Main Cast : Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun (girl)

Genre : Romance, School-life, Hurt/Comfort

Rated : T (dapat berubah sewaktu-waktu)

A Town Where You Live

.

.

.

Cerita ini tidak murni karya saya. Plotnya terinspirasi dari anime Jepang berjudul Kimi no Iru Machi. Saya tidak bisa mencantumkan penciptanya karena saya tidak tahu, yang tahu bisa silahkan PM saya. Judul FF ini berasal dari judul yang sama hanya saja dalam bahasa Inggris.

Mengapa saya tidak merubahnya?

Itu untuk menghargai dan menghormati pembuat animenya. Tujuan saya membuat versi FF Chanbaeknya karena saya SANGAT MENYUKAI anime ini dan ingin berbagi. Nama tempat, sekolah, dan semuanya hanya khayalan semata yang disesuaikan dengan imajinasi saya dan juga keperluan cerita.

.

.

Happy Reading ~

.

.

.

Previous Chapter

"Apa oppa sangat putus asa ditinggal oleh eonniku? Hingga oppa berubah menjadi orang yang mengejar-ngejar eonniku seperti seorang stalker?" tambahnya.

"Aku hanya ingin mengkonfirmasi. Aku harus mendengar langsung semuanya dari bibirnya. Tolong beritahukan padanya" jawab Chanyeol tegas.

"Kau kesini untuk itu? Tidak heran eonniku menghindarimu." Sahut Krystal seraya mulai berjalan meninggalkan Chanyeol.

"Ya. Kau benar. Aku memang kesini untuk itu" jawab Chanyeol datar.

"Kau menakutiku oppa. Jangan marah begitu." Krystal sedikit kaget melihat ekpresi kosong Chanyeol. Dia melihat Chanyeol yang sudah berada sekitar 7 langkah dari tempatnya berdiri melihat kearahnya dengan tatapan terluka.

Chanyeol mengangkat wajahnya, menatap kedepan …

(Chanyeol POV)

Dia jatuh bersamaan dengan bunga sakura. Berat dan hangat tubuhnya saat dia bersandar padaku masih terasa dipunggungku.

"Baek …" panggilku dalam hati.

.

.

.

(Normal POV)

Krystal terus berjalan dan Chanyeol mengikutinya dari belakang. Namun kemudian dia berhenti dan menghadap Chanyeol.

"Apa yang oppa ingin konfirmasi dari eonniku?" Tanya Krystal dengan seringaiannya "Mm.. Atau jangan-jangan oppa malah mengikutiku sebenarnya? Aku tak apa jika memang benar begitu. Lagipula eonnie terlihat telah melupakanmu.. Dan-.."

Ucapannya terpotong ketika Chanyeol menatapnya tajam dan melewatinya.

"Dia menghilang persis didepan mataku. Aku hanya ingin mengkonfirmasi perasaannya padaku" jawabnya tanpa menghentikan langkahnya.

"Tapi kau tahu kan eonnie sudah punya pacar sekarang?!" ucap Krystal sedikit nyaring karena jarak mereka yang cukup jauh.

"Tentu saja aku tahu." Chanyeol berhenti dan menunduk. Matanya sarat akan kepedihan. "Aku hanya ingin mendengarnya secara langsung. Bukan hanya lewat pesan. Seandainya itu memang benar, aku sudah siap melepaskannya. Tapi jika tidak, aku akan membantunya menghadapi masalah yang sebenarnya." Chanyeol lalu melanjutkan langkahnya.

Krystal berlari dan menghadang Chanyeol. Sorot matanya tajam.

"Sebenarnya aku bingung oppa. Apa kau memang belum bisa melupakan eonniku atau kau hanya berniat balas dendam?" Krystal hendak mendorong Chanyeol tapi berhasil dicegah oleh Chanyeol dengan cara menangkap tngan kurus itu. Chanyeol lalu menghentaknya dengan sedikit kuat hingga Krystal hampir terjatuh.

Krystal menatap aneh Chanyeol dan segera membuka pagar rumahnya setelah sebelumnya berjanji akan memberitahu eonninya.

Chanyeol menatap salah satu kamar dilantai dua.

Deg!

Itu dia. Baekhyun sedang disana menatap balik kearah Chanyeol tersenyum kecil. Namun bagi Chanyeol itu bukanlah senyuman Baekhyun-nya.

.

.

.

Flashback on

Pintu rumah itu terbuka, masuklah seorang gadis berbadan mungil dengan rambut hitam sepinggang bersamaan dengan sekelopak bunga sakura yang jatuh tepat diujung kakinya.

"Selamat siang.. Aku Byun Baekhyun dari Seoul. Senang bertemu denganmu Bibi Park." Sapanya ceria. Chanyeol yang mendengar suara gaduh itu segera keluar dari kamar dan sempat terdiam melihat sosok gadis yang berada didepannya itu.

Siapa dia? Aku tak mengenalnya. Batin Chanyeol.

"Halo manis.. Silahkan masuk. Anggap saja rumah sendiri."

Baekhyun duduk manis di ruang tengah menghadap ke arah pintu balkon yang langsung mengarah ke pemandangan indah desa kecil itu. Tapi itu tidak berlangsung lama. Matanya berbinar ceria ketika melihat seekor anak anjing memasuki ruangan.

"Woahh.. Ada anak anjing. Oh! Lihat! Bibi apa ini foto kuno? Dan astaga! Apa ini bagus sekali bi.." Baekhyun tidak henti-hentinya mengagumi barang yang ada di ruangan sederhana itu.

(Chanyeol POV)

Apa-apaan gadis ini. Seperti tidak pernah melihat benda itu saja. Memangnya apa yang dia lakukan di Seoul sampai tidak pernah melihat hal itu. Batinku.

"Chan, ini Baekhyun. Ayah kalian berdua merupakan sahabat dekat." Ujar ibuku seraya meminum tehnya sambil memperhatikan Baekhyun.

"Ya aku sudah tahu, bu." Aku duduk di sofa depan ibuku. Baekhyun langsung bergabung bersama kami.

"Mulai hari ini dia akan tinggal bersama kita.."

"Ayahku berasal dari sini. Oh iya! Kita seumuran kan? Woah! Kalau begitu kita akan berada ditingkat yang sama." Aku tertegun dengan senyum itu. Matanya melengkung membentuk bulan sabit dengan bibir merahnya yang melengkung lucu.

"Ehm.. Ya tentu saja, lagipula didesa ini hanya ada satu SMA" jawabku sok cuek.

"Kalau begitu kau bisa tunjukan sekolah itu sekarang Chan.." ibu tersenyum lembut kearahku ketika aku tersedak tehku.

"Benarkah! Permintaan diterima. Ayo berangkat Chanyeol!" aku hanya bisa menghela nafas melihat itu.

.

.

Aku memboncengnya dengan sepedaku. Sedari tadi dia tak berhenti mengoceh dan berteriak kagum dengan pemandangan desaku. Aku meliriknya sekilas.

"Apa yang dia lakukan disini? Kenapa dia malah memilih desa dibanding Seoul dan juga dengan mudahnya tinggal dirumah orang asing. Dasar gadis aneh. Dia bahkan tidak bisa naik sepeda" batinku.

Aku memfokuskan fikiranku kearah depan dan tanpa sengaja melihat seorang gadis keluar dari Toko Kelontong tak jauh dariku. Aku tersentak dan langsung menghentikan sepedaku. Kurasakan wajahku memanas dan aku langsung menunduk memandang ban sepedaku.

"Ah sepertinya ban belakangnya kempes.." aku mencoba mencari alasan agar segera bisa pulang.

"Apa mungkin itu karena aku duduk dibelakang ya?" cicitnya. "Hei! Lihat apa gadis itu temanmu Chan? Aku akan pergi menyapanya" terlambat. Aku tak bisa mencegah Baekhyun karena dia sudah terlebih dahulu sampai didepan toko itu.

"Halo, aku Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu."

"O-Oh halo" kulihat dia tersenyum ramah ke arah Baekhyun "Aku Do Kyungsoo. Senang bertemu denganmu juga"

"Mohon bantuannya ya. Mulai hari ini aku tinggal bersama dengan Chanyeol" mataku terbelalak kaget. Tidak! Kyungsoo bisa salah paham.

"T-Tinggal bersama?"

"Yak! Jangan asal mengucapkan kalimat yang ambigu begitu. A-ah be-begini Kyungsoo, Baekhyun adalah anak sahabat ayahku yang musim semi ini akan bersekolah disini dan dia akan tinggal dirumah kami.."

"Oh begitu ya.." Kyungsoo tersenyum manis kearahku. Kulihat sekilas Baekhyun melihat kearahku.

(Chanyeol POV end)

.

.

(Normal POV)

Mereka berdua sedang berjalan beriringan di pinggir sungai dengan Chanyeol menenteng sepedanya.

"Kyungsoo sangat manis ya.." ucap Baekhyun memecah keheningan. "Hei Chan. Kau marah?"

"Tidak, hanya saja jangan mengatakan kalimat aneh yang bisa membuat salah paham begitu."

Baekhyun berlari kedepan dan menatap Chanyeol berbinar. "Ah aku tahu! Chanyeol pasti menyukai Kyungsoo, kan?" Chanyeol terdiam dengan wajah memerah.

"Ah?! Apa aku benar? Padahal aku cuma bercanda. Jadi begitu ya.." Baekhyun mengalihkan pandangannya ke sungai. Angin musim semi berhembus menerpa helaian rambut Baekhyun. Chanyeol terdiam memandangi Baekhyun. Begitu Baekhyun menatapnya balik dia segera membuang wajahnya dan lanjut berjalan.

"Kenapa denganmu?" Tanya Baekhyun imut.

"Ehm. Tidak. Oh iya, kenapa kau pindah ke desa ini?"

Baekhyun menatap lembut Chanyeol. "Dulu aku pernah kesini sewaktu masih kecil dan aku langsung suka pada tempat ini.." setelah itu dia tersenyum manis.

"Hanya karena itu?" Chanyeol sedikit terkejut dengan alasan Baekhyun yang cukup sederhana.

"Ya.." jawab Baekhyun datar.

'Kau bisa menganggapnya demikian' batin Baekhyun.

.

.

Hari mulai malam, namun Baekhyun masih betah melihat halaman samping rumah Chanyeol. Dia berjongkok disamping kolam ikan koi di depan teras samping.

"Woah.. Ada kolam koi dihalaman rumah ini. Kereen.." ucapnya berbinar dengan tangan kanannya berputar-putar diatas kolam mengikuti arah renang si ikan.

Chanyeol hanya berdiri diteras rumahnya melihat kegiatan Baekhyun. "Sudah hampir waktunya makan malam. Cepatlah masuk.." merasa tidak ada jawaban Chanyeol beranjak masuk kedalam rumahnya.

Byur!

Baekhyun terpeleset masuk kedalam kolam ikan. "Aku terpeleset, hahaha"..

.

.

"Handuknya kuletakkan didepan pintu, Baekhyun.." Chanyeol meletakkan handuknya didepan pintu kamar mandi, dia mengangkat wajahnya hendak memanggil sekali lagi. Namun dia terhenti dengan wajah yang memerah mengahadap ke pintu kamar mandi.

Disana terlihat bayangan tubuh telanjang Baekhyun. Rumah Chanyeol adalah rumah tradisional, jadi dinding dan pintunya hanya ditutupi kertas putih yang sedikit tipis. Jadi meskipun samar, Chanyeol masih dapat melihat bayangan tubuh Baekhyun. Dia segera beranjak dari sana menuju ruang tengah.

.

.

Baekhyun sudah selesai mandi dan berpakaian. Cara berjalannya sedikit aneh dan dia berpapasan dengan Chanyeol di jalan menuju dapur.

"Hei, kau tak mengganti bajumu?"

"Aku sudah mengirimkan barangku kesini tapi sepertinya belum sampai." Jawabnya lesu. Dia mendekati Chanyeol dan sedikit berbisik. "Bisakah kau membantuku?"

Chanyeol sedikit gugup berada dijarak yang sedekat ini. "Eh? Membantu apa?"

"Bawa aku ke toko yang tadi, tolong?"

"Untuk apa?"

"Ehm.. itu.. Ah pokoknya aku mau beli sesuatu.." jawabnya gugup.

"Membeli apa?"

"Apa itu penting? Tak bisakah kau mengantarku saja?"

Chanyeol bersandar kedinding rumahnya. "Tentu saja. Kau pikir apa aku mau mengantarkanmu di jam segini kalau hanya untuk membeli barang sembarangan?"

"Tapi aku membutuhkannya.."

Chanyeol mulai jengah dan bersedekap "Maka dari itu kau mau membeli apa memangnya?"

Baekhyun mendekat dan berbisik "Celana dalam.." Nafas Chanyeol tercekat dan wajahnya memerah.

.

.

Chanyeol mengayuh sepedanya masih dengan wajahnya yang merah padam, sesekali dia melirik kearah Baekhyun yang tertunduk malu dibelakangnya menjaga dressnya agar tidak terbang.

"Hooiiii! Chanyeol-ah! Kenalkan, Kenalkan, Kenalkaaann…" seorang anak melaju kencang dengan sepedanya kearah Chanyeol dan Baekhyun lengkap dengan senyum cerianya.

"Eh? Kim Jongdae?" gumam Chanyeol.

Dia segera mensejajarkan laju sepedanya dengan sepeda Chanyeol.

"Hei. Apa kau yang tinggal dirumah Chanyeol?" dia bertanya pada Baekhyun dan hanya dijawab senyuman lembut oleh Baekhyun. "Salam kenal namaku Kim Jongdae.."

"Aku Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu." Senyum Baekhyun tak kalah cerahnya dengan Jongdae.

"Jongdae, kau duluan sana!" ujar Chanyeol sedikit terengah.

"Kenapa aku harus melakukannya?"

"Sudahlah jangan banyak tanya, lakukan saja!" kata Chanyeol sedikit membentak.

"Ya ya baiklah. Aku tunggu kalian didepan toko.. wohoo.." Chanyeol bernafas lega sementara Baekhyun menatapnya penuh arti.

.

.

Baekhyun sedang berbelanja sementara Chanyeol serta Jongdae menunggunya di depan toko.

"Chan, kau tinggal dengan gadis yang cukup manis. Beruntungnya kau.."

"Tidak juga, sebenarnya itu sedikit merepotkan"

"Hei jangan seperti itu, nanti juga kau akan terbiasa.."

Baekhyun keluar dari toko dengan kantong belanja. "Maaf membuat kalian menunggu ya.." Baekhyun tersenyum canggung kearah mereka.

Jongdae langsung berlari ke arah Baekhyun dan menunduk mencoba melihat isi kantong belanja Baekhyun. "Kau membeli apa, Baekhyun?"

Baekhyun tersenyum gugup "A-ah hanya beberapa barang.." Chanyeol yang melihat itu langsung membawa sepedanya dan masuk diantara Baekhyun dan Jongdae sahabatnya. Jongdae yang terkejut hampir saja terjungkal kebelakang.

"Nah, Jongdae hari sudah malam. Sampai ketemu besok disekolah. Ayo cepat naik Baek"

"O-oh baiklah."

.

.

Ditengah perjalanan tiba-tiba Baekhyun melompat dari sepeda. Chanyeol yang terkejut langsung berhenti dan menoleh ke belakang. Baekhyun sedang menatap sawah dengan tatapan kosong.

"Chanyeol tidak mau kalau temanmu melihat kita bersama ya?" tanyanya datar.

"Tentu saja. Bahaya kalau terlihat.." Baekhyun menatapnya bingung.

"Begitu ya.."

"Maksudku itu bahaya untukmu! Kau harus menutupi dirimu!"

"Benarkah?"

Dengan sedikit memerah Chanyeol berujar "Karena sekarang kau-" belum sempat Chanyeol meneruskan kalimatnya angin berhembus dengan sangat kencang dan mengakibatkan dress Baekhyun terangkat sampai batas perutnya. Mata Chanyeol terbelalak kaget sementara wajah Baekhyun tak kalah kagetnya disertai rona merah diwajahnya.

"Yak! Park Chanyeol! Kau melihatnya?!"

"T-tunggu, jadi kau sudah memakainya?" Tak lama kantong belanja Baekhyun melayang mengenai wajahnya.

"Tentu saja aku sudah pakai celana dalam!"

.

.

"Hahaha jadi kau mengira dari tadi aku tak memakai apa-apa?"

"Ya tentu saja! Kau kan baru saja membelinya."

"Itu hanya basah, dan aku tidak mau memakai yang sama selama dua hari kedepan. Makanya aku membelinya."

Baekhyun tertawa lagi, namun setelah itu dia berhenti dan terdiam beberapa detik "Bintangnya indah ya?" Chanyeol melirik kelangit sekilas lalu kembali ke Baekhyun. Dia sedikit terkejut melihat air mata di ujung mata Baekhyun.

"Tapi, terimakasih ya.. Kau sudah berusaha keras untuk melindungiku sedari tadi.." ucapnya sambil mengusap air matanya.

"A-Ah bukan apa-apa.." Chanyeol menunduk.

Keesokan harinya..

Chanyeol sedang mengayuh sepedanya dengan sangat kencang. Pasalnya hari ini merupakan hari penyambutan siswa baru sekaligus hari pertama mereka di SMA.

"Chan! Kita terlambat"

"Diamlah dan jangan banyak bergerak!"

Chanyeol berhenti didepan toko kelontong yang cukup jauh dari sekolah mereka dan memarkir sepedanya.

"Hei kenapa kita memarkirkan sepedanya ditoko dan harus berjalan kesekolah?" Keluh Baekhyun disepanjang mereka berlari menuju sekolah.

"Aku tak ingin menanggung malu dengan bersepeda berdua denganmu kesekolah"

"Lalu saat pulang bagaimana? Ini terlalu jauh dari rumah aku tak mungkin berjalan sendiri"

"Kalau begitu tunggu didepan toko. Dan jangan beritahu yang lain kalau kita pulang bersama" Jawab Chanyeol sambil terus berlari.

"Okay, baiklah terserah kamu."

Sesampainya didepan kelas 10 SMA Busan..

"Kita langsung punya kelas tanpa pembagian?"

"Ya, tak ada banyak murid jadi tidak ada pembagian kelas. Lagipula mereka semua adalah teman-teman SMPku"

"Selamat pagi Chan! Ah Selamat pagi Baek!"

"Oh Jongdae? Pagi.."

"Jadi ini gadis Seoul yang tinggal dirumah Chanyeol?"

Baekhyun tersenyum ramah pada gadis berpipi tembem dan berambut pirang disamping Jongdae itu. "Ya. Perkenalkan aku Byun Baekhyun, mohon bantuannya"

"Hai, aku Kim Minseok. Aku sudah sekelas dengan Chanyeol sejak masih SD. Ceritakan tentang Seoul ya" katanya ramah.

"Baiklah. Dengan senang hati Minseok-ah"

.

.

Sepulang sekolah, Chanyeol berlari menuju toko dan sedikit emosi karena tidak melihat Baekhyun ada disana. "Kemana anak itu?" dia baru saja akan duduk untuk menunggu Baekhyun malah terkejut setengah mati. Pasalnya Kyungsoo baru saja keluar dari toko itu.

"K-Kyungsoo?"

"Hai Chan.." merekapun duduk berbincang-bincang didepan toko itu.

"Pasti kau sangat terkejut melihatku bersama orang lain.."

"Ah, soal Baekhyun? Dia sangat ramah dan sepertinya gadis yang baik.."

"Menurutmu begitu ya.. Ah iya hari ini aku baru selesai upacara penerimaan siswa baru.."

"Aku juga.."

"B-Bagaimana kalau kita pulang bersama?" Kyungsoo menundukkan kepalanya dan bergeser sampai tepat disamping Chanyeol.

"Kita sudah 3 tahun sekelas di SMP, namun baru kali ini rasanya kita berbincang seperti ini. Setiap kita saling bertatapan, Chanyeol selalu saja membuang muka. Kupikir kau membenciku" setelah itu Kyungsoo langsung berbalik dan tersenyum ceria "Oleh karena itu, mati kita lebih mengakrabkan diri di SMA ini ya?"

"Tent-"

"Arrrrrrggghhh! Serangga! Eomma tolong aku hiks eomma. Jauhkan mereka hiks" Baekhyun keluar dari hutan samping toko. Chanyeol segera berlari ke arahnya. Dia melihat ada dua ekor ulat di bahu Baekhyun. Dia segera membuang ulat itu. Setelah itu Chanyeol berjongkok didapan Baekhyun yang masih menutupi wajahnya.

"Sudah tidak ada. Lagipula apa yang kau lakukan dibawah pohon sakura ini?"

"Aku menunggumu, tapi tiba-tiba Kyungsoo datang." Cicitnya. "Tak lama kaupun datang dan aku pikir kau tidak mau kita terlihat bersama makanya aku bersembunyi" Chanyeol hanya terdiam melihat Baekhyun yang mulai mengangkat wajahnya.

"Baekhyun? Kau tak apa?"

"Kyungsoo-ah.. Ah ya, Aku tidak apa-apa."

"Syukurlah.. Kalau begitu sampai jumpa besok Chanyeol-ah.." Chanyeol salah tingkah dan sangat ingin menahan Kyungsoo. Baekhyun yang menyadarinya langsung berlari dan mencegat Kyungsoo. "Kyungsoo-ah, ada tempat yang sangat ingin aku datangi. Apa kau mau pergi bersamaku?" Baekhyun memegang bahu Kyungsoo dan memutar badan Kyungsoo "Itu!" Baekhyun menunjuk papan arah yang ada dibelakang Kyungsoo.

'Pemandian Air Panas'

.

.

Setelah berendam cukup lama Chanyeol memutuskan untuk keluar sambil menunggu para gadis selesai mandi. Dia tak tahan mendengar pembicaraan Baekhyun dan Kyungsoo. Baekhyun selalu memuji setiap bagian tubuh Kyungsoo, dan membuat Chanyeol membayangkan tubuh Kyungsoo. Akhirnya dia keluar dan duduk didepan kipas angin dan bergumam.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa…" dia menikmatinya sampai sebuah tawa manis menghentikannya.

"Ternyata Chanyeol lucu juga ya" Ujar Kyungsoo sembari terkekeh manis melihat kelakuan Chanyeol.

"A-ah iya .. Mana Baekhyun?" Tanya Chanyeol sambil mengarahkan kipas itu ke Kyungsoo yang duduk disampingnya. "Ah dia masih mau berendam katanya.."

"Dasar anak itu semaunya sendiri.." Chanyeol menatap Kyungsoo lama.

"Ada apa Chan?"

"Tidak, aku hanya mau meminta maaf padamu. Karena keegoisan Baekhyun kau jadi terjebak disini.."

Kyungsoo mematikan kipasnya dan menatap Chanyeol. "Tak apa, aku juga ingin ketempat ini. Selain itu, bersama dengan Baekhyun terasa menyenangkan. Eh iya? Apa kau mau minum? Aku akan pergi membelinya." Ujar Kyungsoo segera bangkit dari duduknya.

"Ya aku mau.." Chanyeol tersenyum hangat kea rah Kyungsoo.

.

.

"Chanyeol! Baekhyun pingsan karena terlalu lama berendam.." teriak Kyungsoo panik setelah mengecek keadaan Baekhyun yang tak kunjung keluar.

"Apa? Dasar gadis bodoh" ucap Chanyeol datar.

.

.

Diatas sepeda.

"Baru kali ini aku melihat orang bodoh berendam terlalu lama dan nyaris pingsan.."

"Ah mukaku terasa sangat panas dan kepalaku pusing.."

"Aku tak menyangka kau sebodoh itu.."

Baekhyun menatap Chanyeol dari belakang. "Setidaknya aku melakukan sebisaku untuk membantu kalian." Baekhyun menyandarkan kepalanya kepunggung tegap Chanyeol "Sehingga.. Kau dan Kyungsoo bisa berbincang lebih lama.." Baekhyun menutup matanya dan tersenyum. Sementara Chanyeol tersentak lalu hanya bisa terdiam.

Flashback End

.

.

(Chanyeol POV)

'Baekhyun memang terlihat kekanakan dan egois, tapi jauh di lubuk hatinya dia selalu mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri. Disitulah titik dimana dia menekan perasaannya sendiri demi orang lain.'

Chanyeol menatap sendu rumah Baekhyun yang sudah lumayan jauh dibelakangnya.

'Karena itulah.. aku kesini..'

TBC

.

.

.

Fyuh *lap keringat*

Akhirnya chapter 2 sudah rampung dan semoga kalian suka ya.. Saya sadar sepertinya alurnya sangat lambat, tapi plotnya memang sudah seperti itu. Flashbacknya agak ngebosenin ya? Maaf yaa.. Saya masih belum bisa menciptakan suasana yang bikin reader senang hihi. Harap maklum yaa..

.

.

Ah saya mau ngucapin makasih ke readers yang udah mau repot memfavoritkan dan memfollow cerita ini. Dan saya sangat berterimakasih buat readers yang sudah mau meninggalkan jejaknya di FF ini. XOXO.

.

.

.

Last tolong ramein kolom reviewnya ya. Tolong kasih pendapat kalian biar saya bisa tahu kedepannya mau saya apakan FF ini hehe.

Saranghae! Bunny

Surabaya, 16 mei 2016. 2:49 am