Cast : (dalam bentuk couple)
LuMin
Hanchul
KrisTao
ChanBaek
And Other (muncul sesuai kebutuhan cerita)
Rate : T (merangkak ke M)
Disclaimer :
Mereka milik diri mereka sendiri, Tuhan YME, orang tua mereka, dan manjemen mereka. Gyu Cuma minjem karakternya dan hanya punya ceritanya saja.
Warning : Typo(s) bertebaran, tidak sesuai EYD, Gaje, Penistaan karakter, dll
Chapter 3
"Eungghh..." sosok itu mengulat, perlahan sepasang kelopak matanya menampilakan dua bola mata yang indah serta tubuhnya yang kini tengah meregangkan otot-ototnya. Minseok kini sepenuhnya terjaga,namun ia tak langsung bangun dari posisi tidurnya. Mata almondnya mengerjap lucu dan alisnya bertaut, berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum ini.
"Kenapa aku ada disini? Kalau tidak salah bukankah kami sedang rapat dan rapat tadi sangat alot,lalu….lalu….lalu aku…..OMO!" Minseok segera bangkit dari posisi tidurnya dengan badan yang masih agak sempoyongan, ia mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan itu.
"Bisa-bisanya aku tertidur saat rapat, lalu dimana Sajangnim?" kata Minseok panik, ia kemudian melirik jam tangannya. "OMO! Sudah jam 19.15! Huweee…bagaimana ini ? pasti Sajangnim sudah pergi ke Paradise Hotel sendirian"lanjut Minseok dengan kadar kepanikan yang tambah tinggi.
Minseok kemudian mendudukan dirinya di sofa yang tadi menjadi alas tidurnya, ia bingung sekarang. "Apa Sajangnim akan marah padaku?"kata Minseok sambil memainkan ujung jasnya, berbagai pikiran buruk kini bermain dikepalanya." Aku pasti akan dipecat olehnya…dan…dan aku…aku…..ANDWEEEE!" Minseok segera bangkit dari duduknya dan berlari menuju pintu dan bergegas membuka pintu tersebut, namun….
DUAGH
BRUKK
Minseok terjatuh dengan buttnya yang terlebih dahulu mencium lantai
"Minseokie,kenapa kau duduk di lantai?"Tanya sosok Luhan yang muncul dari balik pintu dengan tampang innocentnya.
"Appo"ucap Minseok sambil mengusap-ngusap buttnya.
"Ayo bangun"Luhan berniat membantu Minseok berdiri dengan mengulurkan tangannya dan bagai dayung bersambut Minseok menerimanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kau bisa duduk dilantai?"Tanya Luhan setelah Minseok berdiri.
"Tadi saya mau membuka pintu, tapi sebelum saya membukanya,pintu tersebut tiba-tiba terbuka dengan keras dan membentur tubuh saya lalu membuat saya terjatuh"jawab Minseok
"Oh ngg…i-itu aku yang melakukannya. Tadi saat aku mau kembali kesini aku mendengar kau berteriak dan karena panic aku tidak sadar kalau aku membuka pintunya terlalu keras. Mianhe~" Kata Luhan dengan rasa bersalah.
"Ani! Sayalah yang harus minta maaf karena telah tertidur saat rapat berlangsung. Mmm…anu…mmm…apa anda akan memecat saya?" kata Minseok sambil memainkan ujung jasnya dan menundukkan kepalanya—tak berani memandang wajah Sajangnimnya.
"Tenang saja! Aku tidak akan memecatmu"kata Luhan sambil memegang bahu Minseok dan hal itu sukses membuat Minseok mengadahkan kepalanya sehingga kini pandangan mereka saling beradu. "Tapi kenapa kau tadi berteriak?"Tanya Luhan lagi.
"ngg…ngg…i-itu karena saya berikir bahwa saya akan dipecat" 'sehingga aku harus menerima perjodohan gila itu'—lanjut Minseok dalam hati.
"Minseokie Nae sarang, aku kan sudah bilang tidak akan memecatmu dan kau tidak perlu memikirkan hal itu lagi."Kata Luhan.
"Ah ne. Apa anda yang memindahkan saya ke sofa,Sajangnim?"Tanya Minseok, setahunya tadi ia tertidur di kursi dalam posisi duduk.
"Ne, aku yang memindahkanmu karena sepertinya kau tidak nyaman dengan poisisi tidur seperti itu"Jawab Luhan yang sontak membuat uri Minseok mengubah sedikit pandangannya tentang Luhan. 'Ternyata dia cukup baik' batin Minseok.
"Gamsahamnida dan Mianhae karena sudah merepotkan anda" ucap Minseok sambil membungkukan badannya.
" Jangan meminta maaf, lagipula aku senang saat kau tertidur"
"wae?"Tanya Minseok bingung.' Bagaimana ada atasan yang senang saat bawahannya tertidur saat kerja?'pikir MInseok
"apa kau mau tahu kenapa?"Tanya Luhan yang ditanggapi dengan anggukan lucu dari Minseok. Kemudian Luhan mendekatkan wajahnya ke Minseok dan…..
CUP
"Karena aku bisa melakukan ini"Kata Luhan setelah sukses mencium pipi Minseok untuk kedua kalinya dan kemudian meninggalkan Minseok yang masih diam mematung di tempatnya.
1 detik
2 detik
3 detik
"YAKKK! DASAR BOSS SIALAN" maki Minseok yang sudah tersadar dengan apa yang barusan terjadi. Sepertinya ia harus mengubah kembali persepsinya tentang Luhan yang baik. Kemudian Ia pun segera menyusul Luhan yang sudah melenggang dengan santai keluar restoran. Sepertinya hari ini pun akan berakhir dengan pertengakaran-pertengkaran kecil antar atasan dan bawahan tersebut,aniya?^^
.
.
.
.
Tao memandang heran namja manis yang ada dihadapannya sekarang. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan namja manis yang sudah dianggap sebagai teman baik sekaligus penyelamat jiwanya tersebut. Entah angin apa yang membuat namja manis yang sering tanpa sadar beraegyo ini meminta hal yang menurutnya sangat aneh dan tiba-tiba ini.
"Apa kau sakit?"Tanya Tao sambil menyentuh kening Minseok dengan telapak tangannya.
"Aisshh…aku sangat sehat Tao-ah"kata Minseok sebal
" Kalau gege tidak sakit, apa mungkin salah makan? Tapi makanan yang kita pesan sama dan aku tidak bersikap aneh sepertimu"kata Tao sambil melirik piring-piring kosong yang ada di atas meja mereka.
"Aisshh…sudah aku bilang aku tidak sakit! Dan aku juga tidak salah makan! Dan apa maksudmu mengatakan sikapku aneh,eoh?"kata Minseok kesal. Sungguh ia benar-benar 'gemas' dengan kelakuan panda di depannya ini.
"Habisnya gege tiba-tiba memintaku untuk mengajari gege wushu"
"Memang ada yang salah dengan itu? Aku kan hanya ingin mempelajari ilmu bela diri,lagipula aku juga pernah belajar taekwondo waktu masa sekolah dulu"
"Tapi aku rasa ilmu bela diri gege juga sudah cukup bagus, bahkan gege bisa mengalahkan para namja hidung belang yang ingin melakukan hal buruk padaku dulu" Kata Tao yang masih bingung. Seingatnya Minseok memiliki kemampuanbela diri yang cukup baik walaupun tidak sebaik dirinya.
"Para namja yang kuhajar waktu menolongmu itu berbeda dengan 'dia' karena 'dia' tidak akan berhenti mengangguku jika hanya dipukul satu kali"
"Nugu?"
Minseok menyuruh Tao untuk mendekatkan telinganya dan kemudian ia membisikkan sesuatu ke telingan namja panda itu.
"MWOO!" Jerit Tao setelah Minseok membisikkan sesuatu ketelinganya.
"YAK! Kenapa kau berteriak,eoh?"kata Minseok sambil menutup telinganya. Ia kemudian meminta maaf pada penghuni Cafetaria yang memandang iritasi kea rah mereka.
"apa kau sudah gila,ge?kau ingin menghajar 'dia' ? tapi kenapa ?" Tanya Tao dengan nada suara yang lebih rendah dan juga kata 'dia' untuk mewakili orang yang dimaksud Minseok.
"Karena aku benar-benar kesal dengannya, tapi bukan berarti aku akan menghajarnya tanpa sebab! Aku hanya ingin berjaga-jaga jika dia melakukan hal konyol yang membuatku kesal setengah mati"jelas Minseok.
"memangnya apa yang 'dia' lakukan padamu?"Tanya Tao, sepertinya namja Panda ini sudah mulai tertarik dengan cerita Minseok.
'HAHH' Minseok menghela nafasnya sebelum bercerita
" Darimana aku harus memulainya yah? Tapi yang pasti 'dia' sangat menyebalkan. 'Dia' selalu saja menempel padaku seperti lintah dan memanggilku dengan panggilan aneh yang 'dia' sebut pangilan sayang, membuatku kerja rodi jika aku membuatnya marah dan satu hal yang paling membuatku kesal adalah saat dia dengan seenakanya mencium pipiku"Jelas Minseok.
"Omona, aku tidak menyangka jika 'dia' bisa melakukan hal seperti itu. Padahal setahuku 'dia' adalah sosok yang dewasa, yah…walaupun kadang kelakuan dan jalan pikirannya tidak bisa ditebak"Kata Tao,jujur ia tidak menyangka bahwa 'dia' bisa berubah menjadi sosok ababil(?) seperti itu.
" Sepertinya kau tahu banyak tentangnya?"Tanya Minseok
"Ani! Aku tidak begitu mengenalnya. Kris ge yang lebih atau sangat mengenalnya karena mereka dulu adalah teman satu Universitas di Canada" jelas Tao.
"Jadi Kris itu adalah tem—"
"Hey,Ladies kenapa menyebut-nyebut namaku,eoh?"Potong namja tiang listrik (#plakk) maksudnya Kris bersama sosok yang tengah Minseok dan tao bicarakan.
Minseok segera mengedipkan mata pada Tao, berusaha memberitahu Tao untuk merahasiakan pembicaraan mereka, sementara Tao mengangguk kecil tanda mengerti.
"Siapa yang kau panggil ladies,eoh?"kata Minseok ketus. Kris menyengir kuda, tapi ia juga heran dengan keketusan Minseok. 'Kemana sekretaris Kim yang sangat sopan itu?'pikir Kris.
"Oke…oke Mianhae ne, tapi apa yang sedang kalian bicarakan?"Tanya Kris
"Bukan apa-apa"Jawab Tao
"Benarkah?"Tanya Kris menyelidik.
"Ne. Oh iya….kenapa kau bisa bersama dengan Sajangnim"Tanya Tao pada Kris yang kini sudah duduk disampingnya, sedangkan orang yang tadi menjadi bahan pembicaraan dua uke imut ini a.k.a Luhan sudah menempel dengan Baozinya.
"Kami tadi sedang membahas tentang peluncuran produk Kosmetik baru yang akan segera dirilis ke pasaran"Kata Kris sambil melirik Luhan yang masih sibuk menganggu Minseok.
"Apa benar produk baru akan segera dirilis, Sajangnim?"Tanya Tao pada Luhan.
Luhan yang mendapat pertanyaan dari Tao menghentikan sementara aksi 'mari bermanja-manja dengan Baozi' dan kemudian beralih menatap tao.
"Ya produk baru memang akan segera dirilis. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama karena para pesaing kita juga sudah mulai mempersiapkan produk baru mereka dan sudah kukatakan untuk memanggilku gege saja, Tao-ah"Jawab Luhan.
"Ani! Ini masih di kantor dan masih jam kerja pula, jadi kita harus tetap professional" Tolak Tao.
"Benarkah? Lalu apa berciuman dengan rekan kerja di kantor dan saat jam kerja juga termasuk tindakan professional, Tao-ah?"Tanya Luhan jahil.
BLUSHH
"…."Tao diam dengan semburat merah menghiasi pipinya, ia berpikir bagaimana sajangnimnya bisa tahu tentang kegiatan rahasianya bersama sang kekasih, padahal ia melakukannya di tangga darurat. Ingatkan Tao untuk mengecek adakah CCTV yang terpasang di tempat itu ?.
"Sudah berhentilah menggoda Tao! Bukankah kau ada rapat dengan orang yang akan bekerja sama dalam pembuatan Make Up tersebut?"Kata Kris dengan gaya 'cool' nya, sepertinya si Duizhang ini tidak malu layaknya Tao yang sudah seperti kepiting rebus.
"Hahaha, baiklah…baiklah aku tidak akan menggodanya lagi! Dan apa benar kita akan ada rapat Minseokie?"Tanya Luhan pada Minseok yang sejak tadi berusaha melepaskan rangkulan Luhan pada bahunya.
" Saya kan sudah mengatakannya sejak tadi pagi bahwa anda memiliki rapat mengenai pembuatan dan perilisan produk kosmetik baru! Dan tolong lepaskan tangan anda dari bahu saya"Kata Minseok ketus. Sepertinya uri Minseok masih marah pada rusa jadi-jadian disebelahnya.
"Apa kau masih marah tentang masalah kemarin, Minseokie? Itu kan hanya pipi,tapi kenapa kau marah seakan-akan aku sudah mencimmpphhh" Minseok segera membekap mulut Luhan, ia tidak mau ucapan Sajangnimnya di tempat ramai seperti cafeteria ini memunculkan gossip yang tidak-tidak tentangnya.
"kami permisi! Direktur Wu, Tao-ah"pamit Minseok pada kedua orang yang ada dihadapan mereka. Kemudian Minseok bangun dan membawa (baca: menyeret) pergi Luhan dengan mulut yang masih dibekap tangan Minseok bahkan ia tidak mempedulikan pandangan orang-orang yang untuk sekian kalinya seakan mengatakan 'Berani sekali dia'. sepertinya semua karyawan EXO Group harus membiasakan diri dengan acara 'lovey dovey' ala LuMin tersebut.
"Kenapa mereka itu?"Tanya Kris. Ia sebenarnya kagum dengan keberanian Minseok yang berani-beraninya membekap mulut pimpinan tertinggi di EXO Group.
"Molla"jawab Tao asal.
"Tapi dia kuat juga,padahal tubuhnya kecil seperti itu"kata Kris
"jangan remehkan Xiumin ge. Apa kau lupa kalau Xiumin ge pernah menghajar namja-namja yang menggangguku dulu?"
"ya, kau benar! Oh ya, ngomong-ngomong kapan waktu istirahat berakhir?" Tanya Kris
" mmm…sekitar 15 menit lagi. Wae?"jawab Tao sambil melihat jam tangannya.
"bagaimana kalu kita ke tangga darurat?" Tanya Kris dengan senyum mesumnya.
BLUSHH
Pipi Tao untuk kedua kalinya merona bak kepiting rebus, namun ia juga tidak menolak ajakan Kris. Buktinya? Ia menerima uluran tangan Kris dan meninggalkan cafeteria menuju tempat rahasia yang sebenarnya bukan rahasia lagi mengingat Luhan yang sudah ^^
.
.
.
.
"Yaa…kau Park Chanyeol, Bisakah kau berjalan lebih cepat? nanti kita terlambat!"Ucap namja bereyeliner tebal pada makhluk kelebihan tinggi seperti kris.
"Baekie, bisakah pelan sedikit? Kita tidak akan terlambat lagi pula rapat akan diadakan setelah makan siang"ucap Chanyeol. (Horeeee….Chanbaek couple muncul)
Kedua namja yang berpenampilan tidak seperti pegawai kantoran tersebut berjalan cepat memasuki Lobby gedung EXO Group. Beberapa pasang mata memandang takjub pada kedua namja tersebut, Bagaiamana tidak? Lihat saja berbagai barang Branded yang melekat di tubuh mereka mulai dari pakaian sampai aksesoris—sepertinya mereka orang yang bekerja di bidang fashion.
Namja bereyeliner a.k.a Baekie atau lebih tepatnya Byun Baekhyun itu berlari kecil menuju meja resepsionis, tak menghiraukan namja tinggi yang kepayahan mengikuti gerak lincahnya.
"Permisi"Kata Baekhyun pada seorang petugas resepsionis
"Ada yang bisa saya bantu, agasshi?"sapa resepsionis
"Mian,tapi saya seorang Namja"Kata Baekhyun
"M-Mianhae"ucap resepsionis yang salah tingkah karena salah mengenali gender tamu perusahaan tersebut.
"Ne. Saya sudah membuat janji dengan Sajangnim EXO Group siang ini, bisakah anda memberitahu saya dimana letak ruang rapat?" Kata Baekhyun
"Maaf, tolong sebutkan nama anda?"pinta resepsionis tersebut
"Byun Baekhyun"kata Baekhyun. "dan Park Chanyeol"sambung Chanyeol yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Baekhyun dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Ah baiklah"kata resepsionis tersebut, kemudian ia mulai mengecek daftar tamu yang akan diterima Sajangnimnya di sebuah Laptop. Perusahaan ini memang menggunakan keamanan tingkat tinggi termasuk dengan mendaftar setiap nama tamu yang akan menemui Sajangnimnya di meja resepsionis. Ini dilakukan dengan tujuan agar hanyaorang yang berkepentinganlah yang bisa menemui pimpinan tertinggi EXO Group tersebut.
"Mr. Byun Baekhyun dan Mr. Park Chayeol, ruangan rapat untuk Anda ada di lantai 10 dan berada di ujung koridor sebelah kiri"jelas resepsionis tersebut sambil memberikan Visitor ID Card pada Baekhyun dan Chanyeol.
"Gamsahamnida" ucap Baekhyun dan Chanyeol sbelum pergi menuju ruangan yang disebutkan resepsionis.
Mereka berdua memasuki sebuah lift dan menekan angka 10 untuk menuju ruangan tersebut.
"Perusahaan ini hebat sekali! Bahkan ruangan rapat saja berbeda-beda"kagum Baekhyun
"Darimana kau tahu kalau perusahaan ini memiliki banyak ruang rapat?"Tanya Chanyeol
"Sekretarisnya menyuruhku menanyakan ruangan rapat yang akan dipakai pada resepsionis . bukankah itu berarti mereka memiliki banyak ruangan untuk rapat?"Jawab Baekhyun.
"Entahlah tapi lift ini sepi sekali yah"kata Chanyeol
"Mungkin Jam istirahat sudah berakhir dan para karyawannya sudah kembali bekerja. Kau tahu perusahaan ini sangat disiplin terhadap karyawannya" jelas Baekhyun
"Begitu yah, kalau begitu….."
GREPP
"YAA…kau Park Chanyeol apa yang kau pegang,eoh?"teriak Baekhyun. Mengapa ia berteriak? Jawabannya adalah karena si park Chanyeol dengan seenak kupingnya yang panjang mencuri kesempatan untuk memegang…eh….ani…tapi meremas butt Baekhyun.
"Hehehe"Chanyeol hanya nyengir kuda
BRUKK
BRUKKK
BRUKKKK
Baekhyun yang kesal kemudian memukuli Chanyeol dengan tas LV yang berharga ratusan juta miliknya. Pukulannya pun semakin lama semakin keras. Sunnguh ia kesal dengan namja disebelahnya ini. Sedangkan korban pemukulan hanya bisa mengaduh kesakitan.
TING—Lift berdenting, menandakan mereka telah sampai di lantai tujuan mereka
Sreet—pintu lift terbuka
"OMOOO!"jerit Baekhyun, tapi kali ini bukan karena ulah Chanyeol tapi karena pemandangan yang tersaji di depan matanya. Pemandangan dua orang namja yang saling tumpang tindih dengan posisi berhadapan di lantai , dimana namja yang lebih tinggi berada di bawah namja manis namun bertubuh lebih pendek.
Namja manis yang berada di atas namja yang lebih tinggi menoleh ke asal suara dan seketika wajahnya memucat.
"OMO! K-kau….b-bukankah kau Kim Minseok?"
T.B.C
Gyu Corner
Fiuhh…akhirnya Gyu bisa update juga. Hmm sebenernya untuk Chapter 3 ini masih lanjutan dari chapter 2. Gyu mungkin akan bikin alur cerita ini agak lambat untuk beberapa Chapter kedepan ,soalnya Gyu mau fokusin ke keseharian LuMin Couple di kantor sambil muncullin cast-cast yang lain. Oh iya mungkin untuk Chapter 4 Gyu bakal telat buat update soalnya Gyu mau fokus dulu keujian masuk PTN, doain Gyu yah ^^…..
Nah sekarang Gyu mau mengucapkan terima kasih bagi para reader yang sudah review, Follow dll. Tapi maaf Gyu belum bisa bales reviewnya satu-satu. Tapi kali ini Gyu mau menjawab pertanyaan dari seorang reader untuk semua reader.
1 Apakah nanti ada orang ketiga?, hmmm tanpa orang ketiga rasanya kurang seru,tapi Gyu mungkin gak bakal munculin orang ketiga yang sifatnya rese+jahat dan yang mau ngehancurin hubungan LuMin nantinya. Oh iya kasih kandidat siapa yang pantes jadi orang ketiga yah…pendapat kalian sangat berarti buat Gyu ^^
2 Kapan Minseok bakal suka sama Luhan?, ahhh…untuk masalah ini terus ikutin ceritanya aja yah dan jangan lupa review (#plakk)
Gyu juga bakal berusaha untuk mengurangi A/N yang diselipin dimana-mana guna membuat reader nyaman saat membaca. Kadang-kadang Gyu terlalu Excited sampai kadang suka curcol (-_-") Mian Ne~. Dan berusaha untuk memperbaiki Typo(s) yang bertebaran.
Nah cukup sekian saja Gyu Corner kali ini….
Jangan sungkan ngasih saran ataupun kritik untuk kebaikan fic ini. Gyu akan sangat menghargai semua saran dari reader ^^
Jangan lupa review, makin banyak yang review, makin semangat Gyu ngelanjutin fic ini dan makin cepet juga updatenya,karena review para reader sekalian adalah cambuk semangat untuk Gyu
#Big Hug and Popo untuk semua ^^
