" Jungkook-ah " potong Taehyung membuat Jungkook tak melanjutkan kalimatnya
" Iya hyung ? "
" Apa kau ingin liburan ? " Jungkook menegakkan tubuhnya menatap wajah Taehyung yang begitu dekat dengannya. Maniknya menatap manik Taehyung dengan bingung
" Liburan hyung ? "
" Iya " Jungkook mengetukkan jarinya pada dagu tanda berpikir, tak lama kepala bersurai kelam itupun mengagguk menjawab pertanyaan Taehyung
" Hm baiklah. Ayoo minggu depan kita Honeymoon "
" Hahh apa … "
.
.
Chapter 12
.
.
Jungkook mengerjapkan matanya mendengar ucapan Taehyung. Memiringkan kepalanya kekanan, jungkook dengan kedua mata bulatnya menatap Taehyung dengan bingung dan sedikit membuka kedua belah bibirnya
Ekspresi yang sangat menggemaskan membuat Taehyung ingin memakan kelinci polos di depannya saat ini juga
" Hyung kita Honeymoon. Benarkah ? " tanya Jungkook tak percaya
Taehyung mengganggukkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan Jungkook. Manik matanya masih memperhatikan wajah kelinci manisnya
" Kapan ? dimana ? berapa lama hyung ? apa kita ke pantai atau ke pedesaan ? apa kita keluar negeri atau bagaimana ughh aku …. "
Cupp
Taehyung membungkam mulut mungil Jungkook dengan bibirnya saat namja manis itu tak berhenti bertanya. Namja pemilik marga Kim itupun menjauhkan bibirnya saat melihat kedua bola mata itu membesar. Taehyung tersenyum kecil, tangannya bergerak mengusap pipi berisi milik Jungkook dengan lembut
" Bertanya nya satu – satu Kookie "
Jungkook menundukkan wajahnya malu. Namja manis itu menggigit bibir bawahnya saat dirasa Taehyung terus menatapnya
" Tidak jadi bertanya hm ? " goda Taehyung sambil memainkan jarinya dipipi mulus Jungkook
" Jadi ! " Jawab jungkook setelah mengangkat wajahnya dengan cepat membuat kedua manik itupun bertubrukan
" Jawab pertanyaanku hyung~ " Jungkook mengerjapkan matanya menatap Taehyung dengan pandangan memohon miliknya
Tangannya bergerak menggenggam jemari Taehyung yang bermain di pipinya
" Hyung jawab ! "
" Baiklah, tapi aku tak bisa menjawab semua pertanyaanmu Kookie "
" Yahhh Kenapa ? " tanya jungkook kecewa
" Karena semua itu kejutan. Kau akan tahu nantinya " Taehyung menampilkan smirk tipisnya saat melihat wajah merengut didepannya
" Aish hyung selalu menyebalkan " Jungkook membalikkan tubuhnya membelakangi Taehyung. Bibir delimanya mengerucut beberapa senti kedepan. Kedua tangannya melipat didadanya menunjukkan bahwa namja kelinci itu benar – benar marah. Ahh atau bisa dibilang merajuk
Taehyung menarik garis bibirnya keatas. Telunjuknya menusuk – nusuk pinggang Jungkook dengan jail membuat namja yang kini menyandang marga Kim itu merasa tak nyaman
Jungkook menampik tangan Taehyung yang terus bermain – main dipinggangnya. Ingat ! ia masih marah oke
" Hyung jangan ganggu aku ! " Jungkook memukul tangan Taehyung yang malah meraba – raba perutnya membuat jungkook kegelian
" Hyung~~ " rengek Jungkook manakala tangan Taehyung menyelinap masuk kedalam kaos yang dikenakannya
Jungkook membalikkan badannya menatap wajah Taehyung yang menyebalkan –menurutnya. Namja itu memberi deathglare terbaiknya kepada Taehyung yang dianggap hanya salah satu ekspresi menggemaskan milik Jeon Jungkook –ah tidak Kim Jungkook yang kumaksud
Taehyung terkekeh pelan membuat Jungkook termangu didepannya.
Pipinya entah mengapa terasa panas hanya melihat namja di depannya tertawa. Oh sebegitu parahkan pesona seorang Kim Taehyung sampai tawanya saja membuat Jungkook merona. Entahlah hanya Jungkook dan tuhanlah yang tahu. Dan kurasa kalian yang memahami perasaan jungkook pasti mengerti
" Hyung aku malu~ " jungkook menyelinapkan wajahnya diperpotongan leher Taehyung. Jungkook benar – benar malu saat ini dan entah mengapa bersembunyi dibahu Taehyung adalah pilihannya
" Jadi.. Kookie ingin kemana ? " Taehyung mencoba memancing Jungkook untuk mengatakan keinginannya. Namja itu dengan sabar menanti jawaban dari bibir Kungkook
" Aku ingin kepantai hyung. Melihat lautan yang luas membuatku tenang dan lagi aku ingin melihat matahari terbenam bersamamu " suara Jungkook melirih diakhir. Jungkook semakin membenamkan wajahnya diantara bahu dan leher Taehyung. Menghirup aroma khasnya yang menjadi favorite untuk jungkook
Taehyung tersenyum tipis mendengar jawaban Jungkook, ia sudah menduga namja manis itu akan memilih pantai sebagai tujuan honeymoon mereka. Tak masalah dimanapun tempatnya Taehyung akan mengiyakan permintaan namja kelinci itu
" Jadi Kookie ingin ke pantai ? " tanya Taehyung memastikan
" Ne hyung " jawab Jungkook ragu
" Baiklah kita ke pantai " Jungkook menjauhkan wajahnya dari bahu Taehyung. Manik bulatnya menatap tak percaya
" Benarkah hyung ? "
" Hnn " jawab Taehyung singkat sambil menganggukkan kepalanya
" Terima kasih hyung " Jungkook memeluk tubuh Taehyung dengan erat, ia membenamkan wajahnya di dada bidang Taehyung. Sedangkan Taehyung dengan senang hati menerima pelukan itu. Tangannya bergerak mengelus surai kelam Jungkook dengan sayang
Hembusan angin malam menerbangkan beberapa anak rambut milik mereka berdua. Bulan dan bintang seolah ikut merasakan kebahagiaan yang tercipta dengan memancarkan sinarnya secara maksimal untuk kedua anak adam tersebut
Cinta. Sebuah kata sederhana yang bisa membuat seluruh manusia merasa baik – baik saja walaupun melewati berbagai duri untuk mendapatkannya
.
.
Kesan pertama Jungkook pada tempat ini adalah luar biasa.
Vaadhoo adalah pulau yang sangat indah dengan lautan yang begitu bening. Mengundang Jungkook untuk segera menanggalkan kaosnya dan berenang disana
Jungkook berlari kecil menuju bibir pantai meninggalkan sang suami yang berada dibelakangnya. Tanpa mengetahui apa yang dirasakan sang suami namja mungil itu malah asik dalam dunianya sendiri
Sedangkan Taehyung, namja itu menatap punggung Jungkook dengan pandangan yang sulit diartikan
Punggung kecil yang membuat Jungkook terlihat tegar menghadapi dirinya. Tubuh mungil yang juga menjadi korban melampiasan kemarahannya
Taehyung tahu ia begitu jahat pada Jungkook. Pada sosok namja baik hati yang mencintainya dengan tulus. Pada sosok yang selalu ada disampingnya walaupun ia tak pernah menganggapnya
Taehyung merasa berdosa akan perbuatannya. Apakah ia bisa menebus semua itu ?
" Hyung " usapan lembut dipipinya menyadarkan Taehyung dari dunianya. Entah sejak kapan namja itu sudah ada didepannya, Taehyung benar – benar tak menyadarinya. Matanya menatap wajah Jungkook yang menampilkan senyum khas yang menampakkan gigi kelincinya.
Sungguh manis. Kenapa Taehyung tak menyadarinya dari dulu ?
" Hyung kenapa diam saja ? " tanya Jungkook saat melihat sang suami hanya berdiam diri dibelakangnya, untuk itulah namja manis itu berbalik menghampiri suami tampannya
" Hyung sedang memikirkan sesuatu "
" Apa itu hyung ? " Jungkook memiringkan kepalanya menatap Taehyung dengan penasaran
" Bukan sesuatu yang penting "
Huh ..
Jungkook mendesah pelan mendengar jawaban Taehyung yang tak diharapkannya. Jungkook menghentakkan kakinya sejenak sebelum berbalik meninggalkan Taehyung
Kaki mungilnya berjalan mendekati bibir pantai. Dinginnya air laut dapat dirasakan Jungkook dari kaki telanjangnya. Jungkook berjalan semakin jauh hingga air laut itu membasahi lututnya. Tangannya bergerak ceria memainkan air asin tersebut tanpa menyadari sosok lain yang terus memperhatikannya
Taehyung menatap semua kegiatan Jungkook dari kejauhan, tak ada niatan untuk menyusul istrinya yang sedang asik bermain di depan sana. Menurutnya memperhatikan Jungkook seperti ini membawa kesenangan tersendiri bagi Taehyung. Bagaimana ia bisa memperhatikan tubuh itu dengan leluasa. Gerak tubuhnya, ekspresi wajahnya bahkan hal – hal lucu yang dilakukan Jungkook tanpa sadar
Semua itu membuat Taehyung bahagia
Taehyung mengarahkan kamera yang tergantung di lehernya untuk membidik objek indah didepannya. Lensa kameranya fokus membidik berbagai pose indah sang istri
Taehyung mengangkat garis bibirnya membentuk senyum yang tulus. Maniknya memperhatikan tubuh Jungkook tanpa bosan
Menggerakkan kakinya, Taehyung berjalan mendekati bibir pantai. Kaki telanjangnya dapat merasakan pasir lembut serta dinginnya air laut. Taehyung berjalan semakin mendekat, mengikis jarak tubuhnya dengan tubuh mungil Jungkook
Seringai jail tercetak dibibirnya saat sebuah ide melintas dikepalanya.
" Ahhh " Jungkook tersentak kaget saat air laut membasahi baju yang dipakainya. Tubuh kecilnya berbalik menatap tajam namja yang sedang memamerkan senyum kotaknya padanya. Jungkook mendengus kesal, kepalan tangannya memukul dada Taehyung dengan brutal
" Aish hyung menyebalkan ! lihat bajuku basah hyung~ " Jungkook mengerucutkan bibirnya kesal. Manik kelincinya menatap Taehyung tajam yang dibalas senyum tipis oleh namja didepannya
" Kenapa tertawa eoh ?! " taehyung menggelengkan kepalanya polos. Bila jungkook berada didunia anime yang disukainya, mungkin kepalanya sudah mengeluarkan asap dari tadi
" Ck " Jungkook melangkahkan kakinya sedikit kesusahan meninggalkan Taehyung namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan menggenggam pergelangan tangannya -tangan milik Taehyung
Grebb
Taehyung memeluk tubuh Jungkook membuat punggung namja itu menempel pada dadanya (kameranya taehyung ada dipunggung. Ngerti kan ? ). Kedua tangannya melingkari perut Jungkook dengan kepalanya yang berada dipundak Jungkook, menatap ekspresi sebal istrinyanya dari samping
' Tetap cantik ' pikir Taehyung
" Ck hyung lepaskan " Jungkook berusaha melepaskan lingkaran tangan Taehyung pada perutnya. Tangan mungilnya terus berusaha melepas tangan Taehyung yang semakin erat melingkari perutnya.
Hahh~
Jungkook mendesah pelan. Ia tahu usahanya akan berujung sia – sia karena kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan namja yang sedang memeluknya saat ini
" Baiklah, terserah hyung mau melakukan apa " ucap Jungkook menyerah
Taehyung mengembangkan senyumnya. Ia memainkan jemarinya diperut Jungkook yang masih kaos tipis berwarna biru. Taehyung memutar – mutar telunjuknya dipusar Jungkook membuat namja itu menggeliat didalam pelukannya
" Hyung geli~ " lirih Jungkook. Mata kelincinya sibuk memperhatikan jari Taehyung yang bermain – main diperutnya
" Hyung henti… ahhh " ucapan Jungkook terhenti kala Taehyung menggigit pundaknya dengan lembut. Jungkook dapat merasakan lidah Taehyung yang sibuk menjilati bagian pundaknya yang terekspos.
Jungkook menggigit bibir bawahnya menahan suara yang keluar dari bibirnya. Manik kelincinya sibuk menatap sekitar takut – takut ada orang yang melihat kegiatan mereka
" hyung~ mm " Jungkook menepis tangan nakal taehyung yang hampir menyentuh selangkangannya. Namja bersurai kelam itu langsung membalikan tubuhnya dan memeluk tubuh Taehyung dengan erat. Wajahnya yang memerah ia sembunyikan didada bidang milik suaminya
" Hyung aku malu " cicit Jungkook pelan. Dadanya berdebar – debar entah karena apa.
Taehyung yang melihat tingkah jungkook menggerakknya tangannya mengelus surai kelam namja itu. Obisidannya dapat melihat kedua telinga Jungkook yang memerah
" Hyung ayo kepenginapan, aku lelah "
Taehyung mengartikan hal lain atas ucapan Jungkook. Bibirnya membentuk seringai tipis sebelum menggendong tubuh Jungkook ala bridal style
" Yakk hyungg " Jungkook buru – buru mengalungkan tangannya pada leher Taehyung. Manik kelincinya menatap wajah Taehyung yang begitu dekat dengannya. Jungkook sedikit mengangkat wajahnya. Bibirnya mengecup pipi Taehyung kilat sebelum menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Taehyung
Kembali. Senyum terlukis dikedua belah bibir Taehyung. Entah kenapa berada dibelah Jungkook membuat Taehyung sangat mudah tersenyum
.
Jungkook berbaring telungkup diranjangnya. Matahari sedang terik – teriknya berada dipuncak membawa hawa panas yang begitu ketara. Namun cuaca panas ini tak membuat jungkook kehilangan semangatnya, walaupun namja itu ada dikamar bibirnya terus bergerak mengucapkan ribuan kata untuk seseorang diseberang sana
" Eomma tahu tempat ini indah sekali ? "
" Benarkah ? wahh eomma jadi penasaran " Jungkook terkekeh pelan. Maniknya sibuk menatap layar handphonenya yang menampilkan sosok wanita paruh baya
" Iya, kapan – kapan kita harus liburan kesini beramai – ramai " wanita diseberang yang merupakan ibu Taehyung tersenyum tipis. Bisa dilihat, walaupun terhalang jarak dan waktu wanita paruh baya itu ikut bahagia bersama Jungkook
" Ahh kurasa eomma harus memutuskan sambungan kita Kookie. Appa Taehyung sudah datang. Jangan lupa membuat cucu untuk eomma ya~ "
Nyonya Kim mengedipkan matanya sebelum menutup video call mereka dan tak sempat melihat wajah Jungkook yang memerah bak kepiting rebus
Jungkook menatap layar handphonenya yang menghitam. Tubuhnya berguling – guling diatas kasur bingung akan melakukan apa. Menunggu Taehyung yang sedang mandi membuatnya merasa bosan. Jungkook menatap langit – langit kamar yang disewa Taehyung untuk mereka berdua selama seminggu kedepan dengan pandangan menerawang
" Ahh Ibu " girang Jungkook saat menemukan seseorang yang bisa dihubunginya untuk menunggu Taehyung. Tanpa babibu Jungkook langsung menelpon nomor Ibunya. Setelah menunggu beberapa detik, suara lembut terdengar di telinganya. Suara seorang wanita yang selalu merawatnya hingga tumbuh seperti sekarang ini
" Ibu " suara Jungkook bergetar. Sudah lama ia tak menghubungi Ibunya dan saat mendengar suara wanita itu Jungkook merasa rindu. Rasanya ia ingin segera pulang dan tenggelam dalam pelukan sang Ibu. Pelukan yang selalu membuatnya nyaman sebelum Taehyung datang dalam kehidupannya
" Ibu aku merindukanmu " seseorang yang berada diseberang sana tersenyum dengan amat lembut khas seorang Ibu yang sedang menatap wajah anaknya. Walaupun pada kenyataannya sepasang Ibu dan anak itu tidak saling menatap muka.
" Ibu juga " ucap sang Ibu dengan suara khasnya. Jungkook menggenggam erat handphone yang digenggamnya. Manik matanya ternodai oleh air mata yang siap meluncur kapan saja. Jungkook menggigit bibirnya tak ingin sang Ibu mengetahui bahwa saat ini dia sedang menangis
" Bagaimana kabarmu Kookie ? Taehyung juga, kalian baik – baik saja kan ? "
Jungkook menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan sang Ibu.
" Jungkookie "
" Ahh ne. kami baik – baik saja ibu " Jungkook memukul kepalanya merasa bodoh saat ia hanya mengganggukkan kepalanya seolah Ibunya yang berada diseberang sana dapat melihat
" Ibu bagaimana ? "
" Baik selalu baik. Ibu hanya merindukan kelinci kecil ibu. Disini terasa sepi tanpanya " Jungkook semakin menggigit bibirnya. Isakan lirih terdegar walaupun ia sudah berusaha meredamnya
Greb
Pelukan di tubuhnya membuat Jungkook tersentak. Jungkook menatap kesamping menemukan wajah Taehyung yang masih dihiasi beberapa tetes air. Tangannya yang tidak memegang handphone bergerak mengusap wajahnya
" Siapa Kookie ? " tanya Taehyung pelan saat mengetahui Jungkook sedang menelpon seseorang
" Ibuku " Jungkook tersenyum tipis menjawabnya. Kemudian namja itu kembali fokus kedalam percakapannya dengan sang ibu tercinta
" Ibu tenang saja. Kookie pasti pulang, nanti Kookie mengajak Tae hyung " Taehyung menatap wajah Jungkook yang nampak sendu. Tangannya bergerak mengusap surai kelamnya
" Apa Taehyungie disampingmu ? " tanya sang Ibu
" Iya Ibu "
" Bisa berikan telpon ini padanya. Ibu ingin berbicara " Jungkook menyerahkan handhonenya pada Taehyung yang diterima dengan bingung, namun Taehyung tetap menerimanya dan menempelkan layar datar itu di telinganya. Jungkook menghapus air matanya. Tubuh mungilnya bergerak mendekati Taehyung dan memeluk tubuh pemuda itu dengan erat
" Iya Ibu ? "
" Bagaimana kabarmu nak ? meskipun Jungkook sudah mengatakan baik – baik saja tapi Ibu tak puas sebelum mendengar jawaban langsung darimu " Taehyung mengalihkan pandangannya menatap tubuh mungil Jungkook yang memeluknya dengan erat.
" Aku baik – baik saja Bu, Jungkook juga " jawabnya pelan
" Ibu berdoa kalian selalu bahagia. Taehyung-ah bisakah ibu meminta sesuatu "
" Iya apa itu ibu "
" Tolong jaga jungkook. Dia adalah anak ibu yang paling berharga, sayangi dia dan bahagiakan dia. Apa permintaan sederhana ibu ini bisa kau wujudkan " suara lembut serta lirih ibu Jungkook membuat sesuatu dalam diri Taehyung bergetar dan mengabulkan hal itu. Bukan karena sang ibu melainkan karena sosok namja mungil itu sendiri.
" Baiklah, Ibu bisa percayakan dia padaku "
" Terima kasih Taehyung-ah " setelah mengatakan kalimat itu sambungan terputus. Taehyung menaruh handphone milik Jungkook di nakas. Tangannya mengelus helaian surai kelam membuat sang pemilik sedikit mendongakkan kepalanya
" Ibu sudah mematikannya ? " tanya Jungkook pelan
" Aku merindukannya hyung "
Setelahnya yang terjadi adalah lengan Taehyung yang menenggelamkan tubuh Jungkook dalam pelukannya. Seharian mereka hanya berbaring di atas tempat tidur tanpa niatan keluar dan menikmati pemandangan pantai yang amat disukai Jungkook
Berbaring seharian dengan istrimu yang selalu ada didekapanmu tidak salah bukan. Malah terkesan menyenangkan bagi Taehyung
.
Tak terasa sudah 6 hari mereka berada disini. Besok saat matahari kembali pada perpaduannya mereka berdua harus pergi meninggalkan tempat indah ini. Jungkook maupun Taehyung begitu menikmatinya. Semua yang berada disini membuat mereka benar – benar terkesan
Jungkook mengeratkan pelukannya pada tubuh Taehyung
Saat ini malam. Angin berhembus menerpa tubuh keduanya. Jungkook menenggelamkan wajahnya pada punggung kokoh Taehyung. Namja manis ini menggesekkan hidungnya bersikap manja pada tubuh didepannya
" Apakah kau kesini hanya untuk memelukku hm ? bukankah kau sangat tertarik dengan lautan bercahaya itu " sindir Taehyung saat dirasa Jungkook hanya diam saja tanpa berceloteh ini dan itu tentang pantai yang bercahaya sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini
Jungkook menggesekkan kepalanya kembali sebelum melangkah dan berhenti tepat didepan Taehyung. kedua mata bulatnya menatap Taehyung dengan sebal
" Aku kan ingin menikmati waktu berdua dengan hyung sambil menikmati pemandangan itu. Tanpa ocehanku agar tampak romantic. Ehhhh " Jungkook segera menutup mulutnya saat menyelesaikan kalimatnya. Namja mungil itu buru – buru membalikkan badan menghadap pantai, dan berjalan agak menjauh memunggungi Taehyung. Jungkook sungguh merutuki mulutnya yang asal ceplos. Kini wajah namja manis itu terasa terbakar karena malu
Taehyung berjalan mendekati Jungkook. Tangannya bergerak menarik pinggang namja manis dan membalikkan tubuhnya menghadap Taehyung
" Ohh jadi Jungkookie ingin seperti itu ? " tanya Taehyung jail. Kepala bersurai ruby itu mendekati wajah Jungkook membuat wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti.
Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali menatap wajah Taehyung yang begitu dekat. Maniknya bergerak menelusuri wajah Taehyung hingga berhenti di bibir pemuda itu. Entah kenapa Jungkook sangat ingin menyentuhnya dan keinginannya terkabul saat tangannya yang bergerak tanpa perintah menyentuh bibir tebal itu
Taehyung menatap mata Jungkook dalam saat namja itu mendaratkan telunjukunya dibibirnya. Dengan iseng Taehyung mengecup serta menjilat jari tersebut membuat sang pemilik tersadar dan segera menarik jarinya
" Ughh hyung aku tidak bermaksud.. eung " Jungkook menggerakkan bola matanya kesana – kemari menghindari tatapan Taehyung yang membuat jantungnya berdebar
Taehyung menangkup kedua pipi Jungkook dan memaksa namja kelinci itu untuk menatap matanya. Dengan sedikit gugup, Jungkook membalas tatapan Taehyung. Manik beningnya dapat melihat manik mata Taehyung yang memantulkan wajahnya
" Jungkookie sepertinya aku benar – benar mencintaimu " ungkap Taehyung secara gamblang membuat Jungkook tak dapat menahan rona wajahnya
Jungkook menggigit bibir bawahnya menahan senyumannya. Jungkook selalu menyukai pernyataan cinta Taehyung kepadanya. Itu merupakan kebahagiaan terbesar dalam hidupnya
" Terima kasih sudah mencintaiku hyung. Aku juga mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu " Jungkook tak tahu mengapa ia begitu gampang mengucapkan cintanya. Tanpa ragu, tanpa gugup. Terlihat dari pancaran maniknya yang begitu yakin, sungguh – sungguh serta tulus
Taehyung tak dapat menahan senyumannya. Bibir tebalnya mendarat dipermukaan pipi mulus Jungkook. Mencium kedua pipi namja manis itu dengan sayang
" Terima kasih telah menungguku dan tidak pernah meninggalkanku " ucap Taehyung tulus. Kedua dahi mereka sudah saling tertempel menyebabkan Taehyung maupun jungkook dapat merasakan hembusan napas pasangannya
Jungkook tersenyum amat manis. Tangan mungilnya mencengkram lengan Taehyung lembut meluapkan sesuatu yang begitu mendebarkan didadanya
Kemudian tanpa menunggu waktu yang lama, kedua belah bibir mereka saling bertemu. Menghantarkan kehangatan di tengah angin yang menerpa tubuh mereka berdua.
Taehyung menarik pinggang Jungkook mendekat. Tangan satunya ia gunakan untuk menekan kepala anak itu untuk memperdalam ciuman mereka
Jungkook memejamkan matanya. Dirinya hanya memajamkan matanya saat taehyung melumat bibirnya bahkan sesekali namja itu menggigit bibir mungilnya menyebabkan erangan lolos dari kedua belah bibirnya. Taehyung langsung melesatkan lidahnya saat bibir Jungkook terbuka. Menjilat serta mengabsen gigi – gigi namja manis tersebut
" Eunghh " Jungkook mengalungkan tangannya pada leher Taehyung saat dirasa kakinya mulai melemas. Bibirnya bergerak kaku membalas setiap ciuman Taehyung diatas bibirnya.
Taehyung melepaskan ciuman mereka setelah Jungkook memukul dasanya tanda bahwa namja kelinci itu kehabisan napas.
Taehyung memang melepaskan ciuman mereka tapi ia masih mendekatkan wajahnya pada wajah manis Jungkook. Manik matanya meneliti wajah Jungkook yang nampak seksi dengan bibir agak tebal –efek lumatannya– dan sedikit terbuka demi meraup oksigen sebanyak – banyaknya
Jungkook membuka matanya perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah suaminya yang amat tampan sedang memperhatikan … ahh apakah Jungkook salah bila ia mengatakan kalau Taehyung memperhatikan bibirnya
" Hyung " Jungkook memanggil taehyung yang tak digubris sama sekali oleh namja didepannya. Beberapa kali ia memanggil Taehyung yang entah melamunkan apa sambil-menatap-bibirnya-intens. Ugh Jungkook malu mengakuinya. Namja mungil itupun mencubit pinggang Taehyung membuatnya mengaduh
" Akhh sakit Jungkook " Jungkook nyengir tanpa dosa saat Taehyung menatapnya agak tajam.
" Hehehe maaf hyung "
Kemudian Jungkook melepaskan diri dari pelukan Taehyung. Tangannya menarik tangan Taehyung dan berlari kecil mendekati bibir pantai
Jungkook ingat awal tujuan kesini untuk melihat fenomena 'The Sea Of Star'. Dimana setiap ombak datang dan menghasilkan riak air, maka cahaya biru dan hijau terang benerang menghiasi bibir pantai pulau ini.
" Kau menyukainya ? " tanya Taehyung saat mengamati wajah berbinar milik Jungkook. Namja manis itu memainkan tangannya dalam air menyebabkan air laut itu mengeluarkan cahaya yang indah
" Suka Hyung. Suka sekali " Jungkook menjawabnya tanpa mengalihkan pandangannya menatap Taehyung. Terlalu larut dengan kegiatannya hingga ia melupakan eksistensi taehyung
Taehyung hanya terdiam. Menatap semua kegiatan jungkook tanpa niat mengganggunya.
Biarkanlah malam ini ia membiarkan Jungkook bermain sendiri. Nanti saat mereka pulang kepenginapan Taehyung akan memberi sedikit hukuman kecil untuk kelinci nakal itu
Smirk tipis terpasang dibibir Taehyung saat rencana – rencana itu menghinggapi kepalanya
.
" Ah hyung aku lelah " Jungkook langsung merebahkan tubuh mungilnya diatas Kasur dengan posisi terlentang. Kedua matanya tertutup dengan senyum yang terukir dibibirnya. Jungkook membuka kedua belah bibirnya, meraup oksigen yang seolah - olah menipis di paru – parunya.
Taehyung memasuki kamar mereka dengan langkah santai. Kedua tangannya ia masukkan ke celana membuatnya nampak lebih keren bila Jungkook melihatnya. Sayang namja manis itu memejamkan matanya diatas ranjang mereka
Manik tajamnya menatap tubuh Jungkook yang terbaring dengan posisi yang umm bisa dikatakan menggoda ? Bagaimana tak dikatakan begitu bila namja kelinci itu membuka lebar kedua kakinya. Celana pendek yang digunakannya mengekspos paha putih mulus milik sang istri. Kedua mata bulat itu terpejam dengan kedua belah bibir yang agak terbuka. Wajahnya memerah entah karena apa, Taehyung tak mengetahuinya. Yang pasti semua itu benar – benar menggoda batin seorang Kim Taehyung
Taehyung berjalan mendekati Jungkook dengan pelan dan hati – hati. Ia tak ingin membuat namja mungil itu menyadari keberadaannya. Taehyung sedikit merangkak untuk menindih tubuh Jungkook dan memerangkap tubuh itu dalam kukungannya
Jungkook yang merasakan beban berlebihan diatas tubuhnya segera membuka kedua kelopak matanya. Manik kelincinya langsung bertubrukan dengan manik tajam milik Taehyung. Entah perasaan jungkook atau memang Taehyung terlihat 'hot' sekali malam ini
Bluss
Sontak pemikiran yang tadi hinggap dikepalanya membuat kedua pipi Jungkook meroda. Jungkook mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Taehyung, ia menggigit bibir bawahnya tanpa menyadari kalau tindakannya bisa membangunkan monster yang selama ini tertidur
" Jungkookie " suara bariton Taehyung membuat getaran di dada Jungkook semakin kencang. Namja kelinci itu tanpa sadar bergerak tak nyaman dibawah kukungan tubuh Taehyung diatasnya
" Ne hyung " jawabnya lembut selembut kapas membuat Taehyung merasakan gejolak nafsu mengelilingi tubuhnya
" Apa aku boleh memintanya ? " tanya Taehyung halus. Jungkook yang mengerti arah pembicaraan mereka mengalihkan wajahnya kesamping. Kedua pipinya sudah memerah sempurna saat bayangan – bayangan itu menghinggapi otaknya
" Bolehkah ? " tanya taehyung lagi
Jungkook menganggukkan kepalanya pelan. Toh ini memang kewajibannya kan ? kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya
Ughh Jungkook benar – benar dibuat gila hanya untuk memikirkannya
Tanpa menunggu waktu yang lama. Taehyung langsung mendaratkan ciuman – ciuman lembut di wajahnya dan berakhir pada bibir merah milik Jungkook
Menjilat dan menghisapnya dengan pelan. Menikmati rasa manis yang menjadi candunya.
Jungkook yang berada dibawah hanya pasrah menerima setiap sentuhan di lekuk tubuhnya. Namja mungil itu mengalungkan tangannya pada leher Taehyung. Matanya terpejam guna menikmati sensasi aneh namun nikmat yang menghinggapi tubuhnya
" Akhh mhh " bibir Jungkook sedikit terbuka saat Taehyung mencubit nipplenya dari luar. Tak menyiakan kesempatan, Taehyung langsung memasukkan lidahnya dalam goa hangat Jungkook. Menjilat bahkan menghisap lidah yang lebih muda
Jungkook semakin gelisah dibawah kukungan tubuh Taehyung. Keringat mulai bercucuran dipelipisnya. Kedua kelopak matanya terbuka saat Taehyung menyentuh sesuatu diantara kakinya. Matanya memandang sayu wajah Taehyung yang begitu dekat dengan wajahnya. Tubuhnya terasa seperti terbakar. Entah sejak kapan keduanya sudah tak mengenakan pakaian masing – masing
Taehyung menelusuri lekuk tubuh namja dibawahnya dengan tatapan kagum. Tubuh mungil ini adalah miliknya, tubuh yang mulai saat ini sampai malaikat nyawa menjemputnya nanti hanya untuk disentuhnya. Bukan untuk orang lain
Jemarinya mengusap permukaan kulit Jungkook yang halus membuahkan desahan halus keluar dari mulut si kelinci manis.
" Nghh hyung " Jungkook sudah tak peduli. Namja mungil itu langsung menyerang bibir Taehyung dengan ganas. Nafsu sudah benar – benar menguasai tubuh dan akalnya
Taehyung yang menerima serangan dadakan hanya menyeringai tipis. Tangannya tidak pernah lelah menyentuh titik – titik sensitive yang ada ditubuh Jungkook
" Ahhh eunggg " Jungkook mengerang pelan merasakan sesuatu memasuki holenya. Seperti jari ahh benar itu memang jari telunjuk milik Taehyung.
" Akhhh hyunghh nghhh " Jungkook tak dapat menahan desahannya. Ia melepas ciumannya dan membuka mulutnya menyerukan nama taehyung dengan suara merdunya membuat namja yang berada diatasnya semakin semangat mengerjai tubuh jungkook
Taehyung menusuk – nusukkan jarinya dalam hole sempit milik Jungkook membuat sang empunya merapatkan kakinya. Jungkook mendesah makin keras saat salah satu tangan Taehyung mengangkat sebelah kakinya dan menaruhnya dipundak Taehyung membuat jari itu menusuknya makin dalam
" Hyung ~ Taetae hyung nghh " Jungkook menggigit telunjuknya tanpa sadar. Kedua manik kelincinya yang biasanya terlihat polos itu menatap nakal kedua manik mata Taehyung. Cantik dan menggairahkan disaat yang bersamaan
Tak dapat menahan hasratnya lebih lama. Taehyung segera mengeluarkan jarinya dari dalam hole Jungkook yang masih terlihat sempit. Namja tampan itu mengocok benda kebanggaannya sejenak dan mengarahkan pada hole Jungkook yang berkedut minta diisi
" Hyung akan memasukkannya. Kalau kookie kesakitan gigit pundak hyung. Arachi ? " ucap Taehyung lembut.
" Ne hyung hh " Jungkook mengangkat sedikit tubuhnya. Merangkul leher Taehyung dan menumpukan dagunya pada pundak namja tersebut
Setelah merasa Jungkook menemukan tempat yang nyaman, Taehyung langsung memasukkan miliknya dengan sekali hentak membuat Jungkook secara reflek menggigit bahu Taehyung dengan keras.
" Shh " Taehyung meringis pelan merasakan sakit dipundaknya. Namun ia tahu sakit yang dirasakannya tak sebanding dengan sakit yang dirasakan Jungkook
" Hiks Appo hiks keluarkan hhh hyung sakit shh " Jungkook menangis merasakan tubuh bagian bawahnya yang terasa amat sakit. Cairan bening berlomba – lomba keluar dari manik matanya membuat bahu Taehyung basah oleh air matanya
" Sstt tenanglah Kookie " Taehyung mengelus surai jungkook dengan lembut. Bibirnya sesekali mengecup kepala sang istri guna menenangkannya
Jungkook mengangkat wajahnya dari pundak Taehyung. Wajahnya yang memerah dengan lelehan air mata yang masih tersisa dipipinya terlihat imut dimata Taehyung. Namja mungil itu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Taehyung dengan singkat
" Bergeraklah hyung " ucapnya serak
Selanjutnya yang terdegar hanyalah desahan penuh nikmat yang keluar dari mulut keduanya. Membelah suasana malam yang sepi dengan suara – suara indah yang saling bersahut – sahutan menyebut nama pasangannya dengan penuh cinta. Serta deritan ranjang yang menunjukkan bahwa malam ini benar – benar panas untuk Taehyung maupun Jungkook
.
Nyanyian burung pagi membangunkan Jungkook dari tidur indahnya. Tangannya bergerak menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari secara langsung
Jungkook menyentuh tangan besar yang bertengger manis diperutnya. Sesekali namja manis itu menepuk tangan Taehyung pelan
" Hyung bangun. Sudah pagi " Jungkook membalikkan tubuhnya menghadap Taehyung. Namun sepertinya jungkook menyesali pergerakannya karena membuat tubuhnya terasa nyeri apalagi tubuh bagian bawahnya. Wajahnya merona hebat mengingat kejadian panas mereka semalam. Jungkook langsung menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Taehyung membuat namja tampan itu mengerang pelan
" Kookie kau sudah bangun " suara serak khas bangun tidur milik Taehyung terasa begitu seksi dipendengaran Jungkook. Namja manis itu sedikit menjauhkan wajahnya guna menatap wajah tampan sang suami
" Morning hyung " Jungkook tersenyum menyapa Taehyung. Bibirnya ia dekatkan pada pipi sang suami sebelum mengecupnya kilat
Taehyung membalas mengecup kening Jungkook dan tersenyum untuk namja manis itu. Ia mengeratkan pelukan pada tubuh Jungkook seolah tak mengijinkannya beranjak dari ranjang
" Hyung kita pulang nanti sore ? " tanya Jungkook sambil memainkan telunjuknya di dada telanjang milik Taehyung. Menggambar bentuk abstrak ditengah menunggu jawaban yang keluar dari bibir sang suami
" Iya kita terbang pukul 3 sore " desahan kecewa keluar dari bibir Jungkook yang membengkak. Jungkook sedikit mendongakkan wajahnya menatap taehyung dengar biir mengerucut
" Padahal aku ingin melihat sunset terakhir kita disini. Kenapa kita tidak ambil penerbangan malam hyung saja. Ya yay a ~ " bujuk Jungkook. Kedua matanya mengerjap lucu membuat yang lebih tua tak tahan untuk mencubit kedua pipi gembilnya
" Tidak bisa sayang "
Jungkook menghela napas kecewa. Ia kembali menatap dada bidang Taehyung menikmati waktu mereka berdua pagi ini
Taehyung berkali – kali mengecup kepala Jungkook dengan penuh kasih sayang. Ia benar – benar merasa beruntung Tuhan telah mempertemukannya dengan Jungkook. Yah walaupun hubungan mereka tidak baik diawalnya setidaknya Taehyung berusaha memperbaikinya dan ia merasa bahagia saat ini. Dan ia yakin Jungkook juga merasakan hal yang sama
Taehyung mengangkat dagu Jungkook membuat kedua manik mereka saling bertubrukan. Dalam beberapa sekon selanjutnya mereka hanya terdiam melihat refleksi wajah mereka yang terpantul dengan jelas di manik pasangannya masing – masing
" Saranghae Kookie "
" Nado saranghae hyung "
Keduanya tersenyum manis sebelum yang lebih tua mempertemukan bibirnya dengan bibir Jungkook. Tak ada lumatan, hanya saling menempel menyalurkan cinta mereka yang begitu membuncah
Terkadang mendapatkan kebahagiaan itu begitu sulit. Banyak rintangan yang begitu menyiksa untuk mendapatkan kata sederhana tersebut
Kata sederhana yang bisa membuat orang tersenyum lepas tanpa memikirkan beban dunia
Jungkook telah berusaha mendapatkan hati Taehyung dengan kelembutan dan kesabarannya. Kini ia bisa merasakan kebahagiaan itu secara nyata saat seseorang yang dicintainya juga mencintainya.
Taehyung melepaskan ciumannya. Tangannya bergerak mengelus wajah jungkook dengan halus
" Aku tak akan pernah lelah untuk mengatakan kata cinta padamu Kookie. Aku benar – benar mencintaimu "
Sebuah kata yang bisa mengantarkan seseorang pada kebahagiaannya yaitu cinta
.
.
.
END
Huwee apa kabar semua ? lama gak nongol dan akhirnya nongol dengan chapter terakhir. Sedih sih tapi akhirnya Vkook berakhir dengan bahagia
Kasih tepuk tangan coba *prokprok. Heheheh
Dan akhirnya aku bikin adegan ranjang asdfghjkl -.- maaf yah kalo jelek. Maklum amatiran :v
Omake
Several months later
Dukk dukk dukk
" Hyung ! Taetae hyung … "
Jungkook nampak melangkahkan kakinya tergesa memasuki rumah. Manik kelincinya berkeliling guna mencari keberadaan namja yang menjadi suami dan ayah bagi anaknya
Wait… anak ? Ya Jungkook baru saja pulang dari dokter dan mengetahui kabar gembira ini
Taehyung yang baru selesai mandi keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya karena mendengar teriakan Jungkook
Jungkook langsung menubruk tubuh Taehyung dan memeluknya erat membuat tubuh Taehyung sedikit oleng kebelakang
" Hei Hei ada ap… "
" Aku hamil hyung. Hamil…. " Jungkook menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Taehyung tanpa memperdulikan buliran – buliran air yang kini membasahi wajahnya.
Namja kelinci itu terlalu bahagia akan kehadiran anggota baru dalam keluarganya beberapa bulan lagi. Taehyung yang masih tak percaya melepaskan pelukan Jungkook dan menatap manik sang istri
" Benarkah ? " Jungkook menganggukkan wajahnya semangat menjawab pertanyaan Taehyung. Senyum terukir di bibir keduanya. Tangan Taehyung bergerak mengelus perut Jungkook yang terlihat masih datar dan akan bertambah besar bulan demi bulan
" Tumbuhlah dengan sehat didalam sini sayang. Appa menunggu kehadiranmu "
Cupp
Taehyung menunduk mengecup perut Jungkook sejenak sebelum beralih pada bibir Jungkook.
" I Love you baby "
" Nado hyung "
.
END beneran wks
Buat semua yang udah review, fav ataupun follows makasih banget *cupin atu atu
Makasih udah ngasih semangat sampe dichapter terakhir dan semoga gak mengecewakan karena nunggu lama hehehe
Oh ya ini rencana sih. Ada yang tertarik sama side story of painful relationship ? rencananya aku bikin jongin x … (masih dirahasiakan hehehe)
Kalo banyak yang berminat bakal aku post. Udah itu ada
Love u all
Big Thank's to
[ ] [YulJeon] [utsukushii02] [definn] [Afyb] [Kim991] [gbrlchnerklhn] [tayhyung] [Pra] [ByunBaekh614] [milapriscella25] [Vookie] [Kookiestaetae] [Albino's Deer] [Riska971] [Nisrinaff127] [Reechan07] [Guest] [susu murni nasional tenetnet tet tet] [Cheryl894] [kookies] [diannurmayasari15] [Jung Jn] [jvjmita] [Nyonya Jung][namefake] [Ichimaru Kyoshiro] [chyper69] [KPOPfics] [Han Eun Kyo] [ChiminChim] [nam mingyu] [chanbaekyu] [ ] [Yeka] [Dvkookie] [ismisofifia] [park seo gi] [Kim991] [Melinda Jikook9597] [Vkookdaily] [VampireDPS] [Han Hyeji] [maknaehehso] [TyaWuryWK] [kookievita99] [akmy] [VkookKookV] [El JungTae99] [parkyounghae] [Suni380] [ulyalenivk3001][michaelchildhood] [junghoney17] [ainiajkook] [vkimtae] [yxnghua] [cookiesnyamphi][taehyungkece] [cookiesnyamphi] [JeonJeonzKim] [Yuri Ta Kookie 21] [] [kyuminmi][cluekey6800] [El YienJin422] [YM424] [Park Rinhyun-Uchiha] [Jung Hae Joo] [Syupit] [Shanaxkim] [YM424] [Bulletproof RedRose] [Li3dyanssyahwa] [Amalia462] [XiayuweLiu] [Wijayanti682] [Xihanvi947] [Suni Mozaa] [frezee vkook] [Richie Agatha Jr] [Phcxxi] [Rie Chocolatos] [Hastin99] [Zee] [KyungHyunSung] [kimiyukifernand] [Khasabat04] [wijayanti628] [chryperz0130] [Park Rinhyun-Uchiha] [Strawbaekberry] [ByunBaekh614] [exoinmylove] [taekookisreal] [Homin lover] [Sinta669] [Yijoongie Park] [auliaMRQ] [yoo jay hyeon] [yfriend] [komomiki21] [ismisofifia] [Hantu Just In] [exoinmylove] [ayalien] [Hastin99] [polkadinski] [leenahaeby71] [rh] [Rie Chocolatos] [Yijoongie Park]
