Chapter 8.
Disclaimer:Naruto dan yang lainnya bukan milik saya,saya hanya pinjam Charakternya saja.
Genre:Adventure,Romance,Family, .
Rated:T.
Pair:Naruto.U x Naori.U x Haku.
Warning:Ooc,Oc,Semi-cannon,SmartNaru,Typo,Dll.
Summary:Setelah kelulusan Gennin,Naruto diusir dari Konoha karena diduga melukai Menma Anak Hokage sekaligus kakaknya,dan dia hanya bisa menerimanya karena memang dia salah,,tapi saat perjalanannya,ada kejadian yang mengejutkannya.(Bad Summary).
Chapter 8.
Pagi hari di kediaman Naruto sekarang sedang berkumpul untuk bersiap siap pergi ke Konoha mengikuti Ujian Chuunin yang akan diadakan dua minggu lagi, karena Naruto masih Gennin jadi terpaksa harus ikut Ujian tersebut lagipula dia sudah diberi kepercayaan oleh Mizukage untuk mewakili desa Kirigakure.
Sebenarnya Naruto sudah tidak ingin pergi ke Konoha lagi, desa yang membuatnya tersiksa baik fisik maupun batin, bukan hanya Naruto saja, tapi yang lainnya juga sudah malas ke Konoha, desa yang sudah tidak layak di pertahankan, mungkin sekilas penduduk Konoha terlihat baik, tapi itu hanyalah bohongan belaka, nyatanya mereka semua lebih kejam dari pada Iblis, bahkan Hokagenya pun juga sama, bahkan lebih parah lagi.
Tapi biarlah, Naruto tidak mau memikirkannya yang penting dia sudah punya keluarga yang menyayanginya dengan sepenuh hati, dan dia juga sudah tidak peduli dengan semua orang yang ada di Konoha, dan bila orang Konoha mencari masalah denganya, maka bersiaplah menerima, Kehancuran dan Kematian.
Sekarang Naruto dan yang lainnya sedang berada didepan rumahnya setelah menyiapkan semua barang yang akan dibawa oleh mereka yang menurut mereka penting.
"Baiklah ayo berangkat."ujar Naruto.
Naruto dan yang lainnya langsung berangkat menuju desa Konoha dengan jalan kaki, mereka sebelum berangkat juga sudah lebih dulu pamit kepada Mizukage dan penduduk yang lain, mereka berharap Naruto dan tim mengalahkan semua lawannya dan menjadi Juara.
Naruto dan yang lainnya berjalan santai setelah keluar dari desa Kirigakure, mereka tidak terlalu terburu buru karena desa Kiri dan Konoha tidak terlalu jauh, dan paling hanya satu hari saja sudah sampai di pelaksanaan Ujian Chunin masih juga masih cukup untuk Naruto dan Tim berlatih menjadi lebih kuat lagi dan mengalahkan semua peserta Ujian Chunnin nanti.
Dalam perjalan Naruto dan yang lainnya hanya diam saja tidaj ada yang mau bicara karena memang tidak tahu apa yang ingin dibicarakan, kecuali soal rencana saat Ujian nanti menghadapi lawan lawan mereka.
Sedangkan Naruto sekarang sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan bila bertemu dengan 'mantan' ayahnya dan Menma yang pernah 'hampir' membunuhnya dihutan, tapi Naruto masih beruntung karena ada Naori yang menyelamatkannya saat itu, jadi dia masih hidup sampai sekarang dan bisa bertemu dengan Ibu dan Kakak angkatnya.
Naruto bukannya tidak membenci Minato dan Menma, dia sangat benci dengan mereka berdua dan ingin membalas semua perbuatan mereka yang membuatnya menderita, bahkan Naruto sangat ingin membunuh mereka berdua, tapi bila dia membunuh mereka berdua maka dia akan jadi incaran Konoha, tapi dia sekarang tidak peduli lagi, bila mereka macam macam maka Naruto akan memberikan apa itu rasa sakit, dan berakhir dengan Kematian.
Mungkin nanti saat bila berhadapan dengan Menma dalam ujian Chuunin, Naruto akan 'mengambil' apa yang seharusnya jadi miliknya, yang dicuri oleh Minato untuk kepentingannya sendiri, yang hanya mementingkan kekuatan itu Naruto sangat membenci mereka berdua, bukan hanya mereka tapi semua penduduk Konoha.
Bukan hanya Naruto saja, Kushina juga sebenarnya tidak mau pergi ke Konoha dan bertemu dengan orang yang sangat dibencinya, dan membuatnya menderita hingga kematiannya, dan sampai kapanpun fia tidak akan memaafkan orang tersebut yang membuat anaknya dibenci penduduk Konoha.
Tapi Kushina hanya pasrah saja untuk menemani anaknya dan mendukungnya dalam ujian Chunin nanti, dan mungkin bila bertemu Minato dia ingin melihat seperti apa ekspresinya saat melihatnya masih hanya Minato saja tapi Hiruzen juga dia benci.
Kushina juga membenci Hiruzen, karena dialah yang memperkenalkannya pada Minato yang hanya memanfaatkannya saja dan menghamilinya lalu meninggalkannya, bukan itu saja Kushina juga membenci Hiruzen karena juga karena dia sudah berjanji akan menjaga anaknya, tapi dia malah tidak menepati janjinya itulah kenapa Kushina membenci Hiruzen.
Mungkin Konoha terlihat tenang dan damai, dan orang orangnya terlihat baik, tapi itu tidak seperti kenyataannya, mereka hanya terlihat baik dari depan, tapi dibelakang mereka selalu menjelek jelekkan orang lain bahkan tidak segan segan menghajar orang yang tidak bersalah, dan menghina orang lain tanpa tahu kebenarannya, sama seperti yang dilakukan pada Naruto yang selalu mendapat hinaan.
Begitu juga dengan Hokage ke empat yang banyak dikenal di dunia Ninja dengan Julukan Kirroi Senko, Ninja tercepat didunia uang dikenal baik dan bila mereka melihat sisi lain dari Minato, mereka yang menghormati Minato pasti akan kehilangan kehormatannya pada Hokage muda tersebut.
Sekarang Naruto dan yang lainnya sudah sampai hampir setengah perjalaan, masih diam tidak ada yang berbicara satu sama mengeluarkan sebuah Kunai yang ada tulisan Fuin digagangnya dan memutar mutar kunai tersebut dijarinya,, tiba tiba saja Naruto langsung melempar Kunai tersebut kearah semak semak.
Duaarr.
Kunai tersebut meledak membuat muncul banyak orang orang yang membawa berbagai senjata menatap Naruto dan lainnya yang memasang posisi siaga karena musuh didepannya ada sekita puluhan orang memegang berbagai senjata yang diketahu sebagai bandit.
"Serahkan semua yang kalian miliki, atau kami akan membunuh kalian semua."ujar pria yang diketahu sebagai ketua para bandit tersebut.
"Heh, jangan bercanda kalian."ujar Naori.
"Shisui-nii,Sasuke serang dengan jurus api kalian."lanjutnya, dan mereka bertiga langsung membuat Handseal.
=Katon:Gokakyou no jutsu=
=Katon:Gokakyou no Jutsu=
=Katon:Gokakyou no Jutsu=
Tiga bola api besar mengarah kepara bandit tersebut yang tidak bisa bergerak karena tertahan oleh jurus es Naruto dan Haku yang menahan kaki mereka, dan para bandit tersebut hanya pasrah saja menerima ajal mereka yang sudah dekat.
Blaarr.
Ledakan lumayan besar ditempat para bandit tadi dan menimbulkan kepulan asap lumayan tebal,,, setelah asap menghilang terlihat kawah ukuran kecil dan para bandit tersebut sudah mati dengan keadaan mengenaskan.
"Sebaiknya kita cepat, karena pasti akan banyak musuh lagi."perintah Kushina, dan mereka hanya mengangguk dan langsung berlari dengan cepat menghindari bahaya yang datang.
¼-¾
Sedangkan di ruangan yang gelap dan hanya ada beberapa lilin sebagai penerangan terlihat seorang pria berkulit pucat dan mata yang seperti ular sedang duduk di kursi, dan didepannya ada pria memakai kacamata bulat berambut silver.
"Bagaimana, apa Tsuchikage setuju dengan 'tawaran' kita.?"tanya pria yang di kursi.
"Dia belum menjawab, tapi sepertinya dia setuju."balas pria berkacamata.
"Bagus,, kalau begitu kau boleh pergi."perintah pria yang duduk, pria didepannya pun mengangguk dan langsung pergi.
Sedangkan pria bermata ular tersebut masih duduk ditempatnya memikirkan tentang 'rencana' yang sudah dia susun dengan matang, entah apa yang dia rencanakan, tapi sepertinya itu bukan hal yang baik karena mereka berdua bicara dengan wajah serius.
Pria tersebut bangun dari duduk dan berjalan kedepan sebuah pintu dan langsung membukanya, dan terlihat ada 4 orang didalam sana yang membungkuk hormat pada pria tersebut.
"Kalian, lakukan yang sudah kuberitahu kemarin."perintah pria tersebut.
"Ha'i."balas 4 orang didepannya bersamaan dan menghilang dari sana meninggalkan pria tersebut sendirian.
Pria itu berjalan kembali ke tempat duduknya dan tiba tiba pria tersebut menyeringai jahat.
"Kali ini,, Desa yang kau banggakan akan hancur tua bangka."gumamnya menyeringai.
¼-¾
Naruto dan yang lainnya sekarang sudah sampai didepan gerbang Konoha, karena tidak mau terlalu lama diperjalanan yang kemungkinan akan melawan musuh musuh semacam bandit tadi, jadi Naruto dan yang lainnya memutuskan untuk cepat sanpai di Konoha dan mencari penginapan untuk mereka.
"Sudah lama aku tidak melihat desa ini,, ternyata masih sama."ujar Naruto memandang desa Konoha dari luar.
"Iya desa ini memang masih sama."balas Kushina setuju dengan Naruto.
"Sudah ayo masuk."ujar Naori dan Haku, dan yang lainnya hanya mengangguk saja.
Naruto dan yang lainnya berjalan dengan tenang kedalam desa Konoha,, dua penjaga gerbang disana terkejut saat melihat mereka, lebih tepatnya terkejut saat melihat Naruto dan Kushina,,, tapi mereka tidak menghiraukannya dan terus berjalan semakin kedalam desa Konoha.
Semua penduduk yang melihat Kushina terkejut sekaligus Shock saat melihat Kushina, bukan hanya penduduk tapi juga Ninja Konoha yang kenal dengan Kushina juga ikut shock yang nelihat Kushina berjalan disamping Naruto dengan wajah datar.
Mereka tidak tahu apa Kushina itu asli atau palsu, karena yang mereka tahu Kushina sudah lama mati saat penyerangan Kyuubi dulu yang banyak mengahancurkan rumah dan banyak yang mati juga termasuk yang kenal dengan Kushina karena dia salah satu Ninja Konoha hebat dulu saat masih hidup, bahkan di sebut sebagai Tsunade kedua.
Mereka semua terus menatap Kushina dan yang lainnya yang terus berjalan tanpa menghiraukan mereka semua yang masih terlihat terkejut,, tapi meskipun Naruto dan yang lainnya hanya memasang wajah datar, sebenarnya dalam hati mereka tertawa melihat wajah wajah Shock orang Konoha yang terlihat baru penduduknya belum sekarang mereka sedang berjalan ke kantor Hokage untuk menyerahkan Formulir Ujian Chuunin.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sudah sampai didepan pintu kantor Hokage,, dan masih banyak yang terkejut melihat Kushina,, bahkan para Anbu yang berjaga didepan pintu Hokage,, tapi tak dihiraukan dan Naruto mengetuk pintunya.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk."sahut suara dari dalam,,, dan mereka langsung masuk kedalam.
Setelah mereka masuk terlihat Minato dan Hiruzen yang sangat Shock dan mata melebar dan mulut sedikit terbuka saat melihat Naruto dan Kushina,, terutama Minato yang lebih shock melihat mereka berdua sekarang berdiri didepan mereka dan menatapnya dengan tatapan datar.
Masih dengan keterkejutannya Minato mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan kalau dua orang didepannya ini palsu atau asli,, setelah berkedip beberapa kali dan ternyata mereka masih ada yang berarti adalah asli,,, begitu juga dengan Hiruzen yang melakukan hal yang dilakukan Minato.
Minato masih shock karena melihat dua orang yang seharusnya sudah mati,, dan dia melihat sendiri kematian mereka berdua di waktu yang berbeda,, dia melihat Kushina mati saat setelah menyegel Kyuubi untuk Naruto, dia sendiri yang sudah membunuhnya dan yakin kalau Naruto mati.
Tapi kenapa mereka berdua berada didepannya sekarang,, apa dia dihidupkan kembali,, tapi sepertinya itu tidak mungkin karena Naruto dan Kushina meninggal ditempat yang sepi,, mungkin Kushina tidak karena dia meninggal masih didesa Konoha.
Minato pun mulai sedikit ketakutan,, apabila Narutobdan Kushina membalas dendam padanya,, apalagi mereka berdua tahu 'rahasia' Minato terutama Naruto,, bila mereka membalas dendam sudah dipastikan dia akan mati bila mereka berdua memutuskna membunuhnya,, tapi Minato mencoba tetap tenang dan bersikap seperti biasa.
Tak jauh beda dengan Minato, Hiruzen yang disampingnya juga masih terkejut melihat Kushina yang masih hidup dan berdiri didepannya sekarang,, padahal dia yakin kalau Kushina sudah meninggal tapi kenapa masih bukannya tidak senang justru dia senang karena Kushina masih hidup.
Tapi dia sangat bersalah kepada Kushina yang sudah merusak hidupnya saat muda dulu dengan memperkenalkannya pada Minato yang meninggalkannya setelah menghamilinya dan malah menikah dengan wanita lain,, yang membuatnya harus merawat kandungannya seorang diri,, meski ada yang membantunya seperti Mikoto sahabat Kushina.
Bukan hanya itu saja,, Hiruzen juga sudah melanggar janjinya yang diminta oleh Kushina untuk menyayangi anaknya dan menjaganya,, tapi dia tidak melakukannya dan malah membiarkan anaknya diperlakukan seperti sampah oleh penduduk Konoha.,,, Hiruzen pun menatap Kushina sedih,,, tapi tak dihiraukan olehnya.
Naruto dan Kushina meskipun memasang wajah datar, tapi dalam hati di menyeringai dan tertawa saat melihat ekspresi Minato dan Hiruzen yang terlihat lucu,, terutaka Minato yang ketakutan saat melihat mereka berdua.
'ini baru permulaan.'batinnya.
"Permisi Hokage-sama, ini kami mau menyerahkan formulir ujian Chuunin kami."ujar Naruto memberikan formulir pada Minato yang menerimanya sedikit ragu.
"Baiklah,,, kalau begitu kami pergi."lanjutnya,, berjalan keluar diikuti yang lainnya.
'pembalasan baru saja dimulai.'
Sedangkan Minato dan Hiruzen hanya diam tidak bisa berkata apa apa bahkan untuk membalas ucapan Naruto tadi,, karena mereka masih tidak mengerti dengan apa yang dilihatnya tadi,, yang sangat mengejutkannya,, dan mereka berdua juga yakin kalau semua penduduk Konoha juga terkejut.
Tapi mereka berharap kalau Naruto dan yang lainnya tidak membahayakn desa Konoha ini.
¼-¾
Sekarang Naruto dan yang lainnya berada dipenginapan yang mereka sewa setelah keluar dari kantor Hokage yang membuat mereka menahan tawa,,, dan setelah didalam penginapan mereka tertawa karena melihat berbagai ekspresi yang menurut mereka lucu terutama dua Hokage tersebut.
Setelah puas tertawa, Naruto dan lainnya memutuskan untuk mandi setelah perjalanan jauh,, dan setelah mandi Naruto memutuskan untuk keluar mencari makanan karena memang mereka tidak membawa makanan jadi Naruto akan membeli untuk mereka semua.
"Aku ikut Naruto-kun."ujar Naori dan Haku bersamaan saat Naruto baru mau keluar.
"E-emm aku mau melihat desa Konoha lebih jauh lagi."ujar Naori sedikit merona karena ditatap Naruto terus.
"Aku juga sama, karena aku baru kesini pertama kali."ujar Haku yang sedikit merona juga karena ditatap Naruto.
"Baiklah kalau begitu."balas Naruto berjalan keluar, Naori dan Haku dibelakangnya sangat senang dan tiba tiba menggandeng tangan Naruto,, membuatnya kaget tapi hanya dibiarkan saja.
.
Naruto, Naori dan Haku sekarang berjalan bergandengan ditengah kerumuan orang orang Konoha,, tapi Naruto melihat Menma sedang berjalan kearah yang berlawanan dengannya bersama Timnya tapi hanya diam saja,, tapi setelah Menma lewat ada yang membuat Naruto terkejut.
"Kita bertemu lagi Naruto."
Deg
Naruto langsung berhenti membuat Naori dan Haku bingung, Naruto berbalik menatap Menma yang sedang berbicara dengan wanita dewasa.
'Kurama kah.?'batin Naruto bertanya ragu.
'Itu benar Naruto,, ini aku.'balas Kurama dari tubuh Menma.
'bagaimana,, kau bisa bicara denganku.?'tanya Naruto bingung,, karena Kyuubi sudah tidak ada dalam dirinya, tapi bagaimana bisa Kyuubi bicara dengannya.
'Nanti kau akan tahu sendiri.'balas Kurama dan memutuskan kontak membuat Naruto tidak mengerti,, tapi Naruto tidak mau terlalu memikirkannya.
"Ada apa Naruto-kun.?"tanya Naori sedikit kawatir, membuat Naruto kaget.
"Ahh,, tidak apa apa, ayo pergi."balas Naruto berbalik dan melanjutkan perjalanan dengan menggandeng tangan Naori dan Haku.
Setelah beberapa menit Naruto memutuskan untuk makan dulu di kedai Ichiraku Ramen,, Naori dan Haku hanya setuju bertiga pun langsung memesan kepada pemilik kedai,, dan menunggu beberapa pesanan datang, mereka langsung makan Naruto makan sangat cepat membuat ada bekas makanan yang menempel dibibirnya tanpa yang melihatnya tiba tiba menggerakan tangannya dan membersihkanny dengan ibu jarinya,, Naruto yang diperlakukan seperti itu merona dan menatap wajah Naori yang fokus membersihkan bibirnya.
Sedangkan Haku yang di samping kiri Naruto sedikit cemburu melihat adegan disampingnya dan menatap Naori tiba tiba saja Naruto tersedak dan Haku dengan cepat meminumkan segelas air pada Naruto yang langsung diminum..Naori menatap Haku begitu juga sebaliknya, mereka saling tatap satu sama lain dan terlihat aura permusuhan membuat Naruto merinding karena dia ada ditengah tengah.
"H-hey k,kalian berdua kenapa.?"tanya Naruto gagap karena merasakan aura tidak enak dari dua wanita dan Haku menatap Naruto tersenyum membuatnya bingung.
"Ne Naruto-kun kau pasti masih lapar kan? Ayo buka mulutmu."ujar Haku yang ingin menyuapi Naruto,, sedangkan Naruto menerimanya membuat Haku tersenyum kearah Naori yang terlihat dia juga tidak kalah.
"Naruto-kun,, buka mulutmu, ini juga enak lho."ujar Naori menyuapi Naruto dan diterima dengan senang,, Naori pun menyeringai kearah Haku yang membuatnya kesal.
Mereka berdua terus berebutan menyuapi Naruto dengan cepat tanpa memperdulikan Naruto yang mulutnya penuh dan hampir pingsan,, para pelanggan disana Swerdrop melihat ulah dua gadis menggerakan kedua tangannya mengisyaratkan mereka berhenti,, lalu di menelan makanannya.
"Kalian ini kenapa sih? Kalian ingin membunuhku.?"tanya Naruto kesal menatap Naori dan Haku yang menundukan kepalanya.
"Maafkan aku Naruto-kun."ujar Naori dan Haku menundukan kepalanya,, dan Naruto hanya menghela nafas pendek.
"Hah,, sudahlah, ayo pulang."ujar Naruto membayar makanannya dan berjalan keluar,, sedangkan Naori dan Haku saling bertatapan satu sama berkata 'ini gara gara kau.'.Mereka pun langsung keluar mengikuti Naruto dan mengenggam tangannya yang membuat Naruto menghela nafas.
Mereka berjalan pulang setelah membeli makanan untuk yang ada beberapa menit akhirnya mereka sampai dan langsung masuk dan memberikan makanan yang dibawa kepada Kushina,, setelah itu Naruto langsung masuk ke kamar dan memikirkan ucapan Kurama tadi yang membuatnya masih Naruto memutuskan untuk tidur saja.
Mindscipe.
Disebuah tempat yang gelap,, Naruto mengapung diatas air dan perlahan membuka matanya kagey karena dia bukan berada ditempat tidurnya dan malah berada di tempat yang entah dimana dia seperti pernah tahu tempat ini,, ini seperti tempat saat dia bertemu benar didepannya ada sebuah penjara besar tapi tidak ada apa apa didalamnya.
Naruto berjalan masuk kedalam tapi dia terkejut karena melihat makhluk besar berwarna orange seperti bola dengan bulu bulu,,makhluk tersebut tiba tiba bergerak dan terlihat ekornya bergerak gerak yang berjumlah sembilan,,, lalu matanya terbuka dan mentapa Naruto yang terkejut.
Tentu saja Naruto terkejut karena dia sangat kenal dengan makhluk besar didepannya ini yang sedang menatapnya dengan posisi Kyuubi no Yokou, tapi yang membuat Naruto terkejut adalah kenapa dia ada didepannya, bukankah Kyuubi sudah disegel dalam tubuh Menma.
"Kenapa kau terlihat terkejut Naruto.?"tanya Kurama dengan suara beratnya, membuat Naruto kaget.
"K-kenapa kau bisa disini,, bukankah kau sudah disegel dalam tubuh Menma.?"tanya Naruto tergagap.
"Jadi hanya itu saja pertanyaanmu.?"tanya Kurama, dan Naruto hanya mengangguk saja.
"Baiklah, sebenarnya aku adalah Yin Kurama,, sebelum Minato menyegelku dalam tubuh Menma,, diriku yang satunya memberikan Chakra murninya padamu,, dan seperempat jadilah aku sekarang berada ditubuhmu, dan yang ada ditubuh Menma adalah setengah Yang ."jelas Kurama,,sedangkan Naruto masih tidak mengerti karena dia juga baru tahu tentang ini.
Tapi masih ada yang menjadi pertanyaannya,, bagaimana kalau saat itu dia tidak ditolong dan mati,, apa yang akan terjadi pada Kurama yang ada ditubuhnya?.
"Kalau kau mati,, aku juga mati."ujar Kurama seolah mengetahui pikiran Naruto,, membuat Naruto terkejut karenanya.
Naruto pun merasa senang bila Kurama masih ada ditubuhnya ya walaupun hanya setengah saja,, tapi dia tetap senang karena masih bisa bertemu temannya tersebut,, tapi apa Minato tahu kalau Kyuubi yang ditubuh Menma hanya setengah,, ahh tapi Naruto tidak peduli dia mau tahu atau tidak,, justru ini akan menjadi kejutan untuk Minato dan Menma nanti saat pertandingan Ujian Chunnin.
"Jadi itu alasannya kenapa Kurama yang ditubuh Menma bisa bicara denganku.?"tanya Naruto.
"Iya itu benar."jawab Kurama,, dan Naruto hanya mengangguk saja.
"Baiklah kalau begitu aku keluar dulu."pamit Naruto menutup matanya dan menghilang dari sana.
Mindscipe off.
¼-¾
Pagi hari di Training Ground 44 yang ada dihutan kematian, disana terlihat seorang pemuda berambut pirang sedang berdiri ditengah tengah Training Ground,, ya dialah Naruto yang sudah berada disana sejak pagi bahkan sebelum yang lainnya bangun,Naruto ingin belajar menguasai Chakra Kyuubi,, karena itu dia sudah disini sejak pagi.
"Jadi bagaimana caranya mengendalikan chakramu.?"tanya Naruto pada Kurama.
"Konsentrasi dan rasakan chakraku,, tapi aku sarankan jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan chakraku."jawab Kurama dan memperingatkan.
"Kenapa memang kalau berlebihan.?"tanya Naruto bingung.
"Kau bisa lepas kendali,, dan itu akan berakibat parah untuk tubuhmu,, jadi untuk sekarang mungkin kau hanya bisa sampai ekor 3-4 saja."jawab Kurama,, sedangkan Naruto hanya mengangguk mengerti.
Naruto langsung berkonsentrasi dengan serius,, dengan perlahan Chakra berwarna merah menyelimuti dirinya, lalu muncul satu ekor dibelakangnya dan bertambah terus sampai tiga,, tapi chakra merah yang menyelimutinya berubah menjadi lebih gelap dan padat,, dan perlahan satu ekor lagi muncul dan setelah itu Naruto membuka matanya dan melihat tubuhnya yang terasa sangat kuat.
"Wow ini hebat."kagum Naruto memasang posisi seperti seperti Kyuubi.
"Tentu saja hebat."balas Kurama bangga.
Naruto tiba tiba menghilang dari tempatnya dan memukul pohon yang jauh didepannya yang langsung tumbang seketika akibat pukulan Naruto,, dia pun menghilang lagi dengan cepat dan kembali ketempat semula.
"Gerakanku menjadi sangat cepat,, dan kekuatanku bertambah berlipat ganda."gumam Naruto kagum dengan kekuatannya saat menggunakan chakra Kyuubi.
Naruto menghilang chakra kyuubinya dan kembali ke bentuk semula lagi,, tapi dia merasa kelelahan setelah itu,, jadi dia memutuskan bersandar pada pohon didekatnya.
"Kau harus melatih fisikmu lagi agar lebih kuat."nasehat Kurama yang hanya dibalas anggukan saja oleh Naruto.
Tapi tiba tiba Naori dan Haku keluar dari balik pohon dan berjalan kearah Naruto yang terkejut karena kedatangan mereka yang tiba tiba,, yang ternyata mereka berdua sudah mengawasi Naruto sejak tadi.
"Kenapa kalian disini? Dan sejak kapan kalian bersembunyi disana.?"tanya Naruto.
"E,emm a,ada yang ingin kami bicarakn denganmu Naruto-kun."jawab Naori dengan wajah sedikit merona dan menundukan kepalanya begitu juga dengan Haku yang membuat Naruto bingung.
"Apa yang ingin kalian bicarakan.?"tanya Naruto penasaran.
"E,,em k-kami ingin membicarakan ini sejak lama kepadamu,, t,tapi kami masih ragu, dan sekarang kami akan mengatakannya,, kalau kami s-sebanarnya…."ujar Haku berhenti membuat Naruto semakin bingung.
"Sebenarnya."ulang Naruto,, Naori dan Haku dengan perlahan menatap Naruto dengan wajah yang sedikit merah.
"Sebenarnya kami menyukaimu,, ahh tidak tapi mencintaimu Naruto-kun."ujar Naori dan Haku dan menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah.
Sebenarnya sudah lama mereka berdua ingin mengucapkan ini pada Naruto, tapi mereka beluk berani menyatakannya waktu dulu, tapi sekarang mereka sudah tidak bisa memendam perasaan mereka masing masing,, jadi sekaranglah waktunya yang pas untuk menyatakan perasaan mereka pada Naruto.
Sedangkan Naruto sendiri terkejut mendengar pernyataan cinta dari dua gadis didepannya ini, dia tidak tahu harus berkata seperti apa lagi karena memang belum pernah seperti ini sebelumnya,, dia bukannya tidak menyukai mereka berdua, hanya saja bingung bagaimana mengucapkannya,, takut membuat mereka sakit hati nanti.
"Sebenarnya,, aku juga menyukai kalian berdua,, tapi aku tidak berani mengatakannya karena takut salah satu diantara kalian akan marah dan tidak mau berteman denganku aku hanya diam saja,, lagipula tidak mungkin kan aku punya dua kekasih sekaligus."ujar Naruto serius,, sedangkan Naori dan Haku kaget sekaligus senang, kaget karena ucapan Naruto yang mengira tidak mau berteman dengannya lagi,, senang karena Naruto pun punya perasaan yang sama pada mereka.
Naori dan Haku pun tersenyum lalu duduk disamping kiri dan kanan Naruto dan memegang tangannya,, membuat Naruto menatap mereka bingung.
"Kau tidak perlu kawatir Naruto-kun,, aku dan Haku sudah berbicara dan akan berbagi cintamu,, karena itulah kau tenang saja."ujar Naori memeluk lengan kanan Naruto tersenyum begitu juga Haku yang memeluk lengan kiri Naruto.
Sedangkan Naruto terkejut mendengar ucapan Naori,, tapi dia senang juga mendengarnya dan ikut tersenyum.
"Terima kasih,, jadi apa kita sekarang menjadi kekasih.?"tanya Naruto menatap Naori dan Haku,, tapi bukannya menjawab mereka berdua malah bertatapan dan tersenyum.
Cup.
Cup.
Tiba tiba saja Naori dan Haku mencium pipi kanan dan kiri Naruto dan tersenyum manis,, membuat Naruto merona wajahnya,, tapi dia sangat senang karena itu mereka sudah menjadi kekasih,, Naruto pun memeluk pinggang Naori dan Haku, dan mereka berdua memeluk pinggang Naruto dan menyandarkan kepalanya didada Kurama yang didalam tubuh Naruto juga ikut tersenyum.
Mereka bertiga masih berpelukan satu sama lain menikmati kemesraan mereka bertiga,, tapi tiba tiba ada suara dari depan mereka yang menganggu.
"Disini kalian rupanya,, ayo pulang Kaa-sanmu mencarimu."ujar pria didepan mereka yang ternyata adalah Sasuke,, yang langsung pergi.
Sedangkan Naruto menggerutu karena lagi enak enak malah diganggu dan main tinggal begitu saja,, sedangkan Naori dan Haku terkekeh kecil melihat tingkah kekasih mereka itu dan merangkul lengannya dan berjalan bersama kerumah dengan perasaan senang.
¼-¾
Sekarang ditempat penginapan Naruto, mereka semua sedang makan bersama setelah kedatangan Naruto, Naori dan Haku yang baru kembali dari hutan makan dengan tenang dan sesekali mengobrol tapi beda dengan Naori dan Haku yang merasa senang dan tak berhenti tersenyum membuat yang lainnya kecuali Naruto menatap mereka bingung.
"Kalian berdua kenapa Nao-chan, Haku-chan, kenapa kalian terlihat sangat senang.?"tanya Kushina penasaran,, membuat mereka berdua kaget.
"Tidak ada apa apa kok Kaa-san."balas Naori dan Haku dengan sedikit rona merah dipipi mereka berdua,, dan Kushina menatap mereka dengan intenst membuat mereka gugup.
"Sudahlah Kaa-san sebaiknya selesaikan makannya."ujar Naruto,Kushina pun menarap Naruto dan melanjutkan makannya, sedangkan Naori dan Haku menghembuskan nafas lega dan tersenyum pada Naruto.
.
Sekarang Kushina sedang duduk disofa dan didepannya ada Naori dan Haku yang tampak gugup karena terus ditatap oleh Kushina seolah mereka adalah penjahat yang akan para pria entahlah mereka pergi kemana dan tinggalah mereka bertiga.
"Jelaskan,, kenapa kalian tersenyum terus sejak masuk rumah tadi seperti orang gila.?"tanya Kushina tegas menatap Naori dan Haku yang menundukan kepalanya.
"E-emm, sebenarnya kamu sudah menjadi kekasih Naruto-kun."jawab Naori malu dengan wajah merona begitu juga dengan Haku.
Sedangkan Kushina dia tiba tiba saja memeluk Naori dan Haku dengan senang membuat mereka heran dengan Kushina yang tiba tiba memeluknya.
"Kenapa kalian tidak bilang dari awal? Kita kan bisa membuat pesta untuk kalian.?"tanya Kushina dengan wajah senang.
"Tapi tidak apa Kaa-san senang,, dan kuharap kalian cepat menikah dan punya anak banyak."lanjutnya dengan berbinar binar membuat Naori dan Haku merona hebat, tapi mereka juga tidak sabar menikah dengan Naruto pemuda yang mereka cintai tersebut.
Dan mereka pun terus mengobrol masalah wanita yang entah apa itu, karena wanita itu sangat merepotkan.
¼-¾
Dua minggu sudah berlalu dan sekaranglah Ujian Chunnin akan dilakasanakan, dan juga banyak peserta yang ikut dalam ujian tersebut dari berbagai desa mengirimkan Gennin mereka,,bahkan dari desa kecil juga ada yang ikut ujian ini.
Selama dua minggu ini Naruto juga terus berlatih menggunakan chakra Kyuubi dan melatib fisiknya juga, dan sekarang dia sudah lumayan bila memasuki mode ekor 4 dia tidak akan kelelahan setelahnya,, tapi hanya sampai ekor 4 saja, belum sampai tahap hanya itu saja Naruto juga berlatih yang lainnya agar bertambah kuat, seperti sekarang Naruto sudah cukup kuat memakai EMS-nya.
Bukan hanya Naruto,, Naori dan Haku juga tak kalah dari Naruto, meski tidak punya Chakra Kyuubi tapi mereka cukup hebat dalam kemampuan lainnya,, dan juga mereka sudah ahli bekerja sama dengan Articuno dan Flareon dalam juga sudah menguasai Mangekyou mau kalah Sasuke juga sudah bertambah kuat dalam Ninjutsu,Genjutsu dan Taijutsu.
Sekarang mereka berempat sedang berjalan bersama menuju tempat kelangsungan ujian tahap pertama,, dan juga mereka banyak bertemu dengan Ninja dari desa desa beberapa menit akhirnya mereka sampai dan ternyata disana sudah ramai,, dan sedikit keributan akibat ulah Menma..Tak lama kemudian pengawas ujian tahap pertama pun datang.
(Sama aja kayak di Cannonnya).
.
.
Sekarang para peserta ujian yang lolos tahap pertama berada di depan hutan kematian dan mendengar penjelasan dari pengawas kedua, setelah itu mereka mengambil gulungan didepa, begitu juga dengan Naruto yang dapat gulungan Surga.
"Baik,,, ujian tahap kedua."
.
.
"Dimulai."
.
T+B+C
Balasan Review:
1503:pair Harem dua.
Andre iswandi378:oke terima kasih.
Shin Kazumiya:oke thanks terima kasih.
Oke itu saja terima kasih dan mohon maaf bila kurang menarik.
Dan terima kasih atas sarannya dari reader semua.
Sarannya terima kasih.
Profil:
Naruto:15 tahun.
Kemampuan:
-Ninjutsu.
-Genjutsu.
-Taijutsu dan Kenjutsu.
-Fuinjutsu.
-Kuchiyose.
Kekkei Genkei:
-Sharingan
-Hyoton.
