Disclaimer: Naruto, shikamaru ataupun Ino bukan milikku. Mereka buatan Kishimoto Masashi-Sensei
"Shika" Panggil seorang gadis pirang berkuncir empat, sambil berjalan mendekati dua manusia yang berdiri tak jauh darinya.
"Shika, kau kemana saja? Aku mencarimu dari tadi" celoteh sang gadis pirang berkuncir empat sambil merangkul lengan shikamaru. Ino memicingkan mata, tak suka melihat gadis di depannya, terlebih dengan tingkahnya yang seenaknya saja merangkul shikamaru.
"Kau siapa?" Tanya Ino, dengan nada dingin. Sementara yang ditanya, hanya memandang Ino dengan wajah yang seperti memikirkan sesuatu.
"Dia siapa, shika?" Ino kembali bersuara dengan nada semakin tinggi, sementara gadis pirang satunya masih diam, masih terlihat memikirkan sesuatu
"Shika, ada hubungan apa kau dengan yamanaka-san?"Ini suara gadis berkuncir empat, pikirannya telah membuatkan hasil. Ino merungut kesal, gadis itu seakan mengabaikannya
"Shika?" Ucap kedua gadis pirang bersamaan, lalu saling melototi satu sama lain
"Bisakah kalian bertanya satu-satu? Cih, dasar wanita selalu saja merepotkan" itu suara shikamaru, seakan tidak tahan dengan atmosfer yang ada disekitarnya.
"Ino, dia Temari. Temari, dia Ino" shikamaru telah memberi jawaban pertanyaan dua gadis pirang didepannya, namun entah kenapa atmosfer di sekitar tubuh shikamaru tidak berubah, semakin tegang dan panas. Kedua gadis pirang, masih saling memandang tak suka satu sama lain.
"Hey, kenapa sekar..."
"Shika, kau belum makan siang kan? Ayo ke kanting" Rajuk Ino tiba-tiba, sambil bergelanjut manja di lengan shikamaru yang lain.
"Shika, kau janji akan mengajari materi yang tidak kumengerti kemarin, bukan?" Rajuk gadis pirang yang lain. Shikamaru bergidik ngeri, merasakan perubahan atmosfer dua gadis pirang didepannya, baru beberapa detik yang lain mereka saling melemparkan aura yang menyeramkan, detik selanjutnya mereka berubah menjadi gadis yang manja
'Cih, dasar wanita'
"Tidak boleh, shikamaru harus ikut denganku"
"Hey, memangnya kau siapanya shikamaru? Datang-datang langsung mengklaim shikamaru"
"Oh, kau tidak mengenalku dan bla...bla..bla"
Dan detik selanjutnya, mereka kembali menjadi wanita cerewet. Rasanya telinga shikmaru ingin pecah, mendengar perdebatan dua gadis pirang didepannya. Mereka tidak lagi bergelanjut manja di lengan shikamaru, namun sebaliknya saling mengumpat satu sama lain
'Bukannya mereka baru berkenalan beberapa detik yang lalu? Kenapa jadi bertengkar?' Batin Shikamaru heran.
"Hey, jika kalian masih ingin bertengkar, lanjutkan saja. Aku ngantuk" Suara shikamaru menghentikan pertikaian kedua gadis itu, sontak keduanya menatap sang pemuda yang kini sudah menjauh dari lokasi pertikaian
"SHIKAAAAAAAAAAAAA"
0
O
0
Ino kembali menghela nafas untuk kesekian kalinya, ini H-9 sebelum ujian remedial dan dia belum berhasil membuat shikamaru menjadi tutornya.
"Jadi Ino, kau sudah berhasil membuat shikamaru yang tutormu?" Tanya pemuda jabrik, yang baru saja datang. Sementara yang ditanya hanya meliriknya sinis kemudian beranjak pergi meninggalkan mata-mata yang menatapnya prihatin.
"Naruto, sebenarnya shikamaru itu, siapanya Ino" Tanya gadis berambur merah muda, dikuti oleh pandangan yang lain yang sebenarnya juga tidak mengatahui hubungan apa antara Ino dan orang tercerdas KHS tersebut. Naruto berpikir, mencoba mencari jawaban yang tepat
"Entahlah, aku sendiri tak tahu, dahulu mereka mempunyai hubungan apa" Jawab Naruto
"Lho, bukannya kemarin kau bilang shikamaru itu sahabatnya Ino?" suara halus mengintrupsi, sepertinya tidak puas dengan jawaban kekasihnya.
"Mereka menyebut diri mereka sahabat, tapi tingkah mereka tidak seperti hanya sekedar sahabat"
"Jangan membuatku bingung Naruto" kali ini berasal dari kekasih gadis merah muda.
Flashback On
"Ino, maukah kau jadi pacarku" Ini pengakuan pria ketiga hari ini yang menyatakan perasaannya pada sang gadis barbie.
"Kiba, maafkan aku. Kurasa kau sudah tahu jawabannya" Jawab sang gadis, lalu berjalan mendekati pria berambut nanas yang sedari tadi menunggunya, lengannya merangkul sang pria dan berjalan menembus kerumunan siswa yang menonton acara penembakan tadi.
Itu jawaban yang selalu Ino berikan kepada mereka yang menyatakan perasaannya pada gadis itu. Memang terdengar ambigu dan tak jelas, namun sepertinya seluruh siswa SMP Konoha sudah tahu maksud jawaban gadis itu. 'Sudah tahu' apa? Seluruh siswa Konoha sudah tahu bahwa sang gadis Barbie hanya milik pria nanas, bukan yang lain. Statement ini tak pernah tersurat langsung oleh kedua bersangkutan, namun tersirat dari tingkah laku keduanya.
Jika ada yang bertanya 'Ino, sebenarnya shikamaru itu siapamu?' maka sang barbie akan menjawab 'Shikamaru, dia sahabat, sahabat terbaikku' tak pernah gadis itu mengklaim shikamaru sebagai miliknya. Lalu apakah Ino hanya memamfatkan shikamaru untuk menolah para pria? Itu pernah menjadi statement sementara para penggosip di SMP Konoha sebelum suatu Insiden
PLAAAAAK
Suara tamparan terdengar jelas diseluruh sudut kantin yang tiba-tiba menjadi hening
"Hiks...hiks...senpai, apa salah saya?" cicit sang gadis yang pipinya memerah akibat tamparan dari seniornya
"Jangan berpura-pura bodoh huh! Kau tahu apa yang ku maksud" Hardik sang gadis penampar, sambil melemparkan beberapa lebar kertas dan kotak-kotak berwarna merah muda ke tubuh sang gadis tersebut.
"memang apa salah saya? Saya hanya ..."
"Hanya apa huh! Hanya mencoba bersikap jalang di depan shikamaru" sang gadis penampar mengumpat.
"Terus apa masalahnya, bukannya senpai hanya sahabat shikamaru senpai? Sempai bukan pacarnya yang berhak marah-marah " jawab sang gadis dengan nada tak kalah tinggi, Ia tak terima dikatai 'bersikap jalang ' oleh gadis yang bahkan bukan pacar orang yang dicintainya.
"KAU..." sang gadispenampar bersiap menampar kembali, sebelum sebuah tangan lain menangkap tangannya.
"INO, berhenti bersikap seperti anak kecil" Suara seseorang membentak sang penampar. Ino hanya terdiam, menatap sang pemuda yang membentaknya, hingga tak sadar pipinya telah basah dengan air mata.
"Shika, kau membelanya" Ino terisak, seumur hidupnya baru kali ini pria itu membentaknya
"Aku tak membelanya Ino, tapi kau sudah keterlaluan" Ucapan shikamaru melunak, mendengar gadis itu terisak.
"Oh aku tahu, hiks...hiks...kau juga menyukainya kan? Kau membenciku karena aku menampar orang yang kau cintai. Kau jahat, Shika...Hiks..kau..." Isakan Ino terhenti, saat pria itu memeluknya, mengusap kepalanya pelan, walaupun gadis itu berusaha memukulnya, berusaha lepas dari pelukannya.
"Aku tak mencintainya Ino, kau yang paling tahu isi hatiku" bisik Shikamaru, tapi masih bisa terdengar oleh seluruh penghuni kanting. Hingga detik itu, tak ada seorang pun yang berani mendekati shikamaru dan penembakan terhadap Ino masih terus berlangsung, sepertinya para pria tersebut tak pernah bosan menunggu hati sang barbie berpaling dari pria nanas.
Flashback off
"Benar-benar hubungan yang rumit" Komentar pertama datang dari gadis merah muda
"Kurasa shikamaru dan Ino sebenarnya saling mencintai, hanya saja mereka tak mengungkapkannya" Komentar kedua dari sang gadis Hyuga
"Dobe, kalau dulu mereka mempunyai hubungan seperti itu. Kenapa sekarang mereka seperti tak saling kenal? Aku tak pernah melihat Ino bicara dengan shikamaru sekalipun" percayalah, ini komentar terpanjang dan sadisnya datang dari seorang Uchiha yang terkenal sangat irit bicara. Bahkan kekasihnya pun terkejut, mendengar jumlah rentetan kalimat yang diucapkan pemuda tersebut.
"Sasu, kenapa kau sangat penasaran dengan hubungan mereka?" tanya sang gadis merah muda dengan nada mengintimidasi, pasalnya pernah muncul gosip bahwa Ino menyukai Sasuke dan sasuke ... entahlah, tak ada yang bisa menebak perasaan seorang uchiha namun hanya status yang mematahkan gosip tersebut bahwa sakura berpacaran dengan sasuke dan Ino tak mungkin menyukai kekasih sahabatnya.
"Sakura jangan memulai sesuatu yang tidak kau sukai. Aku tidak seperti yang ada di pikiranmu" Jawab sasuke, dingin, cukup membuat gadis merah muda itu menundukkan kepala
"Aku penasaran dengan shikamaru, bisa dibilang aku mengenal shikamaru dengan baik" Ketiga pasang mata itu langsung manatap sasuke tak terkecuali gadis merah muda yang tadi menundukkan kepala.
"Shikamaru itu, rekan bisnisku. Memang aku tak pernah bicara dengannya di sekolah, tapi kami mempunyai hubungan baik sebagai rekan bisnis. Dia pebisnis yang jenius, sangat pandai memainkan harga saham" Jelas sasuke, seakan menjawab serentetan pertanyaan yang muncul di kepala-kepala manusia di sampinnya.
Lalu mereka terdiam, hingga sang uchiha kembali membuka suara
"jawab pertanyaanku tadi, Dobe" suara sasuke, membuat naruto tersadar
"Entahlah, aku juga tak tahu. Seingatku hubungan mereka baik-baik saja hingga masa SMP berakhir. Bahkan saat Ino debut jadi artis, shikamaru masih menemaninya. Aku baru merasakan perubahan mereka saat masuk SMA, sepertinya Ino yang menghindari Shikamaru tapi aku tak tahu ada masalah apa, mungkin saja mereka bertengkar"
Jawaban Naruto mengakhiri perbincangan kedua pasang kekasih tersebut.
