Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto
High School Dxd Disclaimer Ichiei Ishibumi
True Legend of Naruto : Saviour of World Dxd
Fic tentang kisah Sasuke menyelamatkan dunia dxd dan membawa kedamaian
Char : Naruto , Hinata , Issei , Rias
Rated : M
Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lain nya atau kesalahan penulisan karena fic ini fic ketiga saya .
Fic ini juga terinspirasi dari fic lain nya
RnR please .. hehehehehe
Chapter 8 : The Truth of Hinata part 2
Konohagakure, Era Rokudaime Hokage
Pagi yang begitu cerah menambah semangat seluruh warga Konohagakure menyambut Hokage baru mereka, tepat pukul 10 pagi saat sang Hokage baru menampakkan dirinya yang terlihat mengenakan pakaian ninja seperti biasa (pakaian ninja naruto seperti film The last Naruto the Movie) dengan berbalut-kan jubah merah bermotif api hitam diujung bawahnya dengan kanji bertuliskan "Nanadaime Hokage".
Para Kage dari ke-5 negara besar pun turut hadir dalam acara pelantikan Hokage terkuat sepanjang sejarah Konoha dan juga pahlawan dunia Shinobi, disana nampak Kazekage yang tengah diurutan paling pojok, disampingnya ada Tsucikage, lalu Raikage, Mizukage, dan yang terakhir adalah Mifune sebagai wakil dari Tetsu No Kuni/Negara Besi
Menurut jadwal, 5 menit lagi sang Nanadaime Hokage harus berpidato, tak dipungkiri lagi perasaan gugup Naruto saat mendengar teriakan bergema dari warga-nya yang sekarang sudah menjadi tanggung jawab sang Nanadaime Hokage untuk melindungi mereka.
"Naruto-kun kau gugup?" tanya sang kekasih yang setia mendampingi Naruto disampingnya.
" t-tidak hime, aku tidak gugup" ucap Naruto memaksakan senyumannya, walaupun tak bisa dibohongi lagi perasaannya yang campur aduk.
" kau jangan berbohong Naruto-kun, buktinya tangan-mu gemetaran" ucap Hinata lalu memegang tangan sang Nanadaime Hokage, dan seperti biasa, Naruto tak akan pernah bisa menyembunyikan sesuatu pada hinata, yang selalu saja mengetahiu masalah yang sedang dihadapi naruto.
" m-mungkin sedikit hehe" ucap Naruto dengan cengingiran khasnya mencoba menenangkan Hinata yang memandanginya cemas.
CUP!
Ciuman manis pun didaratkan Hinata di pipi tan Naruto, Naruto yang menerima itu pun langsung berhenti bergetar, wajahnya merona merah saat menerima perlakuan Hinata.
"nah, sekarang Naruto-kun tidak usah gugup lagi" ucap Hinata tersenyum
"Naruto-kun kan sudah menghafal teks pidato itu semalaman, jadi tak usah khawatir".
" hehe, baiklah, tapi aku minta lagi?" ucap Naruto menggoda Hinata.
"e-eh, b-baiklah" ucap Hinata merona.
"tapi disini!" ucap Naruto sambil menunjuk bibirnya.
"e-ehh, kenapa d-disitu?" ucap Hinata gelagapan, sudah tak bisa dibohongi lagi wajahnya yang sudah semerah tobat.
"ayolah kumohon" ucap Naruto memohon.
"b-baiklah" Hinata pun memberi kecupan singkat dibibir Nanadaime Hokage.
"Arigatou Hime" ucap Naruto sukses membuat blushing Hinata, sedangkan Naruto hanya diam dan tersenyum karena memandangi wajah malu-malu Hinata.
Ditengah keheningan yang melanda kedua pasangan sejoli itu Hinata kemudian berinisiatif untuk menyerahkan sebuah benda yang dibuat untuk kekasih yang tercintanya itu.
"Naruto-kun, bisakah kamu memakai syal ini?" tanya Hinata sambil menunjukan sebuah syal merah dihadapan Naruto.
"Hmm, ini Hime yang buat ?" tanya Naruto
"eh, iah Naruto-kun, aku yang membuat ini kok, aku ingin syal ini dimiliki olehmu Naruto-kun" ujar Hinata
"baiklah" ucap Naruto sambil memasangkan syal merah tersebut dilehernya
"Arigatou Hime, syal lembut tentunya ini akan menjadi benang merah cinta kita, aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku" ucap Naruto
Hinata pun hanya memasang wajah malu-malunya melihat hasil karya sangat disukai oleh kekasihnya itu.
Kakashi yang tak sengaja melihatnya adegan romantis itu pun hanya mendesah pelan dan diselingi perasaan iri tentunya melihat kedua sejoli muda itu bermesraan dihadapannya.
" hahh, Cepatlah Naruto, pelantikan akan dimulai!" ucap Kakashi
" baiklah-baiklah" lalu Naruto pun melangkah ke depan meninggalkan Hinata dan bersiap untuk Pelantikannya
Kini para penduduk desa tengah berkumpul didepan gedung Hokage, mereka pun melihat papan pengumuman tentang pengunduran Kakashi sebagai Hokage dan pelantikan Sang Hokage baru, tentunya mereka masih penasaran dengan sosok Hokage selanjutnya itu.
"wah-wah Rokudaime mengundurkan diri, apa tidak terlalu cepat iah mengingat kepimpinan dia baru berlangsung selama 2,5 tahun" ucap penduduk A
"yah, walaupun singkat tetapi Rokudaime berhasil membawa kestabilan keamanan dan politik di konoha, tentu dia sangat berjasa bagi kita" ucap penduduk B
"aku penasaran siapa selanjutnya yang menjadi Hokage, mungkinkah sang pahlawan Konoha yang menjadi Hokage selanjutnya, mengingat tidak ada lagi kandidat yang lebih pantas selain dirinya" ujar penduduk C
"iah aku setuju denganmu, Jika bocah itu yang memimpin Konoha aku yakin Desa akan jauh lebih baik." Ujar penduduk D
Kakashi pun kemudian berjalan menuju altar bagian depan atap kantor Hokage, dirinya kemudian lalu berpidato singkat dihadapan rakyat Konoha.
"Terima kasih, kalian telah datang untuk menghadiri pelantikan ini, Hari ini aku sudah mengumumkan keputusanku untuk mengundurkan diri dari kursi Hokage, kalian mungkin bertanya-tanya mengapa aku mengundurkan diri secara tiba-tiba, aku melakukan semua ini demi kebaikan Konoha tentunya, aku mempersilahkan para generasi baru untuk memimpin Konoha kedepannya, aku yakin mereka semua sangat bisa diandalkan untuk membawa Konoha ke era baru yang lebih gemilang, oleh karena itu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi Hokage, Terima kasih atas kepercayaan kalian kepadaku selama 2,5 tahun ini untuk memimpin desa kita yang tercinta ini." Ucap Kakashi
Prokkkkkkk-prokkkk-prokk...
Tepuk tangan pun menghiasi suasana pasca Kakashi melakukan pidato perpisahannya sebagai Hokage keenam. Rakyat Konoha sangat mengapresiasi kepimimpinan Kakashi sebagai Rokudaime Hokage, yang sukses mebawa Konoha disaat era transisi pasca Perang Dunia Shinobi ke 4. Tentu selama 2,5 tahun Kakashi sudah berupaya keras membangun kembali desa Konoha menuju arah lebih baik, terlebih lagi dengan keadaan Dunia yang lebih damai membuat gejolak ekonomi pun semakin menggeliat.
"Baiklah, tak perlu menunggu waktu lebih lama lagi, aku akan mengenalkan penggantiku, Nanadaime Hokage" ucap Kakashi
"aku mengandalkanmu Nanadaime" ucap Kakashi pada Naruto sambil memberikan topi hokage miliknya
"hai, kau bisa mengandalkanku Rokudaime" ucap tegas Naruto
Naruto pun kemudian bergerak menuju altar bagian depan atap kantor Hokage. Dan kini Naruto memakai topi Hokage itu untuk melengkapi pakaiannya. Kakashi kemudian mempersilahkan Naruto menampakan dirinya dihadapan Rakyat Konoha.
"Ini dia Uzumaki Naruto, dia adalah penggantiku sebagai Hokage, Mulai hari ini dirinya resmi menjabat sabagai Nanadaime Hokage" ucap Kakashi
Kini terlihat sosok Naruto tengah memakai pakaian ninjanya disertai Jubah Hokage, Topi Hokage serta syal merah yang mebalut dilehernya itu. dia kemudian melepas Topi Hokage nya, untuk menampakan dirinya sebagai Nanadaime Hokage dihadapan rakyat Konoha.
"Saya Uzumaki Naruto sebagai Nanadaime Hokage, siap menjalakan kepercayaan kalian kepadaku dengan sebaik-baiknya, saya siap membawa Konoha menuju era yang lebih baik lagi, tetapi saya tidak bisa berbuat banyak kalau kalian semua tidak membantuku, aku tidak bisa berjalan sendiri tanpa kalian semua, bantulah aku dan awasilah aku sebagai pemimpin kalian, aku tidak ingin menjadi pemimpin yang tidak adil atau tidak bisa memakmurkan rakyatku, oleh karena itu sebagai Nanadaime Hokage aku ingin meminta bantuan Kalian semua untuk membangun Desa Konoha menuju kearah lebih baik lagi." Ucap pidato singkat Naruto
Setelah pidato singkat Nanadaime Hokage itu, para penduduk Konoha pun memberi aplause kepada sang Hokage baru, sambutan meriah pun menghiasi sudut Konoha melihat Hokage baru sudah dilantik.
Skip time
Sore harinya setelah pelantikan Naruto pulang menuju apatemennya ,akan tetapi di apartemen Naruto kini Hinata sedang memasak diapartemennya. Oh yah mengapa Naruto bisa pulang begitu cepat disore harinya setelah pelantikannya sebagai Hokage, karena Kakashi lah memberikan waktu istirahat lebih bagi Naruto untuk bekerja pada keesokan Harinya, jadi Kakashi masih melakukan pekerjaannya hanya untuk hari ini saja
Naruto pun berjalan gontai kearah pintu lalu memutar gagang pintu, seketika itu pula pintu itu terbuka
" Tadaima" ucap Naruto.
lalu dibalas oleh suara lembut dari dalam dapur
" Okaerinasai Naruto-kun" ucap Hinata lalu menghampiri Naruto.
Dihari pelantikannya sebagai Hokage tentu Naruto sangat sibuk sehingga dirinya susah sekali untuk membuat makanan, yah lagi pula Naruto itu jarang memasak, paling dia hanya memasak cup ramen instan untuk mengisi perutnya itu, hal itulah yang membuat Hinata memohon pada Naruto agar dirinya bisa memasak diapartemen Naruto, sekalian dirinya juga bisa membuat makanan yang bergizi bagi calon suaminya itu.
" hime, kau belum mau pulang?" tanya Naruto lalu memelingkarkan lengannya di pinggul Hinata.
" ahh, akukan menunggu kamu pulang, Naruto-kun " ucap Hinata lalu disusul dengan "akkhhh" pekikan kecil Hinata saat Naruto menandai tengkuknya dengan kissmark.
" N-Naruto-kun geli" ucap Hinata merasakan Naruto menambah terus kecupan di lehernya.
" habisnya kau wangi sekali hehe" ucap Naruto lalu melepaskan pelukannya
" sepertinya aku mencium bau ramen" ucap Naruto saat hidungnya mencius sesuatu yang harum dari arah dapur.
" umm, aku memasakkan ramen spesial untukmu" ucap Hinata lalu berbalik
" sebentar ku ambilkan, Naruto-kun tunggu saja di meja makan" ucap Hinata lalu berlari kecil kearah dapur.
"yoshh!" ucap Naruto semangat
Beberapa menit kemudian Hinata pun telah datang dari dapur sambil membawa semangkuk besar ramen buatan nya lalu diletakkan nya didepan Naruto.
" ini ramennya Naruto-kun" ucap Hinata lalu meletakkan semangkuk ramen didepan Naruto.
" huhaaaa" ucap Naruto dengan mata berbinar , Lalu Naruto pun dengan secepat kilat menyambar sumpit diatas mangkok lalu mulai memakan ramen dihadapannya , tapi kegiatan nya pun terhenti saat menyadari mangkuk ramen didepannya hanyalah Satu.
" umm, Hime, kenapa ramennya Cuma satu?, kau tidak makan?" ucap Naruto lalu meletakkan sumpitnya lagi dan memandang Hinata yang duduk di samping Naruto.
" umm tidak, tadi aku sudah makan" jawab Hinata sambil tersenyum manis.
" ohh begitu, baiklah" ucap Naruto lalu menyambar sumpitnya kembali " Ittadakimasu", Secepat kilat ramen didalam mangkuk itu pun telah habis dilahap oleh Naruto, tapi sepertinya Naruto belum cukup kenyang.
" Naruto-kun mau nambah?" tanya Hinata yang melihat Naruto belum puas menjilati sisa ramen dimangkuknya.
" umm, ini enak sekali Hinata" gumam Naruto sambil masih saja menjilati sisa kuah ramen didalam mangkuk.
" kalau Naruto-kun mau nambah, didapur masih ada sisa sedikit" ucap Hinata lagi.
" haaa, benarkah" ucap Naruto semangat.
" umm, sini manguknya, kuambilkan lagi" ucap Hinata lalu berdiri dan meraih mangkuk ditangan Naruto lalu mengisinya kembali dengan ramen didalam dapur, tak lama kemudian Hinata pun telah tiba kembali dengan setengah mangkuk ramen yang masih sedikit hangat.
" ini Naruto-kun, tapi sudah sedikit dingin" ucap Hinata lalu meletakkan mangkuk ditangannya didepan Naruto.
" ahh tidak apa-apa hime, ramenmu masih terasa enak kalau dingin" ucap Naruto lalu memakan lagi ramen keduanya.
10 menit kemudian mereka sepertinya telah selesai dengan acara makan mereka, Hinata pun tengah bersiap untuk meninggalkan apartemen Naruto untuk segera pulang karena hari sudah senja.
" Naruto-kun, kau tahu dimana tas ninjaku?" tanya Hinata sedang mencari sebuah tas berbentuk bulat.
" ah, tidak, sebenarnya kau tadi menyimpannya dimana sih?" ucap Naruto tapi Naruto tidak ikut mencari nya, Naruto hanya duduk memperhatikan tingkahlaku Hinata yang kadang berjongkok kadang menunduk kadang juga bertolak pinggang, semua itu membuat Naruto hanya tersenyum-senyum sendiri, tanpa Hinata sadari sebenarnya narutolah yang menyembunyikan tasnya untuk menunda kepulangannya.
" Naruto-kun! Bantu aku mencarinya" ucap Hinata yang melihat Naruto hanya memandanginya sambil tersenyum-senyum sendiri.
" apa ini yang kau cari, Hinata?" ucap Naruto lalu mengeluarkan sebuah tas berbentuk bulat dari belakang tubuhnya.
" e-eh, kenapa ada pada Naruto-kun?" tanya Hinata lalu berjalan mendekat kearah Naruto untuk mengambil tas miliknya, tapi sepertinya Hinata harus menelan ludah tatkala Naruto kembali menyembunyikan tas itu dibalik pingungnya.
" ayolah Naruto-kun, aku harus pulang!" ucap Hinata dengan Pupy eyes miliknya
Tentu dengan jurus Pupy eyes Hinata membuatnya dirinya sangat kawai dihadapan Naruto, Naruto betul-betul gemas melihat tingkah calon istrinya itu, akan tetapi ia juga merasa kasihan kalau Hinata pulang lebih malam lagi, akhirnya Naruto pun luluh dan membiarkan Hinata pulang.
"Hah, baiklah Hime, kau boleh pulang tapi kamu harus beri aku ciuman perpisahan dulu" ucap Naruto sukses membuat gelagapan Hinata
"Eh, Ciuman perpisahan, ah itu..." ucap gelagapan Hinata
"Hoo, yasudah aku berubah pikiran, aku akan menahanmu disini Hime, kau tidak boleh pulang tentunya" ujar Naruto
"Eh,yah yah Naruto-kun " ucap Hinata yang masih blushing tentunya
"tapi aku maunya disini" ucap Naruto sambil menujukan bibirnya itu.
"Eh... itu-itu..." ucap galagapan Hinata
"Hah, jadi bener kamu mau ditahan olehku disini, Oke fine" ucap Naruto
Pada akhirnya mau tidak mau Hinata pun mencium kembali bibir pria yang ia sayanginya itu.
Cup...
Sebuah kecupan singkat pun menghiasi suasana diantara kedua sejoli itu, mereka pun akhirnya menyudahi aksi mereka tersebut.. Hinata pun kemudian pamit pulang dari apartemen Naruto.
"Naruto-kun, aku pamit pulang dulu yah" ucap Hinata
"yah, hati-hati dijalan yah Hime" ucap Naruto
"yah, Oyasumi Naruto-kun" ucap Hinata sambil melambaikan tangan nya
Setelah itu Hinata kemudian berjalan pulang menuju kediamannya, Naruto pun memutuskan untuk rehat sejenak akan tetapi
Deggggggg...
'persaan apa ini, ko tiba-tiba aku merasakan firasat buruk terhadap Hinata, sebaiknya aku kirim saja Bunshin ku untuk mengawal dia pulang' ucap batin Naruto
"Kagebunshin no Jutsu"
Booofffftttt
Munculah bunshin milik Naruto, Naruto kemudian memberikan perintah terhadap bunshin itu.
"kau ikuti Hinata pulang, awasi dia, aku merasakan ada firasat buruk yang akan menimpanya, selain itu bawa ini, ini akan berguna disaat darurat, kau paham" ucap Naruto sambil mengasihkan Kunai Hiraishin miliknya kepada Bunshinya itu
"Haii, wakattebayou" ucap Bunshin nya itu
Seketika Bunshin Naruto melesat cepat mengikuti Hinata pulang menuju rumahnya.
'Hihi, aku haru lebih rajin lagi memasak agar Naruto-kun semakin sehat, jadi dia bisa mengurangi kebiasaan buruknya memakan Cup ramen' pikir Hinata sambil berjalan menuju arah rumahnya
Hinata berjalan pulang ke rumah nya akan tetapi ditengah perjalan di dekat taman Konoha, Dia dicegat oleh para pasukan misterius, seketika Hinata pun memasang Sikap waspada melihat mereka bukan orang ramah atau bersahabat baginya.
kemudian ditengah pasukan itu munculah sosok pemuda tampan dengan kulit pucat, rambut putih acak, dan mata dingin-biru dengan pupil biru yang dikelilingi iris seperti bentuk bunga berwarna biru dan putih setelah mengambil Byakugan Hiashi Hyuga. Dia mengenakan jubah putih, kimono adat berkerah tinggi dengan selempang kuning yang diikatkan di bahu kanannya dan selempang hitam dipinggangnya. Pada bagian belakang kimononya ada lambang kuning yang menggambarkan matahari tertutup bulan sabit. Di bawah jubahnya, ia mengenakan sarung tangan tanpa jari hitam dan sandal shinobi. Desain enam magatama yang terdapat di dadanya, menyerupai kalung yang dikenakan oleh Rikkudou Sennin. Dia adalah Ootsutsuki Toneri.
"Siapa kau?" Hinata kaget saat ia bisa melihatnya dengan jelas di bawah sinar lampu taman.
"Namaku Toneri, dan aku datang untuk mencarimu Byakugan no Hime." ucap orang itu, Toneri.
"Mencariku!?" Tanya Hinata Bingung.
Dengan sekejap para pasukan Misterius milik Toneri menyekap Hinata
"Kyyaaaaaaaa..." teriak Hinata
"Hinata!" Bunshin Naruto menemukan Hinata tepat sebelum lelaki itu membawanya.
''Apa-apaan ini,lepaskan aku'' teriak Hinata saat diri nya di bekap oleh shinobi misterius dari belakangnya. Dan laki-laki yang Nama nya Tenori itu mengeluarkan cahaya hijau yang membuat Hinata pingsan.
"Teme!, apa yang kau lakukan pada Hinata!?" Teriak Bunshin Naruto mencoba menyerang tapi tiba-tiba saja orang itu menghilang.
"Sial, kalau begini aku harus memanggil boss" ucap Bunshin Naruto
Dengan seketika Bunshin Naruto melemparkan Kunai Hiraishin
Flaassshhhhhhhhhh
Naruto asli pun muncul ditaman itu menggunakan Hiraishin miliknya. Setelah itu Bunshin Naruto pun menghilang, kini ingatan memori bunshi milik Naruto pun mengalir di otak Naruto.
Dan tak lama berselang, puluhan shinobi berlapis perban muncul. Mereka semua menyerang Naruto, Naruto menendang,memukul ,menangkis dan menyerang Shinobi-shinobi yang semakin banyak, tapi untungnya Naruto cukup kuat untuk menjatuhkan mereka semua.
''Tajuu Kagebunshin No Jutsu'' Naruto menciptakan beberapa bunshin untuk meladeni para shinobi itu, sementara Naruto yang asli mengejar si penculik Hinata.
"Hinata!" Teriak Naruto.
Naruto berlari melewati seluk beluk desa Konoha, melompati gedung-gedung yang baru saja selesai dibangun. Satu per satu shinobi misterius muncul dan menghalangi jalannya, namun Naruto mampu menerobos mereka dan terus mengejar salah satu anak buah Toneri yang membawa Hinata.
"Boomb!" Beberapa tembakan peledak dilesatkan oleh para shinobi misterius yang kini mengejar Naruto, namun Naruto mampu menghindari semua itu. Naruto terus berlari. Tapi kemudian, satu serangan berhasil mengenainya. Naruto terpental, dan saat ia bangun sudah tampak puluhan shinobi miterius di udara dan siap untuk menembakinya.
"!" Naruto tak mampu menghindar, namun ledakan itu tak cukup untuk melukai Naruto.
Naruto melompat dari kepulan asap dan balas menyerang,
"Rasenshuriken"
Rasengan kuning berbentuk shuriken pun melesat dan memotong habis tubuh para shinobi itu, yang kelihatannya bukan manusia.
"Kau!" Naruto akhirnya bisa sampai di hadapan si penculik. "Lepaskan Hinata!" Naruto menyerang namun lagi-lagi orang itu berhasil menghindar.
''Tunggu'' teriak Naruto.
Dari udara, tembakan demi tembakan kembali melesat ke arah Naruto. Mereka seolah tak ada habisnya, para shinobi misterius itu.
Hinata pun mulai tersadarkan diri tapi dia tidak bisa melepaskan diri nya karena merasa kehilangan kekuatan nya.
Naruto pun melemparkan rasenshuriken kedua ke arah si penculik langsung. Serangan Naruto mengenai puncak gedung tempat orang itu berpijak, membuat keseimbangannya goyah dan Hinata pun terjatuh.
"Kyaaaaaaaaaaa" teriak Hinata terjatuh di udara
'Kusoo, aku harus menggunakan Hiraishin level dua dan mengirim bunshinku untuk menyelamatkan Hinata' pikir Naruto
"Kegebunshin no jutsu"
Boooffffffffttttttttt...
Flaasssssssshhhhhhhhhhhhhhh...
Grreeeeeeepppppppppp...
Dengan sekejap Bunshin Naruto berhasil menyelamatkan Hinata, Bunshin Naruto kemudian membawa Hinata dengan ala bridal Style, untung saja Naruto sempat menanam segel Hiraishi ditas ninja milik Hinata, kekhawatirannya terbukti dengan upaya percobaaan penculikan yang dialami oleh Hinata itu.
lalu Naruto asli pun mulai melesat menuju si penculik, yang masih berdiri di puncak gedung. Orang itu mempersiapkan beberapa bulatan kuning untuk menembak sementara Naruto telah siap dengan sebuah rasengan di telapak tangannya.
Orang itu mulai menembak, satu per satu linkaran energi berwarna kuning ia lemparkan namun Naruto mampu menghindari semuanya. Hingga akhirnya Naruto sampai pada orang itu
'' Rasengan'' Teriak Naruto
Dan...
Blaaaarrrrrrrrrrr,...
Rasengannya beradu dengan bola energi musuh, menciptakan ledakan yang lumayan dahsyat. Akibatnya penculik itu menghilang entah kemana
Kini Hinata berhasil diselamatkan Naruto dari upaya penculikan, mereka berdua kini sedang berada diatap salah satu gedung di Konoha.
"Hinata.. kau tidak apa-apa?.." tanya Naruto yang khawatir melihat kekasih tercintanya itu
"Tenang Naruto-kun, aku baik-baik saja" kata Hinata yang masih syok dengan upaya percobaan penculikan terhadapnya tersebut.
"Darimana datang nya shinobi-shinobi itu?" tanya Naruto.
"Aku tak tahu.." jawab Hinata.
Lalu Toneri kembali. Dari kegelapan tiba-tiba saja ia muncul dan berkata,
"Hari terakhir sudah semakin dekat.. tapi sebelum itu.."
"Sialan kau!" Naruto mencoba memukulnya namun layaknya hantu orang itu kembali menghilang, dan muncul dengan tubuh yang melayang di udara.
"Sebelum itu, aku akan datang untukmu.."kata Toneri '' Hinata'' lanjut nya
"apa maksudmu?" tanya kebingungan Hinata
"Kau adalah Byakugan no Hime calon istriku, mari kita menikah agar kita bisa membangkitkan kembali ras yang sudah menghilang selama ribuan tahun silam" jelas Toneri
"aku tidak mau menikah denganmu" ucap tegas Hinata
"Oh, jadi begitu jawabanmu, baiklah mungkin kau orang yang akan bernasib sama dengan Ayahmu, karena kau menolak penawaranku" desis Toneri
"apa maksudmu? Sialan!" teriak Naruto
"Hnn, Hiashi Hyuuga sudah kulenyapkan dari muka bumi, aku sudah mengambil matanya dan aku sudah menanamkan matanya dimataku jadi kau bisa lihat mata Tenseigan milikku adalah mata ayahmu. Itulah akibatnya jika menolak permintaan Klan Ootsutsuki" jelas Toneri
Hinata sangat syok mendengar perkataan Toneri, Ayahnya sudah terbunuh olehnya, rasa ketakutan kini menyelimuti hatinya. Sedangkan reaksi Naruto sangat begitu emosional mendengar kematian Hiashi tentunya. Saat Naruto ingin membuka suara tiba-tiba keberadaan Toneri lenyap begitu saja.
"Hiks..hiks.. Otousama..Naruto-kun Otousama sudah terbunuh hiks..hiksh" ucap lirih Hinata menangis meratapi kematian ayahnya itu.
"Hime, maafkan aku yang sudah gagal mencegah ini semua" ucap lirih Naruto
"kamu tidak salah Naruto-kun, mungkin ini semua adalah takdir yang digariskan kami-sama, aku sudah menerima ini semua Hiks..hiks..., tapi aku takut Toneri akan meneror kembali " ucap lirih Hinata
"Hime, aku berjanji akan melindungimu dan tak akan meninggalkanmu, aku tahu semua ini berat bagimu, akan tetapi kamu masih punya aku, Hanabi dan teman-teman yang selalu berada disampingmu" ucap Naruto
" Arigatou Naruto-kun" ucap lirih Hinata
"sudahlah lebih baik aku antar kamu kerumahku dulu, mengingat keadaan sekarang tidak stabil, maukan Hime?" tanya Naruto
"Haii, Naruto-kun" ucap Hinata
'sebaiknya aku mengirimkan Kuchiyose katak pengirim pesan ke Kakashi sensei' pikir Naruto
Flassssshhhhhhhhh.
Kilatan kuning membawa Hinata dan Naruto menghilang dari tempat mereka berada.
Sementara itu disudut lain Konohagakure
Kini seorang pemuda tampan dengan kulit pucat, rambut putih acak, dan mata dingin-biru dengan pupil biru yang dikelilingi iris seperti bentuk bunga berwarna biru dan putih setelah mengambil Byakugan Hiashi Hyuga. Dia mengenakan jubah putih, kimono adat berkerah tinggi dengan selempang kuning yang diikatkan di bahu kanannya dan selempang hitam dipinggangnya. Pada bagian belakang kimononya ada lambang kuning yang menggambarkan matahari tertutup bulan sabit. Di bawah jubahnya, ia mengenakan sarung tangan tanpa jari hitam dan sandal shinobi. Desain enam magatama yang terdapat di dadanya, menyerupai kalung yang dikenakan oleh Rikkudou Sennin. Dia adalah Ootsutsuki Toneri tiba-tiba muncul di sisi utara desa Konoha
"Tunggu berhenti, siapa kau sebenarnya?" ucap Shinobi Konoha
"Hnn, siapa aku, aku hanya malaikat maut bagi kalian" ucap Toneri sambil berjalan masuk kedalam desa Konoha
"Tangkap dia, dia masuk tanpa izin pihak Konoha!" ucap Shinobi Konoha
Kemudian 10 shinobi konoha itu menyerang Toneri dengan Ninjutsu Katon mereka
"Katon: Goukakkyou no jutsu"
"Tch, dasar bodoh" desis Toneri
Kini 10 bola api melesat cepat menuju Toneri, tapi sayang Toneri berhasil mematahkan serangan Shinobi Konoha tersebut dengan bola Hijau kebiruan ditangannya, Ninjustu mereka berhasil diserap oleh Toneri menggunakan bola hijau itu.
Sedangkan para shinobi Konoha hanya memblalakan matanya karena terkejut melihat ninjutsu mereka diserap oleh Toneri
"Ninjutsu tak akan berguna jika kalian berhadapanku, ini aku kembalikan pada kalian semua" desis Toneri
Bola hijau yang tadinya menyerap ninjutsu para shinobi Konoha itu kemudian melesat cepat menuju para Shinobi Konoha
"Kinbō Tensei Baku"
Blaaaarrrrrrrrrrr...
Bola hijau itu sukses mengenai para Shinobi Konoha, akibatnya banyak Shinobi konoha tewas terkena bola hijau misterius itu.
"Baiklah, sekarang tidak ada waktu bermain-main lagi" gumam Toneri
Toneri kemudian merapalkan sebuah handseal ke permukaan tanah
"Kuchiyose no Jutsu"
Poooofffttttttt...
Seketika asap raksasa membumbung tinggi diKonoha, kemudian setelah asap itu menghilang kini terlihatlah sebuah Monster hitam legam mirip Jubi lengkap dengan sebuah mata Tenseigan kuning di kepalanya.
Goooaaarrrrrrrrrrr...
Goaaaaarrrrrrrrrrr...
Para Shinobi dan penduduk konoha pun terkejut melihat monster itu.
"Tidak mungkin" gumam salah satu penduduk
"Itu Juubi" teriak Shinobi Konoha
Sendangkan Toneri hanya menyeringai melihat ekspresi kepanikan dan ketakutan para penduduk dan Shinobi Konoha itu.
"mengamuklah Kurobi..." perintah Toneri
Dengan seketika Kurobi mulai mengamuk didesa Konoha.
Buuuaaaaarrrrrrrr...
Buaaaarrrrrrrrrrrrr...
Hentakan tangan dan Kaki Kurobi sukses melululantahkan wilayah utara Konoha, para penduduk berlari ketakutan menyelamatkan diri, mereka merasa ini seperti Insiden mengamuknya Kyuubi pada 18 tahun lalu, dan sekarang mereka mengalaminya kembali.
Dikantor Hokage
"Gawat Rokudaime-sama, ada Monster misterius mengamuk ditengah pemukiman Konoha" ucap Anbu kitsune
"Apa bagaimana bisa itu terjadi, bagaimana bisa ada monster mengamuk didesa ini?" tanya Kakashi
"aku tidak persis apa yang terjadi, tapi setelah penyerangan misterius yang dilakukan pemuda bersurai putih dengan lambang klan Ootsutsuki itu, monster itu kemudian tiba-tiba muncul didesa" ujar anbu Kitsune
Ditengah pembicaraan mereka munculah katak pengirim pesan dari Naruto, Kakashi pun menerima pesan tersebut, kemudian dia terkejut dengan informasi yang didapatnya, tampaknya situasi Konoha berubah menjadi sangat rumit baginya
"jadi pelakunya sama rupanya" gumam Kakashi sambil berpikir sejenak mengambil langkah selanjutnya
"kalau begitu segera Evakuasi penduduk didesa menuju tempat perlindungan, pastikan juga para anbu dan para Shinobi menahan monster itu sementara, lalu lindungi juga para Shinobi muda, mereka tak akan ku biarkan terlibat karena ini adalah masalah internal Desa" perintah Kakashi
"Haii, Rokudaime-sama" ucap Anbu kitsune pergi meninggalkan Kakashi
'sebaiknya aku membalas pesan Naruto, mungkin aku bisa menyuruhnya bertemu sekarang juga, mengingat keadaanya begitu kacau' pikir Kakashi
Kemudian Kakashi pun menulis balasan pesan Naruto, pesan itu kemudian dimasukan kedalam katak pengirim pesan. Setelah itu katak itu kemudian menghilang dari kediaman kantor Hokage
'sebaiknya aku harus bersiap-siap' pikir Kakashi
Sementara itu diapartemen Naruto
"Hime, tenangkanlah dirimu, minulah coklat hangat ini, semoga ini bisa membuatmu tenang" ucap Naruto
"Arigatou Naruto-kun" ucap Hinata sambil meminum coklat hangat tersebut secara perlahan-lahan
Goaaaaarrrrrrrrrrrrrr...
Gooooooaaaarrrrrrrrrrr...
Degggggg
Perasaaan Hinata dan Naruto kini merasakan hal buruk akan terjadi malam ini
Mindscape on
"Hoi gaki, apa kau merasakan hal yang sama?" tanya Kurama
"yah, aku merasakan niat jahat yang begitu besar berada disekitar desa? Sebenarnya apa yang terjadi Kurama?" tanya Naruto
"Tidak salah lagi, ini niat jahat dari Kurobi" ucap Son Goku
"maksudmu Kurobi, apa yang terjadi sebenarnya Son?" tanya Naruto
"nanti kami jelaskan Naruto, kau lebih baik cepat bersiaga desa ini dalam keadaan berbahaya!" ucap Kurama
"baiklah, aku akan pergi kesana!" ucap Naruto
Mindscape off
"apa itu Naruto-kun, suara apa itu?" tanya Hinata
"aku tidak tahu, tapi aku akan bersiap-siap keluar untuk menyelidikinya, kamu tetap disini yah Hime" perintah Naruto
"tapi-tapi Naruto-kun.." ucap Hinata kemudian terputus melihat kemunculan katak pengirim pesan milik Naruto
Naruto kemudian membuka pesan dari Kakashi, sontak isi pesan dari sang guru itu membuat Naruto sangat terkejut, Hinata pun melihat ekspresi sang kekasih pun menatap cemas dan Khawatir.
"Naruto-kun, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Hinata
"sebenarnya ada Mirip Juubi sedang mengamuk di desa Konoha" ucap Naruto
"hah mustahil, juubi kan bukannya sudah disegel olehmu Naruto-kun?" tanya Hinata
"Juubi memang telah kusegel bersama Sasuke dulu, ini bukan Juubi melainkan Kurobi, tadi aku mengetahui hal itu dari penjelasan singkat para Bijuu, tapi apapun namanya, aku harus menghentikan ini dengan segera" jelas Naruto
"aku ikut Naruto-kun" ucap Hinata
"tidak Hime, kamu tetap disini saja yah" perintah Naruto
"tapi-tapi Naruto-kun, aku sangat khawatir.." ucap cemas Hinata
"tenang saja Hime, aku berjanji akan menuntaskan ini dengan cepat, aku sudah memasang kekai merah yang bisa menahan serangan bijuu jadi kamu akan aman disini" ucap Naruto
"Kamu janji kan pulang dengan selamat?" tanya Hinata
"yah aku janji Hime" ucap tegas Naruto
Naruto kemudian memakai kembali pakaian ninjanya disertai Jubah Hokage miliknya bertuliskan kanji "Nanadaime Hokage"
"hati-hati yah Naruto-kun" ucap lirih Hinata
"Yah, Hime, Aku akan segera kembali" ucap Naruto persis dilakukan Yondaime Hokage ketika ia meninggalkan Istrinya untuk bertempur melawan Kyuubi 18 tahun lalu.
'aku merasakan firasat buruk, Oh kami-sama lindungilah Naruto, aku mohon semoga dirinya selamat dan sehat' ucap lirih batin Hinata melepas kepergian sang Kekasih tercintanya itu.
Konahagakure
Kurobi tengah mengamuk ganas ditengah desa Konoha, warga pun akhirnya dievakuasi menuju tempat perlindungan, lalu Kakashi dan para Shinobi lainnya berusaha mencegah amukan Kurobi dan menyeretnya menuju keluar desa agar tidak banyak memakan korban
"Rasakan ini monster jelek" ucap para Shinobi melemparkan justu katon miliknya
"yah, terimalah sialan" ucap salah satu Shinobi melemparkan 100 kunai peledak
Tapi sayangnya jutsu mereka tidak mempan menghadapi Kurobi, mereka pun akhirnya terpental jauh akibat serangan Kurobi
"Semuany gunakan formasi C" perintah Kakashi
"tapi Rokudaime-sama, Formasi C hanya bertahan selama 35 menit, lagi pula ini banyak memiliki resiko dan menguras cakra, sangat riskan bagi monster yang belum kita ketahui kemampuannya apa" ucap Shikamaru
"Aku tahu itu, tapi ini hanya mengulur waktu sampai Nanadaime datang" ucap Kakashi
"baiklah aku mengerti, semuanya Gunakan formasi C" perintah Shikamaru
"Haii" ucap kompak para Shinobi
Gooaaarrrrr...
Goaarrrrrrrr...
Teriakan Kurobi begitu membahana disekitar Konoha
Flassssssshhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...
Akhirnya Naruto pun datang, dirinya kini sedang berada diatas patung Yondaime Hokage, Kurobi pun menyadari kehadiran Naruto. Dia pun akhirnya mencoba melepaskan Bijudama kearah Naruto
Syuuuuuuutttttttttttttttttt...
Singgggggggggggggggggggggg...
Kurobi kini membuat sebuah Bijudama kearah Naruto, Naruto menyadari hal itu, dia merasakan kehadirannya sangat tidak disukai oleh Kurobi.
'Sebagai Nanadaime Hokage, aku akan melindungi desa dan keluargaku sekarang, inilah hal yang perlu aku lakukan.' Ucap batin Naruto
'Aku tidak akan membiarkan monster ini berprilaku seenaknya di Desaku, sebaiknya aku berubah kedalam True form Bijuu mode untuk menyeretnya pergi dari Desa' pikir Naruto
"jadi kau sudah menyadari keberadaanku" ucap Naruto melihat Kurobi sedang membuat Bijuudama
"Minna bisakah kita gunakan True form bijuu mode?" tanya Naruto
"beri kami waktu 15 menit untuk mengumpulkan cakra Naruto, kita sudah lama tidak melakukan hal ini" ucap Kurama
"apa tidak bisa lebih singkat lagi, keadaannya begitu gawat" ucap Naruto
"maaf Naruto, itu sudah waktu paling singkat, kau bisakan mengulur waktu untuk kami" ucap Matatabi
"baiklah aku mengerti" ucap Naruto
Singgggggggggg...
Wussshhhh...
Bijuudama Kurobi itu akhirnya melesat cepat menuju arah Naruto.
'Sial, kalau begini aku terpaksa menteleportasikannya menggunakan Amenominaka, Hiraishin tidak akan sempat lagi' pikir Naruto
Naruto kemudian memejamkan matanya beberapa saat, setelah itu matanya terbuka kembali, kini terlihat mata biru muda dengan pola riak air, lengkap dengan 6 tomoe dan disertai dengan pupil mata bewarna biru muda keputihan membentuk pola bunga seperti Tenseigan, mata Naruto kini berada dalam mode Rinne Tensei Sharingan.
"Amenominaka: Yomotsu Hirasaka"
Sreeeeeettttttttttttttt...
Terbukalah sebuah portal dimensi Raksasa dihadapan Naruto, kemudian Bijudama itu terseret menuju dimensi milik Naruto, dan akhirnya meledak didalam Dimensi milik Naruto
"Hah..hahah.. sudah kuduga memakai Amenominaka akan banyak memakan cakraku, sebaiknya aku segera bergabung ketempat Kakashi-sensei " gumam Naruto
Akan tetapi disaat Naruto hendak pergi ketempat Rokudaime, Pria misterius itu kembali mencegat perjalanan Naruto
"Owh, kau lumayan hebat juga reinkarnasi Ashura, menteleport sebuah bijuudama kedalam dimensimu, aku tak menyangka kau mempunyai Dojutsu Kekkei Mora yang legendaris itu." Ucap Toneri tiba-tiba muncul dihadapan Naruto
"Siapa kau sebenarnya dan kenapa kau menyerang Konoha?" tanya Naruto
"hn, aku adalah Ootsutsuki Toneri , aku adalah salah satun keturunan cabang Klan Ootsutsuki, aku menyerang Konoha dan Dunia untuk memulai wasiat Suci dari Hamura Ootsutsuki " desis Toneri
"Wasiat suci, apa maksudmu kenapa kau ingin sekali menghancurkan Dunia ini?" tanya Naruto
"Dunia buatan Rikkudou Sennin sudah banyak menemui kegagalan, Cakra, Bijuu selama ini hanya digunakan untuk peperangan dan senjata bagi kalian, oleh karena itu didalam wasiat suci jika Dunia sudah menyimpang dari jalan Shinobi yang sebenarnya, Klan kami dipercayakan untuk melakukan Penghakiman atas Dunia ini" ucap Toneri
"jadi intinya kau akan menghancurkan Dunia ini" ucap Naruto
"tepat sekali, aku sangat kagum dengan perkiraaanmu Nanadaime Hokage" desis Toneri
"Apa kau tidak tahu Dunia sudah damai, aliansi sudah terbentuk sejak lama, lantas kenapa kau tetap bersikukuh ingin menghancurkannya?" tanya kembali Naruto
"menurutku percuma saja, karena pada hakikatnya kalian sudah menemui kegagalan, bagaimana jika perang kembali pecah, aku yakin Usaha kalian hanya sia-sia belaka, oleh karena itu malam ini aku akan mulai penghakiman atas Dunia ini, dan dimulai dari menghancurkan Konoha tentunya." Jelas Toneri
"Aku sebagai Nanadaime Hokage, tak akan membiarkanmu menghancurkan Dunia ini, aku akan melindungi Dunia ini" ucap tegas Naruto
"Hnn, sudah kuduga pembicaraan tidak akan menghasilkan apapun, sebaiknya kita mulai saja pertarungan kita" ucap Toneri sambil mengaktifkan Tenseigan cakra mode.
Sedangan Naruto pun mengaktifkan Rikkudou Senjustu mode miliknya.
'aku sebaiknya membawanya kedalam dimensiku, aku tidak ingin banyak penduduk terluka karena serangannya, lagi pula aku yakin dia tidak akan menahan lebih lama lagi Kurobi didalam pengaruhnya, aku harus mengalahkannya disana. sebaiknya aku percayakan Kurobi kepada Rokudaime' pikir Naruto
"Amenominaka"
Sreeeeeeettttttttt...
Dimensi Naruto
Tiba-tiba Toneri dan Naruto berada didalam dimensi milik Naruto, Naruto sukses membawa Toneri masuk kedalam dimensinya
"owh, jadi kau ingin betarung denganku disini, aku sangat bersenang hati meladenimu" desis Toneri
Toneri kemudian begerak cepat menuju Naruto, pertarungan keduanya pun tak terelakan lagi
Buaghhhhhhhhhhhhh...
Wussshshhhhhhh...
Buagggghhhhhhhhhhh...
Wushhhhhhhhhh...
Buaaggggghhhhhh...
Adu taijutsu pun terjadi antara keduanya, keduanya melesat cepat diudara ,mereka saling hantamkan pukulan satu sama lainnya.
"menyerahlah, kau tidak akan bisa mengalahkanku" desis Toneri
"Ginrin Tensei Baku"
Bola-bola hijau disekitar toneri berubah menjadi putaran cakra, mirip seperti Rasenshuriken, sedangkan Naruto kembali mengambil gudoudama miliknya untuk dijadikan inti jutsunya
"Senpou: Bijudama Rasenshuriken"
Blarrrrr...
Duaaarrrrrrrr...
Ledakan pun terjadi akibat dua jutsu yang saling bertabrakan itu, Naruto dan Toneri masing-masing terpental kearah berlawanan.
'sial aku bahkan sulit melukai nya kalau begitu tidak ada pilihan lain' pikir Toneri
"Kinrin Tensei Baku"
Ditangan Toneri terbentuklah pedang laser emas. Dengan sekejap Toneri mengayunkan pedang laser itu kearah Naruto yang masih terbaring ditanah
'sial, aku harus merasakan firasat tidak enak dengan pedang itu, kalau begini aku harus gunakan Amenominaka untuk berteleport dan mensubtitusikan posisiku' pikir Naruto
"Amenominaka"
Wussshhhhhhhhh...
Blaaarrrrrrrrrrrrrr...
Duaaaarrrrrrr...
Pedang laser Toneri suskses membelah dimensi Naruto menjadi 2 bagian. Toneri menyeringai puas melihat hasil jutsu nya itu.
'dengan begini tamatlah riwayatmu reinkarnasi Ashura' pikir Toneri
Flasssshhhhhhhhhhhh...
Akan tetapi tanpa disadari Toneri tiba-tiba Naruto berada dibelakang dirinya. Kenapa naruto bisa berada dibelakang Toneri, karena ia sendiri sudah menandai batu besar dibelakang Toneri, dirinya berpindah posisi dengan batu itu, sehingga Batu besar itu lah yang dibelah Toneri, Toneri sendiri lengah dan tidak menyadari apa yang diperbuat oleh Naruto.
Hyyaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh...
"Senpou: Ransenrengan"
Blarrrrrrrrrrr...
Toneri sukses terkena Rasenrengan milik Naruto, dia pun terpental puluhan meter akibat Rasenregan milik Naruto.
"Ughhhhhhhhh, tidak mungkin kau seharusnya sudah terbelah dengan jurusku, Ughhhhhhh. Tidak ada yang bisa selamat dari jurusku" gumam Toneri sambil meringis kesakitan
Flashhhhhhhhhhhhhhh...
Naruto kemudian bergerak cepat menuju tempat Toneri berada, Toneri pun terhenyak dan kaget melihat Naruto sudah berada didekat dirinya.
'Apa Hiraishin no jutsu, kapan dia menandaiku, mungkinkah disaat aku terkenan jutsu nya itu' pikir Toneri
Naruto kemudian merapakalkan sebuah Handseal fuin ditubuh Toneri
'sial, ini segel Kontrak, apa dia berniat memisahkanku dari Kurobi' pikir Toneri
"dengan begini, kau tidak akan bisa lagi mengendalikan Kurobi dan kekuatanmu akan kusegel" ucap Naruto
"Rikkudou no Fuin : Shīruwashi"
"Uaagggghhhhhhhhhhhhh" Toneri meringisi kesakitan akibat Fuin jutsu milik Naruto itu
Setelah Fuin jutsu selesai kini mata Tenseigan Toneri berubah menjadi mata Byakuugan normal, dan dirinya pun kehilangan kemampuan mengolah cakra.
"Ughhhhh...keparat kau Reinkarnasi Ashura...!" desis Toneri
"aku harap kau sadar dengan apa yang kau perbuat Toneri" ucap Naruto
Naruto kemudian beranjak pergi meninggalkan Toneri, akan tetapi tiba-tiba tubuh Toneri berubah menjadi lempengan tanah liat putih, Naruto kemudian tertahan dengan tubuh Toneri itu
"kau boleh saja mengambil kekuatanku, akan tetapi kau pikir aku datang kesini tanpa persiapan hah, kita akan mati bersama wahai Reinkarnasi Ashura"
'sial, jangan-jangan dia mau berniat membunuhku dengan cara bunuh diri' pikir Naruto
"kau sudah terlambat hahahahahahaha" teriak Toneri
"Ninpou: Bura suto jigoku"
Blaarrrrrrrr...
Duaaarrrrrrrrr...
Tubuh Toneri kemudian meledak tanpa tersisa akibat jutsu itu, lalu bagaimana nasib Naruto, untung saja Naruto sudah menandai salah satu batu raksasa dihadapannya sebelum ledakan terjadi , akibatnya batu raksasa itulah yang meledak bersama Toneri
"Hah...hahah... untung saja aku sudah berteleport kalau tidak aku bisa jadi abu " ucap Naruto sambil melihat tubuh Toneri menjadi abu
"Yosh, saat aku pergi menuju tempat Rokudaime" gumam Naruto
Konohagakure no Sato
Goarrrrrrrrr...
Kurobi kini terlepas dari pengaruh Toneri, tetapi tetap saja Kurobi masih mengamuk didesa Konoha
"Doton : Sando no Jutsu"
Kini Kurobi berhasil terperangkap dengan jutsu Doton, jutsu ini menciptakan dua tembok tanah raksasa di kanan dan kiri target kemudian menjepit target. Dengan tembok yang begitu besar bisa dibilang 2kali lipat dari besar Kurobi
"Kageshibari no jutsu"
Kemudian puluhan bayangan milik klan Nara mengunci pergerakan Kurobi
"ckkk, sial ini tak akan bertahan lama lagi, bagaimana Rokudaime, apa sudah ada tanda-tanda kedatangan Nanadaime ?" tanya Shikamaru sambil menahan Kurobi dengan Jutsunya itu
"aku masih belum melihat Naruto, aku mohon tahan sebentar lagi" perintah Kakashi
"aku tahu, tapi ini tidak akan bertahan lama lagi, para Shinobi sudah kehabisan cakra" ujar Shikamaru
Goaaaarrrrrrrrrrrrrr...
Swwwwiiiiiinnnnnnnnnnnnnnngggggggggggg...
Syyuuuuuuutttttttttttttttttttttttttttttttttttttt...
Tampaknya Kurobi benar-benar kehabisan kesabaranya, dia pun kemudian membentuk sebuah bijuudama raksasa.
Kakashi dan para Shinobi pun mulai putus asa untuk menghalau serangan Bijudama itu
'sial, padahal gerakan sudah dilumpuhkan, kemana Naruto sebenarnya? apa dia sedang berada dalam masalah' pikir Kakashi
Wusssshhhhhhhhhhhhh...
'sial Bijuudamanya mengarah kedalam desa' ucap batin Kakashi
Bijuudama Kurobi pun melesat cepat menuju pusat Desa, Kakashi hanya pasrah melihat tidak ada kemungkinan lagi menyelamatkan Desa, akan tetapi
"Amenotetjikara"
Wussshhhhhhhhhhhhhinggggggggg
Tiba-tiba saja Bijudama yang mengarah ke pusat desa lenyap tak bersisa , lalu kemudian timbulah sebuah ledakan
Duaaaaarrrrrrrrr...
Blaaaaarrrrrrrrr...
Angin pun berhembus kencang akibat ledakan Bijuudama itu, ternyata Bijuudama tadi berhasil dipindahkan ke laut tak berpenghuni disekitar Negara Hi.
Kakashi kemudian terhenyak melihat Bijuudama itu menghilang dari desa, dirinya kemudian melihat diatas langit Konoha ada shinobi yang sangat familiar bagianya
"Kau Sasuke" ucap singkat Kakashi sambil menatap pria bermata Rinne Sharingan itu.
Sedangkan para Shinobi masih terhenyak dengan keadaan gila yang mereka alami, kemudian Sasuke pun menghampiri kakashi.
"maaf aku terlambat Kakashi-sensei" ucap Sasuke
"tidak kau tepat waktu, untung saja kau berhasil memindahkan Bijuudama itu kalau tidak Desa Konoha akan rata dengan tanah" ucap Kakashi
"Soukka, kalau begitu sebenarnya apa yang terjadi disini, aku datang kesini karena merasakan intesitas Cakra yang begitu besar, makanya aku memutuskan kembali ke Desa" ucap Sasuke
"kau lihat monster disana Sasuke" ucap Kakashi
"Soukka, jadi Kurobi mengamuk kedalam desa" ucap Sasuke
"apa maksudmu Kurobi, bukankah monster itu mirip Juubi?" tanya Kakashi
"aku tahu itu Kurobi karena aku sudah membaca peninggalan klan Ootsutsuki beberapa waktu lalu, Kurobi sebenarnya merupakan kumpulan kebencian para Bijuu, pada saat Rikkudou Sennin membelah para biju menjadi 9 bagian , terdapat sebuah kebencian luar biasa dari Juubi, oleh karena itu Rikkudou Sennin hanya menyegel sebagian kebencian itu didalam ke 9 Bijuu dan sisanya disegel kedalam Kurobi, Kurobi sendiri sebenarnya sudah disegel oleh Hamura diplanet yang sangat jauh di ujung galaksi kita" jelas Sasuke
"kalau begitu, kenapa Kurobi bisa sampai disini, aku betul-betul tidak mengerti?" tanya Kakashi
"dengan Tenseigan Kurobi bisa dibangkitkan kembali, mungkin ada pengguna Tenseigan yang membawa monster itu kedesa kita" ucap Sasuke
"Soukka, jadi ada yang bisa mengendalikannya aku paham sekarang" ucap Kakashi
"lalu kemana si Dobe? Bukankah seharusnya dia berada disini?" tanya Sasuke
"aku tidak tahu, akan tetapi aku punya firasat dia sedang berhadapan dengan pengguna mata Tenseigan itu, soalnya katak pengirim pesan dia menyatakan bahwa dirinya dan Hinata diserang oleh pengguna mata Tenseigan itu" jelas Kakashi
"Soukka, sebaiknya kita mengulur waktu sampai si Dobe tiba sensei" ucap Sasuke
"yah, aku paham maksudmu" ucap Kakashi sambil menatap Kurobi
Goaoaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
Swwiiiinnggggggggggggggggggggggg...
Syuuuuuuutttttttttttttttttttttttttttttttttt...
'ck sial, lagi-lagi dia membuat Bijuudama, disaat seperti ini aku sudah kehabisan cakra akibat pengunaan Amenotetjikara' gumam batin Sasuke
Flaassssssssshhhhhhhhhhhhhh...
Naruto kemudian datang dengan wujud Rikkudou Senjutsu mode miliknya
"Hoi Sasuke perlu bantuan?" tanya Naruto
"ckkk, kemana saja kau Dobe, kami sudah kewalahan dari tadi" desis Sasuke
"yare-yare tadi aku harus berurusan sebentar dengan pengguna Tenseigan" ucap Naruto
"yah sudah, ayo sebaiknya kita beraksi Dobe" ucap Sasuke
"yah, Aku mengerti Teme" ucap Naruto
"Minna aku pinjam kekuatan kalian?" tanya Naruto
"Yeah, kami sudah siap Naruto" ucap kompak para Biju didalam tubuh Naruto.
Naruto kemudian membentuk sebuah monster Biju mirip dengan Monster yang dikendalikan oleh Ashura. Monster kuning dengan kepala tiga bertangan enam dan berkaki 2. Sedangkan Sasuke kemudian membentuk Susanoonya guna menyelimuti True form Biju mode Naruto, maka hasilnya terbentuklah Isou Susanoo : True Form Bijuu Mode
'sebaiknya aku membuat kekai disekitarku agar menahan pegerakan Kurobi' pikir Naruto
"Dobe, kau bisa membuat Kekai disekitar Kurobi?, aku khawatir Kurobi semakin dekat dengan Desa" ucap Sasuke
"aku sudah memikirkan hal itu, Kakashi-sensei sebaiknya perintahkan para ninja menjauh diradius 2 km dari tempat ini, aku akan membuat Kekai" ucap Naruto
"Tapi, bukankah lebih baik kita membantumu?" tanya Kakashi
"tidak ada waktu lagi Kakashi-sensei, aku dan Sasuke akan melumpuhkan pegerakan Kurobi, kau perintahkan para Shinobi lain nya untuk berlindung" ucap Naruto
"baik, aku paham, semuanya menjauh dari sini" perintah Kakashi
"Haiiiii" ucap para Shinobi sambil menjauhi arena tempat berada Kurobi
Naruto kemudian melemparkan 4 tongkat Hitam ke 4 arah mata angin disekitar Kurobi
"Musekyojin"
Kini terbentuklah Kekai merah disekitar Kurobi, Kemudian Naruto berpikir untuk melumpuhkan Kurobi .
"Teme alirkan Amaterasu milikmu kedalam bijuudama, kita coba membakarnya dan melumpuhkannya" ucap Naruto
"yah, aku paham" ucap Sasuke
Naruto dan Sasuke kemudian berkolaborasi memebentuk sebuah Bijuudama dengan berlapiskan Amaterasu milik Sasuke
Syinnnnggggggggggggg...
Syutttttttttttttttttttttttttt...
"Bijuudama: Kagutsuchi"
Kurobi pun tak mau kalah, dia juga melemparkan Bijuudama milik kearah Naruto dan Sasuke, seketika 2 bijuudama saling bertabrakan satu sama lainnya
Wusshhhhhhhhhh...
Blaaarrrrrrrrrrrrrrrr.r...
Duaaaaarrrrrrrrrrrrrr...
Ternyata Bijuudama Kurobi mengalami kekalahan telak, akibatnya Kurobi terkena bijuudama kagutsuchi, dirinya terkena efek ledakan dan jilatan api Amaterasu disekitar tubuhnya.
Blusssshhhhhhhhh...
Tiba-tiba jilatan Amaterasu disekitar tubuh Kurobi lenyap seperti dihempaskan dengan jutsu Shinra Tensei.
'ck, sial, dia ternyata mempunyai kemampuan seperti Shinra tensei.' Ucap batin Sasuke
"sepertinya Ninjutsu tidak akan mempan Sasuke, bagaimana kita langsung menyerang dia saja?" saran Naruto
"baiklah, aku mengerti maksudmu" ucap Sasuke
Kemudian Isou Susanoo: True Form Bijuu Mode Naruto dan Sasuke membentuk 3 buah pedang raksasa di keenam tangannya masing. Dengan cepat mereka menebas Ekor Kurobi secara singkat.
Craassssssssshshhhhhhhh...
Zrreeeeeettttttttttttttttttttt...
Ekor Kurobi pun berserakan diarea serangan Naruto dan Sasuke, akan tetapi Naruto dan Sasuke kembali terkejut melihat ekor Kurobi tumbuh kembali dalam waktu 2 menit saja. Setelah serangan itu Naruto dan Sasuke kembali kebentuk Normal, tampaknya mereka berdua sudah mencapai batas.
Gooaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr...
Suara Amukan Kurobi semakin menjadi-jadi.
'Sial, dia memang makhluk Imortal, Hah aku dan Sasuke sepertinya sudah mencapai batas, kalau begini aku harus melakukan penyegelan dengan jurus itu, selain itu aku harus mengirim Sasuke keluar dari Kekai ini, agar ia bisa selamat dari Kinjutsu milikku' pikir Naruto
"Sasuke, maaf sepertinya kau cukup membantuku sampai disini saja" ucap Naruto
"apa maksudmu Dobe, aku tak mengerti ucapanmu itu" tanya Sasuke
"kau sudah mencapai batas Teme, lebih baik kau Istirahat saja, biar aku yang membereskan sisanya" ucap Naruto
"Aku masih Ugggghhhhh" bantah Sasuke, tetapi sayangnya dirinya tak bisa menyembunyikan rasa sakit di matanya itu.
"Sudahlah, kau istrirahat saja dulu, aku akan mengirimmu keluar Kekai" ucap Naruto
"Apa kau bermaksud menangani makhluk Imortal ini sendirian Dobe, aku tidak akan membiarkanmu!" ucap Sasuke
"Hey Teme, kau tahu sekarang tubuhku bergerak dengan kemauannya sendiri ,aku tidak bisa menerima penolakan" ucap Naruto
"kau bodoh Dobe, aku masih mampu membantumu, jangan korbankan dirimu Baka!" teriak Sasuke
Naruto hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Sasuke
"Arigatou Teme, aku titipkan Konoha dan Hinata-chan kepadamu, jadilah Hachidaime Hokage (Hokage ke 8) , lalu jagalah tekad api Konoha agar tak pernah padam" ucap Naruto sambil menteleport Sasuke menuju keluar dari Kekai.
Flassssssshhhhhhhhhh...
Diluar Kekai
Kini Sasuke sudah berada diluar Kekai, sedangkan Naruto pun kemudian memulai pertarungannya melawan Kurobi.
'sial, Dobe kenapa kau menteleportku keluar Kekai, apa yang sebenarnya kau rencanakan' pikir Sasuke
"Sasuke, kenapa kau berada disini, bukankah kau tadi bersama Naruto bertarung melawan Kurobi?" tanya Kakashi
"aku sudah diteleport keluar Kekai oleh si Dobe, Kakashi-sensei, tampaknya si Dobe itu akan menghabisi Kurobi sendirian" ucap Sasuke
Didalam Kekai
Mindscape on
"Naruto, apa kau yakin akan melakukan Hal ini?" tanya Kurama
"yap, aku sudah yakin, apa kalian mau membantuku?" tanya Naruto
"aku masih tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Naruto, kenapa kau masih berusaha mengorbankan dirimu sendiri?" tanya Kurama
"Kau tahu Kurama, sebagai Nanadaime Hokage sudah kewajibanku melindungi Tekad Api Konoha, aku harus menjaganya agar tidak pernah padam" ucap tegas Naruto
"Baiklah aku paham, tapi kau tahu kalau kau melakukan Kinjutsu itu kemungkinan hanya 5% kau bisa selamat" ucap Son Goku
"Aku tidak peduli, yang terpenting aku bisa melindungi masa depan Dunia dan Konoha, jadi apa kalian mau membantuku?" tanya Naruto
"baiklah kami akan membantumu Naruto" ucap Kurama
"Ariagatou Minna-san" ucap singkat Naruto
Mindscape Off
Goaaarrrrrrrrrrrrrrr...
Teriakan Kurobi terdengar diseluruh area Kekai, Naruto hanya menatap tajam Kurobi sambil memikirkan persiapan kinjustunya itu.
"baiklah sebaikanya akan kugunakan Rikkudou no Fuin untuk melumpuhkan nya" gumam Naruto
Naruto kemudian berubah menjadi Rikkudou Senjutsu mode kembali, kemudian ia mengerahkan 10 tangan cakra miliknya untuk menyekap pergerakan Kurobi
Goaaaaaaaaarrrrrrr.
Kurobi berusaha memberontak dan melepaskan diri, Naruto betul-betul kewalahan menghadapi Kurobi
'Sial, aku harus cepat melakukan segelnya' pikir Naruto
Dengan susah payah Naruto kemudian merapalkan handseal Fuinjutsu terlarang miliknya, setelah itu Naruto kemudian membuat segel kontrak dan menyentuh permukaan tanah
"Metsu"
Setelah Naruto mengucapkan segel itu, kini terbentuklah kanji-kanji rumit yang menyelimuti badan Kurobi.
"Sialan kau gaki, apa kau ingin menyegelku Hah!" desis Kurobi
"aku tidak akan membiarkanmu bebas berkeliaran lagi Kurobi, kekuatanmu terlalu kuat untuk Dunia ini" ucap Naruto
"Gooooarrrrrrrrr...Kisama, akan ku cincang kau Gaki" desis Kurobi
Naruto hanya mengacuhkan ancaman Kurobi, dirinya tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan Kurobi, baginya kini yang terpenting adalah menyegel Kurobi didalam Kinjutsu miliknya guna menyelamatkan Dunia dari kehancuran.
"Rikkudou no Fuin: Jigoku no burakkuhōru"
Usai merapalkan Fuinjutsu terlarang miliknya itu, seketika sebuah lubang Hitam raksasa terbentuk dan mulai menyedot Kurobi serta Naruto.
"Grrrrrr... Kisama awas kau Uzumaki Naruto!" teriak Kurobi terhisap lubang Hitam Neraka milik Naruto
'dengan begini, Kurobi akan tersegel dikerak Neraka, aku tahu resiko menggunakan justu ini, aku akan tersedot kedalam lubang hitam ini, mungkin saja aku akan mati karena tubuhku akan hancur akibat pergerakan Arus Dimensi ruang dan waktu, tapi ini sebanding dengan masa depan Dunia yang lebih baik lagi. Maafkan aku Hime, aku terpaksa harus meninggalkamu, demi melindungi Dunia ini pikir Naruto
Dengan sekejap lubang Hitam menyedot mereka berdua, setelah timbulah ledakan besar yang menghiasi Kekai merah itu
Duaaaaaaarrrrrrrrrrrrrr...
Blaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr...
"Narutoooo!" teriak para Rockie 10 melihat keadaan Kekai yang meledak dengan tiba-tiba.
Tangis dan duka pun pecah menghiasi kepergian Sang pahlawan, Konoha begitu berkabung setelah kepergian Naruto, semuanya menangis mengingat malam Tragis itu, terutama sang kekasih Naruto itu sendiri Hyuuga Hinata, dirinya amat terpukul dengan kepergian Naruto, sang kekasih tercintanya itu.
7 hari pasca Insiden penyerangan Kurobi
Malam purnama menghiasi langit Konoha, sangat terang sekali, bulan purnama itu sangat menyinari langit malam Konoha, akan tetapi bagi Hyuuga Hinata, bulan purnama ataupun matahari sekalipun tidak mampu lagi menyinari kehidupannya, mungkin akibat kepergian 2 orang yang paling dicintainya, pertama adalah sang Ayah Hiashi Hyuuga dan Uzumaki Naruto sang kekasih tercintanya, Hinata begitu terpukul dengan keadaan yang dialaminya itu.
"Hiks...Hiks...Hiks, Naruto-kun , Otousama..., kenapa kalian begitu tega meninggalkanku disini" ucap Hinata sambil memegang kedua foto orang yang disayanginya itu
Hanabi sendiri melihat Hinata begitu sedih, walau dirinya juga terpukul karena kehilangan ayahnya, akan tetapi dirinya lebih bersedih melihat Hinata sang kakak menangis pilu meratapi kepergian mereka
"nee-chan" ucap lirih Hanabi melihat Hinata dibalik celah pintu kamar Kakaknya
Hinata terus menangis meratapi kepergian Naruto, tanpa disadari dirinya terus menangis sampai ia lelah dan tertidur dimalam itu
Mindscape Hinata
Hinata pov
Aku melihat sebuah ruangan kuning emas disekitarku, aku merasakan Aura kedamaian yang begitu melekat diruangan ini, rasa begitu damai sampai melupakan kepedihan yang aku rasakan, tiba-tiba saja ada yang suara yang begitu familiar memanggilku
"Hime..." ucap Suara itu
"siapa itu?" tanya aku
"ini aku Hime" ucap suara itu kemudian dirinya menampakan sosoknya
Aku begitu terhenyak melihat sosok itu, sosok yang selama ini aku rindukan, sosok yang memberikan aku ketenangan , dia adalah Uzumaki Naruto
"Naruto-kun" ucap aku
Greeeeeppppppp
Aku kemudian memeluk erat tubuhnya, sangat erat, rasanya aku tidak ingin kehilangannya lagi.
"Hime, apa kabarmu disana, apa kamu baik-baik saja?" tanya Naruto
"Hiks...hiks.. kamu jahat Naruto-kun, kamu jahat.., teganya kamu meninggalkanku disini, aku betul-betul tak kuat lagi tanpa kehadiranmu disini" ucap lirih Aku
Tak terasa air mataku menetes begitu deras, sedangkan Naruto hanya tersenyum dan membasuh kembali air mataku
"maafkan aku Hime, aku melakukan hal ini semua, agar aku bisa melindungimu dan dunia ini" ucap Naruto
"kamu jahat, kenapa kamu malah mengorbankan diri demi aku" ucap lirih aku
"sudahlah Hime, jangan memasang wajah itu, tau gak kamu jelek kalau lagi menangis" ucap Naruto sambil membasuh helai rambutku dengan tangannya
"Mou abisnya kamu jahat, kamu seenaknya pergi meninggalkanku disini" ucap aku
"tenanglah Hime, aku tidak akan pergi darimu" ucap Naruto
"apa maksudmu Naruto-kun, kamu kan sudah tidak berada disini lagi?" tanya aku penuh kebingungan
"mungkin kau akan senang mendengarnya Hime, kau tahu aku sebenarnya masih merasakan tanda-tanda kehidupan didimensi lain" ucap Naruto
Aku pun terhenyak kaget mendengar pernyataan Naruto, aku betul-betul tak percaya jika Naruto masih hidup
" apa betul, kamu masih hidup Naruto-kun?" tanyaku kembali
"yah, tapi tubuhku masih terjebak didimensi lain, jadi sekarang aku masih belum bisa menemuimu Hime" ucap Naruto
"jadi begitu, apa tidak ada cara untuk menemuimu Naruto-kun?" tanyaku
"hehehe sudah kuduga kamu akan bertanya begitu, sebenarnya aku sudah meninggalkan gulungan Jikukan Hiraishin diapartemenku, mungkin saja dengan jurus itu kamu bisa pergi ketempat dimensiku berada, tapi resikonya sangat besar jadi aku harap kamu lebih baik memikirkan nya dengan matang" ucap Naruto
"apapun akan ku lakukan asal bisa menemuimu Naruto-kun" ucap aku dengan tegas
"tapi aku harap kamu memikirkannya kembali yah Hime, aku tidak mau kamu terluka oke" ucap Naruto sambil mengecup keningku
"Hmm aku mnegerti Naruto-kun" ucap aku
"baguslah, Hime sekarang sudah waktunya aku pergi, aku harap kamu bisa menjaga dirimu baik-baik yah" ucap Naruto
"tunggu Naruto-kun jangan tinggalkan aku" ucap lirih aku
"maaf Hime, waktuku sudah habis, jaga dirimu baik-baik yah" ucap Naruto
Setelah itu Naruto kemudian menghilang menjadi seberkas cahaya, aku hanya memandang lirih perpisahan sementara aku dengannya, akan tetapi aku masih punya jalan untuk menemuinya kembali
Hinata pov end...
Mindscape off...
Flashback End
"pada akhirnya kau memutuskan untuk menggunakan Jikukan Hiraishin guna mencari keberadaan Naruto, akan tetapi kamu malah terjebak didalam Dimensi ruang dan waktu akibatnya kamu terjebak dimasa depan, dan berubah menjadi anak berumur 4 tahun, pada saat itu kamu ditemukan oleh keluarga Hasegawa yang notabene nya adalah keluarga penjaga Kuil di kota Kyoto, jadi itulah mengapa kau akhirnya bisa mengalami Amnesia dan margamu berubah menjadi Hasegawa" jelas Hamura
"jadi ,Aku adalah Hyuuga Hinata, lalu mengapa aku sekarang menjadi manusia biasa tanpa cakra Hamura-sama?" tanya Hinata
"kau tahu, akibat perpindahan ruang dan waktu yang kamu lakukan pada saat itu membuat seluruh aliran cakramu terganggu sehingga kamu sekarang menjadi manusia biasa tanpa cakra, begitulah penjelasannya" ucap Hamura
"jadi begitu, Hiks...hiks...hiks.. aku tidak tahu lagi harus berkata apa" ucap lirih Hinata
Hamura dapat melihat raut wajah Hinata yang sendu itu, dirinya juga tahu mungkin Hinata begitu syok mendengar kebenaranya itu
"Maafkan aku Hamura-sama , aku malah menangis disaat seperti ini" ucap lirih Hinata
"tidak apa-apa, aku tahu ini berat tapi kamu harus tahu siapa jati dirimu sebenarnya, lalu bagaimana apa yang kamu lakukan sekarang setelah mengetahui siapa dirimu sebenarnya?" tanya Hamura
"aku akan kembali berjalan bersama Naruto-kun, aku betul-betul ingin membantunya mewujudkan perdamaian kembali" jelas Hinata
Hamura kemudian tersenyum mendengar jawaban Hinata, tampak seperti ia harapkan
"tapi apa aku bisa Hamura-sama, bukan kah aku sekarang tidak memiliki cakra lagi, aku ragu bisa melakukannya?" tanya Hinata
"kamu pasti bisa melakukannya Byakugan no hime , aku yakin kamu bisa, berjalanlah bersama reinkarnasi Ashura, aku yakin dengan kekuatan bersama kalian pasti bisa mewujudkan kedamaian sesungguhnya" ucap Hamura
"aku mengerti aku akan melakukan nya" ucap Hinata
"baiklah sebelum itu aku akan memberikan kekuatanku padamu" ucap Hamura
Hamura lalu menempelkan telapak tangan nya pada telapak tangan kiri Hinata , dia memberikan kekuatannya pada Hinata
"dengan begini, kamu bisa mempergunakannya untuk membantu reinkarnasi Ashura dalam mewujudkan perdamaian" ucap Hamura
Hinata hanya mengangguk mengerti apa yang diucapkan Hamura
"baiklah,waktuku sudah habis, bantulah reinkarnasi Ashura dalam mewujudkan perdamaian, aku percaya padamu Hyuuga Hinata" titah Hamura
Hamura kemudian menghilang bersama para prajuritnya.
Dream Hinata off
Bagaimana petualangan para pahlawan dalam mewujudkan kedamaian di dunian dxd, ikuti cerita selanjutnya
To be Continued...
Hai minna-san, selesai sudah pembahasan masa lalu Hasegawa Hinata, gomen kalau memakan 2 chapter dalam cerita,dan mungkin ceritanya kepanjangan hehehehe. tetapi pembahasan masa lalu Hinata begitu penting dalam cerita mengingat Author disini juga menjelaskan kronologi mengapa Hinata bisa berada di dunia Dxd dan Kurobi serta Naruto berada didimensi itu juga.
Setelah ini Author akan kembali meneruskan cerita kedalam Real time, tidak ada flashback.
Jadi ikuti terus cerita ini Oke..
Silahkan RnR, maaf cerita agak Typo, bad Summary, atau ada kata-kata yang kurang dipahami
