Quets

Q: thor apa gak berlebihan kekuatan Issei, mengingat dia sekarang punya cakra Yin-Yang Rikkudou dan kekuatan Great Red ?

A: tidak , kekuatan Issei sudah pas, karena Naruto kan punya Rinnetensei Sharingan dan 9 bijuu jadi, dengan kekuatan itu Issei bisa menyimbangi Naruto. Lagi pula kekuatannya nanti dipakai untuk mewujudkan perdamaian dan melawan Khaos brigde , Trihexa dan Kurobi yang tentunya memiliki kekuatan di luar akal sehat.

Q: author kenapa Didunia dxd hanya Hinata tidak memakai nama klan Hyuuga didepan namanya, berbeda dengan karakter lainnya dalam Naruto , mereka semua memilik nama Klan mereka seperti dulu?

A: Oh, soal itu, itu adalah misteri yang Author siapkan, jadi tunggu saja , Author akan ungkapkan siapa sesungguhnya Hinata itu..

Q: Author apa itu sih Kurobi, apa dia makhluk imortal sama kayak trihexa ,?

A: tentu saja , selain itu dia merupakan mahkluk yang berupa seperti Juubi, hanya saja warna kulitnya Hitam legam. Dia itu juga merupakan wujud kegelapan karena dia terbuat dari hasrat jahat tentunya

Q: Author apa Issei nanti menjadi Iblis?
A: masih dipertimbangkan, jadi tunggu cerita selanjutnya mengenai Issei.

Teruslah beri saran dan kritik yang membangun karena Author juga manusia hehehehe

Note : Minna-san berhubung site fanfiction sedang mengalami masalah dengan show up Review terbaru, jika kalian ingin mereview fic ini silahkan kalian PM Author, terima kasih atas perhatiannya.


Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

High School Dxd Disclaimer Ichiei Ishibumi

True Legend of Heroes: Saviour of World Dxd

Fic tentang kisah Naruto dan Issei menyelamatkan dunia dxd dan membawa kedamaian

Char : Naruto , Hinata , Issei , Rias

Rated : M

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic atau kesalahan penulisan karena fic ini fic ketiga saya .

RnR please .. hehehehehe


Chapter 6 : The Truth of Uchiha

Slight Last Chapther

Kuoh City, City Park

"Hah akhirnya hal yang merepotkan pergi juga" gumam Issei

["kau ini memang Baka Aibo!, tembakan tadi malah membawa kita kedalam hal yang lebih merepotkan lagi"] ucap Ddraig

"hei apa maksudmu Ddraig, aku tak mengerti perkataanmu itu?" tanya Issei

["kau lihat tembakan mu tadi itu sangat dahsyat, untung saja kau mengarahkan nya kelangit, jika tidak kota ini akan rata dengan tanah, tapi walau begitu tembakanmu itu akan menarik perhatian para ketiga Fraksi "] ucap Ddraig

"apa maksudmu Ddraig,hah penjelasan mu berbelit-belit?" tanya Issei

[ "hah sepertinya aku harus banyak bersabar menghadapi kebodohanmu itu Aibo. biar aku jelaskan secara detail, tembakan mu tadi mengakibatkan ledakan yang begitu dahsyat sampai-sampai menimbulkan gempa yang lumayan kuat, selain itu tembakan mu tadi juga memancarkan hawa naga dan kekuatan Yin-Yang yang begitu kuat. tentu saja hal ini akan menarik perhatian eksistensi para makhluk Ghaib seperti Akuma, Tenshi dan Datenshi untuk menarik mu kedalam pihak mereka, mengingat sekarang kau memiliki kekuatan yang bisa membunuh mereka sekaligus, sekarang apa kau paham Aibo"] jelas panjang lebar Ddraig

"Hah apa itu benar Ddraig, tidak mungkinlah mereka tertarik dengan Manusia sepertiku" ucap Issei

["hah kita lihat saja nanti Aibo, aku yakin mereka segera datang kesini"] ucap Ddraig dengan Nada malas

Sontak setelah perkataan Ddraig itu muncul lah sebuah lingkaran sihir dihadapan Issei. Ditengah lingkaran sihir itu menampakan Sosok gadis berambut Crimson merah, gadis berambut biru gelap, lalu pria pirang dengan wajah cantiknya dan gadis loli berambut abu-abu.

Issei pun terkejut melihat mereka keluar dari lingkaran sihir itu.

"Rias-senpai , Akeno-senpai , Kiba, Koneko-chan" Gumam Issei sambil melihat mereka berada dihadapan nya

"Issei, Issei-kun , Issei-senpai" ucap mereka kaget melihat sosok Issei kini tengah berdiri dihadapan mereka

["sudah aku bilang kan Aibo hal merepotkan datang lagi, sekarang kau urus mereka, aku mau tidur dulu"] ucap Ddraig dengan nada malas

'Hoi, Baka akairyuu! Setidaknya bantu aku kek, teteganya kau meninggalkan dengan hal merepotkan seperti ini' gerutu batin Issei

Rias dan kelompoknya masih menatap heran Issei, mereka berpikir seharusnya Issei sudah mati tertusuk tombak malaikat jatuh, akan tetapi sekarang Issei malah berdiri dihadapan mereka, mata mereka menyiratkan pandangan terkejut dan tak percaya dengan kejadian yang mereka alami.

Issei melihat gelagat mencurigakan mereka, menurutnya mereka pasti akan banyak mengajukan pertanyaan yang merepotkan tentunya, apalagi soal ledakan yang terjadi barusan, kemudian dia berpikir bagaimana caranya untuk mengalihkan perhatian mereka agar dirinya tak mengungkap identitas aslinya kepada mereka.

"Hai minna-san, malam ini bulan purnama nya sangat indah yah" ucap Issei sambil menunjukan senyum kikuknya

'baka! Issei, kau ngomong kayak Kakek tua saja' ucap panik batin Issei

"Yah, kau benar Issei bulan purnamanya begitu indah" ucap Rias sambil menunjukan senyum manisnya

'Eh, berhasil rupanya' pikir Issei

"Haha yah begitu deh, nee maaf Mina-san aku lupa sekarang ini sudah waktunya belajar, aku harus segera pulang kerumah, kalau tidak ibuku bisa marah nanti, kalau begitu aku pamit dulu yah" ucap kikuk Issei berusaha mengalihkan mereka

Issei kemudian perlahan memulai langkahnya pergi kabur dari hadapan mereka akan tetapi..

Grebbbbbbb...

Pukkkkkkkkkkkkk...

Issei merasakan sensasi luar biasa dibelakang tubuhnya itu. Sebuah kehangatan dan kelembutan sangat terasa dipunggungnya itu, dirinya merasa ada benda kenyal yang menghimpitnya, merasakan hal itu Issei kemudian menoleh kearah belakang.

Tess...

Darah Issei mengalir deras dari hidungnya, mengapa itu terjadi karena kini Rias sedang memeluknya dari belakang, rupanya Oppai jumbonya membuat libido Issei meningkat tajam.

"Nee, Issei sejak kapan kamu jadi rajin belajar?" bisik Rias ketelinga Issei dengan nada menggoda.

"He..Hehehe...ettoo sejak Negara api menyerang" ucap ngaco Issei

"Mou Issei, aku serius loh. Oke kalau kamu tidak mau memberi penjelasan tapi bagaimana kalau aku membantumu belajar, bagamaina Issei apa kau mau?" Bisik Rias.

"Heeee...kau pasti bercandakan Rias-senpai?" tanya Issei penuh keheranan.

Sluuuuupppp...

...

Tiba-tiba Rias menjilat daun telinga Issei dan menggosokan kembali aset jumbonya itu dipunggung Issei...

Croooooottttttt...

Sontak perbuatan tak terduga itu sukses membuat Issei memuncratkan darah melalui Hidungnya.

"Woaaahhh apa yang kamu lakukan Rias-senpai" ucap terbata-bata Issei.

"Nee, Issei bagaimana apa kamu mau aku ikut belajar bersamamu, tentu aku bisa mengajarimu banyak hal loh?" goda Rias sambil mengeratkan pelukan nya

"Woahhhhhhh" teriak Issei terkejut dengan godaan Rias. Dia secara spontan melepaskan pelukan Rias dari tubuhnya, akibatnya dia mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya, disaat dia merasa akan terjatuh tiba-tiba saja ada sesuatu benda kenyal yang menahan wajah Issei. Ternyata Issei tepat jatuh di pelukan Akeno, dan binggo wajahnya juga tepat jatuh di aset jumbo milik Akeno.

"Ahnnnn Issei-kun no echhi" desah Akeno.

"Woaaahhhh" teriak Issei sambil menjauhkan wajahnya dari aset jumbo itu, akan tetapi

"ara-ara Issei, kamu gak boleh pergi yah.. kamu kan belum menjawab pertanyaanku tadi" ucap Rias sambil menggandengkan lengan kanan Issei tepat pada Aset jumbo miliknya.

"Ara-ara Issei-kun aku juga mau kok ,membantumu belajar selain itu aku juga akan membantumu memperlajari hal yang terdalam" ucap Akeno sambil menggosokan Aset miliknya pada lengan kiri Issei

Crootttttttt...

Buaaaaahhhhhhhhhhh...

Darah dari hidup Issei mengucur deras, bagaikan keran air yang menyala. Issei merasa pertahanan miliknya mulai goyah

'Oh, shit Kami-sama, aku tak kuat lagi menghadapi cobaan sekaligus anugerah yang kau berikan, oh Great Onee-sama betul menganggumkan' ucap batin nista Issei.

Kiba hanya sweetdrop melihat kelakuan mesum Issei sedangkan Koneko hanya bergumam mengatakan tentang Issei yang termasuk 'senpai mesum'.

Tampaknya Rias, dan Akeno berhasil meluluhlantakan pertahanan milik Issei, akan tetapi aksi mereka berhenti ketika suara misterius terdengar dari sekitar mereka.

"Wah-wah Issei kau sudah tergoda para iblis rupanya" ucap pria priang yang tiba-tiba muncul dari sebuah portal dimensi

Sontak Rias dan para anggotanya terkejut mendengar perkataan pria pirang itu, Issei juga terkejut karena Naruto tiba-tiba sudah berdiri dihadapan nya.

"Apa maksudmu Naruto-san, aku tak mengerti apa yang kamu katakan?" tanya Issei penuh keheranan

Sedangkan Rias dan Akeno akhirnya menyudahi aksi mereka, Rias pun menatap tajam pemuda pirang itu

"Siapa kamu sebenarnya Naruto-san, bagaimana mungkin kau mengetahui kami adalah iblis?" tanya Rias sambil menatap tajam sosok dihadapannya itu

"Aku adalah Uzumaki Naruto, Manusia tentunya lalu kalau soal itu aku hanya asal menebak saja tapi melihat reaksi kalian, aku jadi berpikir kalau kalian memang termasuk Iblis" ucap Naruto sambil memangutkan dagunya.

"itu tak menjelaskan semuanya Naruto-san" ucap Rias yang masih tak puas dengan jawaban Naruto

"Maaf Rias-senpai, aku kali ini tidak bisa menjelaskan apapun padamu sekarang, tetapi aku akan menjelaskan siapa diriku di waktu yang tepat. Ja neee." Ucap Naruto.

Setelah menyelesaikan perkataan nya itu, Naruto pun mengeluarkan bomb asap dari sakunya

Boooffffffffftttttfffffffffffffftttttttttttttttt.

Dengan seketika seluruh taman tertutupi asap pekat, Rias dan para anggota tidak bisa melihat akibat asap aneh yang dikeluarkan oleh Naruto. Setelah beberapa menit berlalu asap itu kemudian menipis dan menghilang.

Rias dan para anggotanya kemudian membuka matanya, mereka pun melihat sosok Issei dan Naruto sudah menghilang dari hadapan nya

"Uhukk...Uhukkkk, Koneko apa kau masih bisa melacak aura Naruto dan Issei dengan senjutsmu?" tanya Rias

"Maaf Buchou, aku tidak bisa melacak Aura mereka, asap tadi menutupi jejak mereka" ucap Koneko

"Ara-ara, jadi asap tadi bukan asap biasa rupanya" gumam Akeno

"Sial, kita kehilangan jejak mereka lagi" ucap Rias dengan nada kecewa

"sudahlah buchou, lain waktu kita bisa meminta penjelasan dari mereka" ucap Akeno

"Hah, baiklah semuanya ayo kita pulang" perintah Rias

"Haiii Buchou" ucap kompak mereka


Sementara itu

Kuoh City, Area Industri Tua

Kini Sasuke sedang bersama Anikinya yaitu Uchiha Shisui, sedang melakukan perburuan Stray Devil yang memakan manusia. Mereka berdua adalah Devil Hunter. Sekarang mereka tengah melakukan misi tentunya

"Sasuke, kita lakukan rencananya seperti menangkap babi, aku akan menjadi umpan nya, lalu kau membidik target kedalam jebakan" ucap Shisui

"Hnnn, baiklah kalau begitu" ucap Sasuke

Sasuke lalu mempersiapkan kedua pedang kutukan nya yaitu Muramasa dan Masamune, sedangkan Shisui kini sedang mempersiapkan Togami no Tsurugi miliknya.

"Ayo beraksi" gumam Shisui

Braakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk...

Shisui mendobrak pintu pabrik tua itu, Dia kemudian mengaktifkan Sharingan miliknya untuk mencari keberadaan Iblis liar itu.

Degggggggg...

Shisui merasakan Aura jahat disekitarnya, tiba-tiba saja sebuah cakar raksasa menghantam dengan cepat ke arahnya

Craassssssshhhhhhhh...

Buuuurrrrrrrrrrr...

Kini terlihat mesin pabrik terpotong akibat cakar itu..

"Huh, untung saja aku bisa melihat pegerakan nya 3 detik lebih cepat dari serangan nya barusan" Ucap Shisui

Ternyata Shisui berhasil menghindar dari serangan iblis liar itu berkat mata sharingan miliknya dan Shunsin no jutsu miliknya.

"Wah-wah, rupanya ada mangsa lezat datang cuma-cuma rupanya" ucap Iblis liar itu

Iblis liar itu kemudian menampakan sosok dirinya yang sebenarnya, terlihat kepala seorang wanita dengan badan Kucing raksasa kini sedang berhadapan dengan Shisui. Shisui hanya tenang melihat penampilan Iblis liar itu.

"Oh, jadi ini rupamu iblis liar, yah lumayan menjijikan tentunya" ucap Shisui memprovokasi emosi iblis liar itu.

"Tch, manusia rendahan sepertimu akan menanggung akibatnya, aku tak akan segan-segan membunuhmu" ucap iblis liar itu

"Oh, itu pun kalau kau bisa membunuhku" ucap datar Shisui

"Grrrr, kisaammmmaaa!, matilah kau" ucap Iblis liar itu sambil melemparkan bola sihirnya

Wushhhhhh...

Zuddooooooonnnnn...

Wusshhhhhhhhh...

Traaannnnggggggg.. ...

Shisui berhasil menepis bola sihir iblis liar itu menggunakan Togami no Tsurugi miliknya. Iblis liar itu pun terkejut melihat shisui berhasil menepis serangan nya

"Tch, hebat juga kau berhasil menepis seranganku" ucap Iblis liar itu

' serangan nya ternyata memiliki efek yang lumayan kuat, akan tetapi terlihat serangan nya itu memiliki efek pemborosan tenaga, serta kecepatan serangan masih bisa terlihat olehku dan dilihat dari pola serangan sepertinya dia tipe petarungan jarak jauh-menengah. Kalau begitu akan kugunakan kenjutsu dan beberapa bunshin untuk menjebaknya kearah area bidikan Sasuke. ' pikir Shisui menganalisa pola serangan Iblis liar itu

Shisui kemudian menghandseal jurusnya

"Kagebunshi no jutsu"

Booofffttttt...

Setelah 1 kagebunshin terbentuk, Shisui kemudian menyerang iblis liar itu dengan kenjutsu miliknya, sedangkan Iblis liar itu terkejut melihat Shisui menggandakan dirinya

'bagaimana mungkin manusia bisa menggandakan dirinya, apa itu sihir' pikir Iblis liar itu

Shisui kemudian melakukan teknik kenjutsu miliknya

"Ninpou: Ken no dansu tengoku"

Sontak kini terlihat 2 Shisui menyerang iblis liar itu dengan pedangnya dengan arah menyilang satu sama lain nya.

Traannnnnggggggggg...

Trraaaaannnnggggggg...

Kini tak terelakan lagi pertarungan Togami no Tsurugi dengan tangan cakar milik iblis liar itu.

Traaanngggggggg...

Traanggggggggggg...

Shisui terus melancarkan kenjutsu miliknya kearah iblis liar itu, Iblis liar berhasil menepis kenjutsu Shisui dengan susah payah

'Tch, dia memanfaatkan kelemahanku dipetarungan jarak dekat, aku tidak bisa meremehkan nya lagi, kalau begitu akan aku musnahkan dia dengan bola sihirku dari jarak dekat' pikir Iblis liar

Disaat Shisui lengah, Iblis liar itu menyerang Shisui dengan Bola sihirnya

"Matilah, kau makhluk rendah" ucap Iblis liar

Zudooonnnnnnnnnn...

Blaaaarrrrrrrrrrrrrrr...

Iblis liar itu menyeringai melihat Shisui terkena sihir miliknya

'dengan begini tamatlah riwayat makhluk rendahan itu' pikir Iblis liar itu

Akan tetapi alangkah terkejutnya Iblis liar itu melihat Sosok Shisui menghilang dari tempat ia terkena serangan miliknya

"sekarang Sasuke, bidik bagian tubuhnya" ucap Shisui

Tanpa disadari Iblis liar itu, Sasuke kini sudah berdiri diatas bagian kerangka pabrik, dia kemudian mengaktifkan tangan Susanoonya dan melemparkan muramasa miliknya kebagian ekor iblis liar itu, dan hasilnya iblis liar itu berhasil terperangkap segel kutukan milik pedang muramasa Sasuke.

"Kisaaammma!, apa yang kalian lakukan hah!" teriak Iblis liar itu terjebak dalam segel kutakan muramasa milik Sasuke

"hnnn, biar aku jelaskan padamu, aku sengaja melakukan serangan jarak dekat dengan teknik pedangku, agar kau menyerangku dengan bola sihirmu itu, aku melihat kelemahan pada kecepatan bola sihirmu,jadi itulah mengapa aku bisa menghindar dengan cepat dan membuat konsentrasimu pecah sehingga Sasuke bisa menjebak mu dengan muramasa miliknya, jadi intinya selama ini kau hanya kupancing kedalam area bidikan Sasuke yang sudah berdiri membidikmu diatas pilar tadi" jelas Shisui

"Jadi, kau selama sudah merencanakan ini semua, Kisaammmaaa kalian tak akan ku lepaskan, kalian harus menanggung semua perbuatan kalian, kalian harus mati!" teriak Iblis liar itu tak terima bahwa dirinya kalah melawan manusia

"Hnnn, kau tak sadar diri juga, harusnya kau berpikir siapa yang masuk kedalam jebakan sekarang" ucap Shisui dengan nada sarkatis

"Grrrr!...Kisaammmaaaaa!" geram Iblis liar itu

"Sasuke, apa kau mau membunuhnya" ucap Shisui

"Tidak, aniki saja yang membunuhnya, aku sudah cukup untuk menjebaknya saja" ucap Sasuke

"baiklah kalau begitu, Sasuke mundurlah sedikit" perintah Shisui

"hnnnn" hanya ucapan singkat dari Sasuke menjawab perintah Shisui

Shisui kemudian menghandseal jutsu miliknya

Clapppppppppppppp...

Cllaaappppppppppppp

Terdengar suara kicauan petir dari jurusnya itu

"Raiton : Akairyuu no kaminari"

Dengan seketika Shisui menciptakan jurus naga petir bewarna merah, Naga petir ungu itu kemudian dengan sigap menyerang Iblis liar yang sudah terjebak dalam Muramasa itu.

Duaaarrrrrr...

Blarrrrrrrrr...

Iblis liar itu terkena jilatan Naga petir itu, kemudian terlihat juga cahaya merah akibat jutsu milik Shisui. Setelah itu tampaklah bekas abu disekitar area serangan itu, yah bisa diperkiraakan Iblis liar mati terkena serangan Shisui.

Sedangkan Shisui hanya menyeringai puas melihat tugasnya sudah selesai..

Beberapa menit kemudian Sasuke dan Shisui pergi meninggalkan area pabrik tua itu. Ditengah keheningan malam Shisui akhirnya membuka pembicaraan bersama Sasuke.

"Hey, Otouto sekali-kali kau coba dong mengeksekusi Iblis liar itu" ucap Shisui

"Hnnn, tidak Aniki sudah aku bilang aku tidak akan membunuh seseorang kecuali orang itu" ucap Sasuke

"Hnnn, jadi Orang itu yah" ucap Shisuii

"benar sekali, hanya orang itu yang akan aku bunuh" ucap Sasuke sambil mengedarkan pandangan nya kearah langit malam...


Sasuke Pov

Perkenalkan Namaku Uchiha Sasuke, aku salah satu keturunan ke 115 dari garis utama milik Klan Uchiha, aku selama ini hanya hidup bersama anikiku yaitu Uchiha Shisui, yah walau Uchiha Shisui bukanlah kakak kandungku, akan tetapi dia sudah ku anggap kakak bagiku, lalu kenapa aku hanya hidup berdua bersama dengan aniki ku, karena 11 tahun lalu keluargaku dan klanku sudah dibantai oleh orang paling aku ingin bunuh, yaitu Hirakaez

Hirakaez bukanlah nama aslinya, dia hanya menyebutkan inisial dihadapanku dahulu, dia hanya memakai topeng pada saat klanku dibantai olehnya,jadi aku tidak tahu persis rupanya seperti apa.

Aku hanya mengetahui tujuan hirakaez membantai klan Uchiha, hanya karena ia ingin membunuh seluruh keturunan 'Uchiha Sasuke' sang legendaris reinkarnasi Indra Ootsutsuki. Karena menurutnya Klanku memiliki kemampuan untuk menghalangi tujuanya , aku tidak tahu persis apa tujuan nya, akan tetapi dia sudah berhasil membuat satu luka yang menyakitkan bagiku, yah tepat dihari itu.

Flashback

11 tahun lalu, aku dahulu mempunyai keluarga, aku tinggal bersama keluargaku di Kyoto, kenapa aku bisa tinggal di Kyoto, kerena keluargaku merupakan salah satu keturunan ninja, lebih tepat Klan Uchiha.

Lalu pada Hari dimana disaat terjadinya pembantaian klanku, dihari itu umur ku baru genap 6 tahun, pada saat itu hari pertama aku memasuki bangku sekolah dasar, aku sangat senang sekali mendapatkan teman baru disana, aku pun menceritakan hal itu semua kepada Kaasan dan Touchan.

"tadaima.." ucapku pada saat aku tiba dirumah

"Oekari, Sasuke-chan kau sudah pulang rupanya" ucap sosok wanita berambut biru gelap, senyumannya selalu membuatku hangat tentunya, dia adalah Uchiha Mikoto, Kaachan yang paling aku sayangi

"Ia, Kaachan aku bisa minta dibuatin jus tomat donk ?" pinta manja ku

"Oh, baiklah apapun untuk anak kebanggaan kaasan, tapi buka sepatumu dulu yah sebelum masuk rumah, lalu ganti pakaianmu itu oke" ucap Kaasan

"Haiii" ucap aku menuruti perintahnya

Setelah beberapa menit, aku sudah berganti pakaian kemudian aku menuju ruang keluarga, disana terlihat sosok pria paruh baya berambut coklan dengan mata onyx miliknya dia adalah Uchiha Fugaku, kepala kepolisian kota Kyoto, dia salah satu ayah kebangganku, kini Touchan sedang duduk santai menikmati teh hijau buatan Kaachan, mungkin dia sedang menikmati hari liburnya sebagai kepala kepolisian.

"Oh, Sasuke kau sudah pulang rupanya?bagaimana hari pertama sekolahmu, apa menyenangkan?" tanya Touchan

Aku kemudian duduk dihadapan Touchan, dan membalas pertanyaan Touchan

"Yah, lumayan menyenangkan kok Touchan, aku disana banyak mempelajari banyak hal loh, mulai dari matematika, bahasa jepang dan masih banyak lagi, lalu banyak sih kejadian lucu menurutku Touchan, salah satu temanku ada yang menangis saat ditinggal ibunya dihari pertama sekolah, lalu ada yang kena lempar penghapus oleh Sensei, karena dia tengah tertidur diwaktu pelajaran sedang berlangsung dan masih banyak lagi deh, tapi intinya sih menyenangkan kok dihari pertama aku bersekolah" ujar Aku

"Oh, baguslah tapi kau tidak berbuat nakalkan terhadap senseimu, Sasuke?" tanya Touchan

"Ah, mana mungkin Touchan, akukan anak salah satu anak kebanggan Touchan, mana mungkin aku berbuat kenakalan disekolah" ucap bangga aku.

"hahahaha, bagus kalau begitu Sasuke, aku harap kau kelak mengikuti jejak anikimu, dia bahkan sudah menjadi kapten polisi disaat umurnya baru genap 17 tahun." Ujar Touchan

"Heh, aku tidak akan kalah dari Itachi-niisan, lihat saja nanti aku pasti akan melampuinya lihat saja Touchan" ucap aku

Pukkkkkkkkkk

Touchan lalu membelai rambut ravenku, dia kemudian berkata

"Bagus itu baru anak kebanggan Touchan" ucap Touchan

Disaat aku tengah berbincang dengan Touchan, Kaachan kemudian datang membawakanku segelas jus tomat favoritku, aku seperti biasa dengan semangat menghabiskan segelas jus tomat favoritku, Kaachan kemudian bertanya sama seperti Touchan, dia menanyakan bagaimana hari pertamaku bersekolah, tentunya aku bercerita persis apa yang aku ceritakan, Kaachan hanya tertawa mendengar ceritaku, apa lagi dibagian sensei melemparkan penghapus kepada salah satu muridnya yang tengah tertidur.

Ditengah perbincanganku dengan Touchan dan Kaachan, Aniki datang keruang keluarga

"Oh, Kau sudah pulang rupanya Otouto" ucap Itachi

"yah, Itachi-niichan, kok disini bukan Itachi-niichan sedang bertugas?" tanyaku

"yah, hari inikan aku dan Touchan sedang bebas tugas kok, lalu bagaiman harimu Otouto?" ujar Itachi

"cukup menyenangkan kok Aniki" ujar aku

"Oh baguslah Otouto, nee Touchan, Kaachan, Otouto kalau begitu aku pamit dulu sebentar, aku harus pergi ketempat Shisui, dia bilang ada urusan yang harus ku selesaikan bersamanya." ucap Itachi

"Oh, yah sudah Itachi pergilah, tapi pulanglah sebelum makan malam yah" ucap Kaachan

"Oh, yah Itachi tolong sampaikan juga pada Shisui, berkas kasus kemarin harus cepat diselesaikan" ucap Touchan

"Huh, Aniki bukannya kau berjanji kemarin kalau sedang libur aniki mau mengajariku teknik berpedang" ucap aku sambil mengembungkan pipiku

Aniki hanya tersenyum melihat sikapku, lalu dia perlahan mendekatiku

Pukkkkkkkkkk..

Sebuah pokehead lembut menyentuh dahiku..

"Maaf, Otouto aku sekarang harus pergi ketempat Shisui, nanti kalau sudah selesai aku akan mengajarimu kok" ujar Itachi

"Heh, aniki selalu saja begitu, bilang maaf dan sibuk huhhh" ucap aku dengan nada kecewa

"yah, tapi kan ada Touchan yang bisa mengajarimu teknik berpedang" ucap Itachi

"tapi kan Touchan baru saja libur, masa aku harus meminta kepadanya, nanti malah merepotkan nya" ucap aku

"baiklah Sasuke, kalau urusan nya sudah beres aku janji akan mengajarimu" ucap Itachi

"benarkah, janji yah aniki?" ucap Aku

"yah, aku janji Otouto" ucap Itachi sambil memberikan Pokehead didahiku

Aku hanya tersenyum melihat perlakuan aniki kepadaku

"yah sudah aku pergi dulu yah Touchan, Kaachan, Otouto" ucap Itachi sambil meninggalkan ruang keluarga

"hati-hati yah Itachi" pesan Kaachan

"ia Kaachan" jawab Itachi meninggalkan rumah

"Nee, Sasuke-chan kamu juga harus bersiap, bukankah hari ini juga ada les matematika bukan?" tanya Kaachan

"Oh, yah aku bersiap dulu yah Kaachan" ucap Aku

Beberapa menit kemudian

Aku sudah bersiap-siap pergi les tentunya.

"Kaachan, aku pergi dulu yah" ucap aku

"hati-hati yah Sasuke-chan" ucap Kaasan

Aku kemudian pergi meninggalkan rumah untuk pergi ketempat les tentunya

Skip time

Setelah les yang lumayan melelahkan bagiku, aku pun pulang menuju rumah, kini tampak Bulan purnama menyinari kota Kyoto, 'ah rupanya hari sudah malam', pikirku. Kemudian aku segera bergegas pulang menuju rumah ku di komplek perumahan milik klan Uchiha, tapi alangkah terkejutnya aku melihat keadaan komplek klanku, aku melihat mayat berserakan dimana-mana, bau anyir meresap cepat kedalam hidungku, banyak noda darah membekas dimana-mana

'apa yang sebenarnya terjadi, mengapa semua orang terbunuh?' pikir ku syok melihat kejadian ini

Aku lalu mempercepat langkahku menuju rumah, aku berlari cepat ditengah kegelapan malam yang menyelimuti komplek Uchiha, semakin aku masuk kedalam area wilayah komplek semakin banyak mayat tergelatak bersimbah darah ditanah, aku hanya menahan rasa syokku melihat semua pemadangan mengerikan ini.

'Kaachan, Touchan, Aniki, apa semuanya baik-baik saja' pikir ku mengkhawatirkan keadaan keluargaku

Setelah 30 menit berlalu aku sampai dikediamanku, aku lalu melangkahkan kaki kedalam rumahku.

Aku kemudian memanggil Touchan, Kaachan, Aniki, namun hasilnya nihil. Kemudian aku memutuskan untuk pergi menuju ruang keluarga, dan alangkah terkejutnya aku melihat Touchan, Kaachan, Aniki bersimbah darah dihadapanku, sungguh pemandangan yang mengenaskan bagiku.

"Sasuke, itu kah kau?" ucap samar-samar Itachi

"aniki, apa yang terjadi , kenapa Touchan, Kaachan, dan Aniki bisa seperti ini!" teriak aku sambil merangkul badan Itachi-niichan

"Otouto, kau harus tetap hidup, kau harus hidup untuk Touchan, Kaachan dan Aniki, larilah sebelum terlambat" ucap Itachi samar-samar ditengah keadaanya yang terluka

"Aniki, bertahanlah aku akan membawamu kerumah sakit" ucap lirih aku

"sudahlah Otouto aku tidak mempunyai banyak waktu lagi, cepatlah lari ketempat Shisui-niisan, sebelum semuanya terlambat" ucap lirih Itachi

"Hiks...Hiksss...hiksss, tapi bagaimana denganmu aniki" ucap lirih aku sambil menangis

"sudah cepat pergi Baka-Otouto..." ucap Itachi

Setelah itu aniki tidak berkata apapun lagi, keadaan tubuhnya mulai dingin , aku hanya menangis melihat aniki sudah tewas dihadapanku.

Aku kemudian hanya menuruti perintah terkahirnya untuk lari menuju tempat Shisui-niisan, aku terus berlari kencang sambil menahan air mataku yang sudah jatuh ke permukaan bumi ini. Akan tetapi ditengah perjalanan aku berjumpa dengan sosok yang sangat mengerikan, dia adalah sosok pria berjubah hitam memakai topeng Anonymous dan aku melihat matanya merahnya darah dengan tiga tomoe miliknya memancarkan Aura membunuh yang begitu kuat.

"Oh, rupanya masih ada keturunan sang legendaris yang masih hidup" ucap pria bertopeng itu

"Siapa kau, apa mau mu?" tanya ku

"Oh, aku adalah Hirakaez, aku disini datang untuk memusnahkan keturunan sang legendaris tentunya" ujar pria bertopeng itu

"apa maksudmu ,apa kau membunuh semua orang ini Hah!" teriak aku

"hahahaha baiklah, aku sangat berbaik hati padamu, jadi aku akan menujukan semuanya kepadamu" ucap pria itu

Setelah pria itu mengucapkan kata-katanya itu, aku melihat matanya berubah menjadi mata dengan pola Octagonal merah dihiasi dengan latar hitam di pupil mata orang itu,

"Mangenkyou Sharingan"

Deegggggggggggg...

Aku merasakan tubuhku lemas tak berdaya setelah melihat mata orang itu, aku kemudian berada didunia aneh yang mirip dengan duniaku

"Selamat datang diduniaku bocah, kau sudah terjebak kedalam ilusiku, aku akan menunjukan padamu rasa sakit yang sebenarnya" ucap Pria bertopeng itu

Aku kemudian melihat para penduduk komplek Uchiha, aku juga melihat pria bertopeng itu disana, kemudian aku melihat dia membantai seluruh penduduk

Craasssssshhhhhh...

Jleeeebbbbbbbbbbbb...

Zrassssshhhhhhhhhhhhhhhh...

Aku sangat syok melihat semua keadaan itu, aku melihat semua penduduk dibunuh oleh pria bertopeng itu, aku juga melihat Touchan, Kaachan, Aniki, dibunuh sadis oleh pria misterius itu.

"Hentikannnn semua inii.. Hentikaaannnn!" teriak aku

Tapi Pria bertopeng itu tak menghiraukan teriakan aku, dia tetap saja membunuh para penduduk dan keluargaku dengan keji.

"Araaagggghhhhhhhhhhhhhhhhhhh Hentikannnnn semua iniiii!" teriak ku lagi.

Setelah pembunuhan selesai, aku kemudian tersadar dari ilusinya, mentalku begitu syok melihat semua yang telah terjadi kepadaku

"bagaimana, apa kau sudah merasakan rasa sakit?" tanya Hirakaez

"Brengssekk kau, kenapa kau membunuh keluargaku, kenapa kau membantai Klan Uchiha!" teriak aku

"sudah kukatakan kepadamu, Klan Uchiha memiliki mata yang begitu merepotkan tujuanku, oleh karena itu aku membantai semuanya, selain itu aku juga hanya ingin mengukur kemampuanku itu saja" ucap dingin Hirakaez

"Brengseekkk kau, kau hanya membunuh keluargaku dan klanku hanya karena tujuan bodohmu itu, aku tidak akan pernah memaafkanmu, aku pasti akan membunuhmu!" teriak aku

"memang bisa apa kau bocah, apa kau bisa membangkitkan mata kutukan ini"ucap Hirakaez

Hirakaez kemudian menyerangku , dia memukul perutku begitu keras, menendang tubuhku, dan memukul wajahku dengan telak

"hahah, bagaimana lemah, apa kau yakin ingin membunuhku hah!" ucap Hirakaez

"Aggghhhhhhhh" aku hanya memuncratkan darah dari mulutku

"nah, bagaimana? Apa kau masih bisa membunuhku?" tanya kembali Hirakaez

'Kussooo, kami-sama kenapa aku begitu lemah' ucap lirih batin ku

Buaaggghhhhhhhhh...

Lagi-lagi dia kembali menendang wajahku , aku kemudian terlempar lumayan jauh darinya, dia pun datang kembali mendekat kepadaku

"Ugghhhhh, walau aku lemah, aku pasti akan membunuhmu" ucap benci aku

Tanpa aku sadari mataku mulai terasa panas, rasanya didalam pupil mataku ada sesuatu berputar-putar dengan kencang, rasanya begitu terbakar

"Uaaaagggggggghhhhhhhh" teriak aku sambil menahan kesakitan dimataku

Hirakaez hanya dia menatap keadaanku, saat rasa sakit menghilang dari mataku, aku kembali membuka mataku, sontak Hirakaez melihat ku dengan tatapan syoknya

"Bagaimana mungkin, kau memiliki mata itu!" ucap Hirakez terkejut melihat keadaanku

Aku kemudian menoleh kearah cermin cembung lalu-lintas didekatku, aku juga terkejut melihat kedua mata onyx milikku berubah menjadi mata ungu dengan pola riak air disertai dengan 6 tomoe hitam menghiasi kedua mataku

"Rinne Sharingan, jadi kau memiliki mata sang legendaris rupanya bocah" ucap Hirakaez

Aku hanya diam mendengar perkataan Hirakaez.

"aku tak menyangkan kau memiliki mata langka sharingan itu, kalau begitu aku harus membunuhmu, karena kau adalah salah satu hambatan terbesarku" ucap Hirakaez

Hirakaez kemudian merapakan handseal ditangan nya

"katon: bakufū ranbu"

Hirakaez lalu mengeluarkan pusaran api raksasa , pusaran api itu dengan cepat menujuku

'Aku tidak boleh mati, aku harus membunuhnya, aku harus membalaskan dendamku padanya' ucap batin aku

Kemudian secara tidak sengaja, aku mengakitkfan sebuah perisai transparan berbentuk tengkorak dari tubuhku, perisai itu berhasil menahan serangan Hirakaez.

"Jadi begitu, aku mengerti sekarang.." ucap aku

Hirakaez terkejut melihat diriku, dia hanya memberi pandangan terkejut melihat sosok transaparan dari diriku

" kau, bagaimana mungkin kau bisa mengakitfkan Susanoo" ucap Hirakaez

"aku tidak begitu paham, dengan apa yang terjadi sekarang, akan tetapi aku mengerti bahwa kekuatan ini akan kugunakan untuk membunuhmu sekarang" ucap dingin aku

Aku kemudian memusatkan kekuatanku dimata kiriku, kemudian mata kiriku melemparkan pandangan tajam kepada Hirakaez, dan ternyata tepat didepan Hirakaez , api hitam muncul tiba-tiba dihadapannya

"Arggggghhhhhh, Kusooo!, ini adalah Amaterasu" teriak kesakitan dia

"matilah kau" ucap aku , kemudian api hitam itu bertambah besar dan berhasil membakar seluruh tubuhnya, mata kiri ku kemudian mengeluarkan darah setelah aku menggunakan kemampuanku, aku kemudian menyeringai puas melihat Hirakaez tewas terpanggang api hitam milikku

Akan tetapi aku kembali dikejutkan dengan kehadiran nya kembali.

"Hah..Hah.. kalau saja aku tidak menggunakan Kamui, pasti aku akan mati terpanggang api hitam sialan itu" ucap Hirakaez

Aku terkejut melihat Hirakaez selamat dari jurusku, kemudian aku pun juga terjatuh akibat penggunaan kekuatanku tadi...

"Haha, tampaknya kau masih belum menguasai sepenuhnya matamu itu" ucap Hirakaez

"Kusooo, kenapa aku kehabisan cakra disaat seperti ini" ucap aku

"dengan begini aku bisa membunuh tanpa hambatan lagi, bersiaplah menemui ajalamu bocah" ucap Hirakaez

"Katon : Goukkakyou no Jutsu"

Munculah bola api raksasa milik hirakaez, bola api melesat cepat menuju diriku, aku hanya pasrah menerima itu, karena aku sudah kehabisan tenaga

Akan tetapi

"Doton: Doryuuheki"

Sebuah perisai tanah muncul dihadapan ku secara tiba-tiba

Blarrrrrrrr...

Perisai tanah itu berhasil menahan serangan milik Hirakaez, kemudian terlihat sosok yang begitu familiar didepanku, dia adalah Uchiha Shisui salah satu teman Aniki

"Kau baik-baik saja, Sasuke" ucap Shisui

"aku baik-baik saja Shisui-niisan" ucap Aku

"wah-wah , ada penganggu rupanya" ucap datar Hirakaez

Shisui menatap tajam sosok dihadapannya itu

"siapa kau sebenarnya, kenapa kau membantai klanku?" tanya Shisui

"aku adalah Hirakaez, aku seorang dari golongan Khaos Bridge, aku datang kesini untuk memusnahkan Klan yang menghalangi tujuan utamaku" ucap Hirakaez sambil menunjukan mata MS miliknya

"Mustahil, kau adalah anggota para teroris itu, dan kenapa kau memiliki mata itu, apa kau seorang Uchiha" tanya Shisui sambil menatap tajam Hirakaez

"Hahaha, aku bukanlah termasuk klan sampah itu" ucap Hirakez

"jika kau tidak mau memberitahuku, akan ku paksa kau untuk memberitahu siapa dirimu sebenarnya" ucap Shisui sambil mengaktifkan Mangenkyou Sharingan miliknya

"Woaahhh, seperti biasa kau begitu merepotkan Shunsin no Shisui, sebaiknya aku pergi dari tempat ini, anggap saja ini hadiah bagi kalian karena aku memberi kesempatan hidup untuk kalian" ucap Hirakaez

"Tunggu jangan pergi kau keparat!" ucap Shisui

Tapi sayangnya Hirakaez berhasil kabur dengan jutsu Kamui miliknya. Shisui hanya menggertakan giginya melihat Hirakaez kabur dari hadapan nya.

"Tch, dia berhasil kabur.., Sasuke sebenarnya apa yang terjadi disini" tanya Shisui

Shisui lalu mendekati Sasuke, alangkah terkejutnya Shisui melihat mata Sasuke memiliki pola riak air bewarna ungu lengkap dengan enam tomoe yang menghiasi kedua mata Sasuke.

"Sasuke, matamu bukankah ini mata Rinne Sharingan?" tanya Shisui

"Shui-niisan aku.." ucap samar diriku

Buagggghhhhhh..

Aku pun terkapar lemas ditanah, mata ku kemudian mulai menutup secara perlahan

"Sasuke.. bertahanlah" ucap Shisui

Akan tetapi aku kemudian kehilangan kesadaranku...

Skiptime

"Ughhhh dimana aku" ucap aku

Aku kemudian mengedarkan pandanganku, kini terlihat ruangan serba putih dan bau obat medis yang begitu menyengat dihidungku, aku juga melihat sebuah cermin disana , aku melihat kedua mataku kini kembali menjadi mata Onyx khasku. lalu aku juga melihat sosok yang familiar bagiku, disana Shisui-niisan sedang menungguku diruangan ini

"Oh, Sasuke rupanya kau sudah sadar, bagaimana keadaanmu?" tanya Shisui

"sudah baik kok Shisuii-niisan" ucap aku

"Oh, yah Sasuke, sekarang apa bisa kau menceritakan kejadian itu?" tanya Shisui

Aku mengerti maksud dari Shisui-niisan, aku lalu menceritakan apa yang kualami pada saat malam pembantaian itu kepada Shisui-niisan.

"jadi begitulah ceritanya Shisui-niisan" ucap aku mengakhiri ceritaku

"jadi begitu yah, aku tak menyangka kalau semuanya jadi seperti ini" ucap Shisui

"Yah, aku sudah gagal menyelamatkan keluargaku, sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi" ucap Aku dengan nada lirih dengan pandangan sendu

"Sasuke, kau bukanlah orang satu-satunya mengalami hal ini, aku juga dulu merasakan hal itu juga, dulu ayah-ibuku mati saat mereka menjalankan misi, mereka mati diserang oleh Khaos Brigde, dulu aku juga merasa lemah dan tak berguna juga, aku dulu hanya meratapi kegagalanku, akan tetapi aku sadar menangis seperti bayi tentunya tak akan merubah keadaan bukan, oleh karena itu aku terus berlatih menjadi kuat dan masuk kedalam kepolisian ninja Kyoto.." jelas Shisui

Aku masih terdiam dan hanya mendengarkan penjelasan Shisui

"Aku tahu, kau sangat terpukul sekarang, tapi kau harus sadar aku juga ada bersamamu Sasuke, jadi jangan berpikir kalau kau itu sendirian, lagi pula aku juga tak akan membiarkamu menanggung beban ini sendirian, setidaknya persilahkan aku untuk menanggung setengah bebanmu itu." Ucap Shisui

Sontak Sasuke mulai menitikkan air mata dari mata Onyx miliknya, Shisui lalu memeluk Sasuke seperti seorang kakak

"menangislah Sasuke, sekarang keluarkan segala emosimu, agar semua emosimu tak mengganggumu dikemudian hari" ucap Shisui sambil mengelus puncak kepala Sasuke

Aku hanya menangis mencurahkan segala emosi milikku khusus dihari itu.

Skip time

10 hari berlalu sejak pembantaian aku dan Shisui-niisan datang mengunjungi makam keluargaku, seperti yang dilakukan banyak orang dalam ziarah makam, aku kemudian memberikan doa kepada keluargaku agar mereka tenang disana.

"nah Sasuke, apa kau sudah selesai?" tanya Shisui

"Hnnn" ucap Aku menjawab pertanyaan Shisui-niisan

"nee, Sasuke apa kau ikut bersamaku kekota Kuoh?" tanya Shisui

"Hnn, aku mau Shisui-niisan, tapi kenapa kita tiba-tiba pindah kesana?" tanya Sasuke

"yah aku sih dipindah tugaskan disana oleh atasanku, selain itu aku juga ingin melatihmu disana, kerena kau memiliki mata Sharingan yang langka, matamu itu persis dengan Sang legendaris 5000 tahun lalu, 'Uchiha Sasuke' yang merupakan salah satu reinkarnasi Indra Ootsutsuki" jelas Shisui

"Yah, aku mau berlatih denganmu Shisui-niisan, aku mempunyai tekad untuk menghancurkan Khaos Brigde dan membunuh orang itu" ucap Aku

"hehe bagus kalau begitu, aku akan melatihmu dengan sungguh-sungguh, selain itu mulai hari ini, panggil aku Aniki karena sekarang kau akan menjadi adik angkatku" ucap Shisui

"Haaiii. Aniki" ucap aku

Flashback end

Sasuke Pov end


Normal Pov

"heii, Otouto apa yang kau lamunkan?" tegur Shisui

"Hnn, aku hanya kepikiran soal Uzumaki Naruto" jelas Sasuke

"Hnnn, Uzumaki Naruto, memang seberapa menarik sehingga ia dapat menarik perhatianmu Otouto?" tanya Shisui

"Aku merasa, kalau dia bukan manusia biasa, dan aku berpikir kalau dia Shinobi seperti kita" jelas Sasuke

"hmm, lalu apa alasanmu Otouto menganggap Uzumaki Naruto sebagai Shinobi?" tanya Shisui

"Hnn, aku pernah melihat cara dia berlari, dia melemaskan tangannya dibelakang tubuhnya pada saat dia berlari, aku melihat hal itu pada saat dia melakukan tes non akademik di sekolahku" jelas Sasuke

"Hnn, jadi begitu.. tampak nya ini semakin menarik Otouto" ucap Shisui

"Hnn, kau benar aniki" ucap Sasuke menyetujui pendapat Shisui


Di sebuah tempat misterius

"bagaimana, apa masih ada perkembangan dengan Kurobi?" tanya pria bertopeng itu

"kami sudah mendapatkan lokasinya, kita tinggal menangkapnya Hirakaez-sama" ucap salah satu anak buahnya itu

"lalu bagaimana dengan Ophis?" tanya Hirakaez

"sepertinya dia sangat tertarik dengan ajakanmu tuan, dia sudah masuk kedalam Khaos Brigde" ucap Anak buah Hirakaez.

"Bagus kalau begitu, dengan begitu sebentar lagi Khaos Brigde akan mencapai tujuannya Hahahahahaha" ucap Hirakaez sambil tertawa jahat mendengar kabar Ophis resmi bergabung kedalam Khaos Brigde.

Tampak nya Khaos Brigde mulai melancarkan aksinya meneror dunia Dxd.

Bagaimana kisah para pahlawan mewujudkan kedamaian, ikuti cerita selanjutnya...

To be Continued


Yosh akhirnya selesai juga Chapter 6 .dari sebuah kisah tentang petualangan para pahlawan , jadi ikuti terus cerita ini. maaf yah mungkin terlalu pendek , typo . dan banyak kekurangan lainya.

Silahkan RnR Minnaa...