LET'S READ
ENGAGEMENT
Di Suatu Tempat
Di ruangan yang begitu gelap terlihat sebuah penjara yang ukurannya sangat sangat besar. Mungkin hanya Raksasa yang bisa dikurung dipenjara besar tersebut. Sekelebat terlihat Suatu objek besar sedang meringkuk, atau lebih tepatnya dikurung sesuatu berwarna hitam pekat. Terlihat objek tersebut berwarna Orange Seperti seekor binatang.
'Criik'
'Criik'
Terdengar suara Orang yang berjalan dalam genangan air. Suara tersebut terdengar semakin mendekat, lama kelamaan terlihatlah bayangan hitam seperti Manusia yang mendekat ke arah Binatang berwarna Orange tersebut. Bayangan hitam tersebut terlihat tersenyum menyeringai melihat binatang Orange tersebut menatapnya tajam dan mulai memberontak. Perlahan kelopak matanya terbuka dan menampilkan Mata berwarna merah menyala dengan pupil membelah di tengah.
.
.
"Sebentar lagi..." Ucapnya dengan nada berat
.
.
.
.
.
.
"Aku akan bebas..."
.
.
Di Ruang Klub Rias
Suasana hening masih menyelimuti ruangan tersebut, sesekali terdengar suara lirih tangis seorang Gadis. Setelah kejadian Sasuke membongkar ingatan Rias, suasana terlihat menjadi canggung. Tidak ada satu pun yang ingin membuka percakapan. Sementara itu Sasuke nampak sudah cukup kesal terbukti dari kepalan tangannya yang mengerat.
Di sisi lain terlihat Asia yang masih setia menunggu Issei bangun dari pingsannya di sofa. Terdengar suara lenguhan menandakan Orang yang tak sadarkan diri tadi mulai bangun.
"Issei-san..." panggil Asia pada Issei yang terlihat sudah membuka matanya. "Asia? Di mana ini?" Tanyanya langsung setelah kesadarannya mulai penuh. Asia terlihat bernafas lega melihat Issei baik baik saja.
"Sudah Cukup!" Tiba-tiba Sasuke membentak ke arah Rias yang masih saja menangis. Bukannya diam justru terlihat air mata Rias semakin banyak. Yang lain pun terlihat kaget ketika Sasuke tiba-tiba membentak Rias.
"Tidak kah kau cukup menghinanya..." lagi lagi Sasuke membentak Rias, namun kali ini Sasuke sudah menggenggam kerah baju Rias. Terlihat wajah tampan Sasuke sudah penuh dengan emosi yang sudah siap disemprotkan pada Gadis di depannya. Nampak Rias begitu kaget dan terlihat diam dari tangisnya tadi, begitu pula semua yang ada di situ.
Di sisi lain Issei yang baru bangun dari pingsannya terdiam, dia terdiam mengingat hal yang baru terjadi. "Kurang ajar... Apa yang kau lakukan pada Bucho?" teriak keras Issei karena dia marah melihat apa yang di lakukan Sasuke pada Bucho nya. Dengan spontan Issei pun nampak berjalan dengan amarah mendekati Rias dan Sasuke.
"Diam!" Sasuke yang merasa dirinya terganggu langsung menatap tajam Issei yang mendekatinya. Bukan hanya menatap tajam biasa kini mata hitam Sasuke telah berubah menjadi mata berwarna merah darah. Sedetik kemudian tatapan tajam Issei pun berubah menjadi tatapan kosong diiringi dengan berhentinya laju kaki Issei.
"I-Issei-san..." Gumaman khawatir keluar dari mulut Asia yang melihat Issei marah namun kini terlihat terdiam setelah ditatap tajam Sasuke. Sona pun nampak terlihat bingung dengan kelakuan Issei, namun kemudian dia melihat Sasuke. 'M-Mata itu...' ucapnya dalam hati ketika melihat kembali mata Sasuke yang berwarna merah.
Tsubaki yang sadar bahwa sang Kaicho juga terdiam, mengikuti arah pandang sang ketuanya tersebut. Lemas, itulah yang ia rasakan melihat tatapan mata Merah (Sharingan) Sasuke saat ini. Seumur hidupnya dia menjadi iblis ia tak pernah atau lebih tepatnya belum pernah melihat tatapan mata tersebut, tatapan mata dengan penuh aura kegelapan. Seakan kegelapan siap menelan hidup hidup siapa pun yang berani menentangnya.
Merasa sudah cukup, Sasuke kembali menatap Rias yang masih di depannya. Mata Sharingannya pun sudah kembali normal menjadi hitam. Suasana ruang tersebut terlihat hening dan sepi.
"H-Hah.. A-Apa itu t-tadi?" Issei langsung terduduk ketika kesadarannya sudah kembali. Pusing dan Sakit itulah yang Issei rasakan di kepalanya, terlihat dia bernafas dengan susah setelah menerima tatapan tajam Sasuke.
"I-Issei-san.. Apa yang terjadi?" tanya Khawatir gadis berambut kuning di sampingnya. Segera ia memegangi Issei yang nampak terengah-engah ketika bernafas.
"A-Apa yang kau lakukan padaku?" Dengan nada gagap Issei mencoba bertanya pada Sasuke yang melakukan sesuatu pada kepalanya. Suasana di dalam ruangan kembali memanas, sementara itu yang Lain masih memilih diam tidak ingin ikut campur urusan orang lebih tepatnya Iblis yang bersitegang.
Sasuke yang merasa ditanyai Mengalihkan pandangannya ke arah Issei. Masih dengan tatap tajam namun tidak dengan Sharingannya. "Tanya saja pada Gadis jalang ini?" Jawab Sasuke kesal pada Issei. Issei nampak kaget dengan jawaban Sasuke kemudian melihat ke arah Buchonya. Rias dengan wajah sedih perlahan menundukkan wajahnya seperti takut menatap Issei yang meminta jawaban darinya.
"Apakah itu benar Bucho?" Issei nampak bergumam dengan wajah yang menunduk. Tidak ada jawaban dari orang yang ditanya. Justru suara sesenggukan yang terdengar dari Rias saat ini.
"Souka... Aku kecewa padamu Bucho" Issei mengangkat wajahnya yang kini terlihat datar. Berharap jawaban tidak dari sang Bucho sirna kini Ia merasa kecewa dengan apa yang ia dengar dan ia lihat dalam kepalanya.
Asia, Koneko, Kiba dan Akeno terlihat kebingungan dengan apa yang dibicarakan oleh Issei dan Rias, begitu pula Sona dan Tsubaki yang memang dari awal tidak tau apa-apa tentang kelompok Rias.
"Ayo kita pulang Asia.." tangan Issei langsung menggenggam erat tangan Asia yang berada di sampingnya dan mulai berjalan untuk menuju pintu keluar. Rias pun langsung menatap Issei yang berjalan keluar, kembali matanya terlihat berkaca kaca.
Bangkit dari duduknya Kiba mencoba untuk menahan Issei "Tunggu, Issei-kun..." tangannya mencoba memegang pundak Issei
PLAKK!
Namun tangan Kiba dengan kasar ditepis oleh Issei. "Aku sedang malas berlama lama di sini Kiba" Issei menoleh ke arah Kiba dengan wajah dingin. Perlahan Kiba pun menurunkan tangannya, dia kaget melihat ekspresi dingin Issei. Baru pertama kalinya Ia melihat Issei seperti itu. Tersirat rasa sedih dan kecewa di bola matanya.
"Issei-san.." Gumam Asia melihat wajah dan ekspresi Issei saat ini. Ia juga terkejut melihatnya, Asia pun mengeratkan genggaman tangannya pada Issei.
Sementara itu Sasuke perlahan menurunkan Rias dari cengkeramannya. Dia sedikit menghembuskan nafas untuk menurunkan emosinya. Di depannya Rias kembali menunduk dengan sesekali sesenggukan.
Tiba-tiba muncullah sebuah lingkaran Sihir yang kemudian menampilkan seorang Wanita berambut Silver yang berpakaian pelayan. Wanita tersebut nampak kaget melihat Rias menangis dan terdapat seorang pemuda di depannya.
"Apa yang kau lakukan pada Rias-ojousama?" tanyanya pada Sasuke, saat dirinya sudah dalam posisi di depan Rias bermaksud melindunginya.
Sasuke sedikit kaget saat wanita itu dengan cepat berada di depan Rias, Namun dia kembali tenang dan terlihat seolah tak terjadi apa apa.
"Apa yang kau lakukan?" tanya wanita berambut silver a.k.a Grayfia sekali lagi. Sona yang merasa Sasuke dalam bahaya segera mendekati mereka. Pergerakan Issei pun terhenti melihat seseorang yang baru muncul tersebut.
"Maafkan saya Grayfia-san, dia bukanlah orang jahat.. dia keluarga baruku" Jelas Sona ketika sudah berada di depan Grayfia. Dengan hati-hati dan waspada Grayfia menurunkan sikap kuda-kudanya dan sedikit melirik ke arah Rias, seolah mengerti lirikan Grayfia, Rias memberi isyarat untuk tenang.
Tak selang berapa lama, Muncullah lingkaran sihir dengan kobaran api, yang memperlihatkan Seorang lelaki pirang yang terlihat sombong berikut di belakangnya ada beberapa gadis.
"Rias sayang, sudah lama kita tak berjumpa.." Ucapnya dengan nada sombong, semua yang ada di situ nampak kaget dengan ucapan orang a.k.a Raiser kecuali Grayfia, Sasuke dan Issei yang nampak sekarang tidak terlalu peduli dengan Rias.
Dengan wajah yang masih kacau Rias melihat ke arah Raiser, Sasuke terlihat menatap bosan Raiser yang menurutnya tampang playboy tersebut. Di sisi lain Issei masih diam dan masih tak peduli dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Ada apa ini Grayfia-san?" Akeno angkat bicara mengenai kedatangan Grayfia dan juga tamu tak diundang yang ada di hadapannya saat ini.
"Langsung saja.. Saya kemari diperintah Sirzechs-sama perihal pertunangan Rias-Ojousama dan Raiser-sama" Semua terlihat sedikit kaget dengan ucapan Grayfia kecuali Sasuke yang memang tidak peduli dengan semua hal ini. Issei yang tadinya tak ingin peduli terlihat sedikit kaget, namun dengan cepat kembali seperti semula.
"Bagaimana Rias-Ojousama?" lanjut Grayfia menuntut jawaban dari Rias. Sementara Raiser sedikit heran dengan keadaan Rias yang seperti habis menangis dan di depannya terlihat makhluk yang terlihat jauh lebih tampan dari dirinya.
"Kau kenapa Rias sayang?" penasaran dengan apa yang terjadi dengan Rias. "Dan siapa kau?" tunjuk Raiser pada Sasuke.
"Huh, sebaiknya aku kembali.." dengan wajah bosan Sasuke perlahan melangkah pergi. Sona tidak bisa berbuat apa-apa melihat Sasuke yang tidak menanggapi pertanyaan dari Raser tersebut.
"Brengsek! Siapa kau? Kau apakan Rias? Jangan bilang.." Panik Raiser mengambil kesimpulan dengan adegan yang ia lihat di depannya. "Kau kekasihnya Rias?" Lanjutnya terlihat marah. Rias pun nampak membelalakkan matanya mendengar kesimpulan Raiser yang salah tersebut, begitu juga Issei dan yang lainnya.
"Kau membuatnya menangis? Kau mencampakkannya?" Ucap Raiser menuntut jawaban namun tidak di gubris oleh Sasuke yang tetap melangkahkan kakinya pergi dari situ.
"Brengsek!" Raiser pun melesat mencoba untuk memukul Sasuke yang tak mengindahkan pertanyaan darinya. Sasuke pun nampak berhenti, sementara Raiser menyeringai ketika orang tersebut justru berhenti.
Dengan lambat terlihat Raiser semakin mendekat, dan kepalan tangan yang sudah terselimuti api semakin dekat mengincar kepala Sasuke.
'Blaarr'
Hantaman tangan Raiser berhasil mengenai objek di depannya. Kepulan asap pun tercipta akibat ledakan tersebut.
"Sa-Sasuke-kun" Gumam Sona tak percaya melihat tempat di mana Sasuke tadi dihantam Raiser. Rias juga terlihat melotot melihat keadaan tersebut tak jauh berbeda dengan semua iblis lainnya termasuk Issei.
Berbeda dengan yang lainnya Grayfia terlihat justru waspada melihat yang baru saja terjadi. Sepertinya dia melihat hal lain yang mungkin tidak dilihat oleh semua iblis muda tersebut.
Asap akibat ledakan kecil tersebut mulai menghilang dan memperlihatkan sebuah meja yang hancur lebur. Raiser tampak membelalakkan matanya melihat bahwa itu bukan Sasuke, Sona pun juga terkejut.
"Apa yang kau inginkan dariku?" Sebuah suara menginterupsi dari belakang gadis gadis yang dibawa Raiser tadi. Grayfia yang sadar dari awal langsung melemparkan tatapannya ke arah tersebut. Budak Raiser pun nampak terkejut dan langsung berbalik bersiap-siap menghadapi pertarungan yang mungkin akan terjadi. 'Dia bukan orang sembarangan' batin Grayfia bersiaga di depan Rias.
"Ba-Bagaimana bisa?" Sona menatap tak percaya Sasuke yang sekarang berada di belakang budak Raiser. 'Di-Dia cepat sekali' ucap Kiba dalam hati melihat tempat di mana Sasuke berada sekarang.
Dengan perlahan Sasuke terlihat akan mencabut pedang yang entah sejak kapan sudah berada di belakang punggungnya. Raiser pun juga nampak geram dan sepertinya juga bersiap ingin memukul Sasuke lagi. Sementara Issei terlihat menatap antusias apa yang akan terjadi di depannya sekarang.
Keduanya terlihat bersiap siap seperti ingin menghabisi musuh di hadapannya.
"Cukup! Hentikan Raiser... Sasuke-san" Interupsi Rias melihat kedua orang tersebut yang saling memanas. Sasuke nampak memandang datar Rias, sementara Raiser mendecih tidak suka.
"Aku akan menerima pertunangan ini.." Ucap Rias sembari menghapus air matanya tadi. Akeno dan Sona pun nampak kaget dengan jawaban sahabatnya, Sementara itu Sasuke tidak peduli dan Issei nampak mengernyitkan alisnya kemudian mengalihkan pandangannya pada Asia, seolah mengajak Asia untuk cepat pergi dari tempat tersebut.
"A-Apa kau yakin Rias?"Kali ini Sona bertanya pada Rias soal keseriusan pertunangan tersebut, mengingat dia sangat tidak ingin ditunangkan dengan Raiser. Rias nampak mengangguk mengiyakan pertanyaan Sona.
Raiser tersenyum menyeringai mendengar jawaban dari Rias, dengan perlahan mendekati Rias dan memegang dagunya. "Sebentar lagi aku akan memiliki tubuhmu Rias?" Ucap Raiser dengan seringaian yang memuakkan bagi Rias.
Sasuke yang merasa sudah tak ada perlu di ruangan tersebut perlahan berjalan melewati budak Raiser, yang kini terlihat waspada dan takut takut dengannya. Raiser yang melihat Sasuke berjalan ke arahnya tampak tersenyum meremehkan. Tapi sepertinya Sasuke tak peduli itu terbukti dari Sasuke yang cuek dan melewatinya dengan tenang berjalan ke pintu keluar, diikuti Issei dan Asia yang sepertinya juga ingin pergi dari tempat tersebut. Raiser mendecih tak suka melihat Sasuke tidak peduli.
"Baiklah, jika itu Keputusan Rias-Ojousama, maka Minggu depan akan dilaksanakan acara pertunangan antara Rias-ojousama dan Raiser-sama.." Keputusan Grayfia melihat kedua orang tersebut setuju dengan acara pertunangan tersebut.
"Baiklah, Minggu depan jangan lupa Rias? Ajaklah seluruh budakmu.."Ucap Raiser dan kemudian menjentikkan jarinya sebagai instruksi pada seluruh budaknya untuk pulang ke dunia bawah. "Sampai jumpa Rias..." dengan senyum kemenangan Raiser perlahan menghilang dalam lingkaran sihir.
"Saya juga undur diri, Rias-Ojousama.." Grayfia pun juga ikut menghilang dalam lingkaran sihir. Sekarang di ruang klub Rias hanya tersisa beberapa orang di antaranya, Rias, Akeno, Kiba, Koneko, Sona dan Tsubaki.
"Huh, Maaf dengan yang dilakukan Sasuke tadi Rias.." Sona meminta maaf lagi kepada Rias mengingat kelakuan Sasuke yang seenaknya sendiri tadi. Rias hanya mengangguk dengan senyum dipaksakan.
"Baiklah, aku juga harus undur diri, masih banyak pekerjaan.." Lanjutnya pergi menuju pintu keluar. "Ayo.. Tsubaki" ajaknya pada wakil ketua Osis. Rias hanya memandang Kepergian Sona dengan pandangan sedih, sedih dengan takdir yang dia hadapi sekarang.
Akeno perlahan mendekati Rias, dia mencoba menenangkan Rias yang sepertinya akan kembali menangis.
.
.
.
Di Dunia Bawah
Di sebuah Ruangan terlihat siluet seorang laki-laki berambut merah panjang a.k.a Sirzechs sedang memegang sebuah bungkusan yang entah apa isinya. Dengan gelisah dia memperhatikan bungkusan yang ada di tangannya. Dia bimbang akan membuka atau tidak bungkusan berwarna cokelat di tangannya.
Melihat tanda bungkusan tersebut dia menjadi was was dengan isinya. Di situ tertulis,
'From : Azazel'
Sebenarnya dia baik baik saja menerima bungkusan paket seperti itu, malah sudah biasa. Tapi melihat nama pengirim tersebut, dia pasti akan mendapatkan hal buruk dari apa yang dikirim orang tersebut padanya. Sudah beberapa kali ia selalu tertimpa hal buruk akibat apa yang dikirimkan padanya.
Dengan menghela nafas panjang, dia sepertinya memilih untuk membuka bungkusan tersebut. Perlahan dan hati-hati dia mengelupaskan bungkusnya, dengan pelan terlihat isi bungkus paket yang di bukanya terlihat bersinar terang, semakin lama semakin terang.
"Ko-Kore wa..." Dengan pandangan takjub dan tak percaya Sirzechs melepaskan benda tersebut dari bungkusnya. Matanya terlihat berkilau kagum dengan benda yang di pegangnya. "Da-Dari mana ia bisa mendapatkan barang langka ini?" Gumamnya tak percaya dengan benda yang ia pegang sekarang.
Benda tersebut adalah sebuah buku dengan sampul yang err.. terdapat wanita seksi yang pasti dapat menggoda semua lelaki normal di dunia ini. Dengan wajah yang sumringah dan sedikit mesum perlahan dia membuka buku tersebut dan Cahaya terang kembali mendramatisir acara membaca Sirzechs.
"Whoaaa... I-Ini benar benar hebat.." dengan senyum mesum dan hidung yang kembang kempis, menatap penuh bahagia buku tersebut. "Ini benar benar hebat... Azazel kau yang terbaik" Ungkapnya bahagia dengan pancaran mata kagum. "Guhehehe..." tawa mesum menyelimuti ruangan tersebut hingga
'Ceklek'
"Sirzechs-sama?" Suara halus wanita sepertinya harus mengganggu acara bahagianya. Dengan panik dia langsung menyembunyikan buku penuh 'kebahagiaan' baginya dan buku 'laknat' bagi perempuan tersebut ke belakang punggungnya melihat orang yang datang adalah Grayfia yang merupakan istrinya.
"Ehem.. A-Ada apa Grayfia?" Balasnya mencoba tetap tenang walaupun tadi sempat kaget dan gelagapan melihat istrinya masuk ruangannya. Grayfia pun nampak bingung dengan tingkah lelaki di depannya, namun sepertinya dia membiarkannya.
"Ini mengenai pertunangan Rias-Ojousama.. Rias-Ojousama menerima pertunangan tersebut" Ucap Grayfia tenang memberitahukan hasil pertemuan Rias dan Raiser tadi.
"Souka.. Jadi Rias meneri- APA?" Sirzechs kaget dan tanpa sadar menjatuhkan bukunya yang tadi disembunyikan di belakang punggung mendengar penjelasan Grayfia yang mengatakan Rias menerima pertunangannya.
Grayfia pun nampak memicingkan matanya melihat sesuatu yang sepertinya di jatuhkan oleh Sirzechs. Dengan wajah panik Sirzechs merutuki kecerobohannya yang menjatuhkan harta berharganya di depan sang Istri. 'Aku pasti akan mati.. Aku pasti akan mati.. Demi Maou Satan, lindungilah keturunanmu ini dari makhluk yang berstatus sebagai Istriku ini' Ucapnya dalam hati dengan komat kamit.
Walaupun dengan jarak 7 meter dari buku yang terjatuh di lantai mata iblis Grayfia dapat melihat dengan jelas judul dan gambar sampul dari buku tersebut. Dengan pandangan datar dia pun perlahan berjalan untuk mengambil buku tersebut.
Sirzechs pun tambah panik melihat buku tersebut sudah di pegang oleh sang Istri. Dia mengumpati dirinya sendiri yang tadi membuka bungkusan malapetaka dari Azazel tersebut. "Sirzechs-sama.. Kore wa nanda?" Grayfia terlihat tersenyum mengerikan bak seorang yandere.
"Gra-Grayfia-sama ini tidak seperti yang kau pikirkan?" Mencoba menenangkan sang Istri yang sepertinya akan membunuhnya tersebut.
"Benarkah... Lalu ini apa Sirzechs-san?" tunjuknya pada tulisan di buku sambil menekankan kata 'san' di belakang nama Sirzechs. Sirzechs memfokuskan matanya pada tulisan yang ditunjukkan oleh Grayfia.
'Buku ini Milik : Sirzechs Lucifer'
Mata Sirzechs langsung melotot tak percaya dengan tulisan yang tertera di buku tersebut. 'Se-Sejak kapan aku menulisnya... Jangan-jangan... Sialan kau Azazeeeel' Umpatnya dalam hati menangis sambil membayangkan Azazel sedang tertawa terbahak bahak melihat dirinya akan dihajar sang Istri.
"Jadi..." Ucap Grayfia dengan aura gelap mulai keluar dari tubuhnya.
'Wreekk'
'Wreekk'
Buku tersebut langsung disobek Grayfia hingga ukuran kecil-kecil dan tak mungkin disatukan ataupun bisa dibaca lagi. 'Ha-Harta karunku...' batin Sirzechs menatap nanar buku yang sudah tak berwujud tersebut.
Tanpa Sirzechs sadari Grayfia sudah di depannya dengan senyum mengerikan.
"Huuuwaaaaa..." Hanya teriakan pilu yang bisa keluar dari mulut Sirzechs saat itu juga.
.
.
Beberapa saat kemudian setelah, kekerasan yang di lakukan Istri terhadap suami dalam ruangan tersebut kembali tenang dan menatap serius pembicaraan yang dilakukan.
"Tidak kusangka Rias menerimanya.." Terlihat Sirzechs berpikir dengan memegang dagunya.
"Tapi sepertinya Rias-Ojousama terlihat tidak bahagia.." Jelas Grayfia mengingat kejadian di tempat Rias.
"Apa maksudmu Grayfia?" Tanya Sirzechs bingung dengan perkataan Grayfia.
"Sepertinya, Rias-Ojousama terpaksa menerima pertunangan tersebut"
"Jadi begitu... Mungkin memang kita harus menggunakan rencana B untuk menghentikan ini.." Sirzechs terlihat memandang keluar dari ruangan tersebut.
"Katakan padanya untuk bersiap saat acara pertunangan Rias.." Ucap Sirzechs sambil menyerahkan amplop Coklat pada Grayfia.
"Baiklah, akan saya sampaikan..." Grayfia pun menerimanya dan undur diri dari hadapan Sirzechs.
Sirzechs pun kembali menerawang jauh keluar ruangan, 'Apa yang sedang mengganggumu Rias?' tanyanya dalam hati memikirkan apa yang terjadi pada Imouto tercintanya.
.
.
Di Tempat Naruto
Terlihat seorang lelaki berambut kuning a.k.a Naruto sedang melakukan pemanasan ringan taijutsu di halaman sebuah rumah yang besar, mungkin bisa di bilang istana. Di sampingnya terdapat gadis bertelinga kucing berambut hitam sedang memperhatikannya dengan mata kagum, bahkan terlihat gambar hati dalam pupil matanya.
'Kyaaaa... Naruto-kun Kakoi...' Jeritnya histeris dalam hati. Sementara itu Naruto yang sadar di perhatikan memandang sweatdrop tingkah gadis tersebut a.k.a Kuroka yang terlihat kagum, pandangan berbinar dan blushing bahkan kadang lompat lompat tidak jelas.
"Na-rutooo..." Teriak suara cempreng gadis di ikuti munculnya gadis kecil dengan pakaian hitam yang langsung memeluk Naruto dari arah belakang. Naruto pun sampai harus menyeimbangkan tubuhnya akibat pelukan dahsyat dari gadis kecil tersebut.
Kuroka nampak melongo tak percaya melihat bocah kecil genit kembali menerjang pujaan hatinya. "A-Apa yang kau lakukan pada Naruto-kun, hentai doragon?" Kuroka menunjuk nunjuk muka gadis kecil a.k.a Ophis dengan kesal.
'Weee'
Dengan tersenyum mengejek Ophis menjulurkan lidahnya, yang cukup untuk membuat Kuroka marah dengan tingkah lakunya.
"Grrr... Sialan kau" Dengan geram Kuroka memisahkan paksa Naruto dari pelukan Ophis, dan berakhir dengan saling berhadapannya Kuroka dan Ophis dengan background awan hitam dengan petir menyambar.
'Tap'
Seorang pemuda berambut putih tiba mendarat di dekat Naruto yang memandang sweatdrop 2 gadis yang sepertinya sudah siap saling serang tersebut. Memandang datar dan penuh tanya adegan yang tersaji di hadapannya tersebut Pemuda berambut Putih a.k.a Vali berjalan mendekati Naruto.
"Aku punya kabar bagus untukmu" Ucap pemuda tersebut tanpa melihat lawan bicara, lebih tepatnya matanya justru kembali melihat adegan Kucing-Naga berbentuk Gadis yang saling cakar mencakar.
"Kabar apa Vali?" tanya Naruto yang juga masih melihat adegan di depannya dengan pandangan yang bingung, kasihan, dan memalukan.
"Sepertinya Gadis 'itu' akan bertunangan dengan Phenex Minggu depan.." balasnya Santai. Naruto sedikit kaget namun kemudian terlihat tersenyum dan sedikit menyeringai.
"Jadi apa yang akan kau lakukan?" Tanya Vali kali ini memandang serius lawan bicaranya. Dengan senyum yang tersungging di wajahnya Naruto membalas tatapan Vali.
"Huuuh, terserah padamu apa yang mau kau lakukan.. Aku pergi dulu" Vali pun berjalan pergi meninggalkan Naruto dengan adegan nista 2 Gadis berbeda ras tersebut. Naruto pun nampak menyeringai sedikit kemudian melihat Kuroka dan Ophis yang membuatnya melongo dengan sedikit darah keluar dari hidungnya.
Bagaimana tidak melongo melihat Ophis di atas tubuh Kuroka dengan bagian wajah Ophis tenggelam di belahan dada Kuroka dengan pakaian yang hampir lepas, begitu juga kaki Kuroka yang sedikit tertekuk mengenai bagian bawah Ophis. Dengan wajah yang saling memerah keduanya dan mata sayu keduanya masih bertahan dalam Posisi tersebut. Hingga pergerakan sedikit dari mereka berdua menciptakan.
"Ahhnn~.."
Desahan Super dahsyat dan merdu keluar dari kedua bibir pink Gadis berbeda Ras tersebut. Jangan lupa wajah mereka yang terlihat err sangat menggoda.. Dan Hasilnya
'Crooott'
'Brukk'
'Aku tidak mesum Kami-sama' batin Naruto kejang Air terjun berwarna merah pun keluar deras dari hidung Naruto dan langsung terkapar di tanah. Mendengar suara benda jatuh Kuroka dan Ophis pun mengedarkan pandangan mereka sampai menemukan Naruto yang terkapar tak berdaya.
"Naruto/Naruto-kun"
Mereka pun langsung Mendekati Naruto mencoba membangunkan Naruto yang pingsan.
.
.
Di Tempat Sasuke
Sudah seminggu sejak kekacauan di ruang klub Rias bersamaan dengan Raiser yang datang masalah pertunangannya dengan Rias, Kini di sebuah kamar di ruang Osis terlihat Seorang pemuda yang nampaknya sedang tertidur, tapi terlihat di raut wajahnya tidak tenang, seperti sedang mengalami mimpi buruk.
Di Mimpi Sasuke
Terlihat 2 Pemuda berbeda warna rambut sedang berhadapan di atas 2 patung yang dipisahkan oleh air terjun yang deras. Pemuda dengan rambut berwarna kuning nampak kelelahan dengan pakaian compang camping dan Pemuda lainya berambut hitam dengan mata yang berbeda warna juga terlihat kelelahan. Melihat dari wajah bonyok mereka berdua bisa dipastikan bahwa keduanya sama sama kuat dalam pertarungan tersebut.
Saling pandang, di kedua tangan pemuda tersebut perlahan muncul sebuah bola energi. Pada tangan kanan Pemuda berambut Kuning terdapat bola energi berwarna biru, sementara di tangan kiri pemuda berambut hitam terdapat percikkan listrik yang di tengahnya terdapat api hitam.
'Swuussh'
Dalam waktu yang bersamaan keduanya melesat ke arah masing-masing hingga bertemu pada satu titik.
.
.
.
"Naruto/Sasuke..."
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Yosh, jika ada kata/jurus/nama/kekuatan atau apapun itu yang salah saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya...
Maaf Menunggu Lama... Semoga terhibur walaupun agak pendek Chapternya ^_^
Gomenasai, dan terima kasih..
