WARNING!
YAOI/BL/Shounen-ai
M-preg
typos/no eyd/bad plot/OOC
cerita ngawur/imaaaaaajinasi alias fiktif/semua hanya imajinasi
family/romance/humor/slice of life
Jika terdapat beberapa adegan yang mirip dengan Superman return, itu memang disengaja .-.v
Love Daehan Mingguk Mansaeh
I don't own the chara
Series
shownu X kihyun
Hyunwoo as Dad
Kihyun as Mom
.
OC list
Son Ki, eldest triplet
Son Hyun, second eldest triplet
Son Woo, youngest triplet
.
.
DhaBum proudly present
Son Triplets
Episode 1 : Triplets in da Haouse
.
.
Enjooy
.
.
Hyunwoo tidak tau apa yang harus dilakukannya saat ketiga anaknya menangis serentak dalam waktu yang bersamaan . Hyunwoo sudah meletakkan Ki dan Hyun yang masih menangis di atas kasur yang awalnya mereka gunakan untuk tidur.
"Ayo berfikir,, ayo berfikir,, apa yang biasanya dilakukan oleh Kihyun saat mereka menangis,,," Hyunwoo berjalan mondar-mandir ke kanan dan ke kiri dengan mulut yang berkomat-kamit tidak jelas.
Melihat sang ayah yang sedang mondar-mandir dengan bibir yang komat-kamit lucu rupanya menjadi suatu kesenangan tersendiri untuk si tengah triplet, Son Hyun. Terbukti dirinya yang sudah tergelak pelan, membuat air matanya berhenti keluar namun jejaknya masih tercetak jelas di wajah bulatnya.
"Oooohh Son Hyun,, kau bahagia melihat appa kebingungan hm?" tanya Hyunwoo dengan ekspresi marah dibuat-buatnya sambil menatap lekat pada Son Hyun yang makin tergelak lebar. Melihat saudara tengahnya yang sudah tidak menangis membuat si bungsu dan sulung triplet pun tidak mengeluarkan air matanya lagi. Dan sekarang mereka bertiga malah kompak menertawakan sang appa yang masih memasang ekspresi marah –buatannya.
"Appa,,,," lirih si sulung, Son Ki melas. Sepertinya dia takut kalau appanya benar-benar marah.
Melihat raut wajah penyesalan putra sulungnya yang menggemaskan membuat Hyunwoo buru-buru menghilangkan ekspresi marahnya tadi. Dengan lembut, dia menepuk pelan pucuk kepala Son Ki.
"Lalu appa yang akan kau ucapkan pada appa kalau kau melakukan kesalahan hm?"
"Mianhae,," lirih Son Ki pelan sambil menunduk.
"Mianhae appa.." kata Son Hyun dan Son Woo serentak. Membuat senyum lebar terpampang manis di wajah ayah mereka.
"Good boy.." Hyunwoo mengusap sayang kepala ketiga anaknya bergantian sebagai penghargaan sata sikap santun mereka.
Son triplets sedang asik menggoyangkan badan mereka mengikuti irama lagu tiga beruang yang memang sengaja di putar oleh Hyunwoo. Saat merasa bosan, Woo mulai melangkah kecil-kecil menghampiri ayahnya yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.
"Appaaa,,," kata Woo meminta perhatian.
"Hm?" balas Hyunwoo yang masih sibuk dengan tiga nampan di hadapannya.
"Bap.." kata Woo singkat. Ah ketiga putranya memang belum terlalu fasih berbicara, jadi mereka bertiga hanya bisa mengucapkan sepenggal dua penggal kata yang tidak terlalu sulit. Tapi ajaibnya, Kihyun dan Hyunwoo seolah paham betul apa yang mereka katakan meski hanya terdengar seperti penggalan suku kata untuk orang lain di luar sana.
"Tentu,, sabar sebentar ya,, eomma yang membuat sup ini,, jadi pasti enak.." Hyunwoo berlutut, menyamakan tinggi Woo yang bahkan tidak sampai setengah tingginya. Mengelus pelan perut buncit anaknya karena baru saja putra bungsunya tadi mengadu kalau dia kelaparan (a/n bab=nasi, iyakan? .-.?)
"Eum,," setelah berkata seperti itu, Woo kembali bergabung dengan saudara-saudaranya yang masih terhanyut dengan tarian tiga beruang yang diputar Hyunwoo.
Tidak lama berselang,
"KiHyunWoo..." panggil Hyunwoo, membuat triplet segera menempati kursi makannya dengan serentak.
Setelah dirasa ketiga putranya sudah duduk dengan nyaan di kursi masing-masing, Hyunwoo mulai menatap ketiganya serius secara bergantian.
"Son Ki,,," Son Ki yang merasa namanya disebut dengan serius oleh Hyunwoo mendadak duduk dengan punggung yang lurus, "Son Hyun,," tidak jauh berbeda dengan Son Ki, si tengah Son Hyun juga melakukan hal yang sama begitu mendengar sang ayah memanggil namanya dengan serius, "Dan Son Woo,," begitu pula dengan Son Woo. "Mulai hari ini,, sampai besok,, Hanya akan ada kita berempat di rumah ini,, tanpa Eomma,," kata Hyunwoo dengan serius sambil menatap langsung ketiga putranya secara bergantian yang sedang menatapnya tak kalah serius, "Jadi,," kata Hyunwoo makin serius, "Tolong bekerja samalah dengan appa,," Hyunwoo melanjutkan dengan intonasi yang lebih lembut sambil membungkukkan badannya sembilan puluh derajat di depan ketiga putranya. (suka banget waktu om Ilkook gini di Superman return :3)
"Ndeeeeeee..." jawab ketiganya kompak.
"Kalian sudah berjanji ya,,," kata Hyunwoo senang sambil mengusap sayang ketiga putranya.
Setelah berkata seperti itu, Hyunwoo pun mendistribusikan(?) sarapan buatan Kihyun tadi pagi pada masing-masing putranya.
"Uhuk!" Son Hyun terbatuk pelan. Dengan sigap Hyunwoo segera menepuk pelan punggung putra tengahnya itu.
"Makan dengan perlahan okay?"
"Eum,,," Hyun mengangguk semangat sambil memamerkan senyum lebarnya.
Triplet yang sudah selesai dengan sarapannya kini mulai berlarian ke sana- ke mari dengan gelak tawa yang memenuhi rumah itu. Hyunwoo yang sedang mencuci perkakas milik triplet sesekali melongokkan kepalanya, mengintip kegiatan Triplet. Dan tersenyum ke-bapak-an melihat tingkah ketiga putra nya yang mengundang tawa.
Hyunwoo sedang mengeringkan tangan saat dia mendengar ringtone ponselnya berdering nyaring. Tersenyum singkat sana caller id di layar ponselnya adalah huruf hangul nama istri tercintanya, Kihyun bebe.
"Ya sayang,," kata Hyunwoo begitu dia menjawab panggilan Kihyun yang ternyata adalah video call.
"Hyuuuunngg..." balas Kihyun di seberang.
"Bagaimana keadaan di sana?" tanya Hyunwoo.
"Tidak menyenangkan.. belum sampai saja aku sudah ingin pulang,, aku merindukan kalian,," Kihyun memelas. Mendengar suara eomma yang dirindukannya, membuat si kembar tiga menggapai-gapai tangan Hyunwoo yang sedang menggenggam smartphonenya. Meminta sang ayah untuk menunjukkan wajah ibunya.
"Oh KiHyunWoo-ahhhh.." ucap Kihyun semangat begitu wajah ketiga putra kembarnya muncul di layar. "Apa yang kalian lakukan hm? Sudah sarapan?" tanya Kihyun dengan semangat.
Dengan semangat pula, Triplet menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aigoo,, good boy,, kalian baik-baik saja di rumah kan? Jangan terlalu menyusahkan appa arrachi? Besok eomma akan kembali,,"
"Ah ya,, jam berapa aku harus menjemputmu besok?" Tanya Hyunwoo yang sedang memangku ketiga putranya sekaligus.
"Mungkin siang,, aku sudah memohon untuk pulang lebih awal,, di sini sangat membosankan.." keluh Kihyun.
"Ya,, aku bisa menebaknya dari raut wajahmu,,"
"Apa terlihat jelas?" tanya Kihyun sambil menangkup sebelah pipinya.
"Ya,," Hyunwoo cukup menikmati ekspresi lucu Kihyun di layar ponselnya, " dan hei,, tunggu,, siapa namja di sampingmu?" tanya Hyunwoo dengan kecemburuan yang tidak ditutup-tutupinya.
"Huh,, maksudmu aku,," Hyunwoo menaikkan sebelah alisnya saat tiba-tiba wajah tadi muncul memenuhi layar. "Kau yang siapa?" tanya pemuda tadi tidak sopan.
'Apa-apaan?' batin Hyunwoo. "Aku suami Yoo Kihyun,, wae?" jawab Hyunwoo tidak santai. Di pangkuannya, triplet hanya menatap bergantian pada ayahnya dan pemuda di layar yang sedang berdebat dengan pandangan tidak mengerti.
"Yaa,, hentikan,," Kihyun mulai mendorong wajah lelaki yang menutupinya sedari tadi. "Dia hanya rekan kerjaku hyung, kebetulan Kim sajang memintanya menemaniku menghadiri seminar,," jelas Kihyun.
"Oh,," jawab Hyunwoo singkat.
"Seleramu dalam memilih suami membuatku kecewa Kihyun-ah.." samar-samar, Hyunwoo bisa mendengar suara seseorang yang ada di samping Kihyun. Meskipun wajah orang itu tidak muncul di layar, Hyunwoo yakin sekali kalau itu adalah suara laki-laki tadi.
"Sudahlah Yongguk hyung,, hentikan candaanmu itu,, atau suamiku bisa salah paham,," tegur Kihyun pada orang di sampingnya yang ternyata bernama Yongguk itu. "Jangan difikirkan hyung, dia memang kadang keterlaluan kalau sedang bercanda".
"Tentu sayang,, tapi aku akan sangat senang kalau kau menjaga jarak dengannya.." kesal Hyunwoo.
"Eum,, tentu,, " jawab Kihyun sambil tersenyum lembut. "Aku merindukanmu.."
"Eomma eomma mmaaaa.."
"Eomma juga merindukan kalian sayaaang,," ..."Huh,, sepertinya ada yang menelfon,, nanti kutelpon lagi.. Saranghae.." setelah itu layar ponsel Hyunwoo menghitam, mati.
"Eomma,, eomma,,!" racau triplet sambil berusaha menggapai ponsel ayahnya. Membuah Hyunwoo mengangkatnya tinggi-tinggi agar ketiga setan –eh malaikat maksutnya- tidak bisa menjangkaunya.
"Andwae.. ini bukan mainan kalian.." jelas Hyunwoo.
Mendengar penjelasan ayahnya, triplet menunjukkan ekspresi kecewa dengan ciri khasnya masing-masing. Son Ki, si sulung yang memajukan bibir bawahnya dengan memohon. Si tengah Son Hyun, dengan ekspresi lucunya yang menatap Hyunwoo dengan sangat melas. Dan bungsu Son Woo yang masih berusaha melompat-lompat lucu untuk menggapai smartphone yang di angkat ayahnya tinggi-tinggi.
"Appa,, appa appaaa" seolah mendapat satu komando yang entah dari siapa, mereka bertiga makin kompak menargetkan ponsel Hyunwoo. Membuat Hyunwoo kewalahan dan akhirnya limbung saat Son Woo mulai memanjat(?) bagian perutnya.
"Aghhh,,," pekik Hyunwoo begitu punggungnya merasakan dinginnya lantai, yah meski tidak terasa begitu sakit. Dan di atas tubuhnya, ada triplet yang sedang bahagia karena kini smartphone ayahnya sudah mereka kuasai.
"Eomma,,!" Son Ki memekik senang begitu layar ponsel menyala dan menunjukkan gambar sang ibu yang tengah tersenyum lebar.
Hyunwoo mulai mencoba untuk bangkit, niatnya ingin segera menasehati putra-putranya karena tindakan mereka. Namun begitu melihat mereka yang terlihat sangat senang saat melihat potret sang ibu yang digunakan sebagai wallpaper ponselnya, Hyunwoo mengurungkan niatnya. Karena sesungguhnya dia juga merasakan hal yang sama, sama-sama merindukan Yoo Kihyun.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Terakhir kali Kihyun menelpon adalah tiga jam yang lalu, tepat pukul sembilan. Jadi seharusnya Kihyun sudah sampai dengan selamat dan memulai pekerjaannya.
Hyunwoo menguap sebentar. Tadi malam dia pulang jam satu dini hari karena ada banyak hal yang harus dia kerjakan di kantor, dan lagi tadi dia harus bangun pagi-pagi sekali karena Kihyun juga harus berangkat sangat pagi. Jadi tidak salah kan kalau dia menguap sepanjang hari ini.
Menoleh ke amping, dia tersenyum saat melihat ketiga putranya yang juga terlihat mengantuk tapi masih berusaha fokus menonton kartun kesukaannya di layar televisi. Ah benar juga, ini sudah jam untuk tidur siang. Jadi Hyunwoo memutuskan untuk menggelar karpet busa yang lumayan tebal dan menggiring anak-anaknya untuk berpindah dari sofa yang semula mereka duduki.
Saat Hyunwoo mulai merebahkan tubuhnya di atas karpet, Son Hyun mulai mengikutinya dan merebahkan tubuhnya menggunakan lengan kanan ayahnya sebagai bantalan. Son Ki juga mulai menyamankan diri di samping Hyun. Sedangkan Son Woo lebih memilih menumpukan kepalanya pada perut sang ayah. Tidak butuh waktu lama untuk bisa mendengar suara dengkuran yang saling bersahutan dari ruang tengah dengan televisi yang masih menyala itu.
Hyunwoo bangun ketika perutnya mulai ramai minta diisi. Menoleh malas pada ponsel yang tergeletak di sampingnya. Mengintip pelan angka besar yang menunjukkan angka 3.17 kst. Oh pantas saja dia kelaparan, jam makan siang sudah sangat lewat.
Dengan mata yang masih setengah tertutup, dia bangun dengan gerakan yang sangat pelan agar tidak membangunkan Ki dan Hyun yang masih bergelung nyaman di sampingnya.
"Woo-ah.." Hyunwoo sedikit terkejut saat mendapati putra bungsunya sudah bangun dan sedang asik menonton televisi yang sepertinya lupa dia matikan tadi.
"Appaaaaa.." Woo yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kebelakan. "Appaaa,," dengan manja dia mulai berjalan pelan, lalu duduk di pangkuan ayahnya.
"Apa kau sendirian dari tadi?" tanya Hyunwoo sambil mengecup pipi tembam anaknya.
"Eung,," Son Woo mengangguk lucu membenarkan.
"Aigoo,, maafkan appa,," ucap Hyunwoo merasa bersalah.
'Kruyuuk'
"Apa kau lapar Woo-yah?" tanya Hyunwoo yang mendengar suara perutnya sendiri.
Son Woo pun mengangguk sebagai jawaban.
"Baiklah,, ayo kita keluar makan bibimbap..." balas Hyunwoo yang membuat Son Woo menjadi lebih semangat. "Nah,, sekarang tugasmu adalah membangunkan hyung arra?" perintah Hyunwoo sambil berlalu setelah sebelumnya mengusap pucuk kepala Son Woo dengan sayang.
Entah bagaimana caranya, namun begitu Hyunwoo selesai membersihkan dirinya Son Woo sudah berhasil membangunkan hyung-hyungnya yang kini sedang bergabung dengannya menonton televisi yang sedari tadi memang tidak dimatikan. Secara bergantian, Hyunwoo mulai memandikan ketiga putranya, dimulai dari Son Woo yang biasanya 'sedikit' lebih sulit saat dimandikan. Sedikit kesusahan saat Son Woo justru berlarian kecil saat Hyunwoo mulai membuka bajunya.
"Son Woo-yaahhhhh,,, " goda Hyunwoo dengan suaranya yang dibesar-besarkannya. Membuat Son Woo berlarian dengan gelak tawa kekanakannya. Sedikit bersusah payah untuk memandikan ketiganya, akhirnya Hyunwoo bisa tersenyum puas saat ketiganya kin sudah siap untuk keluar rumah. Karena tidak begitu yakin dengan masakannya sendiri, jadi Hyunwoo memutuskan untuk makan siang –yang sangat terlambat- di luar saja.
Karena sudah memasuki bulan September yang artinya musim gugur akan segera datang, jadi Hyunwoo memakaikan sebuah jaket lucu berwarna biru cerah pada ketiganya. Sedangkan dia sendiri hanya memakai sebuah sweater berwarna krem halus dan calana pendek saja. Sambil menggandeng Son Woo dan Son Hyun di kedua tangannya, sedangkan Son Ki yang menggandeng tangan Son Woo mereka berempat berjalan melewati lorong-lorong apartemen yang mereka tinggali.
Setelah memastikan ketiga putranya duduk di kursi belakang dengan nyaman, Hyunwoo pun segera berlari menuju kursi kemudi. Mengemudikan mobil hitamnya dengan hati-hati membawa keempatnya menuju sebuah rumah makan yang sudah biasa mereka datangi.
Sampai di sana, bibi pemilik rumah makan itu menyambut kedatangan mereka dengan hangat.
"Eoh,, mana istrimu?" tanya wanita paruh baya itu saat tidak melihat Kihyun datang bersama mereka.
"Dia sedang di Busan,, menghadiri seminar.." jawab Hyunwoo.
"Sayang sekali,, padahal aku ingin meminta tanda tangannya,, aku membeli bukunya yang baru,, dan itu sangat mengesankan,,"
"Benarkah? Aku akan mengajaknya berkunjung lain kali,," jawab Hyunwoo.
"Tentu,, ah,, apa yang ingin kalian makan?"
"Aku mau bibimbap.."
"Dan apa yang ingin kalian makan anak-anak manis?"
"Bibimbab juseyo,," kata Son Ki dengan lucu, diikuti anggukan kedua saudaranya.
"Aigoo,, baiklah,, bibi akan embuatkan bibimbab yang paling enak untuk kalian,,"
"Ah dan bulgogi juga bi,," tambah Hyunwoo, ingat kalau mereka berempat sedang kelaparan.
Tidak menunggu lama sampai empat mangkuk bibimbap dan sebuah panggangan dan setumpuk daging tersaji di hadapan keluarga Son. Dengan telaten, Hyunwoo mulai memanggang daging yang masih merah itu, sedangkan triplet hanya bisa memandang daging yang perlahan beruba warna itu dengan takjub. Sambil memanggang daging, Hyunwoo juga sesekali memperhatikan wajah kelaparan ketiga putranya yang sangat lucu menurutnya.
"Appa,, ppaliwa..." protes Son Hyun dengan suara seraknya sambil.
"Sabar sebentar sayang,,"
"Apa ini belum matang?" tanya Son Ki dengan gaya cadel anak seusianya.
"Hampir,," jawab Hyunwoo.
Sedangan Son Woo hanya memasukkan sendok ke dalam mulutnya sambil memandang penuh harap pada daging yang tengah dipanggang ayahnya. Sepertinya mereka bertiga lupa kalau ada semangkuk bibimbab di hadapannya.
"Nah,, sudah selesai.." Hyunwoo lalu menggunting kecil-kecil daging yang sudah matang dan membagikannya secara merata di mangkuk ketiga putranya.
"Makan dengan pelan okay?"
"Ne,, " ketiganya menjawab kompak dengan semangat.
Hyunwoo hampir berhasil memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya saat dia melihat Daging di mangkuk Son Woo sudah habis, dan sekarang Woo tengah menatap penuh harap pada sumpitnya.
"Arraseo,, ku menang lagi kali ini.." Hyunwoo mengalah dan memberikan dagingnya pada Son Woo.
Dan begitulah, Hyunwoo bahkan belum memakan sepotong dagingpun karena begitu daging yang dimasaknya matang, makan daging milik salah satu Son triplet pasti habis. Tapi tak apa, toh mereka memang masih dalam usia pertumbuhan, Hyunwoo memakluminya. Jadi dia harus sudah puas dengan seporsi bibimbab saja. –poor appa :p
Jam menunjukkan pukul lima saat Son sekeluarga menyelesaikan acara makannya. Son Ki yang sepertinya masih kekenyangan terlihat enggan bergerak dari kursi yang sedari tadi didudukinya. Sedangkan Son Hyun dan Son Woo asik memainkan sendok dan mangkuk yang sudah kosong.
Setelah membayar tagihannya, Hyunwoo menggandeng triplet dan menggiring mereka menuju pertokoan yang terletak tidak jauh dari tempat mereka makan tadi. Di jalanan itu sudah ada berbagai macam stand yang menjual berbagai macam barang pula. Karena sudah kenyang, mungkin mereka hanya akan membeli beberapa camilan saja dan membawanya pulang.
Triplet yang sedang asik melihat sekelilingnya membuat Hyunwoo harus lebih ekstra waspada untuk mengawasi ketiga putranya. Alih-alih jalan-jalan, Hyunwoo justru malah terlihat kewalahan mengawasi ketiga putranya yang terlihat semangat sekali.
"Appa appa!" Seru Son Woo senang saat melihat segerombolan pemain sirkus yang sedang menunjukkan atraksinya.
"Apa kau menyukainya?"
Son Woo menjawab dengan semangat.
"Kalau begitu kita akan mengajak eomma lain kali.. Sekarang kita harus berbelanja untuk menyambut eomma,, arra?"
"Nde!" ketiganya menjawab Hyunwoo dengan semangat.
Karena sepertinya tidak terlalu aman kalau Hyunwoo mengajak anak-anaknya berjalan di keramaian, jadi Hyunwoo memutuskan untuk membawa ketiganya ke pasar swalayan terdekat saja.
Di swalayan, Hyunwoo yang tidak terbiasa pergi belanja pun sedikit bingung untuk memilih apa yang harus dia beli. Namun tidak begitu dengan anak-anaknya karena mereka bertiga sudah berpencar dan mencari apa yang mereka inginkan.
Menurut pada instingnya, Hyunwoo pun memasukkan beberapa sayuran ke dalam trolinya. Sambil sibuk memilih barang, Hyunwoo juga harus tetap mengawasi ketiga anaknya yang ada beberapa meter di depan sana. Tersenyum simpul saat melihat ketiganya yang sedang berdiri di dean seorang ahjumma yang sibuk memotong sampel semangka yang terlihat sangat segar.
"Annyeonghaseyo,," sapa Hyunwoo ramah pada Ahjumma tadi.
"Nee,, annyeonghaseyoo,," balas ahjumma tadi.
"Eoh,, kalian makan semangka? Apa yang harus diucapkan pada Ahjumma kalau begitu?" tanya Hyunwoo sambil mengusap kepala ketiga putranya.
"Kamsahamnida~" dengan kompak, ketiga Son pun menundukkan kepalanya.
"Good boy,, anak-anakmu sangat menggemaskan tuan,," kata Ahjumma tadi.
"Terimakasih,, yaahh itu juga karena ibu mereka sangat menggemaskan juga.." jawab Hyunwoo sambil tersenyum bangga.
Hyunwoo terlihat kerepotan dengan kantung belanja di tangannya, saat ponselnya bergetar. Setelah meletakan belanjaannya dan meminta triplet untuk berhenti dia pun mengangkan panggilan video call yang ternyata dari istri tercintanya, Yoo Kihyun.
"Oh,, kalian sedang diluar?" tanya Kihyun.
"Yaa,, kami baru saja selasai makan dan belanja tadi,,"
"Aigooo,, pasti melelahkan ya? Besok aku akan pulang pagi, jadi mungkin jam delapan atau jam sembilan aku sudah di Seoul.."
"Ah,, baiklah,, hubungi aku lagi sayang,, besok kami pasti akan menjemputmu di stasiun,,"
"Yaa,, dan oh mana triplet?"
"di sanaa,," Hyunwoo pun memperlihatkan triplet yang sedang menunggu di depan lift pada Kihyun.
"Oh,, mereka juga sedang membantumu membawa belanjaan,," kata Kihyun sambil tersenyum lehar.
"Yaa,, Ki,," kata Hyunwoo sambil menampakkan wajahnya pada layar.
"Huh?"
"Aku,, merindukanmu,," bisik Hyunwoo sedikit menggoda. Membuat Hyunwoo dengan jelas bisa melihat pipi Kihyun yang merona. "Sungguh,, Kau harus bertanggung jawab.." tambahnya.
"Sudah hentikan Hyungg,, kau selalu menggodaku.." balas Kihyun sambil merengut lucu.
"Aku tidak bercanda sayang,, aku benar-benar merindukanmu.."
"Yayaya,, kau selalu bisa melakukannya.. ahh,, ini sudah malam,, jangan biarkan mereka tidur terlalu malam hyung.. "
"Yaa,, aku juga tidak akan tidur malam,, aku harus menyiapkan tenaga untukmu besok.."
"HYUUNNGG.."
"Mian-mian,, kau juga harus segera istirahat,, mimpikan aku malam ini,, aku mencintaimu,,"
"Yaa,, aku juga mencintaimu,,"
pip
Setelah memutuskan sambungannya, Hyunwoo pun menyusul ketiga anaknya yang sedang menunggu di depan lift.
"Nah,, setelah ini kita harus langsung istirahat untuk menyambut eomma besok pagi.."
"Neee!" jawab ketiganya kompak sebelum pintu lift tertutup.
.
.
FIN
YESSS series pertama cleaaarrrr! banzai
ceritanya ngga seru yah? DX
series berikutnya diusahain seru yaaaa :D
Mian for long update,, semester tua kaaakk,, mulai sibuk nyusun SKRIPSI Y.Y
gini dulu deehhhh
SPECIAL THANK buat yang uda review dan nagih ceritanya.. LABYU ALL
ngga nyangka banget kalo pada suka triplet jadi anaknya ShowKi huweeeee Y.Y seneng gilaaaaaa
jangan lupa review chapt ini ya sayang-sayaaanggg :*
bisa kok kasi ide buat cerita series berikutnya :*
karena seris,, jadi antar chapt ngga ada hubungannya(?)
bingung ya mau ngomong apa lagi,, segitu aja deehhh
JANGAN LUPA REVIEW CHAP INI YAAAA
161016
sign,
Dhabum
