Chapter 9.
Disclaimer:Naruto dan yang lainnya bukan milik saya,saya hanya pinjam Charakternya saja.
Genre:Adventure,Romance,Family, .
Rated:T.
Pair:Naruto.U x Naori.U x Haku.
Warning:Ooc,Oc,Semi-cannon,SmartNaru,Typo,Dll.
Summary:Setelah kelulusan Gennin,Naruto diusir dari Konoha karena diduga melukai Menma Anak Hokage sekaligus kakaknya,dan dia hanya bisa menerimanya karena memang dia salah,,tapi saat perjalanannya,ada kejadian yang mengejutkannya.(Bad Summary).
Chapter 9.
Hutan kematian adalah hutan buatan Shodaime Hokage saat masih hidup dulu, hutan ini terbuat dari aura jahat Shodaime Hokage setelah melawan Uchiha Madara dulu, dan selain itu juga hutan ini banyak hewan buas yang mematikan, karena itulah tempat ini disebut Hutan Kematian.
Sekarang hutan ini dijadikan tempat untuk melaksanakan Ujian Chuunin tahap 2, hutan ini juga sudah beberapa kali dipakai untuk Ujian Chunin saat Ujian berlangsung banyak juga peserta yang mati di hutan ini karena dibunuh oleh lawan atau monster yang ada disini.
Sekarang para peserta Ujian Chunin tahun ini yang berhasil lolos dari tahap pertama sudah memulai memasuki hutan kematian dan mencari lawan dan merebut gulungannya agar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Disinilah Naruto dan timnya sekarang sedang melompati pohon pohon dengan santai dan mencari lawan untuk merebut gulungannya dan langsung menuju menara untuk menyelesaikan tahap 2 ini dengan tiba tiba Naruto berhenti diikuti yang lainnya juga.
"Ada apa Naruto-kun.?" Tanya Naori yang berada disamping Naruto.
"Kita berpencar agar cepat mendapatkan gulungan lawan, dan menyelesaikan tahap ini."balas Naruto serius dan yang lainnya hanya mengagguk setuju.
"Dan kita akan berkumpul lagi disini nanti."lanjutnya.
Naruto menatap timnya serius. "Berhati-hatilah." Naruto pun langsung melompati pohon kedepan, dan yang lainnya juga mulai berpencar.
.
Naruto terus melompati pohon dan terus menatap tiba tiba ada beberapa Shuriken memgarah padanya dari samping, tapi masih mampu pun turun dari pohon dan didepannya berdiri 3 orang Ninja dari desa Amegakure yang terlihat dari Hittai Itte dikepala mereka.
"Heh, ternyata kita mendapat musuh yang sedang sendirian." Ujar salah satu dari mereka menyeringai, tapi Naruto hanya diam saja.
"Sebaiknya kau menyerah saja, dan serahkan gulunganmu sebelum kau mati ditangan kami." Lanjutnya.
"Maaf saja aku tidak mau mati disini, jadi majulah." Tantang Naruto dan mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan kedepan, membuat 3 orang didepannya kesal.
"Baiklah kalau itu maumu,, ayo serang dia." Perintah ketua tim mereka dan langsung berlari kearah Naruto dengan Kunai ditangan masing masing.
Naruto pun juga langsung berlari kearah mereka bertiga dengan mengayunkan pedangnya kearah salah satu Ninja Ame tapi masih dapat ditahan dengan Kunainya yang langsung patah membuatnya kaget.
Jraasshhhh.
Satu Ninja Ame pun langsung mati dengan kepala terpisah akibat serangan Naruto yang tak sempat dihindari dua temannya terkejut melihat temannya mati dengan satu serangan, mereka berdua menatap Naruto marah.
"Kau, akan kubunuh kau." Geram ketua Ninja Ame dan langsung menyerang Naruto dengan brutal tapi masih mampu dihindari Naruto dan melompat menjauh.
"Apa hanya itu saja.?" Ejek Naruto.
"Baiklah akan aku akhiri dengan cepat." Lanjutnya dan langsung berlari dengan cepat.
Trankk. Crashhh. Crasshhh.
Naruto menyerang lawannya cepat dan berhasil memberi beberapa sayatan ditubuh melempar dua Kunai dan menancap didepan dua musuhnya yang membuat mereka tak bisa bergerak.
"Apa yang kau lakukan pada kami brengsek.?" Salah satu ninja Ame bertanya Naruto hanya diam dan berjalan kearah mereka dan mengambil gulungannya dan menyimpannya.
"Aku sudah mendapatkannya, sampai jumpa." Ujar Naruto langsung berbalik pergi. Tapi tiba tiba dia berbalik lagi dan melempar Kunai dan langsung meledak membuat dua Ninja Ame mati, Naruto pun langsung pergi.
.
Naruto sekarang sedang menunggu yang timnya ditempat sebelumnya dan bersandar dipohon sambil menutup matanya menikmati angin sejuk yang menerpa dia tidak menyadari kalau ada Naori yang berada didepannya tersenyum menatapnya, perlahan Naori mendekatkan wajahnya pada wajah dekat, dekat dan dekat tib tiba…..
"EHEM." Suara deheman dari sampingnya membuat Naori menjauhkan wajahnya dan Naruto membuka matanya. Naori menatap Haku kesal yang menyeringai padanya.
"Kalian sudah sampai? Dimana Sasuke.?" Tanya Naruto membuat dua gadis tersebut menatap Naruto.
"Entahlah Naruto-kun." Jawab Naori dan duduk disamping Naruto menyandarkan kepalanya dibahu Naruto dan menatap Haku sambil tersenyum yang tak mau kalah juga ikut duduk disamping Naruto dan memeluk lengannya dan menyandarkan kepalanya pun juga memeluk lengan Naruto dan menempelkan pada Oppainya yang lumayan besar.
Sedangkan Naruto hanya pasrah saja, tapi dalam hati dia senang memiliki dua kekasih yang perhatian padanya. Beberapa menit kemudian Sasuke datang.
"Siapa perempuan itu Sasuke? apa kau menculiknya.?" Tanya Naruto melihat perempuan yang digendong oleh Sasuke.
"Jaga bicaramu Naruto, aku menolongnya dari beruang besar, dan anggota timnya sudah aku membawanya." Balas Sasuke sedikit kesal karena dituduh menculik, sedangkan Naruto hanya ber'oh'ria saja.
"Siapa namamu nona mani,,awww." Naruto menatap dua gadis yang tiba tiba mencubit pinggangnya.
"Apa, aku hanya bertanya saja.? Tanya Naruto bingung karena tiba tiba dicubit.
"Iya, tapi tidak usah bilang dia manis juga kan, Naruto-kun." Balas Naori dan Haku yang mencubit pipi Naruto.
"Iya iya baiklah. Jadi siapa namamu.?" Tanya Naruto menatap perempuan yang disanping Sasuke.
"Namaku Karin, Uzumaki Karin, salam kenal." Ujar Karin membungkukan badannya. Sedangkan Naruto yang mendengar nama Clan Karin sedikit terkejut dan langsung berdiri membuatnya terlepas dari pelukan Naori dan Haku.
"Kau Uzumaki.?" Tanya Naruto memastikan, dan Karin hanya mengangguk saja.
"Aku juga Uzumaki, kenalkan namaku Uzumaki Naruto. Dan kita adalah saudara jauh." Ujar Naruto tersenyum senang, sedangkan Karin sedikit terkejut tapi dia juga tersenyum karena masih ada Uzumaki selain dirinya.
"Kenalkan aku Uchiha Naori 'Istri' Naruto-kun." Ujar Naori menekankan kata Istri pada Karin dan menjabat tangannya.
"Namaku Yuki Haku, aku juga 'Istri' Naruto-kun." Ujar Haku yang sama seperti Naori.
"Hey kita ini belum menikah tahu." Protes Naruto.
"Besok kita menikah." Balas Naori dan Haku bersamaan membuat Naruto terjengkan kebelakang mendengar balasan mereka berdua.
'apa apaan mereka ini, tapi boleh juga, dengan begitu aku bisa 'bersenang-senang' hehehe.' Batin Naruto nista.
"Hah sudahlah, kalian sudah mendapat gulungannya.?" Tanya Naruto menatap timnya dan mereka menunjukan Gulungan yang berbeda, Naruto mengangguk.
"Baiklah kita istirahat dulu disini, hari sudah mau malam." Ujar Naruto, mereka hanya mengangguk saja karena memang sudah petang dan bahaya kalau melanjutkan perjalanan malam hari.
Mereka langsung mencari tempat yang pas dan aman, beberapa menit kemudian mereka menemukan pohon yang besar dan terdapat lubang dibagian bawahnya yang pas untuk beristirahat semalam langsung tertidur tak lupa juga membuat KageBunshin untuk berjaga jaga.
.
Sedangkan disebuah ruangan yang banyak sebuah layar TV, terdapat dua oranh yang mengawasi peserta Ujian Chunin, tapi mereka lebih fokus kepada Naruto dan timnya yang berhasil mengalahkan 3 orang seorang diri dengan cepat dan berakhir dengan kematian.
Dua orang tersebut juga terlihat tertarik dengan pedang Naruto dan dua hewan yang dibawa Naori dan Haku, karena pedang Naruto yang sangat kuat lalu dua hewan yang belum pernah mereka lihat tapi mempunya kekuatan hebat.
"Mereka bertiga benar benar hebat ditambah dengan Sasuke mereka tak terkalahkan." Komentar pria tua yang ada disana.
"Anda benar." Balas pria berambut kuning.
'bagaimana dia masih hidup, ini sangat berbahaya.' Batinnya sedikit panik.
.
Hari sudah malam dan para peserta berhenti untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan besok untuk menghindari bahaya yang mungkin akan dibunuh oleh mosnter yang berkeliaran dimalam hari, untuk mencari mangsa.
Malam hari Hutan Kematian terlihat menyeramkan dan sangat gelap hanya cahaya bulan yang menerangi tempat tersebut karena memang tak ada penerangan disana dan terdengar suara suara yang menakuti para sekarang Naori dan Haku yang memeluk Naruto erat.
¼-¾
Pagi hari, Naruto dan yang lainnya sudah bangun dan bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan ke sebelum berangkat mereka terlebih dulu makan dengan makanan yang dibawa oleh Naruto agar kuat melanjutkan perjalanan dan berjaga jaga bila ada musuh yang menghadang.
"Baiklah kalian sudah siap.?" Tanya Naruto pada yang lainnya dan hanya dibalas anggukan saja.
"Ayo pergi."
Mereka pun langsung berlari dan melompat ke pohon agar lebih cepat dan aman dari musuh musuh yang tiba tiba menyerang mereka. Tapi baru seperempat jalan mereka merasakan Chakra yang sangat besar tak jauh dari depan mereka. Naruto dan yang lainnya langsung melesat kesana melihat siapa yang mempunyai Chakra besar ini.
Setelah sampai mereka melihat Menma dan timnya melawan orang yang diberitahu Karin sebagai Orochimaru. Terlihat Menma dan timnya terdesak tapi Orochimaru tiba tiba pergi meninggalkan Menma dandah timnya.
Naruto pun langsung pergi karena tidak ada urusan lagi dan juga malas membantu mereka. Apalagi Menma yang mungkin tidak butuh bantuannya.
.
Setelah beberapa menit akhirnya Naruto dan timnya sampai di menara sebagai tim yang pertama sampai. Naruto dan yang lainnya langsung masuk dan setelah didalam, Naruto menyuruh Sasuke membuka gulungannya bersamaan. Mereka berdua langsung membukanya dan tiba tiba…
Boofftt
Muncul kepulan asap didepan mereka,, dan setelah asap menghilang terlihatlah Shisui yang mengacungkan jempolnya sambil tersenyum kearah Naruto dan yang lainnya.
"Selamat kalian yang pertama sampai disini, aku bangga dengan kalian." Ujar Shisui tersenyum bangga kepada muridnya dan yang lainnya pun juga tersenyum.
"Baiklah kalian silahkan tunggu ditempat yang sudah disediakan dan menunggu tim lainnya." Lanjutnya, Naruto dan yang lainnya pun mengangguk dan pergi ketempat yang dibilang Shisui.
Mereka pun menunggu tim lainnya datang sambil ngobrol-ngobrol santai dan bertanya tentang Karin yang mengatakan kalau dia adalah bawahan Orochimaru sebelumnya. Sedangkan yang lainnya hanya mengagguk saja mendengar cerita Karin. Dan Naruto akan memperbolehkan Karin tinggal dengan mereka.
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Tim-Tim lain mulai berdatangan, yang kedua datang adalah Ninja dari Suna dan lainnya dari Konoha,Iwa,Oto dan terakhir sampai adalah Tim Menma. Setelah itu mereka semua pun masuk kedalam Arena untuk melanjutkan ujian Chuunin tahap 3.
Para peserta yang lolos pun sampai di Arena dan disana sudah ada Hokage dan beberapa Jounin dan juga Sensei mereka masing masing. Mereka langsung berbaris dengan anggota tim masing masing, dan terlihat ada sepuluh Tim yang lolos ketahap 3 ini.
"Baiklah selamat untuk kalian yang Lolos ketahap ini,, dan peraturan tahap 3 ini akan diberitahu oleh wasit kali ini yaitu Hayate. Dan aku berharap kalian bersungguh sungguh dalam tahap ini." Jelas Yondaime Hokage.
"Baik, aku Gekko Hayate wasit kali ini, tapi sebelum itu apa ada yang menyerah.?" Tanya Hayate, tapi tidak ada yang menyerah.
"Oke, tahap 3 ini kalian semua akan bertarung satu sama lain, dan hanya ada 10 orang yang akan lolos ketahap selanjutnya. Terserah kalian mau bertarung sesama tim atau membuat kelompok, yang jelas hanya 10 orang saja yang akan lolos. Kalian mengerti.?" Jelas Hayate diakhiri dengan pertanyaan tegas.
"Kami mengerti." Balas para peserta.
"Dan disini hanya ada satu peraturan,, dilarang membunuh." Ujar Hayate serius.
"Baik kalau kalian sudah siap…..
.
"Hajime."
Hokage dan para Jounin langsung menyingkir dari Arena dan menonton di tribun penonton yang sudah disiapkan dan Jounin. Dan para peserta yang lolos langsung berpencar dan berkumpul dengan Tim masing masing. Mereka semua saling menatap Tim tim lainnya dengan serius.
"Empat orang sudah dipastikan lolos." Gumam Naruto yang hanya didengar Timnya.
"Kau benar. Tapi lawan kita banyak kali ini, apa kita akan bekerja sama dengan tim lain.?" Tanya Sasuke masih bersiaga.
"Tidak perlu, akan kutunjukan kehebatan pedangku. Kalian berdua juga keluarkan senjata kalian." Perintah Naruto mengeluarkan pedangnya begitu juga dengan Sasuke dan Naori yang mengeluarkan Nuibari dan Kiba membuat yang lainnya kecuali Kushina yang baru datang kaget.
Naruto langsung mengaliri pedangnya dengan elemen api, Sasuke petir. Naruto menatap Haku yang dibalas anggukan olehnya.
"Articuno serang." Perintah Haku.
Articuno langsung terbang tinggi membuat yang melihatnya bingung, Articuno langsung mengepakan sayapnya beberapa kali dan tiba tiba jarum jarum Es menghujani para peserta lainnya yang menghindar dan bertahan.
"Sekarang serang." Teriak Naruto berlari menerjang Tim Tim lain diikuti Timnya.
Tim lainnya pun tak mau kalah juga maji kedepan sambil menahan jarum jarum Es yang masih menghujani mereka kecuali Naruto dan timnya yang sudah dilindungi oleh Es Haku di bagian belakang mereka jadi aman.
Tim Tim lain saling serang satu sama lain sambil bertahan, begitu juga dengan Naruto dan timnya yang dihadang oleh Tim dari Otogakure.
"Serang." Teriak Naruto maju terlebih dulu dengan cepat begitu juga dengan tim Oto yang maju dan memegang Kunai.
Trank. Trank. Trank.
Pedang Naruto beradu dengan Kunai tim Oto yang langsung patah jadi dua membuat mereka kaget, Naruto langsung menghindar. Dan Sasuke tiba tiba menyambar mereka dengan pedang Kibanya.
Arghhg. Arrghhhh. Arghhhh.
Setelah Sasuke berhenti menyerang sekarang giliran Naori dan Flareon maju kedepan.
=Katon: Gokakyou no Jutsu=
Naori menyemburkan bola api begitu juga dengan Flareon, Haku langsung mengelurkan elemen anginnya membuat bola api tersebut tambah besar.
Blaarrr.
Ledakan besar terjadi ditempat tim Oto menimbulkan kepulan asap tebal. Setelah asap menghilang terlihat Tim Oto pingsan dengan luka bakad disekujur tubuhnya dan langsung ditarik keluar.
Ditempat Penonton.
"Mereka Tim yang sangat hebat."
"Kerja sama yang bagus."
"Kakashi bukankah Sasuke itu anggota Timmu.?" Tanya Guy.
"Tidak lagi."
'jadi itu yang kau inginkan Sasuke.'batin Kakashi.
"Kalian berempat ayo hajar mereka semua." Teriak Kushina keras membuat yang lainnya mentapnya sedikit kaget tapi tak dihiraukan.
Pertarungan.
"Satu Tim sudah selesai." Ujar Naruto dan dibalas anggukan.
"Sekarang kita lihat saja tim yang lain bertarung." Lanjutnya dan mencari tempat duduk yang nyaman diikuti yang lainnya.
"Kenapa tidak kita selesaikan saja sekarang Naruto-kun.?" Tanya Naori bingung menatap Naruto yang melihat kedepan.
"Kita tunggu saja sampai tersisa lima tim, untuk menghemat tenaga, tapi kalau kalian mau bertarung terserah kalian." Balas Naruto.
"Aku setuju denganmu,, nanti biar aku yang lawan tim Menma." Ujar Sasuke yang sejak tadi melihat pertarungan tim Menma melawan Tim dari Iwa.
"Aku juga setuju saja." Ujar Naori dan Haku.
Mereka berempat hanya melihat saja pertarungan didepan mereka dengan tenang. Terlihat semuanya bertarung dengan sengit, ada yang bekerja sama mengalahkan tim lain dan ada juga yang sendirian mengalahkan yang lainnya.
Sedangkan di tribun penonton banyak yang menatap tim Naruto yang tidak ikut bertarung. Banyak yang membicarakan mereka berempat dengan berbagai macam obrolan.
"Kalian berempat cepat kalahkan mereka, kalau tidak kalian akan tidur dijalanan dan tidak akan aku beri makan." Teriak Kushina mengancam membuat Shisui yang disebelahnya sweetdrop.
Pertarungan.
Naruto dan Timnya yang mendengar teriakan Kushina langsung berdiri karena takut dengan ancaman Kushina yang tidak akan memberi mereka makan , apalagi mereka tidak punya uang karea uangnya ada di Kushina semua.
"Baiklah ayo selesaikan ini." Teriak Naruto semangat dan langsung berlari kedepan mengangkat pedangnya ke atas diikuti yang Naori, Haku dan Sasuke yang berlari dibelakangnya.
Naruto dan Timnya menghajar semua Tim yang menghadangnya dan mengalahkan mereka dengan cepat dengan serangan kombinasi mereka berempat ditambaj dua hewan lagi.
Sekarang masih tersisa 7 Tim yang terus bertarung satu sama lain, adu kemampuan masing masing agar bisa lolos ke tahap 4 dan menjadi yang terkuat di Ujian Chuunin kali ini.
Setelah beberapa menit pertarungan dengan sengit dan sekarang tersisa 5 Tim 3 dari Konoha, 1 dari Kiri dan 1 dari Suna. Sekarang 5 Tim saling menatap Tim lainnya dengan pandangan serius dan terlihat raut wajah kelelahan dari mereka kecuali Naruto dan Timnya.
"Masih ada 16 orang jadi 6 harus kalah disini." Ujar Naruto serius.
"Iya dan Timmu lah yang akan kalah duluan." Ujar Menma sombong.
"Heh, aku akan melawan kalian." Balas Sasuke menunjuk Menma dan Timnya, membuat Menma dan Sakura kaget.
"Jangan bercanda, aku akan mengalahkanmu Sasuke." Ujar Lee semangat.
Sedangkan Naruto hanya diam mengamati Tim lainnya dan memilih siapa yang mudah dikalahkan. Naruto melihat Tim dari Suna yang terlihat kuat, dan Konoha yang masih ada 3 Tim. Jadi mungkin dua tim Konoha yang harus keluar. Paling tidak ada dua atau satu dari tim masing masing yang kalah.
Naruto tiba tiba langsung berlari menyerang Tim 8 membuat mereka memasang posisi siaga, sedangan yang lainnya hanya diam saja melihat pertarungan mereka berempat, tidak membantu sama sekali.
Naruto mengayunkan pedangnya kearah Kiba tapi masih mampu ditahan dengan Kunai yang langsung patah membuatnya kaget. Naruto dengan cepat menyabetkan pedangnya kearah Kiba membuatnya terkena sabetan didadanya dan mundur menjauh, Naruto langsung melempar Kunai dan tertancap didepannya.
Setelah itu Naruto menatap Shino dan Hinata dan membuat satu Kagebunshin dan langsung menyerang mereka berdua dengan cepat menggunakan pedangnya, tapi masih mampu dihindari. Tiba tiba saja Naruto melemparkan Kunai dan menancap tepat disamping mereka berdua setelah itu Bunshin Naruto menghilang, Naruto yang asli kembali ke timnya.
"Sebaiknya kalian menyerah karena aku sudah malas melanjutkan pertandingan ini." Ujar Naruto santai dan menyimpan pedangnya.
"Memangnya kau siapa menyuruh kami menyerah hah." Teriak Menma marah pada Naruto karena tidak terima bila harus menyerah ditangan Naruto. Sedangkan Naruto hanya tersenyuk kecil saja.
"Begitu ya, kalau begitu ayo serang aku." Tantang Naruto melipat kedua tangannya didepan dada menatap Menma remeh.
Menma pun berniat menyerang Naruto, tapi ada yang aneh karena tubuhnya tidak bisa digerakan, sedangkan Naruto masih santai menatap Menma.
"Apa yang kau lakukan pada tubuhku brengsek.?" Tanya Menma marah.
"Inikah anak Yondaime itu, sungguh bodoh." Ejek Naruto membuat Menma tambah marah.
"Lihatlah didepan kalian." Perintah Naruto kepada yang lainnya. Mereka pun melihat didepan merek terdapat Kunai dengan kanji Fuin membuat mereka bingung.
"Saat kalian serius melihat pertarunganku, saat itulah 3 temanku melemparkan Kunai itu tanpa kalian sadari." Jelas Naruto tersenyum begitu juga Naori, Haku dan Sasuke.
"Inilah kehebatan Clan Uzumaki, tidak seperti Clan Namikaze yang dibelakang namamu itu yang hanya bisa meniru saja." Ujar Naruto bangga dan mengejek Menma membuatnya marah, begitu juga dengan Minato.
"Ayo coba tunjukan kehebatan Clan Namikaze, tunjukan Jurus Originalnya atau Kekkeai Genkainya seperti Clan lainnya. Bukankah kau sangat membanggakan Clanmu itu. Mungkin hanya Rasengan saja yang kau bisa, bukan begitu anak lemah." Tantang Naruto dengan suara tinggi dan mengejek Menma, membuatnya semakin marah.
"Brengsek,, kalau kau berani lawan aku sekarang, Namikaze lebih hebat dari Uzumaki kau tahu, Namikaze yang lah yang membuat Jurus Hiraishin. Clan Uzumaki hanyalah Clan lemah sama sepertimu." Teriak Menma marah pada Naruto, dan Naruto hanya tersenyum kecil.
"Kau pikir Hiraishin adalah jurus ciptaan Yondaime?. JANGAN BERCANDA KAU BRENGSEK, AYAHMU TIDAK AKAN BISA APA APA TANPA IBUKU DAN JUGA CLAN UZUMAKI YANG MELATIHNYA. DIA HANYALAH PENIRU CLAN UZUMAKI, YANG MENCIPTAKAN HIRAISHIN ADALAH IBUKU, KAU HARUS TAHU ITU."teriak Naruto keras pada Menma membuatnya diam dan terkejut begitu juga para Jounin Konoha.
"Kau tidak tahu apa apa,, Clan Uzumaki adalah salah satu dari 3 Clan besar yang membangun desa Konoha ini, Mito Uzumaki Istri dari Hashirama Senju kau tahu itu. Clan Uzumaki sudah banyak berkorbam untuk desa ini dan menjadi wadah bagi Kyuubi. Tapi apa yang Clan kami dapat hanya cemoohan dari penduduk desa ini. Clan Uzumaki adalah salah satu Clan pertama yang sudah berada di Konoha sebelum Clan lain. TANPA UZUMAKI KONOHA SUDAH HANCUR RATA DENGAN TANAH, TANPA CLAN UZUMAKI JUGA KALIAN SEMUA PENDUDUK KONOHA SUDAH MATI OLEH AMUKAN KYUUBI. Dan seharusnya Clan Uzumaki dihormati bukan dihina ataupun direndahkan. Dan Konoha jugalah yang menyebabkan desa Clan Uzumaki hancur kau harus tahu itu, anak manja." Jelas Naruto panjang lebar dengan emosi yang meluap luap karena tidak terima Clannya direndahkan.
Kushina yang mendengar ucapan Naruto meneteskan air matanya bangga karena anaknya membanggakan Clannya dan membelanya. Dia senang memiliki anak seperti Naruto yang hebat dan membanggakan.
Sedangkan Sandaime dan Jounin Konoha hanya diam saja karena memang perkataan Naruto tidaklah salah, Uzumaki memang salah satu dari tiga Clan terbesar di Konoha, seperti Mito Uzumaki Kunoichi yang sangat hebat dijamannya dulu.
Sandaime juga tahu maksud Naruto, saat Desa Uzushiogakure diserang, Konoha tidak membantunya padahal desa Uzu dan Konoha sudah beraliansi, tapi Konoha tidak membantu dan membiarkan desa tersebut hancur, membuat para Uzumaki hanya tinggal sedikit . Dia juga bersalah kepada Naruto yang membiarkannya disiksa saat masih di Konoha.
"Sudahlah aku tidak mau banyak bicara." Ujar Naruto mengeluarkan 7 Kunai dan memberikan2 pada Naori, 2pada Haku dan 2 pada Sasuke.
"Kalian pilih siapa yang akan kalian kalahkan." Ujar Naruto pada Timnya dan dibalas anggukan.
Naruto melemparkan Kunai yang ada ditangannya kearah dinding dan langsung meledak saat terkena dinding menciptakan ledakan lumayan besar. Membuat para peserta sedikit kaget.
"Masih ada waktu untuk kalian yang mau menyerah, sebelum temanku melemparkan Kunainya pada kalian." Ujar Naruto memberi penawaran. Tapi semuanya hanya diam saja membuat Naruto mengangguk angguk.
"Silahkan Nao-chan." Ujar Naruto pada Naori yang dibalas anggukan.
Syut. Syut
Duarr. Duarr.
Naori melemparkan dua Kunainya kearah Hinata dan Kiba dan meledak saat terkena badannya membuat mereka langsung pingsan dengan luka disekujur tubuhnya.
"Sayang sekali tidak boleh membunuh,, padahal aku ingin membunuh kali ini." Ujar Sasuke yang sudah bersiap.
"Sasuke kau tidak akan melemparkan Kunai itu padaku kan." Ujar Menma saat melihat Sasuke bersiap melempar Kunai kearahnya, tapi Sasuke hanya diam dan langsung melempar dua Kunainya.
Syuut. Syuuut.
Duaarr. Duaaarr.
Sasuke melempar dua Kunainya pada satu laki laki yang ada di Tim Menma dan satu kearah Chouji membuat mereka langsung tumbang seketika.
"Memang tidak, karena aku akan membunuhmu di pertandingan selanjutnya." Ujar Sasuke dingin menatap Menma.
"Masih ada dua jadi ada yang menyerah.?" Tanya Naruto.
"Aku menyerah." Ujar Kankuro dan Temari bersamaan.
"Bagus. Kai." Naruto melepas segel yang mengekang mereka dan bisa bergerak lagi.
"Baiklah, semuanya yang lolos kemari." Perintah Hayate. Para peserta langsung kearah Hayate.
"Baik selamat sekali lagi, tahap ke 4 akan di mulai 3 minggu lagi jadi kalian bisa berlatih untuk meningkatkan kemampuan kalian.." jelas Yondaime yang sesekali menatap Naruto.
"Sekarang kalian boleh pergi." Lanjutnya, dan mereka pun langsung pergi tanpa bicara apapun. Kecuali Menma yang memberi 'ancaman' pada Naruto.
Naruto dan timnya pun berjalan keluar arena untuk kembali kerumah. Tapi tiba tiba saja Kushina, Shisui dan Karin muncul didepan mereka berempat.
"Kalian berempat sangat hebat." Puji Shisui tersenyum dan dibalas senyum mereka berempat.
"Kaa-san bangga padamu Naruto-kun." Ujar Kushina memeluk Naruto dan dibalas oleh Naruto.
"Terima kasih Kaa-san." Balas Naruto tersenyum.
"Kaa-san juga bangga pada kalian berdua, dan Sasuke juga." Ujar Kushina mengusap kepala Naori dan Haku dan menatap Sasuke.
"Ayo kita pulang, akan Kaa-san masakan makanan kesukaan kalian." Ajak Kushina dan membuat mereka berempat semangat dan langsung berjalan bersama kerumah.
¼-¾
Sekarang mereka sudah sampai dirumah. Naruto dan yang lainnya pun langsung pergi mandi secara bergantian, sedangkan Kushina langsung memasak untuk mereka semua. Setelah satu jam lebih mereka semua sudah bersih dan sudah duduk didepan meja makan. Mereka langsung makan dengam obrolan biasa dan tertawa bila ada yang lucu.
Setelah selesai makan, para perempuan membereskan bekas makan mereka. Sedangkan Naruto langsung pergi ke kamar untuk istirahat lelah sehabis pertarungan, dan lagi hari juga sudah mulai malam, karena besok masih harus berlatih lagi memperkuat diri.
¼-¾
Pagi hari di Hutan Kematian, Naruto saat ini sedang berlatih sendirian. Dia latihan seperti biasa latihan fisik, jurus jurusnya, kemampuan bela diri agar lebih tajam lagi. Dan terakhir Naruto juga berusaha masuk dalam mode Kyuubi ekor lima meskipun baru bisa sebentar karena belum kuat menahan kekuatannya yang besar dan fisiknya juga yang masih belum mampu, karena setelah masuk mode ekor 5 maka dia akan langsung hampir kehabisan tenaga, dan mungkin bisa lepas kendali.
Setelah beberapa jam berlatih, Naruto sekarang sedang istirahat dan bersandar pada pohon besar dan melihat kerusakan yang dibuatnya. Banyak lubang lubang kecil dan sedang dan banyak juga pohon pohon yang tumbang dan terdapat bekas cakaran.
Saat sedang bersantai tiba tiba saja Naori dan Haku muncul didepannya dan membawa sekotak makanan dan sebotol minuman. Mereka berdua langsung duduk disamping Naruto.
"Ayo buka mulutmu Naruto-kun." Pinta Naori, sedangkan Naruto hanya menurut saja karena memang dia belum sarapan pagi tadi.
Naori terus menyuapi Naruto dan sesekali membersihkan bibirnya bila ada makanan yang menempel. Setelah beberapa menit akhirnya Naori sudah selesai menyuapi Naruto, dan giliran Haku yang memberikan minumannya pada Naruto. Setelah selesai Naori dan Haku langsung memeluk Naruto, sedangkan Naruto hanya tersenyum saja melihat kelakuan dua kekasihnya ini tapi dia juga senang .
Mereka pun berpelukan cukuo lama, namun tiba tiba saja Naori dan Haku mendengar dengkuran ditengah tengah mereka yang ternyata Naruto ketiduran membuat mereka berdua tersenyum melihatnya.
Cup.
Cup.
Mereka berdua mencium pipi Naruto dan tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di dada Naruto dan ikut tidur bersama Naruto.
'aku mencintaimu Naruto-kun.' Batin mereka berdua bersamaan dan mulai menuju alam mimpi menyusul Naruto.
¼-¾
3 minggu sudah terlewat dan sekarang Naruto sudah bertambah hebat karena mampu menguasai perubahan ekor lima, Naori dan Haku pun juga bertambah hebat dan Sasuke beserta Karin juga sudah lumayan hebat.
Sekarang Naruto dan timnya sedang berjalan menunu arena tempat Ujian tahap 4 akan dilakukan dan siap mengalahkan para peserta dan menjadi juara.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka berempat sudah sampai dan disana sudah ada 8 peserta dan satu Jounin, serta banyak penonton yang sudah hadir menyaksikan pertandingan Ujian Chunin ini. Mereka berempat pun berbaris bersama peserta lainnya.
"Oke kalian semua sudah datang,, dan pertarungan akan dimulai sebentar lagi."
.
.
T=B/C
Terima kasih atas saran dan reviewnya saya gak bisa balas reviewnya.
Mohon maaf bila kurang menarik. Dan terima kasih yang suka dengan FF saya.
Sarannya terima kasih.
