BAB5

Ini bulan desember, tentu ini bulan dimana salju akan terus turun menghiasi kota seoul. Di tempat itu, iya tempat itu. Tempat yang sempurna untuk pasangan yang akan berkencan.

Ice skating rink.

Bisa membayangkan betapa manisnya jika salah satu pihak masih pemula dalam ice skating dan pihak lain membantunya dengan menggiringi tangan sang pasangan. Dan sang penggiring tersenyum hangat layaknya Victor nikiforov dengan Yuuri katsuki.

Tunggu mereka berdua tentu pro bukan— (diam)

Jinseok memasuki wilayah rink tersebut, kedua tangannya ia angkat seperti Atago dari kancolle. "Waai~ Changminie~ Ice skating da!" Dan dibelakangnya terdapat Changmin yang kakinya cukup parah bergetar untuk sekedar menjangkau Jinseok yang bahkan tak terlalu jauh darinya.

Changmin mengerutuk,ia pun juga kedinginan. Bagaimana caranya Jinseok bisa tahan di suhu seperti ini?

Ia membuka suaranya, "H-hyung tunggu aku," Kakinya bergetar, seluruh tubuh bergetar. Changmin menggigil. Sepertinya ia hanya diam berdiri disitu sementara Jinseok berputar putar dan melakukan beberapa lompatan, yang Changmin akui. Itu keren.

Jinseok yang sadar dongsaengnya hanya berdiri diam dengan tangannya yang memeluk dirinya sendiri, juga ingus yang meler, pun mendekatinya. Lalu ia memeluk Changmin tepat di pinggangnya.

"Kau kedinginan?" Tentu jelas dengan telinga dan hidungnya yang merah dan sedotan ingus yang tak kunjung hentinya. Lalu Jinseok tertawa kecil, ia melepaskan jaketnya. "Ini, pakai saja, aku pikir kau lebih membutuhkannya,"

Changmin masih memproses otaknya.

Hei yang tadi benar benar Oh jinseok?

"Sini, biar aku membantumu." Ia menjulurkan kedua tangannya, yang lalu diterima dengan senang hati dengan Changmin (yang masih agak malu), lalu mereka berdua mulai mengintari rink layaknya pasangan yang sudah resmi.

Diam diam Changmin mendengar Jinseok menggumam lirik dari anime yang lagi panas akhir akhir ini."Yes we were born to make history~" Changmin diam diam memuji hyungnya ini yang begitu keren. Namun Changmin tetaplah Changmin.

Waktu berlalu dengan sangat cepat, rasanya baru tadi ia mengangumi Jinseok dan merekasudah sampai dimana Jinseok menatapnya dengan hangat, dengan hidungnya yang merah juga. Namun Changmin masih tetap bergetar untuknya. Jinseok tertawa, ia memencet hidung Changmin dengan pelan kemudian membuka mulutnya. "Malam ini manis sekali Changminie~ aku harap kau bisa seperti ini setiap harinya."

Dan Changmin membalas tawanya, "Dalam mimpimu hyung."

Rink yang di hias dengan lampu remang remang kuning juga hiasan natal lainnya membuat susasana lebih romantis, yang di mata mereka hanya sekedar manis. Namun ya selagi suasana mendukung, mengapa tidak?

Mereka menyatukan dahi, lalu hanyut dalam tawa.

TBC.

(Chapter ini agak khusus changseok ya haha)