Cast : (dalam bentuk couple)

LuMin

Hanchul

KrisTao

ChanBaek

And Other (muncul sesuai kebutuhan cerita)

Rate : T (merangkak ke M)

Disclaimer :

Mereka milik diri mereka sendiri, Tuhan YME, orang tua mereka, dan manjemen mereka. Gyu Cuma minjem karakternya dan hanya punya ceritanya saja.

Warning : Typo(s) bertebaran, tidak sesuai EYD, Gaje, Penistaan karakter, dll

Chapter 4

Previous chapter

"OMOOO!"jerit Baekhyun, tapi kali ini bukan karena ulah Chanyeol tapi karena pemandangan yang tersaji di depan matanya. Pemandangan dua orang namja yang saling tumpang tindih dengan posisi berhadapan di lantai , dimana namja yang lebih tinggi berada di bawah.

Namja manis yang berada di atas namja yang lebih tinggi menoleh ke asal suara dan seketika wajahnya memucat.

"OMO! K-kau….bukankah kau Minseok?"

End of previous chapter

"B-Baekie"ucap Minseok terbata. Minseok segera melepaskan pelukan maut Luhan pada tubuhnya dengan sekuat tenaga. Setelah lepas, Minseok segera bangun dari posisinya dan merapikan pakaiannya.

"H-hai"sapa Minseok almondnya kini menunggu reaksi apa yang akan dikeluarkan oleh namja cantik (#plakk) maksudnya namja uhuktampanuhuk didepannya ini. Bukannya Minseok takut atau apa pada Baekhyun ,hanya saja ia khawatir jika Baekhyun salah paham mengenai apa yang dilihatnya dan menyebabkan mulut Baekhyun yang sedari dulu sangat lemes saat bicara menyebarkan kabar yang tidak-tidak tentang dirinya.

Baekhyun kini berusaha mengatasi keterkejutannya dan kemudian ia pun tersenyum kepada Minseok.

"Hai Minseok" sapanya dengan senyum yang membuat Minseok harus menelan ludah saat melihat senyum evil Baekhyun.

"Aku tidak menyangka jika sekarang kau menyukai namja. Bukankah kau itu seorang Straight?"lanjut Baekhyun sambil tersenyum jahil.

"A-ani! Kau salah paham,Baek"kata Minseok,ia berusaha untuk memberi penjelasan pada Baekhyun.

"Jinja? Tapi sepertinya aku tidak salah lihat. Ahhh…Heechul Ahjumma pasti terkejut mendengar hal " Baekhyun tertawa nista sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan (bayangin aja ketawanya cewek-cewek bangsawan centil kalo ketawa)

"Kau benar-benar salah paham ,Baekie. Ini hanya kecelakaan"Minseok mencoba bersabar pada makhluk yang sama menyebalkannya dengan sang umma.

" Benar, ini hanya kecelakaan!"kata Luhan yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Minseok. "Yang disebabkan olehnya"sambung Luhan sambil menunjuk Minseok.

"Yakk! Apa maksudmu,hah?"kata Minseok kesal, bahkan kini ia sudah tidak memperhatikan jika kini ia menyebut sajangnimnya dengan sebutan 'kau' dan bukannya 'Anda'.

"Tentu saja kau yang menyebabkan kita berakhir dengan posisi seperti itu, Minseokie"kata Luhan dengan entengnya.

"Tapi menurutku kau lah penyebabnya!"Kata Minseok sambil menunjuk makhluk yang masih terus memasang wajah innocent tanpa dosanya itu.

"Tapi kalau kau tidak membekapku,kita tidak akan terjatuh seperti tadi" kata Luhan membela diri

"Tapi jika kau tidak mengatakan yang tidak-tidak di depan si panda dan si tiang listrik itu, aku juga tidak akan membekap mulutmu"Kata Minseok syarat akan kekesalan, bahkan kini ia memanggil dua nama orang yang tidak bersalah sama sekali atas kejadian memalukan yang mereka alami dengan sebutan 'si Panda' dan 'Si Tiang Listrik'.(sepertinya uri Minseok sedang PMS ne~ hehehe)

"Baozi, kau lucu sekali "ucap Luhan innocent. Entah untuk keberapa kalinya ia merasa gemas dengan ulah Sekretarisnya ini. Sebenarnya Luhan memang senang saat Minseok bicara dengan bahasa informal saat bebicara dengannya, ia juga ingin agar Minseok tidak terlalu bersikap terlalu formal dan terkesan kaku saat bersamanya. Ia kini merasa senang mendengar omelan Minseok,meskipun Kris dan Tao harus menerima julukan aneh dari Minseokie-nya.

"Yakk, apa yang kau katakan, huh?"Minseok bertambah kesal pada Luhan.

"Aku bilang kau lucu,Minseokie. Ah iya…kau juga sangat manis jika kesal seperti itu"ucap Luhan riang.

" Aku ini namja,jadi seharusnya aku tampan dan bukannya manis" elak Minseok

"Ani! Kau ini manis dan cantik"Kata Luhan kekeh dengan rinsip bahwa namja di depannya adalah makhluk Tuhan yang manis nan cantik.

"Aku tidak cantik"

"Ya kau Cantik"

"Tidak"

"Ya"

"Tidak"

"Ya"

"Tidak"

"Ya"

"Tidak"

"Tidak"

"Ya"

Luhan tersenyum puas dan memandang MInseok dengan senyum jahil. "Nah sekarang kau sudah mengakuinya kan?".

"Kauuuu"Geram Minseok sebal. Sepertinya mulai sekarang Minseok harus mengasah lidahnya setajam lidah sang umma agar mampu menghadapi namja menyebalkan didepannya saat adu mulut.

"EHEMM!"Baekhyun berdehem keras, berusaha menghentikan perdebatan konyol yang terjadi antara Minseok dan namja yang entah siapa dia.

"Wae?"kata Minseok dan Luhan berbarengan. Mereka berdua menoleh kearah Baekhyun yang tanpa sadar telah mereka acuhkan dengan ekspresi yang berbeda – Minseok dengan raut wajah yang masih memendam kekesalan,sementara Luhan dengan raut wajah innocent andalannya.

"Bisakah kalian berhenti bertengkar layaknya anak TK?"Ucap Baekhyun jengkel. "Dan kau Kim Minseok sedang apa kau disini?"Tanya Baekhyun sambil menunjuk wajah Minseok.

"Aku bekerja disini"jawab Minseok.

"Benarkah?"Tanya Baekhyun tidak percaya, bagaimanapun juga ia tahu kesialan Minseok. Sebenarnya wajar saja Baekhyun mengetahui tentang kesialan Minseok dalam melamar pekerjaan, karena berita itu sudah menjadi konsumsi umum orang terdekat Minseok. Ya… terima kasih pada Heechul umma yang dengan baik hati menyebarkan berita itu baik dari mulu ke mulut maupun di jejaring sosial.

"Ne"Jawab Minseok malas, jujur saja ia lebih baik mengubur dirinya sendiri di dalam tanah ketimbang harus kepergok oleh seorang Byun Baekhyun tengah melakukan hal yang memalukan.

"Ok…baiklah! Sekarang katakana apa yang terjadi sampai kau dan namja di belakangmu berakhir dengan beradegan mesum di depan lift!"LBaekhyun meminta penjelasan pada Minseok.

"HAHH"Minseok menghela nafasnya kasar.

"Jadi begini….."

.

.

.

.

Flashback

'Mmmpphh'

'Mmmpphh'

'Mmmpphh'

Luhan saja berusaha untuk melepaskan tangan Minseok yang membekap mulutnya. Ia berusaha mengatakan 'lepaskan' namun berkali-kali hanya terdengar gumaman tidak jelas dari mulutnya. Sedangkan Minseok, ia sibuk menyeret Luhan keluar Cafetaria demi membuat mulut Luhan berhenti mengoceh tentang hal yang bisa membuat orang lain salah paham pada mereka—terutama pada Minseok.

Minseok berjalan terseok-seok menyusuri koridor yang akan membawanya ke lift dan mengamankan(?) mulut Luhan. Sebenarnya Minseok cukup lelah menyeret-nyeret tubuh Luhan yang memang lebih tinggi darinya, belum lagi tatapan dari para karyawan yang berpapasan dengan mereka di koridor yang seakan tidak percaya bahwa Sajangnim mereka kini seperti seorang anak kecil yang tengah diculik. Namun rasa kesal dan batas kesabaran Minseok yang sudah sampai puncak membuatnya tidak memperdulikan semua itu, bahkan Luhan yang terus memberontakpun ia tidak pedulikan.

Sesampainya di depan Lift Minseok segera memasukinya dan menekan angka 10 guna menuju ruang rapat yang akan mereka gunakan sehabis ini. Sementara Luhan masih setia memberontak dan menggeliat dalam bekapan seorang namja mungil namun sangat kuat—sepertinya Luhan berpikir dua kali saat akan membicarakan Minseok setelah ini.

.

.

.

.

Terlihat seorang OB yang masih muda tengah mengepel lantai sambil menyenandungkan sebuah lagu yang saat ini tengah hits di Korea, terkadang tubuhnya bergerak mengikuti irama lagu yang ia dengarkan melalui earphone-nya. OB itu mengepel lantai dengan asal, ia tidak memeras tongkat pel nya dengan benar sehingga lantai itu menjadi becek dan setelah selesai ia meninggalakan lantai basah itu tanpa menaruh papan peringatan ' Caution! Wet Floor ' di atas lantai basah itu.

TING—lift berdenting dan perlahan terbuka, menampilakan dua sosok namja dewasa yang tidak mencerminkan namja dewasa.

Minseok masih berusaha membuat diam Luhan yang terus menggeliat-geliat sebelum keluar lift, ia merasa kesulitan menahan tubuh Luhan sekaligus membekap mulut Luhan dengan tangannya yang pendek dan mungil. Sementara Luhan, selain mengeliat-geliat layaknya cacing kepanasan (#Plakk) ia juga sedang memikirkan cara melepaskan bekapan Minseok dari mulutnya dan akhirnya…..dia menemukannya.

Minseok mulai melangkahkan kakinya keluar lift sambil tetapa menyeret Luhan yang kini sudah tidak memberontak lagi, namun baru satu langkah ia keluar dari lift ia merasa ada yang aneh dengan telapak tangannya yang ia gunakan untuk membekap sang Sajangnim. Ia merasakan sesuatu yang basah dan…menggelitik telapak tangannya. Minseok perlahan tahu apa itu dan…

"YAA… apa kau lakukan,hah?"kata Minseok, ia berusaha melepaskan tangannya yang membekap Luhan ,namun sayang gerakannya kalah cepat dari tangan Luhan yang kini memeluk pinggangnya dan yang satu lagi menahan tangan Minseok tetap berada dimulutnya.

"Ish..le-lepaskan!"kata Minseok yang mulai risih

Luhan menjauhkan tangan Minseok namun hanya beberapa centi saja, kemudian ia tersenyum evil 'waktunya pembalasan, Nae Baby' batin Luhan.

SLURP

SLURP

SLURP

Luhanmenjilati telapak tangan Minseok dengan ujung lidahnya dan itu sukses membuat wajah minseok memerah, entah karena malu atau karena kesal.

"Bagaimana? Apa membekap mulutku menyenangkan, Baby?" Goda Luhan dan kemudian ia kembali menjilati telapak tangan Minseok. 'tidak sia-sia aku memberontak dan mencari celah untuk membalasnya' batin Luhan.

"A-ani! He-hentikan! Ini geli, pabbo!"Minseok berusaha menjauhkan telapak tangannya dari Luhan, namun sayang tenaga Luhan lebih kuat saat melingkarkan tangannya di pinggang Minseok dan mengunci tubuh Minseok.

"Tapi aku menyukainya"Kata Luhan sambil menyeringai senang.

"A-apa k-kau tidak..eungh..j-jijik menjilati tanganku seperti..eungh… itu?"kata Minseok sambil menahan geli. Oh tingkah Luhan kin seperti Rusa yang menjelma menjadi anak kucing yang sedang menjilati susu^^

"Ani! Aku tidak jijik! Karena aku tahu kau selalu memakai hand sanitizer dan oh…kau memakai yang beraroma orange pine rupanya" ucap Luhan yang kini menambah intens kegiatannya dengan menghirup aroma telapak tangan Minseok.

"D-dasar menyebalkan!"umpat Minseok, sedangkan Luhan tetap asyik dengan kegiatannya dan kini Luhanlah yang menyeret-nyeret tubuh Minseok yang ada dalam rangkulannya.

SLURP..KRAUK..

"YAAKK!APA YANG KAU LAKUKYAAAA…" jerit Minseok

SRETT…

BRUK…

BRUK…

Kini kedua namja itu sukses terpeleset di lantai yang licin dan jatuh dengan tidak elitnya, dimana Minseok berada di bawah kukungan kedua lengan ramping namun kokoh sang sajangnim. Kedua pasang Mata mereka bertemu dan saling mengunci pandangan didepannya, dan jangan lupakan jarak wajah mereka yang hanya sekitar beberapa centi itu.

BLUSSHH—pipi chubby Minseok merona dan segera dipalingkannya wajah yang tengah merona itu dari tatapan sang Sajangnim.

"C-cepat bangun!"cicit Minseok

Luhan tersenyum—senyuman jahil tentunya.

"Aish…Minseokie kau agresif sekali,ne? Padahal jika kau ingin kupeluk,kau hanya perlu mengatakannya dan tidak perlu menarikku jatuh seperti ini, Baozi" goda Luhan.

"YAA…siapa yang ingin kau peluk,eoh? Lagipula kenapa kau tiba-tiba mengigit jariku,eoh?"

Luhan mendekatkan bibirnya ke telinga Minseok.

"Karena jarimu begitu manis—sama seperti dirimu, Minseok-ah"kata Luhan dengan suara sexy yang dibuat-buat namun cukup untuk membuat Minseok terdiam dan memalingkan wajahnya.

Luhan menatap Minseok lekat, senyum tipis pun terukir diwajahnya saat melihat Baozi kesayangannya tersipu malu. Jari-jari tangannya perlahan menuju wajah Minseok dan mengelusnya lembut, kemudian turun ke dagu Minseok dan mengangkatnya perlahan—membuat Minseok mengadah dan menatapnya.

BLUSSHH—Minseok kembali merona, perasaanya kini bercampur aduk antara kesal,marah dan…malu.

"Kenapa,hmm?"Tanya Luhan.

"…."

"Kau sangat manis, Minseokie. Wajahmu yang sekarang ini mirip seperti –"

Luhan menggantung ucapannya dan menunggu reaksi Minseok …..Binggo! Minseok menoleh kea rah Luhan,menatap Luhan dengan mata bulat yang penuh harap itu.

" Seperti buah persik yang manis"lanjut Luhan.

BLUSSHH—entah sudah berapa kali Minseok blushing karena kelakuan boss-nya ini.

"J-jangan bercanda! C-cepat lepaskan aku!'ucap Minseok terbata.

"Wae? Bukankah kau menyukainya,Nae Sarang?"Goda Luhan lagi.

"A-NI!"

"YAA..cepat lepaskan! Aku tidak mau ada dibawah mu terus-terusan!"kata Minseok. Jujur ia ingin segera lepas dari Sajangnim-nya untuk menetralkan detak jantungnya yang terlalu cepat saat ini.

"Jadi kau mau berada di atasku,hmm?"Goda Luhan dengan senyum mesum.

"Ani! Bukan begi—KYAAA A"

SREET—Luhan membalik posisi mereka, kini dirinyalah yang ada dibawah Minseok dan tak lupa kedua lengannya yang kini memeluk pinggang Minseok erat.

"Bagaiamana kalau begini?Ahh…kau terlihat semakin menggemaskan jika dilihat dari bawah, pipimu semakin chubby saja. Hahaha"ucap Luhan puas kemudian ia tertawa puas karena telah berhasil menggoda Minseok.

"YAA…kau ingin bilang kalau aku gendut,eoh?"kata Minseok—sepertinya uri Minseok sedikit sensitive jika membicarakan pipi chubbynya yang memang harus diakui membuatnya terlihat gendut.

"Hahaha…aku kan tidak bilang kau gendut. Tapi kalau dilihat-lihat kau terlihat seksi dengan posisi Uke On Top ini,Minseokie"Goda Luhan lagi sambil mengerling nakal.

"YAKK!"

BUGH

"Jangan Bicara—"

BUGH

"Macam-macam"

BUGH

BUGH

BUGH

Minseok memukuli dada Luhan, saat mendengar kata-kata Luhan. Ya.. meskipun Minseok tidak pernah melakukan 'this and that' dengan mantan pacarnya, tapi Minseok cukup mengerti maksud dari kata-kata Luhan.

"Aww…sakit, Baozi! Hentikan"keluh pukulan Minseok tidak begitu keras, tapi jika dipukul berkali-kali ditempat yang sama pasti akan terasa cukup sakit. Sepertinya Luhan sedang kena karmanya ne, readers?

BUGH

"Biar Saja!"

BUGH

"Biar kau tahu rasa!

BUGH

"Dasar Bos menyebalkan"

BUGH

Minseok terus memukul-mukul dada Luhan dengan gemas. Oh…sungguh ia sangat kesal dengan rusa jejadian di bawahnya ini.

GREPP—Luhan menangkap kedua lengan Minseokdan mengunci pergerakannya dan disaat yang bersamaan pula pintu lift terbuka.

End of Flashback

.

.

.

.

"Begitulah…"kata Minseok mengakhiri ceritanya pada Baekhyun,tapi tentu saja ia tidak menceritakan secara keseluruhan cerita tersebut terutama di 'bagian-bagian tertentu'.

"Ckk…aku kira kalian sedang melakukan 'this and that'"Kata Baekhyun sedikit sebal karena apa yang ada di imajinasinya tidak terwujud.

"Kami memang tidak melakukannya, tapi kami mungkin hampir—" ucap Luhan terpotong karena mendapat deathglare yang lebih pantas disebut cuteglare (#Plakk) dari Minseok. "Baku hantam"lanjut Luhan lemah, ia sudah cukup mengerti arti tatapan Minseok dan mungkin ia tidak akan menggoda Minseok untuk sementara ini jika ia tidak ingin terkena amukan Minseok yang kini tengah dalam mode 'Crazy Baozi'.

"Huft…kupikir apa"Baekhyun mendengus sebal. Padahal ia kira ia akan mendengar sesuatu yang menarik dari namja di samping Minseok. "Tapi kalian benar-benar seperti anak kecil saja! Bagaimana jika Sajangnim kalian tahu kalau para pegawainya malah berguling-guling di depan lift" Omel Baekhyun. "Akan ku adukan kalian pada Sajangnim kalian!"lanjut Baekhyun setengah mengancam.

"Kami tidak berguling-guling, Byun Baekhyun! Kami terpeleset! Lagipula kau tidak perlu repot-repot melaporkan kami pada Sajangnim perusahaan ini, karena—" ucapan Minseok terpotong.

"Sajangnim perusahaan ini adalah pria yang ada di samping Minseok-sshi, Baekie"Sambung Chanyeol yang dari tadi serius menyimak cerita Minseok dan perdebatan Minseok-Baekhyun.

"Ohh.."

1 detik

2 detik

3 detik

"MWOO! " Baekhyun kini hanya bisa menjerit terkejut dengan menutupi mulutnya. Kemudian dia melirik namja tinggi di sampingnya.

"YAAK…kau Park Chayeol! Kenapa kau tidak bilang dari tadi,hah?"omel baekhyun pada Chanyeol.

"Salah mu sendiri karena tidak mengenal rekan bisnis kita"Chanyeol membela diri.

"YAAK! Kau ini….Aish.."Baekhyun kesal sendiri menyadari kesalahannya. "mmmm…Mianhae" Baekhyun kita meminta maaf pada Luhan sambil membungkukkan badannya.

"Hahaha..tidak apa-apa! Ahh… lebih baik kita segera mulai saja rapat kita hari ini. Chanyeol-sshi , Baekhyun-sshi.."usul Luhan dengan nada yang ramah.

"Ne!"Kata si jerapah a.k.a Park Chayeol. Kemudian mereka semua menuju ruang rapat dengan hati-hati mengingat lantai yang licin. Ingatkan Luhan untuk menegur dan memberi peringatan pada siapaun orang yang bekerja dengan tidak benar seperti ini!

.

.

.

.

At XOXO Department Store

"Ahh…seharusnya aku minta jemput si Beijing Fried Rice saja" ucap seorang namja yang pasti semua reader sudah tahu—Kim Heechul. Umma Minseok yang satu ini tengah memandang miris belanjaannya yang sangat-sangat Buaaanyaakk. Awalnya umma cantik ini hanya berniat untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari saja,namun saat kedua mata indahnya melihat barang-barang bagus dengan harga miring,maka jiwa Shopaholic-nya kambuh seketika dan kini ia berakhir bingung memikirkan cara membawa belanjaannya pulang.

"Ahh…lebih baik aku naik taksi saja! Lagipula aku yakin dia sedang rapat dengan client-nya"putus Heechul setelah berpikir beberapa menit.

Heechul menenteng kantung-kantung belanjaannya yang sangat banyak itu dengan terseok-seok. Meski pada kenyataannya ia adalah seoarang namja,tapi jika harus membawa barang yang sekiranya cukup untuk persediaan tiga bulan pasti sulit,aniya?.

"Huh,kenapa sih.. trolli-nya tidak bisa dibawa keluar sampai tempat menunggu taksi" Heechul mengomel tidak jelas dengan kantung belanjaan yang kini memenuhi kedua tangannya dan jangan lupa barang-barang lain yang berada di dalam dekapannya sehingga membuat pandangan Heechul terhalang.

Saat Heechul tengah terseok-seok dengan belanjaannya, tiba-tiba sebuah mobil melaju cukup kencang dari arah temapat parker dan menuju kearah Heechul, sehingga….

BRUKKK—Mobil itu menyenggol sisi kiri tubuh Heechul sehingga membuat Heechul terjatuh beserta kantung-kantung belanjaannya berserakan, namun bukannya berhenti dan menolong Heechul si pengendara tersebut justru menambah kecepatan mobilnya dan kabur.

"YAKK!DASAR ORANG KURANG AJAR! AWAS SAJA KALAU AKU BERTEMU DENGANMU LAGI. AKU AKAN MENCINCANGMU DAN MENJADIKANMU MAKANAN HEEBUM"Maki Heechul.

Heechul kemudian berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor terkena debu jalan, lalu ia bergegas mengumpulkan belanjaannya yang tercecer. Heechul bertambah kesal saat tidak ada satu orang pun yang membantunya,mereka hanay duduk dan memperhatikannya layaknya badut sirkus.

CKITT—sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti di dekat Heechul. Sesosok namja tampan yang merupakan pengemudi mobil turun dan berjalan menghampiri Heechul.

"Ahjumma tidak apa-apa"Tanya namja tersebut. Hmm Ahjumma? Apa tidak salah? Oh..tentu saja tidak jika melihat penampilan Heechul sekarang. Rambutnya yang dibiarkan panjang sebahu lalu pakaiannya yang terdiri dari Blouse berwarna Pink pastel dengan Blazer berwarna biru dongker serta Skinny jeans berwarna putih yang membalut kaki jenjangnya dan jangan lupakan tas Hermes keluaran terbaru yang menggantung indah di lengannya. He looks like woman.

"Ne! tapi belanjaanku berantakan semuanya"jawab Heechul sambil terus membereskan belanjaannya.

"Kalau begitu biar aku bantu"tawar namja tersebut. Kemudian Namja tersebut segera membantu heechul mengumpulkan dan membereskan barang-barangnya.

"Ahh…akhirnya selesai juga!"kata Heechul. "Gamsahamnida~"lanjut Heechul sambil menatap namja tampan digadapannya.

"Ne~. oh iya.. apa Ahjumma sedang menuggu jemputan?"Tanya namja itu lagi.

"Ani! Aku tadinya ingin mencegat taksi di depan sana tapi ternyata ada mobil yang menyenggolku"jawab Heechul.

Namja tampan itu merasa kasihan juga melihat seorang 'wanita' yang sedang kesulitan dan kemudian ia memberanikan diri untuk menolong 'wanita' dihadapannya.

"Ngg…a-anu…kalau Ahjumma mau, aku bersedia mengantar Ahjumma pulang!"ucap namja itu malu-malu.

"Benarkah?"Heechul memastikan.

"Ne.."Jawab namja tersebut.

"kalau begitu baiklah!"ucap Heechul menyetujui bantuan namja tampan tersebut.

"kalau begitu silahkan masuk ke dalam mobil biar aku yang manaruh belanjaannya di bagasi"Kata namja tersebut,kemudian ia segera membukakn pintu depan mobilnya dan mempersilahkan Heechul duduk di samping kursi kemudi,sementara dia sibuk memindahkan barang belanjaan Heechul ke dalam Mobilnya.

.

.

.

.

"aish…Jinja? Ternyata kau benar-benar anak nakal,ne~"kata Heechul.

"Ahjumma sama saja seperti umma ku! Padahal kan aku hanya berbuat iseng sedikit pada appaku yang selalu memonopoli ummaku" Namja yang sedang mengemudikan mobil mewahnya kini merenggut lucu.

"Bagaimana kau bisa bilang itu hanya sebuah keisengan saja jika kau membuat appamu babak belur dipukuli dengan wajan dan sendok sayur oleh ummamu?" kata heechul sambil menatap tidak percaya akan ulah namja disampingnya saat masih kecil

"hmm…benar juga yah!" ucap namja itu.

"Hahahaha"kemudian mereka berdua tertawa.

Heechul sedikit demi sedikit mengenal namja muda yang membantunya dan ia mengerti kenapa namja itu bersedia menolong dirinya disaat orang lain hanya bisa melihatnya. Dari cerita namja itu, Heechul tahu kalau namja muda ini tengah merindukan ummanya yang kini berada di jepang bersama sang appa yang tengah mengurus bisnisnya disana. "Saat melihat Ahjumma yang sedang kerepotan dengan belanjaan Ahjumma, aku jadi mengingat ummaku karena ia juga hobi berbelanja hingga membawa lusinan kantung belanjaan ke rumah" kata namja itu saat Heechul menanyakan alasan namja itu menolongnya.

CKITT—namja itu memberhentikan mobilnya di depan sebuah rumah besar yang seperti Mansion, kemudian ia beranjak membukakan pintu untuk Heechul dan bergegas menurunkan barang-barangnya.

"Barang-barangnya sudah kuturunkan semua,Ahjumma"ucap namja itu sambil menyeka keringat yang mengalir di dahinya.

"Apa Ahjumma yakin tidak memerlukan bantuanku untuk membawa brang-barang ini ke dalam?"Tanya namja muda itu.

"Ne! Ahjumma sudah mengirim pesan pada seseorang untuk membawa barang-barang ini ke dalam"tolak Heechul secara halus. Jujur ia kasihan melihat namja muda yang berbaik hati membantunya kelelahan.

"Kalau begitu, aku pamit Ahjumma"ucap namja itu kemudian masuk kedalam mobilnya dan melajukannya.

"Hati-hati Ne! Gomawo untuk hari in—"

GREPP

"Kau berselingkuh dariku,eoh?"ucap hanggeng yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Heechul dan kini memeluknya juga pula. Oh…juga wajah merajuknya yang sama sekali tidak seimut uri Minseok.

"Ckk…berhentilah memasang wajah jelek mu itu dan cepat bawa barang-barang itu ke dalam"Titah Heechul dengan sadisnya,kemudian ia melenggang masuk ke dalam rumah meninggalkan Hangeng yang kini tengah kewalahan menenteng kantung-kantung belanjaan sang istri.

.

.

.

.

At EXO Group in Cafetaria

Setelah rapat selesai Minseok dan Baekhyun memilih untuk mengistirahatkan dirinya di Coffe Bean yang masih berada di dalam kawasan Cafetaria, sedangkan Luhan dan Chanyeol masih membicarakan beberapa hal mengenai kontrak kerja sama di ruangan Luhan.

"Jadi siapa itu Park Chanyeol? Dan ada hubungan apa kau dengannya?" Tanya Minseok membuka percakapan.

"Entahlah aku juga tidak tahu siapa dia dan hubungannya denganku"jawab Baekhyun pelan.

Minseok bisa dengan jelas melihat pancaran yang berbeda dari mata Baekhyun. Pancaran itu begitu menyiratkan rasa sedih,kecewa,marah dan putus asa. Bukannya Minseok sok tahu atau apa pun itu, hanya saja Minseok sudah begitu hafal dengan sahabat semasa SMA-nya ini, meskipun jarang orang yang tahu persahabatan mereka namun ketahuilah bahwa mereka berdua saling membantu dan menguatkan satu sama lain sehingga ikatan diantara mereka menjadi kuat.

"Apa dia pernah menyakitimu,Baekie?"Tanya Minseok dengan lembut, berusaha membuat Baekhyun nyaman dan merasa tenang menceritakan serta membagi masalah berdua dengannya.

"HAHH" Baekhyun menghela nafasnya kasar,berusaha mengeluarkan susuatu yang mengganjal hatinya.

"Ceritalah padaku. Aku yakin bebanmu pasti sedikit berkurang"Minseok mengenggam tangan Baekhyun,mencba mnyalurkan kekuatan pada sahabatnya itu.

"Seperti yang kau ketahui kita berbeda sekolah dengannya. Aku mengenal Chanyeol sejak kelas 2 SMAdan berhubungan dengannya saat kita baru menjadi anak kelas 3 di SMA. Awalnya aku memungkiri kalau aku menyukai sesama namja,namun pada saat itu Chanyeol benar-benar gigih menunjukkan rasa cintanya padaku dan akhirnya membuatku luluh. Hubungan kami memang tidak bisa dibilang romantic, kami juga sering berdebat tentang hal-hal yang kecil…. hingga hari itu tiba. Saat itu aku berinisiatif untuk meminta maaf pada Chanyeol terlebih dahulu karena aku memang menyadari bahwa pertengkaran kami saat itu adalah sepenuhnya salahku. Namun saat aku sampai di depan pintu apartmentnya,aku mendengar dan melihat kenyataan yang menyakitkan. Kau tahu Minseok? Aku melihat Chanyeol tengah bermesraan dengan seorang yeoja dan saat yeoja itu bertanya apa artinya aku untuk Chanyeol? Chanyeol mengatakan kalau aku hanya bahan taruhannya bersama teman-temannya" Cerita Baekhyun dengan lirih.

"Baek~"Minseok menggenggam tangan Baekhyun semakin erat.

"Setelah itu, aku memutuskan untuk pindah sekolah dan menjauh dari Chanyeol sejauh mungkin karena aku sadar bahwa aku terlalu mencintainya untuk bisa melupakannya. Seperti yang kau tahu, pada semester kedua aku pindah ke Paris mengikuti ayahku yang dipindah tugaskan menjadi konsulat disana" lanjut Baekhyun dengan wajah sendu.

"Tapi bagaimana kau bisa bertemu lagi dan bahkan bersama Chanyeol lagi?"Tanya Minseok yang sedikit bingung mengapa Baekhyun dan Chanyeol bisa bersama lagi.

"Kehidupan awalku diparis unguh tidak mudah dan tanpa sadar aku menumpahkan semua perasaanku pada Fashion dan Make over,hingga akhirnya itu menjadi impianku. Aku kuliah jurusan fashion Designer dan mengambil kursus Make Over dari seorang Designer dan Make Up artis yan terkenal disana. Setelah lulus aku melamar pekerjaan untuk mengaplikasikan ilmu yang kupelajari secara nyata. Paris adalah tempat yang memiliki bayak lapangan pekerjaan untuk orang sepertiku karena tak lama setelah melamar pekerjaan,aku diterima, namun sayangnya perusahaan yang menerimaku adalah perusahaan milik keluarga Chanyeol—disana aku bertemu dengan Chanyeol. Sejak itulah Chanyeol berusaha mendekatiku lagi dengan segala tingkah konyolnya yang terkadang membuatku jengkel setengah mati" Jelas Baekhyun dengan raut wajah sendu dan suara lirihnya, Minseok yakin jika kini Baekhyun sedang mencoba menahan tangisnya.

GREPP—Minseok memeluk tubuh Baekhyun yang mungil seperti dirinya.

"Semua akan baik-baik saja! Kau bisa bercerita kepadaku saat kau merasa lelah"ucap Minseok lembut. Ia memang tidak mengerti masalah yang menimpa Baekhyun dan Chanyeol. Jangankan masalah seberat itu, ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya Baekhyun dan umma evilnya bisa berkomunikasi dengan baik selama ini,sedangkan dia tidak.

"Ne~. lebih baik tidak usah membicarakan hal ini lagi!"ucap Baekhyun,kemudian ia melepas pelukan Minseok dari tubuhnya. "Ngomong-ngomong kenapa kau bisa betah bekerja disini,eoh? Bukannya kau akan langsung keluar jika atasanmu melakukan hal yang tidak menyenangkan, dan….kau tahu kan kalau atasanmu tadi memelukmu,kurasa itu juga hal yang tidak menyenangkan untukmu" Tanya Baekhyun mengganti topic pembicaraan.

"Karena aku terjebak perjanjian konyol lagi dengan umma! Aku harus bertahan selama 3 bulan disini jika tidak aku akan dinikahkan SECARA PAKSA dengan namja pilihan ummaku"Jawab Minseok dengan sedikit Curhatan hatinya.

"Jinja? Ahh…Heechul Ahjumma memang daebak"kata Baekhyun

"Aish…kau ini! Oh iya…tapi bagaimana caranya kau bisa berkomunikasi dengan umma ku?"Tanya Minseok

"Ahh…kalau itu sih aku juga tidak menyangka bisa seperti itu. Maksudku adalah aku dan ummamu secara tidak sengaja bertemu saat ummamu sedang berbulan madu yang entah kesekian kalinya di perancis bersama appamu. Saat bertemu dengannya aku sedang prakter kerja di toko tas 'LV' sebagai designer pembantu. Dari situlah aku berkomunikasi dengan ummamu dan mendengar kabarmu dari umamu" jawab Baekhyun panjang lebar.

"Tapi kenapa kau tidak langsung mengubungiku"keluh Minseok

"Karena aku malas"kata Baekhyun yang sukses membuat bibir Minseok terpout lucu. Hahh…sepertinya Baekhyun yang menyebalkan sudah kembali.

" Dasar menyebalkan! Aku yakin pasti karena obsesi gilamu terhadap eyeliner membuatmu lebih memilih membuat kosmetik dari pada menjadi designer"kata Minseok, berusaha membalas Baekhyun.

"Ya tapi itu lebih baik daripada obesesi mu terhadap baozi, sehingga kau menjadikannya sebagai pipimu!"ejek Baekhyun

"YAKK…dasar menyebalkan" kesal Minseok

"Memang aku menyebalkan! Kau baru tahu?"kata Baekhyun dengan gaya cueknya.

"Bhuu…"Minseok menggembungkan pipinya karena kesal dan memalingkan wjahnya dari Baekhyun yang kini tengah tertawa karena tingkah lucu sahabat rahasianya ini.

T.B.C

Gyu Corner

Yuhuuuu…Gyu in the house yeah (#plakk) oke Mian ne~ ^^. Akhirnya Gyu bisa update chapter juga. Fic ini Gyu ketik kilat sehabis Gyu ujian PTN. Kenapa Gyu ketik kilat dan langsung jadi sampai 3K words? itu karena gyu lagi bête sama soal-soal ujian tadi pagi. Ughh…Gyu gemes liat soalnya, yaudah daripada Gyu stress mending Gyu lanjutin ff ini. Oke…sekarang Gyu bakal bales revew para readers sekalian…

Ok..lets go

Shintalang : hehe iya Minseok kasihan Ne~. Tapi bia siksa sebentar Minseoknya (#Plakk). Untuk pertanyaan yang tumpang tindih sudah terjawab di chap ini,kan?

Tikakang : mereka memang manis, Gyu aja sampe diabetes kalau ngeliat moment mereka bareng.

Dea KaishoShip : mereka emang childish, hehehe. Maklum fake maknae ^^

Xhlm : ini sudah update terima kasih juga buat PM nya ^^

Frozenxius : mereka berdua nista? Bagaimana dengan Gyu T_T (#pundung di pojokan). Hehehe bercanda. Ahh.. terima kasih reviewnya ne~.

AngAng13 : Gyu akan berusaha untuk cepet Update. Ikutin terus ne~. gomawo buat doanya.

Misyel : cute? Gyu?(#Plakk) ok lupakan…hmm mereka memang cute, bikin Gyu iri aja sama mereka ^^ dan ini sudah update. Terima kasih reviewnya.

Yunjou : Gomawo sudah ngasih pelajaran dan ngingetin Gyu. Jangan sungkan ngasih tau kesalahan Gyu yah ^^. Iya kita seangkatan. Hehe..

Initial D 0326 : Gomawo. Gyu bakal tetap Fighting buat nerusin Fic ini.

AQuarissBlue : Gomawo sudah review. Nah sudah tau kan mereka lagi ngapain ^^

VanillaRin : Gyu ikut angkat banner ^^. Gyu bakal terus keep writing. Gomawo….

Krisyeol ship : Gomawo sudah mau baca fi cabal ini ^^. Gyu usahain gak lama …

Heelizelfpetalz : Gi fic ini sudah terjawab kan? Gomawo ne^^

Whitegulliver : Gomawo udah doain ujian Gyu. Gyu juga gemes sama mereka.

Kim Xiu Xiu Hunnie : ini sudah lanjut Chingu ^^.hehe Gyu bilang Sehun deh biar sehun buat Gyu aja(#plKK)

XM : Gwaechana…ini sudah dilanjut^^

Ve Amilla : Gomawo atas pujiannya, juga Gomawo sudah suka sama karakternya LuMin disini ^^.

Deerbaozi : Gomawo. Nah…LuMin lagi ngapain? Sudah kejawab kan?^^

Twentae : Ini sudah dilanjut chingu^^. Gomawo

Angelin :Jujur Gyu baru tau sekarang soal itu. Dan Gyu minta maaf buat kesalahan yang tentang marganya Luhan. Hmm maaf juga buat semua yang bermarga Lu. Gomawo sudah review dan ngasih info tentang marganya Luhan, tapi karena fic ini sudah kepalang tanggung jadi maaf Gyu mungkin gak bisa ganti marganya sekarang. Minahae Chingudeul~.

Xiuziminseokie : Gyu seneng kalau fic Gyu bikin kamu seneng. Gomawo reviewnya ^^

Rasanya udah semua dibales dan kalau ada yang belum dibales atau gak kesebut Gyu minta maaf ne~. dan untuk orang ketiga sebenarnya Gyu udah punya tapi biarkan dia jadi Mysterious Guest saja ne~.

Gomawo untuk review dan PMnya juga saran dan masukkannya.

Jangan lupa review ne~

# Big Hug and Popo buat semua readers yang Gyu sayangi. Mmuuuaaaacchhh^^ hehe