Kepribadian Ganda
Naruto by Masashi Kishimoto
Story is Mine
[Hinata x Naruto x Shion x Sasuke]
Sad, Romance and Family
Warn : Typo, OOC, dll
_Chapter sebelumnya_
"Dia baru saja pergi lagi dengan seorang pria berambut raven," jawab wanita itu sambil tersenyum. "oh gitu ya tante..baiklah aku pamit dulu," balasku kemudian berjalan menuju pintu keluar. Tunggu, dengan cepat aku membalikkan badan menghadap wanita itu. "Apa? Hinata-chan pergi dengan seorang pria? Berdua saja? Itu tidak mungkin ttebayo," jeritku. "Ara ara…"
-Hinata Pov-
Kini aku dan Sasuke sedang dalam perjalanan menuju mall Y setelah sarapan bersama di rumahku tadi pagi. Aku duduk manis memandang keluar jendela mobil Sasuke sementara dia masih fokus mengemudikan mobil ini. Aku merasa canggung sekali dalam keadaan seperti ini. Sempat terlintas kejadian memalukan di taman beberapa jam yang lalu. Kejadian dimana Sasuke mengajakku untuk bersepeda mengelilingi taman. Mungkin bagi sebagian wanita bersepeda bersama pacar ditaman merupakan hal yang romantis, namun tidak bagiku. Aku sama sekali tidak bisa mengendarai sepeda. Jangan kalian pikir aku tidak berusaha untuk menolak ajakan Sasuke. Sungguh berkali-kali aku sudah menolaknya tapi Sasuke tetap bersikeras untuk bersepeda dengan alasan kesehatan dan juga alasan lainnya. Akhirnya akupun termenung menatap sepeda tersebut sementara Sasuke bersepeda mengelilingi taman. Hingga 5 menit kemudian Sasuke berhenti dari aktivitasnya bersepeda dan menghampiriku yang masih menatap sepeda yang disewakan Sasuke untukku. Dengan berat hati akupun akhirnya mengakui ketidakmampuanku untuk bersepeda. Dan kalian tau apa tanggapan Sasuke? Ya tentu kalian mengira dia akan tertawa terbahak-bahak bukan? Sayang sekali kalian salah. Sasuke tidak menertawakanku tapi dia malah membantuku dan mengajariku bersepeda. Hingga akhirnya 2 jam ditaman kami habiskan untuk belajar bersepeda. "Aku tidak menyangka kalau kamu masih belum berhasil juga untuk bersepeda," ucap Sasuke membuyarkan lamunanku. Akupun menatap dirinya sekilas lalu kembali memperhatikan jalanan melalui jendela mobil. "Ya silahkan jika kamu mau menertawakanku," balasku tanpa memandang lawan bicaraku itu. Jujur aku kesal dengan perkataannya yang seakan memojokkanku. "Hnn.. berarti aku harus menemanimu latihan bersepeda setiap pagi hingga kamu bisa," "Apaa?" teriakku sambil menatap wajah pria menyebalkan yang merupakan pacarku itu.
_Kamar Hinata jam 1 siang_
Terlihat seorang pria bersurai pirang berbaring di tempat tidur milik gadis yang merupakan sahabat kecilnya. Sesekali ia berguling kekanan atau kekiri dengan raut wajah cemas. "Hinata-chan kamu kemana ttebayo?" ucapnya lemah sambil memandang langit-langit kamar gadis itu. "Padahal kamu sudah janji untuk menghabiskan hari liburmu bersamaku," ucap pria itu lagi. "tidak bisa begini ttebayo, aku akan mencari Hinata dan menyelidiki dengan siapa dia pergi,"gumamnya lagi dengan penuh semangat. Pria itu kemudian bangkit dari tempat tidur dan keluar melalui jendela kamar sahabatnya itu untuk menuju kamarnya. "Kamu berhutang penjelasan padaku Hinata-chan," gumamnya lagi sambil menyiapkan diri untuk menuju suatu mall. Siapa sangka ternyata mall yang akan di tuju oleh pria itu merupakan mall yang sama dengan mall dimana sahabat perempuannya itu berada.
_Mall Y jam 1.30 siang_
Setelah tiba di mall Y kami berjalan-jalan sebentar dan berbelanja atau lebih tepatnya aku menemani Sasuke untuk membeli hadiah ulang tahun untuk kakak prianya. Sebenarnya aku sedikit bingung dengan pacarku yang satu ini. Menurutku kado yang tepat untuk di berikan ke kakak pria adalah kemeja, sepatu, jam tangan atau ikat pinggang tapi tak satupun dari barang-barang itu yang dibeli oleh Sasuke. Dia lebih memilih membeli kaca mata hitam sebagai hadiah. Sungguh aku tidak mengerti pola pikir pria itu. Setelah selesai membeli hadiah aneh tersebut, kamipun berjalan menuju restoran sushi terkenal di mall ini. Dan disinilah kami sekarang duduk sambil melihat menu yang akan kami pilih nantinya. "Hnn..ini merepotkan, kami pesan makanan dan minuman paling enak yang ada di restoran ini," ucap pria itu sambil mengembalikan buku menu ke pelayan. Padahal belum ada 2 menit kami melihat buku menu itu. "Masing-masing dua ya," ucapnya lagi sambil menarik buku menu yang sedang ku baca lalu menyerahkannya ke pelayan tersebut. "Baiklah tuan 2 makanan dan minuman favorit di restoran ini akan kami sajikan, harap tunggu sebentar permisi," balas pelayan itu ramah kemudian berlalu dari hadapan kami. "Hei, kenapa seenaknya menentukan apa yang aku makan," ucapku kesal. "Kita tak punya banyak waktu untuk hal merepotkan seperti itu," balasnya. "huh? Merepotkan?" gumamku sambil memalingkan wajahku dari pria yang duduk di hadapanku ini. Sasuke menatapku sekilas lalu berkata," sampai kapan kamu akan menggunakan topi dan masker seperti itu? Kita akan makan." "Kau sadar kan kalau kita artis? Jalan berdua, makan berdua, jika aku tidak pakai barang-barang ini kita akan muncul di berita gosip esok hari," balasku kesal. "Aku tak peduli jika kita digosipkan, bukannya itu akan membantu menaikkan ratingmu? Aku tak keberatan membantumu," balasnya. "Kau…," ucapku terputus karena melihat pelayan datang menghampiri kami dengan membawakan pesanan kami. Dengan telaten pelayan itu menghidangkan pesanan kami lalu kembali pergi setelah selesai. "Ayo makan," ucap Sasuke kemudian melahap pesanan yang ada di meja kami.
-Naruto Pov-
Aku berkeliling mall Y cukup lama sambil mencari keberadaan Hinata yang tak kunjung ku temukan. Hingga akhirnya perutku keroncongan. "Aku lapar ttebayo," ucapku sambil mengusap perutku yang belum diisi apapun dari pagi hari. Akupun memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil mengisi perutku yang sudah bernyanyi ini. Tak butuh waktu lama akupun tiba di restoran sushi terkenal. "Aku pesan ramen jumbonya satu dan ocha hangatnya satu ttebayo," ucapku semangat. " Baik tuan tunggu sebentar ya," balas pelayan restoran itu dengan ramah. Akupun langsung membuka handphoneku berharap ada balasan dari Hinata namun hasilnya nihil. Dengan lemas akupun beralih dari line menuju aplikasi games ninja kyuubi, tak ada salahnya untuk bermain sebentar sambil menunggu pesananku tiba.
-Hinata Pov-
Lagi-lagi aku hanya menatap makanan yang tersaji dimejaku tanpa menyentuhnya sama sekali. Sasuke menghentikan kegiatan makannya melihat aku yang tak kunjung menyantap makananku. "Kenapa tidak dimakan?" tanyanya. "tidak apa." "Diet?" tanyanya lagi. "tidak..a..aku tidak lapar," balasku. Kruyuuuuuuukk, seperti enggan untuk berkerja sama perutku malah berbunyi. "haha..kalau lapar makanlah, tak usah gengsi gitu,"balasnya sambil melanjutkan makannya. "tidak bukan …" ucapku ragu. Sasuke terdiam sejenak sambil mengamati makanannya. "Jangan-jangan kamu alergi gurita?" tebaknya. Entah bagaimana caranya dia bisa tau alasan sebenarnya kenapa aku tidak memakan makanan itu. Ya aku alergi terhadap gurita, jika aku makan itu aku bisa gatal-gatal seminggu. "Kenapa tidak bilang?" Ucapnya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya kemudian menaruhnya diatas meja. "Kita pergi dari sini," ucapnya sambil menarik tanganku. Aku pun hanya pasrah mengikutinya kami berjalan keluar dari restoran. Sekilas aku melihat pemuda pirang duduk sambil bermain ninja kyuubi. "Dia bermain permainan yang sama dengan Naruto, kenapa aku jadi teringat Naruto," gumamku dalam hati.
TBC
Hai jumpa lagi dengan Bani hehe. Apa kabar reader semua? Tak terasa ya liburan sudah habis hiks. Tapi tenang Bani akan tetap menemani kalian dengan fanfiction Kepribadian Ganda ini, aku harap kalian tetap setia juga ya membaca cerita ini sampai akhir haha kan tanggung tuh kalau bacanya hanya sampai disini. Oh ya untuk masalah pairing sebenarnya author belum memutuskan pairing final, jadi pairing masih bisa berubah sewaktu-waktu. Dukung terus pair favorit kalian ya~.Sampai jumpa di chapter berikutnya.
Balasan review:
Da Discabil Worm N.A : wah terima kasih atas reviewmu ya, sangat super sekali..author jadi terharu. Makasih banget atas dukungannya, author akan berusaha untuk meningkatkan terus penulisan dan juga ceritanya agar semakin menarik buat para reader semua ya meskipun nilai Bahasa indoku pas-pasan hahaha. Tetap dukung aku terus ya~
Salsabilla12 : makasih salsabilla-san yang masih setia untuk membaca dan mereview FF author ini. Jangan bosan-bosan ya untuk terus mampir dan membaca ceritaku hehe
dimpleryeong : haii terima kasih sudah review. Wah kamu perhatian sekali ya memang chapter kemarin sedikit lebih pendek dari chapter pertama karena momennya lagi pas untuk di cut hahaha. Mengenai Hinata yang menggunakan nama Shion itu secara garis besar karena Shion adalah kakak Hinata, mengenai alasan lebih lengkapnya author akan membahas masa lalu Hinata-Shion-Naruto secara mendetail di chapter berikutnya tunggu terus kelanjutannya ya.
