Sleeping Beauty

Desclaimer : walaupun ai berdoa sepenuh hati, naruto masih akan tetap menjadi milik om masashi... *plak* tapi SasuNaru itu milik kita!

Author's Note : akhirnya Sasu-Naru ketemu... yyeeeaaayyy...


-Sleeping Beauty-

Chap 4. Meet You Again

Sasuke kembali membolak-balik buku tebal di pangkuannya, buku yang sejak tadi ia lihat tanpa ia baca sedikit pun. Hanya inilah yang ia lakukan sejak beberapa menit yang lalu. Menatap bosan segalanya dan merutuki segala kebosanan yang ia rasakan kini.

Segera diusap wajahnya kasar, menghapus bayang-bayang sleeping beauty-nya yang lagi-lagi menghampiri benaknya. Entah kenapa ia terlihat seperti orang bodoh saat ini, menghabiskan sisa akhir pekannya dengan membaca buku hanya untuk menghilangkan wajah manis seseorang dari pikirannya bukanlah hal yang biasa ia lakukan.

"Kau bodoh, Sasuke."

Kata-kata rutukan kembali ia keluarkan, mengakaui betapa bodohnya ia saat ini. Disandarkannya lagi tubuhnya pada sandaran sofa di belakangnya, sedikit saja menyamankan dirinya yang entah mengapa merasa begitu lelah saat ini. Menutup matanya perlahan, sudah menyerah dengan bayang-bayang manis yang seakan selalu menghantuinya itu.

Ia biarkan segala bayang-bayang itu berputar-putar dalam pikirannya, membiarkan dirinya tersenyum-senyum sendiri memikirkannya. Apakah ia sudah gila sampai tersenyum-senyum sendiri seperti itu. Entahlah, tak ada yang tau. Setidaknya kita tau jika pemuda musim dingin ini sedang mengalami musim semi yang sangat jarang terjadi.

Namun, sepertinya segala bayang-bayang indah itu harus berhenti ketika pintu kamarnya di buka begitu saja. Dibuka secara paksa dengan suara debam yang begitu keras mengkutinya. Dan di sanalah, tepat di depan pintu kamarnya, seorang pria dewasa yang terlihat begitu mirip dengannya sedang tersenyum misterius ke arahnya. Senyum yang seakan-akan membawa mimpi buruk padanya.

"Ada yang ingin kubicarakan denganmu, otouto."

xxx

"Tidak tertarik."

Sasuke melirik sekilas anikinya yang kini sedang memasang wajah memohon yang sangat tak cocok untuk sikap kakunya. Penolakan Sasuke sudah terlalu jelas, permintaan yang baru saja diajukan pria dewasa di hadapannya ini terlalu sulit untuk diterima olehnya.

"Ayolah otouto. Kau hanya perlu ikut bersama kami saja." Itachi semakin terlihat menyebalkan saja di mata Sasuke. Mau sampai kapan pria dewasa ini berhenti mengikuti dan memaksanya untuk menerima permintaan gilanya itu.

"Apa kau gila? Kenapa aku harus ikut denganmu berkencan dengan rubah itu?"

Sasuke membalikkan tubuhnya, kesal harus melihat wajah memohon anikinya yang menyebalkan ini. Tentu saja permintaan ini gila, siapa yang mau jika diajak menemani anikimu berkencan dengan kekasihnya.

Diambilnya buku tebal yang sejak tadi ia abaikan dari meja nakas kecil yang tak jauh di depannya. Mencoba mengalihkan perhatiannya, sedikit mencoba mengusir pemuda yang hanya berselisih beberapa tahun darinya itu untuk segera pergi dari kamarnya.

"Ayolah Sasuke. Ini yang terakhir dan kujamin kau tidak akan menyesal jika kau ikut denganku."

Itachi menatap Sasuke dalam, bukan dalam tatapan memohon yang ia keluarkan tadi. Tapi sebuah tatapan dalam yang tak mampu Sasuke pahami maksudnya. Dan senyum itu, senyum yang sangat ia benci kini nampak jelas di wajah tampan Itachi.

Sepertinya harus Sasuke akui jika mugkin ia akan menyesali keputusannya ini.

xxx

Sasuke menghembuskan napasnya lelah. Setelah lama-lama terganggu dengan permintaan bodoh Itachi, dan di sinilah akhirnya ia berada. Duduk diam menunggu di bangku taman di sebuah tempat yang tak ia ketahui. Ini pertama kalinya ia berada di sini, dengan harapan ini akan jadi yang terakhir.

Diliriknya jam tangannya yang melingkar manis di pergelangan tangannya, sudah lama rupanya ia tinggal pergi Itachi begitu saja. Inikah yang dinamakan 'ikut denganku' menurut Itachi. Tak akan pernah lagi ia percaya dengan kata-kata anikinya yang satu itu.

"Kau sudah lama menunggu, Sasuke?"

Ya, dan di sanalah penyebab kekesalan Sasuke ini akhirnya muncul. Berdiri dengan senyum dewasa menyebalkan yang terlihat sama sekali tak memiliki dosa sama sekali. Apakah membuat otoutonya menunggu lama bukanlah kesalahan baginya.

Desahan napas berat itu kembali terdengar, seharusnya Sasuke tau ini. Kakaknya yang satu ini tak akan terlalu peduli apakah dirinya kesal atau tidak .

"Kau terlalu lama."

Ia segera bangkit berdiri. Menatap datar pria dewasa di depannya, mengabaikan segala sopan santun dan tata krama yang diajarkannya kepdanya untuk menghargai yang lebih tua. Ia tak peduli, setidaknya tak menghajar anikinya yang satu ini sudah termasuk tata kesopanan yang masih ia pegang.

"Kau tau aku harus menjemputnya dulu." Itachi melirik seseorang di sampingnya, seseorang yang tanpa sadar sudah mereka abaikan sejak tadi.

Seseorang pemuda manis berdiri menantang di sebelahnya, sedikit jauh dari mereka sehingga membuatnya tertutupi oleh tubuh tinggi Itachi tadi. Sasuke tau siapa dia, pemuda kasar dengan rambut merah menyala dan manik mata yang senada. Terkesan manis pada awalnya, namun jika dilihat semakin dekat kau akan melihat tatapan sebal yang ia tujukan untuk semua orang.

Namun, bukan pemuda kasar kekasih anikinya itu yang menjadi perhatiannya kini. Seseorang yang sedang berbicara dengannyalah yang menarik perhatian Sasuke. Seseorang yang membuat onyx kelam itu membulat seketika dan tanpa sadar membuat pemiliknya jatuh ke dalam bayang-bayang lamunannya. Seseorang yang begitu mirip dengan pemuda manis yang selalu ia temui di dalam bis, sleeping beauty-nya.

Di sana, tak jauh dari mereka. Seorang pemuda manis dengan rambut pirang dan kulit kecolatan yang terlihat begitu bercahaya di bawah bayang-bayang matahari. Senyum lebar yang terlihat hangat itu pun nampak jelas di mata Sasuke, dan jangan lupakan sapphire yang bercahaya itu. Sapphire indah yang selama ini tak pernah ia lihat.

Kedua pemuda manis itu berjalan mendekat ke arah mereka. Semakin dekat dengan kini segala lekuk wajah pemuda pirang itu dan lautan biru indah itu kini nampak semakin jelas di matanya. Hingga kini pemuda pirang manis itu sampai di hadapan Sasuke, memamerkan senyum hangat pada dirinya. Senyum yang begitu hangat, hingga mampu memaksa Sasuke untuk membalas senyumnya.

"Kenalkan dia otoutoku , Sasuke." Itachi menunjuk Sasuke sejenak. "Dan Sasuke, kenalkan dia adalah Namikaze Naruto, adik Kyuubi."

Itachi berbicara singkat, sebelah tangannya menunjuk pemuda pirang yang kini masih menangkap Sasuke dalam pesonanya. Menenggelamkan Sasuke dalam lautan dalam di kedua bola matanya.

Sapphire yang selama ini selalu tertutup kini nampak begitu indah di mata Sasuke. Keindahan yang selama ini hanya menjadi bayang-bayang di dalam kepalanya kini tampak begitu nyata, terlihat begitu indah bahkan lebih dari segala bayangannya. Haruskah Sasuke akui bahwa kini ia telah jatuh semakin dalam pada pesona pemuda pirang ini.

Dan haruskah ia akui juga bahwa sleeping beauty-nya ini terlihat semakin indah jika ia terbangun.

" Senang berkenalan denganmu." Senyum simpul yang tak terlihat mengembang di wajah tampan itu. Begitu cepat muncul dan begitu cepat pula menghilang hingga nama itu meluncur dengan mudahnya. Hanya sebuah gumaman kecil yang tak terdengar oleh siapa pun termasuk pemuda manis di depannya.

"Sleeping Beauty..."

TBC


Curcolan Author :

Nah... ini dia. Akhirnya Sasu ketemu Naru... yyyeeeaayyyy...

Kan kasihan Sasu kalo ketemunya sama Naru yang bobo terus. Kalo kaya gitu fanficnya ga jalan-jalan dong... lagian udah banyak readers yang ga tahan kan? *apa an?

Ai juga mau minta maaf gara-gara update siput... ai tenggelam diantara lautan tugas dan tumpukan materi buat UAS... jadinya ai baru bisa update... gomen ne... *sujud-sujud mohon ampun*


Balasan review :

: hhhhuuuuwwwaaa... makasih ika-san *sksd* ai terharu... padahal ai ngerasa kalo bakal banyak yang ga suka sama fic ai...

Ok, ini udah lanjut... ika-san mau review lagi kan?

Hollow concrete : iya, rasanya pengen cepet-cepet lulus... panggilnya ai aja hollow-san... ai masih abal kok... hehehehe... ai akan berusaha agar fic ini bisa ai tamatin... ai akan berusaha... *semangat 45* Insya Allah di chap mendatang mereka mulai panggil teme-dobe...

Ne, hollow-san review lagi ne?

Arum Junnie : hehehehehe... nanti kasian Sasunya kalo Naru ga bangun-bangun... tapi asik juga ya kalo buat Sasu tersiksa... khe khe khe khe khe *evil laught*

Review lagi ne...

Hanazawa kay : makasih ya... ai terharu... *nangis-nangis* hehehe... ini Sasu-Naru udah ketemu lho... habisnya ai ga tega kalo Sasu kelamaan jadi kaya orang gila *dihajar Sasu*

Review lagi dong? Mau ya...

Siihat namikaze natsumi : iya tuh... untung aja belum ai temuin sama Naru. Kalo udah, pasti langsung tepar itu Sasu-teme saking terpesonanya... tapi maaf ya, di chap ini baru ketemu... belum ada adegan ngobrolnya... gomen ne

Review lagi mau ya... nanti kalo review dicium Naru lho *dihajar Sasu lagi*

Azurradeva : hhuuuwwwaaaa... ai pengen nangis... makasih ya azurra-san...

Ini udah ada adegan saling tatap kok... gimana? Masih suka kan? Atau mengecewakan?

Review lagi, ok?

Kirei-neko : ai bingung harus jawab apa... tentang yang main belai-belai itu *plak* nanti akan dijelaskan lagi soal itu dan apa yang sebenarnya terjadi... jadi ai ga bisa cerita sekarang... hehehehe peace... itu Sasu mau pulang ke rumah, jadinya dia ga bisa ngikutin Naru sampe Naru turun. Ya, ai cuma bisa jawab itu, maaf ya... Ne... review lagi lho... kan udah janji *kapan?*

Hi aidi : ini udah bangun kok Narunya... tapi mereka belum marah-marah... maaf ya... moga di chap depan... moga aja *author gaje* heheheh... ai seneng deh kalo banyak yang bilang bagus... makasih ya...

Review lagi, ok?

Miszshanty05 : ne, ini udah lanjut... gimana? Suka atau tidak suka?

Mau review lagi kan?

Zora Fujoshi : gomen ne zora-san... ai updatenya siput... tugas ai menumpuk... apa lagi ada tututan UAS... tapi ini udah update...

Mau review lagi kan? Mau ya... mau...

Mizki : heheehe.. makasih mizki-san... ini ai udah lanjut lagi.. maaf ya kalo update siput...

Fic ini masih tetap lanjut kok...

Review lagi mau ya?

Armelle Aquamar Eira : gomen ne kalo pendek banget... kapasitas otak ai kecil *plak* gomen ne...

Tapi masih mau review lagi kan?

Lavenderchan : gomen ne kalo mengecewakan... ai cuma pengen buat readers penasaran *modus*

Ini naru udah bangun kok... gimana? Apa masih mengecewakan?

Ai minta reviewnya lagi boleh ga? Boleh ya?

Misha haruno : beneran? Ai terharu... makasih misha-san... ini ai udah lanjut... maaf ya kalo updatenya siput... tapi tetep suak kan?

misha-san mau review lagi kan?

Amach cuka'tomat-jeruk : ne, ga apa kok... ai memang masih dalam proses belajar... jadi butuh banyak masukan... makasih masukannya ya... semoga ai bisa memperbaikinya... dan maaf juga kalo Sasu jadi kaya orang gila *ditampar Sasu* di fic ini juga masih OOC... hikz... gomen ne...

Tapi amach-san masih mau review dan kasih masukan ke ai lagi kan? Mau ya...

Icahhe : ini mereka udah ketemu kok... gimana? Suka kan?

Mau review lagi ya?

Tsunayoshi yuzuru : hehehe... makasih ya yuzuru-san...

Review lagi ne...

Kei : makasih kei-san... ai seneng deh kalo banyak yang suka... iya dong manis, kan kaya yang nulis *dihajar readers* bercanda ding... tapi makasih ya... moga chap ini manis juga...

Ai minta review lagi boleh?


Yang terakhir... ai ucapin makasih untuk readers yang udah baca fic ai ini... makasih ya...

Ai akan berusaha melakukan yang terbaik agar fic ini bisa tamat...

*peluk cium readers*