Chapter 10
.
.
Jungkook bergerak gusar ditempat duduknya. Dirinya tak menikmati film ' Poltergeist ' yang sedang ditonton Taehyung, berbeda dengan Jungkook yang terlihat tak nyaman Taehyung malah terlihat menikmati film yang ditontonnya. Teriakan demi teriakan dari anak kecil yang berakting di film horror tersebut membuatnya semakin menatap tajam layar televisi di depannya.
Jungkook terlonjak kaget, ia menutup kedua telinganya agar tak mendengar teriakan dan efek suara dalam film yang membuat tubuhnya bergetar takut. Jungkook ingin pergi menuju kamarnya agar tak menonton film horror yang menjadi rival utamanya, tapi mengingat taehyung ada disini ia segera mengurungkan niatnya
Tak mendengar suara - suara yang membuatnya bergetar, pelan – pelan jungkook menjauhkan kedua telapak tangannya dari telinganya. Maniknya perlahan terbuka melihat layar televisi yang mengeluarkan adegan yang menurutnya normal
' Huhh '
Jungkook menghela napas lega. Kepalanya menoleh ke kanan menatap wajah Taehyung yang begitu serius melihat film yang mereka tonton.
Tampan
Jungkook menepuk – nepuk pipinya yang terasa panas. Ia yakin wajahnya kini memerah dan ia tak ingin membayangkan betapa merahnya wajahnya saat ini. Bibirnya tak henti membuat garis senyum membuat wajahnya semakin manis dan cantik
" Hey Jungkookie …. " lambaian tangan Taehyung didepan wajahnya membuat Jungkook tersadar. Namja kelinci itu menundukkan wajahnya yang semakin memerah
Taehyung tersenyum tipis melihat tingkah Jungkook. Tangannya meraih remote televisi yang berada dimejanya dan menekan salah satu tombol untuk mematikannya
" Eh kenapa dimatikan hyung ? kan belum selesai " tanya Jungkook bingung sambil menatap wajah Taehyung. Melupakan fakta wajahnya yang masih memerah
" Um ada seseorang yang takut melihat film kesukaannku " jawab Taehyung membuat Jungkook merasa bersalah.
" Hyung tak usah memperdulikanku. Aku tidak takut " perkataan Jungkook melemah diakhir kalimat membuat Taehyung mengerti bahwa namja didepannya sedang berbohong
" Bagaimana kau tidak takut bila tubuhmu terus bergetar saat aku memutar film ini " sindir Taehyung membuat Jungkook terdiam
Semua itu memang benar dan Jungkook tak bisa mengelak lagi
" Haahhh " Taehyung mengela napas. Ia pikir Jungkook tak akan takut karena menurutnya film ini tak terlalu menyeramkan, namun ternyata dugaannya salah saat ia melihat tubuh jungkook tetap bergetar ketakutan karena efek suara yang dikeluarkan film ini.
Ya.. meskipun selama ini Taehyung seperti tak memperdulikan atau malah menyakiti Jungkook. Ia tahu beberapa hal yang disukai dan dibenci oleh 'istrinya' tersebut. Anggap saja iya tahu dari sifat serta kebiasaan – kebiasaan Jungkook setiap harinya
' Dasar penakut ' cibir Taehyung. Manik tajamnya menatap wajah Jungkook yang menunduk tertutupi beberapa helai rambutnya yang terlalu panjang.
Taehyung menatap jam di tangan kirinya. Melihat waktu sebelum bersiap untuk keluar
" Apakah sepedaku masih ada digudang ? " Jungkook menegakkan kepalanya merasa Taehyung bertanya kepadanya.
" Um kurasa masih ada hyung " jawab Jungkook masih mencoba menyembunyikan kegugupan yang dirasakannya.
" Hm baiklah " Taehyung beranjak meninggalkan Jungkook menuju gudang rumah mereka membuat Jungkook penasaran. Karena penasaran yang dirasakannya akhirnya Jungkook mengikuti tubuh Taehyung dari belakang. Manik kelincinya menatap punggung tegap milik Taehyung yang berjalan kokoh di depannya
Taehyung yang merasa Jungkook mengikutinya hanya diam saja, tak banyak bicara
Sesampainya di gudang ia membuka pintu gudang dan masuk kedalamnya
Hal pertama yang dipikirkan masuk ke dalam gudang adalah debu – debu yang berterbangan disana – sini. Namun Taehyung tak merasakannya. Ruangan ini bahkan tak bisa dikatakan gudang karena tatanan barang yang sudah lama tak dipakainya tertata dengan rapi dan tidak ada banyak debu disini. Malah terkesan bersih
' Mungkin Jungkook yang mengurusnya ' pikir Taehyung
" Hyung apa yang ingin kau lakukan ? " tanya Jungkook saat ia tak dapat lagi menahan rasa keingintahuannya
Taehyung mendekati Jungkook yang berada di ambang pintu dengan sepeda yang dituntunnya. Namja yang kini mengecat rambutnya dengan warna orange itu hanya berdehem pelan membuat jungkook menyeritkan alisnya tak mengerti. Namun ia tetap mengikuti tubuh Taehyung yang keluar lewat pintu belakang rumah mereka
" Hyung ingin kemana ? " tanya Jungkook lagi saat Taehyung membersihkan sepedanya menggunakan sebuah kain yang ia yakini berasal dari gudang pula
" Mm bersepeda. Kau ingin ikut ? " tawar Taehyung tanpa mengalihkan perhatiannya dari sepeda miliknya
" Bolehkah ? "
" Mmm "
" Um baiklah aku ganti pakaian dulu hyung " Taehyung melirik tubuh Jungkook yang berlari memasuki rumah dengan menggelengkan kepalanya pelan
.
Taehyung berdiri disebelah sepedanya yang sudah bersih menunggu kehadiran jungkook. Dirinya sudah bersiap – siap 10 menit yang lalu, berbeda dengan Jungkook yang entah melakukan apa dikamarnya hingga ia menunggunya selama ini
" Ck apa yang dilakukan anak bodoh itu " umpat Taehyung kesal
" Hyung ayo " Jungkook menghampiri Taehyung dengan senyum ceria yang tersungging di bibir merahnya tak mengetahui bahwa namja yang dari tadi menunggunya sudah mengumpat kesal beberapa kali
" Kau lama " gerutu Taehyung sebelum menaiki sepeda miliknya
Jungkook melihat dan mengamati sepeda taehyung dengan bingung.
" Aku harus duduk dimana hyung ? " tanya Jungkook polos. Taehyung menepuk – nepuk bagian depan rangka sepedanya yang berada diatas/? *susah jelasinnya
" Disitu ? " tanya Jungkook agak ragu. Bayangkan ia hanya duduk disebuah besi dalam jangka waktu yang tak ditentukan. Tapi jungkook tetap menurut dan mendudukkan pantatnya disana
Taehyung meletakkan tangannya di masing – masing grip sepeda membuat lengan – lengannya mengurung tubuh Jungkook
Taehyung melajukan sepedanya melewati jalan khusus sepeda yang disediakan pemerintah. Angin sore menerbangkan anak rambut orange nya dengan pelan membuat rambut Taehyung sedikit berantakan
Jungkook mendongakkan wajahnya menatap wajah Taehyung. Pipinya kembali merona melihat wajah Taehyung dari bawah seperti ini. Dari sisi manapun jungkook menatap wajah Taehyung, wajah itu akan tetap terlihat tampan tanpa celah
Jungkook mengamati wajah Taehyung yang serius menatap jalan didepannya. Jika Jungkook boleh berharap, ia akan berharap waku akan berhenti agar dia dapat menikmati wajah Taehyung lebih lama lagi
Menikmati garis wajahnya yang tegas. Hidungnya yang bangir, tatapan wajahnya yang serius dan semuanya
Ugh Jungkook merasa pipinya lebih panas dari sebelumnya
" Apa kau tak lelah memperhatikanku terus " suara Taehyung membuat Jungkook tersentak. Manik matanya menatap kedepan menghindari manik mata Taehyung yang menatap tubuhnya
" Ah,, aku tak memperhatikanmu hyung " cicit Jungkook
" Kau berbohong "
" Ani " kekeuh Jungkook tak mau mengakuinya
" Hm terserah " Taehyung hanya mengedikkan bahunya menanggapi Jungkook yang tak mau jujur kepadanya
Jungkook menggigit bibirnya khawatir. Apa Taehyung marah padanya ?
Jungkook memberanikan diri kembali menatap wajah Taehyung yang serius menatap kedepan –seperti sebelumnya.
Huhh. Jungkook bernapas lega melihatnya
Jalanan cukup ramai sore ini. Banyak mobil yang melintas disamping sepeda yang mereka pakai. Namun baik Taehyung maupun Jungkook tak merasakan keramaian itu
Mereka begitu menikmati angin sore yang menyapa kulit wajah mereka dengan halus. Ranting – ranting bergerak halus seolah mengiringi perjalanan mereka
Permulaan yang baik untuk hubungan mereka kedepannya.
.
Beberapa orang berkata. Saat kau melihat orang kau kau cintai bahagia kau akan merasakan kebahagiaan itu pula. Walaupun kau merasa sakit saat orang kau kau cintai berbahagia bersama orang lain bukan dengan dirimu
Yah .. seperti inilah yang dirasakan Hoseok. Ia merasa bahagia dapat melihat senyum Taehyung lagi –meskipun hanya segaris tipis. Walaupun bukan dirinya lagi yang menciptakan senyuman itu namun Jungkook. Seseorang yang awalnya ingin dilenyapkannya untuk mendapatkan Taehyung kembali. Namun diurungkannya saat ia mulai mengenal sosok Jungkook
Hoseok tersenyum pahit. Bibirnya begitu sulit membentuk sebuah senyum namun hatinya memerintahkannya untuk mengulas sebuah senyum dan inilah jadinya. Senyum pahit yang sangat kontras dengan wajah tampannya.
Hoseok memejamkan matanya menyelami segala perasaan yang berkecambuk dalam hatinya. Tangannya menekan tombol pause menghentikan video yang sedang berputar di laptop kesayangannya
Menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.
Hoseok tak menyesal. Sungguh
Ia bahagia melihat Taehyung bahagia. Walaupun ia harus rela hatinya tergores oleh luka yang tak kasat mata
.
" Hyung kenapa kau sangat suka ke tempat ini ? " tanya Jungkook kala mereka berdua duduk menikmati suasana sore yang begitu menenangkan di pinggir sungai han
Sungai itu lagi. Kurasa Taehyung benar – benar mencintai tempat ini
" Hng entahlah. Berdiam diri disini membuatku tenang " Jungkook mengalihkan pandangannya menatap wajahTaehyung yang menawan terkena pantulan cahaya mentari sore
Sangat sempurna.
Langit yang semula berwarna biru kini mulai ternodai oleh semburat jingga. Matahari memantulkan kilauan cahayanya di permukaan air sungai membuatnya tampak berkali – kali lebih indah
Angin berhembus lembut seolah mengerti suasana romantis yang tak sengaja mereka bentuk
Baik jungkook maupun taehyung terdiam. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir masing – masing. Manik mata keduanya menatap kilauan cahaya di permukaan air sungai han
Menyelami perasaan mereka masing – masing lewat kebisuan yang tercipta beberapa menit hingga namja yang lebih mungil memberanikan diri mendekati tubuh namja lainnya
Tangan lembutnya bergerak mengusap pipi Taehyung membuat namja itu mengalihkan pandangannya. Manik mata keduanya saling bertubrukan, menatap dan mencari tahu arti dari tatapan masing – masing sebelum Jungkook mengatakan sesuatu yang membuat Taehyung mengulas senyumnya tanpa sadar
" Hyung aku mencintaimu " kepala namja yang lebih mungil menunduk malu. Rasa panas menjalar di permukaan wajahnya membuatnya terlihat manis, namun sayang Taehyung hanya bisa membayangkannya saja karena Jungkook buru – buru menundukkan kepalanya setelah mengucapkan kalimat yang membuat dadanya berdetak kencang
Jungkook meremas jari – jarinya merasakan sesuatu yang asing dihatinya. Baru kali ini ia menyatakan cintanya secara gamblang di depan Taehyung. Jujur itu membuat jantungnya berdebar – debar. Namun dari dalam hatinya yang terdalam, Jungkook merasa bahagia karena kini ia mulai bisa mengungkapkan perasaannya langsung tanpa memendamnya lagi
Sentuhan diatas kepalanya membuat Jungkook memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan lembut tangan Taehyung yang menenangkannya.
Taehyung mengangkat dagu Jungkook menggunakan sebelah tangannya. Manik tajamnya menatap wajah manis Jungkook dengan kedua kelopak mata yang masih tertutup menikmati setiap belaiannya.
Taehyung terkekeh tanpa suara, melihat Jungkook seperti ini mengingatkannya pada kucing yang dulu di peliharanya saat masih kecil. Manis dan sangat penurut
Itulah Jungkook dimata Taehyung
Kepala orange nya semakin mendekati wajah Jungkook, menghapus jarak yang tercipta di antara mereka hingga beberapa jengkal. Taehyung mencium kedua pipi dengan lemput, merasakan tekstur pipi gembil namja manis yang hampir 2 tahun menemani hidupnya.
Maniknya melirik kedua belah bibir merah Jungkook yang terbuka seolah – oalah mengundang Taehyung untuk mengincipi bibir merah itu dengan suka rela. Mengikuti nalurinya, Taehyung akhirnya mendaratkan bibirnya diatas bibir Jungkook
Bibirnya sedikit bergerak mengecap rasa asing yang baru dirasakan Taehyung.
Lembut dan manis.
Taehyung terus menggerakkan bibirnya tanpa tahu bahwa orang yang menjadi korbannya, menahan napasnya saat bibir tebal milik Taehyung menyentuh bibirnya
Jungkook meremat jemarinya dengan gugup, ia ingin menggigit bibirnya tapi saat merasakan pergerakan bibir Taehyung yang mulai intens membuatnya mengurungkan niatnya
Jungkook menutup rapat kedua matanya. Bibirnya sedikit melenguh saat Taehyung mulai menggigit bibirnya dengan lembut.
Taehyung tersenyum tipis dibalik ciumannya, lidahnya menyelusup masuk saat Jungkook mengerang pelan. Dengan lihai lidahnya mengabsen satu per satu gigi rapi Jungkook hingga dinding – dinding mulusnya
" Nghhh "
Taehyung mengusap – usap pinggang Jungkook menciptakan sensasi – sensasi aneh yang dirasakan tubuh mungilnya. Merasa tubuh Jungkook yang semakin melepas dalam pelukannya akhirnya Taehyung memutuskan untuk mengakhiri ciuman panjangnya
Dahi mereka saling bersentuhan dengan manik mata Taehyung yang terus memperhatikan wajah cantik Jungkook yang terengah – engah dengan sedikit saliva di sudut bibirnya yang terbuka
Ughh kenapa Taehyung baru menyadari kalau Jungkook ternyata sangat manis dan seksi ?
Jungkook membuka matanya perlahan dan sepertinya ia menyesali perbuatannya karena kedua pipinya sontak merona hebat menatap wajah taehyung yang begitu dekat dengannya. Belum lagi mata tajamnya yang terus mengamati wajah jungkook membuat wajahnya semakin panas seolah terbakar oleh sesuatu yang membahagiakan. Jungkook sangat malu, ia tak bisa membayangkan betapa merahnya wajahnya saat ini
" H..hyung " cicit Jungkook mecoba mengalihkan pandangannya namun gagal karena tatapan tajam Tehyung yang begitu mengikatnya dan seolah menyuruh manik matanya untuk menatapnya kembali
" Hm ? "
Jungkook sudah tak bisa berbuat apa – apa lagi. Yang bisa ia lakukan hanya memejamkan mata dan pasrah mengalungkan tangannya pada leher kokoh Taehyung saat Taehyung mulai mencium bibirnya lagi
Memangut bibirnya dalam ciuman yang panjang dan hangat
Langit yang semula biru berhiaskan coretan – coretan orange kini berubah menjadi gelap walaupun goresan orange itu tetap terlihat samar diatas sana. Burung – burung mulai kembali ke sarang masing – masing sebelum mencari makanan kembali keesokan paginya
Bunyi – bunyi hewan nokturnal mulai terdengar bagai melodi halus yang mengiringi setiap sapuan bibir Taehyung di atas bibir Jungkook
Taehyung semakin merapatkan pelukannya, menenggelamkan tubuh Jungkook pada pelukan dan ciuman hangatnya.
Manik matanya senantiasa terbuka. Menikmati semua ekspresi kenikmatan Jungkook yang terlihat samar di bawah gelapnya langit dan cahaya bulan yang mulai muncul dengan malu – malu
Taehyung memberi jeda sejenak sebelum kembali menyambar bibir ranum milik Jungkook
Waktu seolah terhenti, hembusan angin seolah tak menembus kulit mereka bahkan nyanyian hewan malam tak terdengar lagi di indra pendengaran mereka. Mereka seolah tuli, buta dan tak peduli terhadap lingkungan yang berada di sekitarnya. Yang dirasakan hanyalah kehangatan tubuh yang saling berpelukan dan detak jantung masing – masing yang begitu cepat, tak bisa terkontrol dan dikendalikan.
.
.
" Hyung apa kita tidak pulang ? " tanya Jungkook ketika jam ditangannya menunjuk angka 9 malam. Mereka berdua masih sibuk berkeliling menatap berbagai jenis makanan yang di jual di pinggir jalan. Jungkook mengusap lengannya yang tak tertutupi baju yang memadai. Jika saja namja kelinci ini tahu bahwa mereka tak hanya sekedar bersepeda di sore hari, Jungkook akan memilih pakaian berlengan panjang bukannya pendek seperti sekarang. Dan sudah bisa di pastikan. Jungkook akan kedinginan
" Hm Sebentar lagi Kook " Taehyung menoleh kebelakang menatap Jungkook yang terus mengusap – usap lengannya. Maniknya kemudian bergerak mencari sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh mereka. Seperti minuman misalnya
" Ayoo " Taehyung menyeret tangan Jungkook ke sebuah kedai kopi sederhana yang tertangkap manik matanya.
Lonceng berbunyi saat Taehyung membuka pintu kedai tersebut dengan pelan. Hal pertama yang tertangkap oleh mereka berdua adalah aroma kopi yang sangat khas
Taehyung menyeret tangan Jungkook menuju kasir dan memesan 2 latte untuknya dan Jungkook. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Taehyung mendapat kopinya dan segera membayarnya sebelum kembali menarik tangan Jungkook keluar kedai
Jungkook yang di tarik hanya pasrah mengikuti setiap langkah Taehyung tanpa banyak protes
" Hyung kita mau kemana lagi ? " tanya Jungkook saat mereka kembali berkeliling bersama beberapa pejalan kaki lainnya
" Kau ingin kemana ? "
" Aku ingin pulang " jawab Jungkook tanpa berpikir panjang. Jujur Jungkook menikmati waktunya bersama Taehyung namun tubuhnya tak bisa menahan angin yang terus menerpa tubuhnya dan membuatnya kedinginan.
Taehyung menghentikan langkahnya membuat Jungkook yang berada dibelakangnya ikut menghentikan langkahnya pula
" Kau kedinginan ? " Jungkook menganggukkan kepalanya ragu menjawab pertanyaan Taehyung.
" Aish kenapa kau tidak mengatakannya. Pegang ini " Taehyung menyerahkan gelas kopinya yang diterima Jungkook dengan bingung
Taehyung melepas hoodie yang dikenakannya dan memberikannya pada Jungkook setelah mengambil 2 gelas kopi yang berada ditangan JUngkook
" Kau kedinginan kan ? " tanya Taehyung memastikan lagi. Jungkook kembali mengaggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Taehyung
" Pakai itu dan kita akan pulang "
Taehyung kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Jungkook yang tergesa – gesa memakai hoodie milik Taehyung
" Hyung tunggu aku " Jungkook berlari mengejar tubuh Taehyung yang berada di depannya, namja manis itu sesekali menggerutu karena Taehyung tidak menghentikan langkahnya sama sekali
" Kau lambat " cibbir Taehyung saat Jungkook sudah berada di sampingnya dengan napas yang sedikit tersenggal. Jungkook memukul pelan lengan taehyung karena kesal
" Hyung kau menyebalkan " Jungkook mengerucutkan bibirnya tanpa sadar membuat Taehyung terkekeh di sampingnya. Bukannya tambah berkurang, Jungkook malah semakin memajukan bibirnya membuat Taehyung gemas dan mencubit bibirnya
" Ckck baiklah aku minta maaf. Ini minumlah " Taehyung kembali memberikan kopi milik Jungkook dan meminum kopi miliknya
Mereka berdua kembali berjalan menuju tempat mereka memarkirkan sepeda milik Taehyung sebelumnya. Taehyung menatap satu persatu sepeda yang berjejer rapi mencari keberadaan sepedanya
" Hyung itu sepedanya " Jungkook menarik tangan Taehyung menuju sepeda mereka dan duduk di tempatnya seperti tadi
Taehyung menaiki sepedanya dan menyerahkan gelas kopinya pada Jungkook sebelum mengayuh sepedanya untuk pulang kerumah
.
Taehyung menatap kalender yang berada di kamarnya. Ah lebih tepatnya namja itu menatap angka 25 yang ia lingkari pada bulan ini
Sudah 2 tahun
Entah hanya perasaan Taehyung atau memang bumi berputar sangat cepat ?
Perasaan baru kemarin ia menikahi Jungkook di depan pendeta dan beberapa orang yang menyaksikan pernikahan mereka dengan wajah tak ikhlas dan hati yang berkecambuk. Namun sekarang hubungan mereka sudah masuk di tahun yang kedua
Taehyung menghempaskan tubuhnya di kasur dengan kalender yang masih setia berada di tangannya. Pikirannnya melayang memikirkan kejutan apa yang diberikannya untuk Jungkook nantinya
Cukup tahun kemarin ia tak memperdulikan namja itu, untuk sekarang dan selanjutnya Taehyung akan mencoba membahagiakan Jungkook dengan kebahagiaan kecil maupun besar
" Hyung…. " Taehyung buru – buru menyembunyikan kalender di balik tubuhnya saat melihat kepala Jungkook muncul di balik pintu kamarnya. Tangannya bergerak pelan mengisyaratkan Jungkook untuk masuk
" Ada apa ? " tanya Taehyung pelan. Jungkook menggigit bibirnya ragu, manik kelincinya menatap wajah Taehyung di depannya dengan bimbang
" Ada apa ? katakana saja " mengerti keraguan namja di depannya Taehyung kembali bersuara untuk menyakinkan Jungkook bahwa ia boleh mengatakan apa saja kepadanya
" Um hyungbolehkahakutidurbersamamumalamini " ucap Jungkook cepat tanpa jeda
" Hah ? " Taehyung menyatukan alisnya bingung tak mengerti. Taehyung menuntut jungkook untuk mengulangi ucapannya dengan benar lewat tatapan matanya yang membuat namja kelinci itu kembali menggigit bibirnya
" Hyung aku ingin tidur disini. Bolehkan ? " ulang Jungkook dengan suara lirihnya
Menangkap permintaan Jungkook, Taehyung hanya ber ohh ria membuat Jungkook bingung
Apa dia diperbolehkan atau tidak ?
" Hyung apa boleh ? " tanya Jungkook sambil memeluk erat boneka kelinci yang ia bawa dari tadi
" Hm " Taehyung bergerak turun, masih dengan dengan kalender yang ia coba sembunyikan agar tak terlihat oleh Jungkook. Taehyung berjalan pelan mendekati meja belajar miliknya yang terletak tak jauh dari pintu kamarnya
Jungkook menatap tubuh Taehyung dengan kecewa. Jungkook berpikir Taehyung akan setuju dan menemaninya tidur tapi sepertinya harapannya tak terwujud melihat Taehyung yang berjalan seperti hendak keluar dari kamarnya
Jungkook melangkahkan kakinya pelan menuju kasur milik Taehyung. Ia mendudukkan tubuhnya dengan pelan dan memeluk bonekanya dengan erat. Menenggelamkan wajahnya yang memerah karena menahan tangis
Sedangkan Taehyung merasa lega dapat menyembunyikannya di dalam lacinya tanpa mengetahui tubuh Jungkook yang bergetar di balik tubuhnya. Taehyung menghela napas lega, alisnya kembali mennyatu menatap tubuh Jungkook
Taehyung berjalan mendekati Jungkook dengan perasaan khawatir. Apa Jungkook kedinginan kembali ? tapi suhu kamarnya biasa – biasa saja
" Jungkook kau kenapa ? " Taehyung mengelus kepala Jungkook membuat sang pemilik tersentak kaget. Buru – buru namja manis itu menggelengkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan Taehyung dan menghilangkan air mata yang sempat turun dari kedua matanya
" Aku tak apa – apa hyung " Jungkook mendongakkan wajahnya menatap wajah Taehyung yang berdiri di depannya. Jungkook menarik garis bibirnya membentuk sebuah senyum untuk meyakinkan Taehyung
" Yakin ? " tanya Taehyung masih ragu dengan jawaban jungkook. Tapi saat melihat namja di depannya mengagguk Taehyung mencoba menepis keraguannya. Tubuhnya bergerak menaiki ranjangnya dan tidur di sisi kanan
Jungkook mengikuti gerak tubuh Taehyung. Manik matanya menatap bingung Taehyung yang merebahkan tubuhnya di ranjang
Bukankah tadi Taehyung ingin keluar dari kamarnya ?
" Hyung apa yang kau lakukan ? "
" Tidur " jawabnya singkat. Taehyung menatap tubuh Jungkook yang masih setia duduk sambil memeluk bonekanya. Bibirnya berdecak sebal sebelum menarik tubuh Jungkook untuk ikut berbaring di sebelahnya.
" Ehh hyung …. " perkataan Jungkook terhenti menatap wajah Taehyung yang sangat dengan wajahnya. Pipinya merona samar membuat wajah Jungkook semakin manis di mata taehyung
" Tidurlah " Taehyung menyingkirkan boneka kelinci milik Jungkook sebelum melingkarkan tangannya memeluk pinggang Jungkook sedangkan tangan satunya menjadi bantal bagi namja manis itu
Jungkook menyamankan posisinya dalam pelukan Taehyung menenggelamkan wajahnya di dada namja tampan itu.
Tangannya bergerak pelan membalas pelukan Taehyung
" Hyung ? "
" Hmm "
" Ada apa Kook ? " tanya Taehyung saat Jungkook tak juga mengeluarkan suaranya lagi
Taehyung menundukkan kepalanya mengintip wajah Jungkook yang berada di dadanya. Bibirnya tersenyum tipis saat melihat namja manis tersebut sudah
" Selamat tidur Kookie "
.
Holla ketemu lagi nih. Jujur pas aku nulis chap ini suka senyum – senyum sendiri bayangin mereka
Yampun pasti so sweet kkk
Udah keliatan kan endingnya kayak gimana ? wkwkwk
Balas review
Tiffjy : Hoseok dong, dia itu mantan seme nya taetae. Tapi pas taetae sama jungkook dia yang jadi semenya. Jadi taetae itu seke
Springyeol : wkwk taetae udah mikirin kebahagian jungkook kok jadi tenang aja taetae gak bakal jahat lagi kkk
Ayalien : hallo ichimaru. Kkk aku masih inget kok tenang aja dan makasih udah mau nunggul ff abal – abal ku. Btw sebenernya kita agak samaan sih ntah kenapa kalo mikir taetae jadi uke itu bikin klepek" hahahaha. Wks woles jan ampe kecebur, basah ntar :v
Woahh makasih sarannya mungkin aku gunain dikit tapi gak disini, di sequel mungkin *eh keceplosan :v
Udah keliatan kan endingnya gimana ? huhuhu awalnya bikin ff ini bakalan sad ending tapi kok jadi gak ikhlas sendiri. Wkwkw emang panjang sih tapi aku seneng bacanya
Gomawo *kiss dan hug kk
Hosokpie98 : gak jadi pho kok, masa iya ganteng" jadi pho heheheh
El YienJin422 : makasih udah mau sempet ngasih sarannya ^^
Cluekey6800 : duh makasih sanjungannya jadi pengen terbang .gg
Big Thank's to
[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia] [park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597] [Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso] [TyaWuryWK] [kookievita99] [akmy] [VkookKookV] [El JungTae99] [parkyounghae] [chyper69] [Suni380] [ulyalenivk3001][michaelchildhood] [junghoney17] [ainiajkook] [vkimtae] [yxnghua] [cookiesnyamphi][taehyungkece] [cookiesnyamphi] [JeonJeonzKim] [Yuri Ta Kookie 21] [] [kyuminmi] [cluekey6800] [VampireDPS] [El YienJin422] [YM424] [Park Rinhyun-Uchiha] [Jung Hae Joo] [Syupit] [Shanaxkim] [YM424] [Bulletproof RedRose] [Li3dyanssyahwa] [Amalia462] [Cheryl894] [XiayuweLiu] [Wijayanti682] [Xihanvi947] [Suni Mozaa] [Khasabat04] [tryss] [KyungHyunSung ]
