"Mizubunshin no jutsu!" dan terciptalah air yang menyerupai Hashi. Benar – benar mirip! Tak ada satupun hal yang berbeda.
"EHH...!"
Bohong! Ini pasti bohong! Mana ada manusia yang mempunyai kekuatan super! Pasti saat ini aku terdampar di dunia antah – berantah milik para Chuunibyou! Oke, untuk pertama kalinya aku merasa sangat menyesal! Menyesal karena seharusnya dari dulu aku sudah membawanya ke psikolog karena sepertinya kegilaan adikku telah menular kepadaku.
Chapter 2 : Reinkarnasi
The Nyokers
.
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Story By : Uchyawa Feyya
Rate : T
Genre : Family, Adventure, Romance, Fantasy.
Main Chara : Uchiha Madara, Senju Hashirama, Uchiha Izuna, Senju Tobirama.
Warning : Shounen - ai, Typo's, OC, OOC, Dll
.
.
Summary : Adikku, Uchiha Izuna adalah orang yang sangat aneh. Dia selalu berbicara tak jelas, selalu berkeliaran keluar hanya untuk membawa barang – barang aneh ke rumah. Sepertinya ia mengidap penyakit Chuunibyou, aku tak terlalu memusingkannya karena menurutku ia menjadi aneh karena kekurangan perhatian dari orang – orang sekitar. Aku menyesal. Seharusnya dari dulu aku harus membawanya ke psikolog karena sepertinya kegilaannya telah menular kepadaku.
Don't like, Don't read!
Happy Reading!
.
.
-Madara's POV-
"Are? Aku... tertidur? Oh ternyata masih berada di rumah si Senju itu" Batinku ketika melihat diriku yang terbalut selimut.
Hah... Aku tak menyangka akan berada dalam posisi yang sangat membingungkan. Terjebak bersama dengan kumpulan orang aneh. Kalau begitu, sekarang apa yang seharusnya aku lakukan?
Tok... Tok... Tok...
"Aku masuk, ya!" Ucap seseorang dari balik pintu.
"Oh, ternyata kau" Ucapku dingin.
"Bagaimana? Sudah lebih baik?" Tanyanya dengan senyum hangat yang selalu menyelimuti parasnya.
"Hn"
"Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi berkeliling sejenak?" Tawarnya kepadaku.
"Hn?Kenapa?" Tanyaku.
"Madara, tadi kamu terlihat sangat aneh ketika aku menjelaskan tentang shinobi dan Nyokers. Mungkin akan lebih baik jikalau kamu menenangkan diri sembari mengingat beberapa hal" Ucapnya sembari tersenyum hangat.
"Ah, baiklah" Ucapku sedikit terkejut dengan perkataanya.
Entah mengapa dia terasa berbeda dari yang lain. Padahal aku baru saja mengenalnya, tapi entah mengapa aku merasa begitu nyaman berada disisinya. Entah sudah berapa lamakah aku merasakan perasaan hangat ini? Ah, putih! Jikalau Hashi diibaratkan sebuah warna, maka ia adalah putih cerah. ia sangatlah bersinar terang seperti dia. Ia sangatlah berbeda dengannku. Aku– ah, tidak, tidak,tidak! Yang seharusnya kulakukan adalah mencaritahu seluk beluk dunia ini agar aku akan mengetahui bagaimana cara agar bisa keluar dari dunia ini, bukannya berpikiran tak jelas.
"Jadi bagaimana menurutmu?" Tanya Hashirama.
"Hn? I,iya" Ucapku.
Sial! Aku tak mendengarkan penjelasannya sama sekali. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri.
"Kamu tidak mendengarkan penjelasanku?" Tanyanya.
"Aku mendengarkannya" Dustaku.
- End Madara's POV-
.
-Hashirama's POV-
Aku merasa ada yang aneh dengannya. Aku sudah memberitahu segala tempat, tapi sepertinya ia sama sekali tak tertarik. Kecuali satu tempat ...
"Hutan Terlarang?" Tanya Madara untuk pertama kalinya. Biasanya setiap kali aku menjalaskan sesuatu ia selalu menjawab Hn andalannya.
"Ya. Kalau tak salah pertama kali kamu ditemukan di tempat ini, bukan?" Tanyaku.
Madara dengan santainya berjalan memasuki hutan ini.
"Hoy, tunggu kamu tidak boleh masuk sembarangan!" Ucapku mencegahnya.
"Memangnya kenapa?" Tanyanya.
"Seperti namanya ini hutan terlarang. Kamu tidak boleh masuk sembarangan!"
"Baka! Siapapun pasti tahu itu, yang kutanya adalah alasannya! Lagipula kau kan pimpinan desa, jika aku bersamamu pasti aku akan diperbolehkan masuk, bukan?" Ucapnya dengan wajah datar.
"Ya... memang benar. Tapi tetap tidak boleh!" Ucapku menarik pergelangan tangannya.
"Lepaskan!" Ucapnya memberontak.
"Baiklah akanku jelaskan padamu! Sebenarnya ini adalah daerah perbatasan antara konoha dengan daerah tempat para Nyokers berada. Ini tempat berbahaya. Tak ada satupun orang yang boleh memasuki tempat ini dengan seenaknya" Jelasku.
"Begitu, kah? Walaupun begitu, aku merasa ingin memasuki tempat ini, karena bagaimanapun juga ini adalah tempat dimana awal ingatanku dimulai, bukan?"Ucapnya.
"Madara..."
Sreekk...
"Hn?" Ucap Madara ambigu. Ia melirik sekejap ke arah lain.
"Ada apa?" Tanyaku heran.
"Tidak, bukan apa – apa" Ucap Madara berjalan pergi. Aku terdiam sejenak. Ada apa dengannya? Sikapnya semakin aneh saja.
"Untuk apa kau termenung seperti itu? Lihat! Langit . Kita harus cepat sebelum langit menjadi kelam" Ucap Madara membuyarkan lamunanku.
"Ah, ya!" Ucapku berjalan menyusulnya.
- End Hashirama's POV-
.
.
.
.
.
.
-Madara's POV-
"Nii – san! Akhirnya aku diterima di Konoha High School!" Ucap seseorang yang parasnya cukup mirip denganku.
Apakah.. itu aku? Sepertinya bukan. Aku melihat sebuah kartu nama yang tersemat di dadanya. I...zu..na?
"Lalu Nii – san, mereka memujiku. Mereka bilang aku ini hebat dan... bla... bla.." Ucapnya panjang lebar dengan wajah yang sangat gembira.
Kenapa? Kenapa wajahnya tampak begitu senang ketika melihatku? Apakah aku melakukan suatu hal yang lucu baginya? Mungkinkah ia...
Hah... hah... hah..
Mimpikah?
Ada apa dengan mimpi aneh tadi? Kenapa hatiku terasa aneh seperti ini? Sudah kuduga, aku seharusnya pulang secepatnya! Jika tidak, aku... Tunggu! Aku... harus pergi kemana? Ada apa? Kenapa tiba – tiba semuanya terasa aneh. Aku merasa...
Sreekk...
Tunggu! Suara itu... Bukankah saat di hutan aku mendengar suara yang sama? Aku berlari ke sumber arah itu. Jika aku mengetahui asal suara itu mungkin aku akan mengetahui sesuatu. Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah. Uh, hutannya gelap sekali! Aku terus mengikuti arah suara itu yang mengarah ke sebuah mansion tua yang sangat besar. Aku pun memasuki mansion itu yang terkesan mirip dengan rumah hantu. Cih, mansion ini kotor sekali!
"Selamat datang di kediaman kami" Ucap mereka. Mereka semua terlihat sangat aneh. Sebaiknya aku berpura – pura lupa ingatan lagi dan pergi dari tempat ini.
"Hn" Ucapku berpura – pura tenang.
"Anda sangatlah hebat. Bahkan dalam situasi seperti ini anda dapat bersikap dengan tenang. Seperti yang diharapkan dari garis keturunanku, klan Uchiha " Ucap seseorang yang memiliki garis panjang di sekitar hidungnya.
"Siapa kalian?"
"Kami adalah para shinobi" Ucap seorang wanita yang memiliki jepit bunga yang tersemat di rambut ungunya itu.
"Yang telah dibuang sejak lahir" Ucap pemuda dengan rambut kuning yang menutupi sebagian wajahnya.
"Yang tak akan pernah mendapatkan tempat untuk kembali" Ucap seseorang dengan mata bermotif riak air dengan banyak tindikkan di wajahnya.
"Yang mendapatkan kekuatan melalui kutukan" Ucap seseorang dengan rambut putih yang membawa sabit aneh.
"Kami adalah The Nyokers, shinobi yang telah terlahir kembali" Ucap bocah manis berambut merah dengan wajah mirip boneka.
"Terlahir kembali? Dasar bodoh! Di dunia manapun kematian adalah takdir yang tak dapat dirubah. Siapapun yang telah mati tak akan pernah bisa kembali lagi, sekeras apapun kau mencoba. Kalian hanyalah orang – orang bodoh yang menutupi kenyataan dengan fantasi berlebihan. Kalian berpikir aku akan percaya dengan omong kosongmu itu!" Bentakku.
"Kamu benar. Orang sepertimu takkan mudah percaya dengan apa yang kami ucapkan" Ucap seseorang yang mirip dengan tumbuhan venus.
"Jika ia tak percaya dengan ucapan kita bukankah lebih baik jika kita membunuhnya? Aku tak suka dengan orang yang tak bisa menghasilkan uang" Ucap seseorang bercadar dengan bola mata berwarna hijau.
Membunuhku? Aku tak tahu kekuatan sepertia apa yang mereka miliki, tapi aku yakin mereka adalah orang yang berbahaya. Sial! Aku sudah menelusuri hutan ini terlalu jauh!
"Kalau kamu masih tak percaya, bagaimana jika kita membuktikannya" Ucap seseorang yang tiba – tiba datang kesini.
D, dia?
"Hahaahaa kali ini sihir apa lagi yang kalian gunakan? Aku tahu kalian akan merencanakan sesuatu dan kalian berpikir rencana kalian akan berjalan lancar, begitu saja? Naif sekali!" Ucapku kesal.
"Lalu apa yang harus kita buktikan?" Tanya seseorang yang mirip dengan hiu.
"Huwaa sepertinya ini akan menjadi permainan yang menyenangkan. Tobi harus ikutan!" Ucap seseorang bertoprng dengan girang.
Sedikit demi sedikit mereka mengucapkan beberapa hal yang sangat mengejutkan.
"Setelah kamu mendengar hal ini, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya mereka.
.
.
.
.
.
Engh? Are? Aku pun melihat sekelilingku dan aku yakin aku berada di rumah Senju itu. Apa yang terjadi? Apakah itu semua hanyalah mimpi? Sampai sekarang aku meyakinkan diriku bahwa semua hal yang aku alami disini hanyalah mimpi. Kalau begitu, aku bermimpi bertemu orang aneh ketika berada di alam mimpi, aneh ya?
"Madara! Bagaimana? Sudah lebih baik?"
Hashi...
"Setelah kamu mendengar hal ini, apa yang akan kamu lakukan?"
DEG! Orang – orang aneh itu...
Tidak! Aku yakin sekali tadi malam aku bertemu dengan mereka. Aku pun melihat ke segala arah untuk mencari apapun yang bisa menjadi bukti bahwa presepsiku tidaklah salah. Aku pun memeriksa setiap benda di ruangan.
"Madara?" Tanya Hashi yang tiba – tiba masuk ke ruanganku.
"Hashi! Tidakkah kau tahu etika saat memasuki ruangan orang? Kenapa kau seenaknya saja masuk tanpa mengetuk pintu?" Ucapku kesal.
"Hey, tadi aku sudah mengetuk pintu. Kamu saja yang tak mendengarnya" Ucap Hashi.
"Kalau begitu jangan seenaknya masuk! Tunggulah sampai aku membuka pintunya!"
"Hahaha maaf. Hm? Ternyata kamu nakal, ya saat tidur? Ini pertama kalinya kulihat Madara tampil dengan acak – acakan" Ucapnya mengejekku.
"Keluar!" Teriakku menahan malu dan ia pun langsung pergi keluar.
Uh, wajahku terasa panas. Aku malu! Ini pertama kalinya aku menunjukkan kekuranganku kepada orang lain! Bahkan keluargaku saja tak pernah melihat aku saat sedang kacau. Kenapa aku tadi mengacak – acak ruanganku? Kenapa aku menunjukkan kekuranganku kepada orang seperti dia? Hah, sudahlah. Masih pagi, tapi moodku sudah hancur.
.
.
.
"Ha, hai?" Sapa Hashi dengan gugup. Dia lagi?
"Apa?" Ucapku menahan emosi.
"Hey, janganlah marah,ya? Ayolah jangan bersikap seperti anak kecil,ya ya?" Ucapnya meminta maaf.
Anak kecil?
"Ehm, maafkan atas ketidaksopananku. Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanyaku berusaha sopan.
"Ayolah, jangan kaku seperti itu?" Godanya.
"Apa maksudmu?!"
"Senju – sama! Gawat! Mereka, The Nyokers menyerang desa!"Ucap salah satu penduduk desa.
"Madara! Lebih baik kamu ikuti mereka pergi ke tempat pengungsian. Aku akan pergi menghadapi mereka" Ucap Hashirama.
.
.
.
- End Madara's POV-
.
-Hashirama's POV-
"Ternyata kamu, Zetsu putih!" Ucapku melihat puluhan Zetsu putih menyerang pasukan desa.
"Haloo? Selamat siang!" Ucapnya santai.
Aku dan para pasukan berusaha membunuh semua Zetsu putih.
"Kamu cukup tangguh. Anda sangatlah luar biasa Senju Hashirama. Anda adalah The Nyokers yang memburu The Nyokers lainnya" Puji Zetsu putih.
"Aku bukanlah bagian dari kalian, aku adalah Senju Hashirama!" Ucapku sembari berusaha melenyapkan beberapa Zetsu putih yang tersisa.
"Bukankah kekuatan yang kamu miliki adalah bukti nyatanya?" Tanya Zetsu putih.
"Kamu benar. Aku bukanlah shinobi. Aku juga bukanlah The Nyokers! Aku adalah Hashi, pemimpin desa konoha bergelar rama karena memilki kekuatan yang diberkati!"
Mokuton: Jukai Kōtan
Semua Zetsu putih langsung lenyap dan dari langit muncul seorang pria rambut hitam dengan mata berwarna merah darah.
"Mata itu... Kamu adalah keturunan dari Klan Uchiha, kan?" Tanyaku padanya.
"Setelah ini apa yang akan kamu lakukan, Nii – san?" Tanyanya sembari tersenyum palsu. Tiba – tiba Madara muncul dibelakangku.
Jangan –jangan Madara dari tadi melihat pertarunganku?
Lalu, kenapa si Uchiha itu memanggilnya Nii – san?!
"Aku tak menyangka ternyata kamu berada disini juga, Izuna. Dasar bodoh! Jika itu kamu aku akan mempercayainya" Ucap Madara tersenyum lembut sembari mendekat ke arahnya.
Ma, Madara tersenyum? Apa maksud semua ini?
"Ayo, ikut aku! Kita bersenang – senang bersama!" Ucapnya sembari mengulurkan tangan.
"Aku akan ikut kemanapun kamu pergi, Izuna" Ucap Madara sembari meraih uluran tangannya.
"Uchiha Madara, kini kamu telah terlahir kembali" Ucap Uchiha itu
–
To be continued.
Hallo, semuanya! Terima kasih telah membaca chapter 2 dari Fanfiction ini. Saya berharap reader masih mau membaca ff saya ini. Maaf, saya telah lama tak update karena saya mau ujian. Sebenarnya besok saja mau LUN, tapi saya masih kepikiran ff saya ini. Jadi saya putuskan untuk menyelesaikan chapter 2. Saya minta maaf kepada reader, jika masih banya typo, maklum saya Author baru dan saya mengerjakannya kebut semalam. Terima kasih untuk yang sudah memberi review kepada saya. Maaf saya belum bisa membalasnya. Hehehe..
Oh, ya Jangan lupa reviewnya. Terimakasih!
-Uchyawa Feyya
