The White Wolf
Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie ShIbumi
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T - M
Genre: Adventure/ Supernatural/ Other
Pair : [Naruto X Rias] & [Yahiko X Sona]
Summary : Namikaze Naruto adalah siswa dari Kuoh Academy tapi ia bukan siswa ia biasa ia adalah Manusia atau lebih tepatnya Manusia Serigala, ia tahu bahwa disekolah banyak berkeliaran makhluk supranatural, tapi ia tak gentar karena itu sudah takdirnya sebagai The White Wolf. Inspired By GGS and Twilight Saga.
.
.
.
Chapter 2
Saat ini Issei, Koneko, dan Kiba sudah berada di area Gereja tak lama berselang ketiga Iblis muda itu memasuki gereja, dan saat mereka sampai di tengah gereja tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Sosok orang tersebut pun terlihat, dia memilki rambut putih pendek dan mata merah. Dan meggunakan pakain Gereja sang pendeta gila Freed
"Freed Zelzan" Gumam Kiba.
"Aku akan membunuhmu sebelumnya pengguna Twice trictical itu" Freed berkata kepada Issei, ketiga Iblis muda memasang kuda-kuda.
"Melihatmu hidup buatku jengkel, biasanya aku langsung membunuh Iblis seperti kau dan tak ada lagi yang hidup" Freed berkata sambil mengeluarkan hulu pedang, dari hulu pedang tersebut keluar energi cahaya dan membentuk pedang dan tak sampai disitu ia mengeluarkan pistol dari belakang bajunya.
"Baiklah mari kita mulaii!" Freed berteriak. Kiba yang merasa tidak suka dengan omongan dari Freed pun maju dengan menggunakan dua pedang.
Tak mau kalah Freed pun melesatkan peluru dari pistolnnya yang berisi peluru emas, tapi karena kecepatan seorang bidak Knight dengan mudah kiba menghindarinya kemudian issei maju untuk membantu kiba yang selalu menghindari serangan dari Freed
[Promotion : Rook]
Issei melakukan promosi untuk menjadi Rook dan kekuatan setara dengan Koneko kemudian ia melesatkan tinjunya ke muka Freed
"kecepatan dan ketangkasan... hmm menarik" Belum selesai ucapan dari Freed ia sudah terlebih dahulu tumbang karena pukulan Issei membuat Freed terlempar jauh dan menabrak dinding.
"Issei Koneko kalian duluan biar pendeta ini aku yang mengurusnya" Ucap Kiba pada Issei dan Koneko yang di balas anggukan oleh keduanya.
"Tidak akan kubiarkan kalian mengganggu" Desis Freed dan kemudian melancarkan pedangnya kearah Issei dan Koneko.
Trank!
dan kemudian kiba memblok serangan Freed yang akan menyerang kearah Koneko dan Issei, pedang mereka saling berbenturan tapi kemudian Freed terkaget karena cahaya dari pedangnya terhisap oleh pdang kiba.
"ini adalah pedang Holly Eraser, pedang yang mampu memakan cahaya" ujar Kiba sinis dan kemudian Freed menembakan beberapa peluru tetapi dapat di tagan kiba menggunakan pedang miliknya
"ini akan berakhir pendeta gila" dan kemudian Kiba menerjang dan menghunuskan pedangnya dan menyayat perut Freed yang tidak bisa bangkit kembali. Setelah di pastika Freed tidak bergerak kemudia Naruto dan kiba menyusul Issei
'Sial' Batin Freed kesal, kemudian membuat pedangnya yang sudah tidak memiliki kekuatan cahaya.
Dor! Dor! Dor!
Kembali, melesatkan tiga peluru mengarah pada Kiba.
Trank!
Trank!
Trank!
Kiba memblok semua peluru Freed, Setelah melesatkan beberapa tembakan tadi Freed langsung meninggalkan tempat kejadian dengan melompat tinggi.
"Sampai bertemu kembali, Akuma-kun" ucap Freed kemudian meleparkan sebuah bola yang setela itu keluar cahaya menyilaukan mata.
Dan tak lama setelah Cahaya itu meredup Kiba mendapati Freed sudah tidak ada ditempat.
'Cih! dia kabur' pikir Kiba.
sedangkan kini Koneko dan Issei sedang berhadapan dengan malaikat jatuh yang dulu membunuh Issei siapa lagi kalau bukan Raynare, Saat ingin mendekati Asia Issei kini dihadang oleh beberapa pendeta, di ujung ruangan terlihatlah Asia yg di gantung di sebuah salib.
"ASIA!" teriak Issei.
"I-issei-san" balas Asia pelan.
"Hahaha! sungguh menyedihkan, seorang Iblis menyelamatkan biarawati" ucap Raynare meremehkan kepada Issei tak lama berselang sebuah cahaya muncul pada salib itu.
"AAAAARGH!" Asia berteriak kesakitan.
Cahaya itu meredup, keluarlah dua cincin dari tubuh Asia.
Kalawarner mengambil cincin itu dan memasukannya pada tubuhnya.
"AAARGH!" teriak Raynare.
Tiba-tiba tubuh Raynare teselimuti aura hijau, aura itu menyembuhkan luka-lukanya.
"Hahaha! ini luar biasa" ucap Raynare sedikit berteriak.
Issei mengeram kesal, mengertakan giginya.
"ASIA!" teriak Issei.
Tubuh Issei tiba-tiba terselimuti cahaya merah.
"AKAN KU-BUNUH KAU" teriak Issei.
[Boost][Boost][Boost][Boost]
[Dragon Bost : Explosion]
Karena kemarahan Issei kemudian mucul ledakan energi disekitar tubuh Issei dan tiba-tiba dari Sacred Gearnya terdengar suara mekanik, Raynare yang melihat meningkatkannya kemampuan Issei pun langsung melesatkan Light Spear kearah Issei. Dan serangan Raynarepun dengan mudah di tangkis oleh Issei
"Kembalikan Asia-chan" Teriak Issei yang meneteskan air mata dan kemudian berlari kearah Raynare tapi Raynare berusha untuk terbang tapi Issei menagkapnya kemudian melesatkan tinjuannya dan berhasil mengenai Raynare tepat di wajahnya dan
"Asia...Asia" Teriak Issei terisak.
Sedangkan di tempat Rias dan Akeno yang datang untuk menyusul yang lainnya justru sekarang mereka terdesak karena puluhan Malaikat jatuh mengepung dan tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah kehabisan tenaga
"Jadi hanya seperti ini kekuatan dari adik Mou lucifer dan anak dari Baraqiel-sama, sungguh lemah" ujar salah satu malaikat jatuh
"Lebih baik kalian mati saja" lanjutnya dan kini para Malaikat jatuh membuat Light Spear kemudian melemparnya kearah Rias dan Akeno
'Apa ini akhir hidupku' Bathin Rias dan Akeno
tapi saat Light Spear itu hampir mengenai tubuh Rias dan Akeno, sebuah lesatan cepat memukul Light Spear itu hingga terpental kembali menju pemilik dari masing-masing Light Spear.
"Sepertinya kalian membutuhkan bantuan" Ucap Naruto datar sambil menatap puluhan Malaikat Jatuh itu.
"Kau?" Ucap Rias tak percaya.
"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur, tapi jika kau mati disini maka tugasku akan dianggap gagal" Pungkas Naruto dibalas tatapan tidak mengerti oleh Rias dan Akeno.
"Hey siapa kau manusia? kenapa kau mengganggu kesenangan kami?" Tanya Salah satu Malaikat jatuh pada Naruto.
"Maaf bukan niatku mengganggu kesenangan kalian, tapi kesenangan kalian adalah yang harus aku jaga jadi tidak mungkin aku membiarkannya" Ucap Naruto datar.
"Kalau begitu ras-.." Malaikat Jatuh itu belum sempat melanjutkan ucapannya kala Naruto dengan santai sudah berdiri diangkasa dibelakang Malaikat jatuh itu.
Crash!
Naruto menusukkan tangannya kedada Malaikat jatuh itu hingga tembus membuat Malaikat Jatuh itu harus jatuh lagi karena tepat pada jantungnya tertusuk oleh jari manis Naruto.
"Jangan terlalu banyak bicara, bicaramu tidak sebanding dengan kekuatanmu" Ucap Naruto memandang sengit Malaikat jatuh, dan dari jauh Rias dan Akeno menatap Naruto takut-takut karena pandangan Naruto layaknya seorang yang sudah sering membunuh.
"Kau.." Desis Malaikat jatuh yang lain tidak suka melihat kaumnya dihina oleh Naruto.
"Kenapa?" Tanya Naruto santai nan datar.
Sring!
Crash! Crash! Crash! Crash! Crash!
Dengan gerakan yang sulit untuk dilihat Malaikat jatuh yang tadinya terbang kini jatuh dengan luka cakar di bagian dada, setelah berhasil menumbangkan semua Malaikat jatuh Naruto kemudian berdiri didepan Rias dan Akeno.
"Kenapa kau bisa melakukan semua itu?" Tanya Rias penasaran.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan sekarang, lebih baik kalian masuk dan bantu yang lainnya" Ucap Naruto kemudian menghilang dalam lesatan kilat.
Dan sesampainya didalam sana ia melihat Issei yang sedang menangis terisak sembari memangku seorang gadis bersurai pirang dan dibelakang Issei ada Kiba dan Koneko yang menatap Issei dengan pandangan iba, melihat itu Rias mendeka kearah Issei.
Setelah itu Rias Melihat Kondisi Asia yang ternyata sekarang sedang sekarat, dan karena ia tidak tega melihat Issei menangis akhirnya mengambil keputusan untuk meyelamatkan nyawa Asia dengan merengkarnasikannya menjadi Iblis.
"Aku akan merenkarnasikannya menjadi Iblis jadi berhentilah menangis Issei" Ucap Rias yang membuat semua Peeragenya terkejut.
"Benarkah itu Buchou?" Tanya Issei meminta kepastian yang akhirnya dibalas anggukan oleh Rias pertanda ia serius dengan ucapannya.
"Kenapa kau ingin merekarnasikannya Buchou?" Tanya Akeno heran karena biasanya Rias akan merenkarnasikan setelah ia mengobservasi.
"Karena aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi yang tidak hanya mementing egoku saja" Jawab Rias sambil mengingat ucapan Naruto yang sering mengatainya gadis manja, egois, dan suka memerintah.
"Baiklah, taruh Sacred Gearnya ditempat semula" Ucap Rias yang dituruti oleh Issei yang memasangkan sepasang cin-cin ketangan Asia, setelah itu Rias melakukan sebuah ritual untuk merubah Asia menjadi iblis dan memasukkan Sacrred Gear-nya kembali ke tubuh Asia.
"Aku Rias Gremory merenkarnasikanmu Asia Argento sebagai bidak Bishopku" Ucap Rias yang membacakan mantra, dan tak lama berselang bidak bishop itu masuk kedalam tubuh Asia dan beberapa saat Asia membuka matanya dan sontak Issei senang melihat itu.
"Aku senang kau masih hidup Asia-chan" Ucap Issei kepada Asia dengan memeluk tubuh gadis itu.
"Kenapa aku masih hidup setelah Sacrred Gearku dikeluarkan dari tubuhku?" Tanya Asia kepada Issei.
"Alasanmu hidup adalah karena sekarang kau adalah iblis dan kau menjadi peerageku, dan mulai sekarang kau harus membiaskan diri menjadi Iblis" Bukan jawaban dari Issei melainkan dari gadis berambut crimson yang berdiri disebelahnya.
"Jadi sekarang aku adalah iblis ya?"
"Benar, dan karena kau sudah menjadi iblis kita bisa slalu bersama, aku janji aku akan selalu melindungimu" Asia yang mendengar itu hanya tersenyum kemudian menghambur kedalam pelukan Issei.
'Ternyata ia bisa juga berpikir dewasa, aku pikir ia hanya akan mementingkan kepentingannya saja. Kurasa sudah ada progres yang baik' Pikir Naruto yang mengamati keluarga iblis itu dari jauh, setelah itu ia melesat meninggalkan gereja itu karena sudah tidak ada urusan lagi.
= The White Wolf =
Wush!
Naruto memasuki rumah dengan cepat dan ia mendapati keluarganya sedang duduk bersama di ruang keluarga dan ia memutuskan untuk bergabung.
"Darimana kau Naru?" Tanya Minato sang ayah pada putra bungsunya.
"Ada urusan sedikit dengan para malaikat jatuh" Jawab Naruto santai yang membuat ketiga anggota keluarga itu menautkan alisnya.
"Urusan apa?" Tanya Kushina mewakili pertanyaan Minato dan Yahiko.
"Rias Gremory tadi ia hampir saja tewas dikepungan puluhan Malaikat Jatuh" Jawab Naruto dan sukses membuat Minato terkejut.
"Bagaimana bisa?" Tanya Minato penasaran.
"Ceritanya sangat panjang, tapi aku senang dengan hasil hari ini" Jawab Naruto dengan menghembuskan nafas lega diakhirnya.
"Memang ada apa?" Sahut Yahiko.
"Kalian tahu Rias Gremory adalah sosok yang manja, egois, dan suka memerintah tapi dibalik semua itu ia ternyata memiliki sifat yang lembut dan kadang ia bersifat dewasa" Jawab Naruto.
"Apa Kaasan bilang, maka dari itu jangan mengambil kesimpulan seenak jidatmu sendiri" Omel Kushina yang akhirnya hanya dibalas anggukan oleh Naruto.
"Tapi apakau sudah mengeluarkan kemampuanmu pada mereka?" Tanya Minato yang dibalas gelengan oleh sanp putra bungsunya.
"Belum karena aku merasa ini belum waktunya mereka mengetahui jati diriku yang sebenarnya dan aku tidak yakin jika aku memasuki Form ku mereka dapat menahan ledakan senjutsuku" Jawab Naruto pada Minato.
"Itu sudah pasti Baka-Otouto, kau juga harus ingat siapa dirimu itu kau itu berbeda dengan kami" Pungkas Yahiko.
"Tentu saja Niichan, lantas bagaimana pengamatanmu pada Sona-kaichou?" Tanya Naruto, kemudian ia mendapati semburat tipis menghiasi pipi sang kakak.
"Kau lihat Kaasan Niichan bukan menjawab pertanyaanku malah berblushing ria" Goda Naruto pada sang kakak yang dibalas kekehan oleh pasangan suami istri ini.
"Urushai" Ucap Yahiko yang semakin membuat Naruto terkekeh.
"Sepertinya terjadi sesuatu, boleh aku tahu Niichan?" Tanya Naruto.
"Khikhi, sepertinya putra Kaasan sedan jatuh cinta rupanya" Belum selesai godaan dari Naruto sekarang kini Kushina ikut-ikut menggodanya.
"Akan kubalas nanti kau Naruto" Desis Yahiko kesal pada adiknya.
"Lantas bagaimana pengamatanmu selama ini tentang Rias Gremory? apakah ada kemajuan?" Tanya Minato pada Naruto.
"Sebelum aku memunculkan diriku dalam urusan mereka, dulunya ia masih gadis yang seperti aku bilang tadi, dan setelah aku menunjukan diriku sedikit banyak ia sudah berubah itupun aku harus menggunakan kata-kata bernada sarkas padanya" Jawab Naruto dibalas senyuman oleh Minato.
"Kau itu jangan terlalu kasar pada perempuan" Nasehat Kushina pada putra bungsunya.
"Kaasan tidak tahu seperti apa dia, jika Kaasan tahu bagaimana sifatnya mungkin Kaasan akan lebih kejam daripada aku" Sungut Naruto pada Kushina.
"Terserah kau saja Naru, lebih baik kau makan dulu kurasa kau lapar karena daritadi siang belum makan, atau mungkin kau berburu?" Tanya Kushina.
"Tidak, akhir-akhir ini aku sedang tidak berburu" Jawab Naruto kemudian menuruti ucapan sang Ibu untuk makan.
= The White Wolf =
Naruto sedang berjalan-jalan dipinggiran Kuoh karena ia malas untuk berangkat jadi hari ini ia lebih memilih untuk membolos, dan saat ia berada di hulu sungai ia mendapati sosok pria paruh baya yang sedang memancing, tapi bukan itu masalahnya melainkan pemikiran dari pria itu yang mana ada ikan di air yang dangkal.
"Apa aku tidak salah lihat, seorang Malaikat jatuh tidak bisa berpikir dengan Logika" Ucap Naruto tiba-tiba, kemudian mengambil duduk disampiang pria paruh baya itu.
"Apa maksudmu dan kenapa kau bisa tahu kalau aku malaikat jatuh?" Tanyanya balik.
"Tentu saja karena disini airnya dangkal mana ada ikan disungai ini, dan aku tahu bahwa kau malaikat jatuh dari aura yang kau keluarkan" Jawab Naruto.
"Bagaimana kau tahu auraku?" Tanyanya lagi.
"Sangat jelas di indera penciumanku" Jawab Naruto.
"Lantas kau sendiri apa? aku merasakan kau memiki aura manusia" Tanya Azazel.
"Aku memang manusia" Jawab Naruto setengah berbohong karena ia lebih tepatnya Manusia Serigala.
"Lalu bagaimana kau bisa mengetahui aura-aura makhluk supranatural?" Tanyanya lagi.
"Kau bisa menyebut aku menggunakan kekuatan Senjutsu" Balas Naruto.
"Senjutsu? aku tidak menyangka kau bisa menggunakan Senjutsu, karena yang aku tahu yang bisa menggunakan kekuatan senjutsu adalan Yokai atau sejenisnya" Pria itu terkejut tapi kemudian ia berbicara dengan nada biasa.
"Ehmm... anggap saja aku adalah manusia terpilih yang dapat menggunakan Senjutsu karena aku tidak tahu kenapa aku bisa menggunakan Senjutsu, ngomong-ngomong nama paman siapa?" Tanya Naruto setelah lama berbincang tetapi ia tidak mengetahui nama dari orang yang ia ajak bicara.
"Namaku adalah Azazel dan yang kau tahu aku adalah seorang malaikat jatuh, dan aku adalah gubernur Malaikat jatuh" Ucap pria yang bernama azazel yang kemudian mengepakan enam pasang sayap gagaknya.
"Wuow, paman menakjubkan" Ucap Naruto setelah melihat enam pasang sayap gagak Azazel.
"Kau sudah orang yang kesekian yang bilang sayapku menakjubkan, jadi namamu siapa?" Tanya Azazel pada Naruto.
"Namaku Naruto Namikaze, dan kenapa seorang gubernur malaikat jatuh berada disini, dan yah sebelumya aku juga minta maaf" Ucap Naruto membuat Azazel menautkan alisnya bingung.
"Aku tidak suka yang namaya pertentangan apalagi perang dan lebih nyaman seperti ini karena aku sudah lelah akan perang yang tidak kunjung habis, jadi sebenarnya untuk apa kau meminta maaf?" Tanya Azazel pada Naruto.
"Itu karena aku menghabisi bebera ah... maksudku puluhan malaikat jatuh, tapi aku menghabisi mereka bukan tanpa alasan karena jika aku tidak menghabisi mereka maka mereka akan membuat kekacauan yang akmam mengganggu kehidupan manusia" Jawab Naruto yang kemudian menatap Azazel yang hanya bersantai tidak menunjukan pemimpin yang sedang kehilangan anak buahnya.
"Tidak apa, karena mereka tidak mengikuti perintahku dan bertindak sesuka mereka, justru aku berterimakasih karena kau mau meringankan pekerjaanku" Jawab Azazel santai.
"Syukurlah, karena kukira kau akan menuntut balas" Pungkas Naruto kemudian membuat Azazel terkekeh pelan.
"Itu membuang tenaga jika hanya untuk anak buah yang tidak mau mengikuti ucapan dari pemimpinnya" Balas Azazel
"Ngomong-ngomong anak seuasiamu seharusnya sekarang sedang berada disekolah lalu kenapa kau berada disini?" Tanya Azazel yang baru sadar jika Naruto adalah seorang remaja yang seharusnya masih berada dibangku sekolah.
"Hehe... aku hanya sedang tidak bersemangat untuk belajar jadi aku membolos saja, lagipula aku juga ingin mencari ketenangan" Jawab Naruto sambil menggaruk leher bagian belakangnya yang tidak gatal.
"Dasar anak muda jaman sekarang" Gumam Azazel.
"Kalau begitu aku pamit pergi dulu paman, hari sudah mau siang dan disini juga mulai terasa panas" Ucap Naruto sambil bangkit berdiri.
"Baiklah, hati-hati dijalan" Balas Azazel yang dibalas anggukan oleh Naruto yang kemudian mengambil langkah untuk meninggalkan hulu sungai.
"Apa kau pikir aku bodoh Naruto, aku tahu siapa dirimu sejak kau memberitahu nama belakangmu dan kau aku tahu bahwa kau adalah putra dari Minato karena Minato juga benama belakang Namikaze. Tapi dilain itu juga kau mirip dengan dia dari rambut sampai matamu" Ucap Azazel yang melihat kepergian Naruto.
= The White Wolf =
Malam hari diruang Occult Reseach Club suasananya sangat dingin dan hanya menyisakan perempuan berambut crimson yang masih senantiasa memandangi malam dingin ini dengan wajah gusar entah apa yang sedang dipikirkan oleh Rias tetapi dari rait mukanya ia sepertinya sedang menunggu, beberapa saat kemudian muncul lingkaran sihir bewarna putih berlambang keluarga Gremory dan tanpa bertanya Rias sudah tahu siapa yang datang mengunjunginya.
"Grayfia-Neesama" ucap Rias setelah orang yang dimaksud muncul di kamarnya.
"Selamat malam Rias-Ojousama, maaf mengganggu waktu istirahat anda" kini orang yang tadi di panggil Grayfia mulai berbicara.
"Iya tidak apa-apa." balas Rias dengan masih mengembangkan senyumnya
"Maksud kedatanganku kemari adalah untuk membicarakan hal yang telah di bahas oleh keluarga Gremory tentang pertunangan-.." Ucapan Grayfia tidak selesai karena Rias dengan cepat memotongnya.
"Aku sudah tahu bahwa Neechan akan dijodohkan dengan putra dari Klan Phoenix itu" Ucap Rias memotong.
"Rias Ojou-sama jangan memotong terlebih dahulu karena ada hal lain yang akan saya sampaikan selain mengenai pertunangan itu" Ucap Grayfia yang di balas anggukan oleh Rias.
"Pertama saya akan memberitahukan bahwa hari pertunangan dipercepat menjadi minggu depan, dan yang kedua adalah ini mengenai perjanjian yang dilakukan Lord Gremory-sama dengan para Werewolf" Jawab Grayfia, dan dapat terlihat Rias terkejut dengan hari pertunangannya yang depercepat namun itu hilang setelah Grayfia menyampaikan pesan yang kedua.
"Apa yang Otousama lakukan dengan membuat perjanjian dengan Werewolf?" Tanya Rias.
"Sebuah perjanjian untuk membantu menjaga Teritori Gremory dan Sitri terutama menjaga anda dan juga Soan Ojou-sama" Jawab Grayfia.
"Kenapa Grayfia Neesama baru memberitahuku?" Tanya Rias menuntut.
"Saya baru bertemu dengan Rias Ojousama sekarang, jadi saya baru bisa menyampaikannya sekarang" Jawab Grayfia jujur karena ia sangat jarang untuk bertemu dengan adik iparnya ini.
"Menjaga Teritori Gremory dan Sitri? apa Otousama dan Niisama meragukanku dan Sona untuk menjaga teritori Gremory Sitri?" Tanya Rias heran pada Grayfia.
"Saya juga tidak tahu tapi yang pasti tidak mungkin Lord Gremory melakukan ini tanpa ada pertimbangan apapaun, dan alangkah baiknya jika Rias Ojousama tanyakan pada Lord Gremory saat pesta pertunangan nanti karena saya juga tidak mengetahui yang sebenarnya" Jawab Grayfia menjelaskan.
"Baiklah aku akan menanyakan nanti karena jujur saja aku merasa janggal dengan hal ini, dan kembali kepembicaraan pertama kenapa hari pertunangan dipercepat padahal semuanya tahu bahwa aku tidak menginginkan pertunangan ini" Ucap Rias mengalihkan pembicaraan, tetapi tetap ada yang mengganjal perkara kerjasama ayahnya dengan werewolf tetapi untuk sekarang ia harus fokus pada penggagalan perjodohan ini.
"Ini permintaan dari pihak klan Phoenix, dan jalan satu-satunya untuk anda menggagalkan pertunangan ini adalah dengan Rating game dengan sistem dadu, walau sebenarnya ada jalan diplomasi tapi sepertinya itu mustahil mengingat sifat Raiser Phoenix-sama" Ucap Grayfia membuat Rias terkejut karena pasalnya itu tidak akan mudah jika orangnya adalah Raiser dan benar bahwa ia adalah Iblis yang sangat sulit diajak bicara dan apakah ia bisa mengalahkan Raiser dalam Rating Game?.
"Baiklah hanya itu yang bisa saya sampaikan dan saran saya anda harus ingat tentang nasib para Iblis murni" Ucap Grayfia mencoba mengingatkan Rias akan posisinya di dunia bawah adalah sebagai pewaris keluarga Gremory.
"Untuk sekarang itu saja yang ingin aku sampaikan padamu. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu" Ucap Grayfia, dan setelah itu ia menghilang dalam lingkaran sihir, dan meninggalkan Rias dengan berbagai pertanyaan dibenaknya mengenai pertunangannya ataupun hubungan ayahnya dengan werewolf.
= Tobe Continued =
Akhirnya Update juga Fiction yang ini, maaf jika penggambarannya masih kurang dan alurnya sama seperti canon hanya sedikit variasi, dan yah sepertinya author kali ini gak banyak bciara jadi Jaa Ne.
Dan yah untuk Review sudah saya kirim ke PM masing-masing
.
.
.
Dont Forget For Review
Dan Selamat bagi MadridNista atak kemnangan 10-2 melawan Rayo Valecano.
