Chap 2 - Ketetapan Hati

Author :ODES & Hani Yuya

Pairing : Sasuke.U, Sakura.H, Itachi.U

Original chara in NARUTO

Disclaimer by Masashi Kishimoto

Rated : M For Lime/Lemon Better read 17+! Be wise, reader!

Genre : (AU) Romance, hurts/comfort, Family

LOVE IS YOU

.

.

.


.

Sakura terpaku dengan ucapan seorang pemuda bermata onyx dengan helaian raven panjang yang sekarang berada dihadapannya ini. Dengan mudahnya dia menerima gadis yang baru saja ditemuinya hari ini untuk dijadikan calon istrinya.

Sang kakek tersenyum bangga pada cucu sulungnya ini, dia tau kalau Itachi akan menerima permintaan nya dengan senang hati.

"Nah Saku chan mulai hari ini kau akan tinggal disini dan 1 minggu lagi aku akan mengadakan pesta pernikahanmu dengan Itachi "Perintah sang kakek.

"Tapi jii-san, aku... " jawaban Sakura terpotong

"Aku akan mengurus semuanya. Bawa barang bawaanmu seperlunya. Lalu selebihnya Itachi akan mengantarmu membeli semua keperluan yang kau butuhkan " Ucap sang kakek lalu beranjak pergi meninggalkan mereka berdua. Tak lupa dengan senyum sumringah memenuhi wajah tampan yang tak luntur dimakan usia itu.

Suasana hening semenjak sang kakek beranjak pergi dari tempatnya dan meninggalkan mereka berdua di sana. Sakura kembali menundukkan kepalanya, dia memikirkan ulang tindakan nekatnya. Apakah keputusan ini benar diambilnya?

Tiba-tiba sebuah tangan besar nan kokoh pemuda di hadapannya ini kembali menyentuh dagunya, membawa pandangannya kembali ke atas.

Lalu manik emeraldnya menatap lekat manik onyx dihadapannya ini.

"Maaf, jika kau keberatan kau bisa menolak semua permintaan jii-san untuk menikahiku dan menganggap semuanya tidak pernah terjadi " ucap sakura membungkukkan badannya dalam-dalam .

Namun pemuda helaian raven panjang sepunggung ini hanya tersenyum menanggapinya, dimainkannya helaian rambut merah muda kepunyaan gadis yang akan menjadi istri nya kelak. Membuat sang empunya kaget dengan segera bangun dari bungkuknya dan memandang pemuda Onyx ini lekat.
Cucu sulung madara-sama ini memajukan wajahnya dan berbisik di telinga sang gadis.

"Sudah kubilang kan ' I take care of you, YoungHighness' ... aku tidak akan pernah menarik semua perkataan yang sudah kuucapkan" ucapnya lalu sekilas mengecup jidat lebar gadis bersurai merah mudanya ini . Perbuatan pemuda raven sepanjang punggung itu sukses membuat pipi Sakura merona merah seperti tomat kesukaan Sasuke adik semata wayangnya.

"Biar kuantar kau mengambil barangmu dan membeli semua yang kau butuhkan "ucapnya

"Ahh... tidak perlu. Aku tidak mau merepotkanmu" tolak Sakura.

"Tidak masalah honey. Karena jii-san sendiri yang menyuruhku. Lagipula sebentar lagi aku akan menjadi suamimu dan sudah sepantasnya aku mengantarmu " bujuknya.

Entah mengapa Sakura tidak bisa menolak permintaan pemuda onyx dengan helaian raven panjang ini- Uchiha Itachi yang akan menjadi suaminya kelak.

Tiba-tiba Itachi menggenggam telapak tangan halus milik gadis bersurai mudanya ini . Lalu menuntunnya berjalan menuju mobil lamborgini miliknya.

Sakura benar-benar tidak menyangka akan diperlakukan lembut layaknya sang putri oleh Itachi. Apa dia layak diperlakukan lembut oleh calon suaminya ini? Pertanyaan absurd melekat dihatinya.

.

.

-0000-

.

.

Akhirnya Sakura sampai di rumah sederhana yang menjadi timpat tinggalnya, dibawanya barang yang sekiranya dibutuhkan olehnya.

Ketika dia hendak melangkahkan kakinya ke ruang keluarga, pandangannya terpaku oleh sebuah bingkai foto yang didalamnya tergambar kedua orang tuanya, kakak dan dirinya yang sedang tersenyum bahagia.

Diambilnya bingkai foto berukuran sedang itu kepelukannya.'Kaa san, Tou san, maafkan aku yang tidak bisa merawat nii san dengan baik. Aku terpaksa menerima tawaran madara-jii san untuk menikah dengan salah satu cucunya . Karena hanya itu satu-satunya cara yang bisa kulakukan untuk membayar semua biaya operasi nii san. Cairan bening sukses jatuh di kelopak mata emerald nya . Dia menangis terisak.

Namun tiba-tiba sebuah tangan kokoh menghapus air matanya. Sakura terkejut dan menghapus sendiri sisa tangisannya, perbuatan Itachi lagi-lagi sukses membuatnya malu.

"Ada apa honey? kenapa kau menangis?"

"Tidak apa-apa nii-san bolehkah aku pergi ke rumah sakit sebelum kembali kerumahmu " pintanya.

Itachi mengernyitkan dahinya. "Itachi. Panggil aku Itachi honey, lalu untuk apa kau pergi ke sana?apakah kau terluka? "

Sakura menggelengkan kepalanya."Kakakku dirawat di sana "jawabnya lirih.

"Baiklah kita kesana"Lagi-lagi Itachi menggenggam tangannya lembut. Hingga membuat Sakura salah tingkah.

.

.

-000-

.

.

Sesampainya di rumah sakit. Sakura memandang nanar pemandangan di depannya. Melihat sang Kakak semata wayangnya dipenuhi selang infus dan diwajah baby face kakaknya terdapat alat pembantu pernafasan.

Sakura lalu mendekati sang Kakak yang kini memejamkan matanya , dia membungkukkan badannya dan meletakkan sebelah tangannya di atas wajah sang kakak lalu mengelus lembut pipinya. Dia berharap sang Kakak membuka matanya kembali seperti sebelumnya.

Lalu Sakura mendekatkan wajahnya dan mencium kening sang kakak tercinta. Hanya dia yang Sakura miliki sekarang, dia tak mau kehilangan keluarganya untuk kedua kalinya.

Itachi yang sejak tadi berdiri di belakang Sakura ikut memandang nanar sosok yang terbaring lemah di tempat tidur itu.

"Jadi dia kakakmu? siapa namanya?" Itachi mulai bertanya tentang sosok pria yang berbaring lemah dihadapannya pada Sakura.

"Ya, Haruno Sasori, dia anggota keluarga satu-satunya yang kupunya sekarang "Jawabnya lirih. Seraya kembali berdiri.

Itachi mengerjit " Lalu kemana kedua orang tuamu? " tanyanya.

Sakura diam sesaat, pertanyaan Itachi membuat luka lama Sakura terbuka kembali. Dihirup nafasnya dalam-dalam hanya untuk mengeluarkan sepatah kata yang kini sulit dikeluarkannya, bagai terhambat di tengah ditenggorokannya.

"Mereka berdua sudah tiada sebulan yang lalu. Aku sekarang hidup sebatang kara dengan nii san disisiku "

Air mata menetes dari manik emeraldnya seiring perkataan yang diucapkannya. Luka hatinya belum sepenuhnya mengering, setiap hal yang menyinggung tentang keluarganya membuat lukanya kembali terbuka. Ditambah lagi keadaan kakak semata wayangnya yang dibilang cukup menghawatirkan.

Mata Onyx Itachi terbelalak kaget mendengar penuturan Sakura tentang keadaan keluarganya saat ini, betapa kejamnya takdir mempermainkan nasib gadis bersurai pink ini.

Lalu Itachi mengeluarkan telepon genggam miliknya dan menghubungi seseorang di sana.

"Halo, Tsunade sensei. Aku ingin kau merawat pria bernama Haruno Sasori dengan intensif. Teliti penyakit yang deritanya, bagaimana pun caranya aku ingin dia segera sembuh. Selebihnya akan kukirim data tentang dirinya padamu lewat orang suruhanku " piiip selesai bicara Itachi mematikan ponselnya.

Kini pandangan Sakura menatap manik Onyx itachi dengan air mata yang masih setia mengalir.
"Dia dokter kepercayaan keluarga kami. Kau tak perlu cemas dengan kakakmu lagi Karena dia akan segera sembuh jika berada pada pengawasannya" ucap Itachi seraya melangkah mendekat ke arah Sakura.

Kedua tangan kokohnya menyentuh wajah cantik gadis bersurai muda ini dan menghapus air mata yang masih saja mengalir di manik emerald nya.

"Jangan menangis lagi honey. Semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku " ucapnya yakin dengan manik Onyx nya yang lembut menembus manik emerald sang gadis.

"Hiks, huwaaaaaa,... arigatou " Sakura langsung menghambur memeluk Itachi. Tangisnya semakin lama semakin kencang hampir memenuhi seluruh ruangan tempat sang kakak terbaring lemah.

Dielusnya punggung sang gadis untuk menenangkannya. 'Kami -sama, kenapa pria yang baru saja kukenal ini begitu baik padaku. Ini semua membuatku makin merasa bersalah memaksanya untuk menikah denganku. Kuharap aku bisa dengan tulus mencintai nya, jangan sampai aku menghianati ketulusan hatinya yang diberikan dengan penuh kasih sayang padaku. Meski kini rasa cinta dihatiku belum tumbuh untuknya ' ucapnya lirih dalam hati.

.

.

-0000-

.

.

Sesampainya Sakura di 'Rumah ' ah bukan Sakura memutuskan tempat hunian klan Uchiha ini sebuah Istana baginya. Karena di dalamnya terdapat sosok pangeran tampan dan seorang Putri yang cantik rupawan, bahkan garis tegas ketampanan klan Uchiha dengan mata Onyx tajamnya tak lapuk dimakan usia .

Mereka memang layak disebut seorang bangsawan yang lahir dengan darah biru ditubuhnya.

Sekarang Sakura sedang berjalan-jalan di halaman Istana hunian klan Uchiha ini sendirian. Karena tadi tiba-tiba Itachi ada keperluan mendadak dan menyuruh Sakura untuk melihat-lihat sendiri Istana yang kelak akan menjadi tempat tinggalnya juga.

Sakura terkagum-kagum dengan pemandangan indah yang terlihat di depan manik emeraldnya. Hamparan bunga cantik nan indah dapat dilihatnya. Dan juga terdapat puluhan kupu-kupu dengan warna yang berbeda berterbangan diatasnya. Ada juga yang hinggap di atas salah satu bunganya.

Tiba-tiba manik emeraldnya menangkap sosok Pemuda berambut raven pantat ayam sedang tertidur lelap di bawah pohon yang rindang.

Dengan sebelah tangan yang menjadi tumpuan kepalanya dan sebelah tangannya lagi terletak di dadanya dengan kedua kakinya yang menjulur lurus kedepan. Terdapat sebuah buku tebal di samping pemuda berambut pantat ayam itu, 'Ah sepertinya dia tertidur setelah membaca buku ' prediksi Sakura.

Lalu gadis bersurai merah muda ini melangkahkan kakinya mendekati sang pemuda yang sedang terlelap tidur.

Kini tepat dihadapan sang pemuda. Sakura duduk bersimpuh di samping bungsu Uchiha ini dan memandang wajah tampan bungsu Uchiha ini dengan intens.

Deg-deg-deg... jantungnya berdetak tak menentu. Sakura memegang dadanya yang berdetak kencang itu. Bagaimana ini bisa terjadi? saat di depan sulung Uchiha Sakura tidak pernah merasakan jantungnya berpacu kencang seperti sekarang.

Tidak -ini tidak boleh terjadi, meski Sakura akui saat dia bertemu muka dengan dua orang cucu Madara-sama gadis itu merasakan getaran yang berbeda pada pemuda dengan rambut mencuat ke belakang layaknya pantat ayam itu.

Entah setan apa yang merasuki dirinya sekarang. Tangan gadis bersurai merah muda itu terangkat mengelus pipi dan setiap inci wajah tampan pemuda berambut pantat ayam itu.

'Kalau matanya terpejam dia seperti bayi mungil yang lucu dan bersahabat, tapi jika mata Onyx nya terbuka kenapa tatapan sinis juga bosan terpancar dari sepasang Onyx nya yang indah ' ucapnya dalam hati.

Mata Emeraldnya sekarang terpaku pada bibir ranum menggoda milik bungsu Uchiha itu. Jari lentiknya mengelus pelan bibir basah sang pemuda pantat ayam itu.

Dirinya benar-benar sudah dikendalikan setan sepenuhnya hingga dengan beraninya dia mengecup bibir lembut bungsu Uchiha itu dengan bibirnya.

Deg.. sedetik kemudian manik emeraldnya membulat. Menyadari apa yang telah ia lakukan. Sakura buru-buru melepaskan bibirnya dari bibir sang pemuda dan berdiri dari duduknya.

Dengan langkah cepat dia berlari menjauh dari tempat sang bungsu Uchiha yang terlelap tidur di bawah pohon yang rindang itu. Dengan wajah yang sangat merah seperti kepiting rebus.

'Bodoh, bodoh, apa yang kulakukan tadi' Sakura merutuki perbuatannya dalam hati. Rasa bersalah juga hinggap dihatinya. Apakah perbuatannya bisa dibilang menghianati sulung Uchiha yang sebentar lagi resmi menjadi suaminya?

'Kami -sama tolong redamkan detak jantungku jika bertemu dengannya lagi. Kumohon jangan biarkan aku jatuh cinta padanya. Karena sudah kuputuskan untuk memberikan hatiku ini hanya kepada Itachi-nii. Aku tidak ingin menghianati nya, kumohon kami-sama ' harapnya dalam hati.

.

.

-000-

.

.

Hei tak taukah kau Sakura semenjak kau pergi meninggalkan bungsu Uchiha ini. Mata Onyxnya terbuka. Ternyata sejak tadi dia sadar penuh akan perlakuanmu padanya. Tangannya menyentuh bibir yang tadi kau kecup dengan bibir ranum milikmu.

"Manis. Rasa cerry. Tsk Kuso " ucapnya kesal. Karena dia tidak mau mengakui debaran di dadanya yang tak berhenti berdetak. Baru pertama kali bungsu Uchiha ini merasakan debaran di dadanya yang tak boleh dia miliki saat ini. Karena gadis yang membuat nya berdebar akan menjadi kakak iparnya.

.
.

TBC

Terima Kasih untuk para Reader yang sudah baca .Mohon tinggalkan kritik dan saran.R&R