Dua minggu terakhir ini Yugyeom selalu menemani Jinyoung therapist. Dan tak ada satupun teman Jinyoung yang mengetahui kondisinya saat ini. Karena setelah mereka menjalani perkuliahan Yugyeom langsung membawa Jinyoung ke rumah sakit. Teman teman Yugyeom lainnya juga tak pernah melihat Yugyeom berkumpul bersama, tak terkecuali Bambam dan Jungkook. Mereka benar benar tak pernah berhubungan dengan Yugyeom dua minggu terakhir ini.
Saat ini Jinyoung dan Yugyeom berada di rumah sakit untuk bertemu dengan doctor, karena jadwal hari ini mereka harus betemu dengan dokter.
"hyung kau melewatkan hari lahirmu minggu lalu. Padahal anak anak kampus sudah membuat kejutan untukmu. Tapi kau tiba tiba tiba menghilang." Yugyeom merebahkan badannya di kursi panjang ruang tunggu.
"hmmm menghilang? Bukankah yang mengajakku kabur itu kau? Kau yang selalu berisik aku harus rutin therapist kan?" tanya Jinyoung yang tak ingin di salahkan.
"hah? Oh iya hahaha. Ya setidaknya sebagian anak anak lain sudah bertemu denganmu, tapi acara kejutan untukmu gagal total karena kau tak ada di kampus. Jackson sunbae dan juga Jaebum sunbae tak tau kau ada dimana." Terang Yugyeom sambil bermain smartphonenya.
"bagaimana jika aku mentraktir mereka semua?" Jinyoung memberi usul.
"satu teknik? Kau gila!" teriak Yugyeom. Beruntung ruang tunggu tak seramai seperti biasanya.
"tidak, hanya Jurusan kita saja, Sipil. Kan aku tak tau jika akan ada kejutan jadi ya aku pura pura saja tidak tau. Tapi sebagai permintaan maafnya aku akan mentraktir kalian." Terang Jinyoung.
"kau ingin mentraktir kita apa?"
"nanti aku pikirkan dulu." Jinyoung tersenyum. "lusa nanti kau bantu aku di rumah yah untuk mempersiapkan semuanya."
"lagi? Bukankah sudah banyak maid di rumahmu? Kenapa aku lagi?" Yugyeom mengeluh.
"jadi kau tak mau? Jika aku minta bantuan 'mereka' pasti hanya akan menambah masalah, dan lagi kondisiku masih seperti ini, jika mereka tau habislah aku."
"baiklah-_-" Yugyeom akhirnya mengalah.
Setelah kejadian dua minggu lalu, mereka berdua menjadi lebih akrab, dan juga Yugeyeom sudah tau apa yang terjadi pada Jinyoung. Walau harus menunggu berhari hari sampai akhirnya Jinyoung mau menceritakan semuanya. Untuk saat ini Yugyeom sangat menikmati kedekatan mereka. Yugeyom sadar untuk mendekati Jinyoung saat ini bukanlah waktu yang tepat. Setidaknya dia akan selalu ada untuk Jinyoung, menemaninya dan memberikan semangat. Setidaknya untuk itu dulu tujuan utama Yugyeom saat ini.
.
.
.
*on the phone
'apa?! Kau tak jadi ke sini?'
'maaf hyung aku ada urusan mendadak di rumah. Aku saja tadi tidak masuk kuliah Prof. Charles'
'lalu kue kue ini bagaimana?'
'aku tadi memohon pada Changkyun sunbae untuk ke rumah membantumu.'
'hah baiklah. Salam untuk umma mu yah.'
'siap hyung, anyeong.'
.
.
Lantai tiga Jurusan Sipil penuh dengan mahasiswa Junior. Karena mendadak ada pesta kecil bersama dengan mantan Presiden Mahasiswa. Banyak ucapan selamat yang di dapat Jinyoung dari teman temannya dan juga para hoobae lainnya. Tapi yang Jinyoung cari tak muncul muncul. Sampai acara makan bersama selesai orang yang di cari Jinyoung tak menampakan batang hidungnya. Jinyoung bercengkrama dengan anak anak lainnya, tapi sorot matanya selalu menatap pintu satu satunya di ruangan itu. 'lupakan, dia tidak akan datang' Jinyoung bermonolog. Terlalu asik mengobrol dengan yang lainnya, Jinyoung tidak tau jika ada seseorang yang duduk di sebelahnya.
"yohooo~ kekasih cantikku ulang tahun." Seseorang memeluk Jinyoung dari belakang. Jinyoung sempat meringis kesakitan karena orang itu terlalu kuat mendorong dan memeluknya.
"kau kemana saja? Kenapa baru muncul, aku kewalahan mengurus ini semua. Biasanya kan kau ada di sini?" Tanya Jinyoung.
"mian Jie kami tadi sibuk mencari hadiah untukmu. Jadi tadi kami sempat keluar sebentar." Terang Mark di belakang Jackson. "Jaebum dan Youngjae menyusul nanti, Youngjae masih ada kelas." Mark memberikan bingkisan kepada Jinyoung.
"sebenarnya kalian tak perlu melakukan ini. Bersama kalian saja aku sudah senang." Jinyoung menerima hadiah dari Mark. Matanya tanpa sengaja melihat ke arah pintu yang berada di depannya.
"kau ke kampus juga akhirnya?" Sapa Jinyoung pada seseorang yang baru masuk.
"hah? Hahaha iya. Selamat ulang tahun hyung." Yugyeom menjabat tangan Jinyoung. Mark yang melihatnya hanya tersenyum senang, sedangkan Jackson yang memang sudah menghilang dan memilih untuk bercinta dengan kue kue lezat itu hanya memperhatikan gerak gerik Yugyeom. 'oh dia yang di ceirtakan Mark.' Jackson bermonolog.
Tiba tiba dari arah luar terdengar suara berisik dan seseorang yang berteriak. Hanya terdengar suara cempreng dan ada yang berteriak 'Yugyeom'. Mereka yang ada di ruang kemasiswaan fokus pada pintu ruangan itu. Tak beberapa lama terlihat Youngjae, Changkyun, Bambam dan Jungkook bertengkar dan berteriak hal tak jelas. Di belakangnya ada Jaebum yang hanya mendengarkan music.
"hyung hanya satu alat saja aku mohon. Kau kan aslab, pasti kau tau cara kerjanyakan." Mohon Jungkook pada Youngjae.
"eeiiii hyung kau tak akan bisa mengalahkanku. Aku dan Jungkook saja sudah masuk level 61. Untuk lolos ke 50 saja kita harus membeli peralatan tempur dengan koin emas dan diamond. Kita saja harus mengeluarkan kredit kita." Bambam berusaha memprovokator Changkyun.
"aku tak bermain itu lagi. Sekarang kita punya mainan baru." Changkyun menanggapi Bambam.
"kan makanya kita masih di level 42." Youngjae sengaja mengacuhkan Jungkook. Ruang mahasiswa ramai hanya karena mereka memperdebatkan hal yang mereka ketahui. Jaebum yang sedari tadi bersama mereka tak terlalu tertarik dengan obrolan mereka.
"oh Yugyeom. Cieeeeeeeee akhirnya ke kampus juga." Heboh Jungkook dan Bambam.
"katanya kau tak bisa ke kampus. Begitu aku bilang ada acara kejutan kecil untuk Jinyoung hyung kau akhirnya ke kampus juga." Bambam berlari memeluk Yugyeom. "oh hyung selamat ulang tahun, sehat selalu ya hyung. Oh iya hyung tolong kabulkan permintaan Yug …" Jungkook menutup mulut Bambam. "hyung selamat ulang tahun." Jungkook menjabat tangan Jinyoung dan memeluk Bambam dengan erat.
Yugyeom sedaritadi hanya berdiri di sebelah Jinyoung yang sedang membuka beberapa kado dari teman temannya. Yugyeom sesekali tersenyum dan tertawa kecil melihat interaksi Bambam, Jungkook, Youngjae dan Changkyun. Beberapa anak lainnya juga ikut menimbrung apa yang mereka biacarakan. Sedangkan Jackson dan Jaebum lebih memilih untuk melanjutkan tugas mereka.
"bagaimana kondisi Jinyoung?" bisik Mark di belakang Yugyeom.
"untuk saat ini kondisinya semakin membaik. Kata dokter kondisinya tidak separah seperti 4 tahun lalu." Jawab Yugyeom dengan tetap pada posisinya dan memperhatikan teman temannya
"syukurlah jika dia semakin membaik. Kami percayakan Jinyoung padamu Yugyeom." Mark menepuk pundak Yugyeom.
"kami?" Yugyeom berbalik dan bertanya pada Mark. Mark hanya tersenyum dan memiringkan kepalanya ke kiri lalu tersenyum lagi. Yugyeom melihat di belakang Mark lalu tersenyum cerah. "terima kasih hyung untuk semuanya. Aku akan menjaga Jinyoung hyung."
"jaga dia hingga sakit hatinya menghilang. Terus bersamanya hingga awal desember nanti. Tetap di sisinya pada saat itu."
.
.
Yugyeom membantu Jinyoung membawakan hadiah hadiahnya. Hari ini Jinyoung sengaja tidak ke rumah sakit dan memilih untuk pulang ke rumah. Selama perjalanan Jinyoung selalu tersenyum dan terkadang bersenandung. Yugyeom yang melihat juga ikut senang. Jarang dia bisa melihat Jinyoung sesenang ini.
"oh iya, mana hadiah untukku? Kau tidak menyiapkan hadiah untukku?" pinta jinyoung.
"hadiah? Untukmu? Bukankah sudah ku berikan?" Yugyeom melirik Jinyoung.
"apa?"
"menemanimu therapist dua minggu ini."
"jika itu lain lagi ceritanya, kan kau sendiri yang bersedia menemaniku, aku tak meminta loh."
"masih baik hati juga aku tak bercerita pada teman temanmu."
"arra arra, gomawo Yugyeom." Jinyoung kesal. Yugyeom hanya tertawa melihat perubahan ekspresi Jinyoung
.
.
.
*FLASHBACK
*on the phone
'Apakah benar ini kediaman keluarga Im?'
'iya benar. Dengan siapa saya berbicara?'
'maaf bisa saya berbicara dengan Im Jaebum?'
'ini dengan saya sendiri'
'aku Kim Yugyeom, hoobae angkatan pertama. Maaf sekali lagi sunbae, bisa tidak jika kita bertemu di restoran ***** dengan Mark sunbae. Dan aku mohon jangan ada Jackson subae, ini tentang Jinyoung hyung'
.
"jadi bagaimana kondisi Jinyoung, Gyeom?" tanya mark.
"seperti yang kau khawatirkan sunbae sama seperti empat tahun lalu." Jelas Yugyeom.
"maksudnya? Empat tahun lalu? Jangan bilang jika itu penyakit Jinyoung? Lagi? Anak itu kenapa selalu menyakiti dirinya sendiri sih." Jaebum terlihat geram dan marah saat tau apa yang di bicarakan Yugyeom dan Mark. "sudah berapa lama? Kau tau kapan tentang kondisi ini Mark hyung?"
"tadi siang di ruang kesehatan. Jackson tau lalu memukul Jinyoung, lalu aku menyuruh dia untuk membawanya ke rumah sakit, aku hanya takut kejadian lalu terulang padanya. Dan ternyata benar." Terang mark yang sama prustasinya.
"jadi ini alasanmu menyuruhku menghubungi Mark tanpa memberitahu Jackson. Aku yakin jika Jackosn tau masalah ini pasti Jinyoung akan di bawa ke America hari ini juga." Jaebum mengusap wajahnya kesal. "beruntung pria Hongkong itu tidak tau mengenai kondisi jinyoung."
"Jackson sangat mengenal baik Jinyoung. Mau Jinyoung menutupinya serapi mungkin Jackson pasti tau. Bukankah kalian bertiga seperti itu." Mark melirik Jaebum.
"aku tak habis pikir apa yang ada di pikiran Jinyoung. Jika tau akhirnya akan seperti ini kenapa dia masih memaksakan perasaannya. Anak itu …"
"bisa tolong jelaskan semuanya padaku hyung. Karena apa yang kalian ucapkan sama persis dengan apa yang di ucapkan oleh dokter yang memeriksa Jinyoung hyung tadi sore. Akan membawa Jinyoung hyung jika dia nekat merusak tubuhnya lagi. Dan aku ingat betul dokter itu menyebut nama Taecyeon dan Hyunwoo. Siapa mereka? ada apa dengan mereka? kenapa mereka seolah seolah selalu menyiksa Jinyounga hyung? dan sepertinya dokter itu juga mengenal baik kondisi dan situasi Jinyoung hyung." mereka lupa jika di sana masih ada Yugyeom yang selalu memperhatikan setiap kata yang keluar dari Jaebum dan Mark. Mark hanya melihat Yugeyom dan tersenyum, dia mengerti sekarang.
"kau menyukai Jinyoung kan?"
"…"
"Jaebum, apakah kau mau menolongku untuk menceritakan semua tentang Jinyoung kepada secret admire nya Jinyoung?" Jaebum hanya melihat Yugeyom. "aku memperhatikanmu selama ini. Kau selalu menjaga Jinyoung kan? Dan kau sempat terpuruk saat tau jika Jackson dan Jinyoung berpacarankan hahaha. Aku tau semuanya Yugyeom." Mark tersenyum.
"hahaha terlihat jelas kah sunbae? Empat tahun, dan akan selalu seperti ini." Yugyeom mengalihkan pandangannya.
"prove it!" Tantang Jaebum.
"akan aku buktikan satu bulan ke depan. Jadi ceritakan padaku ada apa dengan Jinyoung hyung!" Yugyeom menatap yakin pada Jaebum. Jaebum tak kalah menatap Yugeyom. Dia tak ingin sahabatnya menderita lagi.
"Taecyeon adalah …"
.
.
.
.
tbc
.
.
.
Youngjae, Changkyun, Bambam, Jungkook itu penggila game di Group mereka. Aku ngga tau game apaan, aku pikir mereka main DOTa atau sejenisnya tapi kayaknya bukan deh.
Dokter itu namanya Nickhun, dia kakaknya Bambam sekaligus temennya Taecyeon sama temen nunnanya Jinyoung. Makanya Bambam bilang 'sehat selalu yah' karena dia tau kondisi dan situasi Jinyoung sebenarnya,makanya dia cuma diem aja kalo ketemu Jinyoung begitupun Jinyoung,taunya Bambam sama taunya Jungkook beda yah. Trus dokternya juga sebenernya kesel sama temennya karena ngebuat adik kesayangannya kayak gitu. Spoilernya udahan yah.
Peace out! Jjai~
