[ The Power Of Love] Taufan's
Taufan's || by Indrikyu88
Taufan| Yumi (OC) || T || Fluff
Summary: Yumi menatap sebal Taufan dengan lirikan tajam, seharusnya dari awal ia sudah tau dari mana pusaran angin itu datang dan siapa pelakunya.
A/N : Disini umur para Tokoh nya udah 17 tahun, cerita ini terispirasi dari sebuah Fanfic korea yang berjudul [12 Powers of Love]. SELAMAT! buat Chiko Yumi, yang namanya menjadi OC di chapter kali ini.
Indrikyu88 ©2015
"TAUFANNNN!"
"KYAAAA DIA BEGITU KEREN!"
"BAGAIMANA MUNGKIN LAKI-LAKI SEPERTINYA ADALAH MANUSIA! DIA PASTI MALAIKAT!"
"TAUFANNN JADILAH PACAR KU!"
"KYAA DIA BEGITU TAMPAN!"
Teriakan-teriakan penuh akan pujian yang berasal dari gerombolan para gadis terdengar memenuhi lapangan basket outdoor sore itu, hampir semua dari murid perempuan di Senior high school mengelilingi lapangan basket hingga membuat nya penuh sesak akan perempuan.
Walaupun ini bukan pertandingan resmi melainkan hanyalah latihan tanding biasa, namun para gadis-gadis itu rela berdesak-desakan hanya untuk tidak melewatkan kesempatan emas mereka melihat salah seorang dari 'Pangeran sekolah' bermain basket di depan mereka.
Ya, pangeran sekolah yang sedari tadi terus di teriaki nama nya oleh gadis-gadis itu.
Mendribble bola basket yang berada ditangan nya begitu cepat, Taufan lalu melakukan Drive dengan begitu lincah nya melewati lawan yang menghadang di depan, kemudian diakhiri dengan Tembakan Three Point.
Shuttt
Prittt...
Bola berhasil memasuki ring dan itu memberikan tambahan 3 angka bagi tim Taufan, itu artinya tim Taufan berhasil memenangkan pertandingan sore ini. Penonton bersorak-sorai menambah kemeriahan latihan tanding sore itu. Beberap teman setim Taufan melakukan highfive dengan nya atau hanya sekedar memberikan ancungan jempol.
"TAUFAN MENANG!"
"DIA BEGITU HEBAT!"
"TAUFANNNN"
Setelah sibuk dengan teman-temannya, Taufan menoleh lalu melambaikan tangan kearah penggemar yang sedari tadi terus menyoraki nama nya itu, tidak lupa dengan sebuah senyum lebar yang mengembang di bibirnya.
"KYAAAA DIA TERSENYUM!"
"DIA MELAMBAI KEARAHKU!"
"TIDAK KEARAH KU"
Tidak cukup dengan hanya sebuah lambaian dan senyum lebar, Taufan kemudian mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum miring yang membuat hati para gadis meleleh melihat nya.
"KYAAAAAA"
'Sudah cukup', Yumi mengepalkan tangan nya berusaha menahan emosi yang sedari awal pertandingan terus ia tahan, seharusnya ia tidak datang kesini dan menyaksikan bagaimana laki-laki itu tebar pesona kearah gerombolan gadis-gadis gila itu. Sudah cukup telinga nya dibuat panas akan teriakan mereka yang memekakkan telinga dan juga memuakkan. Sudah cukup ia melihat semua ini dan lebih baik ia pulang saja.
Ia menyesal datang kesini, sangat menyesal.
Yumi berbalik badan, lalu dengan kasar mendorong badan gadis-gadis yang menghalangi jalan nya, Yumi tidak peduli akan makian-makian yang dilontarkan oleh mereka. Ia muak disini, dan ia muak dengan laki-laki itu
Tanpa Yumi sadari, seseorang menatap nya dengan raut wajah bingung dari lapangan.
88
Selama perjalanan menuju rumah nya, Yumi sedari tadi tidak henti-hentinya menendang apa yang nampak di depan matanya. Baik itu kerikil, kaleng minuman bekas, daun kering maupun hanya menendang angin. Ia selalu membayangkan jika yang ia tendang itu adalah wajah bodoh Taufan yang begitu ia benci.
Ia membenci laki-laki itu, entah kenapa. Menurutnya seorang casanova seperti Taufan benar-benar menjijikkan, selalu tebar pesona didepan gadis-gadis yang ia temui walaupun Yumi tidak menyangkal sama sekali jika wajah laki-laki itu memang tampan. Tapi ia memiliki senyum yang tampak bodoh bagi Yumi.
"YUMI!"
'Oh sial, suara itu. Kenapa dia berada disini?' Yumi merengut sebal, ia tau siapa yang memanggilnya karena ia sudah terlalu hapal suara orang itu. Tanpa menoleh kebelakang gadis itu terus saja melangkahkan kaki nya dengan perasaan jengkel, kali ini saja ia begitu malas untuk melihat wajah laki-laki itu.
"YA YUMI, Tunggu aku!"
Yumi dapat mendengar suara roda yang bergesekan dengan aspal. Ah berarti orang itu mengejarnya menggunkan skateboard, merasa jika ia bisa saja terkejar Yumi mempercepat langkah kaki nya. Ia tidak ingin berurusan dengan laki-laki itu sekarang.
88
Taufan merasa jika gadis yang ia panggil sedari tadi mulai mempercepat langkah kakinya. Kening Taufan berkerut tidak mengerti dengan sikap gadis itu. Biasanya jika ia memanggil, gadis itu akan menyahut atau hanya sekedar menoleh kearah nya. Namun sekarang sepertinya gadis itu tengah berusaha menghindarinya.
Merasa penasaran, Taufan mempercepat laju skateboard nya. Kali ini, belum sempat gadis itu menambah kecepatan langkah nya dari berjalan ke berlari Taufan terlebih dahulu sudah ada di depan gadis itu.
"Hey ada apa dengan mu?" tanya Taufan ketika ia sudah berdiri di depan gadis itu.
Yumi mendengus lalu menatap tajam Taufan, "Bukan urusan mu."
Taufan yang mendengar nada ketus dari suara Yumi terkejut, tidak biasanya gadis itu berkata seperti ini.
"Kau ada masalah?" Tanya Taufan lagi kali ini memegang tangan gadis itu yang mencoba untuk pergi dari hadapan nya.
"Tidak, jangan ganggu aku." Yumi menepis dengan kasar tangan Taufan lalu menatapnya dengan tatapan tajam.
"Aku tidak percya, sekarang katakan kepadaku. Kau kenapa?" Taufan kembali memegang tangan Yumi, ia rasa ada yang salah dan sepertinya itu berhubungan dengan dirinya.
"Kenapa? Kau bilang Kenapa? Kau sungguh menyebalkan Boboiboy Taufan" Yumi balas memekik pada Taufan membuat laki-laki itu mengeryit tidak mengerti.
"Aiss... Aku sedang kesal puas?!"
"Kesal? Kesal kenapa?" Tanya Taufan memiringkan sedikit kepalanya dengan dahi berkerut.
"Kau terus saja tebar pesona kepada gadis-gadis itu..."
Yumi melanjutkan ucapannya dengan nada pelan, seakan ia tidak mau Taufan mendengarnya. Kerutan di dahi Taufan berkurang, dan digantikan dengan senyuman manis yang bisa membuat para gadis mati berdiri di depannya. Sayangnya Taufan tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena senyuman ini hanya untuk Yumi—gadis satu-satunya.
"Kau cemburu?" tanya Taufan dengan nada menggoda.
"T..Tidak! Aku tidak punya hak untuk cemburu!" Yumi membuang muka kearah lain, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu. Taufan yang menyadari gelagat Yumi hanya terkekeh kecil, ia berusaha agar tawanya tidak meledak dan mengakibatkan kadar kekesalan Yumi bertambah.
"Tentu saja kau berhak.." Lanjut Taufan
"Sudahlah..Aku ingin pulang."
Yumi mendorong kasar dada Taufan lalu kembali berjalan, kali ini ia tidak peduli dengan Teriakan Taufan yang mencoba memanggilnya.
Belum terlalu jauh Yumi melangkah, tiba-tiba sebuah pusaran angin mengelilingi tubuh nya lalu mengangkatnya ke udara.
"K-Kenapa ini! Kyaaaaa..." Dengan wajah panik, Yumi melihat kesekelilingnya dan menyadari jika dirinya diangkat cukup tinggi dari tanah.
Kontras dengan Yumi, Taufan malah tidak berbuat apa-apa. Taufan malah terkekeh kecil melihat betapa lucunya ekspresi gadis itu ketika sedang panik.
Oke,cukup. Taufan bergumam dalam hati. Pusaran angin yang mengangkat Yumi ke udara tiba-tiba saja menghilang menyebabkan gadis itu jatuh begitu saja.
"KYAAAAA." Yumi memekik dengan keras.
Grep
Dengan sigap Taufan menangkap tubuh Yumi yang jatuh. Laki-laki itu tertawa keras ketika melihat bagaimana Yumi menutup wajah nya dan Taufan juga merasakan jika tubuh gadis itu begemetaran hebat.
Yumi menatap sebal Taufan dengan lirikan tajam, seharusnya dari awal ia sudah tau dari mana pusaran angin itu datang dan siapa pelakunya.
"Dasar Licik." Ucap Yumi sarkatis.
Menyadari posisi badannya saat ini yang sedang digendong oleh Taufan ala bridal style membuat wajah Yumi kembali memerah.
"Turun kan aku!" Perintah nya.
"Tidak." Tolak Taufan diikuti gelengan kepala.
Yumi memalingkan wajah nya dari wajah Taufan, gadis itu sebal bagaiman ia dengan mudahnya dipermainkan oleh laki-laki itu.
"Yumi." Panggil Taufan, namun Yumi tetap saja membuang muka.
"Honey" kali ini Taufan memanggilnya dengan lembut.
"Sweetheart"
"Baby"
"Chagiya."
Yumi dengan cepat menoleh kearah Taufan,"Kau baru saja memangilku apa?" Tanya nya dengan dahi mengkerut.
"Chagiya...Orang orang di Korea biasanya memanggil pacar mereka dengan sebutan itu. Kau sendiri yang memilih panggilan nya dan mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan panggilan Chagiya! Bagaimana?" Jelas Taufan dengan senyum lebar terlukis di wajah nya.
Mendengar penjelasan Taufan membuat wajah Yumi semakin memerah, gadis itu mengalungkan tangan nya di leher Taufan lalu menyembunyikan wajah nya di dada laki-laki itu. Ia benar-benar malu sekarang.
"Aku membenci mu." Suara Yumi terdengar pelan.
"Hahahhaha..Ayo! aku akan mengatar mu pulang." Dengan gerakan cepat Taufan melompat menaiki skateboard yang sekarang telah berganti menjadi sebuah Hoverboard, lalu melesat cepat diudara dengan Yumi berada digendongan nya.
Yumi dapat merasakan hembusan angin menerpanya dengan lembut, membuka kedua matanya, mata Yumi terbelalak kaget. Pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah langit sore yang sepenuhnya telah berubah warna menjadi oranye. Mulut Yumi sedikit terbuka, pemandangan di depan nya ini begitu indah.
"Kau suka?" tanya Taufan.
Yumi menoleh kearah laki-laki itu kemudian tersenyum lebar, gadis itu lantas menganggukan kepalanya dengan sebuah senyuman masih terlukis di wajah nya.
"Seharusnya kau tau jika hanya kaulah gadis yang begitu aku cintai di dunia ini, jangan cemburu dengan gadis-gadis itu karena hanyakaulah yang akan aku pilih, mengerti?"
Ucapan Taufan membuat senyum Yumi bertambah lebar, ia seharusnya tidak cemburu seperti tadi karena bagaimanapu Taufan tetap mencintai nya.
"Dasar... Ngomong-ngomong selamat atas kemenangan mu tadi. Kau begitu hebat" ucap Yumi tulus.
"Tentu saja." Ucap Taufan penuh akan rasa bangga membuat Yumi memutar bola matanya malas.
"Sekarang aku menyesal telah memuji mu."
Taufan yang mendengar itu tergelak keras membuat Yumi juga ikut tertawa. Keduanya memutuskan menghabiskan sore itu dengan terbang membelah langit menikmati pemandangan langit sore.
TBC
Next Chapter [The Power Of Love] Gempa's
Chapter bagian Taufan sudah selesai? bagaimana? apakah moment nya kurang?
panjang nya Chapter ini tergantung ide sih ya, kalau lagi bagus-bagus nya yaa bisa panjang, tapi kalau nggak ya pendek.
sekali lagi selamat buat "Chiko Yumi" ! yang belum berhasil maka sekarang lah kesempatan kalian :D
Okeh, untuk lebih jelas nya, Author akan menghubungi reader yang berhasil terpilih dalam waktu 2 hari, apabila author udah menghubungi kalaian tapi nggak kalian bales dalam kurun waktu itu, maka terpaksa harus author eliminasi dan dilempar ke reader lain.
Kuis chapter kini kekuatan apa yang telah Taufan gunakan? dan coba kalian jelaskan maksud dari Chapter kali ini, Reader yang bagus penjelasan nya akan menang dan menjadi OC untuk Chapter "Gempa" ^_^
