[Previous]

From : Manajer Kim

Luhan besok kita bertemu

Di Cafeebay jam 10.00

"ingin mengatakan bahwa aku tidak bisa berenang lagi?"desis Luhan menatap miris ponselnya.

"Luhan ! ayo makan !" teriak Baekhyun semangat dengan membawa banyak makanan di bantu maid yang bekerja disana, Luhan tersenyum menanggapi teriakan Baekhyun. Luhan rasa, dia akan cepat akrab dengan Baekhyun.

.

.

.

.

.

.

LOVE ME RIGHT

.

.

.

Main cast: Sehun, Luhan, Kai, Kyungsoo, Chanyeol, Baekhyun and other

Main pair: HunHan KaiSoo ChanBaek

Genre: Romance School life

Rate : T-M

Length: Chapter

YAOI. MRPEG. Typo

.

.

.

.

Sehun menikmati makan malam bersama kedua orang tuanya, suasana cukup hening, hanya sedikit terdengar kegaduhan yang di buat Suho saat mengambilkan makanan pada Kris dan Sehun secara bergantian, sementara ayah dan anak itu hanya diam sesekali bergumam untuk menjawab pertanyaan Suho. Mereka pun memulai acara makan malam mereka tanpa suara, dan itu cukup mengganggu bagi Suho.

"sepertinya di rumah ini hanya ada aku seorang diri."gumam Suho menghentikan acara makannya, ia kehilangan selera.

Sementara Kris dan Sehun menatapnya datar atau mungkin wajah mereka memang seperti itu.

"anakku baru saja datang dan suamiku baru saja pulang, tapi mengapa aku merasa sendirian ? ruang makan ini mungkin terlalu besar."gumam Suho lagi, membuat Kris mengerti apa yang mengganggu istrinya.

"mungkin Sehun masih lelah, dan aku kehilangan topik." Jawab Kris lalu mulai makan lagi, sementara Sehun tidak terlalu mempedulikan, dia tetap makan sekaligus mendengar apa yang kedua orang tuanya katakan.

"Sehun menyetujuimu tentang bersekolah di daerah pinggir kota"ucap Suho membuka topik, ia tau jika apa yang di katakan Kris bukan sepenuhnya alasan, melainkan elakan dari sikap kaku antara Kris dan Sehun.

"benarkah ? kau menyetujuinya ?"tanya Kris menatap Sehun sedikit terkejut, ia pikir Sehun akan marah dan memakinya.

"aku melakukannya karena eomma"jawab Sehun tanpa mengalihkan perhatiannya dari makanan yang tersedia.

"karena kau sudah setuju, besok kita akan mengantarkanmu"ucap Kris

"tidak bisakah kau membiarkanku istirahat disini walau hanya satu hari ?"sahut Sehun dengan nada tak suka.

"tentu, nanti malam kau bisa tidur disini" sahut Kris cepat, Sehun mengerang mendengar sahutan sang ayah.

"aku selesai, dan aku akan beristirahat disini untuk TERAKHIR KALINYA, sebelum Presdir Wu mengasingkanku lagi." Ucap Sehun lalu segera pergi ke kamarnya.

"sepertinya aku salah topik, malam ini aku benar benar kehilangan mood" gumam Suho lalu berdiri dari tempatnya dan berlalu, tapi Kris segera menariknya hingga Suho terduduk di pangkuannya.

" aku lelah Suho, tidak bisakah hanya anakku yang membenciku ? aku juga ingin beristirahat, makan bersama dengan keluarga kecilku, bercanda dengan hal hal kecil yang bisa menghilangkan penatku, aku juga menginginkan itu Suho, tidakkah kau mengerti ?"ucap Kris dengan sorot mata yang terlihat sangat lelah dan frustasi, bahkan bola mata Kris sungguh sulit untuk fokus menatap Suho.

Suho mengusap wajah lelah Kris lembut, lalu mengecup bibirnya sebentar. Ia paham dengan apa yang Kris rasakan, dan itu tidak ada apa apanya di banding sikap egoisnya. Suho mengaku jika ia egois, ia selalu menyalahkan Kris ketika moodnya hancur tanpa berfikir bagaimana keadaan Kris saat itu. Membayangkan anak kandungnya sendiri membenci bahkan tidak menganggapnya sebagai ayah itu jauh lebih sulit, dibandingkan dengan dia yang hanya merindukan dan mengkhawatirkan anaknya.

"maafkan aku...aku hanya tidak ingin melihat kalian berdua bersikap seolah olah orang asing yang baru saja bertemu, aku ingin kalian berdua bersikap seperti 4 tahun lalu. Maafkan aku..."ucap Suho dengan raut penuh penyesalan.

"kau di maafkan, jadi diamlah disini dan temani aku makan. Aku ingin makan di temani anak dan istriku, tapi berhubung anakku sedang marah, jadi istriku saja yang menemaniku."sahut Kris dan tersenyum kecil, Suho membalas senyumnya dengan senyum lembut, lalu ia mulai menyuapi suaminya.

"sekarang makanlah, aku harap kedepannya keluarga kita bisa lebih baik lagi" ucap Suho, Kris mengecup pipinya sebagai balasan.

Tanpa mereka sadari, sejak tadi Sehun berdiri di depan ruang makan dan melihat interaksi antara kedua orangtuanya. Ia merasa sedikit iba dengan ayahnya, tapi lagi lagi keegoisan menamparnya dan memaksanya untuk segera pergi ke kamar tanpa peduli apa yang akan terjadi besok.

.

.

"aku tidak menyangka jika kejadian itu terjadi secepat itu Lu..."ucap Baekhyun menatap Luhan yang tidur di sampingnya setelah menceritakan kejadian siang tadi hingga ia berada di rumah Baekhyun.

"apapun bisa terjadi Baek, selama kita masih hidup."sahut Luhan tersenyum getir mengingat ceritanya.

"aku turut prihatin, tapi kau tidak perlu khawatir. Kau aman disini bersama keluarga barumu hehehe..."ucap Baekhyun mencairkan suasana, Luhan ikut tersenyum mendengrnya, hatinya terasa hangat mendengar seseorang dengan tulus menganggapnya sebagai keluarga, jujur saja Luhan sangat ingin merasakan kasih sayang keluarga dan keluarga Baekhyun mewujudkannya.

"lalu... apa kau yakin jika yang memukuliku adalah orang suruhan orang tua Sehun?" tanya Luhan sedikit ragu.

"sepertinya iya, di Korea tidak ada Ceo dengan nama keren seperti Presdir Wu lebih tepatnya Kris Wu, andai kau tau wajahnya, kau tidak akan percaya jika dia adalah pria berumur, wajahnya sangat tampan. Jika boleh jujur, Presdir Wu sangat cocok untuk menjadi seorang aktor ataupun model. Hah... mengapa aku malah mengagumi ketampanan ayah Sehun"gerutu Baekhyun pada dirinya sendiri, sementara Luhan hanya tersenyum kecil menanggapi tingkah konyol Baekhyun-saudara barunya-

.

.

Tok..Tok...Tok...

Kyungsoo menggeliat kecil di atas ranjangnya, lalu segera bangun dan membuka pintu. Ia pikir Baekhyun telah kembali dan tidur di asrama, tapi ternyata yang ia lihat justru pria berkulit tan yang kini tersenyum manis padanya meskipun pria itu terlihat masih sangat butuh tidur.

"ada apa Kai ?" tanya Kyungsoo sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat bangun tidur.

"apa kau sangat ingin tidur sekarang ?"tanya Kai -pria berkulit tan-

"apa kau mengigau ?"tanya Kyungsoo balik.

"tidak, aku lapar"jawab Kai lesu.

Kyungsoo melirik jam dinding di kamarnya, dan jam menunjukkan pukul '23.45' apa Kai tidak salah ?

"selarut ini ?"tanya Kyungsoo memastikan dan Kai mengangguk.

"lalu mengapa tidak pergi ke dapur ? aku tidak mempunyai makanan ringan di kamar"ucap Kyungsoo, membuat Kai menghela nafas.

"tidak ada makanan di dapur, jadi aku meminta bantuanmu... sebagai kekasih yang baik, seharusnya kau cepat tanggap dan buatkan aku sesuatu"gerutu Kai, membuat Kyungsoo menatapnya kesal.

"aku tidak pernah menerimamu, berhenti menyebutku sebagai kekasihmu !"sahut Kyungsoo kesal.

"ahh... aku lapar sekali..."ucap Kai sambil mengusap perutnya dan berjalan ke arah dapur, mau tidak mau Kyungsoo pun mengikutinya.

.

"apa yang ingin kau makan ?" tanya Kyungsoo sambil memeriksa bahan makanan di tempat penyimpanan.

"apapun, aku akan memakannya jika itu buatanmu..."jawab Kai yang sudah duduk di ruang makan tak jauh dari dapur.

"aku akan meracunimu kalau begitu"ucap Kyungsoo dan mengeluarkan bahan masakan yang ia perlukan.

"tidak masalah, karena Kyungsooku yang meracuniku, aku akan menerimanya.."sahut Kai.

"kau gila !"

"salahkan pada dirimu yang membuatku gila.."

"tutup mulutmu, kau hanya perlu menunggu hingga aku selesai lalu aku akan kembali tidur!" ketus Kyungsoo, akhirnya Kai pun diam. Kai mengamati tubuh kecil Kyungsoo yang sangat lincah memainkan alat alat dapur itu, dan juga mengamati betapa lucunya ekspresi Kyungsoo yang mencoba berkonsentrasi pada masakannya dengan keadaan mengantuk.

Kyungsoo sibuk dengan kegiatan memasaknya, ia harus segera selesai hingga ia bisa cepat tidur. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi dia tidak bisa menolak permintaan temannya selagi dia bisa.

"cepat makan dan segera tidur !"ucap Kyungsoo membawakan nasi goreng kimchi yang telah ia buat pada Kai, tapi Kai tidak menanggapi.

"Kai, bangunlah ! dan cepat makan ini !"ucap Kyungsoo sedikit kesal, akhirnya Kai pun membuka matanya.

Kyungsoo di buat terkejut ketika melihat mata Kai yang memerah dan terlihat sangat lelah, ia jadi menyesal telah membangunkannya. Kai merenggangkan ototnya yang terasa pegal karena tertidur di meja makan, lalu menatap Kyungsoo.

"maaf membangunkanmu, tapi masakanku sudah selesai"ucap Kyungsoo dengan nada menyesal.

Kai tersenyum kecil lalu menatap nasi goreng kimchi yang masih hangat di depannya, sebenarnya dia sudah kehilangan mood untuk makan karena sudah tidak tahan dengan rasa kantuknya. Tapi, karena Kyungsoo yang membuatnya, ia akan memakannya.

"terimakasih..."ucap Kai lalu mulai memasukkan 1 suapan pada mulutnya.

Kyungsoo mengangguk lalu segera membersihkan dapur, setelahnya Kyungsoo menghampiri Kai lagi. Dia tidak tega melihat Kai yang terkantuk kantuk berusaha memasukkan masakannya ke dalam mulut dengan keadaan mata yang sulit untuk terbuka.

Kyungsoo mengambil sendok dan piring Kai lalu mencucinya, ia menatap miris pada nasi goreng kimchi yang baru saja ia masak di tong sampah dengan keadaan masih banyak karena Kai memakannya tidak sampai setengah.

"Kai minumlah dulu"ucap Kyungsoo berusaha membangunkan Kai, Kai hanya mengerang kecil lalu meminum airnya dengan bantuan Kyungsoo.

"apa Baekhyun tidak kembali malam ini?"tanya Kai masih dengan mata terpejam. Kyungsoo bergumam untuk menjawabnya.

"ijinkan aku untuk tidur di tempatnya, aku tidak tahan jika harus menaiki satu tangga lagi ke kamarku, mataku sulit terbuka"ucap Kai memelas.

"hemm...ayo!" Kyungsoo pun menuntun Kai masuk kedalam kamarnya

Saat tiba di kamar, tiba tiba Kai menjatuhkan dirinya di ranjang milik Kyungsoo membuat Kyungsoo sedikit terkejut, tapi ia tak ambil pusing dan menuju ranjang Baekhyun sebelum tangan Kai menariknya.

"tidurlah disini, bersamaku."ucap Kai memeluk Kyungsoo yang masih terduduk, Kyungsoo melepaskan lengannya tapi Kai memeluknya semakin erat.

Akhirnya Kyungsoo pun berbaring di samping Kai dengan tangan Kai yang masih setia memeluk pinggangnya.

"aku mencintaimu Do Kyungsoo"gumam Kai mempererat pelukannya.

"aku tau, tidurlah!"balas Kyungsoo lalu memejamkan matanya.

.

.

"Sehun, aku tau kau masih sangat merindukanku tapi kau juga harus segera bersekolah. Kau harus menjadi murid terpintar disini, dan aku akan memastikan jika para wanita akan berlomba lomba mendapatkanmu. hah... aku tidak bisa membayangkan bagaimana putra tampan kita di kelilingin para wanita cantik, aku akan mengunjungimu"ucap Jessica senang, Sehun tersenyum sambil menatap kepala sekolahnya yang tersenyum di depannya.

"tidak berkunjung pun aku lebih suka"gumam Sehun masih tersenyum pada kepala sekolahnya.

"baiklah Sehun, pengurus asrama akan mengantarkanmu"ucap kepala sekolah.

"bolehkah aku ikut? Aku hanya ingin memastikan jika kamar anakku layak untuk ditempati"ucap Jessica cepat membuat Sehun menatapnya tidak percaya, Kris yang mengerti jika Sehun tidak nyaman pun menengahi.

"jangan berlebihan, kemarin aku sudah mengecek kamar yang akan di tempati Sehun, kamarnya cukup luas dan fasilitasnya lengkap"sahut Kris cepat, membuat kepala sekolah dan pengurus asrama heran.

"tapi aku masih ingin me.."

"appa..!" ucapan Jessica terputus oleh suara Baekhyun yang kini masuk dengan senyum lebar.

"ahh... masih ada tamu ya ?"tanya Baekhyun kikuk.

"tidak, sebentar lagi kami pulang."jawab Kris Baekhyun tersenyum menatap Kris yang terlihat sangat tampan, Kris pun membalasnya sopan.

"Baekhyun masuklah !"ucap kepala sekolah.

"ayo !"ajak Baekhyun menarik Luhan masuk.

Seketika pandangan Luhan, Sehun, Jessica dan Kris bertemu. Luhan menatap terkejut pada keluarga Sehun yang masih ada di dalam.

" kau ? dasar brengsek ! untuk apa kau datang kesini ?"tuding Jessica menunjuk Luhan dengan telunjuknya.

"sudahlah.. ayo kita pulang!"ucap Kris menarik Jessica

"tidak! Aku tidak mau jika Sehun akan berada satu sekolah dengan si brengsek kecil itu ! keluarkan dia atau Sehun yang akan keluar !" triak Jessica menatap benci pada Luhan, ia bahkan meronta dari genggaman Kris.

"tidak ada yang keluar dari sini ayo pergi !"ucap Kris tegas lalu memberikan salam pada kepala sekolah dan segera keluar.

"apa kau sudah selesai?"tanya pengurus asrama menyadarkan Sehun dari keterkejutannya, Sehun hanya mengangguk lalu melewati Luhan yang kini juga menatapnya.

Luhan mengepalkan tangannya ketika melihat keluarga Sehun, lebih tepatnya ia akan berada satu sekolah dengannya.

"jadi kau yang bernama Luhan ?"tanya kepala sekolah.

"iya, namaku Luhan" jawab Luhan sopan.

Hangeng-kepala sekolah- itu berdiri lalu menghampiri Luhan dan Baekhyun sambil tersenyum.

" baiklah Luhan, kau bisa memanggilku seperti yang Baekhyun lakukan. Aku ayahmu sekarang!" ucap Hangeng membuat Luhan tersenyum senang, ia pikir ayah Baekhyun akan sulit menerimanya.

"Terimakasih appa..."sahut Luhan dengan senyum tulus, Hangeng pun melakukan hal yang sama.

"Baekhyun antarkan Luhan ke kamarnya, kau bisa mulai bersekolah besok, ku dengar kau sedang cidera?"tanya Hangeng.

"benar, bahuku di gips dan akan di buka minggu depan."jawab Luhan.

"tidak perlu merasa terbebani, kegiatan di sekolah ini tidak akan seberat sekolah lain, jika kau merasa sakit pada bahumu segera beritahu Baekhyun." Ucap Hangeng, Luhan mengangguk.

Lalu mereka berdua keluar dari ruangan kepala sekolah, di perjalanan menuju kamar Luhan, Baekhyun menceritakan kehidupan keluarganya. Di mulai dari cerita ayahnya yang pergi entah kemana hingga ibunya menikah lagi dengan kepala sekolah tepatnya 1 tahun yang lalu, saat Baekhyun masuk tingkat SMU. Hangeng adalah ayah tiri Baekhyun, tapi kasih sayang yang di berikan Hangeng padanya jauh lebih besar dari pada ayah kandungnya sendiri. Maka dari itu Baekhyun sangat menyayanginya. Tentang kebenaran Hangeng adalah ayah tiri Baekhyun sangat di rahasiakan, hingga semua orang beranggapan jika Baekhyun adalah anak kandung dari pemilik yayasan ini kecuali para guru guru di sekolah itu yang menjadi saksi pernikahan Hangeng dan Heechul.

"masuklah... aku harus menemui Kyungsoo, jika perlu sesuatu datanglah ke kamarku! Letaknya di lantai satu, sekalian aku akan memperkenalkanmu pada Kyungsoo."ucap Baekhyun, Luhan mengangguk sebagai jawabannya.

"terimakasih Baek.."

.

.

Sehun berjalan mengitari asrama sekaligus kelas kelas di bangunan besar dan mewah ini.

Sekolah ini benar benar berbeda dari pemikirannya, fasilitas di sekolah ini sangat lengkap. Ia bisa melihat kelas dance, kelas khusus berenang, kelas vokal, kelas ilmu bela diri, lapangan sepak bola, lapangan voli, lapangan tennis, lapangan golf yang sangat memadai di luar gedung mewah itu, dan masih banyak lagi kelas kelas lain. Bahkan di sekolah ini menyediakan rumah makan layaknya restoran besar di Seoul hanya saja tempatnya di samping gedung sekolah dan asrama lebih tepatnya di area lapangan golf yang sangat besar, tak lupa dengan pemandangan indah yang tersaji di area itu seperti danau kecil di tengah tengah lapangan.

Di sekolah ini tidak ada seragam khusus seperti sekolah pada umumnya, sekolah ini memakai sistem universitas yaitu di perbolehkan menggunakan pakaian apapun asalkan sopan, belum lagi di sekolah itu bebas memilih kelas sendiri kecuali kelas inti yaitu kelas pengembangan diri, dimana kemampuan mereka akan di uji disana dan biasanya di lakukan setiap 1 bulan sekali.

Di sekolah ini juga memiliki guru guru internasional, semua guru di sekolah ini merupakan guru guru pilihan dan di ambil dari berbagai negara. Begitu juga dengan muridnya, tidak hanya dari Korea saja tapi juga murid dari luar negeri. Bahkan kepala sekolah sendiri adalah pria berkebangsaan China.

Lulusan dari sekolah ini selalu berakhir dengan baik, terbukti dari para alumni yang kini menjadi orang orang sukses tanpa harus masuk universitas, karena sekolah ini menyediakan sertifikat kelulusan. Tapi untuk mendapatkan sertifikat kelulusan itu tidak begitu mudah, mereka harus berusaha hingga 3-4 tahun dalam sekolah ini, jika murid sulit menerima mata pelajaran yang ia ambil maka mereka harus lebih lama lagi di sekolah ini dan berusaha atau lebih tepatnya menjadi siswa abadi.

Sekolah ini tidak begitu terkenal, karena identitasnya di sembunyikan dari publik, tujuannya agar tidak ada siswa yang masuk hanya karena sekolah ini gratis dan juga mempunyai fasilitas yang baik. Kepala sekolah tidak ingin orang orang menyalah gunakan sekolah yang telah ia dirikan selama 15 tahun ini untuk orang orang yang gila harta dan buta solidaritas. Maka dari itu masyarakat Korea jarang ada yang tahu jika di dalam negara mereka terdapat sekolah yang sangat di cari dari berbagai manca negara.

Setelah puas berjalan jalan dan sedikit membaca sejarah sekolah ini di perpustakaan, Sehun kembali masuk ke kamarnya untuk beristirahat.

Tapi lagi lagi ia mendapat kejutan, lihatlah rusa kecil yang kini sedang meringkuk di atas ranjang yang telah ia rapikan. Membuat kepala Sehun benar benar mendidih, ini adalah kedua kalinya mereka di pertemukan dalam 1 kamar.

"bangun!" desis Sehun sambil menendang kaki ranjang yang di tempati Luhan.

Luhan mengernyit lalu segera membuka matanya pelan, ia mendapati sosok yang sangat ia benci berdiri di sampingnya dengan wajah menyebalkan.

"kau tidak tau cara membangunkan seseorang ? kau kehilangan sopan santunmu brengsek !"umpat Luhan kesal.

"apa masuk dalam kamar orang lain dan tidur di tempatnya tanpa meminta izin merupakan hal yang sopan menurutmu ? bahkan kau mengumpat pada orang itu." Sindir Sehun, Luhan pun segera bangun meski gerakannya sedikit lambat akibat gips di bahunya.

"kau harus tau satu hal tuan Oh, ini juga kamarku. Dan aku sangat menyesal karena kita menjadi roommate, jadi aku menetapkan peraturan sekarang. Kau tidak boleh memasuki wilayahku, batas kita adalah nakas ini! Kecuali kamar mandi."ucap Luhan membuat Sehun mendesis tak percaya, kekanakan sekali.

"kau pikir kau siapa? Orang yang tidak memiliki identitas sepertimu seharusnya tidak bisa hidup di Korea, bahkan kau sendiri tidak tahu siapa kedua orang tuamu. Jika aku ingin, aku bisa saja mengusirmu dari negara ini." Ucap Sehun membuat Luhan langsung berdiri di depannya dengan tatapan marah, terlihat dari hembusan nafasnya yang tidak teratur dan kepalan telapak tangannya yang erat hingga memerah.

Mereka saling tatap dengan dinding permusuhan yang membatasi mereka hingga Baekhyun mengalihkan perhatian mereka.

"Luhan!" panggil Baekhyun, membuat Sehun dan Luhan menatapnya.

"kalian sedang apa?"tanya Baekhyun dengan polosnya.

"ada apa Baek ?" tanya Luhan mengacuhkan pertanyaan Baekhyun sebelumnya.

"ahh...itu, sekarang sudah jam 10 apa kau lupa jika manajermu meminta untuk bertemu?" seketika Luhan melihat jam di dinding lalu segera masuk kedalam kamar mandi setelah mengucapkan terima kasih pada saudaranya.

Baekhyun masih diam di kamar Sehun setelah Luhan menolak untuk di antar, memperhatikan Sehun yang sedang merapikan ranjang di sebelah ranjang yang telah di tempati Luhan tadi.

"kau tidak keluar?" tanya Sehun atau lebih tepatnya mengusir, membuat Baekhyun tersadar dari lamunan nya.

"emm... Sehun! Aku ingin bicara sesuatu"ucap Baekhyun, Sehun hanya diam menanti topik apa yang akan Baekhyun bicarakan.

"ini mengenai Luhan, dia..."

"kau bisa keluar sekarang Byun, aku sedang tidak ingin membahas tentang si brengsek kecil itu." Potong Sehun cepat.

"tapi ini sangat penting, kau..."

"pergilah!"potong Sehun lagi, Baekhyun masih diam menatap Sehun.

"kau tidak dengar?"ulang Sehun sedikit meninggikan nada suaranya, Baekhyun menghela nafas kecil lalu keluar dari kamar Sehun dan Luhan.

.

.

Luhan kini duduk berhadapan dengan manajer dan pelatihnya di tempat perjanjian.

"apa kau sudah menonton televisi Luhan ?"tanya manajer

"tentu,karena drama kesukaanku kemarin sedang tayang"jawab Luhan datar, membuat manajernya tertawa kecil.

"kau pasti sudah tau maksudku kan ? baiklah kita langsung pada intinya saja, kita.."

"kau ingin berkata jika aku harus keluar dari ekstrakulikulerku kan?"potong Luhan.

"wah... kau benar benar pintar Luhan."puji manajernya, sementara Luhan tersenyum.

"apa karena aku meminta vakum selama 1 tahun hingga kau melakukan ini?"tanya Luhan dengan tatapan tajam, membuat manajer dan pelatihnya sedikit terkejut.

"jangan salah paham Luhan, meskipun kau keluar dari ekstrakulikuler renang, kau masih bisa mengambil kegiatan lainnya yang telah di sediakan di SMU Sekang kan ? jadi tidak masalah."jelas manajer.

"kalian tau jika menjadi atlet renang adalah impianku, tapi kalian dengan mudah mengeluarkanku dengan cara yang tidak hormat setelah pengorbananku selama ini di dalam air. Aku tidak ingin menjadi sampah yang tidak berguna di Sekang, maka dari itu aku akan mengundurkan diri. Tenang saja, aku akan pergi hingga kalian tidak bisa melihatku lagi, tapi kalian harus mengingat kata kataku ini, kalian akan meliahatku lagi suatu saat nanti dan aku bersumpah kalian akan menyesal seumur hidup! Aku pergi..."ucap Luhan lalu segera pergi dari hadapan manajer dan pelatihnya yang kini menatap kursi kosong Luhan tidak percaya.

"apa menurut anda dia akan berhasil, dan kita akan menyesal?"tanya pelatih.

"kau tidak bisa melihat gips yang berada di balik bajunya? Di sudah cidera dan untuk menjadi nomor satu lagi dia harus berjuang dari awal, sementara cideranya masih membatasi seluruh pekerjaannya. Jangan khawatir, ia akan lama melakukan proses penyembuhan tulang bahunya dan tentu saja dia akan mendapat peluang kecil untuk bisa menjadi nomor 1 dalam waktu singkat."ucap manajer menyeringai.

.

.

"kau sedang apa sayang ?"tanya Chanyeol pada Baekhyun yang sedang duduk di pinggir danau sambil menikmati coklat yang ia bawa.

"yeollie..."ucap Baekhyun manja ketika kekasihnya duduk tepat di sampingnya, Chanyeol hanya tersenyum dan membersihkan sisa coklat di sekitar bibir Baekhyun, membuat Baekhyun tertawa kecil.

"bagaimana kabar ibumu ?"tanya Chanyeol

"dia baik, dia terus memintaku untuk membawamu pulang"rajuk Baekhyun dan mengerucutkan bibirnya kesal, Chanyeol terkekeh.

"kalau begitu ayo kita pulang!"goda Chanyeol.

"tidak mau! Kau sangat tampan, aku takut jika ibuku menyukaimu..."tolak Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.

"astaga...dia ibumu Baekhyun, dia tidak mungkin menyukai kekasih anaknya sendiri."ucap Chanyeol sambil mengusap kepala Baekhyun

"tetap saja, ibuku sangat cantik, bagaimana jika kau yang menyukainya ? aku tidak akan pernah membawamu pulang, jika ibu berkunjung kau juga tidak boleh keluar dari kamarmu! Apa kau mengerti ?"ucap Baekhyun dengan wajah yang sangat imut, memaksa Chanyeol agar mengerti.

Chanyeol mengecup bibir kekasih mungilnya itu berkali kali sebagai jawaban dan Baekhyun tersenyum senang.

"ayo masuk, disini semakin panas. Aku tidak mau jika kulit kekasihku terbakar."ucap Chanyeol dan menarik Baekhyun agar segera berdiri.

Saat mereka akan masuk ke asrama, mereka bertemu Luhan yang baru saja datang.

"Luhan ! bagaimana?"tanya Baekhyun melepas kontak tangannya dengan Chanyeol dan segera merangkul pundak Luhan.

"argh..."

"ahh..maaf, maafkan aku.."sesal Baekhyun menatap khawatir bahu Luhan, Luhan tersenyum.

"tidak apa apa, aku memutuskan pergi dan keluar dari sekolah, karena tidak ada gunanya lagi aku bersekolah disana, lagi pula disini cukup baik."ucap Luhan membuat Baekhyun tersenyum.

"Luhan kenalkan ini Chanyeol kekasihku, ingat jangan sampai menyukainya!"ucap Baekhyun memperkenalkan kekasihnya membuat Chanyeol terkekeh gemas dengan tingkah Baekhyun.

"dan Chanyeol, ini Luhan saudaraku. Kau juga tidak boleh menyukainya! Jika kau sampai melakukannya mati kau!"ancam Baekhyun dengan gerakan tangan seolah memutus nadi di lehernya, mau tak mau Chanyeol dan Luhan tertawa hingga Baekhyun ikut tertawa menyadari ke konyolan yang ia buat.

"senang bertemu denganmu yeol..."ucap Luhan menjabat tangan Chanyeol

"senang bertemu denganmu juga Luhan..."

"ayo kita temui Kyungsoo!"seru Baekhyun semangat menarik Luhan dan Chanyeol masuk.

.

.

"Kyungie... kau sedang membuat apa?"tanya Kai memeluk Kyungsoo yang sedang memasak dari belakang.

"lepaskan Kai! Dan pergi jangan menggangguku !"ucap Kyungsoo kesal.

"kau sangat cantik saat sedang kesal seperti ini..."sahut Kai mempererat pelukannya.

Kyungsoo melepas paksa tangan Kai dan mengangkat spatulanya.

"kau tidak pergi?" bentak Kyungsoo.

"Kyungsoo!" triak Baekhyun memasuki dapur asrama bersama Chanyeol dan Luhan.

"ahh..hai Baek."sapa Kyungsoo dan menurunkan spatulanya.

"kita mempunyai teman baru dan dia saudaraku namanya Luhan."ucap Baekhyun.

Kyungsoo segera menjabat tangan Luhan dan tersenyum kecil.

"namaku Kyungsoo senang bertemu denganmu Luhan..." Luhan tersenyum lalu mengangguk.

"dan si hitam itu namanya Kai, dia.."

"aku adalah kekasih Kyungsoo."sahut Kai memotong ucapan Baekhyun.

"jangan bicara sembarangan!"peringat Kyungsoo dan menatap Kai kesal, sedangkan Kai malah tersenyum manis.

"kalian pasangan yang lucu"komentar Luhan.

"tentu saja!"ucap Kai merangkul Kyungsoo.

"sudah kubilang dia bukan kekasihku.."sahut Kyungsoo.

"hei.. mau apa kau kesini?"tanya Kai pada Chanyeol yang hanya berdiri menyaksikan ke konyolan sahabatnya.

"menjemput Kyungsoo untuk kencan pertama."jawab Chanyeol santai.

"Yeolie...!"rajuk Baekhyun dengan tatapan kesal, Chanyeol merangkul pundak Baekhyun dan mengecup kepalanya.

"aku hanya bercanda sayang..."bisik Chanyeol.

"emm... aku akan kembali ke kamarku, sebagian barangku belum ku rapikan."ucap Luhan.

"baiklah, sampai nanti Luhan..."sahut Baekhyun, Luhan pun pergi.

"setauku kau tidak punya saudara Baek..."ucap Kyungsoo

"itu yang kupikirkan dari tadi."sambung Chanyeol.

"apa ibumu selama ini selingkuh?" tanya Kai dengan wajah serius yang di buat buat.

"bibirmu itu benar benar..."geram Baekhyun.

"lalu ?"tanya Kai masih penasaran.

"jangan bongkar rahasia ini, kalian pasti tau Luhan si atlet renang internasional Korea kan ?"tanya Baekhyun.

"tidak, selama ini kan kami di kurung disini...mungkin aku hanya akan update tentang artis perempuan yang cantik dan juga sexy saja." Jawab Kai, membuat Baekhyun memutar bola matanya malas.

"dia adalah atlet renang internasional Korea, tapi dia mengalami kejadian buruk. Aku bertemu dengannya saat dia terkapar lemah di pinggir jalan komplek rumahku dengan Luka di dahinya. Lalu aku membawanya pulang dan ibuku menjadikannya anak karena di artikel tertulis jika Luhan sudah tidak memiliki keluarga. Aku sangat prihatin mengenai nasibnya, jika kalian ingin tau, sebenarnya di balik baju yang di pakai Luhan ada gips yang terpasang di bahunya. Ia sedang cidera dan 6 hari lagi dokter akan melepas gips nya, dia kehilangan impiannya untuk menjadi atlet renang, maka dari itu aku membawanya untuk bersekolah disini. Kalian tahu? Kemarin Luhan baru saja mendapatkan medali emas dalam perlombaan 400m gaya bebas."jelas Baekhyun.

"mengagumkan.."gumam Kyungsoo.

"kejadiannya secepat itu? Jadi kau baru bertemu dengannya kemarin?"tanya Kai tidak percaya.

"aku serius Kai."jawab Baekhyun malas.

"ingat! Jangan sampai kalian mengungkit tentang berenang ataupun keluarganya, cukup temani dia agar dia tidak kesepian, anggaplah kalian tidak mengetahui apa apa dan mempercayai bahwa Luhan adalah saudaraku."ucap Baekhyun lagi.

.

.

Luhan memasuki kamarnya dan melihat Sehun yang sedang tidur, ia mendengus kecil ketika melihat Sehun yang tertidur.

"wajahmu ini penipu sekali, kau akan terlihat baik seperti kucing ketika tidur, tapi saat kedua mata elangmu itu terbuka, bukan hanya elang yang terlihat bahkan harimau pun terlihat di wajahmu, sangat menyeramkan."gumam Luhan.

"mengomentari wajah seseorang yang sedang tertidur itu merupakan kelakuan yang sangat tidak sopan, benar begitu ?" Luhan terkejut saat kedua mata Sehun kini terbuka dan sedang menatapnya.

"kau sudah bangun ?"tanya Luhan menutupi rasa terkejutnya.

"kegaduhan yang kau buat saat masuk sangat mengganggu, mau tidak mau aku harus bangun."jawab Sehun dan segera duduk dan mengacak rambut blonde nya.

"kalau begitu kau bisa tidur lagi sekarang."ucap Luhan lalu mulai membuka ranselnya, mengeluarkan baju yang masih tersisa.

Sehun tetap mengamati setiap pergerakan Luhan dengan wajah datar, ia hanya sedang malas karena baru bangun tidur.

"ranselmu sudah ganti?"tanya Sehun tiba tiba karena setahu Sehun ransel mereka sama.

"ranselku hilang."jawab Luhan tanpa mengalihkan perhatiannya dari baju bajunya.

"bagaimana bisa ? selain brengsek kau juga makhluk kecil yang ceroboh ternyata."ucap Sehun membuat Luhan kembali mengingat, dimana orang suruhan ibu Sehun memukulinya dan mengakibatkan medali dan ranselnya hilang entah kemana.

"aku tidak tau jika mulut orang Amerika serusak itu..."desis Luhan.

Sehun tidak menanggapinya dan mulai membuka kaos yang ia pakai, ia membuka lemarinya dan mencari kaos baru, tapi matanya menangkap medali Luhan yang ia letakkan di bawah lipatan baju bajunya.

Ia memegang medali itu lalu menatap Luhan yang sedang melipat baju dengan membelakanginya, tapi Sehun kembali meletakkan medali itu di bawah lipatan bajunya tidak berniat mengembalikannya.

Sehun keluar kamar dan mencari dapur asrama, setelah bangun tidur ia merasa sangat lapar. Di dapur ia menemui Kyungsoo dan Baekhyun yang sedang memakan rainbow cake.

"Sehun!"panggil Kyungsoo terkejut, sama halnya dengan Sehun.

"sedang apa kau disini?"tanya Kyungsoo.

"aku sekolah disini sejak tadi pagi, wah... kebetulan macam apa ini ?"ucap Sehun tersenyum kecil dan mengahampiri Kyungsoo yang tersenyum lebar.

"kau mengenal Sehun?"bisik Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk semangat.

"apa disisni masih ada makanan ? aku sangat lapar."ucap Sehun.

"tadi aku memasak sesuatu, kau bisa memakannya."sahut Kyungsoo dan segera mengambilkan Sehun masakannya.

"kau bisa memasak ?" tanya Sehun sambil menatap Kyungsoo yang sibuk mengambilkan ia makanan.

"tentu saja ! jika kau lapar kau bisa memanggiku, aku akan memasakkan apapun untukmu."jawab Kyungsoo dan meletakkan makanan dan minuman di meja, Sehun pun duduk tepat di depan Baekhyun yang masih sibuk memperhatikan interaksi antara Sehun dan sahabatnya.

"terimakasih..."ucap Sehun.

"emm... makanlah yang banyak!" ucap Kyungsoo semangat.

Baekhyun menjadi heran dengan sikap Kyungsoo hari ini, dia tidak pernah melihat senyum Kyungsoo selebar dan selama ini pada orang lain, bahkan padanya sekalipun.

"kau baik baik saja Kyungsoo "bisik Baekhyun, Kyungsoo menatap Baekhyun sambil tersenyum.

"tentu, karena dia cinta pertamaku."jawab Kyungsoo membuat Baehyun terkejut.

Jadi ini adalah alasan mengapa Kyungsoo selalu mengabaikan Kai ? ternyata orang pilihan Kyungsoo adalah Oh Sehun putra dari presdir Wu yang sangat kaya.batin Baekhyun miris dengan nasib Kai.

"wah... masakanmu benar benar yang terbaik Kyung!" Sehun mengacungkan kedua ibu jarinya memuji Kyungsoo.

"benarkah ?"tanya Kyungsoo dengan senyum yang semakin mengembang.

"tentu, kau benar benar istri yang sangat baik." puji Sehun lagi dengan senyum menawan, Baekhyun pun semakin yakin jika Kai kalah cepat dari Sehun, sementara Sehun tersenyum malu.

Kyungsoo segera berdiri dan merapikan piring kotor Sehun dengan senyum yang masih tercetak di bibirnya, tapi Sehun menarik tangan Kyungsoo hingga Kyungsoo terduduk di pangkuannya. Kyungsoo menatap Sehun terkejut dengan pipi yang memerah.

"aku sangat merindukanmu Kyungie..."ucap Sehun mengecup pipi Kyungsoo berkali kali.

"Sehun, apa yang kau lakukan ? disini ada Baekhyun."ucap Kyungsoo malu saat menangkap tatapan tak percaya dari Baekhyun, Kyungsoo pun segera berdiri begitu juga dengan Sehun.

"baiklah, aku pergi dulu terimakasih atas makan siangnya."ucap Sehun lalu meninggalkan Kyungsoo yang menunduk malu dan Baekhyun yang masih terkejut.

"wah... seleramu bagus juga, aku harap Kai tidak menenggelamkan dirinya di danau area lapangan golf."gumam Baekhyun masih terkagum dengan pemandangan yang baru saja ia lihat.

"hah... aku malu sekali."rajuk Kyungsoo dan menutupi wajahnya dengan salah satu lengannya.

.

.

MANSION WU.

Kris sibuk dengan beberapa dokumen yang masuk melalui emailnya, dengan Suho yang duduk di sampingnya. Hari ini Kris memutuskan mengerjakan tugasnya di rumah.

"mengapa kau menyekolahkan Sehun di sekolah terpencil itu?"tanya Suho tiba tiba.

"kau belum tau apapun mengenai sekolah itu, mereka yang belum tahu akan dengan mudah meremehkan sekolah itu. Jika ada kesempatan, aku akan mengajakmu melihat isi sekolah itu."jawab Kris.

"memangnya sebagus apa sekolahan itu ? bukankan di Seoul masih banyak sekolah yang baik? Lagi pula aku masih sangat merindukannya."ucap Suho masih sedikit tak terima jika Sehun bersekolah dengan jarak yang lumayan jauh dan akan tinggal di asrama.

"sekolah itu sudah sekolah yang terbaik sayang."ucap Kris mengecup bibir Suho sekilas lalu menatapnya.

"jangan khawatirkan Sehun, dia akan baik baik saja disana. Aku yakin Sehun akan sangat menyukai sekolah itu, aku janji akan membawamu kesana secepat mungkin."lanjut Kris.

"kapan ?"tanya Suho memastikan

"saat aku mempunyai waktu luang, dan kau hanya perlu bersabar sedikit lagi, karena sekarang pekerjaanku sudah mulai ringan berkat bantuan sekertaris Yoon."jawab Kris.

"janji?"

"janji!"

Suho pun tersenyum lalu memeluk lengan Kris yang kini mulai sibuk lagi dengan layar komputer di depannya.

"hah... betapa aku merindukan lengan kuat ini."gumam Suho membuat Kris tersenyum kecil.

Ia menjadi sedikit merasa bersalah pada Suho karena sering meninggalkannya dan tidur di rumah utama yang letaknya di daerah Gangnam.

.

.

"mau sampai kapan kau merahasiakan ini dari Baekhyun ?"tanya Kai serius.

Sementara Chanyeol tetap fokus bermain gitar di atas ranjangnya.

"aku tidak tahu, tapi cepat atau lambat pasti Baekhyun akan mengetahuinya."jawab Chanyeol.

"dia akan sakit hati yeol, seharusnya kau tidak mempermainkannya seperti ini. Dia terlalu lugu untuk di sakiti sedalam ini, apa kau tidak bisa melihat seberapa besar cinta Baekhyun padamu ?" Chanyeol meletakkan gitarnya di bawah ranjang dan menghela nafas.

"ini sudah terlanjur Kai, aku juga tidak bisa jika dengan tiba tiba memintanya untuk menjauh dariku."gusar Chanyeol.

"bagaimanapun juga, aku sangat yakin jika Baekhyun akan sakit hati dan merasa terbodohi setelah ini. Aku hanya bisa berdoa saja agar Baekhyun tetap menjadi anak lugu yang tidak tau apa apa setelah mengetahui semua ini."

"hmm... semoga saja." Desis Chanyeol sambil menatap layar ponselnya yang menyala dengan nama Baekhyun yang sedang menelfonnya.

.

.

TBC

Biar pada gak salah paham, ini aku jelasin.

Aku emang buat FF ini dengan cara menggabungkan imajinasi dan drama favouriteku, dan kebetulan sekarang aku lagi seneng banget sama drama Moorim School . jadi gak heran jika FF ini agak mirip. Tapi aku gak ngambil genre yang sama, karena aku Cuma ngambil bagian yang favourit aja.

Sebenernya kalo lebih teliti lagi di awal ada bagian dramanya Who Are You (School 2015) bagian perlombaannya Han Yi An hehehe, dan sekarang keluar lagi drama baru yang juga masuk dalam catatan favourite ku (Descendants Of The Sun) tapi aku gak meniru jalan ceritanya kok, ini sekedar buat gabungin drama favourite sama imajinasi aja hehehe...

Dan juga terimakasih banyak buat yang udah sempetin review, follow dan nge favourite in FF ini ^_^

Hunhan794 : aku juga suka banget sama drama itu, thanks for review

Sebut Saja B : nanti di setiap chapternya bakal ngejelasin kenapa alasan Luhan ingin vakum yang sekarang berakhir dengan keluar dari sekolah. Thank for review

ETNOCRASH : jangan nangis, aku gak ada tisu hehehe... Thank for review

Lieya EL : emang yang bener MPREG, Cuma baru nyadar pas udah di post hehehe... Thank for review

DinChickiHH : Thank for review

Daebaektaeluv : sama aku juga kangen Krisho T.T Thank for review

Thanks a lot for:

Meliarisky7,LisnaOhLu120,Seravin509,nafanizill,Arifahohse : ini udah di next, sampai ketemu di chapter berikutnya