Free

.

.

.

.

[Sakura Haruno, Haruka Nanase] Rin Matsuoka

.

.

.

©Aomine Sakura

.

.

.

Masashi Kishimoto, Kóji Óji

.

.

.

(JIKA TIDAK SUKA DENGAN CERITA YANG DI BUAT AUTHOR ATAU ADEGAN DI DALAMNYA, SILAHKAN KLIK TOMBOL BACK!) DILARANG COPAS DALAM BENTUK APAPUN! DLDR!

Selamat membaca!

oOo

Gadis yang di panggil Sakura itu menolehkan kepalanya dan senyumnya langsung mengambang. Bibir merah muda yang tipis itu terangkat sudut-sudutnya dan kaki jenjang itu segera menuju kearah Rin.

Rin Matsuoka hanya bisa terpaku di tempatnya berdiri ketika Sakura memeluknya dengan erat. Dia tidak bisa menahan rasa haru yang membuncah di hatinya dan balas memeluk Sakura dengan erat.

"Rin!" Sakura melepaskan pelukannya. "Aku merindukanmu."

"Cih." Rin mengalihkan pandangannya.

"Oi, oi, siapa dia?"

"Iya, cantik sekali."

Telinga Rin bergerak-gerak ketika mendengar suara kasak-kusuk di belakangnya. Tanpa diberitahu siapapun, dia mengetahui bahwa tim renangnya sedang memata-matainya. Rin mengusap belakang lehernya tidak nyaman.

"Sakura, sebaiknya kita mencari tempat yang lebih nyaman untuk berbincang." Rin merangkul pinggang Sakura dan membawa gadis itu keluar dari lobby akademi Samezuka.

Beberapa anggota tim renang Samezuka mendesah kecewa ketika Rin membawa gadis berambut pink itu menjauh.

"Apa yang kalian lakukan disini?!" Mikoshiba Seijuuro memandang anggota timnya dengan pandangan menyeramkan. "Kembali ke kamar kalian masing-masing sekarang juga!"

.

Sakura mendudukan dirinya di bangku taman akademi Samezuka dan menghirup napas dalam-dalam. Dia sangat menyukai taman karena membuatnya merasa tenang.

"Bukankah kamu ada di New York?" tanya Rin. "Kenapa kamu ada disini sekarang?"

"Rin sendiri, pergi ke Australia tidak mengatakan apapun padaku!" balas Sakura. "Aku kembali ke Jepang dan bersekolah di sekolah menengah Iwatobi. Disana ada Haru-kyun dan Makoto-kun."

Rin terdiam mendengar perkataan Sakura. Tidak mendapatkan respon dari Rin membuat gadis itu menolehkan kepalanya. Mata bulatnya memandang Rin dengan pandangan keheranan.

"Ada apa, Rin?"

"Tidak ada apa-apa." Rin tersenyum. "Jadi, bagaimana kamu tahu aku pergi ke Australia."

"Jangan ragukan kemampuan stalker milik Haruno Sakura!" Sakura tersenyum sombong.

"Kau ini." Rin mengelus rambut Sakura dengan lembut. "Sepertinya tinggimu tidak bertambah, ya?"

"Mou!" Sakura menggembungkan pipinya. "Mau aku bertambah tinggi seperti apapun, kamu masih lebih tinggi dariku, Rin!"

Rin tidak bisa menahan tawanya dan mencubit pipi gembil Sakura dengan gemas.

"Ah- aku membawakanmu bekal makanan!" Sakura mengeluarkan kotak bekalnya.

"Apa kau berniat membunuhku?" tanya Rin spontan.

Bagaimana tidak, sewaktu kecil dulu, Sakura pernah membawakannya bekal. Dia hampir mati karena rasanya yang tidak karuan. Bahkan dia harus dirawat di UKS karena gangguan perut akibat makanan yang dibuat Sakura.

"Rin!" Sakura memukul lengan Rin dengan suara tawa miliknya. "Aku sekarang sudah pintar memasak, tahu!"

"Aku percaya." Rin bangkit dari duduknya. "Baiklah, ini sudah malam. Sebaiknya aku mengantarkanmu pulang."

Malam ini, Sakura tidak bisa menahan senyum bahagianya dan memukul bahu Rin.

.

.

.

"Haru!" Makoto mengejar Haru yang berjalan pulang. Dia menyamai langkahnya dengan langkah sahabatnya.

"Makoto, siapa itu Haruno Sakura?" tanya Haru.

"Kamu benar-benar tidak mengingatnya?" Makoto memandang Haru dengan pandangan tidak percaya. "Dia cinta pertamamu, Haru. Apa kamu tidak mengingatnya?"

Haru menerawang jauh. Dia memandang bintang-bintang di langit sebelum menarik napas panjang.

.

.

Sekolah dasar Iwatobi 5 tahun yang lalu.

"Haru-kyun!"

Haru dan Makoto yang berjalan menuju sekolahnya menolehkan kepalanya. Mereka bisa melihat seorang gadis kecil dengan rambut pink pendek yang berlari mengejar mereka.

"Pelan-pelan, Sakura. Nanti kamu bisa jatuh," ucap Makoto.

"Ohayou, Makoto-kun, Haru-kyun," ucap Sakura.

"Ohayou." Makoto membalas perkataan Sakura.

"O-ohayou." Haru memalingkan wajahnya.

"Lihat itu, Makoto-kun! Haru-kyun imut sekali!"

"Sakura, berhenti mengatakan jika aku itu imut."

.

.

"Baiklah! Kalian akan berlatih estafet untuk perlombaan nanti."

"Iya, pelatih!"

Sakura duduk di bangku di pinggir kolam renang dan memandangi teman-temannya yang sedang berlatih renang. Hari ini dia sedang tidak ingin berenang.

"Sakura, semangati aku, ya!" Rin mengusap kepala merah muda Sakura.

"Rin!"

Rin tidak bisa menahan tawanya dan berlari menuju kolam renang untuk bersiap, meninggalkan Sakura yang menggembungkan pipinya sembari merapikan rambutnya. Mereka tidak tahu, jika Haru memandangi mereka dengan pandangan tidak suka.

.

.

.

.

.

Haru membuka matanya ketika mimpi masa lalunya kembali datang. Dia mengusap wajahnya. Akhirnya, dia kembali mengingat Sakura. Mungkin, selama ini dia terlalu sering berenang hingga melupakan gadis yang bahkan istimewa untuknya. Dia akan minta maaf nanti.

Bangkit dari duduknya, dia menuju dapur untuk mengambil minum. Dia lupa jika dia belum makan hari ini. Setelah pulang, dia langsung menuju kamarnya untuk tidur.

"Rin, terima kasih sudah mengantarkanku pulang." Sakura tersenyum ketika Rin mengantarkannya pulang.

"Hmm.. segeralah tidur." Rin mengusap rambut Sakura dengan lembut. Dia selalu suka mengusap rambut lembut milik Sakura.

Suara pintu dibuka membuat keduanya menolehkan kepalanya. Sakura tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat Haru berdiri di depan pintu rumahnya.

"Haru-kyun!" Sakura menghampiri Haru. "Lihat siapa itu! Rin ada disini!"

Haru tidak menjawab. Mata birunya fokus memandang Rin yang mendenguskan wajahnya. Kemudian, matanya yang jernih itu beralih memandang kotak makan berwarna merah di tangan Rin.

"Sebaiknya aku pulang, Sakura," ucap Rin. Nada suaranya menjadi dingin. "Sampai jumpa di turnamen besok, Haru."

Haru memandang kepergian Rin hingga sosok sahabatnya itu menghilang. Sakura memandang Haru dengan pandangan bertanya. Tidak mengerti dengan situasi dan kondisi yang sekarang sedang dia hadapi.

"Haru, apa kamu sudah makan?" tanya Sakura mencoba mencairkan suasana. "Mau makan malam bersamaku? Aku akan membuatkanmu makan malam."

Sakura mengeluarkan kunci rumahnya dan membuka pintu rumahnya. Untung saja rumahnya dan Haru bersebelahan. Sedangkan Haru mengikuti langkah Sakura masuk ke dalam rumahnya.

"Permisi."

Haru memandang sekeliling rumah Sakura. Rumah itu di desain minimalis dengan tidak banyaknya perabotan yang ada di rumah itu. Sakura segera mengganti sandalnya dengan sandal rumahnya dan mengambil apron.

"Duduklah, Haru-kyun. Akan aku buatkan ikan makarel dengan nanas."

Haru memandang Sakura yang sedang mengupas nanas.

"Bagaimana kamu tahu makanan kesukaanku?" tanya Haru.

"Aku selalu tahu tentangmu, Haru-kyun," jawab Sakura tanpa menolehkan kepalanya.

Haru yang memang pendiam kini lebih pendiam lagi. Dia tidak berniat membuka percakapan lebih lanjut dengan siapapun. Pertemuannya dengan Rin membuatnya terkejut, apalagi hubungannya juga tidak membaik sama sekali.

Matanya beralih memandang bingkai foto yang ada di rak, tidak jauh dari tempatnya duduk. Disana, terpasang foto dirinya dan tim renangnya semasa sekolah dasar bersama Sakura yang tersenyum juga. Ternyata gadis itu masih menyimpan foto itu.

"Sudah selesai, Haru-kyun."

Sakura meletakan sepiring ikan makarel dengan bumbu nanas yang menggugah selera. Semangkuk nasi hangat dan ocha menemani mereka. Membuat air liur Haru hampir menetes tidak tertahankan. Sakura tidak bisa menahan tawanya ketika melihat mata Haru berbinar melihat masakannya. Di matanya, Haru seperti anak kecil yang menggemaskan.

"Jaa, aku makan." Haru mengambil sumpitnya. "Ittadakimasu."

Haru melahap ikan makarel buatan Sakura dan merasakan bagaimana rasa makarel panggang bercampur nanas menyatu dalam mulutnya. Lidahnya bahkan berteriak-teriak karena kelezatan masakan buatan Sakura.

"Enak?" tanya Sakura.

Haru menganggukan kepalanya dengan semangat tanpa sadar dan mengundang tawa Sakura muncul. Tangan putih itu menopang dagunya dan emerald yang mensejukkan itu memandang mata sebiru lautan yang tengah bersinar itu.

"Haru, apa hubunganmu dan Rin baik-baik saja?"

.

.

.

.

.

Rin membuka pintu kamarnya dan menemukan Ai sedang duduk di kursi belajarnya. Ai langsung menghampirinya dengan wajah khawatir khas miliknya.

"Matsuoka senpai kemana saja? Kenapa baru pulang?" tanya Ai.

"Kamu pasti tahu jika ada seseorang yang mencariku tadi," ucap Rin. "Apa kamu sudah makan?"

Rin membuka kotak bekal milik Sakura dan memandang makanan di dalamnya. Telur gulung dengan isi daging, dipadukan dengan cumi-cumi yang dibakar dan salad. Benar-benar menggugah selera.

"Um.. belum." Ai menjawab sembari menundukan kepalanya.

"Kalau begitu, kita berbagi saja." Rin memandang Ai. "Ittadakimasu."

Rin menerawang jauh dengan senyumannya. Jika Sakura ada disini sekarang, gadis itu pasti akan memujinya karena tindakannya. Sedangkan Ai, terheran-heran dengan sikap seniornya itu. Karena Rin, terkadang tidak mau berbagi apapun dengan teman-temannya.

.

.

.

.

.

.

"Kaa-san, mau diletakan dimana barang-barang Nii-chan?" tanya Gou membawa kardus berisi barang-barang milik Rin.

"Letakan di kamarnya, Gou."

Matsuoka Gou menuju kamar milik kakaknya dan membuka pintu kamarnya. Dia meletakan kardus itu sembarangan sebelum menarik napas lega karena pekerjaannya sudah selesai.

Dan ketika dia membalikan badannya, sebuah kertas terjatuh. Gou memandang kertas itu sebelum matanya membulat tidak percaya.

Disana, foto kakaknya semasa kecil yang mengalihkan pandangannya malu-malu di samping seorang gadis berambut pink. Dan Gou lebih terkejut lagi ketika melihat tulisan milik kakaknya.

For my First Love, aku mencintaimu.. Haruno Sakura.

Gou nyaris saja berteriak. Jadi, Haruno Sakura adalah cinta pertama kakakanya?!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Balasan Review :

Daisaki20 : sudaahh..

Yukumpme : Haaha.. Tsuyosaku udah ada bayangan, Cuma gatau mau ditulis kapan :3

Tersembunyi : udah di bikin setengahnya yang My Slave is My Love itu, Cuma datanya hilang TT. Jadi, aku harus mulai dari awal lagi TT

Saskey Saki : hehe.. iyakah? Makasih yaaa.. :3 Aomine Daiki, yaa.. aku udah lama gak liat Kuroko no Basuke sih.. hehe.. tapi gatau juga kalo ada ide yang muncul. Kita lihat nanti yaa..

Ichachan21 : yang bener yang bagian ketemu Makoto. Maklum, aku nulisnya pas lagi ngantuk itu wkwkwkw.. typo dikitlah *ditabok*

Kirara967 : sudaaahhh..

Slacker Shasha : Prince of Stride itu aku di rekomendasiin sama seseorang juga.. baru aku mau tonton mau tidur ini.. wkwkwk.. yah, kalo ada ide mah ntar pasti muncul fict wkwkwk..

Hoho.. mumpung lagi semangat ini makanya bisa dilanjutt.. :3 Kira-kira ada gak ya, cowok tampang Haru tapi sifat perpaduan antara Tsuyoshi sama Makoto. Kalo ada, bakal Saku iket di kamar *ditendang* *ketawa ala Keiichi*

Hahaha.. sebelum Saku disini semakin gila karena cowok-cowok tampan itu, saatnya undur diri.

Sankyu minna!

Sampai ketemu di chap selanjutnya!

-Aomine Sakura-