Bwijei is back! Mau gue ceritain sesuatu ga? Jadi ceritanya gue ngilang tanpa kabar karena fokus belajar .ea, kaga sih sebenernya gue cuma lupa kalo punya acc (lagi) hehehehe, penyakit bego gue kalo kambuh ga tau waktu soalnya.

Trus ini kan last chapter, soalnya gue mager kepanjangan tar lama tamatnya, tar kalo lama tamatnya ff gue yang laen gimana :"), jadi rencana mau buat sequel kalo sempet. Kalo ga sempet sih yaudah tamat/?

Okedeh, selamat menikmati last chapter! Maaf mengecewakan!

Happy reading!

.

.

.


=w=

"Apa yang kau ketahui tentang cinta?"

Sesuatu yang tidak bisa dipaksakan, datang dari hati kita yang paling dalam secara tiba-tiba. Kau tidak akan pernah tau siapa yang akan kau cintai mendatang karena cupid bukanlah pemanah yang handal. Orang-orang beranggapan bahwa cinta tidak harus memiliki, memang. Tapi apakah hatimu baik-baik saja jika melihat orang yang kau cintai dimiliki oleh orang lain?

=w=

.

Hari ini, sehari setelah Jungkook dan Hoseok mengakhiri hubungan mereka. Pagi ini beberapa atau mungkin banyak murid dihebohkan dengan putusnya Jungkook dan Hoseok secara tiba-tiba. Tapi mereka tetap biasa dan tidak menjaga jarak layaknya pasangan baru putus pada umumnya. Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi perbincangan kelas 2-1

"Apakah mereka benar-benar putus? Lihatlah bahkan mereka masih bercanda satu sama lain."

"Apakah ada orang ketiga diantara mereka?"

"Aishh aku berharap mereka dapat balikan."

Taehyung yang duduk tepat dibelakang segerombolan gadis penggosip dikelas mengernyitkan dahi tidak paham. "Apakah ada berita panas pagi ini?"

Ketiga gadis itu menoleh kearah Taehyung dengan pandangan terganggu, bahkan Taehyung tidak tau apa yang salah darinya sehingga mereka menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Salah seorang gadis duduk dibangku milik Jimin lalu mendekatkan wajahnya kearah Taehyung, "Kau lihat dua orang yang sedang duduk disana?" Gadis itu menunjuk Jungkook dan Hoseok menggunakan dagunya. Taehyung menoleh sekilas lalu mengangguk, "Mereka kenapa?"

"Mereka sudah putus."

Taehyung diam, Ia berusaha menampilkan mimik wajah biasa saja. Tapi hatinya berkecamuk tidak jelas. Bagaimana bisa secepat itu hubungan Jungkook dan Hoseok? Apa yang menyebabkan mereka putus? Apakah Hoseok berselingkuh dengan orang lain? Atau hubungan mereka kurang direstui? Bagaimana bisa?

"Ah begitu. Sayang sekali."

Hanya itu jawaban Taehyung sementara hati dan pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan yang beragam. Kedua gadis didepannya menatapnya bingung, "Bukannya kau menyukai si bejat itu?"

Taehyung tau siapa yang dimaksud oleh kedua siswi ini. Ia hanya tersenyum kalem, "Hey, dia punya nama, oke? Lagipula apa yang kalian tau tentang perasaanku padanya."

"Tapi—"

"Kim Taehyung sejak kapan kau menjadi penggosip?"

Oiya itu suara Park Jimin. Ia sudah berada disamping meja mereka. Ketiga gadis itu kemudian memilih untuk menyingkir dari sana. Jimin mengamati gerak-gerik ketiga gadis itu lalu meletakkan tasnya dibangkunya. "Kenapa wanita selalu membincangkan hal yang tidak penting."

"Tapi kali ini yang mereka bicarakan penting." Taehyung menyela.

Jimin menoleh kearah Taehyung, "Oh? Memang apa yang mereka bicarakan? Apakah hari ini jamkos seharian? Aku akan senang mendengarnya."

Ctak!

"Aww! Kenapa kau menjitakku?" Protes Jimin sambil mengusap kepalanya. "Hanya jamkos saja yang kau pikirkan. Tapi," Taehyung bergumam sambil mengusap dagunya "Jika memang benar jamkos seharian aku pun juga akan senang." Lanjutnya yang disertai kekehan darinya maupun Jimin.

"Ya ya ya aku tau itu." Jawab Jimin dengan duduk tenang dibangkunya sambil membaca novel yang baru Ia pinjam bersama Taehyung kemarin di perpustakaan kota.

Taehyung mengerutkan dahinya, bingung dengan tingkah Jimin yang agak asing. Biasanya, Ia akan penasaran dengan apa yang Taehyung bicarakan dengan siapapun. Namun yang kali ini, bahkan Jimin tidak bertanya lebih lanjut tentang pembicaraan Taehyung. Apakah Ia mendengarnya tadi? Kalaupun Ia mendengarnya apakah Ia tidak ingin membicarakan itu kepada Taehyung? Apakah Ia tidak penasaran bagaimana Hoseok dan Jungkook bisa putus?

"Jimin-ah"

"Hm?"

"Kau tau tidak sih kalau—"

"Jung Hoseok dan Jeon Jungkook baru saja mengakhiri hubungan mereka?" Jimin berucap tanpa melepaskan pandangannya dari novelnya. "Ho.. iya, darimana kau tau?"

"Hoseok adalah sahabatku tentu saja kami punya grup chat sendiri." Jawabnya agak cuek, Taehyung mengangguk tau, lalu mendekati Jimin "Lalu.. Apakah kau tidak ada niatan untuk kembali mengejar Jungkook?"

Jimin menegakkan badannya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Taehyung. Sangat dekat hingga batang hidung mereka bersentuhan. Jimin menatap Taehyung tepat di matanya. "A—apa yang kau lakukan bodoh" Taehyung mengedipkan matanya bingung lalu mendorong pelan dada Jimin berusaha menjauhkan wajah mereka. Itu terlalu dekat bung!

Jimin kembali membuka novelnya sambil menggeleng menanggapi Taehyung, tapi Taehyung masih penasaran dengan jawaban Jimin. "Hey, jawab aku~" Taehyung merajuk.

Jimin yang merasa terganggu dengan pertanyaan Taehyung kemudian menghela nafas, "Aku hanya tidak enak, bagaimana bisa aku menyukai bekas sahabatku?"

"Tapi kau dulu menyukainya,"
"Ya kan itu dulu. Sekarang aku menyukai orang lain"

Taehyung terdiam sejenak berusaha mencerna kalimat terakhir Jimin. "SIAPA?" Tanyanya antusias. Kali ini Jimin yang terdiam, Ia tidak mungkin terang-terangan mengatakan kalau Ia menyukai Taehyung, kan?

"Siapaaa?" Taehyung mendesak Jimin untuk menjawabnya, Jimin kemudian menggeleng mantap. "Aish besok kau akan tau tenang saja."

"Jadi kau mau mengenalkanku dengannya?"

Jimin sweatdrop.

Susah berbicara dengan alien.

"Begini saja, besok kau ada urusan tidak?" Taehyung menggeleng menanggapi ucapan Jimin. "Baiklah, ikut aku ke Lotte World, aku yang bayar."

Taehyung melotot "Lotte World? Hanya demi mengenalkanku dengan calon pacarmu?"

Jimin mendehem, "Ehm tenang saja. Tiket Lotte World tidak semahal yang kau pikirkan."

Taehyung akhirnya mengangguk setuju.

"Baiklah, hari minggu jam 3 sore aku tunggu didepan pintu masuk." Taehyung mengangguk lagi.

.

.

.

Ketika Taehyung pergi ke toilet untuk membasuh wajah, kebetulan Jungkook juga baru saja keluar dari salah satu bilik toilet, tak sengaja melihat wajah Jungkook dari pantulan cermin, Taehyung langsung menunduk untuk tetap membasuh tangannya di wastafel.

Jungkook yang menyadari bahwa itu Taehyung mendekat dan berdiri tepat disebelah Taehyung. "Taehyung-ah, kau sudah tau beritanya?"

"Kenapa kau putus dengan pacarmu?"

"Karena ini demi sahabatku."

Taehyung mengangkat wajahnya lalu mengusap pipi kanannya, "Sahabatmu pasti akan bangga padamu." Jawabnya cuek lalu merapikan seragamnya dan hendak beranjak dari situ, namun tangan Jungkook menahannya.

"Aku putus dengan Hoseok demi kau."

"Jadi ini semua salahku?"

Jungkook terdiam, Ia tidak boleh salah bicara lagi agar Taehyung mau mendengarnya.

Taehyung sedikit tersenyum remeh, "Setelah kau menjalin hubungan dengannya pun aku menjauh kan? Apa aku mengganggu kalian? Apa aku terus mengejar Hoseok? Terakhir kali aku berkomunikasi dengannya pun saat olahraga, itupun karena aku berusaha mengusirnya. Lalu kau masih mengklaim bahwa ini semua salahku?"

"Tidak. Aku tidak menyalahkanmu. Dengarkan dulu—"

"Oke lalu apa?"

"Aku tau bahwa kau itu lebih berharga darinya." Jungkook berucap pelan membuat Taehyung tertawa sarkas.

"Oh lihat siapa yang bodoh." Taehyung menepuk pundak Jungkook agak keras, "Jika aku lebih berharga darinya, harusnya dari awal kau menolaknya demi sesuatu yang lebih berharga darinya."

Taehyung menghentikan tawanya sekejap, "Kalimat yang pantas kau ucapkan adalah 'aku baru menyadari bahwa kau lebih berharga darinya'" Taehyung kemudian berjalan melalui Jungkook begitu saja.

Langkahnya terhenti didepan pintu keluar, "Oh ya sebaiknya kau kembali padanya. Karena semenjak kau berhubungan dengannya aku sudah memutus pertemanan kita."

Jleb.

Jungkook tertegun, sorot matanya menandakan bahwa Ia sedang bingung, terkejut, dan sedih di waktu yang bersamaan. Hoseok mengatakan bahwa rencana berpacaran dengannya bukanlah keputusan yang tepat. Dan Jungkook benci harus membenarkan itu saat ini.

.

.

.

Kringg

Bel pulang sudah dibunyikan, saatnya murid Bangtan High School mengakhiri proses belajar mengajar. Taehyung dan Jimin sudah keluar dari kelasnya bersama dengan Namjoon, Jin dan Yoongi.

Ketika sedang bersenda gurau, Jimin memutuskan untuk pergi ke toilet, Taehyung pun memilih untuk ikut bersamanya.

Saat Taehyung sedang menunggu Jimin didepan pintu toilet, seseorang yang —entahlah—tidak diharapkan datang dan berdiri tepat didepan Taehyung. "Oh, kau, apakabar" Taehyung berusaha memberikan fake smile terbaiknya.

"Kau—mau pulang?" tanya Hoseok pelan sambil mengamati wajah Taehyung, ada perasaan menyesal ketika melihat lurus kearah mata Taehyung, Ia pernah membuat matanya membentuk bulan sabit karena tertawa bersama, Ia juga yang membuat mata itu menjadi sayu karena telah menghancurkan harapannya.

Taehyung mengangguk kecil, "Tinggal menunggu Jimin lalu kita akan pulang."

Hoseok mengangguk paham, "Kau—langsung pulang atau?" Taehyung mengernyit menunggu Hoseok menyelesaikan kalimatnya, "M—maksudku kau langsung pulang kan?"

Kini Taehyung yang paham, "Ya tentu saja. Memang aku harus kemana dulu?"

"Oh tidak apa. Jika kau langsung pulang aku akan berada dirumahmu jam—"

"Tidak tidak!" Taehyung menyela Hoseok dengan cepat, "Hari ini aku ada acara keluarga karena ini hari sabtu."

"Kalau besok? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu."

"Memang apa yang ingin kau bicarakan?"

"Banyak. Dan itu sangat penting."

Mendengar kata 'penting', Taehyung menyetujuinya. "Baik. Kau yang kerumah. Aku malas pergi."

Hoseok tersenyum lega, "tak masalah."

.

.


.

.

"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Dan itu sangat penting"

Ucapan Hoseok masih berputar didalam otak Taehyung membuat Taehyung bahkan tidak bisa berkedip dengan tenang. Apa yang sebenarnya ingin Hoseok bicarakan? Apakah tentang hubungannya dengan Jungkook yang telah kandas tengah jalan? Ataukah Hoseok seperti pria protagonis dalam drama yang memutuskan Jungkook karena menaruh hati pada Taehyung sejak lama? "Tidak. Itu tidak mungkin" Taehyung menggeleng pasti.

Atau... Hoseok ingin menuduh Taehyung sebagai orang ketiga dalam hubungan? Ia merasa bahwa Jungkook berubah dan memutuskannya karena pengaruh Taehyung? Itu cukup logis karena Jungkook sendiri yang mengatakan bahwa Taehyung lah penyebab mereka putus.

"Manusia Jeon itu" geram Taehyung, "Jika benar Hoseok menuduhku, akan kuhabisi dia."

Akhirnya hari sabtu telah berganti menjadi minggu, ini masih jam 10 pagi tapi Ibu dan Ayah Taehyung sedang sibuk mengemasi barang bawaannya kedalam mobil karena lagi-lagi nenek Taehyung sakit keras mengharuskan orangtua Taehyung kembali merawatnya.

Taehyung mengamati kesibukan mereka berdua dengan berbaring santai diatas sofa.

"Aigoo Taehyung-ah bisakah kau membantu Ibu?" Tanya Ibu Taehyung sambil melipat beberapa kemeja, Taehyung berguling untuk sekedar melihat Ibunya "Ini masih pagi bu aku baru bangun."

"Bagaimana jika kau berumah tangga nanti? Kau tidak akan bisa malas-malasan seperti ini"

"Aku akan mencari istri"

"Percuma kau mencari istri jika kau lebih nyaman menjadi istri." (Hanya beberapa readers yang paham :v /?)

Taehyung pun dengan sangat berat hati berdiri lalu mulai membantu Ibunya merapikan baju bawaannya.

Namun tak berapa lama bel berbunyi, ayah Taehyung pun membuka pintu depan untuk mengetahui siapa yang pagi-pagi datang kemari. "Oh, Hoseok-ah."

"SIAPA?!" Ini suara jeritan Taehyung. Ia tidak menyangka Hoseok datang sepagi ini, dan Ia belum mandi.

"Nak cepatlah keluar disini ada temanmu, atau temanmu yang kusuruh masuk—"

"A—aku saja yang keluar!" Serunya pada Ayahnya lalu berlari menuju pintu depan.

Ya, Ia dapat melihat Hoseok dengan baju lengan panjang garis-garis membuatnya semakin.. tampan?

Taehyung tak mau mengakui kalau Ia masih menyukai pria didepannya ini.

Kemudian Ia teringat kebimbangannya kemarin malam.

Rautnya yang semula kagum karena penampilan Hoseok kini berubah menjadi serius, "Jika kau kemari untuk menuduhku macam-macam silahkan pulang. Aku bukan orang ketiga kau tau? Ini sudah keputusan Jungkook sendiri kare—"

"Tunggu? Keputusan Jungkook?" Hoseok menaikkan alisnya bingung, Taehyung mengangguk, "Ya. Keputusannya. Ia meninggalkanmu bukan karenaku oke? Tapi Ia seolah-olah meninggalkanmu karena aku. Aku bukan orang ketiga."

"Jika kau orang ketiga, maka harus ada orang keempat kan?"

Taehyung bingung. Ia mencoba membaca raut wajah Hoseok, tidak ada sedikitpun kemarahan, kebencian, maupun dendam? Bahkan raut wajahnya tampak agak gugup. Ada apa dengannya?

"Begini," Hoseok melangkah lebih dekat, "Kami putus karenamu, itu benar. Tapi bukan Jungkook yang lebih memilihmu. Tapi aku yang lebih memilihmu dibandingkan dengannya"

Taehyung semakin bingung. "Maksudmu?"

Hoseok menarik tangan kanan Taehyung lalu menatap pergelangan tangan Taehyung, "Wow kita memiliki gelang yang sama."

Mendengarnya, Taehyung menoleh kearah tangannya. Gelang kayu yang sama? Hanya Jei yang memilikinya selain Taehyung. Itu artinya.. "Kau.. kenal Jei?"

Hoseok sweatdrop. "Akulah dia." Tapi Taehyung masih tidak percaya, "Bukti lain kalau kau Jei?"

"Kau si penakut, dan aku si pemberani. Kita berbeda tapi nyatanya kita selalu bersama dulu."

Masih tak percaya, "Lainnya?"

Hoseok menghela nafas menahan emosi, ah tidak. Sebenarnya Ia tidak akan tega memarahi atau bahkan sekedar membentak—ehem—Taehyung-nya. Kemudian Hoseok mengeluarkan ponselnya lalu mengetik sesuatu disana, dan tak lama ponsel yang berada dikantong celana Taehyung bergetar tanda ada notifikasi.

Dan itu berasal dari askfm.

Anonymous: hey penakut. Jei ada didepanmu sekarang.

Taehyung mengerjapkan matanya bingung kemudian menoleh kearah Hoseok dengan pandangan hampa, "Jei?"

Akhirnya.

Hoseok mengangguk. "Kau V yang selama ini kucari." Hoseok pun tersenyum hangat kearah Taehyung.

Berbeda dengan raut wajah Hoseok, Taehyung malah menatap datar, hatinya serasa mau meledak, beginikah rasanya dipermainkan? "Kenapa selama ini kau pura-pura tidak mengenalku? Kenapa selama ini kau berpacaran dengan Jungkook?"

Hoseok memegang pundak Taehyung yang masih menatapnya asing. "Akan kuceritakan dengan sejujur-jujurnya."

.

.

.

3:20 PM KST

Seorang remaja berambut blonde bernama Park Jimin duduk didepan wahana permainan terbesar di Korea Selatan, Lotte World. Ia sudah memegang dua tiket pengunjung Lotte World. Yang satu untuknya dan yang satu lagi untuk Taehyung tentunya. Sudah 15 menit Ia duduk disitu menunggu Taehyung tapi senyumnya tak kunjung pudar, ketika Ia memikirkan Taehyung, senyumnya malah semakin melebar, dadanya menghangat, dan jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Ia benar-benar sudah jatuh kedalam pesona Taehyung sepenuhnya.

Jimin menghela nafasnya untuk menstabilkan detak jantungnya lalu kembali menatap dua tiket ditangannya. "Baiklah Park Jimin, kau hanya perlu bermain sepuasnya dengan Taehyung lalu ketika matahari terbenam katakan padanya bahwa kau menyukainya." Ucapnya bermonolog.

5:00 PM KST

Waktu terus berjalan, bahkan matahari sudah berganti posisi berada di ufuk barat. Langit semakin memerah tanda sang surya sudah menyelesaikan tugasnya hari ini, tapi orang yang ditunggu Jimin belum datang juga.

Jimin kembali menatap tiketnya, "Benarkah Taehyung tidak datang?" tanyanya pada diri sendiri.

Ia teringat kalau Ia belum mengabari Taehyung, akhirnya ia berinisiatif membuka kakaotalk untuk memberitahunya bahwa Ia sudah berada di Lotte World. Tapi karena notifikasi dari grup Namjoon cs sangat ramai, akhirnya Ia terpaksa membuka chat groupnya dulu untuk mematikan notifikasi. Tapi karena penasaran akhirnya Ia membaca beberapa chatnya.

Hobi18: Jangan mengejeknya dia milikku -_-

PinkJean: Aw apakah kalian sudah berpacaran?

Hobi18: Tentu saja.

Nam94: SERIUS? KAPAN?

Sgard_93: SERIUS? KAPAN? (2)

PinkJean: SERIUS? KAPAN? (3)

Hobi18: Tadi jam 3 sore. Ternyata Ia adalah teman masa kecilku, artinya aku menyukai orang yang sama selama 7 tahun terakhir.

PinkJean: AW AKU TERSENTUH! ITU MANIS SEKALI :"D

Sgard_93: Kim Seokjin matikan capslocknya -_-

Nam94: Lalu kenapa kau berpacaran dengan Jungkook kalau kau menyukai Taehyung?

Hobi18: Jungkook yang memintaku melakukannya, Ia sudah seperti adikku sendiri jadi aku tidak bisa mengabaikannya.

PinkJean: JADI JUNGKOOK YANG MENYUKAIMU? :o

Hobi18: Tidak, Ia tidak pernah menyukaiku makanya aku terima tawarannya menjadi fake-couple.

Nam94: Lalu apakah Taehyung tau?

Hobi18: Ia menerimaku karena aku menceritakan semuanya dengan jujur.

PinkJean: INI SANGAT MANIS

Sgard_93: KIM SEOKJIN!

PinkJean: Min Yoongi kasar! Min Yoongi jahat! :"(

Jimin menyunggingkan seringaian pasrah. Ia menunggu hal yang pasti tidak akan datang selama berjam-jam. Ia menunggu kekasih orang lain, jam 3 tadi Ia tersenyum layaknya orang bodoh sambil memikirkan rencana untuk menyatakan perasaannya pada Taehyung ketika jam 3 tadi Taehyung resmi menjadi milik oranglain.

Setelah menunduk cukup lama, Jimin mengangkat kembali kepalanya lalu berjalan agak sempoyongan menjauh dari tempat hiburan itu, tapi Ia berinisiatif untuk mendekati salah satu pasangan yang mengantri untuk membeli tiket di loket.

"Apa kalian ingin membeli tiket untuk dua orang?" tanya Jimin lirih, matanya lelah tampak seperti orang belum tidur 3 hari. Si lelaki menatap curiga Jimin, "Apakah kau calo?"

Jimin mengeluarkan dua tiket dari saku jaketnya, "Aku akan memberikannya kepada kalian secara cuma-cuma."

"Setuju."

.

.

.

Senja di Sungai Han terasa sangat indah karena tempatnya yang strategis dan membuat nyaman siapapun yang berlalu lalang terlebih kepada sepasang kekasih baru, Hoseok dan Taehyung. Mereka berjalan beriringan menyusuri tepi sungai menikmati sunset, Taehyung menjilat eskrimnya sambil terus mengagumi keindahan Sungai Han. Ia bukannya norak, tapi berjalan sendiri dengan berjalan bersama orang tercinta memang beda rasanya.

Hoseok menghentikan langkahnya, begitupun juga Taehyung. Mereka terdiam untuk waktu yang cukup lama karena sibuk mengamati matahari tenggelam. Sungguh indah. Dan terkesan melankolis. "Hey" Hoseok memanggil Taehyung, yang dipanggil langsung menoleh sambil terus menjilat eskrimnya.

"Di drama, sunset biasanya dijadikan untuk latar berciuman para tokoh." Taehyung mengangguk polos, "Lalu?"

"Apa kau sudah pernah berciuman?"

Pertanyaan Hoseok dijawab gelengan oleh Taehyung. "Apa kau ingin menciumku layaknya drama-drama?" tanya Taehyung pelan sambil memegang erat cone eskrimnya. Hoseok terkekeh lalu mengelus surai lembut Taehyung, "Tidak." Kemudian ia fokus pada eskrimnya, "Boleh aku minta eskrimmu?" Taehyung mengangguk lalu menyerahkan eskrimnya kepada Hoseok.

Hoseok segera mengambil alih eskrim Taehyung lalu menjejalkannya asal dipermukaan mulut Taehyung membuatnya belepotan. "Aish apa yang kau lakukan?!" Gerutu Taehyung sambil berusaha merogoh sapu tangan dari kantong celananya, namun Hoseok menarik kedua tangan Taehyung mendekat, "Biar aku yang bersihkan."

Cupp~

Bibir bertemu bibir, kedua hati saling menghangat, yang satu memejamkan matanya, yang satu masih terbelalak tidak percaya. Rasa manis vanilla terasa dipermukaan bibir keduanya.

Beberapa detik Taehyung terpaku tak percaya, akhirnya Ia mau menutup matanya dan menikmati ciuman yang sekedar menempel itu. Tapi tidak lama kemudian Hoseok mulai melumat pelan bibir Taehyung membuat Taehyung terkejut dan mendorong Hoseok menjauh. "Huaah! Apa itu tadi?"

Hoseok yang sama terkejutnya dengan Taehyung mengerjapkan matanya bingung, kemudian Taehyung tersadar bahwa tadi adalah hal yang sangat memalukan. Ia menutup wajahnya dengan hoodienya, "Aish maafkan aku! Aku belum terbiasa!" Jeritnya yang tidak seberapa terdengar karena tertahan dengan tangannya. Hoseok tertawa sambil mendekati Taehyung lalu memeluknya, "Aku paham kkk~"

.

.

.

7:00 PM KST

Jungkook duduk sendiri dihalte dekat sekolah, Ia memutuskan untuk menghabiskan hari minggunya disekolah karena bingung apa yang harus dilakukannya dirumah. Lagipula Ia masih sedih karena Taehyung benar-benar tidak mau memaafkannya, Ia bukannya tidak punya teman, dengan kapasitas otak yang memuaskan dan paras yang cukup tampan siapa yang tidak ingin berteman dengan Jungkook? Hanya saja Jungkook sangat serius dalam pertemanan jadi Ia benar-benar pemilih. Inilah salah satu kelemahannya.

Tak lama gendang telinganya mendeteksi adanya derap langkah yang semakin mendekat, Ia menoleh kesamping untuk memastikan dan.. agak sedikit melebarkan matanya karena yang dia lihat adalah Jimin.

Jungkook kembali meluruskan pandangannya, berusaha tak mempedulikan sampingnya, tapi keadaan Jimin yang menyedihkan membuat Jungkook iba padanya. Jungkook terus memperhatikan Jimin sementara Jimin melamun tak menoleh sama sekali.

Ketika Jungkook menggeser sedikit posisi duduknya agar semakin dekat dengan Jimin, bus baru saja memarkirkan awaknya tepat didepan halte, akhirnya Jimin berhenti melamun lalu menoleh kearah bus. Karena terkejut, Jungkook dengan panik agak berlari menuju pintu masuk. Baru saja menggenggam gagang pintu, Jungkook tergelincir dan..

Whoop!

Ia jatuh kedalam pelukan Jimin.

Mereka saling pandang satu sama lain, ketika Jimin sadar bahwa yang berada dipelukannya adalah Jungkook, Ia pun cepat-cepat melepaskannya. "Oh ternyata kau, Jungkook." Ucapnya sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah. Jungkook menatap Jimin kasihan, Jimin pasti habis melewati masa sulit karena Jungkook tau bahwa Jimin kini menyukai Taehyung dan dengan mudahnya Taehyung direbut oleh Hoseok.

"Lain kali hati-hati kalau berjalan." Jimin berpesan, Jungkook mengangguk canggung tanpa berani menatap Jimin tepat dimatanya. Jimin menoleh kedalam bus lalu kembali menatap Jungkook, "Masuklah. Aku akan naik bus selanjutnya saja. Tenang aku tidak akan menjadi stalkermu lagi. Hiduplah dengan tenang." Perintah Jimin, Jungkook pun mengangguk merasa bersalah lalu meninggalkan Jimin masuk kedalam bus.

Sungguh malam yang dingin.

.

.

.

"Jadi, apa itu cinta, Taehyung-ah?"

Pengorbanan yang dilakukan seseorang untuk orang yang menurutnya penting dihidupnya. Seseorang bahkan bertingkah bodoh karena cinta, tapi kenyataannya cinta memang bukan didasari pada logika, tetapi nurani. Hati nurani. Cinta bisa merubah pola pikir seseorang. Cinta dapat merubah seseorang menjadi stalker, merubah seseorang menjadi penipu, merubah seseorang menjadi heartless, bahkan meyakinkan orang itu untuk setia menunggu yang dicintainya. Tak peduli sekejam apa rantai kehidupan, Ia tetap memilih untuk setia dan akhirnya mendapatkan apa yang dia harapkan.

.

.

.

-END-


.

.

.

.

Huahaha akhirnya END. Udah gajadi ada sequel :'v bingung apa yang mau disekuelin/?

Jadi gini, gue nyelesein ini ngebut karena BANGTAN MAU KAMBEK WOYYY! JUNG HOSEOK DI WINGS KURANGAJAR BANGET MANUSIAWI SEKALI MAKAN SNICKERS! Tapi dari semua lagu ost/? di Short Movienya mereka, punyanya Hoseok paling ena sih. Das ma jam!

Terus ya.. taudeh gue bahagia akhirnya bangtan is bek. Persetan dengan teori, mari nikmati kambeknya bangtan mendatang :'v moga aja kea payer. HARUSNYA SIH UDA GADA TEORI TEORIAN LAGI KAN UDA BEBAS DARI HYYH ERA AHELAH BIGHIT GIMANDOS SIH.

oiya trus selain BTS, SEVENTEEN KATANYA MAU KAMBEK JUGA WOY AH INIAPAAA. Mana mereka uda kode 007 lagi, entah itu kode apa cuma mafia-mafiaan biasa yg jelas gue sensi sama yg namanya kode gegara bangtan sama sebong. Trus nih ya kalo espiti mau kambek juga kalo mau dark konsep ITU PLS LAGU PPAREUNGEOREUM DIRILIS JUGA GREGET W ABIS ASIQUE SIH LAGUNYA.

udah sih gitu aja curhatan gue/? hehehe. sampe ketemu di ff selanjutnya!