Chapter 11
.
.
Semuanya begitu cepat terjadi hingga Jungkook merasa bahwa hubungannya telah berkembang menjadi lebih baik bersama Taehyung.
Begitu cepat ? tidak juga. Hanya saja Jungkook selalu bersabar untuk menanti perubahan itu
Keduanya tampak akrab walaupun Taehyung masih suka menampakkan wajah dingin dan sikap acuh tak acuhnya, tetapi Jungkook sudah bisa tersenyum lebar sekarang. Setidaknya Taehyung sudah menerima keberadaannya saja sudah cukup untuk Jungkook
Seperti sekarang ini
Saat mereka berdua asik menyantap makan siang mereka bersama tanpa memperdulikan puluhan pasang mata yang memperhatikan mereka
" Hyung " cicit Jungkook merasa tak nyaman dengan suasana yang ia rasakan. Namja mungil itu meremas jari – jarinya di atas meja guna mengurangi perasaan aneh yang terbesit di hatinya
" Ada apa ? " tanya Taehyung mengalihkan pandangannya dari santapan makan siangnya. Maniknya menatap jungkook dengan penuh tanda tanya
" Hyung ayo kita pin… "
" Kookie ! " Jungkook menolehkan kepalanya kebelakang merasa ada yang memanggil namanya sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. Manik kelincinya menatap seorang namja yang melambaikan tangannya kearahnya
" Oh Jongin hyung " seolah lupa dengan perasaan tak nyamannya Jungkook malah ikut melambaikan tangannya semangat melihat keberadaan jongin yang tertangkap indera penglihatannya
Sedangkan Taehyung ? ia hanya bisa mendesah kesal. Entah kenapa kedatangan sosok lain diantara mereka sangat mengganggu menurutnya
" Boleh aku bergabung disini ? " tanya Jongin saat berada disamping tempat duduk Jungkook
" Boleh hyung " balas Jungkook. Jungkook tersenyum sampil menggeser pantatnya memberi tempat yang cukup luas untuk Jongin untuk duduk di sampingnya. Bibirnya membentuk senyum manis miliknya tak menyadari bahwa seseorang di depannya sudah menatap tajam tubuh Jongin
" Oh ya Jongin hyung kenalkan ini Tae-hyung " Jungkook menatap kedua namja tampan itu seolah memberi syarat bahwa mereka harus segera berkenalan
Jongin mengulurkan tangannya menunggu tangan Taehyung untuk menyambutnya. Melihat tatapan Jungkook yang seolah – olah menyuruhnya menerima uluran tangan itu, mau tidak mau Taehyung menerimanya dengan tidak ikhlas
" Namaku Kim Jongin "
" Hm Kim Taehyung, suaminya Jungkook "
Blusss
Jungkook merasa pipinya memanas. Segera namja mungil itu menundukkan kepalanya guna menyembunyikan rona wajahnya. Tangannya tanpa sadar bergerak menepuk – nepuk pipinya yang terasa terbakar
Jongin dan Taehyung saling bertatapan sebelum mengalihkan pandangan mereka menatap sikap Jungkook yang sangat menggemaskan menurut mereka
" Kurasa kita bisa berteman Taehyung-ssi " ucap Jongin setelah beberapa menit terjadi keheningan karena melihat tingkah laku Jungkook
" Hm baiklah " kedua namja tampan itu sama – sama tersenyum tipis sebelum salah satu diantaranya menggerakkan tangannya mengelus surai kelam milik Jungkook
" Cepat habiskan makananmu Kookie " Jungkook menganggukkan kepalanya pelan menjawab perintah Taehyung. Dengan pelan ia menghabiskan makanannya dan sesekali mengobrol dengan Jongin maupun Taehyung
Melupakan perasaan tak nyaman yang hinggap beberapa saat yang lalu
.
.
Manik mata kelinci yang masih mengantuk itu menatap tubuh Taehyung yang nampak terburu – buru meninggalkan kamar mereka. Matanya melirik jam yang berada di nakasnya dan menyatukan alisnya heran saat menyadari ini terlalu pagi untuk seseorang yang akan bepergian
Selain itu universitas mereka juga sedang libur panjang jadi tak mungkin Taehyung pergi ke kampus pagi – pagi sekali
" Hyung mau kemana ? " suara khas orang bangun tidur itu menghentikan langkah Taehyung yang akan melewati pintu kamarnya. Tubuhnya berbalik menatap tubuh Jungkook yang masih berbaring dengan nyaman di atas ranjangnya. Taehyung melangkahkan kakinya mendekati tubuh Jungkook. Namja tampan itu mendudukkan dirinya ditepi ranjang dan menatap mata sayu Jungkook yang juga menatapnya
" Hyung mau kemana ? ini masih terlalu pagi " Jungkook kembali bertanya dengan suara seraknya. Tangan Taehyung bergerak mengelus rambut Jungkook membuat kelopak matanya kembali tertutup menikmati sentuhan di sela – sela rambut hitamnya
" Aku harus pergi "
" Lagi ? " Jungkook kini menggerakkan tubuhnya pelan mendekati tubuh Taehyung. Ia menidurkan kepalanya di atas paha Taehyung dengan kelopak mata yang sudah terbuka lebih lebar mendengar kata pergi yang terucap oleh bibir Taehyung
Taehyung kembali menyelipkan jari – jarinya dirambut Jungkook. Memainkan rambut kelam Jungkook sepertinya sudah menjadi kebiasaan baru seorang Kim Taehyung beberapa minggu ini
" Hyung benar – benar pergi ? " tanya Jungkook memastikan setelah keterdiaman Taehyung selama beberapa menit
Taehyung menundukkan wajahnya menatap wajah Jungkook dengan ekspresi bersalahnya. Jungkook sudah menduga. Namja kelinci itu mengalihkan pandangannya menatap apapun asal bukan manik mata Taehyung
Jujur Jungkook tak ingin menaruh kecurigaan tak beralasan untuk kepergiaan Taehyung, awalnya ia merasa biasa saja. Tapi kalau terus terjadi selama 2 minggu terakhir, bayangkan apa yang dirasakan Jungkook ?
Ia merasa khawatir dan sedikit takut
Apa yang di lakukannya ?
Dengan siapa dia pergi ?
Itulah 2 dari banyak pertanyaan yang berada di benak Jungkook beberapa hari ini
" Apakah hyung harus pergi ? "
" Hm aku harus pergi " Taehyung mengangkat tubuh Jungkook kembali ke posisi semula kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dada
" Aku pergi dulu " Jungkook menatap kepergian Taehyung dengan pandangan tak ikhlas. Namja mungil itu kemudian meraih boneka kelincinya yang berada di ujung ranjang dan memeluknya dengan erat.
.
Unghhh
Lengkuhan kecil keluar dari bibir merah milik Jungkook saat sinar matahari mulai menusuk kelopak matanya. Jungkook mengangkat tangannya menghalangi sinar matahari yang menganggu tidur nyenyaknya. Namja mungil itu sedikit merenggangkan tubuhnya saat merasa kesadarannya mulai terkumpul
Jungkook mengedarkan pandangannya menatap kamar milik Taehyung yang agak berubah karena beberapa barang miliknya yang berada di kamar ini
Maniknya bergulir menatap tempat kosong yang berada di sebelahnya. Tangannya mengelus tempat kosong tersebut seolah – olah merasakan Taehyung masih berada disampingnya. Jungkook mendesah pelan, ia menggigit bibirnya sejenak sebelum kembali memasang wajah ceria miliknya
Jungkook menurunkan kakinya dari ranjang dan berjalan membuka lebih lebar tirai jendela yang sedikit tersikap karena hembusan angin
Jungkook menarik napasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. Senyum manis terpatri di bibirnya untuk mengawali harinya.
Namja mungil itu buru – buru mengambil handphone yang berada di atas nakas saat mendengar benda kesayangannya itu mengeluarkan bunyi pertanda ada telpon yang masuk. Jungkook melihat sejenak nama sang penelpon sebelum mengangkatnya dengan senang
" Hallo eomma " senyum lebar terbentuk di bibirnya saat mendengar suara wanita paruh baya yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri. Seseorang yang sangat menyayanginya sama seperti ibu kandungnya –ibu Taehyung.
" Kerumah eomma hari ini ? um baiklah Kookie bersiap – siap dulu eomma "
" … "
" Ne eomma… Annyeong " Jungkook meletakkan handphonenya di nakas dan segera mempersiapkan dirinya sebelum pergi kerumah mertuanya.
Jungkook menatap penampilannya sejenak di depan cermin sebelum mengangkat kakinya keluar rumah. Tak lupa namja kelinci itu mengabari Taehyung bahwa ia pergi kerumah orang tuanya hari ini.
Jungkook mengunci rumahnya dan berjalan menuju halte terdekat. Manik matanya bergerak ke kanan dan ke kiri menunggu bus yang datang. Jungkook langsung melangkahkan kakinya menaiki bus saat bus sudah berhenti di depannya, dengan tenang ia duduk di bagian belakang menunggu kendaraan umum ini membawanya kerumah orang tua suaminya
.
Jungkook tersenyum membalas senyuman eomma Taehyung saat ia baru melangkahkan kakinya memasuki rumah besar keluarga Kim
Namja itu menghamburkan tubuhnya pada pelukan sang eomma saat wanita paruh baya itu merentangkan tangannya bersiap – siap menerima pelukan dari Jungkook.
Nyonya Kim mengelus surai Jungkook dengan lembut membuat si korban memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang diberikan Nyonya Kim di atas kepalanya. Jungkook semakin mempererat pelukannya guna menghilangkan kerinduan yang di deritanya
" Eomma aku merindukanmu " Jungkook menggesekkan kepalanya di bahu Nyonya Kim membuat wanita itu terkekeh pelan menghadapi tingkah Jungkook. Sebelah tangannya yang menganggur digunakan untuk mengelus punggung menantunya
" Eomma juga merindukanmu sayang. Sangat rindu " Nyonya Kim melepas pelukannya dan mencium kening Jungkook dengan sedikit berjinjit karena perbedaan tinggi mereka. Nyonya Kim tersenyum lembut menatap wajah serta tubuh Jungkook yang nampak sehat dan berisi
" Hm apa anak eomma makan dengan baik selama ini ? " tanya Nyonya Kim sambil menuntun tubuh Jungkook untuk duduk di sofa
Jungkook mengaggukkan kepalanya disertai senyuman imut yang memperlihatkan gigi kelinci miliknya
" Huum aku belajar memasak dari beberapa buku resep yang eomma berikan "
" Oh benarkah ? kalau begitu Kookie harus memasakkan sesuatu untuk eomma, eomma ingin mencoba masakan Kookie "
" Tapi masakanku tidak seenak masakan eomma " Jungkook menggigit bibir dalamnya ragu akan kelezatan makanan yang di buatnya.
" Ah aku tak percaya. Buktinya Taehyungie sekarang terlihat lebih sehat dengan tubuhnya yang agak berisi, tidak terlalu kurus seperti dulu. Mungkin masakan Kookie sangat enak hingga membuat anak eomma betah makan dirumahnya " Jungkook merona mendengar pujian dari ibu mertuanya. Memang benar sih tubuh Taehyung sekarang lebih berisi karena Jungkook terus mencoba membuat makanan – makanan yang sehat agar tubuh Taehyung tak terlalu kurus.
Jungkook terus berbincang dengan Nyonya Kim tanpa menyadari sesosok namja yang memperhatikan interaksi mereka berdua dari lantai 2 rumah ini
Namja itu menuruni satu persatu anak tangga dengan pelan agar tak seorang pun dari keduanya menyadari keberadaannya. Merasa posisinya sudah berada di dekat sofa, namja itu berdehem menarik perhatian Nyonya Kim dan Jungkook
" EHEM "
Kedua manik kelinci itu membulat melihat tubuh Taehyung sudah berdiri di belakangnya. Bibirnya terbuka seolah ingin mengeluarkan sepatah kalimat namun yang keluar hanyalah sebuah udara kosong
" Oh Taehyungie eomma sudah menyiapkan sarapan untukmu nak " Taehyung hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan eommanya. Maniknya tak lepas melihat wajah Jungkook yang terus menatapnya dengan tatapan yang imut menurutnya
" Sampai kapan kau terus membuka mulutmu Kookie ? " Taehyung mencubit pipi kanan Jungkook sebelum melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menyantap sarapan telatnya. Jungkook secara reflex menyentuh pipi kanannya yang dicubit Taehyung. Manik kelincinya mengerjap pelan membuat Nyonya Kim gemas melihat tingkah menantu dan anaknya
' Astaga mereka sangat lucu ' batin Nyonya Kim berbunga – bunga. Oke ayo tingalkan ibu Taehyung berserta sifat fujoshinya ︠.︡
" Jungkook cepat ikut aku. Kau pasti belum sarapan kan ? " teriak Taehyung dari arah dapur membuat Jungkook mengangkat kepalanya dan secara reflex mengaggukkan kepalanya. Nyonya Kim mengusap pipi Jungkook sebelum mengisyaratkan Jungkook untuk mengikuti Taehyung ke dapur
" Tapi aku masih ingin bersama eomma " tolak Jungkook halus
" Makanlah dulu. Eomma menunggumu disini " bujuk Nyonya Kim kepada manantu manisnya
" Huh baiklah eomma " Jungkook mengangkat tubuhnya dan membawanya menuju dapur untuk mengisi perutnya yang sebenarnya sedang berdemo minta diisi. Sesampainya di dapur, ia mendudukkan dirinya tepat di samping Taehyung dan diam beberapa saat membuat Taehyung yang sedang sibuk mengunyah menghentikan kegiatannya
Jungkook mengerucutkan bibirnya lucu menatap wajah Taehyung yang tadi nampak santai saja mengunyah makanannya tanpa menjelaskan sesuatu yang Jungkook pikirkan dari tadi. Matanya menatap sebal sejenak sebelum mengalihkan pandangannya kedepan menatap beberapa macam makanan yang siap disantap di atas meja tanpa minat
Melihat gelagat Jungkook, Taehyung menopang dagunya dan menatap wajah Jungkook dengan bingung.
' Ada apa ? ' pikirnya setelah tak mendapati Jungkook secerewet biasanya
Tak tahan dengan suasana aneh yang tercipta diantara mereka, Taehyung membuka mulutnya mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan yang terjadi
" Ada apa denganmu Kookie ? "
" Kenapa hyung tidak bilang kalau mau kerumah eomma " bibir merah delima itu semakin mengerucut kedepan saat Taehyung hanya menatapnya tanpa menjawab pertanyaannya membuat Jungkook bertambah kesal
" Jawab aku hyung .. " rengek Jungkook
" Hm sebenarnya aku tidak kerumah eomma tapi eomma menelponku dan menyuruhku datang kemari "
Bohong ! kau sudah membohongi istrimu sendiri Taehyung
Namja tampan bermarga Kim itu tersenyum tipis melihat kepala Jungkook yang mengangguk – angguk tanda dia mempercayai perkataannya. Taehyung mengusap surai Jungkook membuat yang lebih mungil kembali menatap wajahnya
" Kau tidak makan ? " Jungkook menggelengkan kepalanya imut menjawab pertanyaan Taehyung
" Ck kau harus makan Jungkook " Taehyung mengambil makanan dari piring dan bersikeras menyuapi Jungkook yang ditolak mentah – mentah oleh namja yang lebih mungil. Tak kehilangan akal Taehyung mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu pada namja mungil itu
" Kalau kau tak mau makan, aku yang akan memakanmu " sontak perkataan Taehyung itu membuat wajah Jungkook memerah hebat. Apalagi namja mungil itu mendengar suara rendah Taehyung yang begitu seksi dengan jelas membuat Jungkook cepat – cepat membuka mulutnya dan memakan sesuatu yang Taehyung suapkan padanya
" Aku tidak mau dimakan. Aku makan saja " cicit Jungkook kelewat polos membuat Taehyung tertawa keras. Tawanya yang begitu keras bahkan membuat Nyonya Kim yang buru – buru menghampiri mereka
" Ada apa ini Taehyung " tanya Nyonya Kim khawatir bila putranya itu melakukan sesuatu yang tidak diinginkan kepada Jungkook
" Tidak eomma " jawab Taehyung masih berusaha mengontrol tawanya
Jungkook ? namja itu mengerucutkan bibirnya sebal melihat tingkah Taehyung. Memangnya ada yang salah dengan ucapannya ?
Manik kelincinya bertubrukan dengan manik mata sang ibu mertua, memohon lewat kilatan matanya untuk menghentikan tawa Taehyung yang membuatnya kesal
Namun bukannya membantu Nyonya Kim malah tertawa pelan melihat tingkah mereka berdua
" Apa yang kau lakukan Tae ? lihat istrimu cemberut disebelahmu " goda Nyonya Kim yang membuat wajah Jungkook semakin memerah
Taehyung mengalihkan pandangannya menatap wajah Jungkook. Tangan besarnya mengusak surai kelam milik namja kelinci itu dengan gemas
" Aku tadi bilang bahwa aku akan memakannya disini eomma. Bagaimana menurut eomma ? " Nyonya Kim mennyeritkan alisnya mendengar ucapan sang anak namun saat ia meneliti wajah yang sedikit mirip dengannya itu menyeringai tipis ia mengerti bahwa Taehyung ingin menggoda Jungkook
" Makan ? umm boleh juga, eomma juga tidak sabar mempunyai cucu hahaha"
" EOMMA~ HYUNGGGG~ " teriak Jungkook kesal. Kemudian yang terdengar hanyalah suara tawa ibu dan anak bermarga Kim yang nampak bahagia
.
Malam ini begitu indah dengan bulan dan ribuan bintang yang bergantung di atas langit yang gelap. Angin malam menerbangkan beberapa helai rambut kelam Jungkook yang sudah tertata rapi
Sebuah kain merah yang menutupi penglihatannya membuat jungkook melangkah dengan pelan dan hati – hati. Telapak tangannya memegang tangan Taehyung yang terus menuntunnya dengan perlahan
" Hyung apakah masih jauh ? " tanya Jungkook setelah merasa berjalan lumayan jauh.
" Sebentar lagi sampai… ah sudah sampai " Jungkook menghentikan langkahnya saat merasa tangan Taehyung sudah tak menuntunnya lagi. Dengan panik namja kelinci itu menggerak – gerakkan tangannya mencari keberadaan Taehyung
" Hyung… hyung "
Jungkook menghentikan pergerakan tangannya saat merasakan seseorang memeluk tubuhnya dari belakang dengan hangat. Jungkook menghembuskan napasnya lega saat mencium aroma tubuh Taehyung dari jarak sedekat ini, wangi yang membuatnya tenang dan relaks
" Hyung …. "
" Sebentar Kookie, aku akan melepaskan ini " Taehyung melepas kain yang menghalangi penglihatan Jungkook dengan pelan dan mendekatkan wajahnya menatap Jungkook yang mengerjapkan matanya memfokuskan pandangannya kedepan
Manik mata kelinci itu membulat melihat pemandangan di depannya. Jungkook merasa terharu, bahkan manik matanya nampak berkaca – kaca sambil memalingkan wajahnya menatap wajah Taehyung yang berada disampingnya
Bukan hal luar biasa yang Jungkook liat. Ia hanya melihat sebuah meja makan dengan 2 kursi yang menjadi pendampingnya. Di atas meja tersebut terdapat beberapa macam hidangan yang menggugah selera. Namun bukan karena itu, Jungkook menitikkan air matanya menatap tulisan yang terbentuk dari beberapa tangkai bunga mawar merah yang tersusun rapi dan terlihat sangat cantik di bawah pancaran sinar lilin – lilin yang ada di sekitarnya
" Hyung ini .. "
" Ini untuk perayaan anniversary kita " ucap Taehyung dengan senyuman yang melekat dibibirnya.
Jungkook menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Taehyung. Tangan mungilnya meremas pakaian Taehyung meluapkan kebahagiaannya. Air mata kebahagiaan tak bisa dibendungnya lagi membuat pakaian Taehyung juga basah akibat air matanya
" Hyung aku bahagia " ucap Jungkook disela – sela tangisannya.
Taehyung tersenyum kecil menghadapi tingkah Jungkook, tangannya bergerak mengelus surai kelam milik namja manis itu
" Aku bersyukur bila kau menyukainya Kookie "
Jungkook mendongakkan wajahnya menatap wajah Taehyung. Garis bibirnya tertarik keatas membuat senyum manis yang membuat jantung Taehyung berdebar – debar
" Aku selalu menyukai semua yang kau lakukan padaku hyung " telapak tangan Jungkook bergerak mengusap pipi Taehyung dengan lembut. Kedua obsidian itu saling bertubrukan menyampaikan perasaan mereka masing – masing
Jungkook yang sangat mencintai Taehyung
Dan Taehyung yang mulai mencintai Jungkook
Kedua anak adam yang saling membalas kasih setelah melewati jalan yang sulit
" Hyung aku mencintaimu " Jungkook memeluk erat tubuh Taehyung. Tangan mungilnya mencengkram erat pakaian Taehyung menyalurkan kebahagiaan yang meluap – luap dihatinya
' Aku pikir ini memang terlalu cepat. Tapi aku sudah yakin dengan perasaanku Kookie '
" Aku juga mencintaimu " kata itu begitu lancar terucap di bibir Taehyung. Jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat membuat jungkook yang bersandar di dadanya dapat mendengarnya dengan jelas. Teramat jelas malah
Lalu apakah ini hasil yang Jungkook peroleh setelah menghadapi Taehyung dengan semua kesabaran dan kelembutannya
Apakah ini adalah ujung kebahagiaannya ?
Jungkook berharap jawabannya adalah iya. Karena ia tak mampu menggambarkan seperti apa kebahagiaan itu tanpa Taehyung disisinya
Hanya Taehyung dan Taehyung yang bisa membuatnya seperti ini
Taehyung menggiring tubuh Jungkook mendekati meja yang sudah disiapkannya. Tangannya melepas pelukan Jungkook dan menyuruh namja itu untuk duduk di kursinya lewat tatapan matanya
" Hyung apa kau yang menyiapkan semua ini ? " tanya Jungkook saat ia baru mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di depan Taehyung. Manik kelincinya menatap penasaran wajah Taehyung yang seolah – olah menimang jawabannya
" Hm iya, tapi aku sedikit mendapat bantuan dari eomma " jawab Taehyung jujur. Manik tajamnya menatap wajah Jungkook yang sangat menawan dibawah cahaya bintang malam ini
Taehyung tersenyum tipis membalas senyuman Jungkook. Tangannya menggenggam tangan yang lebih mungil dengan erat dan penuh kasih
" Hyung malam ini sangat indah " Jungkook mendongakkan wajahnya menatap langit yang penuh bintang dengan bulan purnama yang juga bersinar terang
Jungkook menarik garis bibirnya keatas membentuk senyum yang menawan.
" Jungkook-ah "
" Ne hyung ? " namja mungil itu mangalihkan pandangannya saat Taehyung menyebut namanya dengan lembut. Dadanya berdetak berkali lipat dan rona merah kembali menjalari pipinya tanpa malu. Angin malam itu menerbangkan surai kelam milik Jungkook membuat Taehyung semakin terpesona pada sosok manis di depannya.
" Sebenarnya hyung punya kejutan lain "
Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menatap Taehyung dengan penasaran. Kedua bola matanya membesar membuat wajah manis itu semakin manis
Taehyung mencubit pipi Jungkook gemas. Tubuhnya bergerak tanpa ia perintahkan mendekati tubuh Jungkook dan mencium pipi mulus anak itu. Taehyung kembali mendudukkan dirinya didepan Jungkook sambil memperhatikan wajah namja manis itu
" Hyung~ " rengek Jungkook sambil memukul lengan Taehyung pelan
" Aku malu " lanjutnya dengan suara lirihnya. Taehyung tersenyum mendengar ucapan Jungkook. Sungguh istrinya ini benar – benar polos dan lucu
" Tidak ada yang melihatnya Kookie "
" Tetap saja aku malu~ " Jungkook mengusap – usap pipinya yang terasa panas. Manik bulatnya tetap menatap Taehyung dengan penasaran
" Hyung apa kejutannya ? " tanya Jungkook tak sabaran
" Makan dulu Kookie. Lihat… semua makanan ini tak akan enak bila dingin " ucap Taehyung mengalihkan pembicaraan mereka membuat Jungkook mencebikkan bibirnya
" Baiklah. Tapi janji hyung harus memberitahuku " Jungkook menatap Taehyung serius dan ditanggapi anggukan ringan oleh Taehyung
" Hm "
Jungkook menghabiskan makanannya dengan tenang sesekali manik matanya menatap wajah tampan Taehyung yang sedang menikmati makanannya juga. Jungkook menggigit bibir bawahnya, dalam otaknya ia terus memikirkan kejutan apa yang Taehyung berikan untuknya.
Tapi apapun kejutan itu Jungkook pasti menyukainya toh apapun yang diberikan Taehyung padanya, Jungkook selalu menerimanya tanpa banyak protes
Hm tipe pasangan yang begitu penurut. Itulah Jungkook
" Apa kau sudah selesai ? " tanya Taehyung saat mendapati Jungkook melamun sambil memainkan sendok diatas makanannya yang tinggal sedikit.
Jungkook yang mendengar suara Taehyung segara tersadar dan mengagguk pelan menjawab pertanyaan namja tampan itu
" Aku sudah kenyang hyung " Jungkook menepuk – nepuk perutnya mengisyaratkan bahwa perutnya sudah penuh dengan makanan. Bibir merahnya tersenyum lebar menerima usapan di kepalanya dari tangan Taehyung
" Hm pintar "
" Jadi sekarang mana kejutannya .. " tanya Jungkook tak sabaran. Taehyung yang mendapat tagihan seperti itu menyeringai kecil sebelum mencium bibir ranum milik Jungkook
" Belum saatnya. Nanti kau juga tahu Kookie "
" Ck kau menyebalkan hyung " Jungkook berdiri hendak meninggalkan Taehyung menuju karpet merah yang terbentang luas diatas rerumputan yang mungkin disiapkan oleh Taehyung namun langkahnya terhenti saat Taehyung mencekal tangannya
" Ingin kemana ? "
" Hm duduk disana " tunjuk Jungkook tanpa menatap wajah Taehyung. Jungkook masih kesal oke… Jadi tolong pahami
Taehyung melepas cengkraman tangannya dan ikut berdiri menghampiri Jungkook yang sudah lebih dulu mendudukkan tubuhnya diatas karpet sambil memandang langit diatasnya
Taehyung mendudukkan dirinya disamping jungkook. Tangannya merengkuh pinggang namja yang lebih kecil untuk merapatkan tubuh mereka
Jungkook menyandarkan kepalanya pada pundak Taehyung, melupakan acara kesalnya tadi. Namja kelinci itu begitu menikmati saat – saat berdua seperti sekarang ini
" Hyung aku… "
" Jungkook-ah " potong Taehyung membuat Jungkook tak melanjutkan kalimatnya
" Iya hyung ? "
" Apa kau ingin liburan ? " Jungkook menegakkan tubuhnya menatap wajah Taehyung yang begitu dekat dengannya. Maniknya menatap manik Taehyung dengan bingung
" Liburan hyung ? "
" Iya " Jungkook mengetukkan jarinya pada dagu tanda berpikir, tak lama kepala bersurai kelam itupun mengagguk menjawab pertanyaan Taehyung
" Hm baiklah. Ayoo minggu depan kita Honeymoon "
" Hahh apa … "
.
.
.
TBC
Balas review
ismisofifia : huwee rate m t.t gak bisa bikinnya tapi ntah kalo kerasukan setan mesum bisa juga ada di chap terakhir wkwkwk
cluekey6800 : heh hoseok ada pasangannya kok. kan hoseok calon suami :v
lunch27 : lah kenapa dijambak ? taetae kan udah baik e,e
komomiki21 : sama, suka greget juga *.* doh kuki anak siapa yak. boleh kali dibawa pulang ngeheheheh
hwahahah gabisa banyak bales review. Bingung mau bales apa e.e
banyak banget yang ngereview sampe terbang
ahh bahagia banget lah pokoknya. Yang namanya belum nyempil boleh kok protes ntar aku tulis/? Wkwkwk
huwaa makasih buat semua reader aku *ciumin .gg
Tunggu chap selanjutnya ya… *kiss and hug
Bye bye
Big Thank's to
[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia] [park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597] [Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso] [TyaWuryWK] [kookievita99] [akmy] [VkookKookV] [El JungTae99] [parkyounghae] [chyper69] [Suni380] [ulyalenivk3001][michaelchildhood] [junghoney17] [ainiajkook] [vkimtae] [yxnghua] [cookiesnyamphi][taehyungkece] [cookiesnyamphi] [JeonJeonzKim] [Yuri Ta Kookie 21] [] [kyuminmi][cluekey6800] [VampireDPS] [El YienJin422] [YM424] [Park Rinhyun-Uchiha] [Jung Hae Joo] [Syupit] [Shanaxkim] [YM424] [Bulletproof RedRose] [Li3dyanssyahwa] [Amalia462] [Cheryl894] [XiayuweLiu] [Wijayanti682] [Xihanvi947] [Suni Mozaa] [frezee vkook] [Richie Agatha Jr] [Phcxxi] [Rie Chocolatos] [Hastin99] [Zee] [KyungHyunSung] [kimiyukifernand] [Khasabat04] [wijayanti628] [chryperz0130] [Park Rinhyun-Uchiha] [Strawbaekberry] [ByunBaekh614] [exoinmylove] [taekookisreal] [Homin lover] [XiayuweLiu] [Sinta669] [Yijoongie Park] [Bulletproof RedRose]
