LET'S READ
TRUE STORY
1 detik
2 detik
3 detik
.
.
.
"Kyaaaaaaaaa..."
Jerit suara perempuan akibat dari 2 bibir yang bersentuhan tadi, tapi bukan perempuan yang sedang berciuman melainkan 1 gadis cebol yang melihatnya tak jauh dari mereka berdua. Nampak Naruto dan Kuroka masih terdiam kaget dengan kejadian tak terduga tersebut. Gadis cebol yang nampak marah dengan muka merah langsung memisahkan dua sejoli tersebut.
Naruto dan Kuroka pun terlempar ke belakang masing-masing. "Ka-Ka-Kalian berdua apa yang kalian perbuat..." Bentak Ophis agak malu-malu+marah melihat kejadian tersebut. 'Kyaaaa... Nya~ akhirnya aku mendapatkan ciuman pertama Naruto-kun Nya~...' batin Kuroka sambil senyum-senyum gaje yang membuat Ophis jengkel. "Do-Dorobo Neko hentai..." ucap Ophis memarahi Kuroka yang dibalas juluran lidah tanda mengejek.
Sementara itu Naruto nampak masih Shock, ada rasa sensasi yang begitu hangat di hatinya, entah perasaan apa itu yang membuatnya berpikir sejenak. Ophis yang nampak cemburu dan merasa kalah dari Kuroka, akhirnya juga berinisiatif untuk melakukan hal serupa namun.
"STOP!"
Ucap Naruto yang nampaknya sudah sadar dari pikirannya sambil memegang kepala Ophis yang mau menciumnya. "Apa yang mau kau lakukan?" tanya Naruto dan dibalas decihan oleh Ophis, "Cih.. gagal" gumam Ophis. Sementara Kuroka dari kejauhan nampak tertawa terbahak-bahak.
Mereka berdua pun nampak saling berpandangan dan terciptalah percikkan listrik di antara keduanya. 'Si-Sialan kau dorobo Neko...' batin Ophis dengan pandangan cemburu, sementara Kuroka nampak Mengejek dengan menjulurkan lidahnya. 'Rasakan itu Nya~ Hentai doragon... ' batin Kuroka. 'Mereka mulai lagi...' batin Naruto sweatdrop. Sepertinya malam indah Naruto kali ini Menjadi milik Kuroka karena berhasil mendapatkan ciuman dari pujaan hatinya Naruto.
Di Ruang klub Rias
Nampak Ruangan klub sudah tertata rapi kembali dari kehancuran yang diciptakan oleh Sasuke. Dan Terlihat Saat ini terdapat 3 orang yang berhadapan meja dengan 4 orang di depannya. Mereka terlihat serius membicarakan suat hal. Orang-orang atau harusnya iblis tersebut adalah Sona Tsubaki dan Sasuke dengan Rias, Akeno Kiba Koneko sedang berbicara serius sementara Asia masih menemani Issei yang masih belum bangun dari pingsan atau mungkin lebih tepatnya tidur.
"Jadi, apa yang harus aku beritau tentang Naruto-kun, em maksudku Uzumaki-san..." Ucap Rias kepada Pemuda di depannya saat ini. Nampak yang lainnya juga serius memperhatikan pembicaraan ini. " Tunggu dulu seberapa yakin Uchiha-san jika Menma-kun itu Uzumaki Naruto?" ralat Akeno meminta penjelasan dari Sasuke karena masih merasa mengganjal karena belum ada kepastian dari hal tersebut.
"Aku masih bisa merasakan kehadiran Cakranya, jadi aku yakin Menma adalah Naruto..." balas Sasuke serius. "Bagaimana jika anda salah?" kali ini Rias yang bertanya, dan Sasuke nampak menatap tajam Rias, yang langsung menciutkan nyali Rias Gremory tersebut. "Tenanglah Sasuke-kun... Ada benarnya apa yang ditanyakan Rias tadi" Ucap Sona ikut berbincang karena merasa Sasuke kembali tersulut emosinya.
"Aku akan memastikannya sekarang.." balas Sasuke singkat dengan wajah serius. Nampak semua menatap bingung ucapan Sasuke tadi. "Memastikannya? Bagaimana caranya?" tanya Kiba ikut berbicara karena merasa penasaran dengan ucapan Sasuke tadi.
"Kau pernah berinteraksi dengan Menma bukan?" tanya Sasuke pada Rias, walaupun Rias merasa aneh dengan pertanyaan Sasuke tadi namun dia Mengiyakannya saja. "Baiklah aku akan membongkar semua ingatanmu tentangnya..." Balas Sasuke singkat+serius yang membuat semua yang ada di situ bingung.
"A-Apa Maksudmu?" tanya Rias bingung, begitu juga ekspresi wajah yang lainnya juga seperti bertanya hal yang sama. "Diam dan lihat saja..." balas Sasuke Cuek, dan berbuahlah mata Sasuke yang tadinya hitam berubah Jadi Merah berpola hitam Hexagonal (Mangekyou Sharingan Sasuke). Rias pun nampak melebarkan matanya begitu pula yang lainnya. "A-Apa yang mau-..." Ucapan Rias pun terpotong,
.
.
.
"Sharingan..."
.
.
.
.
Hening, suasana yang hening begitu terasa ketika Sasuke memulai genjutsunya. Terlihat Rias yang menjadi Objek utama dalam genjutsu tersebut menatap dengan tatapan kosong ke arah Sasuke. Sementara yang lain nampak terdiam bingung melihat hal tersebut.
"Kaicho, Apa yang sebenarnya terjadi?" bisik Tsubaki berada di samping Sona melihat hal yang menurutnya janggal tersebut. "Aku juga tidak tau.." balas Sona yang juga ikut berbisik. Sementara itu di lain pihak, Akeno Kiba dan Koneko terlihat penasaran dengan apa yang dilakukan Sasuke terhadap ketua mereka.
Di Alam Genjutsu Sasuke
Kini terlihat Sasuke sedang berhadapan dengan Rias, namun terlihat Rias masih terbengong. Tak lama kemudian Sasuke pun perlahan mendekati Rias, Rias yang merasa ada yang mendekatinya langsung sadar dan sedikit mundur.
"Apa yang mau kau lakukan? Dan di mana ini?" tanya Rias bertubi-tubi merasa agak asing dengan apa yang dia lihat sekarang, ia merasa bahwa dirinya berada di ruang Klub nya tapi sekarang entah berada di tempat yang luas sepanjang mata memandang.
"Diamlah Gadis Iblis..." perintah Sasuke yang langsung membuat Rias terdiam tak berkutik. Sekarang Sasuke terlihat menatapnya tajam. "Aku akan membongkar isi kepalamu?" lanjutnya menatap intens mata Rias.
"Me-Membongkar..." ucap Rias gagap takut dengan perkataan Sasuke tadi.
'Sriiing'
Tiba tiba tempat luas tempat Rias dan Sasuke tadi berubah menjadi Putih. Rias pun nampak memicingkan matanya melihat terangnya Cahaya masuk ke matanya. Perlahan cahaya pun memudar dan kini terlihat di dekat Hutan. Dia bisa melihat ada sekelompok, atau bisa dibilang sekeluarga iblis sedang bertarung dengan sekelompok malaikat Hitam.
Sekelompok iblis tersebut terlihat di pimpin oleh Gadis berambut merah darah, sementara sekelompok Malaikat Jatuh tersebut di pimpin oleh seorang laki-laki berwajah menakutkan yang duduk di singgasana terbangnya.
"I-Itu kan aku..." Gumam Rias melihat pemandangan atau lebih tepatnya Flashback di depan matanya. Sementara Sasuke terlihat serius menatap kejadian di depannya.
Tiba tiba terlihat gemuruh dan awan pekat muncul di atas mereka. Semua yang ada di situ nampak mengalihkan perhatian mereka ke arah Awan hitam tersebut. Dengan tiba-tiba muncullah pusaran Dimensi yang langsung memuntahkan seonggok manusia.
Semua yang menyaksikan hal tersebut terlihat terkejut. "Itu Naruto.." Gumam Sasuke yang melihat hal tersebut. Seorang Pemuda berambut pirang dengan pakaian Orange compang camping nampak terjun bebas ke tanah, namun terlihat Pemuda tersebut melemparkan semacam pisau ke arah tanah dan
'Swuussh'
Pemuda tersebut hilang dan kembali menjadi bahan tontonan 2 kelompok yang sedang berseteru. Mereka pun langsung mengedarkan pandangan mereka mencari Pemuda yang baru saja memberi mereka pertunjukan tersebut. Di tanah di tengah tengah pertarungan mereka, itulah yang mereka lihat Pemuda saat ini berada
Terlihat 2 kelompok tersebut melihat Pemuda tersebut dengan tatapan waspada. Sementara sang Pemuda yang di tatap, justru menampilkan wajah bodohnya. Pemuda tersebut menatap sekelilingnya, ada yang bersayap kelelawar ada yang bersayap gagak.
"M-Manusia bersayap?" ucapnya tergagap dan terkejut. "Di mana aku sekarang?" Teriaknya panik sambil mendongak ke atas.
Nampak 2 kelompok tersebut menatap Pemuda tersebut dengan pandangan aneh. Bagaimana tidak baru saja muncul dan kemudian berteriak gak jelas membuat mereka semua Sweatdrop.
"Kalian cepat habisi mereka semua?" teriak lantang pemimpin kelompok manusia bersayap gagak a.k.a Malaikat Jatuh kepada anak buahnya. Dan langsung di respons dengan terciptanya tombak cahaya di tangan anak buahnya. Mereka pun langsung melesat ke arah kelompok manusia bersayap kelelawar.
Gadis pemimpin kelompok Manusia kelelawar a.k.a Iblis pun merespon cepat. "kalian bersiaplah bertempur..." Ucapnya dan langsung diberi anggukan oleh 3 orang kelompoknya, memang kelompok iblis tersebut hanya berisi 4 orang, sementara musuhnya ada 21 orang termasuk sang pemimpin.
Sementara itu seonggok manusia yang teriak teriak tidak jelas tadi langsung merespon dengan berlari menghindari banyak tombak cahaya yang diluncurkan ke tanah. Dengan kocar Kacir dia terlihat panik dan menjauh dari arena pertarungan, namun sepertinya dirinya tidak beruntung pasalnya ada 2 Malaikat jatuh yang tetap mengejarnya.
Dengan tetap berlari menjauh 2 Malaikat jatuh tersebut tetap mengejarnya. Hingga akhirnya "Kagebunshin no Jutsu..." teriaknya dan muncullah 2 orang yang mirip dengannya Langsung membuat 2 buah bola energi berwarna biru.
"Rasengan..."
Ucap kedua Klon tersebut melompat ke arah 2 Malaikat Jatuh dan menghantamkan Jurusnya tepat di perut.
'Blaaarr'
Kedua 2 Malaikat Jatuh tersebut dengan naas terlempar akibat terkena Rasengan hingga menabrak pohon tak jauh di belakang mereka. 2 Malaikat jatuh tersebut terlihat pingsan dengan mengenaskan.
'Boofft'
'Boofft'
2 Klon tadi pun menghilang. Dia pun melihat di depannya pertarungan yang tidak seimbang antara 2 kelompok tersebut. Kelompok Iblis terlihat kewalahan karena kalah jumlah, walaupun terlihat 2 gadis berambut berbeda warna kuat menghadapi 3-4 Malaikat jatuh.
"Ini benar-benar tidak seimbang..." Ucapnya, "Tapi siapa yang benar di antara kelompok tersebut?" Lanjutnya. "Aaaarrrgh... Aku harus bagaimana? Aku harus Membantu yang mana?" Teriaknya frustrasi melihat pertarungan di depannya. Namun tiba-tiba dia tersenyum seperti mendapat ide. Terlihat dia Diam dan tak lama terlihatlah di matanya seperti mata seekor katak. Dengan tersenyum dia pun melesat ke arah pertarungan.
Terlihat Pemuda iblis berambut pirang yang sedang menggenggam pedang nampak kuwalahan dengan musuhnya, di sisinya juga terlihat gadis berambut putih juga nampak sama. Dengan jumlah yang tak seimbang mereka berdua nampak pasrah dengan keadaan yang memojokkan mereka.
"Taju Kagebunshin no Jutsu..." Teriak seseorang dan Muncullah banyak Pemuda berambut Kuning berjaket orange compang camping yang Jumlahnya banyak langsung menerjang dan menghajar Manusia bersayap Gagak a.k.a Malaikat Jatuh.
"Heyaaa..." teriak Semua Klon tersebut. Bantuan akhirnya datang, begitulah yang ada dipikiran 2 iblis yang terpojokkan tadi. Sementara Gadis berambut merah dan biru tua nampak tak percaya Ada banyak Pemuda berambut kuning yang baru muncul tadi membantu mereka menghajar atau lebih tepatnya mengalahkan kelompok Manusia Gagak a.k.a Malaikat Jatuh.
Wajah yang tadinya santai kini terlihat Marah melihat semua anak buahnya sudah tumbang. Ya seseorang yang berada di Singgasana melayang kini menampakkan raut wajah tidak senang. Perlahan terciptalah tombak cahaya raksasa di tangannya dan
'Blaaaarr'
Dia melemparkannya ke bawah tepat ke kumpulan Klon Pemuda berambut Orange dan terciptalah ledakan yang cukup besar yang mampu menghilangkan semua Klon tersebut.
"Kalian akan Kuhabisi kalian semua..." Teriaknya terbang dan langsung kembali membuat tombak cahaya. Sementara itu Pemuda berambut kuning yang asli kini berada di depan 2 Iblis yang hampir mati tadi. Tak lama 2 Gadis iblis lainnya turun di dekat Pemuda kuning tersebut.
"Kenapa Pemuda-san membantu kami?" tanya Gadis berambut merah. Sementara gadis kecil berambut putih nampak terkejut, dia merasakan sesuatu yang sama dengan dirinya pada Pemuda tersebut. Ya, energi senjutsu yang menyelimuti tubuh Pemuda tersebut sangat Kuat dan Hangat.
"Bagaimana ya menjawabnya? Aku merasakan tidak ada Niat Jahat pada diri kalian, dan sebaliknya.. Dia (Pemimpin Malaikat Jatuh) memiliki maksud yang tidak Baik.." Jawab Pemuda tersebut sedikit tersenyum dan tetap serius yang membuat Gadis berambut biru tua nampak takjub melihatnya.
"Apa kalian baik-baik saja?" Lanjut Pemuda tersebut menatap satu persatu Manusia bersayap kelelawar a.k.a Iblis tersebut dan di jawab anggukan oleh mereka semua. "Sepertinya kalian sedikit kelelahan... Biar aku saja yang menghadapinya" Ucapnya mantap sambil melihat ke depan ke arah Pemimpin Malaikat jatuh yang dengan cepat melesat ke arahnya.
"Aku akan ikut-..." Ucapan seorang berambut biru tua harus terhenti ketika Gadis berambut merah nampak menghalanginya dengan melebarkan tangannya. Mereka pun nampak saling bertatapan namun akhirnya Gadis berambut biru menuruti Gadis berambut merah.
"Kagebunshin no Jutsu..." Ucap Pemuda tersebut melompat dan membuat klon yang dia gunakan sebagai pijakan untuk melontarkannya ke arah Malaikat Jatuh tersebut. Muncullah sebuah Bola energi biru di tangan kanan Pemuda tersebut, sementara itu Malaikat Jatuh itu pun mengarahkan tangan yang memegang tombak cahaya ke depan, begitu juga Pemuda berambut kuning. Jarak mereka pun semakin dekat dan
'Blaaaarr'
Terjadi ledakan di udara ketika 2 Jurus saling bertemu hingga membuat 2 orang yang membuat jurus terpelanting ke arah yang berlawanan.
'Braaakk/Boom'
Suara kedua pengguna jurus tadi mendarat. Sang Malaikat jatuh nampak terjatuh menabrak pohon sementara Pemuda berambut kuning terjatuh ke tanah. 4 Iblis yang melihat pertarungan nampak dengan serius mengobservasi pertarungan tersebut. Gadis berambut biru tua nampak menatap was was pertarungan itu karena bagaimana pun yang dihadapi Pemuda itu adalah salah satu Petinggi Malaikat Jatuh, dan dia juga menyadari bahwa Pemuda itu manusia biasa yang bisa dia bilang mempunyai kekuatan yang Unik dan menarik.
Terlihat 2 orang yang bertarung tadi kembali berdiri, nampak wajah kurang senang terlihat dari Malaikat jatuh, sementara Pemuda itu terlihat sedikit mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
"Kau Lumayan juga manusia rendahan..." Teriaknya dengan meningkatkan seluruh kemampuannya hingga tanah yang ia pijak hancur. Sementara itu sang Pemuda nampak sedikit terkejut merasakan peningkatan kekuatan tersebut. Namun dengan waspada dia berlari melemparkan kunai ke arah Malaikat Jatuh yang sekarang melesat ke arahnya. Dengan lambat terciptalah bola energi biru di tangan Pemuda itu lagi. Sementara itu Malaikat jatuh dengan lambat menghindari kunai dan menciptakan 2 tombak cahaya di kedua tangannya.
Dengan perlahan terlihat bola energi di tangan Pemuda tersebut yang berhadapan dengan tombak cahaya Malaikat jatuh, namun di tangan lain Malaikat jatuh tersebut masih ada tombak Cahaya yang mengarah ke kepala sang Pemuda. Terlihat seringaian wajah Malaikat Jatuh tersebut merasakan dia akan berhasil mengalahkan sang Pemuda namun
'Swuuush'
Satu detik sebelum tombak tersebut mengenai wajah sang Pemuda, sebuah kilatan kuning menandakan sang Pemuda sudah hilang dari hadapannya, Nampak di terlihat terkejut. Belum selesai rasa keterkejutannya dia Harus merasakan punggung dan sayapnya robek akibat bola energi tadi.
"Rasengan..."
Itulah ucapan yang sempat dia dengan dari Pemuda yang menghilang dari serangannya tadi dan muncul di atas punggungnya.
'Booomm'
Suara Malaikat Jatuh menghantam tanah akibat dari serangan sang Pemuda. Nyeri dan Sakit ia rasakan di punggungnya akibat serangan Bola energi dari Pemuda tersebut. Dengan bersusah payah dia mencoba berdiri, namun sudah disuguhi sebuah, tendangan yang keras hingga.
'Brraaakk'
Dia menghantam sebuah pohon hingga tumbang. Dia merasakan beberapa tulang rusuknya patah Akibat tendangan Pemuda tersebut. Kuat itulah yang ada di pikirannya merasakan tendangan dan serangan dari Pemuda tersebut.
Dengan Senyum putus asa dia Bisa melihat sang Pemuda sekarang ada di depannya.
"Tak kusangka ada Manusia yang Kuat..." Ucapnya lirih di sela sakitnya. "Padahal aku hampir setiap hari membunuh manusia karena bosan dengan dunia ini... Hahaha" Lanjutnya tertawa bahagia, Namun terlihat Pemuda tersebut menegang, tangannya terkepal.
'DEG'
Malaikat Jatuh pun kaget merasakan Killing intens yang dimiliki Pemuda tersebut. Dia nampak tak percaya yang ia lihat sekarang. Mata, sebuah Mata dari Binatang atau Monster yang siap menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya. Mati, itulah yang ada di pikirannya saat ini melihat tatapan mata dari Pemuda yang ada di hadapannya.
'Swiiiing'
Suara seperti baling-baling yang berputar cepat mengalihkan pandangan sang Malaikat Jatuh, dia melihat di tangan kanan Pemuda itu terdapat sebuah bola energi lagi namun berbentuk lain terlihat seperti ada energi berbentuk kincir yang berputar di sekitarnya. Tangan tersebut nampaknya sudah siap menghantamkan ke kepalanya, namun.
"Berhenti Pemuda-san..." Ucap interupsi dari Gadis berambut merah yang tak jauh darinya. "Jika kau membunuh petinggi malaikat jatuh maka akan terjadi lagi Perang besar antar Fraksi.." lanjutnya memberitahu sang Pemuda, Nampak sang Pemuda Mengurungkan niatnya terlihat dari Bola energi tersebut terlihat semakin memudar.
Dengan perlahan dia menengok ke arah Gadis rambut merah untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Sementara itu sang Malaikat jatuh, dirinya merasa terselamatkan, dia tidak jadi mati sekarang. Merasakan ada kesempatan ketika dia melihat sang Pemuda lengah tangan kanannya mendapati sebuah batu yang cukup besar di tangannya. Dengan cepat,
'Buukkh'
Suara batu yang dihantamkan sang malaikat jatuh kepada Pemuda berambut kuning yang saat ini tengah lengah. Terlihat Pemuda itu melebarkan matanya terkejut ketika ada benda yang menghantam kepala bagian belakangnya. Tak jauh berbeda 4 Iblis yang menatap padanya juga sama, bahkan Gadis berambut biru terlihat menutup mulutnya.
"Si-Sialan.." Gumam Pemuda tergagap sebelum terjatuh pingsan. Sementara Malaikat jatuh terlihat menyeringai senang karena Pemuda yang berhasil menyudutkannya kini terbaring tak berdaya.
"Hahaha.. Rasakan itu manusia Sialan..." Ucapnya dengan tawa kemenangan, "Lain kali kalian akan kuhabisi..." Lanjutnya mulai menghilang dengan lingkaran sihirnya.
''Pemuda-san..." Teriak Gadis berambut biru berlari mendekati Pemuda yang Kini pingsan di tanah. Nampak ketiga rekannya juga mendekat, Tak lama kemudian Terlihat mereka juga membuat sihir, sang Pemuda terlihat berada di dekapan Gadis berambut biru tua dan mereka pun lenyap bersamaan dengan hilangnya lingkaran sihir.
.
.
Sasuke yang melihat secara langsung isi pikiran Rias nampak sedikit marah. "Kurang ajar... Si brengsek itu, Jika bertemu lagi akan kupastikan dia menghilang dari dunia ini..." Ucapnya sambil mengepal erat tangannya. Sementara itu Rias nampak De ja vu dengan ingatannya tersebut, dia merasa sedih dan senang di saat bersamaan. Sedih karena Pemuda itu kini meninggalkannya dan senang karena itu adalah pertemuan pertamanya, Pertemuan yang membuatnya seperti Putri Dongeng ketika saat terdesak datanglah sang Pangeran berkuda yang datang untuk menyelamatkannya.
.
.
Ingatan Rias pun berganti, kini terlihat Pemuda kuning berada di ranjang sedang tertidur dengan tenang dan damai. Terlihat Juga wanita berambut Merah sedang menungguinya di samping tempat tidur. Tak berapa lama mata sang Pemuda terlihat mengerjap tanda dia sudah kembali sadar.
Pemuda tersebut nampak mengedarkan pandangannya melihat sekitar ruangan hingga ia melihat Gadis berambut merah Menatapnya. Mereka sedikit lama saling pandang hingga.
"Ara-ara Pemuda-san kau sudah bangun rupanya..." dua insan yang saling pandang tersebut nampak kaget dan mengalihkan pandangannya. Sementara itu orang yang berkata tadi berjalan masuk dengan nampan yang berisi semangkuk makanan. Pemuda tersebut nampak kaget dan takjub dengan makanan yang dibawa Oleh Gadis Berambut biru tua yang baru masuk.
"Sepertinya kau lapar..." Ucap Gadis berambut biru tua dengan tersenyum hangat ke arah Pemuda tersebut. Dengan wajah sedikit merah + garuk garuk kepala yang tidak gatal sang Pemuda terlihat tersenyum grogi.
"Terima Kasih..." Ucapnya sambil memakan semangkuk Ramen yang di bawa Gadis berambut biru tua tadi. "Bagaimana anda tau aku ingin sekali makan ramen? Hmm Menma (Campuran dalam ramen yang terbuat dari rebung/bambu muda) ini lezat sekali" tanya sang Pemuda pada Gadis berambut biru tua. Sang Gadis terlihat tersenyum geli melihat Pemuda itu memakan ramennya. "Ara ara... bagaimana ya? Ah, bagaimana jika tadi waktu tidur Pemuda-san terus saja berkata ramen ramen dan ramen hingga bantal pun kau kunyah..." Jawabnya dengan wajah tanpa dosa hingga membuat.
'Uhhukk.. Uhhukk'
Sang Pemuda nampak terbatuk karena malu dengan apa yang dibicarakan Gadis berambut biru tua. Sementara itu Gadis berambut merah dengan sigap memberikan segelas air putih. Cepat cepat sang Pemuda meminum air tersebut untuk melancarkan tenggorokannya.
"Hihihi...Kau benar-benar lucu Pemuda-san.." Lanjut Gadis berambut biru tua tertawa geli. Sementara itu sang Pemuda terlihat memerah malu. Sementara itu Gadis berambut merah juga terlihat sedikit tertawa.
.
.
Sasuke yang melihat adegan ini nampak begitu cengo, Bagaimana bisa seorang Pemuda berambut kuning a.k.a Uzumaki Naruto bersikap malu-malu di depan wanita. Demi Kolor mbah buyut Madara dia benar-benar ingin Muntah melihat hal tidak wajar itu. Dia pun mengalihkan pandangannya pada Rias. Dia terkejut, Gadis tersebut terlihat menatap sedih Gambaran ingatannya sendiri.
.
.
Kembali ke Gambaran ingatan rias, Kini terlihat Pemuda berambut Kuning berada di ruangan seperti ruang tamu, duduk di sofa dihadapkan dengan 4 orang, 3 di antaranya perempuan dan 1 laki laki. Dia terlihat menelan ludah ia seperti sedang berada disidang oleh orang orang di depannya.
"Ehem... Kau sudah baikkan sekarang Pemuda-san?" Tanya basa basi Gadis berambut merah pada Pemuda berambut kuning di depannya. Sang Pemuda nampak tersenyum dan mengangguk tanda iya.
"Syukurlah... Jadi sebenarnya Anda ini siapa? Dari mana? Dan Bagaimana bisa ada di arena pertempuran waktu itu?" Berondong pertanyaan dilontarkan oleh Gadis berambut Merah.
"Oh ya Aku adalah..." Jawab Pemuda itu nampak menggantung dan kemudian terdiam. Dia terlihat mematung, sementara itu Gadis berambut merah dan yang lainnya nampak antusias menunggu jawaban dari Pemuda berambut kuning di depannya.
"A-Aku adalah... A-Are, Aku ini siapa? Ke-Kenapa aku berada di sini? D-dan kalian ini siapa?" Ucapnya bingung karena dia baru sadar dia juga tidak tau siapa dirinya dan kenapa dia ada di sini.
"Hihihi.. Anda lucu Pemuda-san..." Tawa geli Gadis berambut biru tua merasa bahwa Pemuda di hadapannya ini sedang bercanda. 3 orang lainnya juga terlihat tersenyum.
"Bukannya anda datang ke pertempuran membantu kami..." Lanjut Gadis berambut merah dengan tersenyum ramah. Sang Pemuda terlihat kebingungan.
"P-Pertempuran? Menolong kalian? Apa yang kalian bicarakan?" Tanyanya bingung.
"Ehhhh..." Respon ke empat orang yang ada di hadapannya.
"Aku tidak mengerti yang kalian bicarakan..." Lanjut Pemuda berambut Kuning.
"A-Ara ara Pemuda-san pasti bercanda..." Ucap Gadis berambut biru tua agak tergagap. Sementara itu sang Pemuda menatap ke empat orang di depannya dengan wajah serius.
Gadis kecil berambut putih nampak sedikit membulatkan matanya. "Bucho, Mungkinkah dia hilang ingatan?" Ucapnya Lirih pada Gadis Berambut Merah. "Ehhh..." Respon kaget dan menoleh ke arah Gadis berambut putih.
"Mungkin saja itu terjadi... Melihat terakhir kali kepalanya terhantam batu" Lanjut seorang Pemuda satu-satunya di kelompok tersebut. Mereka berempat pun saling berpandangan hingga akhirnya mengangguk mendapati kesimpulan bahwa Pemuda di hadapannya hilang ingatan.
"Bagaimana kita bisa mengetahui yang sebenarnya jika dia sendiri hilang ingatan.. huuh" Gumam Gadis berambut merah pada kelompoknya. "Lebih rumitnya, bagaimana kita memanggilnya sekarang?" Lanjutnya.
"Ara ara.. Bagaimana jika kita panggil dia Menma? Sepertinya dia cocok dengan nama itu karena dia suka Menma.." Usul Gadis berambut biru tua setelah ingat saat Pemuda itu sadar, Pemuda itu berkata bahwa dia suka Makan Ramen bercampur Menma.
"Mungkin yang dikatakan Akeno benar.." Ucap Gadis berambut merah menyetujui Usul Gadis berambut biru tua a.k.a Akeno. Gadis berambut putih dan laki-laki berambut pirang nampak menyetujuinya.
Sementara itu Pemuda yang sedang dibicarakan nampak berpikir keras tentang siapa dirinya. Dia tidak sadar jika Gadis berambut biru tua sekarang sudah duduk di dekatnya.
"Menma-kun..." Ucapnya manja memanggil Pemuda yang sedang berpikir keras tersebut hingga terlonjak kaget.
"Me-Menma? Ore (aku)?" Ucapnya sambil menunjuk wajahnya sendiri.
"Iya, namamu Menma... Untuk sementara kami memanggilmu Menma sampai Pemuda-san ingat kembali siapa, dari mana dan mengapa Pemuda-san bisa berada di pertempuran waktu itu..." Jelas Gadis berambut merah Kemudian berdiri.
Sang Pemuda yang dipanggil Menma nampak sedikit berpikir hingga "Emm.. Baiklah, Nama Menma tidak buruk juga... Salam Kenal" Balasnya sambil tersenyum hangat.
"Ara ara... Namaku Himejima Akeno panggil saja Akeno, Salam kenal Menma-kyun..." Ucap Gadis berambut biru tua sedikit dibuat imut yang membuat Menma sedikit memerah.
"Aku Rias Gremory... Biasanya aku dipanggil bucho tapi khusus untukmu panggil aku Rias, salam kenal" Lanjut Gadis berambut merah memperkenalkan diri dengan tegas.
"Namaku Yuuto Kiba Panggil Kiba saja, Salam Kenal" Lanjut satu satunya lelaki di kelompok itu dengan tersenyum hangat.
"Toujo Koneko desu..." Ucap singkat Gadis kecil berambut putih memperkenalkan diri.
"Hai', yoroshiku..." Ucap Lantang Menma menanggapi perkenalan tersebut. "Oh, ya ngomong ngomong pertempuran? Pertempuran apa yang kalian maksud?" Tanya Menma belum paham apa yang mereka maksud pertempuran.
"Ah, Itu... Sebenarnya kami bukanlah manusia..." Ucap Rias serius menatap Menma. "Sebelumnya anda sudah mengetahuinya ketika menolong kami... Kami adalah... Iblis" Ucapnya memberitahu Menma dan diakhiri dengan munculnya sayap kelelawar di punggung mereka berempat.
Menma nampak kaget dan cengo melihat makhluk di depannya. Iblis, mendengar kata itu langsung membuat bulu kudu nya merinding. Dia menatap Horror ke arah Rias, Kiba Koneko dan yang terakhir Akeno yang ada di sampingnya. Sedikit sedikit dia menjauhi Akeno yang paling dekat dengannya.
"I-Iblis..." Gumam Menma takut. "Ku-Kumohon jangan makan aku No-Nona Iblis Akeno-san..." Ucapnya gagap sambil memperhatikan Akeno yang semakin mendekatinya. Dia pun semakin memundurkan tubuhnya.
"Dagingmu kelihatannya sangat lezat Menma-kun... kau akan ku makan, Gwaarrr" Kata Akeno terlihat serius menakutkan dan diakhiri dengan raungan.
"Gyaaaaa..." Menma yang sudah ketakutan nampak melonjak kaget dan bersembunyi di balik sofa.
"Pfffftt... Hihihihihi kau lucu sekali Menma-kun" Lanjut Akeno tertawa lepas. Sementara itu Rias juga terlihat geli melihat tingkah laku Menma.
"Hoi, Menma-san keluarlah Akeno-senpai hanya bercanda..." Ucap Kiba yang merasa kasihan melihat Menma terlihat menggigil ketakutan dibalik sofa. Dengan takut takut Menma mengintip dan dapat dia lihat Rias Akeno Kiba dan Koneko tersenyum padanya. Dia pun terlihat bernafas lega. Tapi
"Tu-tunggu dulu... Jika di pertempuran aku membantumu? Jangan-jangan..." Ucapnya menggantung dengan wajah yang sudah seperti orang mati.
"Pffffttt... Hihihihi... Kau memang lucu Menma-kun..." Jawab Rias melihat Menma yang sudah panik. Menma pun nampak masih terdiam dengan tampang tidak mengerti.
"Percayalah, Menma-kun itu masih manusia... Jika Iblis pasti Kami sudah menyadarinya" Lanjut Rias masih terlihat tersenyum geli. Menma pun nampak paham dan tersenyum, tapi terlihat luntur lagi senyum tersebut.
"Tapi bagaimana aku bisa menolong kalian para Iblis?" Tanyanya bingung.
"Sepertinya Menma-kun memiliki kekuatan unik walaupun seorang Manusia..." Jawab Akeno sambil terlihat berpose berpikir. Terlihat Menma masih ragu dan berpikir tentang jawaban dari Akeno.
"Menma-san... kemarilah" Ucap Gadis Kecil berambut Putih yang sekarang sedang berdiri. Merasa tidak mengerti Menma pun berdiri mendekati Koneko.
"Ada ap-" Ucap Menma terhenti ketika Koneko telah bersiap dengan sebuah pukulan
"Hiyaaa.."Teriak Koneko mencoba memukul Menma di hadapannya dan
'Swuuussh'
Dengan tiba-tiba atau lebih tepatnya refleks Menma melompat ke atas. Dan Bisa kita lihat Menma terlihat waspada dan entah kenapa ruangan jadi terbalik.
"Are..." Ucapnya merasa ada yang aneh ruangannya jadi terbalik. Menma sekarang sedang menapakkan kakinya di langit-langit ruangan tersebut. Dia tampak kaget dan bingung, sementara 4 orang di bawahnya justru tersenyum padanya.
.
.
Sasuke pun menghela nafas setelah melihat kejadian sebenarnya tentang Naruto yang hilang ingatan hingga berganti nama menjadi Menma. Terlihat sebentar dia memijit pelipisnya, mungkin dia sedikit pusing dengan ingatan orang di sampingnya itu.
.
.
Gambaran ingatan Rias pun kembali berganti sekarang terlihat Malam, Menma Rias dan Akeno sedang berada di semak-semak. Hayo, ngapain hayo malam malam di semak-semak? Pada ngeres Reader-san.
Terlihat mereka bertiga sedang mengawasi 2 orang berbeda gender yang sedang err.. bermesraan. Pemuda berambut Cokelat dengan Gadis berambut hitam panjang sedang duduk di bangku taman.
"Akeno-san kenapa kita mengintip orang yang sedang pacaran?" Tanya Menma pada Akeno yang juga sedang melihat Issei dan Pacarnya Kecan. Sementara Akeno yang ditanyai 'Mengintip' pun terlihat tersenyum jahil.
"Ara ara... Apa kau lebih senang Mengintipku yang sedang mandi Menma-kun?" Balas Akeno mendekatkan wajahnya ke telinga Menma yang membuatnya terlihat kaget dan memerah. "A-Apa yang kau bicarakan Akeno-san..." Balasnya terlihat gagap dan membantah perkataan Akeno tersebut, yang justru membuat Akeno tersenyum geli.
Sementara Rias terlihat sedikit tertarik dengan pembicaraan Akeno dan Menma, namun dia menahannya dengan tetap memperhatikan Issei. Dan hal yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Tiba-tiba Gadis teman kencan Issei menunjukkan wujud Aslinya. Mempunyai sayap gagak gadis tersebut nampak tersenyum angkuh pada Issei.
Gadis gagak a.k.a Malaikat Jatuh tersebut nampak membuat tombak cahaya dan melemparkannya. Dan tepat mengenai salah satu kaki Issei, hingga membuat sang Pemilik kaki terjatuh dan mengerang kesakitan.
Sementara itu Rias dan Akeno tetap diam melihat hal tersebut, Menma jangan ditanya dia sudah terlihat tidak tahan dengan itu semua. Dengan tangan mengepal dia pun tanpa aba-aba langsung melompat ke tempat Issei.
Yuuma a.k.a Raynare tampak begitu senang melihat targetnya merintih kesakitan. Dia pun kembali membuat tombak cahaya di tangannya. Issei pun nampak masih mengerang kesakitan, dia sudah mulai tak sadarkan diri perlahan pandangannya mengabur.
Menma yang melompat dari tempatnya mengintip, err maksudnya mengawasi tadi tidak sadar jika lompatannya begitu jauh. Melihat Malaikat Jatuh itu membuat tombak cahaya lagi, entah dirinya begitu marah hingga tiba-tiba muncul Bola energi yang lama kelamaan membesar dan memadat di tangannya. Reflek dia pun mengarahkannya ke depan ke arah Raynare.
Sementara itu Raynare yang sudah siap melemparkannya ke Issei harus dikagetkan dengan adanya Manusia yang menerjang ke arahnya dengan memegang Bola energi berwarna biru.
"Kyaaaa..." Jeritnya dan
'Blaaarr'
Bola energi tersebut beradu dengan tombak cahaya yang mengakibatkan ledakan. Menma dan Raynare pun nampak terpental akibat ledakan tersebut. Rias dan Akeno dari kejauhan terlihat kaget ketika Menma bisa mengeluarkan Bola energi itu lagi. Mereka pun segera melesat ke arah Issei dan Menma berada.
"Ittai..." Ucap Menma Karena mendarat dengan tidak elitnya di tanah yang keras. Sementara itu Raynare terlihat kaget melihat wajah Menma, dia seperti melihat hantu yang akan memakannya. Dengan wajah ketakutan Raynare pun kabur terbang pergi tanpa tau tujuan.
"Hoi, Matte... " Teriak Menma kemudian melompat dari pohon ke atap rumah, memburu Raynare. Rias dan Akeno yang baru datang nampak harus menahan amarahnya ketika melihat Menma dengan sembarangan pergi mengejar Malaikat jatuh.
"Akeno cepat susul Menma..." Ucap Rias pada Akeno untuk menyusul Menma yang pergi mengejar Raynare. Akeno pun segera pergi terbang menyusul Menma. Sementara itu Rias terlihat melakukan ritual pada Issei.
.
.
Sasuke pun tampak menghela nafas dengan ingatan yang Rias miliki sejauh ini. Dia masih tetap mengorek informasi dari ingatan Rias.
.
.
Kali ini Scene terjadi di sebuah sekolah, terlihat banyak murid berlalu lalang. Sekolah yang membuat Sasuke mengernyitkan dahinya. Sepertinya Jam istirahat sedang berlangsung, terbukti banyaknya murid yang keluar kelas mencari makanan atau memakan bekalnya yang mereka bawa dari rumah.
Namun, terlihat seseorang yang mencurigakan, seorang Pemuda berambut kuning bukan siswa sekolah tersebut sedang mengintip atau lebih tepatnya mengendap endap. Dia mengikuti Gadis berambut merah dan beberapa temannya yang sedang bercengkrama di lorong sekolah.
Terlihat Pemuda tersebut membawa setangkai bunga mawar dan terus membuntuti Gadis berambut Merah. Gadis berambut merah dan teman-temannya tadi bukannya tidak sadar tapi memang membiarkannya.
Rias dan teman-temannya yang merasa risih pun pergi ke kantin, dan taraa.. di sana begitu banyak manusia yang memungkinkan mereka untuk kabur dari Stalker tersebut. Dan hal yang mereka lakukan pun berhasil. Nampaknya Pemuda berambut kuning terlihat kewalahan dengan. Dan Akhirnya Pemuda tersebut terlihat tertinggal oleh Gadis berambut merah.
Di toilet Perempuan, terlihat Gadis berambut merah dan teman-temannya sedang membersihkan diri atau pun ada yang berdandan. Terlihat Gadis berambut merah bernafas lega.
"Hei hei... Pemuda tadi benar-benar Kimochi warui (Menjijikan)... Terus mengikuti kita" Ucap salah satu Gadis. "Benar, dari tadi mengikuti Onee-sama..." Ucap yang lainnya. "Benar, kenapa Onee-sama tidak menegurnya?" tanya yang lainnya.
Pemuda berambut kuning yang kehilangan jejak Gadis berambut merah pun nampak bingung, sekarang dia berada di depan toilet cewek, hingga dia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya.
'DEG'
"T-Tidak mungkin... Kenal saja tidak?" Ucap Gadis yang suaranya familiar bagi Pemuda berambut kuning. "Lagipula tidak mungkin Onee-sama kenal ataupun suka dengan Stalker seperti Pemuda tadi.." Balas gadis lainnya di dalam. "I-Itu tidak mungkin..." Ucap kembali suara yang familiar.
Tanpa sadar wajah kecewa menghiasi Pemuda tersebut, dirinya pun tidak sadar jika di belakangnya ada gadis berambut biru tua. Setangkai bunga yang di bawanya tadi pun terlihat terjatuh. Dengan wajah menunduk Pemuda tersebut berbalik badan dan berjalan cepat mengabaikan Gadis berambut biru tua.
"M-Menma-kun... Tunggu Menma-kun..." Ucap Gadis berambut biru tua a.k.a Akeno. Dari dalam toilet terlihat Gadis berambut merah terlihat membulatkan matanya mendengar suara dari luar toilet. Dengan segera dia keluar mengabaikan teman-teman gadisnya.
"Rias..." Ucap Akeno terlihat marah melihat Rias yang baru saja keluar dari dalam toilet. Rias pun nampak kaget melihat Akeno. "Akeno... Di mana Menma-kun?" tanya Rias panik melihat tidak ada Menma.
Baru akan berjalan tanpa sengaja dia menginjak sesuatu, dia menginjak setangkai bunga. Dia pun terlihat terkejut melihat bunga tersebut, di bagian pangkalnya terdapat sebuah kertas. Terdiam, itulah yang dia lakukan sekarang, ia terdiam setelah melihat tulisan di kertas tersebut.
"Apa yang barusan kau katakan pada Menma, Rias?" tanya Akeno marah melihat pangerannya di buat sedih oleh sahabatnya. Terlihat Rias meremas kertas yang ada dengan mata yang berkaca-kaca dia pun pergi mencari perginya Pemuda tersebut mengabaikan pertanyaan Akeno.
Dengan kemampuan Iblisnya Rias bisa dengan mudah merasakan ke mana Menma pergi. Dengan cepat dia pun berlari mengejar Menma yang sepertinya berlari ke arah ruang klub mereka. Dengan cepat dia mencoba menghentikan laju lari Menma mengabaikan sapaan dari siswa-siswa sekolahnya.
Kini terlihat Menma memegangi dadanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia terlihat putus asa, sesekali mengumpat. Tak jauh darinya terlihat Issei sedang santai beristirahat.
"T-Tunggu Menma-kun... aku bisa menjelaskan semuanya" Ucap gadis berambut merah a.k.a Rias mencoba menghentikan Menma agar tidak berlari lagi. Dengan perlahan Rias mendekati Menma. Issei yang tak jauh dari situ terlihat bengong.
"Tak perlu kau jelaskan aku sudah tau apa artinya..." Ucap Menma berbalik dan terlihat tersenyum, walaupun dalam senyum tersebut terlihat ada cairan yang mengalir dari sudut matanya. Rias pun terkejut dia tidak bisa berkata apapun karena baru pertama kali melihat seorang Pemuda yang tersenyum dalam tangisnya.
"Aku akan pergi dari kehidupanmu... Maafkan aku, Sayonara" Ucapnya lirih diakhir kalimatnya walaupun masih dengan senyum yang indah namun menyayat hati bagi Rias dan bagi Gadis berambut biru tua di belakang pohon dekat Rias. Perlahan Menma pun menghilang seperti terbakar api sedikit demi sedikit (Sunshin Elemen).
"Ja-Jangan pergi... Tu-tungu.. Kumohon jangan pergi..." Ucap Rias terbata dan Menangis sedih mencoba menghentikan Kepergian Menma. Namun terlambat, Menma sudah hilang dari hadapannya, "Menma-kun..." Teriaknya Menjerit histeris, Rias pun menangis sekeras-kerasnya di tempat itu, tak jauh berbeda dengan Akeno yang memilih menangis terdiam di balik pohon itu, Sementara di tempat Issei terlihat dia mengepalkan tangannya kuat kuat.
.
.
Sasuke pun kembali menghela nafas melihat kejadian tersebut. Tak tau apa yang harus dia katakan atau lampiaskan pada Gadis berambut merah di sampingnya. Dia pun menengok Ke samping, ke arah Gadis berambut merah, dia melihat Rias masih menyesali apa yang pernah dia lakukan. Itu terlihat dari cairan yang mengalir dari sudut matanya.
'Ctik'
Sasuke dan Rias pun kembali ke dunia nyata. Terlihat Rias mengeluarkan air mata walaupun berada di dunia nyata, sementara Sasuke terlihat speechless. Dia memilih diam setelah melakukan Flashback panjang (Di dalam Genjutsu) walaupun kenyataannya mereka hanya diam selama 30 detik.
"Hiks... Hiks... Hiks... Ma-Maafkan aku" Gumam Rias dengan tangis yang mulai pecah mengingat hal yang tak kan pernah terlupakan olehnya, suat kesalahan terbesar yang pernah ia buat dalam hidupnya. Sementara itu Akeno lebih memilih diam walaupun dalam hatinya juga merasa sakit.
Sona Tsubaki dan yang lain yang tidak mengetahui apa-apa pun terlihat memilih diam. Mereka merasa diam adalah pilihan terbaik untuk saat ini.
Di Suatu Tempat
Di ruangan yang begitu gelap terlihat sebuah penjara yang ukurannya sangat sangat besar. Mungkin hanya Raksasa yang bisa dikurung dipenjara besar tersebut. Sekelebat terlihat Suatu objek besar sedang meringkuk, atau lebih tepatnya dikurung sesuatu berwarna hitam pekat. Terlihat objek tersebut berwarna Orange Seperti seekor binatang.
'Criik'
'Criik'
Terdengar suara Orang yang berjalan dalam genangan air. Suara tersebut terdengar semakin mendekat, lama kelamaan terlihatlah bayangan hitam seperti Manusia yang mendekat ke arah Binatang berwarna Orange tersebut. Bayangan hitam tersebut terlihat tersenyum menyeringai melihat binatang Orange tersebut menatapnya tajam dan mulai memberontak. Perlahan kelopak matanya terbuka dan menampilkan Mata berwarna merah menyala dengan pupil membelah di tengah.
.
.
"Sebentar lagi..." Ucapnya dengan nada berat
.
.
.
.
.
.
"Aku akan bebas..."
.
.
.
TBC
.
.
Yosh, jika ada kata/jurus/nama/kekuatan atau apapun itu yang salah saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya...
Maaf Menunggu Lama... Semoga terhibur walaupun agak pendek Chapternya ^_^
Gomenasai, dan terima kasih..
