Kepribadian Ganda

Naruto by Masashi Kishimoto

Story is Mine

[Hinata x Naruto x Shion x Sasuke]

Sad, Romance and Family

Warn : Typo, OOC, dll

_Chapter sebelumnya_

"Jangan-jangan kamu alergi gurita?" tebaknya. Entah bagaimana caranya dia bisa tau alasan sebenarnya kenapa aku tidak memakan makanan itu. Ya aku alergi terhadap gurita, jika aku makan itu aku bisa gatal-gatal seminggu. "Kenapa tidak bilang?" Ucapnya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya kemudian menaruhnya diatas meja. "Kita pergi dari sini," ucapnya sambil menarik tanganku. Aku pun hanya pasrah mengikutinya kami berjalan keluar dari restoran. Sekilas aku melihat pemuda pirang duduk sambil bermain ninja kyuubi. "Dia bermain permainan yang sama dengan Naruto, kenapa aku jadi teringat Naruto," gumamku dalam hati.

Kini kami berjalan menuju parkiran mobil tempat dimana Sasuke memarkirkan mobilnya. Rasa lapar ini membuatku semakin kesal dengan ulah si bungsu Uchiha. Kenapa dia malah seenaknya mengajakku keluar dari restoran itu padahal aku bisa saja pesan menu lain yang tidak ada guritanya. Tak berselang lama kamipun masuk kedalam mobil.

"ini makanlah," Ucap Sasuke sambil memberikanku sebungkus roti.

Tak kusangka masih ada sisi baik yang dia berikan padaku. Aku lalu menerima roti tersebut ya setidaknya bisa mengurangi rasa laparku. Ku belah roti tersebut menjadi dua bagian untuk melihat isinya. Sasuke melirikku sekilas lalu kembali fokus mengendarai mobil menuju tempat kakaknya bekerja untuk menyerahkan hadiah yang baru saja dibelinya tadi. Ternyata roti yang diberikan oleh Sasuke adalah roti isi coklat yang tidak kusukai. Enggan untuk ku makan, roti itu ku abaikan begitu saja.

"Kenapa tidak dimakan?" tanya Sasuke. "Astaga jangan bilang kalau kau juga tidak bisa makan roti?" sambungnya lagi.

"Hmm..aku benci coklat,"balasku pelan.

Aku melirik Sasuke sekilas untuk melihat bagaimana expresi wajahnya. 5 menit kemudian setelah aku merasa aman dari amukan Sasuke, ku beranikan diri untuk membuka suara menghilangkan kesunyian.

"huh, padahal tadi aku bisa saja pesan ramen kalau kita tidak keluar," gumamku dengan nada sedatar mungkin sambil terus memperhatikan jalanan.

Ckiiiiiiitttt… Sasuke langsung memberhentikan mobilnya dan bergegas keluar dari mobil. Dengan kebingungan dan rasa kaget yang memuncak aku bertanya, "hei mau kemana?" Sasuke tak menjawab pertanyaanku dan memasuki minimart yang terletak di pinggir jalan tersebut. Karena malas untuk turun maka aku memutuskan untuk tetap menunggu di mobil Sasuke. Ku teliti lebih dalam lagi mobil tersebut, rapi, bersih dan wangi. Aku penasaran dengan merek pengharum mobil Sasuke ini, ehm berat untuk mengakuinya tapi aku sangat mengukai wanginya yang harum, nyaman dan menenangkan. Ku ambil botol pengharum mobil tersebut dan kucari mereknya. Namun belum berhasil kutemukan mereknya, Sasuke sudah kembali kemobil. Dengan cepat ku kembalikan botol tersebut ketempatnya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

"ini, makanlah,"ucap Sasuke sambil memberikanku satu cup ramen instan.

"eh? Ramen? Jadi kamu ke minimart tadi hanya untuk beli ramen?"ucapku setengah tidak percaya sambil menerima ramen tersebut.

Kulirik Sasuke sekilas karena ia tak kunjung merespon pertanyaanku. "haha sepertinya dia malu, huh dasar tsundere," gumamku dalam hati.

_Rumah Sakit Konoha_

Setelah perjalanan yang cukup jauh akhirnya kami sampai di rumah sakit konoha tempat dimana Uchiha Itachi atau kakak Sasuke bekerja. Kami menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan pribadi Itachi. Aku memang sudah mengetahui banyak hal mengenai Sasuke karena aku fansnya tapi aku masih belum mengetahui alasan kenapa Sasuke tidak ikut menjadi dokter seperti ayah dan kakaknya. Sebaliknya dia malah memilih kuliah di jurusan marketing communication yang tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan alam. Oh ya sepertinya aku belum memberitahu kalian kalau Sasuke usianya lebih tua 4 tahun dariku makanya aku sudah menjadi fansnya jauh sebelum aku menjadi artis.

Tok tok.."Itachi kau didalam?" ucap Sasuke sambil membuka pintu ruang Itachi.

"Oh Sasuke masuklah, ada keperluan apa? tumben sekali kamu mengunjungiku disini?"balas Itachi sambil tersenyum kemudian melirikku sekilas. "..dan membawa pacar?" lanjut Itachi lagi.

Wajahku seketika memanas ketika mendengar pernyataan Itachi tersebut.

"ya dia pacarku kenalkan namanya Shion," balas Sasuke dengan datar.

"Ah, halo Itachi-san salam kenal," ucapku terbata-bata karena saking gugupnya.

"Salam kenal Shion-chan, wah manisnya kau beruntung Sasuke,"balas Itachi lagi.

Akupun semakin grogi karena pujian Itachi ah bisa-bisa aku jatuh cinta sama Itachi, dia benar-benar tipe cowok ideal idamanku banget.

"Baka aniki jangan memujinya terus, dia tidak sebagus itu oh ya ini untukmu," ucap Sasuke sambil meletakkan kotak kado diatas meja Itachi kemudian pergi menuju pintu keluar. "Aku ke toilet dulu," ucapnya lagi sambil pergi meninggalkanku berdua dengan Itachi.

"Duduk saja Shion-chan tidak usah sungkan,"ucap Itachi dengan ramah.

"Ba..Baik.." akupun duduk berhadapan dengan Itachi, ku lihat Itachi mengambil kado tersebut dan berniat membukanya.

"I..itu kado ulang tahun dari Sasuke-kun, dia memilihkannya untukmu sebenarnya aku bingung kenapa dia membeli hadiah itu hm semoga Itachi-san suka," ucapku.

"Wah anak itu masih saja memberiku hadiah ulang tahun," balas Itachi sambil membuka hadiah tersebut. "Kacamata? Dia benar-benar..,"ucap Itachi.

"Sudah ku duga itu hadiah yang aneh kan? Gomen Itachi-san," potongku kebingungan.

"Ah tidak..justru hadiah ini yang ku butuhkan," balas Itachi sambil tersenyum.

"hmm?"

"Jadi gini, aku selalu bermasalah dengan sinar matahari ketika mengendarai mobil hingga beberapa hari yang lalu aku hampir saja kecelakaan nah dengan kacamata ini aku tidak akan bermasalah dengan sinar matahari lagi," jelasnya.

"oh gitu..,"

"Sasuke memang suka berkata kasar dan bersikap cuek seolah dia tak peduli tapi sebenarnya dia manis dan perhatian kok, Shion-chan jaga Sasuke baik-baik ya,"ucap Itachi sambil tersenyum ke arahku.

"ehh.."

Tok..tok..tok.. cekleeek. Kulihat Sasuke muncul dari balik pintu, sungguh dia datang disaat yang tepat. Entah dia itu punya indra keenam atau gimana yang jelas aku sungguh tertolong kali ini. Ingin rasanya kupeluk Sasuke dan kuucapkan terima kasih. Tapi tenang aku masih waras kok jadi semua itu tak ku lakukan.

"Sepertinya kami harus pulang dulu Itachi, tidak sepertimu yang harus kerja 24 jam," ucap Sasuke.

"Baiklah hati-hati dijalan, tenang saja hari ini aku pulang ke rumah kok Sasuke," balasnya.

"kami pulang dulu Itachi-san sampai jumpa,"pamitku kemudian keluar dari ruangan itu bersama Sasuke.

Aku dan Sasuke lalu kembali menuju mobil. Kami tak membicarakan apapun sepanjang perjalanan menuju mobil. Ya sebenarnya karena aku masih memikirkan kata-kata Itachi. Jika dipikir-pikir Sasuke memang selalu berkata kasar dan juga cuek tapi jika melihat sikapnya hari ini ternyata dia perhatian juga, apa benar aku harus merasa beruntung bisa menjadi pacarnya ya. "Astaga Hinata kamu tidak boleh terpesona dan tertipu oleh Uchiha ini," gumamku dalam hati sambil menggelengkan kepalaku sekilas. Setelah sampai di mobil, kami segera melesat menuju rumahku. Aku masih tidak percaya bahwa Sasuke benar-benar menepati janjinya pada ibuku untuk memulangkanku sebelum jam makan malam. Tak terasa kamipun tiba di depan halaman rumahku.

"terima kasih karena sudah mengantarku pulang," ucapku sambil bergegas untuk membuka pintu mobil.

"tunggu, ini untukmu.." balas Sasuke sambil memberikan sebuah bungkusan kepadaku.

"Apa ini?"

"Pengharum ruangan, aromanya sama seperti pengharum mobilku ini tapi itu khusus ruangan," jelasnya.

Aku terdiam sebentar. Otakku masih berusaha mencerna situasi yang terjadi. Jika Sasuke memberikan pengharum itu artinya dia melihat tindakan bodohku tadi. Aku tak menyangka bahwa Sasuke menyadari kalau aku menyukai pengharum mobilnya. Sungguh memalukan.

"Selamat malam,sampai jumpa besok," ucap Sasuke sambil mengusap poniku pelan.

Aku hanya terpaku melihat apa yang dilakukan Sasuke. Aku dapat merasakan bahwa wajahku memanas. Tidak aku tidak boleh begini. Dengan cepat aku berlari masuk kedalam rumahku, aku tak peduli jika Sasuke menganggapku tidak sopan karena langsung meninggalkannya toh dia juga pasti akan langsung kembali pulang ke rumahnya. Yang jelas aku tak ingin dia melihatku berdebar seperti ini. "oh tidak..aku tidak mungkin jatuh cinta padanya kan?" gumamku dalam hati.

.

Pagi ini Sasuke benar-benar datang ke rumahku tentu saja kalau kalian belum lupa dengan janjinya untuk mengajakku bersepeda di pagi hari. Sungguh tak kusangka dia datang jam 3 pagi. Kini setengah mengantuk aku berlatih mengendarai sepeda. Ini benar-benar penyiksaan. Berkali-kali aku terjatuh, hei bukan karena aku payah bersepeda tapi sungguh aku masih mengantuk.

"Istirahatlah dulu sebentar, aku belikan minuman,"ucap Sasuke sambil meninggalkanku di kursi taman.

"Dia benar-benar aneh, kenapa harus olahraga sepagi ini. Taman ini saja masih sepi," gumamku kesal.

Sambil menunggu Sasuke membawakan minuman, terlintaslah satu ide jahil didalam pikiranku agar aku bisa pulang. Ya aku akan pura-pura tidur dengan begitu Sasuke akan menyerah mengajariku bersepeda dan pasti dia akan memulangkanku. Sungguh aku harus berterima kasih pada ibuku yang menurunkan kepintarannya padaku. Dengan cepat ku laksanakan rencana pintarku. Kupenjamkan mataku dan kuatur irama napasku agar terlihat seperti orang tidur. Sungguh berakting seperti ini sudah biasa bagiku. Tak berselang lama aku mendengar suara langkah kaki mendekat. Tentu itu pasti Sasuke, tenang aku harus tenang.

"Shion? Kau tertidur?" ucap Sasuke sambil mengguncangkan bahuku pelan.

"Ngg..,"

"Kenapa tertidur disini," ucap Sasuke sambilo menghela napas.

Yes sudah kupastikan aktingku ini berhasil menipunya. Yuhuu kasurku yang empuk bersabarlah aku akan segera pulang. "Ayo cepat Sasuke antar aku pulang," gumamku dalam hati. Kurasa hampir 10 menit tak ada pergerakan dari Sasuke, tunggu apa jangan-jangan dia juga tertidur?

"Cantik, jika diam seperti itu kamu terlihat sangat cantik," ucap Sasuke.

Loh? Aku tidak salah dengar kan? Ini benar-benar pertama kalinya Sasuke memujiku. Apa mungkin ada hantu di pagi hari, jangan-jangan Sasuke kesurupan. Apa aku harus mengakhiri aktingku sekarang juga?

"Maafkan aku," ucap Sasuke pelan.

Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang dibicarakan oleh Sasuke dan apa maksud permintaan maafnya. Tak berselang lama aku merasakan sesuatu yang lembut dan manis menyentuh bibirku. Ya cukup lama. Tunggu ada apa ini? Dan apa yang menyentuh bibirku? Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi akhirnya ku beranikan diri untuk membuka mataku. Astaga…ternyata sesuatu itu..bibir Sasuke? Ya benar, kami sekarang sedang berciuman.

TBC

Haii semua masih setiakan membaca FFku ini? Oh ya Bani mau ngucapin happy belated birthday buat Sasuke yuhuu. Untuk merayakannya makanya chapter kali ini sengaja Bani banyakin Sasukenya + lebih panjang dari biasanya. Aku harap kalian suka. Satu lagi pesanku, jika kalian punya kritik, saran atau apapun juga silahkan tinggalkan jejak di review yaa. Sampai jumpa di chapter berikutnya.

Balasan review:

Salsabilla12 : makasih masih setia baca dan review ya sungguh Bani terharu hahaha ya namanya juga lihat dari belakang jadi takut salah orang deh Hinatanya ~