[YongSoo-ssi Project, Suyong is creator of this Fanfiction]
.
Scared
JeongCheol
Choi Seungcheol x Yoon Junghan
.
Sudah lewat satu hari dari kejadian Jeonghan yang terjebak didalam gudang olahraga, dan hari ini ia memutuskan untuk pergi sekolah walaupun masih ada rasa takut dihatinya.
Bahkan Jihoon sempat menjenguknya kemaren bersama Soonyoung. Ia mendengus kesal, Seungcheol bahkan tidak menelponnya untuk menanyakan bagaimana keadaan dirinya, membuat Jeonghan kesal.
"Sayang, kau sudah siap?" Min Ki muncul dari balik pintu dengan celemek yang menutupi tubuhnya dan spatula di tangan kanannya.
"kalau masih tidak enak badan, tidak usah dipaksa" Min Ki mengusap kepala anak tersayangnya itu lembut. Ya, Jeonghan sengaja tidak memberitahu kedua orangtuanya, ia tahu ayahnya akan mengamuk dan membangkar sekolah jika tahu dirinya diperlakukan seperti itu.
"Tidak Eomma, aku baik-baik saja" Jeonghan tersenyum tipiss.
"Baiklah, ayo turun. Sudah ada yang menunggumu"
Jeonghan menaikkan satu alisnya bingung. Apakah hari ini Jihoon sedang baik hati dan menjemputnya, atau ia sedang senang karena hubungannya dengan Soonyoung berjalan lancar.
"Morning Princess"
Jeonghan terbelalak kaget menatap namja tampan yang berdiri diruang tamunya dengan bibir yang tersenyum lebar.
"Se-Seungcheol? Kenapa ? kenapa kau disini?"
"Tentu saja menjemputmu. Mulai sekarang aku akan menjemput dan mengantarmu pulang" Seungcheol mengedipkan sebelah matanya, membuat Jeonghan menatapnya galak.
Min Ki tersenyum menatap keduanya.
"Eomma, kenapa kau tidak melarangku untuk pergi dengannya"ia menatap Min Ki dengan pandangan memelas.
"Hei... eomma khawatir kalau kau pergi sendiri, lagi pula kau masih lemah sayang. Lebih baik kau pergi dengan Seungcheol, ia bisa menjagamu"
"Kalian berangkatlah, ini sudah siang" katanya mengingatkan.
"Aku berangkat dulu bibi. Sampai jumpa" Seungcheol membungkukkan badannya sopan. Ia menggenggam tangan Jeonghan dan membawanya pergi menuju mobil hitamnya.
"Wah.. Ibumu benar-benar cantik" Seungcheol tersenyum jahil melihat tatapan tajam Jeonghan.
"Kau! Hentikan itu, Eomma hanya milik appaku"
"Tidak, aku tidak ada niat merebut Eomma-mu yang cantik itu dari appa-mu,aku hanya bilang dia cantik pantas saja ia bisa memiliki anak secantik dirimu"
Jeonghan membuang wajahnya yang sudah merona merah.
"Bodoh! Cepat jalan" Seungcheol tertawa geli. Ia dapat melihat semburat merah muncul dipipi Jeonghan, walaupun namja itu memalingkan wajahnya seperti itu.
"Baiklah..kita pergi Princess"
.
"YA! YOON JEONGHAN!" Jeonghan menghentikkan langkahnya saat teriakan kecil mengusik pendengarannya. Ia menatap sosok namja berbadan kecil yang berlari kearahnya.
"Jihoon-ah, bisakah kau tidak berteriak? Seingatk kau tidak pernah berteriak seperti itu, atau pengaruh dar-"
"Kau sudah masuk sekolah?" potong Jihoon, Soonyoung menyusul beberapa detik kemudian. Ia tersenyum pada Jeonghan dan merangkul mesrah Jihoon, yah walaupun akhirnya tangan itu disingkirkan kasar oleh Jihoon, setidaknya ia sudah berusaha.
"Yah.. seperti yang kau lihat"
"Jeonghan-ah, ini roti dan susu. Makanlah. Oh, hai Jihoon-ah, Soonyoung-ah"
Jihoon menatap Seungcheol dengan pandangan bertanya.
"Aku menjemput Jeonghan pagi ini, dan seterusnya dia akan pergi dan pulang bersamaku" Ia melingkarkan tangannya dengan santai pada pinggang ramping milik Jeonghan.
"Singkirkan tanganmu bodoh! Ayo Jihoon-ah" Jeonghan menarik tangan Jihoon dan pergi dari tempat itu,"terimasih untuk makanannya"
Seungcheol tersenyum dan merangkul Soonyoung yang menatap nanar kepergian Jihoon.
"Mereka manis"
"Kau benar" Soonyoung mengangguk pelan, enggan melepaskan tatapannya dari punggu kekasihnya yang menjauh.
"tapi kasar" lanjut Seungcheol.
"dan dingin" mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka dengan keadaan saling merangkul.
.
"Jihoon-ah" ia menatap horor pada permukaan mejanya. Jihoon yang khawatir mendengar nada bicara Jeonghan segera menghampiri namja itu.
"Jeonghan-ah" Jihoon menatap horor meja itu, "Daebak. Banyak sekali hadiahnya"
Jeonghan mengambil salah satu kado itu dan menatap benda itu bingung. Siapa pengirimnya? Seungcheol? Mungkinkah dia?
"Aku akan memanggil Seungcheol dan Soonyoung. Tunggulah sebentar" Jihoon melesat pergi kearah kelas dua namja aneh itu dan disambut dengan senyum yang merekah dari Soonyoung.
"Ada ap-WAHH!" Soonyoung membelalakkan mata sipitnya, walaupun gagal, ia menatap kagum pada permukaan meja Jeonghan yang tertutupi oleh kado yang dibungkus rapi.
"Hmm.. kau memiliki banya penggemar Jeonghan-ah?" Seungcheol merangkul namja itu dengan gerakan pelan dan ditepis cepat oleh Jeonghan.
"bukan kau yang melakukannya?"
"Tentu saja bukan" Seungcheol menggeleng cepat.
"Jeonghan-ah. Ada surat"
'Dear Yoon Jeonghan.
Aku meminta maaf karena sudah mengurungmu digudang gelap itu. aku mohon maafkan aku Yoon Jeonghan. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini.
Hadiah-hadiah itu sebagai tanda permintaan maafku dan teman-temanku. Aku harap kita bisa berteman.'
"Tidak ada nama" Jeonghan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jeonghan-ah. Kau mau mencari tahu orang itu?" tanya Jihoon sambil menatap lekat pada surat yang berada ditangannya.
"Tidak usah Jihoon-ah, walaupun aku tahu, apa yang akan kulakukan? Menghajarnya? Memaki ? tidak Jihoon-ah, hal seperti itu tidak menimbulkan perdamaian. Setidaknya, dia sudah meminta maaf walaupun melalui surat"
Jihoon menghela nafasnya pelan,"Baiklah"
"Lalu, mau kau apakan hadiah ini?" Soonyoung menatap Jeonghan sambil melempar salah satu kado itu keudara dan menangkapnya kembali.
"Tentu saja kusimpan"
"Akan kubawa ke mobil" Seungcheol memasukkan hadiah-hadiah itu kedalam kerdus yang ia temukan di pojokan kelas Jeonghan. Sepertinya kerdus itu baru saja dipakai dan pemiliknya lupa untuk membuangnya.
"Terimakasih Seungcheol-ah. Biar kubantu" tangannya bergerak lincah memasukkan hadiah-hadiah itu kedalam kerdus.
"Jihoon-ah, aku akan kembali sebentar lagi. Tolong kau bilang pada Sunsaengnim" Jioon mengangguk mengerti.
"Soonyoung-ah, kembalilah kekelasmu" ia menatap tajam pada Soonyoung yang tidak beranjak dari tempatnya.
"Baiklah, aku pergi sayang" Ia mengecup cepat pipi putih kekasihnya dan pergi secepat mungkin dari tempat itu sebelum Jihoon melemparkan kursi padanya.
"Seungcheol-ah.."
"Hm?" Seungcheol menatap lembut kearah namja yang ada disebelahnya.
"Ah, tidak"
Jeonghan mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Ada apa?" Seungcheol terus mendesak namja itu.
"Emh.. menurutmu, siapa yang mengunciku digudang itu? Ah, bukan aku ingin balas dendam atau apa, aku hanya penasaran"
Seungcheol tersenyum tipis,"Entahlah, mungkin hanya orang-orang jahil"
"Tapi mereka menggunakan namamu"
"Emm..mungkin mereka?" Jeonghan mengikuti pandangan mata Seungcheol pada segerombolan siswa yang berkumpul didepan mereka berdua.
"YOON JEONGHAN-SSI! TOLONG MAAFKAN KAMI" Mereka dengan serempak membungkukkan badannya dan bersujud didepan Jeonghan.
"Seungcheol-ah. Ada apa ini?" Bisik Jeonghan bingung.
"Jeonghan-ssi. Maafkan kami yang sudah bertindak kurang ajar ini. silahkan pukul kami jika itu bisa membuatmu memaafkan kami semua" seorang siswi dengan rambut pendek berwarna cokelat berbicara, mewakili teman-temannya. Gadis itu bahkan tidak berani mengangkat wajahnya.
Jeonghan berjongkok didepan gadis itu,ia mengelus lembut surai cokelat milik gadis yang masih setia bersujud didepannya.
"Jangan lakukan ini, berdirilah. Aku memaafkan kalian" Jeonghan tersenyum lembut, gadis itu perlahan mengangkat wajahnya yang basah dengan air mata.
"Je-Jeonghan-ssi, kau baik sekali..." Ia melebarkan tangannya dengan maksud memeluk namja itu tapi sebuah tangan menghalangi niatnya.
"Seungcheol-ah.. kau kenapa?"Jeonghan menatap Seungcheol bingung.
"Aku hanya tidak rela ia menyentuhmu" jawab namja itu santai.
"Kalian semua berdirilah. Jangan ulangi kesalahan kalian, aku memaafkan kalian semua. Kembalilah kekelas kalian" Jeonghan menatap siswa-siswi itu dengan tatapan lembut, membuat sebagian besar dari mereka meneteskan air mata bahagia.
"Terimakasih Jeonghan-ssi" Mereka membungkuk hormat dan membuka jalan untuk kedua namja itu.
Seungcheol melingkarkan tangannya pada pinggang Jeonghan, seolah-olah orang lain akan merampok Jeonghan darinya.
"Seungcheol-ah,tanganmu"
"Biarkan saja" Sengcheol melangkah ringan dengan Jeonghan yang menatapnya bingung.
"Mereka..penggemarmu?" tanya Jeonghan saat berada diparkiran, matanya mengawasi sekeliling, takut seseorang akan mendengar pembicaraan mereka.
"Hm"
Jeonghan menatap kesal pada namja tampan itu.
"Baiklah CHOI SEUNGCHEOL! Jika kau tidak menceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, aku akan menarik perkataanku untuk menerimamu menjadi temanku dan aku akan menendangmu agar menjauh dariku" ancam Jeonghan, ia tersenyum senang melihat wajah Seungcheol yang menatapnya takut.
"Baiklah.." Seungcheol menghela nafas pelan,"Benar, mereka penggemarku. Mereka yang mengurungmu ditempat itu,karena.. kau tahu, mereka menganggap kau merebutku dari mereka dan membuatku seperti seorang pengemis yang memohon cintamu. Aku curiga itu mereka, karena itu aku bertanya dan mengancam mereka untuk mengatakan sebenarnya atau aku akan pindah dari sekolah ini dan mereka tidak akan pernah melihatku lagi,akhirnya mereka setuju untuk meminta maaf padamu,princess. Mereka menyesal membuatmu terjebak ditempat gelap bilang pada mereka, kalau aku benar-benar mencintaimu seperti mereka mencintaiku" Seungcheol tersenyum, menatap Jeonghan yang berdiri disampingnya.
Tidak apa kan kalau ia memotong beberapa adegan dan mengubah ceritanya sedikit,khususnya dibagian ia mengamuk dan membuat beberapa penggemarnya menangis histeris.
"Engh.. baiklah, aku mengerti. Hahh.. rupanya begini kah rasanya jika seorang lelaki populer disekolah mengejarm" Jeonghan melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan Seungcheol yang berlari kecil menyusulnya.
.
"JEONGHAN-SSI!" Jeonghan menoleh, menatap segerombolan siswa-siswi yang menjerit memanggil namanya.
"Jeonghan-ah, mereka siapa?" Jihoon menatap takut pada gerombolan manusia yang mengikuti mereka kekantin.
Bukankah ia sudah memaafkan orang-orang itu, tapi kenapa mereka masih mengikutinya seperti anak ayam.
"Jeonghan-ssi, ini bekal untukmu" Jeonghan menatap gadis itu bingung. Ia ingat gadis ini yang tadi ingin memeluknya.
"Eng..terimakasih.." Gadis itu tersenyum lebar, ia berlari kearah teman-temannya yang menatapnya kagum.
"JIIIHOOONNN-AAAHH" Kedua namja itu berbalik mendengar teriakan khas dari Soonyoung, Jeonghan menatap Seungcheol yang berjalan bagaikan seorang pangeran dibelakang Soonyoung. Namja itu tersenyum manis dan melambaikan tangannya kearah Jeonghan.
"sekarang kau punya banyak penggemar juga,princess?"
"Yah.. kau penyebab utamanya" Jeonghan mendengus sebal pada Seungcheol.
Seungcheol tertawa geli melihat raut kesal namja cantik didepannya, ia mencubit pipi putih Jeonghan pelan. Bagaimana bisa, namja ini terlihat semakin cantik dimatanya.
"YA! Lepaskan" Jeonghan menampik tangan Seungcheol.
Seungcheol tersenyum manis, ia merangkul Jeonghan tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang ada disekitarnya. Matanya melirik kearah kotak bekal berwarna merah muda yang ada didekapan Jeonghan.
"Punyamu?"
Jeonghan mengangguk senang,"Gadis berambut pendek yang menemui kita tadi yang memberikannya padaku"
Seungcheol merebut kotak bekal itu dengan raut wajah kesal. Ia kesal melihat Jeonghan tersenyum karena orang lain, ia ingin mematahkan badan gadis itu.
"Jangan terima apapun dari gadis itu," Seungcheol melangkah menuju gadis yang memberi Jeonghan kotak bekal dan menatap gadis itu tajam.
"Hentikan perhatiamu pada Yoon Jeonghan, dia milikku" Seungcheol berbalik, meninggalkan gadis bersurai cokelat menangkap pekikan gembira dari yeoja yang membuatnya kesal.
"HUAAA! PRINCE SEUNGCHEOL! KAU BENAR-BENAR PROTEKTIF PADA PRINCESSMU! KYAAA ! KALIAN BENAR-BENAR LUCUUUU!" Gadis itu berteriak diikuti oleh teman-temannya yang juga heboh melihat Seungcheol yang merangkul Jeonghan posesif.
"Ada apa sih Soonyoung-ah?" Jihoon berbisik pelan pada Soonyoung disampingnya. Soonyoung mengangkat kedua bahunya, tanda bahwa ia pun tidak mengerti dengan keadaan ini.
"Jeonghan-ah, ada apa ini?" Jihoon menarik pelan kemeja sekolah Jeonghan.
"Entahlah, aku saja tidak tahu bagaimana memberitahumu" Jeonghan memijit keningnya yang sedikit pusing mendengar teriakan para wanita yang mengelilinginya dan Seungcheol.
"Seungcheol-ah, lepaskan tang-"
"Hei, kau harus bersikap akrab padaku. Kalau tidak mereka akan melakukan hal yang sama" Seungcheol tersenyum jahil. Tentu saja itu tidak benar, penggemarnya juga menjadi penggemar Jeonghan.
Seungcheol tahu itu, karena ia mendengar beberapa celetukkan penggemarnya yang mengatakan kalau Jeonghan itu persis Malaikat, mereka bahkan memberi Jeonghan juluka Angel tanpa sepengetahuan namja cantik itu.
"Baiklah.." Jeonghan menghembuskan nafasnya panjang.
Seungcheol tersenyum senang. Ia menyeret Jeonghan kesalah satu meja yang kosong, diikuti oleh pasangan SoonHoon dibelakang mereka.
"Hei.. Jeonghan-ah, bagaimana kalau kau mencoba berkencan dengan Seungcheol?" Soonyoung berceletuk jahil, mengundang pukulan keras pada daerah kepalanya. Soonyoung mendesah kesal dan pergi menyusul Seungcheol yang sedang mengambil makanan.
"Hm... dia benar Jeonghan-ah. Cobalah" Jihoon berbisik pelan pada Jeonghan, sembari menatap Seungcheol yang berada dikejauhan.
"Kau yakin Jihoon-ah?" Jujur saja, setelah kejadian hari ini. Ia sadar, ia mulai meyukai namja aneh itu. ia ingin menghindar, tapi bagaimanapun juga Seungcheol sudah menyelamatkannya.
"Tentu saja, kau tidak lihat perjuangannya?"
"Aku pikir juga begitu, aku akan mengatakannya nanti"
Jeonghan menatap punggung Seungcheol dikejauhan.
"CHOI SEUNGCHEOL!" Seisi kantin menoleh kearah sumber suara.
Seorang yeoja cantik dengan raut wajah yang angkuh memasuki kantin, ia berlari kearah Seungcheol dan memeluk namja itu posesif.
"Kau.. kenapa ada disini?" Seungcheol menatap yeoja itu bingung.
Jeonghan menatapnya dari kejauhan, hei kenapa ini menyakitkan.
"Seungcheol-ah.. aku baru saja kembali kekorea dan aku dengar sepanjang perjalanan mencarimu mereka menyebut-nyebut Prince Seungcheol dan Princess Angel" Yeoja itu menatap Seungcheol sedih.
"Seungcheol-ah, dia siapa?" Jeonghan memutuskan mengahampiri dua orang yang tengah berpelukkan mesra itu. ia menatap bingung pada Yeoja angkuh yang mendekap Seungcheol dengan tangan posesifnya.
"Ah..Jeonghan-ah dia it-"
"Aku kekasih Seungcheol oppa"
Jeonghan merasa dunianya berputar sekarang. Semuanya menjadi hening untuk beberapa saat. Benarkah yang didengarnya? Seungcheol mempunyai kekasih? Lalu bagaimana dengan dirinya?
"Jeonghan-ah.." Seungcheol melangkah mendekati Jeonghan.
"Ah.. begitu" Jeonghan melangkah menjauh dengan senyum yang dipaksakan menghiasi wajahnya,"Kekasihmu cantik sekali, baiklah, aku hanya bertanya. Sampai nanti..." Jeonghan tersenyum dan melangkah pergi.
Ia menarik Jihoon pergi dari tempat ini? kenapa ia menangis? Apa dia sudah gila sekarang? Ah... lucu sekali Jeonghan-ah, lagi-lagi kau merasakan perasaan terkutuk itu.
"Jihoon-ah,ayo kita bolos.." Jihoon mengangguk cepat dan mengambil tas miliknya, menghampiri Jeonghan yang berdiri diambang pintu dengan mata yanga mulai memerah.
"Kajja, kita pergi" Jihoon mengetik sebuah sms pada Soonyoung dan menarik Jeonghan pergi dari tempat itu.
.
TBC?
.
Annyeoong~
Yong minta maaf karena update kali ini cukup lama. Yong sibuk, sibuk main sama SooChan :v *Maafkan Yong*
Terimakasih untuk yang sudah mau baca dan terimakasih yang selalu memberi Yong semangat melalui review yang kalian berikan.
Untuk Seira Minkyu-ssi, gak apa-apa kok reviewnya telatan :v makasih udah jadi salah satu vitamin Yong *kecup*. Terimakasih banyak untuk yang selalu review :*
Jangan lupa reviewnya Chinguuu~ Yong cinta kalian semua~
