Chapter 2.
Disclaimer:Naruto dan yang lainnya bukan milik saya,saya hanya pinjam Charakternya saja.
Genre:Adventure,Romance,Family, .
Rated:T.
x .
Warning:Ooc,Oc,Semi-cannon,SmartNaru,Typo,Dll.
Summary:Setelah kelulusan Gennin,Naruto diusir dari Konoha karena diduga melukai Menma Anak Hokage sekaligus kakaknya,dan dia hanya bisa menerimanya karena memang dia salah,,tapi saat perjalanannya,ada kejadian yang mengejutkannya.(Bad Summary).
Chapter 2.
Disebuah rumah kecil yang sederhana terdapat seorang pemuda masih tertidur dengan mata di perban,Ya dialah Uzumaki Naruto yang baru kemarin mentransplantasikan mata ayah angkatnya padanya dengan bantuan dari juga sudah berjanji akan melindungi Naori apapun yang terjadi,karena hanya dia yang dia miliki sekarang.
Dan tiba tiba saja pintu kamar terbuka dengan pelan dan terlihat gadis seumuran Naruto berambut ungu,dialah Uchiha Naori sahabat,keluarga Naruto,dia berjalan kearah tempat tidur Naruto dan menggoyankan tubuh Naruto pelan.
"Naru-kun,ayo bangun,aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita."ujar Naori,perlahan Naruto pun bergerak dan duduk di kasurnya.
"Enghh,,jam berapa sekarang Nao-chan.?"tanya Naruto meregangkan tubuhnya.
"Sekarang jam 07:30 Naru-kun,ayo turun dan mandilah dulu."jawab Naori,sambil membantu untuk turun dari kasur dan menuntunnya berjalan kearah kamar mandi.
"Nah,,aku akan menunggu disini,kau mandi sana."lanjutnya menunggu di depan pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup.
.
Setelah sekitar 30 menit akhirnya Naruto sudah selesai mandi dan menggunakan pakaian,dan dengan bantuan Naori akhirnya mereka berdua sekarang berada di meja makan,tapi sepertinya Naruto kesulitan untuk makan dan Naori pun berinisiatif menyuapi Naruto,karena itu dia pindah disamping Naruto dan mengambil makanan Naruto,membuatnya terkejut.
"Ayo,buka mulutmu,biar aku suapi."pinta Naori.
"Ehh,tidak usah aku bisa sendiri."tolak Naruto dan berusaha merebut makanannya dari Naori meskipun tidak bisa melihat.
"Ck,sudah ayo cepat."ujar Naori mendesak,akhirnya Naruto pasrah dan membuka mulutnya,lagipula dia juga senang karena masih ada yang peduli padanya,,dan seandainya Naruto melihat maka dia bisa melihat kalau wajah Naori sudah memerah karena menyuapi laki laki yang dia sukai.
"Kalau kau menyuapiku,,bagaimana denganmu.?"tanya Naruto setelah menelan makanannya.
"Aku juga sambil makan,tenang saja."balas Naori,dan menyuapi Naruto lagi,dan begitulah sampai mereka selesai makan.
Setelah selesai Naori membereskan bekas sarapan mereka dan mencuci piringnya,setelah selesai mereka pergi ke halaman belakang dan hanya duduk saja,karena Naruto masih dalam proses menyesuaikan matanya,dan sejak tadi Naori selalu memperhatikan Naruto dengan rona merah di kedua pipinya.
Dia bersyukur karena bisa bertemu dengan pemuda seperti Naruto,menurutnya Naruto itu baik,sopan,ramah,pekerja keras,dan selalu bersemangat,karena itu meskipun ayahnya sudah meninggal dia tidak terus terusan bersedih karena setidaknya dia masih punya Naruto.
Dan dia juga merasa lebih beruntung dari Naruto,karena setidknya dia masih bisa merasakan kasih sayang orang tua,tidak seperti Naruto yang selalu sendiri dan dirawat dengan yang bukan keluarganya,padahal ayahnya masih hidup tapi tidak pernah menganggap Naruto.
Mengingat cerita Naruto,dia tidak bisa membayangkan kalau dia berada diposisi Naruto yang selalu dibenci dan hidup sendiri,mungkin kalau dia jadi Naruto dia sudah bunuh diri karena tidak kuat dengan siksaan bila dia jadi Naruto.
Karena itu dia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri,dan memantapkan hatinya,kalau dia akan selalu bersama Naruto kemanapun,dimanapun dan kapanpun,dia akan selalu berada disamping Naruto selamanya dan tidak akan pernah meninggalkannya.
"Ne Naruto-kun,aku ingin tahu tujuanmu untuk kedepannya apa,apa kau ingin balas dendam.?"tanya Naori ingin tahu.
Karena pasti banyak orang yang bernasib sama seperti Naruto,pasti mereka akan membalas dendam apabila mendapat kekuatan besar,tapi kalau Naruto memang ingin membalas dendam,Naori juga akan membantunya karena dia juga dengan Konoha,jangankan untuk menghancurkan Konoha,dia juga akan membantu Naruto menghancurkan dunia bila dia ingin,karena apapun itu dia akan selalu membantu Naruto.
"Emmm,entalah Nao-chan,,tapi yang pasti aku akan melindungimu,dan hidup bersama dengan bahagia selamanya dengan tenang."jawab Naruto tersenyum tulus membuat Naori merona.
"A-aku juga ingin selalu bersamamu selamanya,Naru-kun."ujar Naori tersenyum dengan rona merah diwajahnya.
"Tapi setelah ini kita akan pergi kemana,Naru-kun,tidak mungkinkan kita disini terus."lanjutnya bertanya,sedangkan Naruto tampak berpikir dengan mengelus ngelus dagunya.
"Entahlah Nao-chan,mungkin kita akan mengembara saja,bagaimana.?"balas Naruto dan bertanya.
"Aku terserah padamu saja Naru-kun."jawab Naori tersenyum manis tanpa bisa terlihat Naruto.
"Ohh,ya,kapan perban dimataku ini bisa dibuka,,aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah cantikmu lagi.?"tanya Naruto sedikit menggoda membuat wajah Naori memerah lagi dan mencubit perut Naruto membuatnya mangaduh kesakitan.
"Mungkin tiga hari lagi,Naru-kun jadi bersabarlah."jawab Naori.
"Huh,baiklah kalau begitu."ujar Naruto menghela nafas pasrah membuat Naori tersenyum melihatnya.
Setelah itu mereka hanya diam dengan hening tidak ada yang mau berbicara lagi,hanyut dalam pikiran masing masing atau sedang memikirkan rencana selanjutnya untuk tanpa mereka sadari kalau hari sudah mulai siang dan Naori pun memutuskan untuk membuka suara lagi.
"Sebaiknya kita masuk -kun,kau haru banyak istirahat agar matamu baik baik saja."ujar Naori berdiri dan membantu Naruto berdiri,setelah itu mereka berjalan masuk kedalam rumah sambil bergandengan tangan.
#=#=#=#=#=#=#
Sudah tiga hari berlalu dan sekarang adalah hari perban pada mata Naruto dibuka dan melihat hasilnya,dan sekarang Naruto sedang berada di pinggir tempat tidur,dan Naori berada didepannya membuka perban Naruto perlahan lahan,dan setelah terbuka Naruto masih menutup matanya,dan dengan perlahan Naruto membuka matanya dan terlihat bentuk EMS Naruto pola Vortex dengan bintang di tengahnya,serta aura yang besar dari matanya membuat Naori sedikit gemetar karenanya,setelah itu matanya kembali kebentuk semula Blue Saphire.
"Bagaimana,apa kau bisa melihat dengan jelas,?"tanya Naori.
"Iya,aku bisa melihat dengan jelas kalau di depanku ada malaikat sangat cantik."balas Naruto tersenyum,sedangkan Naori merona mendengar ucapan Naruto dan memalingkan wajahnya.
"Huh,gombal,ayo makan aku sudah menyiapkannya."ajak Naori langsung berlari keluar dengan wajah merah karena malu,sedangkan Naruto tertawa kecil melihatnya.
.
.
Setelah selesai sarapan seperti biasa mereka berdua berada dihalaman belakang,dan sekarang mereka berdua ingin mencoba mata baru Naruto agar terbiasa menggunakannya.
"Baiklah,Naru-kun,coba sekarang kau aktifkan EMS mu itu."pinta Naori,Naruto hanya mengangguk lalu menutup matanya dan membukanya dan terlihatlah Sharingan tiga tomoe,setelah itu berubah jadi MS lalu menjadi EMS,,tapi baru sebentar tiba tiba Naruto terjatuh dengan nafas tersengah engah dan matanya kembali ke bentuk tiga tomoe,Naori langsung berlari kearah Naruto dan menatapnya Kawatir.
"Apa kamu baik baik saja,Naru-kun.?"tanya Naori.
"Aku tidak apa apa Nao-chan,,mungkin tubuhku belum terbiasa dengan mata baruku ini."balas Naruto tersenyum kecil dan berdiri dibantu Naori.
"Nah bagaimana kalau kita latihan sekarang,,tubuhku kaku karena sudah lama tidak latihan."lanjutnya,dengan sharingan masih aktif,dan Naori hanya mengangguk setuju.
Setelah itu mereka pun mulai latihan,dari latihan fisik control chakra,dan setelah itu sparing sampai lelah,dan sore hari mereka menyudahi latihan mereka dan masuk kerumah,mandi,makan lalu tidur karena terlalu lelah.
.
Satu minggu sudah berlalu dan Naruto serta Naori sudah lumayan kuat untuk anak seumuran mereka,Naruto sudah hampir bisa menguasai Mangekyou Sharingannya,tapi masih belum sampai EMSnya,Naruto juga bisa jurus dari Msnya yaitu Kamui,entah bagaimana caranya mengetahuinya,tapi dia hanya refleks saja mengucapkannya dan akhirnya dia pun bisa mengusai Kamui saja belum yang lainnya,dan kemampuan lainnya juga sudah bertambah hebat sekarang.
Bukan hanya itu Naori juga hampir sama seperti Naruto yang bertambah kuat walaupun dia masih belum bisa sampai tahap Mangekyou Sharingan,tapi Naruto akan membantunya,kemampuan yang lainnya juga bertamba hebat dari Ninjutsu,Taijutsu,Genjutsu dan Kenjutsunya.
Dan sekarang mereka berdua sedang menyiapkan barang barang mereka untuk mulai pengembaraan mereka berdua sekaligus untuk melatih kemampuan mereka berdua,seperti yang sudah Naruto dan Naori diskusikan dua hari yang lalu dan mereka menyutujuinya.
Mereka berdua memang tahu kalau dunia luar sana sangat keras apalagi untuk anak anak seusia mereka yang baru berumur 13 tahun yang seharusnya masih perlu dilindungi oleh orang dewasa,tapi siapa yang akan melindunginya,orang yang melindunginya sudah meninggal jadi sekarang mereka berdualah yang harus saling melindungi satu sama lain.
Dan setelah selesai menyiapkan keperluan mereka,sekarang Naruto dan Naori sudah berada di halaman belakang rumah mereka dengan membawa tas yang sedang saja berisikan sesuatu yang penting untuk mereka berdua.
"Kau sudah siap,Nao-chan.?"tanya Naruto.
"Aku sudah siap Naru-kun."balas Naori mantap.
"Baiklah kalau begitu."
=Kamui=
Mereka berdua terhisap dalam lingkarang vortex dan menghilang entah kemana tujuannya.
#=#=#=#=#=#=#
Disebuah hutan yang entah ada dimana tiba tiba terlihat lingkaran vortex dan terlihatlah dua orang anak laki laki berambut pirang dengan mata blue saphire,lalu gadia berambut ungu panjang dan mara berwarna hitam,mereka berdua melihat sekelilingnya yang banyak pepohonan membuat mereka bingung.
"Kita ada dimana,Naru-kun.?tanya gadis berambut ungu yang bernama Naori.
"Aku juga tidak tahu,Nao-chan,ayo sebaiknya kita cari jalan keluar."balas pemuda yang bernama Naruto dan berjalan mengajak Naori.
Mereka berdua pun berjalan untuk mencari jalan keluar dari hutan ini,setelah lama berjalan,akhirnya mereka menemukan jalan keluarnya dan melihat sebuah jalan,membuat mereka tersenyum senang.
"Nah,kita akan kemana Naru-kun,kiri atau kanan.?"tanya Naori sambil melihat kiri dan kanan.
"Kita ke kiri saja."balas Naruto dan berjalan duluan diikuti oleh Naori dibelakanya.
Tapi tanpa mereka sadari kalau ada seorang menggunakan topeng anbu yang mengawasi melihat mereka dari tadi.
"Itukan Naruto,lalu siapa gadis yang bersamanya,,mungkin bermain dengannya tidak masalah."gumamnya dan menghilang.
Sekarang Naruto dan Naori sedang berjalan beriringan dengan tenang tanpa ada yang berbicara sama sekali,tapi tiba tiba mereka dihadang oleh seorang pria dengan penampilan menggunakan kaos dengan jaket warna hitan dan celana pendek hitam dengan tanto dipunggungnya.
Naruto dan Naori yang melihat pria yang tak dikenal didepannya memasang posisi siaga untuk berjaga jaga bila tiba tiba pria tersebut menyerang mereka berdua.
"Siapa kau? Kenapa kau menghadang kami.?"tanya Naruto.
"Aku bukan siapa siapa,,hmm,tapi setelah melihat gadis itu,sepertinya boleh juga kalau aku jual dia."balas pria tersebut menyeringai menunjuk Naori,membuat Naruto dan Naori marah.
"Kalau kau berani macam macam,aku akan membunuhmu sialan."ujar Naruto tajam,tapi tidak membuat pria didepannya takut.
"Hoo,kau ingin membunuhku,coba saja."tantang pria tersebut tersenyum remeh.
Tak menunggu lama Naruto langsung berlari dengan tinjunya yang sudah disiapkan dan diarahkan kekepala pria tersebut tapi masih dapat ditahan dengan mudah,Naruto langsung menggunakan kakj kanannya untuk menendang perut pria tersebut tapi di tangkap dengan mudah,Naruto pun berputar dan menggunakan kaki kirinya mengincar dada pria tersebut,tapi pria tersebut berhasil mundur menjauh.
=Katon:Gokakyou no jutsu=
Tapi tiba tiba dari arah samping ada bola api besar mengarah padanya yang ternyata jurus dari Naori,tak mau kalah pria tersebut juga membuat handseal.
=Katon:Gokakyou no jutsu=
Duaarr.
Dua jurus yang sama saling bertabrakan menimbulkan kepulan asap dan mengurangi jarak pandang mereka tapi akibat Sharingan Naruto dan Naori masih bisa melihat dengan jelas,dan setelah asap menghilang terlihat pria didepan mereka menyeringai kearah mereka.
"Hmm,,Sharingan,jadi kalian dari Uchiha,pasti mahal bila menjual kalian berdua,hahahaha."ujar pria tersebut tertawa keras.
"Sialan,siapa yang mau kau jual pak tua."balas Naruto marah dan mengeluarkan katanya dari dalam tas.
"Ayo,Nao-chan kita cingcang tubuhnya jadi kecil kecil."ujar Naruto,Naori mengangguk dan mengeluarkan katanya.
"Jadi kalian menggunaka senjata,baiklah aku layani."ujar pria tersebut mengambil tanto dipunggunya.
Naruto langsung melesat cepat dan tiba di depan pria tersebut membuatnya sedikit terkejut,tapi masih bisa ditahan dengan tantonya,tak sampai di situ Naruto mengayunkan katananya kearah kaki pria tersebut,lagi lagi pria tersebut berhasil menghindar dengan melompat keatas,tapi sayang Naori sudah siap diatas dan mengayunkan pedangnya.
Trraaankk. Traankkkk. Craassahh.
Adu senjata antara Naori dan pria tersebut pun terjadi diudara tapi Naori berhasil mengenai pria tersebut membuatnya menjauh begitu juga Naori dan Naruto yang tiba disampingnya.
"Kalian berdua hebat."puji pria tersebut.
'sial mereka menggunakan Sharingan,kalau aku juga menggunakan Sharingan aku pasti ketahuan,kalau aku menggunakan kemampuanku yang lain juga ketahuan,sial.'batin pria tersebut sedikit kesal.
"Sebelum aku mengalahkan kalian,,boleh aku tahu kemana tujuan kalian.?"tanya pria tersebut.
"Kami adalah pengembara,dan tidak punya tujuan untuk saat ini."balas Naruto,membuat pria didepannya tertarik.
'pengembara,eh,,baiklah aku akhiri ini.'
Whusss.
Pria tersebut tiba tiba menghilang dengan cepat dan muncul dibelakang Naruto dan mengalungkan tantonya pada leher Naruto membuat dan Naori tidak bisa berkutik,kalau melawan maka salah satu diantara mereka akan mati,jadi mereka menunggu apa yang akan dilakukan pria tersebut,dan kabur bila ada kesempatan.
"Menyerah,Naruto.?"tanya pria tersebut dengan suara berbeda yang familiar ditelinga Naruto.
Deg
'jangan jangan…'
Duaghh.
Naruto menyikut pria dibelakangnya dengan keras membuat terlepas dan melihat kebelakang dan melebarkan matanya melihat orang menggunakan pakaian Anbu Konoha dan orang yang sangat dia kenali sedang tersenyum kearahnya,orang yang merawatnya dan menyayanginya dialah Shisui Uchiha,Naruto langsung lari dan memeluk Shisui.
"Nii-san,,aku merindukanmu."ujar Naruto memeluk Shisui dan Shisui hanya tersenyum melihatnya.
"Nii-san juga merindukanmu."balas Shisui mengusap kepala Naruto,mereka berdua melepas pelukannya,lalu Naruto pun menatap Naori dan menarik tanganya.
"Nii-san kenalkan,dia Naori yang sudah menolongku."ujar Naruto memperkenalkan Naori sambil tersenyum.
"Aku Uchiha Shisui,salam kenal Naori-chan."ujar Shisui tersenyum.
"Salam kenal,Shisui-nii,aku Uchiha Naori."balas Naori membungkukan badannya,Shisui yang mendengar marga Naori terkejut,karena masih ada Uchiha lain tidak kepikiran saat melihat Sharingan Naori tadi,karena terlalu fokus pada Naruto.
"Kau Uchiha asli.?"tanya Shisui.
"Tentu saja,Sharingan ini buktinya."balas Naori dan menunjuk matanya.
"Hah,,baiklah ayo kita cari tempat yang enak untuk mengobrol."ajak Shisui,mereka berdua mengangguk dan pergi dari sana.
#=#=#=#=#=#=#
Sekarang Naruto,Naori dan Shisui sedang berada di kedai makanan yang kebetulan dekat dengan tempat mereka bertiga tadi,dan sekarang mereka sedang mengobrol ,atau lebih tepatnya hanya Naruto yang bertanya tentang Naruto.
"Jadi bisa jelaskan maksud dari Naori yang menolongmu itu."pinta Shisui,sedangkan Naruto hanya menunduk sedih apabila mengingat kejadian yang tidak mau diingatnya lagi,tapi Naruto tetap akan memberi tahu kepada Shisui,karena memang dialah salah satu orang yang peduli padanya.
"Sebenarnya."Naruto pun menceritakan kejadian saat setelah keluar desa,ditusuk Minato dari belakang dan Kyuubi ditarik paksa dari tubuhnya,lalu diselamatkan Ayah Naori dan dirawat olehnya dan juga dilatih walau hanya sebentar.
Setelah Naruto menyelesaikan ceritanya Shisui pun marah terhadap Minato yang tega melakukan hal sekeji itu,dia tidak habis pikir apa yang ada di pikirab Minato,Shisui pun sudah tidak menghormati Minato lagi sebagai pemimpin desa,,apanya yang kuat melindungi yang lemah,itu hanya seperti kata hiasan saja,dan apanya yang pemimpin desa yang peduli pada warganya,dengan anaknya saja dia tidak peduli,Konoha memang sudah mulai rusak dan tidak pantas untuk dilindungi,sebenarnya Shisui juga ingin keluar desa dan ikut dengan Naruto,,tapi dia masih memikirkannya dulu.
"Lalu apa kau akan membalas dendam Naruto.?"tanya Shisui.
"Entahlah,,aku hanya ingin hidup tenang sekarang,bila aku membalas dendam maka aku tidak bisa hidup tenang,jadi aku memutuskan untuk melupakannya,,karena memang itu sudah tidak penting lagi."jawab Naruto tersenyum kecil.
"Baiklah Nii-san,aku dan Nao-chan akan melanjutkan perjalan lagi."lanjutnya berdiri dari duduknya diikuti Naori.
"Tunggu,,ambilah ini,untuk kalian berdua."ujar Shisui menyerahkan sekantung uang pada Naruto.
"Terima kasih,Nii-san,kami pergi dulu,sampai jumpa."pamit Naruto lalu keluar dari kedai tersebut.
Shisui juga keluar dan terus menatap mereka berdua sampai sudah tak terlihat lagi lalu berbalik dan berjalan menjauh dari kedai tersebut kembali ke Konoha.
'tunggulah aku Naruto,,kita akan hidup bersama bertiga nanti.'batin Shisui.
.
Sekarang Naruto dan Naori entah berada didesa mana karena mereka tidak pernah pergi keluar dari rumah mereka,karena dilarang oleh ayah Naori yang takut terjadi apa apa pada mereka pun memustuskan untuk bertanya saja.
"Permisi tuan,apa anda tahu desa Kirigakure dimana.?"tanya Naruto sopan kepada pria yang lewat.
"Ohh,,Kirigakure berada didepan sana,,anda tinggal berjalan lurua saja."jawab Pria tersebut.
"Terima kasih tuan."ujar Naruto membungkuk diikuti Naori.
"Kenapa kau bertanya desa Kirigakure Naru-kun.?"tanya Naori bingung.
"Entahlah,,tapi aku hanya ingin kesana,,bagaimana kalau kita jadi Ninja Kiri sepertinya menarik,dari pada kita tidak punya tempat tujuan."jawab Naruto sekaligus bertanya.
"Aku ikut kamu saja,Naru-kun."balas Naori tersenyum,Naruto juga tersenyum.
Mereka berdua pun berjalan kearah desa Kirigakure untuk menjadi Ninja Kiri,cukup lama berjalan akhirnya mereka berdua sampai di depan sebuah pintu gerbang besar dan dua penjaga di dalam.
"Permisi,dimana tempat pemimpin desa ini.?"tanya Naruto setelah didepan penjaga tersebut.
"Ada apa kalian mencari pemimpin kami.?"tanya balik penjaga tersebut dan menatap mereka berdua.
"Kami ingin menjadi Ninja Kiri,,jadi boleh kami tahu dimana tempat pemimpin kalian.?"jawab Naruto sekaligus bertanya.
"Ohhh,,begitu,kalau begitu kalian lurus saja dan nanti ada bangunan terbesar disanalah tempatnya."tunjuk penjaga tersebut.
"Terima kasih."ujar Naruto dan Naori berjalan lurus.
Naruto dan Naori berjalan terus sambil melihat desa Kirigakure yang tidak berbeda jauh dengan Konoha hanya saja disini berkabut dan lumayan dingin,setelah cukup lama berjalan akhirnya mereka sampai didepan pintu yang mereka yakini ruang pemimpin desa Kiri.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk"sahut suara dari dalam,mereka pun membuka pintu dan masuk,setelah masuk mereka melihat wanita cantik dan menggunakan menggunakan pakaian seksi memilik rambut merah maroon,mereka berdua pun berdiri didepan meja wanita tersebut.
"Ada apa kalian berdua kemari,,kalian orang baru.?"tanya wanita tersebut.
"Itu benar,kamu kesini ingin menjadi Ninja Kiri,dan kami masih Gennin."jawab Naruto.
"Hmm,begitu,,dari mana asal kalian sebelumnya.?"tanya wanita tersebut.
"Kami dari Konoha."jawab Naruto membuat wanita itu terlihat tertarik.
"Kenapa kalian keluar dari Konoha dan bergabung kesini.?"tanya wanita tersebut.
"Itu masa lalu yang tidak bisa diceritakan."balas Naori,dan wanita didepannya hanya mengangguk.
"Oke sebelum itu perkenalkan,namaku Mei Terumi dan aku adalah Mizukage ke4."ujar Mei memperkenalkan diri.
"Dan ini Hitai Itte kalian,selamat bergabung di desa Kiri."lanjut Mei dan memberikan Hitai Itte Kirigakure kepada Naori dan Naruto dan diterima oleh mereka dan langsung memakainya.
"Terima kasih Mei-sama,,nama saya Uchiha Naruto dan saya akan berusah untuk melindungi desa ini."ujar Naruto membungkukan badannya.
"Nama saya Uchiha Naori,saya juga akan berjuang untuk melindungi desa ini."ujar Naori membungkukan badannya.
"Kalian Uchiha,,ini menarik,baiklah kalau begitu kalian boleh keluar."ujar Mei,dan mereka berjalan keluar.
"Pasti masa lalu mereka di Konoha sangat buruk."gumam Mei setelah Naruto dan Naori keluar.
.
Setelah Naruto dan Naori keluar dari gedung Mizukage,mereka berdua memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang murah tapi bisa ditempati mereka berdua,,setelah lama berjalan akhirnya mereka berdua sudah menemukan tempat tinggal yang yang murah dan lumayan besar,akhirnya Naruto membayar dan langsung masuk ke tempat tinggal baru mereka berdua.
"Naru-kun,kenapa tadi kamu menggunakan marga Uchiha bukan Uzumaki.?"tanya Naori setelah mereka duduk di ruang tamu.
"Kalau itu aku hanya ingin,dan untuk memperkenalkan diriku yang baru,karena Uzumaki Naruto sudah tiada,meskipun begitu aku juga masih tetap seorang Uzumaki."jawab Naruto tersenyum.
"Aku ingin tahu juga kenapa kamu bisa menggunakan Sharingan seperti Uchiha,,karena kamu belum memberi tahuku.?"tanya Naori penasaran.
"Kalau itu,Shisui menggunakan darah Uchihanya dan memasukannya ketubuhku,,karena itu aku juga punya darah Uchiha."balas Naruto,dan Naori mengangguk mengerti.
"Sudahlah,ayo kita tidur karena aku lelah."ujar Naruto.
"Baiklah."
0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0
sedangkan Shisui sekarang sudah sampai di Konoha dan melaporkan misinya pada Hokage,setelah itu dia langsung pergi ke Distric Uchiha dan menemui sahabatnya Uchiha Itachi untuk membicarakan sesuatu,setelah bertemu Itachi,Shisui mengajaknya untuk pergi ketempat yang aman.
"Ada apa Shisui,kenapa kau memanggilku.?"tanya Itachi sedikit bingung.
"Aku akan keluar desa dan berhenti jadi Shinobi Konoha."jawab Shisui tegas,Itachi yang mendengarnya tentu saja terkejut tapi masih bisa ditutupi wajah datarnya.
"Kau kau ingin berhenti jadi Shinobi Konoha Shisui.?"tanya Itachi tidak mengerti.
"Aku sudah malas di Konoha,apalagi pemimpinnya orang 'busuk' yang tidak berperasaan,,lebih baik aku pergi dan hidup bersama adikku."jawab Shisui sedikt emosi,,sedangkan Itachi masih bingung tapi dia tahu siapa adiknya,karena dia juga sering bertemu.
"Baiklah,Shisui aku tidak melarangmu,,kapan kau akan pergi.?"jawab Itachi sekaligus bertanya.
"Aku akan pergi sebulan lagi,,dan aku akan pergi sekarang."balas Shisui langsung pergi dengan Shunsin.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengannya.?"gumam Itachi dan menghilang dengan Shunsin.
¼¼¼¼¼
Pagi hari tempat tinggal Naruto dan Naori sekarang mereka sedang sarapan setelah melakukan ritual pagi yaitu mandi,terlihat jelas wajah senang Naruto dan Naori karena mereka akan melakukan misi pertama mereka sebagai Shinobi-Kunoichi karena itulah mereka senang.
Bukan itu saja mereka juga senang karena bisa selalu bersama dirumah yang sama,dan sarapan bersama seperti keluarga,,setelah selesai sarapan mereka berdua membereskan bekas makan mereka dan mencuci piringnya bersama,setelah itu mereka mengambil Katananya dan ditaruh dipunggungnya.
"Ayo kita pergi Nao-chan."
"Ha'I,Naru-kun."
Mereka berdua berjalan kearah gedung Mizukage dan banyak yang menatap mereka dan menyapa mereka dan dibalas dengan sopan oleh mereka,,Naruto pun merasa senang karena penduduk Kiri tidak seperti Konoha yang menatap benci padanya,,begitu juga Naori yang merasa senang karena penduduk Kiri sangat ramah.
Cukup lama berjalan akhirnya mereka sampai didepan ruangan Mizukage dan langsung mengetuknya.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk."
Mereka berdua masuk dan membungkuk hormat sekali lalu menatap Mizukage Mei Terumi.
"Kami siap menjalankan misi,Mei-sama,,jadi misi apa yang akan kami lakukan.?"tanya Naruto semangat membuat Mei tersenyum.
"Kalian semangat sekali,,baiklah karena kalian baru di sini,,aku memberi kalian misi Rank-D,membantu penduduk Kiri melakukan pekerjaannya."balas Mei tersenyum.
"Baiklah,Mei-sama,kami akan melakukannya,kami permisi."pamit Naruto dan Naori membungkuk dan berjalan keluar,Mei yang melihat mereka berdua tersenyum senang.
.
.
.
Sudah seminggu Naruto dan Naori berada di Kirigakure,dan selama seminggu juga mereka berdua sudah banyak menjalankan misi Rank-D,meskipun Rank kecil tapi mereka tetap menjalankannya dengan semangat,,dan juga penduduk Kiri sudah mengenal mereka berdua karena sering membantu penduduk untuk melakukan pekerjaannya,jadi banyak yang senang dengan mereka berdua.
Dan selama seminggu Naruto dan Naori juga tetap berlatih agar kemampuan mereka meningkat,seperti Naruto yang sudah mahir menggunakan Kamui dan Mangekyou Sharingan,dia juga bisa menggunaka Genjutsu,Ninjutsunya juga sudah bertambah kuat dan menguasai beberapa jurus dari Rank juga baru mengetahu kalau dia punya satu elemen lagi yaitu Air saat latihan.
Naori pun juga tak kalah dengan Naruto,dia juga sudah bertambah hebat dan cantik,banyak pemuda yang menyukainya tapi sayang Naori sudah menetapkan hatinya pada orang lain,,Naori juga sama sepertk Naruto sudah menguasai beberapa dan Naori juga sering berlatih kerja sama dalam pertarungan,agar lebih efektif dan cepat.
Dan sekarang mereka hanya berada dirumah tidak melakukan apapun karena tidak ada misi dan sedang malas untuk berlatih,jadi mereka berdua hanya malas malasan dirumah.
¼¼¼¼¼¼
Sedangkan di tempat entah dimana terlihat wanita berambut merah panjang sedang tidur di tanah,dan perlahan membuka matanya dan memandang sekelilingnya yang tanpak asing baginya.
"Ughh,,dimana ini.?"tanyanya pada dirinya sendiri.
Wanita itu perlahan bangun dan melihat dimana dia sekarang,,tapi dia memutuskan untuk berjalan mecari tahu tempatnya sekarang.
"Sebaiknya aku mencari jalan keluar,dan mencari.."
"Naruto."
T. B. C.
Terima kasih yang sudah Review dan Sarannya.
Disini Mizukagenya dua Yagura dan Mei,tapi yang mimpin Mei,dan Yagura entah dimana bersama dengan pasukannya.
Nanti ada perang antara Yagura dan Mei.
Terima kasih.
Saran dan Reviewnya,mohon.
