Chapter 2

.

.

.

Tikus dan mati lampu, menariknya liburan kami (-_-)

.

.

.

Liburan para member tampan ini berjalan cukup lancar, tak ada seorang pun yg mengenal mereka sebagai artis terkenal. Sehingga membuat mereka tak canggung maupun ragu untuk berkeliaran keluar rumah tanpa harus ada rasa khawatir sedikit pun.

"hyung~..." panggil Sehun, saat ini Sehun, Kai dan Kyungsoo sedang berada disebuah pasar tradisional yg tak terlalu jauh dari tempat mereka berada untuk membeli kebutuhan harian selama mereka tinggal disini.

"hyung~..." panggilnya lagi sambil mengguncang sedikit tangan mungil Kyungsoo.

"mwo?" tanya Kyungsoo yg masih sibuk memilih berbagai jenis sayur yg ditawarkan disana.

"hyung~, belikan aku permen itu" tunjuk Sehun pada sebuah stand penjual makanan yg tak jauh dari tempat mereka lengkap dgn aegyo khasnya.

"hn..." sayangnya Kyungsoo tak melihatnya sehingga aegyo itu tak berpengaruh pada namja mungil bermata bulat ini yg masih asik memilah-milah sayuran.

"aaahh~ hyung pelit" rajuk Sehun merasa tak diperhatikan.

"Ya!albino! Dari pada kau merengek seperti bocah lima tahun pada Kyungie-hyung lebih baik bantu aku membawa belanjaan ini!" sembur Kai yg terlihat kewalahan dgn banyaknya kantung belanja yg ia tenteng.

"haist...cerewet, serupa dgn Bacon hyung" gerutu Sehun.

"Ya!" decak Kai lagi, dan dgn setengah hati Sehun pun mengambil salah satu kantung belanjaan paling kecil(?) dari tumpukan kantung belaja ditangan Kai.

"sudah..." ucap Sehun cemberut.

"aish, bocah albino ini!" umpat Kai karna Sehun amat tak membantu baginya.

"ya~...kalian ini pendatang baru dari kota?" tanya seorang ahjumma penjual sayuran disana, sontak ketiganya pun langsung menoleh.

'gawat, apa ahjumma itu mengenali kami?' bisik hati Kai panik, pasalnya kini ke-3 namja berbeda tinggi itu sedang tak memakai penyamaran apapun.

'apa ahjumma itu akan memberikan sayuran tambahan?' bisik hati Kyungsoo girang (?)

'apa ahjumma itu tau EXO? Apa jangan-jangan dia EXO-L?' panik Sehun.

"kalian sangat tampan terutama untuk yg tinggi berkulit putih itu, apa kalian turis?" tanya ahjumma itu lagi membuat helaan nafas lega dari Kai dan Sehun.

"ne?" kejut Kyungsoo.

"aku belum pernah melihat kalian sebelumnya didaerah ini, pasti kalian pendatang baru, kalian menginap dimana?" ucap ahjumma itu lagi.

"ah, nee...kami sedang berlibur ahjumma" ucap Kyungsoo dgn sedikit awkward.

"hooaa...libur akhir semester yah? Kalian akan melanjutkan ke universitas mana?" tanya ahjumma itu bersemangat.

"s-se...semester? libur semester?" kejut Kai.

"eoh, kalian terlihat masih amat muda terutama yg bermata bulat itu" ucap ahjumma itu sambil menata Kyungsoo.

"a-aku?" ucap Kyungsoo sambil menunjuk dirinya sendiri sambil mengerjap lucu.

"pffthh..." Kai dan Sehun pun hanya dapat menahan tawa mereka yg malah dihadiahi deathglare gratis dari Kyungsoo.

.

.

.

"..." sepanjang perjalanan pulang Kyungsoo terus merutuki ahjumma penjual sayur tadi yg mengira dirinya adalah siswa highschool.

"sudahlah hyung, bukankah bagus mereka mengira kita adalah bocah highschool" ucap Kai.

"haish...lebih baik kau diam saja" decit Kyungsoo sebal.

"..." sementaran Sehun hanya diam menikmati permen lollipopnya sambil memperhatikan perdebatan kecil kedua hyungnya.

"AAAAAAAA..." baru saja mereka memijakkan kaki dipekarangan rumah, tiba-tiba sebuah sura jeritan terdengar menggema hingga keluar rumah.

"!" sontak ke-3 namja itu bergegas masuk dan mencari tau penyebabnya.

"Lay hyung..." seru Chen yg langsung menghampiri dapur diikuti member lain, begitupun ke-3 namja yg baru saja pulang dari pasar itu.

"Lay-ah, gwaenchanha?" tanay Suho yg langsung mendekap namja manis berdimple itu.

"S-Suho-ya...d-di...disana" tunjuk Lay sambil menyembunyikan tubuh gemetarnya pada Suho.

"wae? Memang disana ada apa?" tanya Suho lembut.

"i-itu..." Lay hanya menyembunyikan dirinya dan terlihat amat ketakutan.

"..." perlahan Xiumin pun menghampiri arah tunjukkan Lay yg mengarah pada laci dipaling bawah dekat wastafel dapur itu.

.

.

DEG

.

.

DEG

.

.

"..." entah mengapa suasana menjadi tegang menanti apa yg akan Xiumin si member tertua temukan.

"Braakk..." dgn sedikit kasar Xiumin membuka laci itu, dan betapa terkejutnya ia saat menemukan beberpa ekor tikus kecil yg langsung berhambur keluar dari sana.

"AAAAAA...TIKUUUUSSS" jerit heboh
Baekhyun yg langsung menaiki meja counter dapur.

"AAAAA...KAI-AAAHHH" jerit histeris Kyungsoo dan lansgung melompat kedalam gendongan Kai.

"AAAAAA..." Lay pun langsung melarikan diri dari dapur dan bersembunyi dikamarnya.

"AAAA...HYUUUUNNNGG" rengek Sehun ketakutan dan langsung menyusul Lay dikamarnya (?)

"YA, DOBI! TANGKAP TIKUS ITU!" heboh Baekhyun sambil menunjuk-tunjuk tikus yg berkeliaran dibawahnya.

"BUUK...BAAAKK...DAKK...TUK" sementara Xiumin dgn sapunya berusaha memukul tikus-tikus kecil nan gesit itu.

"AAA...DOBI TANGKAP PAYAH" omel Baekhyun yg ketakutan dan masih tersangkut(?) dimeja counter dapur.

"aish! Kau itu cerewet sekali sih bacon!" omel kesal Chanyeol.

"Ya! Aku tak bisa turun kalau tikusnya masih disitu" sengit Baekhyun.

"lagipula, siapa yg menyuruhmu memanjat meja itu, eoh?" omel Chanyeol berkacak pinggang.

"..." dan perdebatan kedua trouble maker itu pun dimulai membuat jengah member lain yg langsung meninggalkan area dapur membiarkan mereka untuk berdebat hingga puas.

.

.

*skip time

.

.

"..." setelah puas berdebat(?) kedua makhluk berbeda tinggi itu pun akhirnya lelah dan memilih tidur dikamar masing-masing.

"tak..tak...tak" karna merasa sudah tak ada gangguan, Kyungsoo pun memulai memotong-motong bahan untuk ia masak sebagai makan siang kesorean para member.

"kau terlihat serius sekali hyung" ucap lembut seseorang sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Kyungsoo.

"Kai-ah, apa kau tak lihat aku sedang memegang apa?" tanya Kyungsoo yg mengetahui pemilik tangan dipinggangnya itu sambil mengacungkan pisaunya.

"ish...hyung tak perlu segalak itu juga" dengus Kai ngeri dan langsung melepas rangkulannya pada pinggang mungil Kyungsoo.

"..." Kyungsoo pun mengacuhkannya dan kembali melanjutkan kegiatannya yg tertunda karna ulah Kai.

"hyung mau aku bantu?" tanya Kai yg kembali mendekati Kyungsoo.

"ah~...tolong cuci daging didalam kulkas itu Kai-ah, lalu parutkan nanas untuk dagingnya" ucap Kyungsoo.

"..." Kai pun langsung mengikuti arahan Kyungsoo, ia ambil daging dari kulkas dan mencucinya diwastafel.

"BRAAKK..." tiba-tiba terdengar suara sebuah piring yg jatuh.

"Kai-ah, jika kau tak ingin membantu jangan kau pecahkan juga piring itu" omel Kyungsoo karna sempat terkejut.

"Kyungie-hyung, aku kan ada dibelakangmu, sedangkan piringnya kan ada disana" tunjuk Kai pada pecahan piring disisi lain mereka.

"..." sontak Kyungsoo menoleh arah tunjukkan Kai.

'benar juga, lalu siapa?' bisik hati Kyungsoo.

"ah~ mungkin hanya tikus, mian sudah menyalahkanmu Kai-ah" ucap Kyungsoo dan kembali melanjutkan acara memotongnya.

"eoh, Kai-ah...kau salah mencucinya" tak lama Lay muncul menghampiri Kai.

"minggir biar aku yg lakukan" ucar Lay.

"mencuci daging itu harus dgn benar bukan hanya kau siram air saja..." Lay pun mulai mengoceh.

'hadehh...kecerewetan Lay hyung kambuh' dengus Kai.

"Sehun-ah, ayo main gameee..." teriak Kai dari dapur dan langsung meninggalkan area dapur itu untuk menghindari ocehan Lay.

"hish...bocah itu dinasehati malah pergi" dengus Lay dan mulai fokus pada daging ditangannya.

"..." sementara itu diruang tengah, terlihat Sehun yg sedang bermain game dan Suho yg sedang berbaring disofa sambil memainkan ponselnya.

"Sehun-ah, aku ikut main" pinta Kai yg langsung duduk disebelah namja albino itu.

"eoh, yasudah..." Sehun pun memberikan satu joystick untuk Kai dan akhirnya kedua magnae itu bermain game bersama.

"..." dikamar Xiumin, terlihat namja chubby itu sedang menata rapi kamar yg ia tempati itu. menyusun buku2 sesuain urutan yg ia inginkan, merapikan pakaian dan meletakkannya didalam lemari.

"BRUUKK..." tiba-tiba buku yg susah-susah ia susun itu jatuh tanpa sebab dan berantakan dilantai.

"haah~...angin diluar cukup kencang, mengacau saja" gerutu Xiumin karna ia harus menyusun ulang buku-buku itu.

"..." dikamar berikutnya terlihat Chanyeol dan Baekhyun yg tidur saling berpelukan satu sama lain(?).

"ngh...Ya! kecilkan AC nya Dobi" racau Baekhyun sambil menepuk pelan seonggok (?) tubuh besar disebelahnya.

"ngh~...kecilkan sendiri Bacon" lenguh Chanyeol malas.

"hish...BRUUUKK" kesal, Baekhyun pun menyenggol Chanyeol sambil merungut gemas. Entah bagaimana namja dobi itu malah jatuh dari ranjang.

"akh! Sakit Bacon pendek!" omel Chanyeol dan kesadarannya pun pulih seutuhnya.(#dgn terpaksa)

"eoh? Baekkie-ya?" saat sadar ia melihat kasur diatasnya itu kosong, hanya ada selimut dan bantal.

"bukankah aku tidur bersama Baekhyun tadi?" gumam namja jangkung itu bingung sambil terus berfikir.

"eoh, Chanyeol-ah gwaen-...loh? dimana Chanyeol?" kejut Baekhyun saat membuka matanya.

"apa aku bermimpi?" gumam Baekhyun lagi.

"hoohh...aneh" gerutunya yg mulai terduduk dikasurnya.

"semuanya~...makanan sudah siap~" tak lama terdengar suara Kyungsoo menggema disekitar rumah memanggil setiap orang disetiap ruang dirumah itu.

"hah~...mungkin aku hanya bermimpi" tak mau ambil pusing, Baekhyun pun melangkahkan kaki mungilnya keluar dari kamar.

"..." tak butuh waktu lama, perut-perut lama itu menarik mereka berkumpul dimeja makan.

"hoaa...aromanya tercium sedap" girang Sehun dan langsung mengambil sumpitnya bersiap untuk makan.

"waaa...kapan terakhir kali kita makan masakan kalian, eoh?" oceh Xiumin antusias, dan dgn polosnya Kai menghitung dgn jarinya.

"ng...sepertinya sudah lama sekali" gumam Kai.

'dasar kkamjong, siapa pula yg menyuruhmu menghitungnya (-_-")' jengah hati Xiumin.

"cha~...ayo kita makan untuk mengisi enegry seharian ini beradaptasi dgn lingkungan baru, dan berharap kita tak mengalami kesulitan dgn warga sekitar sini" ucapan bijak Suho membuka acara makan mereka.

"..." ketenangan cukup tercipta dimeja makan itu, dimana Suho makan sambil memainkan ponselnya, Chanyeol yg berebut lauk dgn Baekhyun, Kai dan Sehun yg saling mengusili satu sama lain, Kyungsoo yg sambil menonton video diponselnya, Xiumin yg terus meminta tambahan nasi (?), Chen yg sedang memisahkan kacang dari nasinya, dan Lay yg rupanya sudah selesai makan (#eeeh?).

"Klik!" sialnya ditengah kekhusukan(?) mereka makan siang kesorean mereka (o_O) dgn tidak berpri-keEXO-an listrik ditempat itu malah padam.

"AAAAAA...GELAAAPPP" jerit Baekhyun heboh.

"a-apa listriknya mati?" tanya Sehun yg rupanya sudah berpelukan dgn Kai.

"Hyung! Aku buta! AKU BUTAAA" jerit Chanyeol tak kalah heboh.

"haish, duo trouble maker ini" jengah Xiumin, dan akhirnya masing2 dari mereka pun menyalakan senter diponsel masing-masing.

"haah~...hari pertama liburan dan yg aku dapatkan adalah listrik yg padam disaat sinetron favoritku baru mulai" gerutu Kyungsoo kesal.

"sudahlah, mungkin ini hanya pemadaman biasa...wilayah ini masih tergolong perkampungan dimana listrik tidak benar-benar memadai disetiap rumah. Lebih baik kita mengistirahatkan tubuh untuk menjalani hari libur kita besok" ucap Suho bijak atau memang 'sok bijak' author pun tak tau dan langsung menarik Lay menuju kamar mereka.

"hn...aku jadi mengantuk, kajja hyung kita kekamar" aja Kai pada Kyungsoo yg masih merutuki pemadaman listrik disaat yg tak tepat.

"cha~ aku pun ingin istirahat" Xiumin pun beranjak mengikuti member lain.

"a-aku takut gelap, Umin hyung tunggu~" Baekhyun pun menyusul Xiumin yg diekori Chen dipaling belakang.

"Chen-chen~...wuuusshh" tiba-tiba langkah Chen terhenti saat telinganya mendengar sesuatu disertai hembusan lembut angin dingin, ia pun melihat sekeliling.

"hyung?" ucap Chen memastikan salah satu member sedang mengerjainya, namun nihil ia tak melihat apapun.

.

.

.

.

TBC~

.

.

.

keanehan perhalan mulai muncul mengitari sekitar member EXO yg sedang berlibur, apakah itu hanya keanehan bisa ataukah ada sesuatu yg tak beres mengikuti mereka? yap...tunggu next chapnya yah ^^

Annyeong, Chap 2 has coming n semoga readers semua senang membacanya ^^, jangan lupa review sebagai bukti support untuk author Niel dalam menulis nanti ^^

Review berkembang cerita berlanjut ^^

#salam ShinNiel ^^