Crystallized Tears


Gadis kecil dengan sepatu bot itu keluar dari dalam mercusuar. Hujan salju sudah berhenti, menimbun jalan dan ceruk-ceruk tetumbuhan dengan serutan es berwarna putih. Dalam sorot lampu mercusuar yang berotasi, salju itu seperti lampu-lampu kecil berkerlap-kerlip.

Namanya Hanji. Gadis kecil bermantel tebal yang sekarang sedang mengagumi ciptaan Tuhan. Jari telunjuknya membuat tanda pada udara, menggambar sketsa, lalu maju menerjang salju.

Lapangan itu dikitari. Kaki menjejak kuat-kuat dan dalam-dalam. Lalu dia mulai bergerak susah payah menerobos dinding salju di sekeliling kakinya. Kanan, kiri, belok, loncat, lurus. Tiga-empat kali dia harus tersungkur karena massa salju lebih kokoh dibanding kakinya yang dingin. Tapi tak apa. Ini adalah janjinya. Pada seorang anak kurus yang dia temui di bawah salju, yang jejak kaki kecil mereka saling tumpang-tindih dan tangan sama-sama bertaut. Yang berjalan bersama ke mercusuar ini dan bercerita banyak hal. Tentang kesukaan, cita-cita, dan harapan. Tentang waktu hidup si anak lelaki yang tak lama lagi. Ketika pada akhirnya segala kehangatan itu terempas laiknya badai, Hanji menatap laut sendirian.

Kuap putih meluncur saat dia bernapas terengah, menciptakan ilusi asap kereta api. Dia makin giat membuat galian salju tanpa takut membeku—

Lalu berhenti. Langit mengirim keping es lagi, kali ini seserpih demi seserpih yang kecil dan rapuh. Segi delapan yang langsung mencair di telapak tangannya. Halus dan lembut. Sama seperti doanya waktu menatap hasil karya dan mendesah bangga.

Tulisan 'Selamat Ulang Tahun Levi' tercipta dari ribuan jejak kakinya pada salju.

Hanji tengadah ke langit, seolah mencoba menembus dinding tebal awan musim dingin untuk melihat sosok kecil berambut hitam menatap dunia bersepuh perak dari tempatnya tinggal sekarang. Hanji tidak perlu tersenyum memaksa, tidak harus menyembunyikan tangis. Salju ini pasti kiriman Levi, membuat Hanji tenang, meluncur lurus dan berputar-putar, menghablurkan jejak airmata di pipinya. Salju ini pasti adalah serpihan hati Levi,

yang turun dan mencair bersama Hanji.


.

a/n: day 7: winter. makasih sudah membaca ^^