Sleeping Beauty
Desclaimer : naruto itu punya masa sih kishimoto *minta dihajar* naruto itu punya si om raja tega yang udah buat ai nangis dua haru dua malam karena ending naruto yang bikin ai sakit hati
Author's Note : hikzs... gomen ne baru bisa update sekarang... *nangis bombay*
Pokoknya baca aja deh...
-Sleeping Beauty-
Chap 6. Galau
Sudah berhari-hari Sasuke seperti ini, menghabiskan waktu dengan melamun sepanjang perjalanan pulangnya. Terus berkutat dalam pikiran-pikiran ambigu yang menghantuinya kini, tanpa mempedulikan apa pun bahkan para gadis-gadis kurang kerjaan yang sejak tadi menatapnya intens itu. Entah apa yang dipikirkannya, tak ada yang tau dan tak ada seorang pun yang mencoba mencari tahu. Hanya menatap wajah tampan Sasuke yang terlihat acuh dari bangku-bangku bis yang berderet di depan tempat duduk Sasuke.
Hembusan napas berat kembali terdengar, tentu kau tau itu berasal dari siapa. Sepertinya saat ini pangeran dingin itu sedang mengalami sedikit masalah hingga membuatnya seperti ini. Layaknya orang gila yang sejak tadi sibuk berpikir sambil sekali-kali melirik sebuah tempat duduk di samping kanannya.
Ya, tempat duduk yang selalu diduduki oleh seseorang yang selalu dipikirkan Sasuke itu kini kosong. Tak ada seorang pun di sana, tak ada rambut pirang yang terlihat acak-acakan bahkan tak ada lagi wajah manis yang entah sejak kapan begitu disukai Sasuke itu.
Onyx Sasuke kembali menatap menerawang, semakin berkecamuk dalam pikiran-pikiran tak jelas yang memberikannya berbagai macam spekulasi yang hanya membuat rasa pusing di kepalanya semakin bertambah. Membuatnya berdenyut-denyut sakit dan menjalar dengan cepat ke selurh bagian tubuhnya. Menghantarnya dalam sebuah perasaan lelah yang tak pernah dialamainya.
Otaknya dipaksa berpikir selogis mungkin, memikirkan berbagai penjelasan-penjelasan masuk akal yang ia inginkan. Namun bukan penjelasan masuk akal yang ia dapat, yang ada hanya perkiraan-perkiraan tak berdasar yang selalu berujung pada sebuah kesimpulan yang membuat otaknya pening seketika ketika memikirkannya.
Disandarkannya tubuh tegap itu dalam sandaran tempat duduk yang tak lagi terasa nyaman baginya kini. Bagaimana ia bisa merasa nyaman jika alasannya berada di tempat ini sudah tak lagi ada. Perasaan nyaman yang biasanya menguar di dalam dirinya kini seakan-akan meredup seketika. Entah hilang kemana senyum menawannya yang selalu ia umbar seperti orang gila itu.
Sedikit dipijatnya keningnya yang semakin berkerut sejak beberapa hari yang lalu, kerut kelelahan yang semakin hari semakin bertambah. Yang membuatnya terlihat semakin tua walau pesona itu masih tetap setia ada pada dirinya bahkan tak berkurang sedikit pun. Atau bahkan hal itu malah membuatnya semakin menjadi pusat perhatian orang-orang yang memandangnya.
Ingin sekali rasanya Sasuke membentak gadis-gadis labil yang sejak tadi berteriak-teriak nyaring dan bisik-bisik yang membuatnya semakin kesal saja. Apa mereka tak tau jika saat ini Sasuke sedang dalam masa tak ingin diganggu, atau lebih tepatnya masa-masa labil yang membuat emosinya mudah sekali tersulut.
Helaan napas entah untuk yang keberapa kembali ia keluarkan, sudah terlalu banyak hal yang membuatnya jadi seperti orang gila emosian seperti ini. Kembali manik mata hitam kelamnya terpaku pada bangku kosong di sebelah kanannya, bangku kosong yang tak pernah ia biarkan diduduki oleh seorang pun bahkan olehnya. Sebuah bangku tempat sleeping beauty-nya biasanya tertidur.
Sebuah bangku yang kini kosong. Tak ada apa pun di sana, yang ada hanya tatapan kerinduan yang setiap saat selalu onyx indah itu perlihatkan.
"Kemana saja kau, dobe..."
Dan lagi-lagi perasaan aneh yang baru ia sadari itu kembali membuncah dalam dirinya. Hanya sebuah perasaan yang tak terkira yang membuatnya tersisa akhir-akhir ini, terlalu berlebihan memang namun inilah yang terjadi.
Pikirannya kembali menerawang jauh, mengingat kembali saat terakhir kali ia bertemu pemuda manis pirang itu dan lagi-lagi helaan napas berat kembali ia keluarkan. Haruskah semuanya berakhir hanya di pertemuan kedua mereka. Tentu saja ini gila. Tak akan ada seorang pun yang mengharapkan perpisahan menyedihkan macam ini.
Diabaikan? Mungkin saja. Dihindari? Itulah hal termungkin yang bisa Sasuke pikirkan. Namun demi apa pun di dunia ini, mana bisa kisah cintanya yang begitu langka ini harus berakhir di pertemuan kedua mereka atau lebih tepatnya pertemuan saat Naruto tidak dalam keadaan tidur. Mau dibawa kemana nama baik Uchiha kalau seperti itu jadinya, tak perlu membahas masalah nama baik memang. Hanya saja dihindari oleh seseorang yang diam-diam merebut perhatianmu adalah hal terakhir atau mungkin hal yang tak akan pernah Sasuke inginkan.
Jangan salahkan Sasuke. Pemuda dingin itu tak hanya diam saja meratapi nasib kisah percintaannya. Sudah banyak yang ia lakukan, berkali-kali ia menunggu pemuda manis pirang itu di sini walau rasanya egonya masih terlalu tinggi untuk menanyakan pada kakak lelaki 'tercintanya' itu. Sasuke masih ingin hidupnya tenang. Dan inilah yang ia dapat.
Pikirannya kembali berputar-putar jauh, kembali ke beberapa hari yang lalu. Saat untuk pertama kalinya Sasuke menyadari jika Naruto telah terlalu membuatnya gila.
Flashback
Waktu seakan-akan membeku saat itu, membekukan tiap inchi tubuh Sasuke bahkan hingga membuat otaknya malas bekerja. Dipandangnya lagi sosok yang kini ada di dalam pelukannya dan tangan putih pucatnya yang melingkar manis di pinggang mungil itu. Ada yang salah?
Tentu saja ada. Seorang Sasuke Uchiha memeluk Naruto Namikaze atau mungkin lebih tepatnya menyangga tubuh Naruto dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang mungil itu. Oh ayolah, ini bukan sebuah adegan romantis atas dasar suka sama suka atau lebih tepatnya belum. Sasuke hanya refleks, tiba-tiba saja tubuhnya bereaksi seperti ini. Memangnya apa hal lain yang bisa ia lakukan saat Naruto tiba-tiba saja hampir terjatuh di depannya.
Memangnya Sasuke akan membiarkan pemuda pirang manis itu terjatuh. Tentu saja tidak, ia tidak setega itu. Sasuke masih saja terus menatap pemuda yang lebih pendek darinya, terus menatapnya hingga pertanyaan penuh kekhawatiran itu keluar dari mulutnya begitu saja.
"Kau tak apa, Naru?
Dan saat itulah Sasuke terhenyak ketika menyadari panggilan manis yang baru saja diucapkannya tadi. Hal yang sama juga terjadi pada Naruto, tangan mungilnya itu segera mendorong Sasuke menjauh. Membuat jarak sejauh mungkin dengan wajah yang mulai menunduk.
Mungkin inilah pertama kalinya bagi seorang Sasuke Uchiha merasakan yang namanya penyesalan. Seharusnya ia tak mengatakan pertanyaan tadi, setidaknya ia bisa berlama-lama memeluk sosok mungil itu jika ia tidak keceplosan tadi.
Sasuke hanya bisa kembali berdehem entah pada siapa, pada dirinya atau pada penumpang-penumpang bus yang sejak tadi memandang mereka dengan pandangan-pandangan aneh. Diliriknya Naruto sekilas, dapat dilihatnya Naruto masih setia memandang lantai bus di bawahnya. Walau tak bisa dipungkiri, Sasuke dengan jelas melihat semburat merah yang memenuhi wajah manis pemuda di sampingnya.
Jangan bayangkan reaksi Sasuke saat ini. Yang ia lakukan hanya terus memasang senyuman aneh yang membuatnya terlihat seperti om-om mesum. Sepertinya pangeran es satu ini telah mengalami musim semi dadakan yang sudah meruntuhkan seluruh sikap dinginnya itu.
Dan sebuah kenyataan baru kini menghinggapi pikirannya, ternyata menggoda sang sleeping beauty lebih menyenangkan daripada hanya memandangnya saja. Walau kini keduanya harus berada dalam situasi kikuk yang sangat menyebalkan bagi Sasuke.
Naruto masih setia dengan lantai bus karatan itu dan Sasuke masih sibuk dengan berbagai pikiran untuk membuat situasi di antara mereka tak perlu canggung seperti ini. Entah hilang kemana pribadi dingin Sasuke, yang pasti hanya isi kepalanya yang sibuk berputar-putar kacau.
Sasuke kembali melirik Naruto sekilas, sudah bersiap-siap untuk membuka sebuah percakapan dengan sosok manis pujaan hatinya ini. Walau sepertinya kali ini ia kurang beruntung. Ia terlambat sedetik tepat ketika bus itu berhenti di sebuah halte dan Naruto yang langsung pergi meninggalkannya begitu saja bahkan sebelum ia berkata satu kata pun.
Ah, apa itu tadi?
Apakah seorang Sasuke Uchiha sudah diabaikan?
Ya, sepertinya memang begitu.
End of Flashback
Sedangkan, bagaimana dengan Naruto sendiri? Mungkin kau perlu mengetahuinya juga.
Kediaman Namikaze
Kamar Namikaze Naruto
Dapat kau lihat kamar luas di salah satu kediaman Namikaze ini tampak remang-remang dengan pencahayaan yang minim. Gordin berwarna merah marun itu menutupi cahaya matahari sore itu. Membuat ruangan yang selalu nampak ramai dengan nuansa orange yang menghiasinya kini tampak berubah 180 derajat dari biasanya. Entahlah apa yang terjadi, mungkin kau akan mengetahuinya jika melihat sebuah gundukan aneh di atas tempat tidur king size yang nampak berantakan itu.
Gundukan aneh yang bergerak-gerak aneh, serta suara-suara umpatan yang sejak tadi keluar dari sana. Tentu kau sudah tau siapa orang di balik gundukan aneh yang sejak sejam yang lalu menenggelamkan dirinya di sana, bahkan tanpa melepas seragamnya terlebih dahulu.
Naruto kembali bergerak-gerak aneh. Tubuhnya bergoyang-goyang tak karuan dan umpatan-umpatan yang keluar dari mulutnya terdengar semakin jelas saja. Membuat nuansa kamar orange itu terlihat begitu aneh saat ini.
"Dasar teme..."
"Awas kau teme..."
"Teme menyebalkan..."
Terus saja seperti itu hingga tiba-tiba pemuda manis dengan rambut pirang terang itu bangkit dari tempat tidurnya dan berteriak kencang. Mengguncang kediaman Namikaze yang kali itu nampak lengang. Sepertinya Naruto tak menyadari bahwa teriakannya barusan telah membuat seluruh penghuni kediaman mewah itu terkejut seketika.
"KENAPA KAU MEMBUATKU GILA SEPERTI INI, TTEEEMMMEEE!"
Sepertinya mereka berdua telah sama-sama gila.
TBC
Curcolan Author :
Gomen ne... maafkan ai... fic ini publishnya jadi lama sekali. Maafkan ai... salahkan dosen-dosen "tercinta" ai yang sudah membuat ai ga bisa ngelanjutin fic ini. Dan lagi untuk pertama kalinya ai merasakan yang namanya WB stadium akhir... apalagi ada internet positif yang membuat ai merana karena ga bisa mempublish fic ini. Apalagi setelah ai membaca ending Naruto, ai sampe nangis dua malem karena itu...
Maaf... *nangis bombay*
Ai juga sempet tanya-tanya sama author yang lain... makasih gun-chan... ai udah konsul sama gunchan-sama tapi ai yang hidupnya bergantung wifi dan di deket kos ga ada warnet bener-bener dibuat bingung...
Tapi yokatta... akhirnya fic ini publish juga... ai ucapkan terima kasih bagi para readerstachi yang meninggu kelanjutan fic ini... ai makasih banget ya
Dan maaf juga soal chap kali ini yang kurang memuaskan. Maaf...
Hhhhuuuuuwwwwaaaaa *nangis di pojokan*
Balasan review :
Kirei-neko : kirei-chan *SKSD banget* ai ga bakal bosen kok... malahan ai sampe senyum-senyum sendiri waktu baca reviewnya... aduh, tisue ai sampe habis karena saking terharunya *plak*
Tuh kan Sasu, udah Narunya dimakan aja...
Sasuke : gue pengennya gitu... tapi lo bisa ga naikin rate ini fic?
Ai : kagak bisa... ai nyerah. Kalo ai kehabisan darah gimana? *abaikan
Oh ya, pas Sasuke ngomong 'sleeping beauty' itu dia bisik-bisik... jadinya ga ada yang denger. Sebenernya ada alasan tersendiri Naru kaya sebel gitu sama Sasu. Nanti kapan-kapan coba ai bikin flashback pas mereka (bukan) double date ya...
Ohohohoho... untuk aja ai ga pasang lem anti pisah di pinggangnya Naru...kalo iya, pasti ga bakal pisah kalian...
Ne... kirei-chan mau review lagi kan? Mau maafin ai juga kan yang updatenya kaya siput yang disuruh narik truck kan?
Azuradeva : gimana azurradeva-san? Apa diskripsi ai masih belibet dan bikin bosen?
Ai sedang berusaha agar deskripsinya ga banyak-banyak kok... tapi maaf kalo kurang memuaskan...
Tapi masih mau review lagi kan? Mau ya?
Zora fujoshi : hikzs... zora-san setia banget nungguin ai *fanficnya bro, bukan kamu* ok... ini ai udah lanjut lagi ya... maaf kalo lama banget...
Masih mau nunggu kelanjutan ff ini kan zora-san?
Hikari no Onihime : waduh... sampe bikin hime-chan deg-degan... ai juga deg-degan *plak... wah soal pengganggu belum sempet ai pikirin... nanti tunggu kelanjutan ceritanya aja ya hime-chan...
Bodyguard? Oke.. nanti akan ai bikin BP2SN (Barisan Pendukung dan Pelindung SasuNaru) *plak...
Saory Athena Namikaze : makasih saory-chan... nanti akan ai coba perbanyak lagi deh SN momentnya... tapi harus review lagi lho? *maksa
Hehehehe... review lagi ne?
Hollow concrete : eh? Iya tah? Ai Cuma asal buat aja... tapi mungkin juga iya...
Eh? Hollow-chan ati-ati... ada ayam galak *tunjuk Sasu* nanti di patok lho...
UAS itu keajaiban banget... sekarang malahan aia ketiban banyak banget masalah...
Tapi, review lagi ya? Nanti kali review lagi, ai kasih SN moment yang lebih hot deh *plak*
Hanazawa kay : kay-chan gomen ne... udah update telat banget... udah gitu... mungkin chap kali ini ga memuaskan... gomen ne...
Mau review lagi kan? Mau ya? Mau ya?
Ika. Nurrahmawati : wkwkwkwkwkwk... uke paling imut jelas bikin greget... *plak* ok... kalo gitu akan ai banyakin cerita yang dari sisi Naru tapi ai ga bisa jamin kalo bakal jadi Naru verse semua... pasti nanti Sasu juga dapet bagian.
Dan hikzs... gomen ne... ai ga bisa update cepet... maafin ai
Ika-chan masih mau review?
Hi aidi : kkyyaaa... ai dipeluk *blushing* hehehehe... makasih ya udah review...
Ini ai udah lanjut kok...
Review lagi ya? Dan semangat ngerjain tugasnya...
Banana trap : iya tuh naru... gimana kalo banyak seme yang menyerang...
Hehehehe... review lagi boleh ya?
Futari chan : futari-chan makasih atas sarannya... akan ai coba untuk mengurangi deskripsinya... nah untuk chap ini gimana? Apa masih sama aja?
Tapi futari-chan masih mau review kan?
Misha haruno : hikzs... ai selalu terharu kalo baca review dari misha-chan... makasih ya... ini ai udah lanjut lagi... makasih banget ya...
Mau review lagi?
Guest : ne... semangat juga...
Qnantazefanya : hehehehehe... iya... soalnya ai pengen mereka saling kenal aja dulu dan SN momentny jangan langsung banyak dulu...
Review lagi mau ya?
Dark blue : sedang ai usahakan untuk memperbanyak SN momentnya... dan maaf banget ai baru update sekarang...
Tapi, masih mau review lagi kan?
Yurika46 : ne... makasih banget... ini ai udah lanjut...
Ai tunggu reviewnya lagi ya
Calico the3colors : hohohohoho... ga kok... masih banyak author senpai yang lebih bagus gaya ceritanya dari pada ai... ai masih pemula kok... hehehehe... aduh jangan cekek ai...
Ok... mau review lagi?
Kitsune riku11 : ini ai udah update ficnya... gomen ne kalo telat... hikzs...
Review lagi mau ya?
Zaladevita : eh? Jangan panggil senpai... panggil aja ai... ok? Biar deket gitu... *plak*
Ini ai udah lanjut...
Review lagi lho... heheheeh
Misha haruno : hikzs... gomen ne baru bisa update sekarang... ada banyak hal yang membuat ai jadi telat updatenya... tapi ini udah update kok...
Misha-chan masih mau baca kan? Review lagi ya...
Yang terakhir...
Ai ucapkan maaf yang sebesar-besarnya jika fic ini updatenya lama benget
Ai juga mau ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya untuk minnatachi yang masih menantikan fic ini... sangkyu ne
Akhir kata...
REVIEW YA...
