Tittle : Precious Love

Author : KyuGyu

Cast : Xi Luhan

Kim Minseok (Xiumin)

And others

Disclaimer : Mereka milik Tuhan YME, Diri mereka sendiri, keluarga mereka, agensi mereka, dan

Fans mereka. Gyu Cuma punya ceritanya aja .

Rate : T/M

Warning : EYD yang tidak sesuai, BL, Typo yang bertebaran,dll.

Chapter 7

"Minseok-ah ….saranghae"

Mata Minseok membulat mendengar perkataan Luhan. Jantungnya berdetak cepat hingga membuat dadanya terasa sesak, namun entah mengapa ia tidak merasakan sakit akibat rasa sesak tersebut tapi ia justru merasa bahagia dan hangat memenuhi rongga dadanya.

"Minseok-ah..jadilah kekasihku" bisik Luhan dengan suara rendahnya.

Minseok menutup matanya, mencoba untuk berpikir jernih di tengah pikirannya yang kacau dan detak jantungnya yang tak beraturan. Jarak diantara keduanya sama sekali belum berkurang. Minseok masih bisa merasakan kening dan hidungnya bersentuhan dengan milik Luhan, juga tangan Luhan yang dingin namun menghasilkan sebuah friksi hangat di kulit Minseok menangkup pipinya.

"S-sajangnim" Ucap Minseok setelah mengumpulkan segenanp keberaniannya.

"A-aku t-tidak mengerti dengan apa yang kurasakan kini" lanjut Minseok.

Luhan menjauhkan wajahnya dari Minseok, dapat ia lihat wajah Minseok yang bersemu merah dan tak terasa Luhan mengembangkan senyum tipis miliknya. Namun senyum itu tak bertahan lama saat Luhan melihat ke dalam manik almond milik Minseok. Ia membenci sesuatu yang terpancar dari kedua manik indah itu, ia benci sorot mata itu—sorot mata yang penuh keraguan.

"Apa? Apa yang membuatmu ragu, Minseokie?" Tanya Luhan lembut sambil memainkan jemari Minseok yang kini digenggamnya.

Minseok menatap Luhan tepat di kedua manik rusa milik Luhan. Wajah putih bersihnya yang dihiasi rona merah itu nampak ragu. Beberapa kali ia menelan ludah, seolah menelan kembali kata-kata yang akan diucapkannya.

"Katakanlah!'' titah Luhan lembut, meskipun didalam hatinya terselip rasa takut akan jawaban Minseok.

Minseok melepas tautan tangannya dengan Luhan dan hal itu sukses membuat namja pecinta rusa itu merasa kecewa dan takut.

"Disini—" Minseok menyentuh dada sebelah kirinya. "Ada rasa yang sangat menyenangkan" lanjut Minseok

Luhan tersenyum mendengar perkataan Minseok yang seakan memberikan sinyal positif pada perasaannya.

"Tapi—" Minseok menyentuh pelipisnya dengan telunjuknya. "Disini selalu berkata bahwa hal ini salah dan tak masuk akal" lanjut Minseok yang seketika itu pula menghapuskan senyum Luhan.

Keduanya terdiam setelah apa yang Minseok katakan. Luhan masih merasa kecewa dengan jawaban Minseok dan Minseok sendiri masih sibuk dengan segala pertimbangannya atas logika dan perasaanya.

GREPP—Luhan memeluk Minseok

"S-sajangnim, apa kau marah padaku?"Tanya Minseok lirih.

"Ani! Wajar bagimu merasakan keraguan seperti itu. Tapi bolehkah aku meminta satu hal padamu?" jawab Luhan.

"…."Minseok mengangguk dalam pelukan Luhan.

"Aku tidak akan memaksamu untuk menerima perasaanku dan menjadi kekasihku, tapi bisakah setelah ini kau tidak menjauhi ataupun merubah sikapmu padaku? Dan bisakah kau memberikanku kesempatan untuk membuktikan seberapa kuat dan besarnya cintaku padamu?" Pinta Luhan.

"…." Minseok mengangguk di dalam pelukan Luhan.

"Gomawo…gomawo…gomawo, nae Minseokie~" Ucap Luhan senang sambil mengeratkan pelukannya dan Minseok pun membalas pelukan Luhan dan meremas jas Luhan—membiarkan semua rasa ragu dan gelisah yang ada pada dirinya hilang dalam kehangatan yang iya rasakan sekarang.

TING

"OMONA!"

Mendengar pekikan kaget itu, kedua sejoli yang sedang berpelukan itu melepas kehangatan diantara mereka dan melihat ke sumber suara yang menginterupsi kegiatan mereka.

"Aigo…padahal aku kesini untuk menanyakan perihal peluncuran produk baru yang bermasalah , tapi aku justru disajikan adegan lovey dovey antara atasan dan bawahan. Ck..ck..ck sungguh tak pantas" ujar namja bereyeliner a.k.a uri Baekhyun dengan laga sok kecewanya.

"Kenapa kau tidak mengabariku jika kau mau kesini?"Tanya Minseok tanpa memperdulikan sikap sok kecewa Baekhyun.

"Ish…memang aku harus selalu memberitahumu tentang apapun yang akan ku lakukan" Jawab Baekhyun cuek.

"Tentu saja kau harus memberikan konfirmasi padaku jika kau mau datang kesini, apalagi jika kau tujuanmu kesini karena kau ingin mendiskusikan pekerjaan dengan Sajangnim! Ingat itu prosedur…PROSEDUR..!" ucap Minseok setengah kesal.

"Prosedur atau karena kau tidak mau acara lovey dovey mu dengan Sajangnim terganggu dengan kedatanganku?" Tanya Baekhyun jahil sambil menaik turunkan alisnya.

" Yakk…apa maksudmu,huh?"Tanya Minseok yang sudah benar-benar kesal.

"Apa maksud ku? Tentu saja kau tahu dengan jelas kan, Sokie?" jawab Baekhyun dengan nada mengejek.

"Ish…kau ini benar-ben—"

"Sudah-sudah! Jangan bertengkar lagi,ok?"Luhan menengahi pertengkarang kedua uke manis di depannya.

"Jadi bisakah kita keruanganku sekarang dan mulai membicarakan masalah besar yang terjadi ini?" tawar Luhan kepada kedua namja manis yang kondisinya mulai tenang.

"Ne!"jawab mereka kompak.

.

.

.

"Aku benar-benar tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi, Sajangnim?"Tanya Baekhyun dengan mode serius.

"Aku benar-benar minta maaf! Aku pun tidak menyangka jika hal ini bisa terjadi di perusahaanku. Selama ini karyawan yang bekerja di EXO Group memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan dan ini adalah pertama kalinya kami mengalami pengkhianatan seperti ini" jelas Luhan.

"Aku juga sudah mendengar tentang cara kerja EXO Group yang professional dan aku mencoba memahami situasi yang terjadi, tapi perusahaan tidak bisa mengerti soal ini karena kerugian yang akan kami derita jika proyek ini gagal akan sangat besar" Ucap Baekhyun .

"Aku mengerti! Aku akan berusaha agar proyek ini berhasil dan jika pun tidak aku akan berusaha agar kerugian yang diderita kedua belah pihak tidak begitu besar" kata Luhan dengan sungguh, mencoba meyakinkan Baekhyun.

"Aku hargai kesungguhan mu itu, Sajangnim! Tapi yang menjadi masalah utama disini adalah bagaimana caranya agar produk kita tidak kalah saing dengan produk plagiat itu karena menurut hasil penyelidikan perusahaan ku , bahan –bahan yang terkandung dalam kosmetik itu 90% sama dengan produk kita" jelas Baekhyun sambil menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Luhan.

"shit!"Luhan mengumpat pelan setelah membaca informasi yang tercetak di kertas-kertas milik Baekhyun.

Minseok hanya memandang prihatin kedua orang yang nampak frustasi akibat masalah yang terjadi. Ia merasa sangat kasihan pada dua orang yang sudah sangat bekerja keras untuk proyek ini ,tapi kini harus berhadapan dengan kegagalan akibat pengkhiantan orang yang tidak bertanggung jawab.

Drrt…Drrt…Drrt—Minseok melihat Ponselnya yang bergetar dan nampaklah Caller ID sang umma dilayar ponselnya, karena tidak ingin menganggu pekerjaan maka ia mematikan ponsel tersebut.

Drrt…Drrt…Drrt

Drrt…Drrt…Drrt

Drrt…Drrt…Drrt

"Angkat saja! Mungkin itu sesuatu yang penting" ucap Baekhyun yang melihat Minseok mematikan ponselnya beberapa kali.

"Ah ne! Permisi!" MInseok mebungkukan tubuhnya dan menjauh untuk mengangkat telepon.

.

.

.

"Yakk…kenapa kau mereject panggilan umma terus, eoh?" semprot Heechul dari seberang telepon.

"Mian Umma..aku tadi ada pekerjaan!"jelas Minseok.

"Arraseo! Minseokie apa semuanya berjalan dengan baik?"Tanya Heechul.

"Ne umma! Semuanya baik-baik saja"Jawab Minseok sambil tersenyum karena perhatian Heechul.

"Baguslah kalau begitu. Oh iya…apa kau ada waktu siang ini?"Tanya Heechul.

"Hmm…sepertinya ada umma. Memangnya ada apa? Apa umma mau bertemu denganku?" jawab Minseok.

"Ne~. Sudah lama kita tidak makan siang bersama, jadi rencananya hari ini umma akan pergi ke kantormu dan mengajakmu makan siang bersama dengan appamu juga. Bagaimana?" jawab Heechul.

"Baiklah kalau begitu! Kabari aku kalau umma sudah sampai di kantorku, arrachi? Umma aku harus mematikan telepon sekarang karena aku harus menyelesaikan pekerjaan ku" kata Minseok sambil melihat jam tangannya.

"Pai..Pai, Baby Buns" ucap Heechul

"Pai..Pai, umma" balas Minseok..

.

.

.

KRIEET

Minseok membuka pintu ruangan Luhan, namun yang didapatinya adalah ruangan kosong tanpa satupun orang didalamnya.

"kemana mereka semua?"gumam Minseok.

Minseok melangkah memasuki ruangan Luhan dan mencoba mencari keberadaan sang Sajangnim di ruangan itu. Kakinya melangkah kea rah balkon saat ia melihat pintu kaca menuju balkon terbuka sedikit. Saat semakin mendekati pintu tersebut, sayup-sayup Minseok dapat mendengar suara Luhan yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang tapi dengan menggunakan bahasa mandarin.

'kenapa ia terdengar seperti orang yang sedang marah-marah?' Batin Minseok saat mendengar Luhan yang berbicara dengan nada tinggi.

SRETT—pintu kaca itu bergeser dan menampilkan sosok Luhan yang nampak berantakan.

"Oh kau sudah kembali, Minseokie?" kata Luhan saat melihat Minseok yang tengah berdiri dihadapannya.

"N-ne, Sajangnim" ucap Minseok sambil menunduk malu, bagaimanapun setiap ia melihat wajah Luhan maka ia akan mengingat momen saat Luhan menciumnya dan mengatakan cinta padanya.

Luhan tersenyum kecil melihat tingkah Minseok yang menurutnya menggemaskan itu. Perlahan Luhan mendekati Minseok dan mengangkat dagu Minseok agar melihat kea rah nya.

"Ada apa, hmm? Kenapa kau menunduk seperti itu?"Tanya Luhan.

"A-aku tidak apa-apa , Sajangnim" jawab Minseok sambil menurunkan tangan Luhan dari dagunya.

"Oh iya, bagaimana dengan pembicaraan tadi?"Tanya Minseok mencoba mengalihkan pembicaraan.

" Seperti yang sudah aku duga—mereka sangat marah. Tapi untungnya Baekhyun-sshi mau mendengarkan penjelasanku dan memberi kesempatan untuk membuktikan bahwa kerja sama ini akan berhasil" jawab Luhan sambil memijit pangkal hidungnya.

"Kalau begitu syukurlah" Minseok tersenyum lega.

"Tapi sekarang kita harus mencari cara agar produk kita tidak kalah dari produk plagiat itu dan kita juga harus menghindari image bahwa kita yang meniru produk plagiat itu" ucap Luhan dengan wajah yang nampak lelah.

"Kita pasti bisa melakukannya, Sajangnim! Dan aku yakin kalau produk kita juga akan labih laris serta diminati di pasar dibanding produk plagiat itu" kata Minseok ,berusaha memberi Luhan semangat.

Luhan tersenyum mendengar ucapan penuh semangat dari Minseok, ia mengulurkan tangannya dan mengacak lembut rambut Minseok, sedangkan Minseok hanya mampu diam merasakan sentuhan Luhan dengan pipi yang merona.

"Kau benar! Terimakasih untuk semangat yang kau berikan" ucap Luhan.

"Itu sudah menjadi tugasku, Sajangnim" Kata Minseok.

"sebentar lagi waktu makan siang, bagaimana jika kita makan siang bersama" tawar Luhan dengan senyum lembut miliknya.

"Makan siang? Ngg..anu..a-aku sudah punya janji dengan seseorang , Sajangnim" tolak Minseok dengan halus.

"Janji? Dengan siapa?" Tiba-tiba ekspresi Luhan berubah, rahangnya mengeras dan sorot matanya memancarkan keposesifan seorang Luhan serta aura kecemburuan yang kental menguar dari tubuhnya.

"A-anu..ngg…itu…a-aku…sudah punya janji makan siang dengan bumonimku" jawab Minseok tergagap karena takut dengan Luhan yang nampak menyeramkan.

"Bumonim mu? Kalau begitu pergilah" Ucap Luhan dengan lembut, sebenarnya mendengar jika Minseok si baby baozi nya akan makan siang dengan orang tuanya menggelitik hati Luhan untuk bisa bergabung bersama dengan mereka. Luhan pikir ia akan mudah mendapatakan hati Minseok seutuhnya jika ia bisa mengambil hati kedua calon mertuanya, tapi bagaimanapun semua butuh waktu dan Luhan akan menunggu waktu yang tepat untuk itu.

"Gamsahamnida. Aku akan segera kembali sehabis waktu makan siang berakhir" ucap Minseok dengan senyum bahagia yang nampak jelas di wajah putih bulat bersih itu.

.

.

.

.

Seperti yang sudah direncanakan oleh Minseok dan juga ummanya a.k.a Heechul, kini keluarga kecil itu tengah bersantap siang di sebuah restoran yang terletak di dekat kantor Minseok. Namja berpipi cubby itu nampak sangat senang dapat menghabiskan waktu makan siangnya bersama dengan keluarganya, mengingat bahwa kedua orang tuanya memiliki kesibukan yang sangat padat.

" Jadi..bagaimana pekerjaanmu, seokie? Apa semuanya lancar?" Tanya Hangeng membuka percakapan siang itu.

"Ne Appa! Semuanya lancar" jawab Minseok dengan senyum kecil menghias wajahnya. " Hanya saja ada beberapa masalah yang cukup serius belakangan ini" sambung Minseok, namun kali ini dengan ekspresi sedihnya.

Dahi Hangeng mengerut bingung, " Masalah seperti apa?" tanyanya penasaran.

"Ini rahasia perusahaan Appa!" Minseok menolak menjawab.

"Paling-paling masalah pelecehan dari atasannya, yeobo" sahut Heechul dengan nada mengejeknya.

"UMMA!" Minseok memekik kesal, pipinya menggembung lucu dengan mata yang memicing tajam menatap sang evil umma. "Tidak ada masalah seperti itu! Pekerjaanku baik-baik saja dan atasan ku…yah…ia…mmm..cukup baik" bantah Minseok walau dalam hati ia menjerit kesal saat teringat kelakuan Luhan.

"Kalau begitu ceritakan tentang masalah yang kau alami! Atau jangan-jangan kau hanya menutupi masalahmu agar umma tidak menyeretmu ke depan altar dan menikahkanmu dengan namja pilihan umma, eoh?" pancing Heechul, jujur ia menikmati saat Minseok tengah kesal yang kan berujung pada aksi merajuknya yang imut kepada sang appa.

"Itu tidak benar! Pekerjaanku baik-baik saja, umma. Dan masalah perusahaan adalah rahasia perusahaan! Orang luar dilarang tahu" kilah Minseok yang dibalas dengan lirikan jahil dan tatapan mengejek ummanya.

"Appa~. Umma menyebalkan!" Adu Minseok pada Hangeng yang terdengar seperti rengekan.

Hangeng tertawa kecil melihat kelakuan anak dan istrinya. Setelah puas tertawa ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada Minseok yang tengah merenggut kesal akibat ulah Heechul.

"Umma mu hanya ingin kau menceritakan semua masalah mu pada kami, seokie baby" Ujar Hangeng lembut.

"Tapi Appa aku ti—"

"Tidak bisa membocorkan rahasia perusahaan,hmm?" Potong Hangeng yang kemudian dibalas anggukan kepala oleh Minseok.

"Seokie…jika akau menceritakan masalah apa yang terjadi, mungkin kami bisa membantumu. Bukan bermaksud untuk sombong, tapi appa mu ini sudah memiliki banyak pengalaman di dunia bisnis…jadi bisa saja appa membantumu untuk mencarikan solusi untuk permasalahanmu itu, sayang" jelas Hangeng dengan lembut.

Minseok terdiam, di dalam hati ia membenarkan apa yang dikatakan oleh sang appa…hanya saja ia juga merasa ragu untuk menceritakannya, ia takut jika nanti ia dicap sebagai orang yang suka membocorkan rahasia perusahaan pada oranag lain.

"Katakan saja! Rahasiamu aman bersama kami" ucap Heechul yang seakan tahu apa yang mengganggu pikiran Minseok.

"Hahh"minseok menghela nafas, kemudian ia mulai menceritakan tentang permasalahan yang sedang ia hadapi saat ini , sedangkan Hangeng maupun Heechul menyimak semua cerita Minseok dan memberi saran yang sekiranya dapat membantu putra kesayangannya itu.

.

.

.

Semua karyawan di EXO Group hanya mampu menatap bingung sekretaris pemilik EXO Group yang tengah berlari seperti orang kesetanan. Sekretaris itu a.k.a Minseok tengah berlari kencang menuju ruangan Sajangnimnya, ia bahkan tidak memperdulikan lagi para karyawan yang menatapnya dengan ekspresi berbeda.

BRAKK

BLAMM

"Sajangnim!" seru Minseok setelah membuka pintu ruangan Luhan dengan brutal hingga menimbulkan bunyi yang keras.

"W-wae?" Tanya Luhan terbata karena kaget. Luhan bahkan nyaris terjungkal dari kursi kebesarannya saat Minseok datang dengan cara yang sedikit heboh.

"Sajangnim, aku punya ide!" seru Minseok dengan wajah yang berbinar.

Luhan tersenyum melihat tingkah Minseok yang terlihat sangat excited, kemudian namja tampan dengan sentuhan feminim di wajahnya ini bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Minseok yang masih tersenyum lebar.

"Ide apa. Eoh?" Tanya Luhan sembari menyentuh pundak Minseok.

"Ini tentang produk baru kita!" jawab Minseok cepat. "Jika produk plagiat itu mencuri perhatian pasar denga iklan dan promosi yang bagus, bagaimana jika kita melakukan acara home shopping untuk mengalahkan produk plagiat itu?" lanjut Minseok dengan antusias.

"Home shopping? Tapi kau tahu bukan kalau setiap produk yang diluncurkan perusahaan kita selalu dipasarkan secara komersial dan jika kita melakukan home shopping maka kita seperti membuat ekslusifitas pada produk ini" kata Luhan.

" Itu benar, tapi acara ini ertujuan untuk memberikan bukti nyata produk kita kepada konsumen" ujar Minseok.

"Maksudnya?" Tanya Luhan bingung.

"Begini.. . kita bisa membuktikan kalau kosmetik kita akan memberikan bukti nyata bukan hanya sekedar janji. Produk plagiat itu menggunakan model ternama sebagai ambassador produknya, tapi kita juga harus ingat jika pada dasarnya model itu sudah cantik dan hasil atau manfaat kosmetik itu tidak akan terlalu terbukti. Sedangkan konsep yang aku maksud adalah, kita bisa memakai model dari kalangan biasa atau masyarakat awam yang bersedia menjadi model yang wajahnya akan dirias mengunakan kosmetik kita, dengan demikian konsumen akan lebih percaya pada produk kita yang sudah diterapkan pada orang biasa. Eotteokhae?" jelas Minseok sejelas-jelasnya.

Luhan termenung memikirkan ide dari Minseok untuk permasalahn produknya—ia bimbang. Jika mengikuti ide Minseok, makka perusahaannya harus mengeluarkan dana lebih untuk acara home shopping tersebut, belum lagi mencari model dari kalangan biasa itu bukan perkara mudah tapi….dibanding melaunching produk baru mereka dengan konsep yang sudah ada , maka kerugian perusahaannya akan besar karena kalah saing dengan produk plagiat yang sudah lebih dulu dipasarkan.

"Oke! Ayo kita coba!" ucap Luhan dengan nada optimis.

.

.

.

BRAKK—untuk kedua kalinya dihari ini, pintu ruangan sang direktur divisi marketing terbuka dengan kasar.

"Aku baru mau menemuimu di ruanganmu" Kata Kris yang nampak tengah bersiap dengan sebuah map ditangannya.

"Duduklah lagi ada hal serius yang harus kita bicarakan"titah Luhan dengan senyum gajenya yang beberapa waktu ini tak terlihat.

"Apa kau salah makan?" Tanya Kris sambil memandang aneh atasannya. Bukannya tadi pagi ia menyemprotku dengan segala omelannya dan kenapa sekarang ia senyum-senyum tidak jelas begitu?, pikir Kris.

"Hehe, ani! Kita lupakan masalah kebocoran produk itu dulu, sekarang kita harus membicarakan tentang peluncuran produk kita yang akan diadakan dua hari lagi" ucap Luhan dengan santai.

"Apa ini tentang konsep launching dan promosi produk itu?" Tanya Kris tapat pada sasaran.

"Bingo! Begini, kita ganti konsepnya dengan konsep home shopping, lalu kau dan divisimu harus mencari model dari orang biasa yang nanti wajahnya akan dirias menggunakan produk kita!. Ini bertujuan untuk bisa mengambil hati para konsumen dengan memberikan bukti nyata dari manfaat serta kelebihan produk kita!" jelas Luhan.

"Ahh…itu ide yang bagus! Tapi bagaimana dengan iklan yang sudah siap tayang?"

"Promosi lewat iklan tetap kita pakai, tapi tolong undur waktu penayangannya satu hari setelah launching"

"Hmm, aku tahu kalau ini akan menghabiskan budget yang tidak sedikit tapi bagaiaman jika proses pencarian modelnya diliput secara live sehingga konsumen lebih percaya kepada produk kita" usul Kris yang tiba-tiba menjadi antusias.

"Oke…itu ide yang bagus! Lakukan apapun yang menurutmu dapat meningkatkan nilai produk kita dimata konsumen. Untuk masalah jam tayang dan berapa kali jumlah penyangannya , aku serahkan padamu"ucap Luhan.

"Serahkan padaku, Sajangnim! Aku akan buat perusahaan yang mencuri produk kita menangis menatapi kekalahannya nanti, kkk" kata Kris dengan seringai pembisnis yang kejam.

.

.

.

Setelah membicarakan konsep baru untuk launching produk baru EXO group, semua karyawan dari semua divisi yang bersangkutan terlihat sibuk tak terkecuali Luhan dan Minseok yang sibuk membicarakan hal ini kepada Baekhyun dan Chanyeol untuk meminta pendapat dan persetujuan mereka.

"Aku setuju"ucap Chanyeol setelah mendengar usul dari Luhan. Sedangkan baekhyun hanya mengangguk kecil tanda bahwa ia juga setuju.

"Syukurlah kalau begitu! Kami akan berusaha melakukan yang terbaik" ujar Luhan , terlihat kelegaan di wajahnya yang tanpa cacat itu.

"Tapi darimana anda mendapat ide itu , Sajangnim?"Tanya Baekhyun yang penasaran.

"Itu…sebenarnya ide Minseok" jawab Luhan sambil melirik Minseok.

Baekhyun dan Chanyeol memandang kea rah Minseok dan menatap namja mungil tersebut sedemikian rupa hingga membuat namja mungil itu risih dengan tatapan yang seolah menelanjangi dirinya tersebut.

"Jangan melihatku seperti itu, Byunbaek" kata Minseok dengan tatapan risih .

"kkk, habisnya aku suka melihat wajah lucumu saat terintimidasi" ucap Baekhyun.

"Ish kau ini benar-benar" Minseok mengerucutkan bibirnya karena kesal dan sontak membuat orang yang berada di ruangan itu menjadi gemas.

"Hei…sudah jangan menggoda Minseok-sshi lagi, Baekie" lerai Chanyeol.

"Itu ide bumonimku!" ucap Minseok tiba-tiba.

"Maksudnya?" tanya Baekhyun bingung.

"Ngg…. Itu..mmm…mungkin aku akan terdengar seperti orang yang membocorkan rahasia perusahaan , tapi aku melakukannya untuk mencari solusi atas masalah kita dan aku yakin bumonimku tidak akan menyebarkan hal ini, jadi—"

"Arra…arra, sekarang jeaskan langsung ke intinya, Minseokie" potong baekhyun yang tak tahan melihat wajah pucat dan panic Minseok.

"Hahh" Minseok menghela nafas guna menenangkan dirinya.

"Hmm…tadi aku makan siang bersama bumonimku , lalu aku menceritakan tentang masalah-masalah produk kita. S-sajangnim mian"cicit Minseok.

"It's Ok , Minseokie! Aku mengerti kalau kau tidak bermaksud buruk. Justru karena itu kita mendapatkan solusi yang bagus untuk masalah kita" kata Luhan dengan senyum yang menenangkan untuk Minseok.

Minseok yang mendapat senyum lembut dari Luhan hanya mampu pasrah saat entah untuk keberapa kalinya pipinya memerah seperti buah cherry. Sementara dua orang lainnya hanya mampu terkikik kecil karena gemas dengan ulah atasan dan bawahan yang masih saja malu-malu kucing meskipun kenyataannya mereka saling tertarik satu sama lain.

"kkk, apa ini usul dari Chullie jumma?" Tanya Bekhyun.

"Hmm iya tapi Appaku yang lebih banyak memberikan usul" jawab Minseok.

" Sepertinya orang tua Minseok-sshi adalah pengusaha yang hebat"celetuk Chanyeol.

"Tentu saja! Minseok itu sebenarnya putra dari Kim Hangeng dan Kim Heechul yang terkenal itu. Seharusnya ia bisa saja bekerja di perusahaan ayahnya dan membantu ayahnya, tapi karena ia ingin hidup mandiri makannya ia mencari kerja dengan usahanya sendiri dan memulai semuanya dari bawah" jawab Baekhyun .

"Woaaahh…Daebak! Minseok-sshi anda memiliki orang tua yang hebat"kagum Chanyeol.

"N-ne. Tapi jangan seperti itu juga, a-aku jadi malu" ucap Minseok canggung entah karena apa-apa.

"Sudah..sudah! sekarang lebih baik kita segera bersiap-siap untuk launching produk baru kita." ucap Luhan menyudahi acara mengobrolnya.

"Fighting!" seru Baekhyun

"Fighting!"

Skip Time

Entah terasa setelah berbagai macam persiapan yang harus dimulai dari awal, akhirnya hari ini pun tiba. Hari launching produk. Dapat kita lihat jika para karyawan EXO Group yang bersangkutan nampak lalu lalang di sebuah ruangan yang akan dijadikan tempat didakannya home shoping tersebeut, namun diantara kerumunan karyawan yang lalu lalang tak terlihat Luhan dan Minseok.

Dimanakah mereka ?

Tepat dipinggir jalan, terlihat empat sosok yang tengah menatap lapar pada kumpulan yeoja yang tengah berlalu lalang di jalan, baik itu ibu rumah tangga, karyawan yeoja ataupun pelajar.

"It's showtime" ucap Luhan yang nampak tampan dengan balutan pakaian santai.

"Akan ku buktikan ketampananku" seringai Chanyeol dengan tampannya.

"Jangan bercanda Park Dobi yeol ! tentu saja aku yang akan mengumpulkan yeoja terbanyak dengan ketampanan dan kemanly-an ku" ujar Baekhyun.

"Pfftt…apa kau tidak salah , Baekpy?" ejek Chanyeol sambil menahan tawa

"Yakk!" pekik baekhyun kesal.

"sudah…sudah kalian jangan rebut terus ! lagipula untuk apa kalian bersaing seperti itu, karena kita hanya butuh 10 yeoja dengan berbagai tingkatan umur" lerai Luhan yang pusing melihat pasangan kontrovesial ini

"Kenapa aku harus memakai ini" keluh Minseok karena bando telinga kelinci yang dipakainya .

"karena itu cocok denganmu, Minseokie/Minseok-ah/Minseok-sshi" ujar Luhan,Baekhyun dan Chanyeol kompak.

Minseok bertambah kesal. Wajahnya merenggut lucu dengan bibir yang terpout. Beberapa pejalan kaki bahkan banyak yang berhenti sepersekian detik untuk memandang wajah imut itu dengan kosekuensi mendapat deathglare dari Luhan.

Setelah acara perdebatan konyol tak tentu arah itu berakhir, akhirnya mereka mulai mencari model untuk launching produk mereka dan tentu saja kegiatan mereka diliput secara live. Namun, seperti yang sudah diduga, hal ini sangat sulit. Beberapa yeoja dari kalangan usia memandang mereka dengan berbagai macam ekspresi. Jika karyawan yeoja akan memandang penuh curiga pada mereka, maka beda lagi dengan para ibu rumah tangga dan para pelajar yeoja yang tersipu malu dengan segala macam rayuan maut ala Luhan dan Chanyeol yang Minseok dan Baekhyun rasa menjijikan .(bilang aja kalau jealous eoh #dihapkido Baekhyun )

"Anda sangat cantik dan kulit anda sangat indah, jadi maukah anda menjadi model untuk acara kami? Kami jamin produk kami aman" Rayu Chanyeol dengan tatapan innocent dari mata bulatnya kepada seorang ahjumma yang kini tengah merasakan sensasi puber keduanya.

"Tch, rayuan macam apa itu?" Baekhyun berdecak sebal melihat Chanyeol.

"Hey cantik!" panggil Luhan kepada seorang pelajar yeoja. " Maukah kau menolongku ? aku butuh model yang memiliki kecantikan alami sepertimu untuk launching produk kami" rayu Luhan ketika ia sudah berhadapan dengan pelajar yeoja itu dan membuat korban perayuan itu berblushing ria.

"Apanya yang kecantikan alami? Lihat saja hidung, kelopak mata, dan dagunya itu! Semua hasil tangan dokter bedah plastic" gumam Minseok yang entaha mengapa merasa sewot sendiri melihat Luhan berkata manis pada orang lain. Sedangkan Luhan yang tak sengaja melihat Minseok mendumel, tersenyum simpul melihat Minseok yang nampak iritasi dengan aksi merayunya.

Minseok dan Baekhyun sepertinya harus menerima kekalahan mereka dari seme ah..ani..mmm…uhuk..atasan…uhuk mereka. Karena tujuh dari sepuluh model yang mereka butuhkan berhasil didapatkan oleh dua namja yang terus saja disumpahi minseok dan baekhyun dan sisanya adalah hasil usaha karyawan yang lain, sementara mereka berdua hanya mendapat nol besar untuk tugas ini.

Para yeoja yang menjadi model dadakan itu digiring masuk ke dalam gedung EXO Group dan menmpati sebuah ruangan yang terhubung langsung dengan ruangan tempat home shopping untuk diberi briefing. Sementara itu, dua pasang sejoli yang tak pernah akur itu memasuki ruangan home shoping dan mengecek persiapan akhir sebelum mereka melakukan siaran on air.

Luhan, Minseok, Chanyeol dan Baekhyun duduk di belakang monitor yang nantinya akan memperlihatkan jumlah rating dan penelpon yang mengorder produk mereka (asli ngarang). Keempatnya nampak sangat tegang, tangan mereka saling bertautan untuk menguatkan hati dan membuat optimism mereka tinggi.

.

.

.

Luhan tersenyum saat melihat rating acara home shoping milik mereka bagus. Kris nampak sungguh-sunggu dengan perkataanya yang akan membuat perusahaan pencuri itu menangis, karena jujur saja Luhan puas dengan hasil kerja divisi marketing dan divisi yang membantunya dalam membuat acara ini. Para model dadakan itu pun nampak sangat menikmati saat rangkaian produk kosmetik EXO group dan perfection lumiere diterapkan diwajah mereka. Mereka terlihat puas.

Beda lagi dengan Luhan, Chanyeol dan Baekhyun nampak tegang meilhat monitor didepannya belum menampilakan jumlah panggilan penonton yang ingin membeli produk mereka. Saat mereka tampak putus asa, monitor tersebut menampakan angka dari jumlah penelpon yang semakin meningkat.

0

10

17

23

45

60

97

118

390

567

688

800

934

1000

SOLD OUT

"YEAAYYY!" pekik semua yang ada di ruangan tersebut karena produk mereka sold out bahkan sebelum acara yang berdurasi 30 menit tersebut habis. Dan sepertinya semua orang dapat tertidur dengan nyenyak mala mini,aniya.

.

.

At Luhan Office Room

"Ahhh…kita berhasil!" Luhan berteriak senang sambil merentangkan kedua tangannya dengan posisinya menghadap jendela kaca ruangan tersebut.

Minseok tersenyum kecil melihat Luhan yang nampak begitu bahagia dan lega karena keberhasilan launching mereka hari ini. Namja mungil itu kemudia membawakan satu cup kopi yang sempat ia beli di coffe bean untuk mengurangi lelah Luhan yang memang tidak cukup tidur dan beristirahat beberapa hri ini. Terlihat dari kantung matanya yang besar dan wajah sayunya.

"Kau terlihat sangat senang, sajangnim" ucap Minseok yang sontak membuat Luhan menghentikan kegiatannya lalu berlari menerjang tubuh mungil Minseok dan mengangktanya ke udara

"Ahhh Minseokie, nae sarang. Aku bahagia sekali. Hahaha" kata Luhan sambil berputar-putar dengan tubuh Minseok yang ada dalam rengkuhannya.

"Yakk, turunkan aku! Aku bisa jatuh nanti!" pekik Minseok.

Luhan berhenti berputar dan menurunkan tubuh Minseok dengan perlahan. Kemudian, kedua tangannya menangkup pipi Chubby itu dan megecup bibir tipir berwarna merah muda tersebut.

"Gomawo" ucap Luhan tulus. Matanya memandang lekat wajah manis Minseok.

"Kenapa kau suka sekali mencuri ciumanku?" protes Minseok dengan nada kesal. Kemudian ia melepaskan tangan Luhan dari wajahnya dan mendapat pelukan sebagai ganti tangan Luhan yang menanmkup wajahnya.

"karena kau begitu manis Minseokie~. Dan terimakasih karena dirimulah kita bisa berhasil" ucap Luhan.

"I-itu bukan hanya karena aku, tapi juga karena kerja keras semua orang!"kata Minseok dengan wajah yang merona.

"Haha, kau benar! Ingatkan aku untuk mentraktir mereka minum nanti" ujar Luhan membenarkan perkataan Minseok.

"B-bisakah kau melepas pelukan ini, Sajangnim?" Tanya Minseok yang risih dengan posisi mereka, namun Luhan bukannya melepas pelukannya tapi justru membenamkan kepalanya diceruk leher Minseok.

"Ani! Biar saja seperti ini, aku ingin menghirup aroma menenangkan dari tubuhmu!" ucap Luhan pelan, kemudian ia memjeamkan matanya agar mampu meresapi aroma menenangkan yang menguar dari tubuh Minseok.

"Sajangnim" Panggil Minseok.

"…."

"Sajangnim!" panggil Minseok lagi karena tidak mendapat respon.

"…."

"Sajangnim!" panggil Minseok lebih keras.

"…."

"Sajangnim!" kini Minseok bukan hanya memanggil tapi sudah setengah berteriak.

"…."

"Sajang—" Minseok tak mampu meneruskan panggilannya saat melihat wajah tertidur Luhan ketika ia berusaha menjauhkan kepala Luhan dari lehernya.

"Aigo…ternyata kau tertidur" gumam Minseok.

Minseok berusaha mati-matian untuk membopong tubuh Luhan kea rah sofa dan membaringkannya disana, kemudian ia menyelimuti Luhan dengan jas Luhan yang menggantung manis di kursi namja rusa tersebut.

"kau pasti sangat lelah" ucap Minseok sambil memperhatikan wajah tertidur Luhan.

"Tentu saja kau lelah, kau bekerja terlalu keras daripada kami"

Minseok menatap wajah Luhan. Mulai dari kening, mata, hidung dan terakhir bibir tipis Luhan.

GLEK—Minseok menelan ludah dengan kasar saat melihat bibir yang sudah sering kali melecehkannya dengan mencuri ciuman di bibirnya.

Entah setan apa yang tengah merasuki Minseok saat ini. Dengan sadar, Minseok mulai mendekatkan wajahnya kea rah Luhan dan….

CUP

"Jalja" ucap Minseok setelah mengecup bibir Luhan dan berlalu pergi dengan wajah semerah tomat.

T.B.C

Gyu Corner

Mianhae~, Gyu bener-bener telat update. Rencananya Gyu mau update kemarin malem, tapi apa daya ternyata lappy error -.-.

Nah readers-nim bagaimana chap ini, memuaskan? Kurang memuaskan? Atau justru Tidak memuaskan?. Nah untuk itu Gyu minta kritik dan saran kalian dalam bentuk review ne. ngomong-ngomong soal review, sekarang waktunya Gyu balas-balas review.

Lets go

DiamondEXOLove : untuk mata-matanya kita lihat saja siapa dia nanti yah ^^. Ahh gmn yah? Jongin sudah seuai kriteria sih buat jadi orang ketiga, lihat aja siapa yang punay aura sexy menggoda dan muka mesum di EXO selain Jongin? (#dibakar Jongin )

Umin baozi : Gomawo sudah nunggu fic yang kadang ditinggal Gyu sampe bulukan ,hehe. Gyu bakal keep writing sampe ff ini dukungannya ne~.

Bao : Gyu pasti lanjut, tapi kalo masalah lama atau enggaknya itu ahh..giman yah… mmm. Itu..ngg agak sulit hehehe.

Ega. : Luhan akan jadi pejuang cinta Minseok kok, masa jadi pejuang busway kayak Gyu yang harus deseak-desakan di busway kayak ikan sarden di kaleng (#lupakan curhatan hati Gyu yang satu itu).

Deerbaozi : Nado saranghaeeee. Always ship Lumin ne~ ^^

XM : ahh Gyu juga suka bangkit jiwa shippernya saat liat ff yang rate M atau Chara yang mesum (#plakk). Hehe orang yang ocorin siapa yah? Liat kelanjutannya aja deh

Kim XiuXiu Hunnie : gomawo sudah review. Always waiting for next chapter ne~

Feyy : tenang ff LuMin disini gak ada angst kok…buat Gyu pribadi kurang cocok kalau dijadiin ff angst soalnya mereka itu imutttt banget kalo lagi berduaan.

: gomawo sudah review. Ini sudah lanjut chingu ^^

: hehe Luhan memang jjang. Gomawo sudah review

: Luhan kan dasarnya mesum (#Plakk). Gyu aja suka gregetan kalo liat video fanmade yang ada adegan Luhan grepe-grepe uri Minseok

Frostlight : Lanjutkan! Hehe kayak kampanye yah (#plakk). Ok siap cingu ^^

Genieaaa : wahh Gyu tersanjung ff Gyu di bookmark ^^. Hehe iya dong kissing biar ada kemajuan ,kan ekhem…kita mau…ekhem…ke …ekhem rate

HamsterXiumin : iya nih Minseok kemakan omongannya sendiri. Minseok kan tsundere jadi harus ada pawangnya yaitu Seme yang errr…gitu deh.

Little deer : ne chingu, ikutin kelanjutan ceritanya yah. Gomawo~

AngAng13 : kita Senasib chingu T_T. jarang buka FF dan kalo buka laptop bukan untuk negtik kelanjutan ff tapi ngerjain gomawo sudah review.

.9 : iya nih sudah mulai saling jujur. Kristao harus dibikin sibuk biar gak pacaran mulu #evil laugh

Firdania May : ini sudah lanjut chingu. Gomawo sudah suka ff Gyu ^^

Dn : pasti lanjut ^^. Gomawo sudah menyempatkan diri untuk review

Jirania : haduuhhh Gyu juga sering gitu chingu, kalo Gyu boleh saran bikin akun ffn aja biar bisa lebih enak baca ff nya.

Cukup sekian cuap-cuap Gyu corner untuk kali ini. Gomawo untuk semua readers yang review, follow, favorite,dll. Maaf kalo ada review yang terlewat dan tidak terbalas. # Bow 90

Oh ya reader kalau reader sempat tolong kasih pendapat juga yang untuk ff terbaru Gyu 'Fallin For You'.

#Big Hug and Poppo buat semua 3