Chapter 2

Kepribadian Ganda

Naruto by Masashi Kishimoto

Story is Mine

[Hinata x Naruto x Shion x Sasuke]

Sad, Romance and Family

Warn : Typo, OOC, dll

_Chapter sebelumnya_

Pria itupun mengetikkan nomornya dengan cepat dihandphoneku dan dengan segera memulangkannya padaku. "jangan lupa besok kita bertemu di mall Y jam 1 siang," ucapnya seraya pergi meninggalkanku.

_ Malam harinya_

"aku benci..aku benci..aku benci banget sama pria itu," teriakku kesal sambil memukul-mukul boneka kelinciku. "hei, siapa yang kau benci?" ucap seseorang dari balik jendela kamarku. "bukan urusanmu Naruto, lagipula kau tak kenal dengannya dan satu hal lagi jangan pernah masuk kamar perempuan lewat jendela," ucapku dengan kesal dan memalingkan wajahku darinya. "Hinata-chan kenapa kamu tega sekali padaku ttebayo," rajuk Naruto dengan menggunakan puppy eyes andalannya. "Sudah-sudah sana keluar," ucapku sambil mendorongnya keluar dari pintu kamarku. Naruto adalah sahabatku dari kecil. Dia sudah sangat mengenal sifat-sifatku dan sangat sulit bagiku untuk berbohong padanya. Sempat terpikir olehku untuk menceritakan ke Naruto tentang cowok menyebalkan yang menjadi partnerku dalam pemotretan hari ini, namun aku lebih memilih untuk merahasiakannya dari Naruto. "Dia akan mengamuk jika tahu aku dihina oleh cowok itu," gumamku pelan sambil melihat layar handphoneku. "Uchiha Sasuke..pacar pertamaku huh? Meskipun hanya pacar bohongan tapi rasanya..ah sudahlah." Akupun memilih untuk mengistirahatkan tubuhku berhubung besok hari liburku.

-Naruto Pov-

Aku kembali ke rumahku setelah diusir oleh Hinata. Kumasuki kamarku yang terletak dilantai dua, lelah sekali rasanya menaiki tangga ya.. itulah sebabnya aku lebih memilih memasuki kamar Hinata dengan menggunakan jendela di bandingkan pintu. "Siapa pria yang dimaksud Hinata ya, setauku hanya aku saja sahabat pria yang dia miliki," pikirku sambil membaringkan diri di tempat tidurku yang empuk. "Pokoknya aku harus menyelidikinya, Hinata tidak boleh dekat dengan pria lain selain diriku," ucapku sambil bangkit dari tempat tidur. Aku berjalan mendekati meja belajarku. Kubuka laci untuk mengambil sebingkai foto. "Shion aku pasti akan membahagiakan Hinata," gumamku pelan sambil memeluk foto wanita berambut pirang itu. Hyuuga Shion.

_Pagi harinya_

Tepat pukul 7 dipagi hari sebuah handphone cantik yang tersimpan diatas meja berdering atau lebih tepatnya sudah 10 kali berdering namun masih tetap diabaikan oleh gadis cantik bersurai pirang yang merupakan pemiliknya. Gadis itu masih terus terlelap dalam mimpi indahnya hingga akhirnya pintu kamarnya dibuka oleh wanita paruh baya yang merupakan ibunya. Wanita tersebut mengamati putrinya sambil menggelengkan kepalanya sebentar. Ia pun menarik selimut tebal yang menyelimuti tubuh gadis bersurai pirang tersebut. Tak lupa Ia membuka jendela kamar dengan lebar untuk membiarkan sinar matahari menyeruak kedalam kamar gadis tersebut. Tak berselang lama gadis tersebut terbangun.

-Hinata Pov-

Aku mengusap mataku sekilas karena terusik oleh cahaya matahari yang memasuki jendela kamarku. "Sayang ayo bangun dari tadi handphonemu berdering terus," ucap ibu sambil membelai rambutku dengan lembut. "Biarkan saja Bu, hari ini aku libur kok seharusnya tidak ada kerjaan," ucapku malas sambil berusaha untuk tertidur lagi. "Kalau begitu cepatlah mandi dan bersiap, ada teman yang mengunjungimu dibawah." Ibupun berjalan keluar dari kamarku dan memberiku kesempatan untuk merapikan diri. Dengan malas akupun menuju kamar mandi untuk melakukan ritual pagi. Setelah selesai merapikan diri, aku langsung menuju ke ruang tamu untuk menemui teman yang berkunjung. "Akan kupukul kau Naruto, bisa-bisanya mengganggu tidurku dihari libur yang susah payah kudapatkan,"gumamku sambil menuruni tangga menuju ruang tamu. "Sayang sekali aku bukan orang yang kamu kenal Shion-san," ucap pria yang sedang duduk di ruang tamu tersebut. Kuamati pria itu sebentar.. rambut raven, mata hitam, kulit putih dan wajah yang tampan..hei tunggu itu sama sekali bukan ciri fisik dari Naruto sahabatku. "Kauu…Uchiha-san apa yang kau lakukan dirumahku?" jeritku setelah menyadari siapa sosok yang sedang duduk diruang tamu itu. Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearahku. "Bisakah kamu tidak teriak? Kita bicarakan baik-baik di luar," bisiknya. Jarak kami cukup dekat untukku bisa merasakan hembusan nafasnya di telingaku, seketika wajahku memerah. Aku hanya menganggukan kepalaku dan mengikuti keinginan pria tersebut. "Tante, saya ajak Shion jalan-jalan sebentar ya?" Ucap pria itu dengan lembut kepada ibuku. "Are..baiklah jangan terlalu lama setelah itu kita sarapan bersama," balas ibuku. Kamipun mengangguk dan keluar dari rumahku menuju taman. "Uchiha-san, kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kamu bisa ada di rumahku?" ucapku untuk memecah keheningan disepanjang perjalanan kami menuju taman. "Awalnya aku berencana untuk mengajakmu olahraga pagi, tapi kamu tidak menjawab teleponku lalu aku menghubungi manajermu dan meminta alamat rumahmu," balasnya tanpa sedikitpun menatap wajahku. "Oh gitu, untuk apa kamu melakukan hal merepotkan seperti itu? Bukannya seharusnya kita bertemu siang ini?" balasku lagi. Pria itu tiba-tiba berhenti lalu menatapku dengan tatapan tajamnya. "Hnn..merepotkan? apa kamu sudah lupa dengan kejadian kemarin? Ingat nona waktu kita Cuma dua minggu, aku sengaja memindahkan jadwalku pagi ini untuk menemuimu lebih cepat," tegasnya seakan menyuruhku untuk segera tersadar atas kebodohanku kemarin. "Ah, benar..maaf," balasku sambil memalingkan wajahku dari tatapan tajamnya, sungguh tatapan itu membuatku takut dan tak berdaya. "Hnn..satu lagi," Ucapnya sambil melanjutkan perjalanan kami menuju taman. "Apa?" "Status kita sekarang adalah berpacaran, sungguh aneh jika kamu terus memanggil margaku," ucapnya sambil tetap memandang lurus kedepan. "lalu?" "Sasuke, panggil aku Sasuke." Entah kenapa jantungku tiba-tiba menghangat mendengar permintaan pria itu. Seulas senyum kecil terukir diwajahku. "Baiklah Sasuke-kun," gumamku dalam hati.

-Naruto Pov-

Bruukk..sakit kurasakan di seluruh tubuhku karena terjatuh dari tempat tidurku."Ittai..kenapa aku harus terbangun ketika lagi seru-serunya bermimpi sih ttebayo," gumamku sambil mengusap-usap kepalaku berharap tidak ada gumpalan bernama benjol menghiasi diantara surai pirangku. Ku lirik jam yang terletak tepat disampingku, sepertinya aku tak sengaja untuk menjatuhkannya juga. "apa? sudah jam 11? Aku kesiangan ttebayo," panikku sambil mengacak-acak surai pirangku yang memang sudah acak-acakan. Aku langsung berlari menuju kamar mandi untuk merapikan diri sebelum berkunjung ke rumah Hinata. 15 menit kemudian aku sudah selesai berpakaian. Aku langsung melesat menuju kamar Hinata namun kamar itu kosong tak berpenghuni. "kemana Hinata-chan? apa dia sedang nonton drama di bawah ya?" gumamku. Aku lalu melesat turun ke ruang keluarga untuk mencari Hinata. "Are..Naruto apa kamu mencari Hinata?" ucap wanita paruh baya. "iya tante, Hinata-chan kemana ya?" balasku sambil celingak celinguk mencari keberadaan Hinata. "Dia baru saja pergi lagi dengan seorang pria berambut raven," jawab wanita itu sambil tersenyum. "oh gitu ya tante..baiklah aku pamit dulu," balasku kemudian berjalan menuju pintu keluar. Tunggu, dengan cepat aku membalikkan badan menghadap wanita itu. "Apa? Hinata-chan pergi dengan seorang pria? Berdua saja? Itu tidak mungkin ttebayo," jeritku. "Ara ara…"

TBC

Hai reader semua.. pertama-tama kuucapkan salam kenal ya. Maaf baru kenalan di chapter 2 ini haha. Aku author pemula di sini, awalnya aku sempat ragu untuk publish ceritaku karena biasanya aku cuma simpan di laptop dan cuma dibaca sama orang-orang terdekat saja. Aku sempat kurang pede sama penulisanku dan juga takut dianggap kurang menarik ceritanya. Tapi melihat ada yang merespon dan mendukungku untuk melanjutkan cerita di chapter 1 kemarin, aku jadi makin termotivasi. Terima kasih ya. Jika ada pertanyaan mengenai chapter ini silahkan tulis di review. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Balasan review :

Siiuchild : hai salam kenal, makasih ya sudah review. Mengenai pairing harus tunggu terus kelanjutan ceritanya ya hehe. Tapi di chapter ini banyak momen sasushion ups atau sasuhina ya? Semoga suka .

Salsabilla12 : hai salam kenal makasih ya sudah review. Mengenai Shion nanti akan ada penjelasannya di chapter mendatang. Mungkin awal-awal akan bingung sama tokoh utama wanita. Apakah dia Hinata atau Shion, kamu bisa tebak? Aku pilih nama Shion karena dia cukup mirip dengan Hinata.

Clareon : hai salam kenal, makasih sudah review. Jawaban mengenai pairing harus tunggu chapter-chapter berikutnya hehe biar penasaran