Universitas *********** merupakan Universitas dengan bangunan yang sangat unik. Terutama untuk bangunan gedung Fakultas Teknik. Bangunan gedung Fakultas Teknik berbentuk pentagon atau segilima. Setiap sisi bangunan mewakili masing masing jurusan, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Arsitek dan Teknik Industri. Dengan tinggi lima lantai. Lantai satu dan dua merupakan penghuni angkatan pertama dan kedua. Lantai tiga merupakan ruang dosen dan juga ruang kemahasiswaan. Lantai empat dan lima merupakan penghuni angkatan ketiga dan keempat. Setiap sudut akan terhubung ke Jurusan lain, dan juga tempat lift dan juga tangga darurat. Dan di tengah gedung terdapat taman dan juga mini gedung segilima. Gedung itu berfungsi sebagai gedung Praktikum setiap Jurusan. Mahasiswa yang melebihi target kelulusan (re: ≥5tahun) akan mendapatkan surat keterangan Drop Out dari kampus. Karena itu, Universitas ini merupakan Universitas Teknik terfavorit.
Setelah Jinyoung memberi kata sambutan kepada mahasiswa baru, dia langsung di tarik paksa oleh ketua panitia pengadaan mahasiswa baru, teman Jinyoung dan juga Jackson di Senior Hish School, yang terkenal akan sexy, chic dan cool nya, Im Jaebum dari Jurusan Teknik Mesin. Im jaebum, Wang Jackson dan Park jinyoung merupakan anggota unit kemasiswaan yang terkenal galak, tak termaafkan dan paling diidolakan di Fakultasnya. Mark Tuan juga dulu merupakan anggota kemasiswaan tingkat senior di fakultas itu. Tapi karena dia merupakan alumni, dia hanya di tempatkan sebagai pembimbing kemasiswaan dan juga Asisten Dosen.
" tak ada kabar selama satu tahun, dan kau datang dengan senyum idiotmu dengan memberikan kata sambutan di acaraku. Hebat!" Jaebum merangkul leher Jinyoung hingga mereka terjatuh di kursi dekat taman.
" hei hei aku hanya cuti satu tahun. Wait wait wait! Kenapa kau juga belum lulus. Kau dan Jackson?" tanya Jinyoung saat sadar jika pangkat yang di gunakan Jaebum merupakan pangkat panitia inti.
" kau pikir dosen akan mempercayai tugas inti kampus kepada bocah bocah bau kencur itu. Mau tak mau aku, Jackson, Hoseok, Namjoon dan Wonpil harus turun tangan. Dan kami juga tak dapat menyelesaikan Tugas Akhir kita. Jooheon saja yang bukan anggota di tarik paksa Jackson untuk membantu. Mark hyung, Seokjin hyung dan juga Yoongi hyung juga ikut membantu, untung saja mereka masih di kampus ini." Jelas Jaebum. Dia memperhatikan anggota lainnya sambil berteriak tak jelas agar barisan tetap rapi.
" serumit itukah saat aku tak ada? bukankah jabatanku di pindahkan ke Jackson?"
" Jackson tak mau, jadi di pindah alihkan padaku. Dan kau pikir itu mudah pindah tangan jabatan." Jaebum menjawab dengan santai dengan terus memperhatikan seseorang di depannya yang sedang bertugas. Jinyoung yang tanpa sengaja melirik Jaebum dan mengikuti arah pandangnya kepada sosok yang Jinyoung kenal.
" yak Choi Youngjae. Bisa ke sini sebentar?" teriak Jinyoung yang sepertinya dia kenal dengan seseorang yang Jaebum perhatikan sedaritadi.
" oh hyung, kau sudah kembali dari Jepang? Kenapa tidak mengabariku, kan nanti bisa aku jemput. Setidaknya umma dan appa yang menjemputmu." Tiba tiba Youngjae memeluk Jinyoung dengan erat, seperti sudah lama tidak bertemu.
" mian, aku saja baru sampai Korea lusa kemarin lalu secepatnya mengurus kuliahku setibanya dari bandara. Hmmm sepertinya ada yang aneh dari dongsaengku ini, kau tambah gemuk yah?" Jinyoung mencubit pipi Youngjae dengan gemas. Youngjae merupakan sepupu dari keluarga ibunya, dan merupakan adik kesayangan Jinyoung, karena Jinyoung merupakan bungsu laki laki dari empat bersaudara, dan ketiga kakaknya adalah perempuan semua. Jadi sifat kemayu dan manja yang di miliki Jinyoung adalah hasil didikkan dari kakak perempuannya. *wajarlah kalo dia emang cocok jadi uke-_-
' mati aku jika Jinyoung tau hubunganku dengan Youngjae' Jaebum bermonolog.
" ah hyung kalau begitu aku kembali ke mereka ya hyung, anyeong~ oh, Jaebum sunbae aku permisi dulu." Pamit Youngjae kepada Jinyoung dan Jaebum. Jaebum yang mendengar namanya hanya tersenyum dan kembali ke posisi semula, dagu yang di letakkan di sebelah tangannya yang bertumpu pada gagang kursi sebelah kanan.
" kubunuh kau jika berani macam macam pada berang berangku." Ancam Jinyoung yang masih berdiri. " tenang kita masih berteman, tapi jika aku mendengar dia kenapa kenapa dan itu karena kau, habis kau di tanganku Im Jaebum." Dengan senyum yang sangat menawan yang di perlihatkan Jinyoung lalu pergi meninggalkan Jaebum yang masih diam membeku di tempatnya.
.
.
Hari ini Jinyoung dan Jackson benar benar tidak mengikuti kelasnya hingga jam kuliah selesai. Mereka memfokuskan diri di ruang kemahasiswaan membuat proposal pergantian jabatan. Semakin cepat di kerjakan semakin cepat pula pergantian jabatan di lakukan, agar mereka dapat fokus ke kuliah. Ruang kemahasiswaan penuh denga panitia yang baru selesai dengan acaranya.
" Jaebum dengan Youngjae? Kenapa kau tidak bercerita padaku,heo!" tanya Jinyoung yang berhadapan dengan Jackson.
" ssst kau berisik, kerjakan saja proposalnya, setelah itu kita pulang. Bisa mati aku jika Mark tau aku tak kuliah hari ini." Jawab Jackson yang masih fokus pada laptopnya. Suasana ruang kemasiswaan tiba tiba menjadi hening.
" mmmm sepertinya kau memang akan mati menit ini juga, aku akan menghubungi keluargamu untuk menyiapkan pemakamanmu." Jinyoung yang melihat ada aura aneh di belakang Jackson buru buru merapikan laptop dan juga berkas berkasnya. Hoobae hoobae lain yang mengerti buru buru meninggalkan ruangan itu. Jackson yang mengerti gelagat Jinyoung yang ketakutan hanya melihat Jinyoung dengan isyarat matanya dan di balas dengan alis yang bertautan. Mengerti akan tanda bahaya Jackson mencoba bersikap normal dan merapikan pekerjaannya.
" satu bulan titik!" Mark berseru dan pergi meninggalkan Jinyoung dan Jackson yang membeku.
" Mark hyung jika sedang marah sangat menakutkan-_-." Jinyoung berseru ketakutan.
" kau pulang duluan yah. Aku akan menyusul Mark. Mian, tolong sampaikan pada orang tua … ah anyeong, Markiee~." Jackson buru buru pergi meninggalkan Jinyoung sendirian.
Hari sudah mulai gelap saat Jinyoung keluar dari gedung kampusnya. Berjalan keluar sendirian hingga halte bus. Jika tau akan pulang seperti ini, lebih baik membawa kendaraan, pikir Jinyoung. Di halte bus itu ada seseorang yang Jinyoung kenal, baru kenal tadi pagi. Dan saat tau orangnya, Jinyoung mengalihkan pandangannya dan berhenti di jarak yang lumayan jauh dari orang itu.
" oh sunbae, kau naik bus juga? Jurusan apa?" tanya anak itu dan berjalan mendakati Jinyoung.
' jangan mendekat bodoh!' Jinyoung bermonolog. " aku menuju daerah gangnam street, ke rumah kakakku dulu." Jawab Jinyoung dengan tidak menatap hoobaenya itu.
" mmm kau kenapa sunbae, sepertinya kau sedang kesal?" tanya hoobae itu.
' itu karena kau bodoh, menjauhlah' Jinyoung bermonolog. " aku harus mengerjakan proposal pergantian jabatan, alhasil aku tidak mengikuti kelasku hari ini." Jawab Jinyoung.
Tak ada suara setelahnya. Tapi Jinyoung masih bisa merasakan ada seseorang di sebelahnya. Saat Jinyoung melirik ke sebelahnya, hoobae itu juga melihat ke Jinyoung dan tersenyum.
' sial, kenapa kau tersenyum bodoh. Astaga Jinyoung ingat kau itu menyukai Hyunwoo hyung, jangan kau menyukai orang lain lagi.' Jinyoung meyakinkan diri sendiri.
" oh sunbae busku sudah datang. Aku duluan ya sunbae, sampai bertemu besok di kampus." Pamit hoobae itu dan naik ke dalam bus. Di dalam bus hoobae itu masih melihat Jinyoung dan tersenyum.
" Kim Yugyeom? Kenapa rasanya aku pernah bertemu dengannya. Senyumnya itu, aku sangat mengenalnya. Tapi di mana?" Jinyoung berbicara sendiri. Mengingat kembali kejadian lalu yang berhubungan dengan senyum itu. Dan saat bus jurusan Seoul-Gangnam datang Jinyoung masih belum menemukan memori itu.
/
*flashback
" siapa namamu?"
" Kim Yugyeom."
" sekolah?"
" Senior High School ***** kelas satu strip dua."
" apa tujuanmu ke sini?"
" tujuanku untuk mengetahui pemanfaatan air baku saat musim dingin terutama di korea yang selalu mengalami musim dingin yang mengakibatkan sebagian air membeku, dan juga mengetahui di mana keahlianku dalam bidang apapun."
" yakin sekali jawabanmu. Kau masuk ke gedung sisi bagian barat yang berwarna kuning, itu adalah lambing dari Teknik Sipil d kampus ini. Tujuanmu merupakan bagian dari mata kuliah yang ada di Teknik Sipil."
" terima kasih hyung."
" tak usah tersenyum seperti itu, cepat pergi seminarnya akan di mulai sebentar lagi."
.
.
.
.
Jujur aku ngga tau aku buat cerita apaan hahahaha
Revive juseyeoooooo~
Tapi makasih yang udah mau ngeriview
Silend reader ngga papa kok, tapi tolong kasih masukan yah~
Aku masih bingung mau fokus ke siapa, jadi ceritanya ngalir aja
Oh iya makasih untuk sarannya dan kritiknya, aku suka salah ngeklik antara K T M,sama Bahasa aku juga pernah masukin bahasa arab, efek ngantuk dan ngga fokus~
Aku belom berani masukin rating M. Setiap bikin yang kayak gitu suka geli sendiri, hahaha aku lebih suka baca aja, belom ada niatan untuk bikin sih, next kalo jiwaku udah kuat aku bikin hahahaha
Oh iya sebenernya cerita ini …~
Peace out! Jjai~
