Quets

Q: Apakah ada versi Naruto lain nya didalam dunia dxd?

A: kemungkinan sih ,Author lagi mempertimbangkan nya

Q: Author kapan Issei beraksi ,aku udah gak sabar?
A: Sabar-sabar Issei akan beraksi pada chapter berikutnya kok .

Teruslah beri saran dan kritik yang membangun karena Author juga manusia hehehehe


Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

High School Dxd Disclaimer Ichiei Ishibumi

True Legend of Naruto : Saviour of World Dxd

Fic tentang kisah Sasuke menyelamatkan dunia dxd dan membawa kedamaian

Char : Naruto , Hinata , Issei , Rias

Rated : M

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lain nya atau kesalahan penulisan karena fic ini fic ketiga saya .

Fic ini juga terinspirasi dari fic lain nya

RnR please .. hehehehehe


Chapter 3 : New Student

Kuil Miko

Hari menunjukan awan biru dan matahari mulai tenggelam ,naruto pun mulai sadar bahwa hari sudah mulai gelap

Tsiiinggggggggggggggggg

Naruto dan Hinata pun tiba di apartemen

"nah sudah sampai Hinata-chan"ucap cengiran Naruto

"sekali lagi terima kasih yah Naruto-kun udah menyelamatkan ku "ujar Hinata yang masih memeluk Naruto secara spontan karena dia takut terjatuh pada saat Naruto membopongnya ,bahkan saking terlalu eratnya dekapan Hinata tak terasa payudara gadis itu bersentuhan pada dada bidang Naruto ,akibatnya hal itu pikiran naruto mulai bertarung dengan hawa nafsu nya melihat gadis seksi seperti Hinata

Naruto pov

'Kusooo..Hinata ,kenapa sih kamu begitu manis ,seksi lagi, bisa ambruk pertahanan ku kalau dia terus seperti ini 'ucap Batin naruto Naruto ..

Naruto pov end

"eh maaf kan aku hinata ,tapi kamu bisa melepaskan pelukanmu kita sudah sampai kok" ucap Naruto

seketika Hinata langsung melepaskan pelukan nya lalu wajahnya menjadi blushing . karena dia memeluk laki-laki pirang Naruto pun menurunkan Hinata secara lembut. Keheningan pun tercipta diantara keduanya

"ku kira kamu itu Hyuuga Hinata pacar aku dulu"ucap lirih Naruto memecah keheningan

Mendengar hal tersebut semakin membuatnya bingung karena dia bukanlah yang dia dimaksud oleh pemuda itu, Hinata pun memutuskan menjelaskan tentang dirinya kepada pemuda itu

"aku bukan Hyuuga Hinata ,kan tadi aku sudah bilang aku ini Hasegawa Hinata " ucap Hinata

"Oh begitu , maafkan aku mungkin aku kira kamu Hyuuga Hinata" Naruto tersenyum kikuk dan mengeluarkan cengiran khas dia.

Hinata Pov

'oh Kami-sama naruto begitu tampan yah' gumam batin Hinata

bagaimana tidak dia jatuh hati dengan naruto ,rambut pirang indahnya,mata blue shapire dengan kulit tan dan wajah coolnya serta garis kumis yang menambah semakin keren nya pemuda itu..

Hinata pov end

"eh Hinata kenapa kamu melamun lagi melihat wajahku , ada yang salah diwajahku?"tanya Polos Naruto

mendengar hal itu membuat gelagapan Hinata , muka nya kini memerah bagaikan kepiting rebus.

"eh –eh bukan apa-apa, tidak ada yang salah kok" jawab terbata-bata Hinata

"lalu bagaimana aku bisa berada disini Hinata ,apa kamu bisa jelaskan Hinata?" tanya Naruto

"eh itu anoo sebenarnya ..."cerita Hinata

Hinata kemudian menjelaskan apa yang terjadi , mulai dari jatuhnya Naruto dilangit sampai Hinata memutuskan untuk merawat Naruto

"Oh jadi begitu terima kasih yah sudah menolongku Hime " ucap Naruto

mendengar naruto menggunakan kata Hime dipanggilan kepadanya dia menjadi sangat malu, muka nya merah padam .

"eh sama-sama Naruto-kun"ucap Hinata terbata-bata

"eh lalu apa kamu tinggal sendirian disini Hime"tanya naruto "anoo sebenarnya sih ada senpaiku tinggal disini ,tapi berhubung dia banyak keperluan diklub jadi dia tak tinggal disini "ucap Hinata .

"lalu apa kamu memiliki keluarga Hinata " tanya Naruto

"ehmm aku tidak ingat seperti apa keluargaku , aku disini hanya ada Akeno-senpai aja " ucap lirih Hinata

"eh ,maaf Hinata-chan ,maaf aku tidak sengaja mengusik hal tidak enak bagimu" ucap maaf Naruto

"ah tidak apa-apa Naruto-kun ,aku tidak mempermasalahkan kannya kok" ucap Hinata

"yang aku ingat aku ini hanya seorang Miko bersama Akeno-senpai tentunya" ucap Hinata

"are Hinata-chan ,apa yang dimaksud Miko itu?"tanya Polos naruto

"Hihi masa Naruto-kun tidak tahu ,Miko itu bisa dibilang penjaga kuil "jelas Hinata

"Oh begitu"ucap Naruto masih memikirkan apa yang maksud Miko itu

"yah begitu ,Miko juga bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan dikuil kok"ucap Hinata

"Oh begitu ,tapi kasian juga Hinata-chan disini ,walau ada Akeno-senpai tapi dia jarang datang kesini ,pasti Hinata-chan kesepian yah "ucap Naruto .

Hinata pun hanya terdiam mendengar kata-kata naruto ,benar saja dia betul-betul merasa kesepian karena tak ada kehadiran keluarga menemaninya selama ini. melihat perubahan raut wajah Hinata ,naruto berinisiatif untuk menghiburnya

"Eh Hinata-chan jangan bersedih ,aku akan jadi teman mu untuk menemani mu,jadi kamu tidak perlu bersedih lagi yah Hinata-chan" ucap Naruto sambil tersenyum

"Arigatou Naruto-kun terima kasih banyak" ucap Hinata

"tidak usah begitu Hinata-chan aku masih ada hutang budi terhadapmu karena kamu menyelamatkan ku"ucap Naruto

"ah itu tidak usah dipermasalahkan Naruto-kun ,aku tulus menolongmu kok" ucap Hinata

"yah sudah ,oh iah sebenarnya aku sudah berapa lama disini Hinata-chan"tanya Naruto

"oh kurang lebih sudah 3 bulan Naruto-kun"ucap Hinata .

"Uaapaa!" ucap Naruto terkejut mendengar penjelasan Hinata ,

"eh ada yang salah Naruto-kun"ucap Hinata .

"lalu siapa yang mengganti pakaian ku selama 3 bulan ?" tanya Naruto ,

"oh kalau itu juga aku ,kan gak mungkin kamu terus memakai pakaian yang sama nanti lukamu malah terkena infeksi "ucap Hinata..

mendengar hal itu naruto jadi blushing berat dan mukanya merah padam,bagaimana tidak , ada wanita seksi yang sudah berhasil menelanjanginya walau Cuma mengganti pakaian nya ,naruto pun akhrinya berbicara setelah berhasil mengendalikan pikiran nya

"Gomen ne, aku sudah merepotkanmu Hinata-chan , " ucap maaf Naruto

"kan sudah aku bilang aku tulus kok menolongmu dan naruto-kun juga telah menolongku kok"ucap Hinata . ...

"Oh ya, Naruto-kun.. omong-omong Naruto-kun malam ini mau tidur dimana?" Tanya Hinata.

"Entahlah, sebenarnya aku ingin tidur di atas Gamabunta, tapi ternyata tadi saat aku summon tidak bisa. Mungkin karena berbeda dunia." Jawab Naruto sekenanya.

Hinata yang tidak mengerti yang dimaksud naruto, Hanya menganggukkan kepala tanda mengiyakan.

"Kalau begitu, bagaimana kalau Naruto-kun tidur disini saja? Kebetulan dikuil ada 2 kamar, kamu bisa tidur dikamar satu laginya" Ucap Hinata menawarkan.

"Wah, arigatou Hinata-chan! Hinata-chan memang gadis paling baik yang pernah aku temui, hontou ni arigatou Hinata-chan! " ucap naruto.

Mendengar pujian naruto, wajah Hinata pun langsung merona tingkat akut..mereka pun terhanyut dalam keheningan ,tiba-tiba ada suara aneh memecahkan keheningan tersebut.

..kruukkk.

bunyi itu berasal dari perut naruto , memang perut naruto tidak bisa kompromi dengan keadaan

"Hihi Naruto-kun apa kamu lapar ?"ucap Hinata terkikik geli

sementara naruto hanya memasang wajah malunya akibat suara perutnya terdengar oleh Hinata.

"ah ia aku lapar Hinata"ucap terbata-bata naruto .

"oh yah sudah aku sudah siapkan ramen buatmu,kebetulan tadi aku masak ramen tapi kayaknya porsi nya lebih deh ,jadi ayo kita makan bersama"ucap Hinata

"wah benarkah , kamu baik sekali Hinata-chan "ucap Naruto

"iah ayo Naruto-kun" ucap Hinata

"Haiii Ramen aku datang" Seru semangat Naruto

sementara Hinata hanya terkikik geli melihat tingkah laku Naruto

Skip time

"Huahh kenyanggg nya " seru naruto sambil memegang perut buncitnya.

Hinata pun terheran-heran melihat Naruto ,dia sudah menghabis kan hampir 10 mangkuk ramen ,sedangkan dirinya masih setengah mangkuk saja belum habis

"Naruto-kun banyak banget makan nya"ucap Hinata ..

"hehehehe gomen Hinata-chan abis udah 3 bulan aku belum makan"seru naruto

"oh iah Naruto-kun kan pingsan 3 bulan pasti kelaparan banget yah"ucap Hinata

" yah heheh gomen yah Hinata-chan"ucap Naruto .

"yah tak apa kok. Lalu Naruto-kun kamu sebenarnya berasal dari mana , kok kamu tiba-tiba keluar dari cahaya itu ?"tanya Hinata

"Oh sebenarnya cerita nya panjang , apa kamu mau menderngarnya Hinata-chan"tanya Naruto .

"oh tentu saja Naruto-kun ,jadi ceritakanlah padaku" ucap Hinata ."sebenarnya aku berasal..." terang Naruto.

Naruto pun menceritakan tentang asal –usul nya dan mengapa dia berada dimasa ini.

"Begitulah ceritanya Hinata-chan"terang Naruto

"Aku gak percaya kalau Naruto-kun dari dimensi lain., Ini sangat membingungkan"ucap Hinata

"tapi itulah kebenaran nya Hinata-chan"ucap Naruto?

"terus Kurama itu adalah Rubah yang tinggal dalam tubuhmu"tanya Hinata

"yah ,.lebih tepatnya Kurama adalah siluman rubah berekor sembilan ,"ucap Naruto.

"lalu apakah Naruto-kun tidak takut kalau dijauhi sama orang-orang kalau tahu ada siluman ditubuh Naruto-kun?"tanya Hinata Polos terhadap Naruto .

"tenang saja, aku sudah terbiasa dengan hal itu ,sejak kecil aku selalu dijauhi penduduk desa ,karena hal itu, tapi aku merasa senang dengan hal itu ,karena sebelum aku menjadi Jinchuriku Kyuubi ,hatiku sudah terisi oleh kedua kasih Orang tuaku , yah mereka yang mengorbankan diri mereka demi aku, dan Desa Konoha" seru Naruto..

melihat naruto berkata seperti itu Hinata merasa terharu dan menitikan air mata. karena baginya penderitaan Naruto jauh lebih berat dibandingkan dengan nya ,bahkan Naruto lebih tegar dibandingkan dirinya yang terkadang selalu mengeluh kepada Kami-sama..

"eh Hinata–chan kok kamu malah menangis lagi ,kamu itu jelek tau kalau menangis"ujar Naruto yang mengusap lembut air mata Hinata.

mendapat perlakuan itu sontak rona merah pun muncul di wajah Hinata.

Hinata pov

'oh kami-sama apa aku jatuh cinta sama Naruto-kun,Setiap aku melihat wajahnya ,jantungku mulai berdetak lebih kencang' gumam batin Hinata

Hinata pov end

"eh ,iah maaf kalau aku jadi menangis ,kamu betul hebat Naruto-kun dan lebih tegar"ujar Hinata

"tidak juga kok , aku hanya berusaha menjadi diriku sendiri Hinata-chan"ujar Naruto.

"oh yah maaf yah aku sudah mengantuk Hime , aku tidur duluan yah "ucap Naruto.

"oh yah tidak apa-apa kok, Ohayosumi Naruto-kun"ucap Hinata .

"Ohayosumi Hinata" ucap Naruto sambil meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.


Skip time Keesokan harinya

Matahari sudah menyinari kota tokyo. Hinata sudah bangun sejak jam 5 pagi sudah menyiapkan sarapan , mencium aroma masakan naruto pun terbangun.

"aree. Bau ramen . arahnya dari dapur"ucap naruto ,akhirnya naruto pun menghampiri dapur.

"eh Naruto-kun sudah bangun ,"ucap Hinata

"oh iah ,mencium bau ramen jadi bangun deh"ucap naruto sambil menyunggingkan gigi putihnya.

"Nah ,Naruto-kun mandi dulu baru sarapan yah"ucap Hinata . "haii"ucap Naruto

Skip time

"Naruto-kun maap yah maaf tadi aku berpikir kamu itu orang jahat ,tapi kamu itu udah menolong aku "ucap Hinata

"oh tidak ,apa-apa Hinata-chan"ucap Naruto sambil menyuruput ramen nya.

"ahh kenyang nya" ucap naruto

"Eh? Hinata-chan mau kemana?" Tanya Naruto bingung saat melihat Hinata tengah bersiap untuk berangkat ke sekolahnya.

"Tentu saja mau ke sekolah, Naruto-kun."

"Oh ke sekolah ,sekolah itu apa sih Hinata-chan?"tanya Naruto .

"eh Naruto-kun tidak tau arti sekolah, sekolah itu dimana tempat seseorang memperoleh ilmu dan belajar"ucap Hinata

"kalau begitu Aku juga mau ikut ke sekolah sekolah!" seru Naruto semangat. Mendengar itu, Hinata menggelengkan kepalanya perlahan.

"Tidak boleh Naruto-kun., di sekolah, hanya para murid yang boleh masuk. Orang asing tidak boleh masuk." Ucap Hinata member penjelasan.

"Oh, kalau begitu, aku akan mendaftar menjadi murid!" ucap Naruto enteng.

"Eh?" mendengar itu, Hinata tentu saja kaget.

"Kalau ingin menjadi murid itu ada syaratnya, Naruto-kun.. pertama, ada orang tua atau wali, kedua, harus melalui tes masuk terlebih dahulu" Uja Hinata menjelaskan.

Mendengar itu, Naruto hanya tersenyum simpul.

Dengan sekejap mata, Naruto membentuk sebuah segel dengan kedua telapak tangannya, dan..

*Pooff*

muncul seorang sosok kembar Naruto tepat di samping Naruto. Hinata tak bisa menahan matanya untuk tidak terbelalak.

*Pooff*

dan lagi-lagi sosok kembaran Naruto itu hilang dalam asap, dan setelahnya, muncul seorang lelaki paruh baya dengan wajah mirip Naruto minus tiga garis kembar di pipinya dan kulit tannya.

"Nah, dengan Kagebunshin No Jutsu dan Henge No Jutsu, beres! Ini dia waliku! Namikaze Minato!" ucap Naruto bangga seraya memamerkan senyum rubah miliknya.

Hinata yang melihat itu, hanya mampu terbengong-bengong, antara takjub, kaget, dan tidak percaya.

"Nah, Hinata-chan.. apa tes masuk ke sekolah itu?" Tanya Naruto membuyarkan lamunan Hinata.

"Ah! Iya, ada dua cara tes masuk. Yang pertama jalur akademik, kau harus melalui tes untuk menguji kemampuan otakmu. Atau yang kedua, jalur non-akademik, kau akan diuji kemampuan fisik serta mentalnya. Jika mendapat nilai sempurna di salah satu jalur itu, maka kau akan bersekolah dengan Gratis sampai kau lulus." Terang Hinata pada Naruto.

Mendengar ada jalur yang akan menguji kemampuan fisik, tentu saja senyum langsung berkembang diwajah sang pahlawan dunia shinobi itu

"Ah! Baiklah itu soal mudah! Sekarang, ayo kita ke sekolah, Hinata-chan!" seru Naruto penuh semangat.

"Hh.. baiklah., tapi aku mohon Naruto-kun jangan membuat masalah di sekolah nanti." Ujar Hinata pasrah. Dapat dilihatnya senyum kemenangan terukir di wajah tampan Naruto. Dan tanpa ba-bi-bu lagi, mereka segera berangkat menuju Kuoh Gakuen.

Sepanjang perjalanan ke sekolah, entah berapa banyak orang yang tak henti-hentinya menatap Naruto dan Hinata. Ya, jelas saja, siapa yang tidak heran melihat lelaki tampan memakai jubah merah dan memliki motif lidah api hitam dibagian bawahnya di tengah kota elit seperti Kuoh? Tapi seakan tak mempedulikan tatapan orang-orang terhadapnya, Naruto dengan santainya terus berjalan menuju 'calon' sekolah barunya.


Kuoh Gakuen

Sesampainya di Kuoh Gakuen, Naruto dan Hinata segera di sambut oleh sosok berambut soft pink yang dengan semangatnya berlari kearah Hinata dan Naruto berada.

" Hinata-chaannn..!" teriak sosok berambut soft pink itu pada Hinata. Hinata yang tahu siapa yang memanggilnya, hanya melambaikan tangannya seraya tersenyum lembut kearah sosok tersebut.

Naruto yang merasa familiar dengan suara itu, segera mengalihkan perhatiannya pada sosok pink yang kini telah berada di hadapannya.

"Eh? Sakura-chan?" seru Naruto kaget. Tentu saja ia kaget, menemukan sosok pujaan hatinya diwaktu kecil ada didimensi ini, tentu saja mengagetkan. Mendengar namanya di sebut, Sakura segera menengok kearah Naruto yang berdiri tepat di samping Hinata.

"Kyaaaaa…! Tampan sekali..!" jerit Sakura histeris. Hampir saja ia pingsan dengan hidung berdarah kalau tadi ia tidak ingat dengan gengsinya sebagai murid elite di sekolah ini.

Naruto yang melihat Sakura bertingkah aneh, hanya memiringkan kepalanya,tanda bingung.

'Ah ya! Ini kan bukan Sakura-chan yang aku kenal! Pantas saja sikapnya aneh.' Batin Naruto menyadari keanehan sikap Sakura.

"Oh iya, Sakura-chan.. perkenalkan, ini Naruto-kun." Ucap Hinata memperkenalkan Sakura pada Naruto. Dengan wajah merona Sakura pun menjabat tangan Naruto sebagai tanda perkenalan.

Setelah itu, Sakura pun langsung pamit pada Hinata duluan karena ia mengaku sedang di tunggu seseorang. Setelah Sakura pergi, Hinata dan Naruto segera bergegas ke kamar mandi.

Untuk apa? Tentu saja untuk 'membuat' Minato palsu. Setelah berhasil menduplikat orang tuanya, Naruto segera menghadap kepala sekolah, sedangkan Hinata hanya menunggu di depan pintu ruang kepala sekolah.

"Ohayou, Hinata-chan." Sapa seorang pemuda berambut pantat ayam yang tiba-tiba muncul di depan Hinata.

"Ah, Ohayou, Sasuke-kun" sapa Hinata balik kepada pemuda yang ternyata bernama Sasuke itu.

"Sedang apa kau disini, Hinata-chan?" Tanya Sasuke pada Hinata

"Hanya menunggu temanku yang sedang mendaftar." Jawab ria lembut. Mendengar jawaban Hinata, Sasuke hanya mengangguk tanda mengerti.

Tak lama setelah Sasuke dan Hinata berbincang, Pintu ruang kepala sekolah terbuka dan menampakkan sosok Naruto yang tengah mengeluh.

"Sialan si Baa-chan., tidak di duniaku, tidak di dunia sini, sama-sama galak.." gumam Naruto seraya keluar dari ruang kepala sekolah. Melihat Hinata tengah berbincang akrab dengan seseorang yang Naruto kenal dengan
Sasuke, entah kenapa naruto merasa tidak senang.

"Ohayou,Teme!" seru Naruto. Sasuke dan Hinata pun refleks menoleh kearah Naruto yang kini tengah berjalan mendekat kearah mereka.

"Siapa orang aneh itu, Hinata-chan?" Tanya Sasuke dengan nada tidak suka.

"Oh., dia temanku, namanya Uzumaki Naruto.." jawab Hinata.

"Hoi Teme! Kenapa kau diam saja saat di sapa,hah!" Seru Naruto saat telah berada di samping Sasuke.

"Ck, Urusatonkachi." Gumam Sasuke, namun masih bisa di dengar Naruto maupun Hinata.

"Grrr.. apa kau bilang teme!"bentak Naruo

Setelah itu, mereka –NaruSasu- langsung mendeathglare satu sama lain, mungkin jika di ibaratkan anime, akan muncul aliran listrik diantara kedua mata mereka. Menyadari hawa yang tak mengenakkan, Hinata segera menarik tangan Naruto seraya berpamitan pada Sasuke.

"Maaf Sasuke-kun, aku duluan." Ucap Hinata seraya menarik tangan Naruto yang kini tengah tersenyum mengejek pada Sasuke yang tampak cemburu saat melihat Hinata menggandeng tangan Naruto.

Skip time

"Jadi.. bagaimana hasilnya, Naruto-kun?" Tanya Hinata pada Naruto saat mereka telah menjauh dari tempat Sasuke berada dan sekarang keduanya tengah berjalan santai menuju ke lapangan olahraga.

"Yah. semuanya berjalan lancar, walaupun si nenek galak itu tidak bisa diam. Dan ia juga bilang aku bisa mengikuti tes masuk non-akademik hari ini juga, karena kebetulan gurunya sedang santai." Jawab Naruto dengan nada santai.

Mendengar penjelasan dari Naruto, Hinata sesekali tersenyum kecil melihat kepolosan Naruto.

"Kalau begitu.. sekarang Naruto-kun akan langsung mengikuti tes masuknya?" Tanya Hinata.

"Ya, nenek itu bilang guru yang akan mengetesku sudah menunggu di lapangan olahraga." Jawab Naruto. Dan tanpa mereka sadari, keduanya telah sampai di lapangan olahraga.

"Eh.. bukannya itu Guy-sensei?" terka Naruto.

"Eh? Naruto-kun juga mengenalnya?" Tanya Hinata kaget.

"Ya, di duniaku ia adalah guru yang paling bersemangat dan selalu menyerukan semangat masa mudanya itu." Jawab Naruto dengan nada malas.

'Wah, sama persis seperti yang disini.' Batin Hinata takjub.

Setelah itu, Naruto berjalan menuju Guy-sensei sedangkan Hinata kembali ke kelasnya karena bel tanda pelajaran akan dimulai telah berbunyi.

"Ohayaou, Guy-sensei…" Sapa Naruto pada gurunya itu.

"Ohayou! Wah, jadi kau yang akan mengikuti tes non-akademik ini ya! Sudah lama sekali tidak ada yang masuk melalui jalur ini!" jawab Guy-sensei bersemangat.

"iya, begitulah Guy-sensei. Perkenalkan, Nama saya Uzumaki Naruto." Ucap Naruto seraya membungkukkan badan.

"Wah, penampilanmu nyentrik juga yah!" ucap Guy-sensei setelah melihat penampilan Naruto dari atas sampai bawah.

"Baiklah Naruto, Karena ini adalah tes fisik dan mental, maka kau akan di tonton oleh seluruh murid di sekolah ini dalam menjalani tes fisikmu." Ucap Guy-sensei menerangkan.

Untuk pertama kalinya, Naruto menirukan gaya Shikamaru, "Hah Merepotkan."


Setelah pengumuman yang disiarkan ke seluruh penjuru sekolah oleh Guy-sensei, semua murid-pun berkumpul di pinggiran lapangan olahraga yang luasnya minta ampun untuk melihat 'calon' teman mereka yang akan menjalani tes masuk non-akademik.

"Baiklah, karena semuanya telah berkumpul, mari kita sambut 'penantang' kita tahun ini, Uzumaki Naruto!" seru Guy-sensei penuh semangat melalui microphone-nya.

"Yeeeeeeeeeee..!" teriak semua murid girang. Selain lolos dari pelajaran yang membosankan, mereka akhirnya bisa mendapat tontonan yang mengasyikkan. Sudah lama tidak ada orang yang berani mendaftar ke sekolah ini dengan jalur non-akademik karena sekolah ini terkenal dengan tes masuk non-akademiknya yang bagaikan penyiksaan fisik dan mental.

Setelah semua teriakkan para murid laki-laki mereda, kini giliran teriakkan para murid perempuan yang menjadi-jadi.

"Kyaaaaaa! tampannya..!" kira-kira seperti itulah jeritan histeris para siswi Kuoh Gakuen saat melihat Naruto berjalan menuju ke tengah lapangan dengan masih
menggunakan jubah Hokage kebanggaannya. Naruto kini sedang berhadapan dengan guru beralis tebal itu ..

"Yoo! Naruto! Sekarang tugasmu adalah, berlari memutari lapangan sebanyak 1000 kali, kemudian mencabut semua rumput yang ada di lapangan ini, di lanjutkan dengan push-up, sit-up, back up , squad jump masing-masing 10000 kali" Seru Guy sensei dengan semangatnya.

Para siswa yang mendengarnya langsung menyeringai penuh kemenangan, sedangkan para siswinya hanya menatap penuh rasa iba.

'Semoga Naruto-kun bisa melalui tes ini dengan sempurna, Kami-sama.' Doa Hinata dalam hati saat melihat Naruto tengah mengambil ancang-ancang untuk memulai lari keliling lapangan yang luasnya minta ampun itu. Sedangkan Sakura yang berada di samping Hinata hanya berteriak-teriak menyemangati Naruto.

Awalan yang Naruto gunakan saat akan memulai lari sama sekali tidak meyakinkan. Naruto sedikit menekuk lututnya dan mencondongkan badannya kedepan. Sedangkan kedua tangannya di biarkan terkulai lemas di samping tubuhnya.

'Dasar pemula' batin semua siswa sambil menyeringai. Tapi dibalik semua itu, tanpa sepengetahuan siapapun, seorang pemuda berambut duck raven A.k Sasuke, tengah memperhatikan Naruto dengan seksama. 'Bukankah itu gaya Ninja saat berlari?' batin orang itu sambil terus mengamati Naruto.

"Baiklah! Jika Kau bisa menyelesaikan semua itu dalam waktu kurang dari 1 jam, kau akan di terima disini dan akan bersekolah GRATIS!" seru Guy-sensei penuh semangat. Semua siswa kembali menyeringai penuh kemenangan.

'1 jam.. tidak mungkin ada manusia yang bisa melakukannya. Kecuali jika ia adalah seorang superman.' Batin salah seorang siswa meremehkan. Dan sepertinya ia akan segera menelan kembali kata-katanya.

"Baiklah Naruto, Bersedia! Siap..! dan… Tunjukkan semangat masa mudamu!"Seru guy-sensei memberi aba-aba.

Dan dengan aba-aba aneh itu, Narutopun segera berlari mengitari lapangan dengan sangat cepatnya. Semua mata langsung membelalak melihatnya.

Gerakan Naruto sungguh sangat cepat, mengingatkan mereka pada salah satu anime yang pernah mereka tonton, yang berjudul 'Eyeshield 21'. Dan, siswa tadi sepertinya harus segera menelan kembali kata-katanya. Hanya dengan waktu lima menit, Naruto telah berhasil menyelesaikan 1000 putaran!

sedangkan ditempat berbeda terdapat 3 great Onee-sama sedang memperhatikan Naruto,Gadis pertama berambut crimson merah , gadis kedua berambut biru gelap dan gadis ketiga berambut hitam pendek tengah memperhatikan Naruto dengan intens.

"Buchou, kalau dilihat Pemuda berambut pirang bukan manusia biasa." Ucap Akeno

"Kau benar Akeno, dia betul-betul menarik" ucap Rias sambil memperhatikan Naruto dengan intens

"apa kau berpikir untuk menjadikan nya budakmu Rias?" tanya Sona dengan nada sarkatisnya

"yah kita lihat saja nanti Sona" ucap Rias

Guy-sensei yang melihat Naruto telah menyelesaikan larinya hanya dengan waktu lima menit, sempat menganga tak percaya sebelum kembali berubah menjadi ekspresi penuh semangat.

"Woowww! Luar biasa! Semangat masa muda yang membara!" seru Guy-sensei dengan semangatnya, memecah keheningan yang sempat melanda karena banyaknya siswa yang hanya bisa cengo aksi Naruto.

Sekarang, Naruto tengah memulai mencabuti rumput yang memenuhi lapangan sepakbola yang luasnya tidak bisa dianggap remeh tersebut.

'sepertinya ini akan merepotkan.' Batin Naruto sambil menghela nafas.

Dengan gerakan yang tak dapat dipercaya oleh akal sehat manusia, Naruto mulai mencabuti rumput yang memenuhi lapangan bola itu. Dan hanya dengan waktu 5 menit, Naruto telah menyelesaikan tantangannya yang kedua.

Lagi-lagi semua murid dibuat shock dengan aksi Naruto. Setelah itu, Naruto segera bergegas untuk menyelesaikan tantangannya yang ketiga. Push-up, Sit-up, Back-up sebanyak seribu kali tak terasa bagi sorang Uzumaki Naruto. Hanya dengan waktu 10 menit.

Naruto telah berhasil menyelesaikan tantangannya yang ketiga. Dan., keseluruhan waktu yang digunakan naruta adalah..25 menit!

"Yooossshhh! Akhirnya selesai juga!" seru Naruto girang dari tengah lapangan sambil mengelap butiran keringat yang mulai muncul di pelipisnya.

"Yooo! Selamat Naruto! Kau berhasil menyelesaikan Test masuk non-akademik! Kau, hari ini juga, dinyatakan DITERIMA menjadi murid Kuoh Gakuen dan akan dibebaskan dari semua biaya sekolah!" teriak Guy-sensei dari microphone-nya yang langsung disambut teriakan bahagia dari para siswi dan Naruto, serta teriakan kecewa dari para siswa Kuoh Gakuen.

'Jadi..namanya Naruto,huh? Tampak dia calon potensial untuk budak baru ku.' Ucap batin Rias memperhatikan Naruto

"Akeno , ayo kita pergi" ucap Rias

"haii , Buchou" ucap Akeno

Sementara itu

" Hinata-channn…! Lihat..! Aku Berhasil..!" teriak Naruto dari tengah lapangan ia berada.

Hinata yang mendengar teriakan Naruto hanya tersenyum bahagia sambil bersyukur pada Kami-sama atas Doa-nya yang telah dikabulkan . sementara Hinata yang berada disisi timur sekolah hanya tersenyum melihat keberhasilan Naruto.

To be Continued...

Yosh akhirnya selesai juga Chapter 3 . awal dari sebuah kisah tentang petualangan para pahlawan , jadi ikuti terus cerita ini. maaf yah mungkin terlalu pendek , typo . dan banyak kekurangan.

Silahkan RnR Minnaa...