok yang terpampang difoto tersebut
' Aku benar – benar merindukanmu. Apa kau tak bisa memaafkanku '
.
Jongin menatap alamat yang tertera di layar ponselnya. Maniknya terus menatap sekeliling meyakinkan diri bahwa jalan yang dia ambil adalah jalan yang benar.
Jongin terus melangkahkan kakinya sampai melihat sebuah rumah bercat putih yang minimalis dan indah dipandang
" Apa ini rumahnya ? " gumam namja tan ini
Jongin mengangkat ponselnya dan menghubungi seseorang lewat benda persegi panjang tersebut
" Aku sudah ada didepan. Dirumah bercat putih "
" …. "
" Apa ini benar rumahmu "
" …. "
" Ah baiklah " Jongin menutup sambungan teleponnya. Tubuhnya bersandar pada gerbang yang berada dibelakangnya
Tangannya sibuk memainkan ponselnya hingga tak sadar ada seseorang yang menghampirinya dari balik gerbang
" Hyung … "
Jongin membalikkan badannya, senyuman terpatri dibibirnya saat melihat seseorang di depannya
" Kookie .. "
Jungkook membuka gerbang rumahnya mempersilahkan Jongin memasuki pekarangan rumahnya yang dipenuhi beberapa macam bunga " Ayo masuk hyung "
" Ah baiklah "
Jongin mengikuti langkah Jungkook memasuki rumahnya. Rumah yang tak terlalu besar namun juga tak terlalu kecil menurut Jongin
Rumah Jungkook terlihat rapi dan bersih berbeda sekali dengan keadaan apartemennya yang bisa dibilang kacau
" Hyung duduklah disini dulu aku akan membuatkan minum. Hyung ingin minum apa ? "
" Terserah kau saja " jawab Jongin
" Um baiklah "
Jongin menatap tubuh Jungkook yang berjalan ke dapur. Manik matanya tak lepas memperhatikan isi rumah Jungkook
Jongin melangkahkan kakinya menuju dinding yang penuh dengan beberapa foto. Matanya bergerak menelusuri satu – persatu foto tersebut
" Ahh hyung itu beberapa foto masa kecilku dan Tae-hyung. Eomma menyuruhku untuk memasang foto – foto itu didinding "
" Ohh " Jongin menganggukkan kepalanya mengerti mendengar ucapan Jungkook. Matanya tak berhenti melihat semua foto tersebut hingga mendapati foto pernikahan Jungkook dan suaminya
Jongin terus memperhatikan foto itu. Di dalamnya Jungkook nampak sangat cantik dan menggemaskan saat tersenyum menampakkan gigi kelincinya yang manis. Tangannya mengapit tangan namja lain yang terlihat tak nyaman saat pengambilan foto tersebut
" Dimana dia ? " Jungkook menyatukan alisnya bingung mendengar pertanyaan Jongin. Kemudian terdengar helaan nafas kecil keluar dari bibirnya saat mengerti maksud dari pertanyaan Jongin
" Keluar. Tapi aku tak tahu dia kemana " Jungkook menundukkan wajahnya guna menyembunyikan raut sedihannya dari Jongin
" Kookie kau tak apa – apa ? " tanya Jongin khawatir. Namja tampan itu mendudukkan dirinya disamping Jungkook dan mengelus punggungnya
" Aku baik – baik saja hyung " Jungkook mengangkat wajahnya dan memberi senyum terbaik untuk Jongin guna menghilangkan kesedihannya
" Oh ya untuk apa kau menyuruhku kesini " tak ingin membuat Jungkook larut dengan kesedihannya, Jongin buru – buru mengganti topik pembicaraannya. Dirinya ingat satu jam yang lalu Jungkook menelponnya dan menyuruhnya pergi kerumahnya dan ia tak mengerti untuk apa dirinya datang kerumah ini
" Hehehe aku kesepian hyung, jadi aku memintamu kesini untuk menemaniku " jungkook menunjukkan cengirannya yang terlihat imut dimata Jongin. Tangannya bergerak mengusap poni Jungkook dengan gemas
" Hah jadi kau hanya memanfaatkanku hum " Jongin menampilkan wajah pura – pura kecewanya membuat Jungkook tertawa terbahak – bahak karena wajah Jongin yang sangat aneh menurut namja kelinci itu
Melihat Jungkook, mau tak mau Jongin juga ikut tertawa
" Ckck kau konyol hyung "
" Terima kasih kuanggap itu sebagai pujian Jeon Jungkook "
.
Taehyung terus berjalan. Langkahnya sangat santai sore ini. Sesekali kepalanya menengok kebelakang memastikan sesuatu yang membuatnya gelisah akhir – akhir ini
Taehyung kembali melangkah namun langkah kakinya kembali memelan saat merasakan langkah kaki seseorang yang terdengar seperti mengikutinya. Kepalanya kembali menengok kebelakang menatap ratusan manusia yang sama berjalan disekitarnya. Manik matanya menatap satu persatu orang yang nampak sibuk dengan urusan masing – masing namun maniknya tak dapat menemukan seseorang yang patut dicurigainya.
' Apa hanya perasaanku saja ' pikir Taehyung masih mengamati orang – orang sekitar
Namja kurus itu kembali melangkahkan kakinya yang tertunda menuju rumahnya
Tangannya menenteng beberapa kantong berisi makanan yang sempat dibelinya tadi
Tak salah taehyung memutuskan untuk jalan – jalan, setidaknya moodnya tidak terlalu buruk seperti semalam. Tapi Taehyung sedikit menyesal karena tak mengajak Jungkook tadi. Andai ia mengajak namja kelinci itu mungkin acara jalan – jalannya berjalan lebih ramai karena celotehan Jungkook
' Aish apa yang kau pikirkan Kim Taehyung ' Taehyung menggeleng – gelengkan kepala menampik segala pikirannya
Taehyung membuka gerbang rumahnya saat jam ditangannya menunjuk angka 6 sore. Lumayan lama untuk acara jalan – jalan tanpa tujuannya hari ini
Tangannya bergerak membuka pintu rumahnya dan masuk perlahan. Taehyung menyeritkan dahinya saat melihat sepasang sepatu yang tak dikenalinya.
" Aku pulang " Taehyung melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu. Tubuhnya bergerak masuk dengan santai seperti biasanya
" Jung…. " perkataan Taehyung terhenti saat menatap orang asing yang sedang duduk santai diruang tengahnya ditemani beberapa minuman dan cemilan. Disampingnya Jungkook nampak asik memakan keripik dengan pandangan fokus menatap layar televise tanpa bergerak seinci pun untuk menyambut kedatangannya
Oh sepertinya kedatangan Taehyung tak disadari oleh siapapun. Taehyung mendengus menyadari fakta itu. Entah mengapa ia menjadi marah dan kesal
Taehyung melangkahkan kakinya cepat meninggalkan langkah kaki yang terdengar di telinga Jungkook. Namja kelinci itu lalu menengokkan kepalanya dan melihat tubuh Taehyung yang berjalan cepat menuju dapur.
' Hyung sudah pulang ' batinnya. Jungkook beranjak dari duduknya untuk mengikuti Taehyung ke dapur namun langkahnya terhenti saat Jongin menggenggam pergelangan tangannya
" Kau mau kemana Kookie ? " tanya Jongin saat Jungkook akan bergerak meninggalkannya
" Eumm itu … anu hyung.. Tae-hyung sudah pulang, aku akan menemuinya dulu "
Jungkook buru – buru meninggalkan tubuh Jongin yang terdiam setelah menyelesaikan kalimatnya. Manik mata Jongin menatap tubuh Jungkook yang berjalan menuju dapur
' Apa aku pulang saja ? ' pikir Jongin
Sementara itu Jungkook menghampiri Taehyung yang duduk diam sambil menikmati beberapa makanan yang diambilnya dari kantong diatas meja. Jungkook memainkan jemarinya ragu saat ingin memanggil namja itu
" Hyung " suara lembut Jungkook terdengar setelah beberapa detik namja itu berdebat dengan pikirannya. Namja kelinci itu dapat mendengar gumaman kecil dari bibir Taehyung untuk menjawab suaranya
" Hyung kapan pulang ? apa aku perlu menyiapkan air hangat untuk hyung mandi ? "
" Tidak perlu urusi saja temanmu itu " balas Taehyung dingin. Tangannya masih sibuk memasukkan beberapa ddukbokkie dalam mulutnya
" Apa aku… "
" Kubilang urus saja temanmu Jungkook ! " Jungkook terlonjak kaget saat ucapannya belum selesai namun dipotong oleh suara Taehyung yang dingin dan tajam. Dengan langkah pelan dan kepala yang menunduk, Jungkook meninggalkan Taehyung yang sepertinya masih sibuk dengan makanannya untuk menghampiri Jongin
" Kookie aku pulang dulu ya " Jungkook buru – buru mengubah ekspresi wajahnya sebelum mengangkat wajahnya yang tertunduk untuk menatap Jongin. Manik kelincinya menatap bingung Jongin yang sudah siap untuk meninggalkan rumahnya
" Eh hyung sudah mau pulang ? tidak ingin makan malam disini hyung ? " tawar Jungkook namun dibalas gelengan oleh Jongin. Namja itu berjalan mendekati Jungkook dan mengelus surai kelamnya sebelum berpamitan untuk pulang
" Aku pulang dulu. Ucapkan salamku untuk Taehyung ya " Jungkook mengikuti langkah Jongin sampai gerbang. Tangannya melambai mengikuti kepergian Jongin hingga tubuh namja yang dianggap sebagai hyungnya itu tak terlihat lagi bagi penglihatannya
Jungkook membalikkan tubuhnya dan kembali memasuki rumahnya. Tangannya bergerak membersihkan sisa makanan dan minuman yang dihabiskan bersama Jongin tadi
Merasakan sesuatu yang bergetar disakunya, Jungkook buru – buru mengeluarkan ponselnya dari saku celananya
' Kutunggu besok di taman dekat rumahmu jam 3 '
Jungkook mengerutkan dahi membaca pesan yang tertera dilayar ponselnya. Tanpa membalasnya Jungkook langsung memasukkan kempali ponselnya ke dalam saku
.
Jungkook menatap ponselnya bingung. Keadaan rumah sepi seperti biasanya karena Taehyung pergi kerumah orang tuanya untuk mengurus sesuatu dan menyuruh Jungkook untuk tinggal dirumah
Manik kelincinya terus menerus menatap deret kata yang terus memasuki ponselnya dari nomor yang sama dan berisi hal – hal yang sama pula
Yaitu menemui seorang bernama Hoseok di taman komplek rumah mereka
Jungkook mengerutkan dahinya mencoba mencari nama Hoseok dalam ingatannya. Mungkin saja ia mengenal sosok itu namun dilupakannya
Hoseok ….. Hoseok
Jungkook terus mengingat nama itu hingga ia mendapatkan ingatannya saat orang tersebut menelponnya tempo hari
Jungkook sedikit berpikir menimang – nimang apakah ia akan pergi menemui si Hoseok ini. Tapi karena rasa keingintahuannya ia akhirnya memutuskan untuk pergi
' Ya, aku akan kesana nanti '
Hahh~
Jungkook melempar ponselnya di sofa yang didudukinya. Maniknya terpejam menikmati sunyi yang biasa mendera rumah ini
Sebenarnya siapa Hoseok itu
.
.
.
TBC
Hai hai semua reader tersayangku~ apa masih ada yang nunggu ff ini ?
Hahh akhirnya chap 8 kelar juga. Setelah melewati berbagai cobaan dan rintangan *ceileh -
Aku tahu ini telat banget tapi semoga chap 8 ini gak mengecewakan
Um buat yang berharap bakalan jadi mpreg aku pikirin deh, mungkin iya tapi gak disini. Nah loh php -_-
Big Thank's to
[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia] [park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597] [Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso] [TyaWuryWK] [kookievita99] [akmy] [VkookKookV] [El JungTae99] [parkyounghae] [chyper69] [Suni380] [ulyalenivk3001][michaelchildhood] [junghoney17] [ainiajkook] [vkimtae] [yxnghua] [cookiesnyamphi][taehyungkece] [cookiesnyamphi] [JeonJeonzKim] [Yuri Ta Kookie 21] [] [kyuminmi][cluekey6800] [VampireDPS] [El YienJin422] [YM424] [Park Rinhyun-Uchiha] [Jung Hae Joo]
