Kambek.

Gue kambek karna mau liat download Bon Voyage :v abis di V-app bayar mulu malesin dasar mata duitan .NGA

Gada hubungannya sih tapi gapapa dah, oya disini bagi kalian yg gemes siapa Jei, dia bakalan beneran terungkap kok disini.

Trus banyak yang tanya ini dari vhope ke vmin ya akhirnya? Jawabannya adalah ngga. Author konsisten kok jadi dimulai dari vhope, berakhir dengan vhope :v gitu.

Jadi review ya!

Happy reading~!

-w-

.

.


-w-

.

.

FLASHBACK

Seorang bocah lelaki berumur 13 tahun, Jeon Jungkook sedang duduk di beranda rumahnya sambil mengamati beberapa orang yang tengah sibuk mengangkat perabotan rumah sebelah. Ia akan mendapat tetangga baru, desas-desus dari ibunya mengatakan bahwa tetangga barunya ini memiliki anak seumuran dengan Jungkook. Oleh karena itu dari pagi-pagi sekali Jungkook sudah duduk didepan rumahnya sambil menunggu mobil pengangkut barang datang. Dan benar perkiraan Jungkook, sejam kemudian mobil sedan warna hitam datang diikuti dengan mobil pengangkut barang dibelakangnya. Jungkook tersenyum lebar mengetahuinya. Ia benar-benar tak sabar memiliki teman baru.

Kemudian dua orang dari dalam mobil sedan keluar dan mulai mengobrol dengan ibu Jungkook yang kebetulan sedang menyapu halaman. Wajah Jungkook mendadak kebingungan ketika melihat bahwa yang keluar hanya mereka. "Kemana teman baruku?" tanyanya sambil mengerucutkan bibirnya.

Satu jam berlalu, para tukang yang membantu tetangga baru Jungkook untuk mengangkut barang selesai dan langsung pergi dari tempat bertepatan dengan seorang lelaki dengan wajah mengantuk keluar dari mobil sedan. Jungkook membulatkan matanya dan senyumnya mengembang ketika melihat lelaki itu. "Wah! Teman baru!" Jungkook pun langsung berlari menghampiri ibunya yang sedang mengobrol dengan orangtua anak itu.

"Jadi ini anakku." Ibu Jungkook mengelus pundak Jungkook sambil memperkenalkannya ke tetangga barunya. Wanita paruh baya yang berada didepan ibu Jungkook tersenyum melihat Jungkook, "Ah jadi anak kita benar-benar seumuran? Bukankah itu hal yang bagus. Kita dapat menyekolahkan mereka ditempat yang sama." Usul wanita itu yang dibalas anggukan oleh ibu Jungkook.

"Yeobo, tolong suruh dia kemari." Pinta wanita itu pada suaminya, suaminya pun mendatangi bocah yang sedang melamun didepan pintu mobil lalu menggandengnya untuk menemui Jungkook.

Wanita itu merangkul anaknya, "Ini anakku. Hoseok-ah, bermainlah dengannya sebentar. Ibu harus meletakkan barang-barang dulu." Kemudian wanita itu dan suaminya pergi masuk kedalam rumahnya diikuti dengan ibu Jungkook.

Kini tinggal Jungkook dan Hoseok yang berada didepan halaman. Jungkook tersenyum lalu mengulurkan tangan, "Aku Jeon Jungkook dari SD Gyeongsang."

"Kau masih SD?"

"Tidak. Aku baru saja lulus."

"Ah kalau begitu sama, kukira kau lebih muda dariku." Hoseok terkekeh pelan pada Jungkook lalu menjabat tangan Jungkook "Jung Hoseok, kita seumuran. Mari berteman!" Ajaknya yang dibalas senyuman lebar Jungkook, Jungkook sangat senang jika Ia mendapat teman baru.

FLASHBACK OFF

Jam2 siang. Waktu yang tepat bagi Jungkook untuk bermalas-malasan dirumah. Ia duduk disofa ruang tengahnya sambil mengaduk milkshake-nya dengan lemas, semenjak Ia berpacaran dengan Hoseok, kehidupannya menjadi sedikit hampa karena banyaknya perubahan yang tidak Ia inginkan. Pertama, orang-orang terus menyindirnya dengan perkataan yang sering Ia lontarkan kepada Taehyung 'Bagaimana kau bisa jatuh kedalam pesona orang gila itu?' atau 'Apa yang kau sukai dari sisi berandal itu? Bahkan Ia tidak memiliki sisi positif yang dapat kau banggakan.'

Kedua, Hoseok jadi kehilangan teman-teman yang Ia sayangi, sebenarnya itu bukan masalah sesungguhnya. Masalah sesungguhnya ada pada dirinya, tentang konfliknya dengan Taehyung. Ia benar-benar kehilangan Taehyung, mereka memang belum lama bersahabat hanya saja Jungkook sudah menganggap Taehyung adalah segalanya dan dengan jahatnya Ia merebut pangeran kesayangan sahabatnya itu.

"Ahh aku bisa gila" Jungkook melemaskan tubuhnya sambil bersandar pada sofa. "Aku ingin Taehyung-ku kembali." Lanjutnya putus asa.

Beberapa menit setelah Jungkook tidak melakukan apa-apa disofa, tiba-tiba seorang lelaki duduk disampingnya membuat Jungkook sedikit memekik terkejut. "Sejak kapan kau ada dirumahku!?" Tanya Jungkook meninggikan suaranya. Lelaki itu, Jung Hoseok dengan cuek meminum milkshake Jungkook lalu merebahkan dirinya sesantai mungkin. "Aku bosan dirumah." Jawabnya.

"T—tidak maksudku, bagaimana caramu masuk kemari? Aku bahkan tidak mendengar suara ketukan pintu."

"Oh itu? Berarti kau sedang melamun."

"Eh?"

"Ibumu membukakan pintu untukku, dan ketika aku berjalan kemari aku hanya melihat sebuah manekin duduk bersandar disini," Hoseok kemudian menoleh kearah Jungkook "Dan sekarang manekin itu sedang berbicara denganku."

Jungkook mendengus malas, "Berhentilah kau tidak lucu sama sekali."

Hoseok terkekeh lalu mengangguk mengerti, "Baiklah."

Satu menit mereka larut dalam keheningan.

"Jadi, yang kau katakan Jimin mulai menyukai Taehyung— apakah itu benar?" tanya Jungkook secara tiba-tiba. Hoseok mengangguk sambil kembali menyeruput minuman Jungkook. "Kau tau? Jimin tidak pernah main-main dengan perasaan."

Kata-kata itu seolah menjadi tamparan bagi Jungkook, ya. Jungkook tau kalau Jimin menyukainya, sangat sangat menyukainya. Hanya saja, Jungkook menjauh dari Jimin karena Ia risih dengan sikap Jimin yang terus-terusan mendekatinya. Ia bahkan sering menolak pernyataan cinta Jimin, dan sekarang? Ia malah menjalin hubungan dengan sahabat terdekat Jimin.

"Apakah Taehyung akan membalas perasaan Jimin?" kini Hoseok yang bertanya, Jungkook tersadar dari lamunannya lalu berpikir sejenak. Taehyung yang sudah tergila-gila dengan Hoseok semenjak kelas 1 SMA, apakah mungkin Ia bisa melupakan Hoseok dan beralih ke Jimin?

Jungkook menggeleng. "Tidak." Ia memberi jeda pada kalimatnya, "Kim Taehyung juga tidak pernah main-main dengan perasaan." Ujarnya.

Hoseok mengangguk paham, "Baiklah." Jawabnya santai sambil menghabiskan milkshake Jungkook.

"Apakah aku jahat?"

"Setidaknya kau cocok denganku."

"Apa maksudmu?"

"Maksuduku—" Hoseok menegakkan tubuhnya lalu memegang pundak Jungkook "Bukankah yang baik harusnya mendapatkan yang baik juga? Seperti Taehyung dan Jimin"

Jungkook menyela, "Tapi Taehyung hanya menyukaimu. Kau tau sekarang aku merasa sangat jahat padanya?"

"Lalu kau ingin mengakhiri hubungan kita karena Taehyung sangat menyukaiku?"

Jungkook terdiam.

"Jika kau lebih mementingkan sahabatmu, aku tak apa kalau harus putus denganmu. Tapi jika kau mementingkan ego-mu, yasudah." Ucapan Hoseok yang sangat santai dibalas tatapan tak percaya Jungkook. "Kenapa seolah hanya aku pihak yang jahat disini?" tanyanya kesal sambil berlari kedalam kamarnya.

Hoseok mengamati pergerakan Jungkook, "Yaa! Mau kemana?"

"Pulanglah. Aku mau tidur."

.

.


.

.

Ketika pelajaran olahraga, Hoseok bermain sepak bola dengan Jin, Yoongi dan teman sekelas lainnya, sementara Jungkook duduk di tepi lapangan sambil mengayunkan raketnya. Sebelum terjadi konflik antara dia dan Taehyung, mereka selalu bermain badminton bersama. Dan sekarang, Ia bingung harus mengajak siapa. Ini benar-benar diluar dugaannya.

"Kau hanya perlu men-dribble-nya seperti ini"

"Bagaimana?"

"Jangan kaku, santai saja."

"Mudah bagimu mengatakannya"

Jungkook menoleh kearah asal suara itu, Ia mengenal kedua suara itu.

Jimin dan Taehyung sedang bermain basket berdua, perlu ditegaskan lagi, hanya berdua. Seperti didalam drama. Jungkook tidak iri, hanya saja Ia merindukan sahabatnya itu. "Apa yang telah kulakukan" keluhnya pada diri sendiri.

"Mau main badminton bersamaku?"

Jungkook mendongak melihat siapa yang tengah mengajaknya berbicara, Min Yoongi. Orang yang dikenal sebagai Ice Prince dikelas. Jungkook hanya mengedipkan matanya berkali-kali karena bingung kenapa tiba-tiba—"Aku membawa raket sendiri" Yoongi menunjukkan raketnya pada Jungkook.

"Kenapa kau tiba-tiba?"

"Mau tidak?" Yoongi agak sedikit kesal karena tatapan aneh Jungkook. Dengan cepat Jungkook pun mengangguk setuju lalu berdiri dan berjalan kearah lapangan badminton dengan Yoongi.

Hoseok yang melihatnya hanya tersenyum.

FLASHBACK

15 menit sebelum olahraga.

Jungkook dan Hoseok sedang menyiapkan seragam olahraganya dibangku mereka, namun ada yang tak biasa dengan Jungkook, wajahnya lesu. Karena penasaran Hoseok mencubit pipi Jungkook keras, "Aak! Sakit!" Bentaknya lalu memukul lengan Hoseok.

"Kau sih melamun, ada apa?" pertanyaan Hoseok tidak dijawab oleh Jungkook. Kemudian pandangan Hoseok tertuju pada raket dibawah loker meja mereka, "Aish aku lupa membawa raket—"

"Memang siapa yang ingin bermain denganmu!" Bentak Jungkook (lagi) lalu meninggalkan kelas dengan cepat.

"Jung Hoseok ayo ganti dengan kami" Jin duduk dimeja Hoseok lalu menarik kerah Hoseok pelan, "Kemana Jimin dan Taehyung?" tanya Hoseok bingung.

Yoongi yang berada disamping Jin menjawabnya, "Mereka sudah ganti duluan."

"APA? BERDUA?"

Jin dan Yoongi mengangguk polos, agak terkejut karena tiba-tiba Hoseok mengeraskan volume suaranya. "Kenapa kalian membiarkan mereka? Maksudku—kan.. Jimin menyukai Taehyung, lalu..."

"Kenapa jadi kau yang panik?" Jin menyela perkataan Hoseok, Yoongi menimpali "Memang sebejat apa Jimin dimatamu?" ucapnya santai. Hoseok pun diam.

Ketika berjalan keruang ganti bertiga, Hoseok teringat sesuatu. "Ah, biasanya yang bermain badminton dengan Jungkook itu siapa?"

"Taehyung." Jawab Jin sambil merapikan rambutnya, "Kenapa?"

"Diantara kalian—ada yang bisa bermain badminton tidak?" Tanya Hoseok sambil menghentikan langkahnya, Jin dan Yoongi terdiam sebentar. Lalu Yoongi menghela nafasnya, "Baiklah aku akan menemaninya bermain nanti. Kebetulan aku membawa raket juga"

Hoseok mendesah lega, "Ah terimakasih Min Yoongi! Kemarilah akan kucium kau—"

"Argh menjauh!" Yoongi berlari panik ketika Hoseok mengejarnya sambil membuat gestur siap mencium Yoongi. Jin yang tak tau apa-apa ikut berlari mengikuti mereka berdua.

FLASHBACK OFF

Setelah lega melihat Jungkook tidak sendirian, Hoseok pun melanjutkan mainnya. Ketika Ia ingin menendang bola, tiba-tiba sebuah bola basket mengenai lengannya membuatnya mengaduh pelan lalu mengambil bola itu dan mencari siapa pelaku yang berani-beraninya melempar Hoseok.

"Hoseok-ah, bawa kemari" Jimin berseru dari kejauhan, Hoseok yang melihat Jimin hanya berdua dengan Taehyung mendekati mereka berdua. Hubungan Jimin dan Hoseok sudah mulai membaik semenjak percakapan mereka di grup chat. Walaupun masih ada 'jarak' antara mereka berdua. Tapi setidaknya Jin, Yoongi dan Namjoon lega karena mereka sudah mau berbicara satu sama lain.

Jimin dan Taehyung mengernyitkan dahinya melihat Hoseok ikut berjalan kearah mereka. "Hoseok-ah, aku menginginkan bolanya. Bukan kau" ujarnya agak kesal.

"Memang aku tidak boleh ikut bermain dengan kalian?" tanya Hoseok memastikan, Jimin memasang wajah welcome sementara Taehyung bertolak belakang dengan Jimin. "Oh baguslah kalau begitu, ini sudah waktunya ganti. Sebaiknya aku ganti duluan, nikmati waktu berdua kalian" Taehyung pun pergi meninggalkan Jimin dan Hoseok berdua.

Hoseok memandang bingung Jimin yang menghela nafas sedikit kecewanya. "Apa—aku mengganggu kalian?" tanya Hoseok dengan polosnya, Jimin mengangguk mantap "Ya. Kurasa begitu"

.

.


.

.

Ketika pulang sekolah, Jimin dan Taehyung pulang duluan, lebih tepatnya pergi dari sekolah duluan untuk berjalan-jalan berdua. Sementara Hoseok, Jin, Yoongi dan Namjoon masih didalam kelas 2-1 tanpa tujuan.

Jungkook beranjak dari bangkunya lalu menarik pelan seragam Hoseok untuk mengajaknya pulang, namun Hoseok menggeleng, "Kau pulanglah sendiri. Aku masih ingin disini. Apa kau ingin menungguku?"

Jungkook memutar bola matanya malas "Lebih baik aku pulang sendiri."

Jungkook pun keluar kelas 2-1 dengan langkah cepat. Ia tidak marah, memang seperti itu caranya berbicara dengan Hoseok. Namun teman-teman Hoseok mengira kalau mereka sedang bertengkar.

"Ey, apa kalian bertengkar?" Pertanyaan Jin dibalas gelengan oleh Hoseok. Ia kemudian membuka ponselnya dan berkutat pada benda elektronik itu.

Mengabaikan Hoseok, mereka bertiga memilih untuk mengobrol sendiri tanpa menghiraukan Hoseok. "Jadi Jimin benar-benar serius sudah melupakan Jungkook?" Jin mulai membuka pembicaraan.

"Kudengar Taehyung sekarang juga jarang ke panti asuhan, apa benar, Hoseok-ah?" tanya Namjoon pada Hoseok, Hoseok mengangguk tanpa menoleh kearah mereka. Ia sibuk dengan ponselnya. Karena penasaran apa yang dilakukan Hoseok, Yoongi sedikit mengintip kearah layar Hoseok.

"Aku tidak tau kalau kau punya "

"Uwaa!" Hoseok dengan cepat menutupi layar ponselnya, "Yaa! Kau mengejutkanku!" Protes Hoseok lalu mendorong Yoongi agar agak menjauh darinya.

Kemudian Jin teringat, "Ah! Jadi kalau Jimin dan Taehyung sama-sama menyukai itu benar?"

"Kata siapa memang?" Tanya Hoseok dengan wajah tak percaya, "Banyak yang membicarakan mereka. Seisi sekolah mungkin." Jawab Namjoon santai.

"Dan kata Jimin, Ia akan menyatakan perasaannya pada Taehyung lusa."

DEG.

Hoseok kemudian beranjak dari duduknya lalu membereskan isi tasnya, "Aku harus pulang. Banyak PR yang belum kukerjakan."

Ketika Hoseok sudah keluar, Yoongi menatapnya bingung "Memang Ia pernah mengerjakan PR?"

.

.


.

.

Jungkook sedang duduk diteras rumahnya dengan santai sebelum langkah kaki yang semakin berisik semakin mendekatinya. Ia membuka matanya untuk memastikan siapa yang datang, dan ternyata Hoseok lah orangnya. "Kenapa tampak kacau?" tanya Jungkook bingung lalu menyuruh Hoseok duduk disampingnya.

"Ini darurat!"

Jungkook menaikan satu alisnya pertanda tidak paham, Hoseok menstabilkan nafasnya dulu lalu bercerita. "Jadi begini, aku tidak mencintaimu"

Jungkook menatap malas Hoseok, "Memangnya kapan kita pernah saling mencintai?"

"Tepat sekali. Jadi mari akhiri semuanya."

Kemudian dahi Jungkook mengerut, "Hey tunggu, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba sekali?"

Hoseok berlutut dihadapan Jungkook sambil memegang lengan Jungkook. "Jimin sudah tidak menyukaimu, artinya kau bebas bukan? Dan sekarang aku juga ingin bebas sepertimu—"

Jungkook berdiri lalu menyilangkan tangannya didepan dada "Iya-iya aku tau kalau kau mengajakku putus, tapi kenapa tiba-tiba? Dan kenapa kau menyebutnya sebagai keadaan darurat? Apa Taehyung bunuh diri karena sakit hati melihatmu denganku?"

"Lebih buruk dari itu!"

Jungkook membelalakan matanya ketika Hoseok tampak serius mengatakannya, "Apa? Taehyung kenapa?! Katakan!" Kini Jungkook ikut panik.

"Jimin akan menyatakan cintanya pada Taehyung lusa!"

Kemudian Jungkook menatap datar Hoseok, "APANYA YANG DARURAT SIH! HARUSNYA INI KABAR GEMBIRA!" Teriak Jungkook kesal lalu berbalik hendak masuk kedalam rumahnya.

"Bahagia buatmu karena kau tak tau rasanya mencintainya."

Jungkook kembali berbalik untuk menghadap Hoseok, "mencintai—nya?" Hoseok mengangguk. "Kim Taehyung. Aku menyayanginya. Dan aku benar-benar tidak rela jika Ia harus bahagia bersama oranglain."

"Woo~ woo~ tenang dulu, biarkan aku mencerna ceritamu satu persatu." Jungkook kembali duduk dikursinya tadi sambil memijat pelipisnya. "Sejak kapan kau menyukai Taehyung? Dan kenapa kau tak pernah mengatakannya padaku? Kenapa kau selama ini selalu menceritakan tentang V, V yang ini, V yang itu, kukira kau suka pada V."

Hoseok memegang pundak Jungkook lalu menatap mata Jungkook dengan dalam, "Kau tau V kan? Aku menyayanginya. Kau tau Kim Taehyung kan? Aku juga menyayanginya."

"Lalu?" Tanya Jungkook penasaran.

"Dan kenapa aku menyukai Taehyung dan V disaat bersamaan? Karena Taehyung adalah V yang selama ini kuceritakan padamu—"

"APA?!" Jungkook kembali berteriak dihadapan Hoseok yang membuat Hoseok harus terbiasa memekik terkejut. "Bagaimana bisa? Apa dia tau—"

"Tidak. Dia tidak tau."

.

.

Hoseok menghela nafas kecewa, "Dia tidak tau kalau aku Jei."

.

.

.

.

-TBC-

.

.

.

.

Huehuehue tbc dengan tidak elitnya :v

sengaja gue bikin pendek, kalo panjang kan gaenak ntar readers pada ga penasaran/?

Jadi readers yang udah siap properti buat gebukin Jei silahkan langsung, Jei nya uda terpampang identitasnya :v

Trus kalo ada yang tanya, kenapa kok Jungkook sama Hoseok pacaran? Kenapa... kenapa... kenapa?!

Flashbacknya bakalan dijelasin dichapter akhir : ) karna chapter 7 adalah chapter terakhir huehuehue

BTW BESOK ALBUM AJU NAIS W DATENG, HEUHEUHEU DOAIN DAPET PC WOOZI, MINGHAO SAMA JEONGHAN DAH