*With December comes

the glimmer on her face

And I get a bit nervous

I get a bit nervous now

Yugyeom memenuhi janjinya. Hari ini Mark, Jaebum, Jackson, Jinyoung, Youngjae, Changkyun, Bambam, Yugyeom berangkat ke Jerman. Keluarga mereka sudah berangkat lebih awal, mereka terakhir berangkat karena mengurus perkuliahan mereka. Selama di pesawat Yugyeom selalu memperhatikan Jinyoung. Mark juga sedaritadi memperhatikan Yugyeom dari bandara. Dia selalu tersenyum melihat tingkah lucu Yugyeom. Saat ini pun Mark sengaja memilih duduk di sebelah Yugyeom dan Jinyoung. Dia ingin melihat moment lucu mereka.

Selama di pesawat Jinyoung hanya diam dan menatap ke jendela. Yugyeom melirik dan hanya menghela nafas. Ingin Yugyeom mengalihkan pikirannya, tapi dia yakin pasti Jinyoung hanya membalas seadanya. Akhirnya Yugyeom membiarkan Jinyoung dengan dunianya. 'mungkin dia butuh waktu.' Yugyeom bermonolog.

.

Mereka menginap di Guest House milik kenalan keluarga Mark. Guest house itu terbilang mewah, lima kamar tidur dengan tiga kamar mandi di dalam kamar tidur dan satu kamar mandi di luar. Pembagian kamar di buat berdasarkan pasangan masing masing, tapi Jinyoung memilih untuk sendiri, alhasil changkyun sekamar dengan YugBam. Yang lain memaklumi keadaan Jinyoung jika dia ingin sendiri. Yugyeom tak pernah melepas pandangannya pada Jinyoung.

"kau itu bisa membunuh Jinyoung dengan tatapanmu Kim Yugyeom." Jaebum menyindir.

"memangnya kalian tidak khawatir padanya?" tanya Yugyeom pada yang lainnya.

"…" mereka semua diam.

"aku akan siapkan makan malam, ada yang mau ikut aku belanja? Mumpung hari masih sore." Mark mencairkan suasana.

"aku hyung!" teriak Youngjae, Changkyun dan Bambam.

Setelah mereka berempat keluar, tersisa Jaebum, Jackson dan Yugyeom. Tak ada yang berbicara diantara mereka bertiga. Saat Yugyeom bangkit dan berjalan ke kamarnya, Jackson berucap

"bukankah kami percaya padamu Kim Yugyeom?"

.

.

*Well we met each other at the house of runaways

I remember it perfectly

We were running on honesty

We moved together like a silver lock and key

But now that your lock has changed

I know I can't fit that way

Selama perjalanan menuju Katedral suasana di mobil terasa sangat dingin. Youngjae, Changkyun, dan Bambam yang biasanya menjadi mood maker mereka tiba tiba berubah menjadi patung es. Yugyeom mulai lelah, tapi dia masih bingung ingin melakukan apa pada Jinyoung. Yang pada akhirnya Yugyeom akan tetap diam dan memperhatikan Jinyoung.

Artistic nya masih kental dengan budaya Eropa nya. Mewah, megah dan elegan. Pantas jika banyak dari mereka memilih mengadakan pernikahan di sini. Pesta seumur hidup sekali. Mungkin Yugyeom akan mengadakan pesta di sini juga. Mereka duduk di pinggir dekat pintu, agar dapat melihat pengantinnya memasuki altar. Jinyoung, Yugyeom, Bambam dan Changkyun di barisan sebelah kiri sedangkan Mark, Jackson, Jaebum dan Youngjae di barisan sebelah kanan.

Saat pintu Katedral di buka para tamu undangan berdiri. Jinyoung melihat Hyunwoo berjalan gagah dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya. Setelan jas dan bunga putih di saku kanannya sangat pas dengannya. Saat meliwati Jinyoung, Hyunwoo sempat berhenti dan berdiri menghadap Jinyoung.

"mau kah kau menjadi Best Man ku?" Hyunwoo bertanya pada Jinyoung. Yugyeom yang mendengar ingin rasanya menghajar Hyunwoo saat itu juga. Tapi dia begitu terkejut saat Jinyoung menyetujuinya dengan senyum manisnya.

*What is that sad look in your eyes
Why are you crying
Tell me now, tell me now
Tell me, why you're feelin' this way

Jinyoung melangkah menuju altar bersama Hyunwoo. Yugyeom hanya melihatnya dan tersenyum sekilas.

"mungkin itu yang membuat Jinyoung hyung diam saat kita berangkat kemarin." Bisik Changkyun. Dan hanya di balas anggukan oleh Yugyeom. Mereka yang berada di sayap kanan heran. Bukan heran karena Jinyoung pergi bersama Hyunwoo ke altar, melainkan senyum bahagia Yugyeom saat Jinyoung pergi ke altar.

"Yugyeom punya rencana. Bukankah kalian percaya padanya?" Mark mengerti akan tatapan Jaebum dan Jackson.

"aku percaya Yugyeom, hyung. Jadi percayalah padanya. Kali ini bukan Jinyoung hyung yang jatuh cinta pada orang lain, melainkan ada orang lain yang benar benar mencintai Jinyoung hyung." Youngjae mengusap bahu Jaebum dan memeluknya dari samping.

*I hate to see you so down, oh baby
Is it your heart
Oh, that's breakin' all in pieces
Makin' you cry
Makin' you feel blue
Is there anything that I can do

Yoon Kihyun memasuki altar. Dapat di lihat Hyunwoo tersenyum cerah saat Kihyun berjalan mendekatinya. Di belakangnya Jinyoung pun ikut tersenyum. Yugyeom melihatnya, semua juga melihatnya. Jinyoung akhirnya tersenyum. Tapi yang Yugyeom lihat adalah senyum kesedihan dan kekecewaan, dan Yugeyom tak suka senyuman itu. Dia ingin menarik Jinyoung dari keramaian tapi ini merupakan acara formal, jadi dia mengurungkan niatnya.

Setelah mereka membuat janji, Jinyoung melangkah ke depan dan memberikan sebuah kotak kepada sang pengantin. Yugyeom melihat gerak gerik Jinyoung. Tiba tiba pandangan mereka beradu, Yugyeom kaget karena Jinyoung tersenyum dan bergumam 'aku tak apa apa.' Yugyeom tau, bahkan dia lebih mengetahui Jinyoung ketimbang dirinya sendiri. Jinyoung sangat mudah di baca.

*Why don't you tell me where it hurts now, baby
And I'll do my best to make it better
Yes, I'll do my best to make those tears all go away

Acara sumpah janji sudah selesai dan mereka berkumpul hanya sekedar mengucapkan selamat dan berfoto bersama. Yugyeom tiba tiba menghilang dari kumpulan teman temannya. Dia segera menyusul Jinyoung begitu tau dia pergi ke pintu belakang. Yugyeom melihat Jinyoung sedang memandang pemandangan kota Jerman di sore hari. Yugyeom berpikir Jinyoung akan menangis atau apalah untuk mengungkap perasaan kecewanya, tapi yang di lihat hanya senyum bahagia dari wajah Jinyoung dan sedikit air mata.

"bahwa apa yang tampak milik kita, sebenarnya bukan milik kita. " Jinyoung masih menatap pemandangan kota di depannya. "rasanya lebih melegakan di saat aku rela melepasnya."

"hyung …"

"aku tak apa Yugyeom, kau lihatkan aku bisa tersenyum?" Jinyoung tiba tiba diam. Dia dapat merasakan badanya terbang dan kepalanya membentur sesuatu bidang yang lembut. Yugyeom tak bisa memikirkan apapun. Dia hanya ingin memeluk hyungnya.

"menangislah hyung. Menangislah." Yugyeom terus memeluk Jinyoung dengan erat. Dia tak ingin melapasnya, tak akan pernah. Jinyoung terlalu rapuh.

Jinyoung menangis di dalam pelukan Yugyeom. Tangis yang menyaratkan kekecewaan dan putus asa. Tangis yang telah lama menyimpan penyesalan. Tangis yang akan mengakhiri semua perasaan Jinyoung. Tangis yang memulainya perasaan baru. Tangis yang hanya Yugyeom yang tahu.

*Just tell me where it hurts now, tell me
And I love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
I'll love all of the hurt away

Jinyoung masih tertidur ketika mereka sampai di Guest House. Yugyeom membawanya ke kamar Jinyoung. Saat Yugyeom akan merebahkan Jinyoung, Jinyoung tiba tiba bangun.

"aku bisa sendiri, terima kasih Yugyeom. Aku akan mandi setelahnya akan kembali tidur." Jinyoung duduk di kasurnya. Yugeyom lalu berjalan ke arah pintu sebelum akhirnya dia menoleh lagi. "malam ini temani aku. Apa kau mau?" Pinta Jinyoung. Yugyeom hanya mengangguk sekilas lalu keluar.

.

Kamar tidur Jinyoung masih menyala terang. Tetapi Jinyoung sudah di tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Tiba tiba keadaan gelap gulita dan dapat di rasakan jika kasaur yang di tempati Jinyoung bergerak. Jinyoung hanya diam di tempat.

"kau belum tidur hyung?"

"hmmm" Jinyoung hanya membalas seadanya. "Yugyeom, terima kasih. Untuk semuanya."

Yugyeom hanya tersenyum dan masuk ke dalam selimut. Ntah dapat keberanian darimana Yugyeom memeluk Jinyoung dari belakang. Merapatkan tubuh Jinyoung padanya, agar Jinyoung dapat merasakan detak jantung yang menggila yang ada pada Yugyeom. Dan Jinyoung dapat merasakan kehangatan di pelukan Yugyeom.

'maafkan aku Yugyeom. Untuk saat ini, aku takut untuk menyukai seseorang lagi.' Jinyoung bermonolog.

'aku tak pandai berbicara, tapi hanya ini caraku untuk mengatakan aku menyukaimu.' Yugyeom bermonolog.

*You just need somebody to hold on, baby
Give me a chance to put back all the pieces
Take your broken heart
Make it just like new
There's so many things that I can do

.

.

.

*GRADUATION ( 4 month later )

"Happy Graduation HYUNG!" Heboh para hoobae saat sunbae mereka keluar dari hall utama. Hura hura di rasakan saat subae mereka berteriak mengucapkan terima kasih. Begitupun mereka yang yang telah lulus mengucapkan selamat ke masing masing teman mereka.

"hahaha aneh ngga sih kita bertiga. Masuk Senior Hish School bareng, lulus bareng, masuk kuliah sama, fakultas juga sama, eh lulus sarjana aja juga bareng lima tahun hahaha." Tawa Jackson saat bertemu dengan Jaebum dan Jinyoung. Mereka berdua tertawa saat tahu maksud dari Jackson.

"hyung-aaa chukae~ Saranghae~." Youngjae berteriak lalu memeluk Jaebum. Jaebum dengan sigap menangkap baby otter nya.

"hey my boy. Selamat." Mark muncul di belakang Youngjae. Jackson yang melihat Mark begitu tampan tak dapat berhenti tersenyum. Walaupun Mark itu lebih tua, tapi dia selalu terlihat menggemaskan.

"kau tak mau seperti Youngjae yang di gendong Jaebum lalu di putar putar?" goda Jackson sambil mengulang apa yang di lakukan Jaebum.

"idiot!" Mark merengut. Lalu tiba tiba Changkyun, Bambam dan jungkook datang mengucapkan selamat pada mereka bertiga.

"Yugyeom?" tanya Jinyoung. Mereka bertiga hanya menggelengkan kepala. Jinyoung pun bingung dengan diamnya mereka. Tiba tiba ada kurir bunga datang mencari Park Jinyoung. Jinyoung bingung siapa yang mengirim bunga dengan seorang kurir dan hanya ada surat yang terlampir. Di tangkai bunga itu ada tulisan 'How can I say it so you'll understand?'

"orang aneh mana yang hanya memberikan dua tangkai bunga." Jackson mendekat ke arah Jinyoung.

"oh ada suratnya hyung. Dari siapa?" tanya Youngjae.

'Happy Graduation MY HYUNG! maaf aku tak bisa datang. Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah berangkat ke Dubai, aku akan melanjutkan studiku di sana sekaligus meneruskan usaha appa ku. Maaf aku tidak memberitau hyung tentang ini. Ini mendadak jadi mau tak mau aku menerimanya. Tapi selamat ya hyung akhirnya kau menjadi sarjana juga.' KYG

"hmmm KYG? Kim Yugyeom?" Bambam bertanya pada dirinya sendiri.

"tunggu aku sepertinya mengenal bunga itu. Itu bukankah bunga Anggrek?" Changkyun heboh.

"bukankah setiap bunga itu punya arti yang berbeda begitupun dengan warnanya kan?" tanya Mark pada Changkyun.

"warna itu, seingat ku artinya … Hah?" Jungkook tiba tiba diam dan memperhatikan Jinyoung. Yang lain saat melihat jungkook kaget ikut memperhatikan Jinyoung. Jinyoung terus menatap surat kecil di tangkai bunga lalu tersenyum pada bunga di tangannya. Setelahnya pergi meninggalkan yang lain.

"arti dari Anggrek Merah adalah Pernyataan Cinta, dan arti dari Anggrek Putih adalah Perasaan yang Murni. Jinyoung tau bahasa bunga karena umma nya adalah peneliti bunga. Aku tau arti senyuman itu." Jaebum tersenyum saat Jinyoung pergi.

.

.

.

.

END

.

.

.

BS :

New Empire - A Little Braver

MYMP - Tell Me Where It Hurts

End yah, end-in di sini aja hahahaha

Udahan aja yah hahaha

Terima kasih yang udah mau ngeriview cerita absurd ini. Maaf ngga bisa bales semua, aku balesnya di cerita aja yah. Oh Taecyeon itu hyung hyung-an nya Jinyoung yang kelewat sayang aja. Tapi di salah artikan sama Jinyoung. Makanya akhirnya dia beralih suka sama Hyunwoo aja, eh ngga taunya Hyunwoo juga berakhir sama kayak Taecyeon. Mereka cuma nganggep Jinyoung itu cuma seorang adik.

Endingnya aneh?yah mau gimana lagi hahahaha maaf yah~

Mau sequel apa epilog? Apa end aja di sini? Hahaha

Peace out! Jjai~