LET'S READ
MENMA=NARUTO
"Kenapa kau justru membela pemuda pirang yang tidak kita ketahui asal usulnya itu Akeno-san?" tanya Issei masih tetap marah terhadap kelakuan Akeno yang menurutnya melebihi batas itu. Nampak Akeno sedikit tersentak dengan pernyataan Issei namun dia kembali ke mode on (marah) lagi. "Tau apa kau Issei tentang kehidupan Menma-san? Bahkan kau tidak tau apa yang dia rasakan, perjuangan yang dia lakukan untuk Bucho tercinta mu itu, Cih.." balas Akeno dengan semakin meningkatkan intonasi suaranya.
Sasuke yang dari tadi dengan cermat mendengarkan percakapan itu nampak terkejut. 'Pirang, kumis kucing?' batin Sasuke dengan tanda tanya besar di kepalanya. Dia terus menguping semua pembicaraan yang terjadi di ruangan tersebut tanpa diketaui yang ada di dalam. "Tapi kenapa nama yang mereka sebut Menma?" gumam Sasuke sambil berpikir tentang segala kemungkinan yang terjadi saat naruto terdampar di dimensi ini. Jelas nama Naruto dan Menma berbeda jauh tapi ciri-ciri yang disebutkan laki-laki di dalam a.k.a Issei tadi menunjukan bahwa itu ciri-ciri naruto.
Nampak lama kelamaan Sasuke pun mulai memahami kemungkinan yang terjadi pada naruto saat terdampar di dunia ini. "Jangan-jangan dia.." gumam Sasuke dengan mata melebar. Dia pun kembali melanjutkan mendengarkan percakapan tadi.
Di dalam ruangan nampak keadaan semakin memanas dan semakin mencekam. Rias pun nampak masih diam terisak, sementara Akeno dan Issei sudah berada dalam mode siap tempur. "Apa yang kau sukai dari seorang pengkhianat Akeno-san?'' tanya Issei pada Akeno. "Dia hanya pemuda yang tidak tau di untung, berkhianat pada kita dan pada Bucho.." tambah Issei semakin menambah suasana panas. "Diam kau Iss..."
'Blaaarr'
Kata-kata Akeno terhenti ketika terjadi ledakan atau lebih tepatnya penghancuran pintu masuk ke ruangan tersebut. 'Slash' tiba-tiba muncul tangan biru besar yang langsung menangkap tubuh Issei. "Aarrgh.." jerit Issei saat di tangkap tangan raksasa biru dengan keras. Sementara yang lain langsung ke mode waspada. Bahkan Rias pun sudah berdiri di dekat Akeno.
"Diam kau tidak berguna..." ucap suara dari balik debu-debu yang bertebaran akibat penghancuran pintu masuk tadi. "S-Siapa kau?" tanya Rias yang bersikap waspada agak takut terhadap asal suara tadi. Lama kelamaan debu yang bertebaran pun menghilang dan terlihat wujud tengkorak agak besar yang melindungi manusia yang ada di dalamnya sedang menatap tajam ke arah semua yang ada di situ yang berakhir di Issei.
"Le-Lepaskan aku.." teriak Issei agak tak bertenaga setelah ditangkap tangan Susano'o Sasuke yang secara langsung menyerap tenaganya. Yang lain pun nampak bingung melihat Issei yang tiba-tiba melemas setelah ditangkap tangan besar tersebut. "Cepat lepaskan Issei.." pinta Rias pada Sasuke melihat Issei sepertinya sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Sasuke pun nampak cuek dengan permintaan Rias tersebut. "Itulah balasan baginya.." jawaban Sasuke enteng seperti tanpa beban, "selanjutnya giliranmu nona?" lanjut Sasuke sambil menunjuk nona berambut merah a.k.a Rias. Rias pun nampak terkejut mendengar ucapan orang di depanya a.k.a Sasuke. "Lindungi Bucho.." ucap pemuda berambut pirang tampan a.k.a Kiba pada yang lainnya. Mereka pun segera berada pada posisi melindungi Rias.
Nampak Issei yang sudah kehabisan tenaga dan pingsan dilempar Sasuke ke tembok di sampingnya. 'Braaakk' suara tumbukan tubuh Issei dengan tembok yang menghasilkan sedikit retakan pada tembok tersebut.
"Issei-san..." jerit gadis berambut pirang a.k.a Asia pada Issei yang dilempar Sasuke ke tembok. Tampak Sasuke masih terlihat agak marah dengan apa yang diucapkan issei tadi walaupun dia sudah melampiaskan kemarahannya.
Sementara itu di ruangan dewan Siswa (OSIS) seorang gadis iblis berkaca mata nampak sibuk membaca sebuah kertas yang ada di tangannya, sesekali dia mengurut keningnya karena terasa pusing dengan apa isi dari kertas tersebut. "Haah, kenapa laporan ini banyak sekali.." gumamnya merasa bosan dengan apa yang ia lakukan saat ini.
'DEG!'
Tiba tiba perasaan tidak nyaman kembali dia rasakan, perasaan yang sama dengan ketika ia bertemu dengan Sasuke. 'Apa ini.. ' batin Sona merasakan aura yang sangat tidak menyenangkan dan familiar di benaknya. 'Apakah ini Sasuke-kun?' batin Sona sedikit kaget, tak lama kemudian Tsubaki pun datang dengan wajah khawatir.
"Ano Kaicho... ini seperti aura yang dimiliki Uchiha-san?" tanya Tsubaki pada Sona yang sedang duduk di ruangannya. Nampak Sona pun berpikir tentang apa yang kemungkinan terjadi pada Sasuke, atau pun yang kemungkinan masalah yang sedang dia buat.
"Sepertinya begitu... lebih baik kita segera mendatangi tempat asal ini semua.." balas Sona segera berdiri dan bersiap pergi ke tempat Sasuke berbuat onar. Tsubaki pun mengekor di belakang Sona yang berjalan duluan.
Sementara itu di ruang klub Rias dan Peerage nya, nampak suasana sudah menegang bahkan sudah mencapai puncaknya dan kapan pun bisa meletus pertarungan atau pun pertumpahan darah. Sasuke nampak sudah Mengeluarkan Mata Dewa nya, yang cukup membuat semua iblis yang ada di ruang tersebut terkejut dengan bentuk dan aura yang dikeluarkan.
"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau menyerang keluargaku?" Tanya Rias kepada Sasuke walaupun masih agak takut melihat aura yang dikeluarkan Sasuke dari Matanya. "Seharusnya aku yang tanya Nona? Apa yang kau ketahui tentang Naruto?" Ucap Sasuke dengan mimik serius pada semua iblis yang ada di sana.
"Naruto? Siapa Naruto?" Tanya balik Rias dengan penuh tanda tanya, kenapa orang yang tidak dikenalnya tersebut menyerang keluarganya dan menanyakan seseorang yang tidak mereka kenal. "Naruto... Uzumaki Naruto," Ucap kembali Sasuke dengan memperlihatkan sebuah foto seorang pemuda berambut kuning jabrik dengan tiga goresan di pipinya.
Nampak semua orang di situ terkejut dengan foto yang diperlihatkan Sasuke tersebut. "I-Itu kan Menma-kun?" Gumam Rias dan Akeno bersamaan, sementara yang lain tampak terkejut dalam diam. "Ini adalah Naruto, atau mungkin yang kalian kenal dengan nama Menma.." balas Sasuke serius.
"Kenapa kau yakin itu adalah orang yang kau maksud?" tanya Rias kembali tak yakin dengan penjelasan Sasuke. "Cih, tidak ada orang bodoh dan berciri-ciri seperti itu di dunia ini kecuali Naruto.." jawab Sasuke ngasal karena dirinya pun sebenarnya belum yakin juga, tapi dia terlanjur masuk dalam kerumitan tersebut.
"Heeh?" Ucap semua anggota Peerage Rias agak Sweatdrop dengan jawaban Sasuke tersebut. 'Apa-apaan nih Orang? Tiba-tiba datang dan menghajar seseorang dengan alasan yang tidak begitu masuk akal' batin Kiba dan Koneko Sweatdrop. "Cepat beritahu aku apa yang kalian ketahui tentang dia?" Desak Sasuke pada semua iblis yang ada di situ dengan meningkatkan intensitas kekuatannya, kembali suasana yang tadi sempat mereda kembali memanas dengan pengeluaran kekuatan Sasuke tersebut.
"Bagaimana kami mau memberitahumu jika kau tadi baru saja menghajar keluargaku?" balas Rias masih mencoba mempertahankan eksistensinya sebagai Pemimpin tertinggi Klub tersebut walaupun ada sedikit ketakutan di hatinya jika harus menghadapi orang yang ada di depannya. Sementara itu Akeno dan yang lainnya bersiap pada posisi siap tempur. "Jika kalian tidak mau mengatakannya terpaksa aku harus memaksa kalian.." Ucap Sasuke serius dengan perlahan-lahan keluar aura biru dari tubuhnya yang perlahan kembali membentuk sesosok manusia yang cukup besar.
"Kalian akan mengatakan yang sebenarnya padaku... Amate-" Ucap Sasuke serius merapalkan jurus andalannya api hitam yang tak pernah padam pada Rias dan Peerage nya sampai,
"Hentikan itu Sasuke..."
Bentak seseorang yang baru datang diikuti seorang lainnya yang sama-sama berkacamata menghentikan jurus Sasuke dan menarik perhatian semua orang yang ada disitu untuk melihat kepadanya. Nampak Sang ketua OSIS dan wakilnya datang dengan wajah dan mimik serius+panik dengan keadaan yang terjadi saat ini.
Sasuke nampak dengan wajah serius+menakutkan menatap tajam sang ketua OSIS sekaligus Rajanya tersebut, Sona dan Tsubaki yang melihat tatapan marah Sasuke tersebut nampak takut dan mati kutu. "Apa?" tanya Sasuke yang masih nampak Marah.
"He-Hentikan ini semua Sasuke?" kembali Sona berkata pada Sasuke walaupun masih dengan agak takut. "Kau ingin menghancurkan tempat ini?" kembali Sona berkata pada Sasuke dengan nada tegas dan agak tenang kali ini.
"Bila itu bisa membuat mereka buka mulut akan Kulakukan apapun termasuk menghancurkan tempat ini..." Balas Sasuke Serius, nampaknya ketegangan ini masih belum reda walaupun Sona sang Majikan sudah datang.
Rias dan peerage nya nampak penasaran dengan Sona yang baru datang dan menghentikan orang asing yang menyerangnya tersebut, bagaimana bisa Sona bisa kenal dengan orang asing yang main hajar terhadap orang lain (Issei) yang baru ditemuinya tersebut.
"Sona siapa orang ini?" tanya Rias memecah ketegangan antara Sona dan Sasuke yang terlihat serius. Sementara Tsubaki di belakang Sona sudah khawatir dan bersiaga jika sewaktu-waktu Sasuke menyerang Sona, yah Tsubaki tau jika dirinya mungkin tidak bisa menghadapi Sasuke tapi demi keselamatan Pemimpinnya dia harus berani berkorban.
Sona yang merasa dilempari pertanyaan oleh Rias tersebut menoleh ke arah Rias, "Maafkan aku Rias, maaf atas kelancangan dan keributan yang dibuat oleh keluarga baruku ini..." Ucap Sona serius sambil membungkukkan badan kepada Rias dan Peeragenya. Diikuti Tsubaki yang nampak juga ikut membungkukkan badan menandai dia juga ikut bersalah atas kejadian yang terjadi saat ini.
"A-Apa? Apa maksudmu?" Tanya Rias yang nampak kaget dengan ucapan Sona begitu pula dengan Peeragenya. "Sungguh aku sangat menyesal dengan kejadian ini.." Lanjut Sona, sementara Sasuke nampak Cuek dan terlihat masih bersiaga dengan Susano'o nya. Sementara Issei, masih terkapar pingsan tak berdaya akibat dari Sasuke tadi.
"Lebih baik kau jangan ikut campur, aku akan memaksa mereka memberitau aku tentang Naruto.." Kata Sasuke ikut pembicaraan mengingat dia harus cepat menemukan Naruto kembali. "Cukup Sasuke! Biarkan aku yang melanjutkan pembicaraan ini.." Bentak Sona agaknya sudah tidak tahan dengan tingkah Sasuke yang seenak udelnya tersebut.
Nampak Sasuke kaget dengan bentakan Sona yang menurutnya cukup tegas tersebut, Sasuke nampak melihat ekspresi Sona yang merasa malu bersalah sedih bercampur menjadi satu. "Cih..." Cuma decihan tersebut yang nampak keluar dari mulut Sasuke, dengan perlahan pun Susano'o Sasuke mulai menghilang, dan keadaan yang menegangkan ini pun mulai reda.
"Issei-san bangunlah..." Ucap gadis berambut pirang pada lelaki berambut cokelat yang pingsan tak berdaya setelah dilempar Sasuke tadi. Nampak Kiba dan Koneko juga ikut mendekat ke arah Issei yang pingsan tadi. Sementara Rias dan Akeno masih di tempatnya tadi dengan wajah Sulit dijelaskan.
"O-Oppai... guheehee" Gumam pemuda berambut cokelat yang pingsan tadi dan langsung membuat Kiba dan Koneko sweatdrop, sementara Asia nampak bersyukur karena pemuda tersebut nampak masih hidup. "Syukurlah Issei-san..." Gumam Asia, sementara Kiba hanya tersenyum menanggapi igau an Issei tadi. "Saite Otoko..." Gumam Koneko dengan nada dingin.
"Sekali lagi maaf atas kejadian ini Rias..." kembali Ucapan minta maaf dikeluarkan sang Ketua OSIS kepada Rias, diikuti sang wakil yang juga kembali membungkukkan badan. "Sudahlah.. tidak apa-apa Sona.." balas Rias merasa tidak enak dengan sahabat kecilnya tersebut.
"Terima kasih Rias dan semuanya.." kembali sang Ketua OSIS berkata, "Iya, tidak apa-apa.." balas Rias kembali. "Lebih baik kita bicarakan ini semua dengan baik-baik." Usul Akeno merasa hal ini harus diselesaikan dengan pembicaraan yang kondusif. "Saya rasa juga begitu..." Ucap Tsubaki juga ikut pembicaraan. "Hn.." Seperti itulah kira-kira ungkapan kata Sasuke dengan tangan dilipat di depan dada.
Sementara itu Di Suatu Tempat
Nampak seorang pemuda berambut Kuning sedang menatap indahnya langit di malam hari dari puncak sebuah bukit. Angin sepoi-sepoi nampaknya menerpa ke arah wajahnya, yang membuatnya sedikit lebih keren dan lebih dewasa di mata seseorang yang sedang memandangnya dibalik pohon tak jauh darinya.
'Kyaaaaa... Naruto-kun benar-benar tampan..' batin seseorang tersebut dengan wajah merona+tingkah laku gaje melihat Naruto yang sedang menatap langit malam. 'Andaikan aku bisa memeluknya.. Kyyaaaa' lanjut fantasinya melihat Naruto saat ini. "Ehem... Lebih baik kau ke sini daripada mengintip terus Kuroka..." Dehem an Naruto diikuti perkataan yang cukup mengagetkan membuat Kuroka terperanjat.
"Jadi aku ketahuan Nya~.." Balas Kuroka agak manja+Menggoda mengetahui Naruto sudah tau dirinya memperhatikannya dari tadi. Dengan perlahan dan dengan wajah sumringah+merah malu-malu Kucing (Emang dia Kucing kan, -_-) perlahan medekati Naruto.
"Duduklah di sini... Malam ini benar-benar indah, mengingatkanku sesuatu" Ucap Naruto sambil menepuk tempat duduk supaya Kuroka duduk disitu, 'Kyaaaaa... Naruto-kun Romantis' batin Kuroka tersenyum-senyum bahagia karena Naruto menyuruhnya mendekat ke situ. "Nyaa~ Naruto-kun teba..." Ucap Kuroka manja malu-malu Kucing mendekati Naruto. "Ada apa Kuroka-chan?" balas Naruto santai dengan tambahan chan yang membuat Kuroka semakin memanas.
Kuroka pun duduk di sebelah Naruto mulanya, ½ meter dari Posisi Naruto duduk saat ini, namun perlahan-lahan semakin mendekat dengan gaya manja+malu-malu mau. 'Hihihi... Naruto-kun akan kubuat kau malam ini menjadi milikku' batin Kuroka dengan mata berapi-api saking semangatnya. Dengan perlahan dia pun mendekat-mendekat dan semakin mendekati Naruto dan bersiap-siap untuk memeluknya, dan
"Naa-ruto..."
Teriak gadis cebol berambut hitam yang baru saja datang dan menerjang Naruto dari belakang tanpa ampun, sementara Kuroka yang baru saja akan Memeluk Naruto dengan posisi sudah melebarkan tangannya, nampak membeku dan melongo melihat Orang di depannya sudah diterjang duluan oleh seorang gadis berambut hitam.
"Le-lepaskan aku Ophis... aku sesak" Ucap Naruto karena merasa dirinya sulit bernafas akibat dipeluk erat-erat oleh Ophis yang baru datang tersebut.
"A.. a... aa... Chi-Chibi Musume..." Teriak Kuroka marah marah kepada Gadis cebol tersebut dan berusaha melepaskan pelukan mautnya pada Naruto yang sudah membiru akibat dari pelukan Ophis tersebut. "Lepaskan Naruto-kun dasar Chibi Hentai..." Ucap Kuroka memarahi Ophis yang nampak menikmati memeluk guling hidupnya (Naruto).
"Wiiii... " Ejek Ophis dengan menjulurkan lidahnya pada Kuroka, yang semakin membuat Kuroka marah melihat kelakuan kekanakan dari Ophis yang menjengkelkan tersebut. "Koraaa... lepaskan Naruto-kun?" Marah Kuroka dengan sekuat tenaga akhirnya bisa memisahkan Naruto dan Ophis. Nampak Ophis terlempar ke belakang dan berhasil mendarat dengan seimbang.
"Uhuukk... Uhuukk... Ghoek.." Naruto nampak terbatuk karena sesak bernafas akibat dipeluk Ophis tadi. "He, Kenapa kau ini Dorobo Neko? Mengganggu orang bermesraan saja..." Gumam Ophis dengan tampang datar dan menjengkelkan pada Kuroka yang sudah panas dan akan meledak. "Giiihhh... Hentai chibi musume," Teriak Kuroka murka dan langsung berlari mengejar Ophis yang nampaknya juga sudah lari karena baru saja membuat marah Kucing yang sewaktu-waktu bisa berubah jadi Macan, Tampak Naruto hanya sweatdrop ria melihat kelakuan kedua gadis tadi.
Terlihat Ophis berlari dikejar Kuroka ke arah Naruto duduk tadi, sesampainya di depan Naruto, dia berhenti dan "Naruto-kun.."
"CUPP!"
Semua terdiam, Naruto nampak melongo, sementara Kuroka "Blussh" wajahnya memerah padam melihat Ophis mencium pipi Kiri Naruto, sementara Ophis nampak tersenyum mengejek ke arah Kuroka. "He-Hentai musume..." Teriak Kuroka dengan wajah merah. Sementara Ophis nampak menjulurkan lidahnya tanda mengejek Kuroka.
'Si-Sialan... Chibi sialan...' umpat Kuroka dalam hati. 'Tidak ada jalan lain lagi, terpaksa... aku juga lakukan' lanjut Kuroka dalam hati. Kuroka pun mendekati Naruto semakin mendekat-mendekat dan dekat.
Naruto pun masih nampak terbengong dengan kejadian tadi, Ophis bertingkah gaje karena merasa menang dari Kuroka. Naruto yang masih belum sadar akibat kejadian tadi masih blank, hingga gumaman Kuroka membangunkannya. "Na-Naruto-kun.." Gumam Kuroka menutup mata sambil mendekatkan bibirnya ke arah pipi kanan Naruto, yang justru membuat sang pemilik Nama menolehkan wajahnya dan
"CUPP"
Bibir dan Bibir pun bertemu pada 1 titik, tampak kedua insan yang bibirnya sedang bersatu sekarang melebarkan mata mereka.
1 detik
2 detik
3 detik
.
.
.
"Kyaaaaaaaaa..."
Jerit suara perempuan akibat dari 2 bibir yang bersentuhan tadi, tapi bukan perempuan yang sedang berciuman melainkan 1 gadis cebol yang melihatnya tak jauh dari mereka berdua. Nampak Naruto dan Kuroka masih terdiam kaget dengan kejadian tak terduga tersebut. Gadis cebol yang nampak marah dengan muka merah langsung memisahkan dua sejoli tersebut.
Naruto dan Kuroka pun terlempar ke belakang masing-masing. "Ka-Ka-Kalian berdua apa yang kalian perbuat..." Bentak Ophis agak malu-malu+marah melihat kejadian tersebut. 'Kyaaaa... Nya~ akhirnya aku mendapatkan ciuman pertama Naruto-kun Nya~...' batin Kuroka sambil senyum-senyum gaje yang membuat Ophis jengkel. "Do-Dorobo Neko hentai..." ucap Ophis memarahi Kuroka yang dibalas juluran lidah tanda mengejek.
Sementara itu Naruto nampak masih Shock, ada rasa sensasi yang begitu hangat di hatinya, entah perasaan apa itu yang membuatnya berpikir sejenak. Ophis yang nampak cemburu dan merasa kalah dari Kuroka, akhirnya juga berinisiatif untuk melakukan hal serupa namun.
"STOP!"
Ucap Naruto yang nampaknya sudah sadar dari pikirannya sambil memegang kepala Ophis yang mau menciumnya. "Apa yang mau kau lakukan?" tanya Naruto dan dibalas decihan oleh Ophis, "Cih.. gagal" gumam Ophis. Sementara Kuroka dari kejauhan nampak tertawa terbahak-bahak.
Mereka berdua pun nampak saling berpandangan dan terciptalah percikkan listrik di antara keduanya. 'Si-Sialan kau dorobo Neko...' batin Ophis dengan pandangan cemburu, sementara Kuroka nampak Mengejek dengan menjulurkan lidahnya. 'Rasakan itu Nya~ Hentai doragon... ' batin Kuroka. 'Mereka mulai lagi...' batin Naruto sweatdrop. Sepertinya malam indah Naruto kali ini Menjadi milik Kuroka karena berhasil mendapatkan ciuman dari pujaan hatinya Naruto.
Di Ruang klub Rias
Nampak Ruangan klub sudah tertata rapi kembali dari kehancuran yang diciptakan oleh Sasuke. Dan Terlihat Saat ini terdapat 3 orang yang berhadapan meja dengan 4 orang di depannya. Mereka terlihat serius membicarakan suat hal. Orang-orang atau harusnya iblis tersebut adalah Sona Tsubaki dan Sasuke dengan Rias, Akeno Kiba Koneko sedang berbicara serius sementara Asia masih menemani Issei yang masih belum bangun dari pingsan atau mungkin lebih tepatnya tidur.
"Jadi, apa yang harus aku berita tentang Naruto-kun, em maksudku Uzumaki-san..." Ucap Rias kepada pemuda di depannya saat ini. Nampak yang lainnya juga serius memperhatikan pembicaraan ini. " Tunggu dulu seberapa yakin Uchiha-san jika Menma-kun itu Uzumaki Naruto?" ralat Akeno meminta penjelasan dari Sasuke karena masih merasa mengganjal karena belum ada kepastian dari hal tersebut.
"Aku masih bisa merasakan kehadiran Cakranya, jadi aku yakin Menma adalah Naruto..." balas Sasuke serius. "Bagaimana jika anda salah?" kali ini Rias yang bertanya, dan Sasuke nampak menatap tajam Rias, yang langsung menciutkan nyali Rias Gremory tersebut. "Tenanglah Sasuke-kun... Ada benarnya apa yang ditanyakan Rias tadi" Ucap Sona ikut berbincang karena merasa Sasuke kembali tersulut emosinya.
"Aku akan memastikannya sekarang.." balas Sasuke singkat dengan wajah serius. Nampak semua menatap bingung ucapan Sasuke tadi. "Memastikannya? Bagaimana caranya?" tanya Kiba ikut berbicara karena merasa penasaran dengan ucapan Sasuke tadi.
"Kau pernah berinteraksi dengan Menma bukan?" tanya Sasuke pada Rias, walaupun Rias merasa aneh dengan pertanyaan Sasuke tadi namun dia Mengiyakannya saja. "Baiklah aku akan membongkar semua ingatanmu tentangnya..." Balas Sasuke singkat+serius yang membuat semua yang ada di situ bingung.
"A-Apa Maksudmu?" tanya Rias bingung, begitu juga ekspresi wajah yang lainnya juga seperti bertanya hal yang sama. "Diam dan lihat saja..." balas Sasuke Cuek, dan berbuahlah mata Sasuke yang tadinya hitam berubah Jadi Merah berpola hitam Hexagonal (Mangekyou Sharingan Sasuke). Rias pun nampak melebarkan matanya begitu pula yang lainnya. "A-Apa yang mau-..." Ucapan Rias pun terpotong,
.
.
.
"Sharingan..."
.
.
.
.
TBC
.
.
Yosh, jika ada kata/jurus/nama/kekuatan atau apapun itu yang salah saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya...
Maaf Menunggu Lama... Semoga terhibur walaupun agak pendek Chapternya ^_^
Gomenasai, dan terima kasih..
