Marah, kesal, sedih, takut. Semua merupakan campuran perasaan yang di rasakan Jinyoung saat mencoba untuk melatih dancenya. Bukannya membaik atau bertambah bagus, tapi terlihat seperti gerakan seseorang yang prustasi. Setelah kejadian malam itu Jinyoung tak pernah terlihat tersenyum atau sekedar untuk berkumpul di kampus. Dia lebih senang pulang ke rumah dan mengunci dirinya di ruang latihan. Berlatih dance hingga membuat dia melupakan semuanya. Terlalu mengekspose diri di dance, Jinyoung tidak memperdulikan kondisi badannya sendiri. Tanpa sengaja membuat dirinya sendiri cedera.

"aku lelaaah! Aku ingin keluar, aku ingin melupakannya. Kenapa harus berakhir seperti ini? Ah pinggangku sakit." JInyoung mengeluh saat punggungnya terasa sakit, dan dapat di rasakan dia tidak dapat bergerak dengan bebas karena pinggangnya merasakan nyeri yang sangat kuat.

"apa yang aku lakukan. Aku merusak tubuhku sendiri-_-." Jinyoung mencoba memapah tubuhnya sendiri menuju kamarnya.

.

.

Seminggu menjelang Ulang tahun Park Jinyoung, para hoobae di kampus sudah menyiapkan kejutan kecil dengan bantuan teman teman terdekat Jinyoung. Sebenernya itu hanya omongan sederhana dari Youngjae dan Changkyun tapi di setujui oleh para hoobae. Dengan bantuan Jackson, Jaebum dan juga Mark mereka berharap di hari specialnya Jinyoung, dia dapat tersenyum seperti dulu.

Seperti biasanya Jinyoung selalu menarik perhatian seisi kampus. Tapi ada yang berbeda dari dirinya, dia terlihat memegang pinggangnya saat berjalan. Bambam dan Jungkook yang melihat Jinyoung melintas lalu saling adu padang.

"apa kau tak merasa aneh melihat Jinyoung hyung?" tanya Jungkook pada Bambam. Bambam hanya menganggukan kepalanya lalu menyenggol Yugyeom. Yugyeom melihatnya lalu kembali fokus pada bukunya.

"aku ada kuis hari ini, jadi tolong biarkan aku fokus dulu." Jawab Yugyeom dan tetap fokus pada bukunya.

"baiklah aku kembali ke kelas saja, bye." Pamit Bambam. Jungkook masih duduk di sebelah Yugyeom.

"kau tak ke kelas?" tanya Yugyeom pada Jungkook.

"kau serius ingin melupakan Jinyoung hyung, Gyeom?"

"aku ke kelas duluan Jungkook, kelas akan di mulai!" Yugyeom mencoba menghindar dari pertanyaan Jungkook.

"dasar bodoh." Jungkook hanya menggelengkan kepalanya.

Matahari bersinar terlalu cerah hari ini, dan itu juga memperburuk kondisi Jinyoung. Kelas hari ini mengharuskannya duduk seharian dan itu membuatnya tak nyaman. Yugyeom yang tanpa sengaja memperhatikan Jinyoung mulai penasaran dengan kondisinya.

"kau tak apa hyung? Jika masih sakit kenapa kau tidak ke ruang kesehatan saja?" Yugyeom mencoba mencari solusi.

"jika aku bisa sudah ku lakukan daritadi. Untuk bangun saja sudah terasa sakit." Jawab Jinyoung sambil meringis kesakitan.

"seonsaengnim maaf mengganggu sebentar ..."

"hey bodoh, kau sedang apa?" Yugyeom hanya mengedipkan matanya.

"ada apa Yugyeom?" tanya Song seonsaengnim.

"sepertinya kondisi Jinyoung sunbae semakin memburuk, saya mohon ijin untuk mengantarnya ke ruang kesehatan." Yugyeom memberikan pernyataan mengenai kondisi Jinyoung.

"oh silahkan saja, jangan lupa kemasi barang kalian. 30 menit lagi kelas akan selesai dan ruangan ini akan di pakai. Dan Jinyoung semoga pinggangmu lekas sembuh." Song seonsaengnim memberikan ijin kepada mereka berdua.

"terima kasih seonsaengnim." Jinyoung dan Yugyeom keluar dari kelas. Yugyeom memapah Jinyoung agar dapat berjalan. Di koridor menuju ruang kesehatan ada sepasang mata yang melihat mereka berdua berjalan.

"heol. Pura pura mengindar dan mencoba melupakannya tapi tetap memperjuangkan cintanya hahaha."

.

Di dalam ruang kesehatan ternyata ada Mark dan Jackson. Dapat di lihat jika Mark sedang memperban pergelangan tangan Jackson karena ulah usilnya di laboratorium. Yugyeom yang mengetahui(pemikirannya sendiri) ada Jackson dan Mark langsung melihat ke arah Jinyoung. Tetapi Jinyoung hanya memasang wajah tak peduli. 'apa kau sakit hati hyung?' Yugyeom bermonolog.

"astaga Jinyoung kau kenapa?" Mark yang melihat Jinyoung di papah hoobaenya langsung membantunya duduk di kasur.

"aku sepertinya cedera hyung. Tapi tak apa, jika di beri obat pereda rasa sakit nanti juga sembuh sendiri." Jackson memperhatikan gerak gerik Jinyoung. Dia tau jika Jinyoung sudah memforsi tubuhnya secara maksimal, terlihat dari beberapa lebam di tangannya. Yugyeom memperhatikan gerakan mata Jackson. 'heol dia juga menyukai Jinyoung hyung ternyata. Lalu untuk apa kau berpacaran dengan orang lain.' Yugyeom bermonolog. Berkutat dengan pemikirannya sendiri, Yugyeom tidak sadar jika Jackson menghampiri Jinyoung.

'BUK' suara bunturan keras itu sukses membuat Yugeyom menoleh ke arah Jinyoung.

"sunabe/Jackson." Teriak Yugyeom dan Mark bersamaan. Mereka terlalu shock dan bingung. Mark sebenarnya tau kenapa Jinyoung seperti ini, tapi dia tidak menyangka jika Jackson sahabat kesayangan Jinyoung tega memukulnya dengan sangat keras. Sedangkan Yugyeom dia ingin mengeluarkan semua sumpah serapahnya kepada sunbae yang sangat di bencinya(karena spekulasi kurang akuratnya) ketika Jackson memegang kerah baju Jinyoung.

"aku tau kau prustasi, tapi apa tak ada cara yang lebih sehat selain memforsir badanmu. Aku tau kau kecewa, tapi apa kau tak memikirkan dirimu sendiri. Aku tau kau marah, tapi apa kau tak mempedulikan orang orang di sekitarmu. KAMI mengkhawatirkanmu IDIOT." Terang Jackson dengan nada prustasinya lalu meninggalkan mereka bertiga di ruang kesehatan.

"aku akan berbicara pada Jackson. Dan kau bisa tolong antarkan Jinyoung ke rumah sakit? Paksa dia untuk CT scan secepatnya. Aku takut penyakit dia kambuh lagi." Mark mengusap pundak Jinyoung lalu pamit keluar. Yugyeom bingung harus melakukan apa. Dia sendiri bingung apa yang dia pikirkan ternyata berbeda dengan yang terjadi saat ini. Jinyoung hanya tertawa hambar sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"hyung ayo aku antar ke rumah sakit." Yugyeom memapah Jinyoung menuju parkiran mobil.

.

Selama perjalanan tak ada suara dari keduanya. Jinyoung terlalu fokus pada jalanan sekitar, sedangkan Yugyeom fokus menyetir. Yugyeom selalu melihat ib ala Jinyoung memastikan dia tidak kenapa kenapa. Tapi raut wajahnya tidak bisa menjelaskan suasana hati Jinyoung. Tiba tiba Yugeyom menepikan mobilnya dan menghadap Jinyoung.

"hyung, jika kau ingin menangis, menangis saja. Lelaki menangis bukan karena dia lemah, itu merupakan pembuktian …" Yugyeom kaget saat tiba tiba Jinyoung menatapnya dengan wajah yang memerah, menahan tangisnya.

"Yugyeom-aa, maafkan aku. Bisa kau mendekat sebentar, pinggangku sakit jika bergerak sedikit." Pinta Jinyoung sambil tertawa kecil. Yugyeom membalasnya dengan tersenyum lalu memeluknya. Saat Yugyeom meraih Jinyoung secara perlahan takut jika menyakitinya, Jinyoung meremas pundak Yugyeom. Yugyeom hanya diam dan terus memeluk Jinyoung. Tak ada tangis atau suara prustasi lainnya, hanya suara helaan nafas dari Jinyoung.

"thank you Yugyeom. Kita bisa pulang sekarang." Jinyoung melepaskan pelukannya lalu bersandar lagi pada kaca jendela. Yugyeom hanya diam, tapi dia akan tetap membawanya ke rumah sakit. Setidaknya Jinyoung tidak akan kabur kerena kondisi badannya.

.

.

Spinal Disc Herniation – kerusakan pada tulang belakang yang mempengaruhi pinggang

"kan sudah aku bilang Jinyoung, jika kau tidak boleh berlatih dance berlebihan. Kau baru sembuh 4 tahun lalu dan sekarang kau melakukannya lagi. Kau benar benar ingin merusak tubuhmu yah. Kali ini siapa? Taecyeon? Atau Hyunwoo? Ini kesempatan terakhirmu, kau melakukan kesalahan yang sama aku akan mengirimmu ke America hari itu juga."

.

.

Di perjalanan pulang sebenarnya Yugyeom ingin bertanya, tapi dia bingung harus bertanya darimana. Sepulang dari rumah sakit Jinyoung hanya diam dan selalu diam.

"satu bulan itu sebentar hyung. Aku akan menemanimu therapis." Yugyeom membuka percakapan.

"jangan beritahukan masalah ini pada teman temanku." Jinyoung menatap Yugyeom dan di balas anggukan. Dan kembali hening.

'Taecyeon? Hyunwoo? Siapa mereka? Kenapa sepertinya nama nama itu yang selalu membuat Jinyoung hyung menderita?' Yugyeom bermonolog.

'… sudahlah' Jinyoung bermonolog.

.

.

.

.

tbc

.

.

.

Chapter 5 yang aslinya ilang, dan aku bener bener lupa alur ceritanya kayak gimana. Jadi menurutku chapter ini gatot parah. Dan aku bingung mau ngapain selanjutnya hahahaha

Peace out! Jjai~