disclaimer: assassination classroom © matsui yuusei
((karunagi, drabble, AR, slice-of-life))
just put your head onto my lap
Jam pelajaran olahraga bersama Karasuma-sensei memang selalu menyita energi banyak. Nagisa, yang meski nampak bersemangat sepanjang latihan pertahanan diri, bukan berarti tidak kelelahan sama sekali. Dia berjalan gontai lantas melalui Isogai dan Maehara setelah bergantian menepuk pundak mereka.
Kalau sudah begitu, pelariannya cuma satu: kolam renang di belakang sekolah buatan Koro-sensei.
Di sana, Nagisa bisa rehat hingga pulas ditimang mimpi dan menikmati semilir angin seolah-olah dunia milik sendiri.
Akan tetapi saat sampai, Nagisa mendapati dirinya tidak sendirian. Ada orang lain tertangkap mata. Napas yang turun-naik menandakan sosok itu tengah mencicip alam khayalan. Punggungnya bersentuhan langsung dengan tanah, kepala tersandar pada batang pohon besar; di atas dadanya yang terlapis kemeja, sebuah buku berisikan rumus-rumus rumit terbuka pada halaman tengahnya. Melihat itu sepintas saja telah mengocok isi perut Nagisa, mual seketika. Matematika lebih membunuh daripada ciuman spontan Irina-sensei di hari pertamanya datang ke kelas E Kunugigaoka.
Nagisa berjalan menghampiri, mengendap-endap. Helai-helai merah mencolok tak perlu membuat Nagisa berpikir ulang untuk mengenalnya.
"Karma-kun?" Dahinya mengernyit. "Kamu sedang apa di sini?"
Terusik sapa, manik tembaga perlahan terbuka. Mengerling beberapa kali sebelum bibir terbuka menggantikan tanya. "Nagisa ...? Aku tidak tahu akan ada murid lain ke mari."
Inisiatif, Nagisa mendudukkan dirinya tepat di samping Karma. Bahu mereka bersentuhan dan Karma berjengit enggan, "Itu tidak menjawab pertanyaanku, tahu."
"Memangnya kamu bertanya padaku?"
"Tidur siang sebentar membuat Karma-kun tumpul, ya."
Karma memilih tidak membahas dan mencari bahan obrolan lain. "Apa jam pelajaran Karasuma-sensei sudah selesai?"
Kepala biru terangguk, "Karma-kun pasti membolos lagi."
"Kalau kebalikannya, untuk apa aku di sini sekarang."
"Mencari hiburan, mungkin," ucap Nagisa separuh ragu. Karma menatapnya sekilas sebelum mendudukkan diri dengan benar. "Hiburan, heh. Di saat Bumi terancam hancur tahun depan, kamu masih bisa membohongi diri sendiri untuk sesuatu yang menyenangkan."
"Bersenang-senang tidak butuh keadaan tertentu. Yang terpenting adalah kita menikmatinya," katanya.
Nagisa menarik senyum di sudut bibirnya, lalu tertawa hingga matanya tenggelam.
end.
occ tapi entah kenapa aku baper waktu dengerin lagu korea angkatan lama aoks. dan sepertinya aku harus lebih banyak nulis buat ankyou karna fandom ini butuh lebih banyak cinta.
ps: feel free to review. :)
ps2: aku nggak pernah berbakat ngasih judul haha.
