Kepribadian Ganda

Naruto by Masashi Kishimoto

Story is Mine

[Hinata x Naruto x Shion x Sasuke]

Sad, Romance and Family

Warn : Typo, OOC, dll

_Chapter sebelumnya_

"Cantik, jika diam seperti itu kamu terlihat sangat cantik," ucap Sasuke.

Loh? Aku tidak salah dengar kan? Ini benar-benar pertama kalinya Sasuke memujiku. Apa mungkin ada hantu di pagi hari, jangan-jangan Sasuke kesurupan. Apa aku harus mengakhiri aktingku sekarang juga?

"Maafkan aku," ucap Sasuke pelan

Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang dibicarakan oleh Sasuke dan apa maksud permintaan maafnya. Tak berselang lama aku merasakan sesuatu yang lembut dan manis menyentuh bibirku. Ya cukup lama. Tunggu ada apa ini? Dan apa yang menyentuh bibirku? Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi akhirnya ku beranikan diri untuk membuka mataku. Astaga…ternyata sesuatu itu..bibir Sasuke? Ya benar kami sekarang sedang berciuman?

Perlahan Sasuke mulai memberikan jarak dengan wajahku. Dengan kaget akupun berlari menjauhi Sasuke. "Oh Tuhan apa yang terjadi, ini tidak mungkin aku alami,"gumamku dalam hati. Aku pun berhenti sejenak untuk mengatur napasku yang tak beraturan. Namun tiba-tiba ada cahaya menyilaukan datang mendekati diriku. Perlahan aku membuka mataku dan kulihat sekelilingku. "Loh? Ini kan kamarku? Mana Sasuke?" Gumamku panik. Drrt..Drrtt…Ku lirik ponselku yang berdering dengan nama Sasuke tertera di layarnya. Dengan ragu akupun mengangkat telepon dari Sasuke.

"Halo?" ucapku dengan pelan.

"Kamu sudah bangun rupanya? Cepatlah keluar rumah. Aku sudah di depan rumahmu," balasnya.

"Eh? Tunggu kenapa kamu di depan rumahku?"

"Sudah jangan banyak tanya, cepatlah turun biar kita cepat belajar bersepedanya,"

"Eh? Tunggu..halo haloo..," ku lirik layar ponselku untuk memastikan bahwa aku masih tersambung dengan Sasuke. Namun kenyataannya Sasuke sudah menutup teleponnya. Ku lirik jam di layar ponselku. "Masih jam 3 pagi, huh apa dia sudah gila," gumamku pasrah. Dengan cepat aku mempersiapkan diri untuk pergi menemui Sasuke. Dalam hati aku bersyukur bahwa kejadian yang baru saja ku alami -hei tentu kalian tau maksudku kan- itu hanyalah mimpi saja.

Kini aku dan Sasuke sedang bersepeda atau lebih tepatnya Sasuke sedang mengajariku bersepeda. Sungguh lelah rasanya berkali-kali terjatuh. Kenapa bersepeda begitu susah sih? Tak berselang lama akupun menyerah, rasa mengantuk yang tinggi membuatku ingin cepat pulang dan melanjutkan mimpi indah ehm maksudku mimpi lainku yang indah.

"Istirahatlah dulu sebentar, aku belikan minuman,"ucap Sasuke sambil meninggalkanku di kursi taman.

"Dia benar-benar aneh, kenapa harus olahraga sepagi ini. Taman ini saja masih sepi," gumamku kesal. Tunggu rasanya aku seperti pernah mengalami hal ini. Ah ini benar-benar seperti di dalam mimpiku setelah ini harusnya aku tertidur dan Sasuke akan ehmm..ah tapi tidak mungkin itu kan hanya mimpi. Rasa penasaranku yang tingggi ini membuatku ingin mencoba melakukan hal yang ku lakukan dalam mimpiku, tentu ini hanya berdasarkan rasa penasaranku ya siapa tau aku dikaruniai kemampuan untuk melihat masa depan. Akupun pura-pura tertidur persis seperti yang kulakukan dalam mimpi. Tak berselang lama aku mendengar suara langkah kaki mendekat, ya tentu itu pasti Sasuke. Tunggu kenapa aku jadi deg-degan gini ya? Ayolaaah Hinata mimpi itu tidak akan jadi nyata kan?

"Shion? Kau tertidur?" ucap Sasuke sambil mengguncangkan bahuku pelan.

"Ngg..,"

"Kenapa tertidur disini," ucap Sasuke sambil menghela napas.

Oh tidak ini benar-benar sama seperti dimimpiku, apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus bangun sekarang untuk menghindari hal itu?

"Cantik, jika diam seperti itu kamu terlihat sangat cantik," ucap Sasuke.

"Tidak tunggu Sasuke…," ucapku sambil membuka mataku, aku sudah tidak tahan untuk berakting dan tentunya aku tidak terlalu ingin mimpiku itu menjadi nyata. Tapi sepertinya kenyataan tak sesuai dengan apa yang kubayangkan. Ku lihat Sasuke sedang berjongkok dihadapan seekor kucing.

"hmm? Kau kenapa?" Ucap Sasuke sambil menoleh kearahku.

"ah, kucing ini tadi mengikutiku dan dia tidak bisa diam, tapi pas sampai disini dia tiba-tiba diam, jadi terlihat manis dan cantik," jelas Sasuke lagi.

"Oh begitu yaa"

Sungguh aku tak mengerti apa yang aku rasakan entah kecewa atau lega tapi ya sudahlah aku tidak mau terlalu memusingkan hal itu.

_Di Sekolah_

"Hinata-chan tumben kamu masuk sekolah," ucap Naruto riang. Dengan cepat aku menutup mulut Naruto, sungguh bocah satu ini tidak tau kapan waktu yang tepat untuk memanggil namaku.

"Stttt..panggil aku Shion, jangan melakukan kesalahan," jelasku.

"Hinata, sampai kapan kamu menjadi Shion, kembalilah kedirimu yang dulu,"bisik Naruto pelan.

Aku hanya memejamkan mataku, sekilas kejadian 2 tahun lalu kembali memasuki ingatanku. Kejadian dimana aku membunuh Shion. Dengan cepat kubuka mataku kembali dan keringat sudah membanjiri diriku.

"Hina…"

"Stop Naruto, jangan bahas hal itu…" ucapku dingin sambil berlalu meninggalkan Naruto seorang diri.

Sekilas aku dapat mendengar Naruto berkata pelan,"Shion..maafkan aku."

_Agensi Y_

"Cukup, kalian istirahat dulu setengah jam lagi baru kita lanjut latihan dancenya," ucap Kurenai -pelatih dance kami-. Aku lega karena akhirnya kami diberikan waktu istirahat, perkataan Naruto di sekolah membuatku tidak fokus.

"Hei Shion-chan, yang fokus dong. Minggu depan kita mau comeback," ucap gadis berambut pink sambil memberikan handuk kecil padaku.

"Kalau begini sih bisa-bisa comeback kita ditunda," gumam gadis berambut pirang berkuncir satu.

"Tenang saja Haruno-san, Yamanaka-san, aku akan berusaha lebih fokus," balasku. Ku hapus keringat didahiku, Aku harus fokus ini bukan waktunya untuk memikirkan masa lalu. Aku harus bekerja dengan baik untuk menebus kesalahanku.

"Hei tidak usah terlalu formal gitulah, meskipun kamu paling muda tapi anggap saja kami sebagai temanmu, tidak usah sungkan," ucap gadis berambut pirang yang bernama Ino.

"Jika kamu ada masalah cerita aja sama kami seperti dulu Shion-chan," timpal gadis berambut pink bernama Sakura.

"Terima kasih Ya.. hmm Ino-san, Sakura-san..aku permisi dulu, aku mau mencari udara segar dulu," ucapku sambil berlalu dari hadapan kedua gadis itu. Ku langkahkan kakiku menuju taman belakang agensiku. Agensi yang sudah menemani karirku selama 2 tahun ah jika dihitung dari masa Shion mungkin lebih tepatnya 4 tahun. Ku pejamkan mataku dan merasakan angina lembut membelai wajahku. Perlahan kembali ku ingat kejadian 4 tahun lalu, hari dimana Shion berhasil lolos audisi di agensi ini.

_Flashback_

Normal Pov-

Seorang gadis bersurai pirang terlihat berlari dengan senyum yang melekat di bibirnya sambil membawa sepucuk surat. " Kaa-chan.. tou-chan.. aku berhasil," teriak gadis itu begitu memasuki rumahnya. Hyuuga Hiashi –ayah dari gadis itu- menghentikan acara membaca korannya untuk menoleh kearah putrinya yang baru saja berteriak.

"Ini tou-chan.. aku berhasil di terima di agensi Y" teriak gadis itu lagi dengan girangnya.

"Bagus, itu baru putri tou-san," balas Hiashi sambil membelai lembut surai pirang gadis itu.

"Iya dong tou-chan, aku tidak akan menjatuhkan nama baik ayah sebagai mantan aktor terkenal,"

"Haha..bisa saja putri tou-san yang satu ini,"

"Sudah dulu ya tou-chan, aku mau memberitau Nata-chan dulu," ucap gadis itu sambil berlari ke kamarnya yang ada di lantai 2.

"Hati-hati Shion-chan, dasar anak itu selalu saja heboh," ucap Ibunya smbil memberikan secangkir kopi pada suaminya.

"Nata-chan.. lihat ini aku berhasil menjadi trainee di agensi yang sama dengan Sasukemu loh,"goda gadis bersurai pirang itu pada saudara kembarnya ketika memasuki kamar.

"Eh? Shion-nee omedetou..uhm, aku hanya mengidolakannya sa..saja kok tidak lebih," ucap gadis bersurai indigo dengan wajah memerah.

"Ah gak usah malu-malu gitu Nata-chan,"

"Hei apa sih yg kalian bicarakan? Berisik sekali ttebayou," ucap pemuda bersurai pirang yang baru saja memasuki kamar kedua gadis itu.

"Yaa..Naruto-kun sudah berapa kali ku bilang, jangan pernah masuk ke kamar gadis melalui jendela,"seru Shion kepada pemuda itu.

"ahaha gomen Shion-chan habis lebih dekat sih," ucap pemuda itu sambil mengusap lembut surai pirang Shion.

"Hai hai..awas gitu lagi,"

Gadis bersurai indigo hanya menatap sedih saudara kembarnya yang sedang bercengkrama dengan pemuda pirang. Hinata mengepalkan kedua tangannya dan pergi meninggalkan mereka berdua. Suara pintu tertutup akhirnya berhasil menyadarkan Shion dan Naruto atas kepergian Hinata.

"Eh? Nata-chan kemana?" ucap Shion.

"Mungkin ketoilet, ceritakan gimana proses audisinya lagi dong Shion-chan, hah apa aku juga harus mencoba ikut audisi ya?" ucap Naruto.

"Huh? Jangan berharap kau akan lolos," ejek Shion.

TBC

Hai semua maaf ya aku hiatus beberapa minggu dikarenakan liburan #plak tapi ini serius, sabtu dan minggu sebelum"nya Bani benar" disibukkan sama acara jalan" ke Jogja asik kan? Haha. Bani mengunjungi Borobudur, nonton sendratari dan terpenting makan-makan. Oh ya gimana kabar reader semua? Pasti seneng dong besok libur 17an, cerita dong pada ikut lomba apa? Ok sampai jumpa lagi di minggu depan oh ya sekedar info aku tidak akan post cerita di hari sabtu atau minggu ini ya soalnya mau menghadiri pesta nikahan tapi setelah itu akan aku usahain untuk post rutin tiap hari minggu ya~

Balasan review:

ajis93560 : terima kasih atas reviewnya. wah pendukung naruhina ya? Tenang aku juga suka naruhina kok. Tapi ikuti aja ceritanya ya hehe

clareon : terima kasih atas reviewnya, wah berjumpa lagi dengan clareon-san tetap setia y abaca FFku. Haha iya nih Sasuke cuek cuek tapi sweet gitu